Kamis, 21 September 2017

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali

Surabaya, IMNU Tegal. Kalau terjadi ketidakpuasan usai perhelatan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama,  itu adalah sebuah dinamika. Yang harus segera dilakukan adalah seluruh ulama dan kiai harus bersatu kembali dalam payung besar jamiyah.

"Riak dalam muktamar itu pasti ada," kata KH Ali Maschan Moesa, Senin (7/9) petang. Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini mengemukakan, bahwa sangat tidak mungkin kegiatan yang mempertemukan banyak kiai dan ulama serta pegiat NU dari berbagai kawasan tersebut bisa memuaskan semua pihak.

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali

Karena esensi dari NU adalah kebangkitan ulama, maka sudah sepatutnya seluruh komponen jamiyah ini bersatu kembali dalam rangka berkhidmat kepada warga, agama dan juga bangsa. "Dan ini juga yang diingatkan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari," kata Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

IMNU Tegal

"Para muassis atau pendiri NU mendirikan jamiyah ini dengan harapan agar seluruh potensi ulama dan kiai serta umat dapat disinergikan untuk kiprah terbaik," kata Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya ini.

IMNU Tegal

Dengan menyitir pesan KH Hasyim Asyari, bahwa umat Islam sekarang sudah sampai pada kondisi dikelilingi binatang buas. "Sedangkan umat ibarat domba yang berada di tengah lapang dan dikepung binatang buas tersebut," katanya. Kalau selama ini keadaan masih kondusif, bisa jadi lantaran antara binatang yang ada sedang bertengkar, lanjutnya. "Tapi kalau sesama binatang tersebut sudah akur, bisa jadi yang akan menjadi sasaran adalah domba yang berada di tanah lapang," katanya.

Oleh sebab itu, yang harus disadari semua pihak adalah kembali rukun dan satu langkah. "Yang justru saya khawatirkan, sebagaimana pesan Hadratussyaikh adalah antara ulama berada di satu meja, namun hati mereka justru bercerai-berai," ungkapnya.

NU bagi Pak Ali, sapaan akrabnya adalah jamiyah yang menyaratkan ketulusan dan kemurnian jiwa bagi para pengurusnya. "Inilah yang membedakan NU dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang lain," sergahnya.

"Harapan saya, riak usai muktamar segera disudahi dan seluruh kiai dan ulama dapat bersatu kembali untuk membicarakan tantangan zaman yang semakin berat," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock