Surabaya, IMNU Tegal - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bekerja sama dengan PT Indosat Ooredoo menyiapkan generasi perempuan untuk melek Informasi Teknologi (IT) dan mahir gawai.
Rektor UNUSA Achamd Jazidie mengatakan bahwa perempuan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki sifat lembut dan penuh kasih sayang. Namun di balik sisinya yang lembut dan penuh kasih sayang. Perempuan adalah sosok yang cerdas, tangguh, dan pekerja keras. Melalui kecerdasannya perempuan dapat membawa perubahan dan dapat merubah dunia. Perempuan merupakan ujung tombak untuk membangun sebuah negara lebih maju lagi, karena ibu adalah seorang perempuan dan dari ibulah yang pertama kali mendidik generasi penerus bangsa.
| UNUSA dan Indosat Ooredoo Gelar Kuliah Umum Soal Perempuan dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online) |
UNUSA dan Indosat Ooredoo Gelar Kuliah Umum Soal Perempuan dan Teknologi
"Jika seorang ibu paham IT dan mahir gawai, maka pengetahuannya akan bisa mendidik dan mengarahkan anak-anaknya untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk melalui informasi dan teknologi. Adanya Unusa akan memberikan keberkahan bagi semua elemen masyarakat. Salah satunya kaum perempuan dalam perkembangan IT dan mahir Gawai," katanya saat sambutan di Kafe Fastron Tower Unusa Kampus B Unusa Jemursari, Jumat (13/10).IMNU Tegal
CEO dan Direktur PT Indosat Ooredoo, Alexander Rusli mengungkapkan hadirnya kesenjangan gender terutama di negara-negara yang belum berkembang masih terasa. Pendapatan wanita per tahun berada di kisaran 55 persen dari pendapatan per tahun pria. Industri terkait STRM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematik) akan menambah 1.7 juta lapangan kerja di Amerika Serikat. Namun jumlah mahasiswi teknik kurang dari 12 persen. Di Asia Selatan, jumlah wanita yang memiliki handphone 38 persen di bawah jumlah pria. Di Sub-Sahara Afrika, jumlah wanita yang memilik akses internet 45 persen di bawah jumlah pria. Di Norway, wanita muda dua kali lebih banyak mengalami cyberbullying dibanding pria."Tiga masalah utama kesenjangan yang dialami wanita. Kesenjangan pengetahuan dalam menggunakan internet dan solusi digital untuk memperluas wawasan. Kesenjangan pendanaan atau akses layanan keuangan dan perbankan. Kesenjangan kemampuan menambah penghasilan," terangnya saat memberikan materi kuliah umum dengan tema women and technology. (Rof Maulana/Alhafiz K)
IMNU Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idIMNU Tegal Kyai, News, Pesantren IMNU Tegal
