Jumat, 29 Februari 2008

Santri Berlayar, Mendikbud: Sejarah Indah dan Patut Dikenang

Jakarta, IMNU Tegal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan, kegiatan santri berlayar yang digelar kali ini bukan sekadar berlayar dari Jakarta ke Surabaya. Melainkan para santri telah membuat sejarah yang indah dan patut dikenang.

Santri Berlayar, Mendikbud: Sejarah Indah dan Patut Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Berlayar, Mendikbud: Sejarah Indah dan Patut Dikenang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Berlayar, Mendikbud: Sejarah Indah dan Patut Dikenang

“Saudara-saudara santri yang hadir di atas kapal ini telah meneruskan tradisi bahwa para santri menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan republik ini,” ujar Menteri Anies mengawali sambutannya di ruang helipad KRI Banda Aceh-593 di markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta Utara, Jumat (20/11).

Dan TNI, lanjut Anies, merupakan salah satu institusi yang paling konsisten di dalam menjaga keutuhan Indonesia, yang langsung disambut aplaus panjang ratusan santri. 

IMNU Tegal

Menurut Anies, negeri ini adalah negeri yang seringkali di dalam negeri hingga diri kita sendiri, penghargaan terhadap diri kita seringkali jauh lihat rendah yang justru orang lain melihat republik ini. “Negeri ini adalah Republik yang sangat mengagumkan,” tegasnya.

IMNU Tegal

Bicara tentang budaya Indonesia, kata Anies, merupakan puncak kebudayaan yang ada di seluruh Nusantara. Di tanah ini, dari Sabang sampai Merauke, memiliki 719 bahasa. “Tidak banyak bangsa di dunia yang memiliki lebih dari 700 bahasa. Hebatnya, anak-anak muda pada waktu itu menyepakati satu bahasa untuk semua, yakni Bahasa Indonesia,” tandasnya.

Hari ini, kata Menteri Anies, para santri kembali mengulang sejarah tersebut. Anak-anak muda berkumpul untuk menyepakati bahwa bela negara menjadi kewajiban bersama. “Melalui acara ini, saya mengapresiasi para santri dan TNI yang memfasilitasi pernyelenggaraan acara santri berlayar ini,” tandasnya.

Menurut Anies, kegiatan ini secara tak langsung membangun kesadaran para santri bahwa negara kita adalah negara kepulauan, bukan negara kontinental. Buktinya, dari Jakarta ke Surabaya ditempuh lewat lautan. “Pesan berikutnya, adalah kesatuan Indonesia hanya bisa dipertahankan oleh diri kita sendiri,” tegasnya.

Di dunia ini, lanjut dia, banyak yang tak berharap negeri ini bangkit. Hari ini santri hendak memastikan Indonesia sebagai negara kesatuan hingga akhir nanti. “Peristiwa seperti ini merupakan peristiwa besar yang bersejarah. Anak muda harus mengambil sikap dan perannya di masyarakat,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Berita, Ubudiyah, Pesantren IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock