Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus

Makassar, IMNU Tegal. Mahasiswa Univeristas Islam Makassar (UIM) memperingati hari AIDS Sedunia 1 Desember 2014 di kampus setempat, Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba UIM (Gamatika UIM) ini membagikan selebaran tentang bahaya HIV/AIDS dan sepucuk bunga mawar.

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UIM Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS di Kampus

Mereka juga mengumpulkan tanda tangan dukungan terhadap gerkakan mahasiswa yang bertema "Save UIM dari Jeratan HIV/AIDS" dari Rektor UIM Andi Majdah M Zain, Wakil Rektor I Musdalifah Mahmud, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Abd Rahim Sanjata, Wakil Rektor IV Nur Taufiq Sanusi, dan seluruh civitas akademika Univeristas Islam Makassar.

Forum Gamatika UIM adalah wadah bagi mahasiswa UIM yang telah lulus mengikuti kegiatan Pembentukan Kader Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu.

IMNU Tegal

“Kami digembleng oleh BNN Sulsel bagaimana mengembangkan jejaring untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba khususnya di lingkungan kampus,” ungkap Sirajuddin, anggota Gamatika UIM.

IMNU Tegal

Gamatika juga merupakan perpanjangan tangan dari BNN Sulsel yang dibentuk setiap kampus, untuk mencegah peredaran narkoba, yang di antara dampak buruknya adalah penyebaran virus HIV/AIDS.

“Kami selaku pimpinan sangat mendukung gerakan mahasiswa yang kreatif ini untuk menyosialisasikan bahaya virus HIV/AIDS dalam rangka hari AIDS Sedunia,” ungkap Majdah, Rektor UIM.

Menurutnya, sebagai kampus miliki NU, UIM akan selalu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk kreatif, inovatif, dan tentunya berjiwa sosial. “Tidak hanya itu pembentukan Forum Gamatika sebagai gerakan anti narkoba bagi mahasiswa UIM dari awal kami yang menginisiasi bersama BNN Sulsel, agar ke depannya mahasiswa bebas dari bahaya narkoba dan virus HIV AIDS,” tambahnya. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah IMNU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Sumedang, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) dan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang? melaksanakan pelatihan makharijul huruf atau pengucapan huruf yang benar dalam Al-Qur’an dengan metode Maisura.

Kegiatan dengan jumlah peserta 101 orang ini berlangsung Sabtu (18/3), di Aula PCNU Sumedang. Para peserta merupakan pengajar yang mewakili sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Sumedang.

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Ketua Pimpinan Cabang JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, sering kali kami menemukan guru-guru di daerah yang mengajarkan Al-Quran tapi tidak sesuai dengan ilmu tajwid yang benar. “Temuan itu menjadikan kami sebagai pengurus JQH khawatir. Kalau gurunya sudah salah baca Al-Qur’annya maka bisa menular kepada muridnya. Kalau dibiarkan saja nanti akan muncul kesalahan membaca Al-Qur’an secara berjamaah.

IMNU Tegal

Rantai kesalahan ini harus segera diputus atau setidaknya harus diminimalisasi, kata Ahmad. Sebagai langkah awal untuk memutus rantai kesalahan tersebut, pengurus JQHNU Sumedang bekerja sama dengan LP Maarif NU Sumedang mengadakan pelatihan makharijul huruf khusus untuk guru-guru yang mengajar Al-Qur’an.

Pemateri yang didatangkan pada pelatihan ini yaitu Muthmainnah. Beliau ahli quran, seorang hafidzoh, dewan hakim MTQ, serta salah satu dosen Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Pada kesempatan tersebut Muthmainnah menyampaikan materi makhorijul huruf dengan menggunakan metode maisura.

Ahmad jauharudin di akhir acara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini baru langkah awal, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk terus menjaga kebenaran dalam membaca Al-Qur’an. “Semoga guru-guru yang hari ini mengikuti pelatihan dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang didapat kepada murid-muridnya. Dan kebenaran membaca Al-Qur’an bisa terus terjaga,” tuturnya. (Ayi Abdul Kahar/Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Ubudiyah IMNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Cirebon, IMNU Tegal 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan masa kesetiaan anggota atau Makesta di mushola Darul Mujahidin Desa Karangwareng.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari utusan ranting dari desa-desa di Kecamatan Karangwareng dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari para remaja berkisaran usia antara 14-21 tahun ini nampak antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara yang berlangsung sejak hari Rabu tanggal 2 Januari kemarin.

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Dalam acara tersebut hadir tokoh masyarakat setempat, Kiai Amin Rohaemin yang sekaligus membuka acara makesta tersebut. 

Dalam sambutannya, ia mengatakan ikut merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena berkontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan pelajar dan pemuda di Kecamatan Karangwareng. 

IMNU Tegal

“Makesta ini mudah-mudahan bisa menjadi media belajar bagi remaja NU di Kec. Karangwareng tentang kedisiplinan, keNUan, serta menambah kecerdasan sehingga menjadi pelajar-pelajar remaja yang maju dan berkembang,” paparnya.

IMNU Tegal

Selain itu, hadir pula PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon, yang dalam sambutannya menuturkan sangat apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

Menurut penuturan wakil ketua panitia, Mohammad Saefudin, kegiatan Makesta ini merupakan pelatihan singkat tentang organisasi, Aswaja dan kepemudaan. Alasan diadakan kegiatan ini, yang pertama adalah menanamkan nilai-nilai dan paham NU terhadap pelajar dan pemuda, memberikan pengetahuan tentang organisasi, serta sebagai sarana menyatukan para pemuda dan pelajar di Kecamatan Karangwareng. 

Kegiatan makesta ini diisi dengan berbagai materi, seperti Aswaja, kenuan, IPNU dan IPPNU, keorganisasian, manajemen konflik, yang dalam setiap sesi diselah-selahi dengan permainan yang menyegarkan, selain itu di pagi harinya diadakan senam dan tadabbur alam. 



Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Ubudiyah IMNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Bogor, IMNU Tegal. Pemuda, sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat, sebab mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait konsepsi nilai-nilai.

Demikianlah salah satu poin penting yang mengemuka pada diskusi Mengokohkan Kemanusiaan Indonesia  yang Adil dan Beradab, di Kedai Aer Mantjoer, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Pemuda harus dapat memberikan pemaknaan yang nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban dalam hidup berbangsa dan bernegara yang bermuara pada peningkatan kualitas kemanusiaan Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa (Pancasilais).

Pemuda juga harus mampu meneguhkan nilai-nilai spiritualitas Nusantara sebagai nilai-nilai luhur bangsa serta rasa cinta tanah air dan kemanusiaan untuk saling berbagi serta sikap saling welas-asih; meningkatkan semangat nasionalisme atas asas kekeluargaan, kebudayaan, dan kebangsaan; serta menumbuhkembangkan kembali sikap menghargai kemajemukan serta menghindari setiap upaya pengingkaran terhadap pluralitas bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan. 

Pada acara yang digelar dalam rangka Refleksi 89 Tahun Soempah Pemoeda , juga ditegaskan pemuda hendaknya dapat menghilangkan rasa prejudise atas barrier of psicology (batas psikologis/prasangka) terhadap sesama anak bangsa yang multi etnis, ras, suku, budaya, bahasa dan agama, terhadap sesama anak bangsa.

IMNU Tegal

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal ini disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural.

“Pemuda harapan bangsa,” “Pemuda pemilik masa depan bangsa,” dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata “pemuda”. Pernyataan ini, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Sebab, berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Ini dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri. 

Betapa peristiwa-peristiwa besar di negeri ini dilalui dan digerakkan oleh pemuda. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan rekayasa sosial-politik para pemuda Indonesia dalam menggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia melawan penjajah kolonial. 

Tonggak penting itu direkatkan lagi oleh Ikrar/Sumpah Pemuda, yang menegaskan kesatuan niat, kebualatan tekad dan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa nasional Indonesia, pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lalu, semangat nasionalisme tersebut mengkristal dan menemukan momentumnya saat diproklamirkannya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarano dan Hatta.   

Tidak mengherankan jika kemerdekaan Indonesia tak lepas dari gerakan “revolusi kaum muda.” Prestasi dan citra kaum muda Indonesia begitu menyejarah sepanjang berdirinya Republik Indonesia. Pergantian rezim ke rezim di Indonesia juga melibatkan pemuda. Sedemikian melekatnya nilai-nilai kepeloporan dan semangat kebangsaannya, tentu saja ini menjadi beban  sekaligus tanggungjawab moral sosial pemuda Indonesia ke depan.

IMNU Tegal

Diskusi tersebut juga  merupakan agenda pre-launching buku  Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur & Rizky Afriono. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah IMNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan

Jakarta, IMNU Tegal. Inisiator Islam Nusantara Center Jazilul Fawaidz mengingatkan tentang peristiwa 72 tahun lalu, di mana para sesepuh Nahdlatul Ulama dan KH Hasyim Asy’ari? mengobarkan semangat di medan pertempuran dalam menghadapi dan mengusir penjajah dari Indonesia.

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan

Demikian disampaikan Inisiator Islam Nusantara Center Jazilul Fawaid pada acara “Santri of The Year 2017” di gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (22/10).

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur ini pun meminta kepada para santri agar semangat para sesepuh NU terus dibawa dalam wujud mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi.

“Oleh karena itu, nominator ini mewakili kita semua untuk membangun, untuk mengisi, untuk memberikan prestasi-prestasi terbaik para santri ini mengisi kemerdekaan ini,” jelas pria juga menjadi anggota DPR 2014-2019 ini.

Meskipun begitu, ia mengaku, pada saat ini Indonesia masih punya musuh yang besar, yang menjalar diberbagai aspek kehidupan.

IMNU Tegal

“Musuh kita keterbelakangan, musuh kita kebodohan, musuh kita adalah hal-hal yang menindas, kezaliman, ketidakadilan yang ada di Jakarta maupun di Indonesia pada saat orang tua kita sudah memerdekakan kita semua,” terangnya.

Hadir pada acara penghargaan ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia Muhammad Nasir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Abd. A’la, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Derasnya kemajuan teknologi-informasi hendaknya dibaengi dengan sikap yang bijaksana. Tidak saja dalam hal pergaulan tetapi juga dalam masalah peribadatan. Karena bila diperhatikan kemajuan teknologi ini satu sisi membawa maslahah dan satu sisi juga mengundang mafsadah. Terkadang maslahahnya terasa begitu besar, tetapi seringkali mafsadahnya juga lebih besar. Peran keduanya sangat bersifat subjektif, tergantung manusia yang menggunakannya.

Memang kemajuan teknolgi-informasi sebagai syarat globalisasi tidak dapat dihindari. Masyarakat muslim sebagai bagian dari masyarakat duniapun ikut menikmati imbasnya. Dalam tamsil yang paling sepele adalah bagaimana kita sering terkaget dan merasa risi ketika nada panggil berbunyi di tengah-tengah jama’ah shalat. Padahal di tembok-tembok masjid itu telah ditempel tulin ‘HP harap dimatikan’ atau berbagai penanda yang menunjukkan larangan membawa atau mengaktifkan HP di masjid.

Nah bagaimanakah fiqih menyikapi realita ini? dalam konteks fiqih masalah semacam ini biasa disebut dengan tayswisy, yaitu berbagai macam tindakan yang mengganggu atau menimbulkan keraguan orang yang berada disekitranya. Biasanya hukum atas tindakan tayswisy ini diklarifikasi lagi.

Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Haram Membawa HP Masuk Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Haram Membawa HP Masuk Masjid

Apabila memang mengganggu ibadah orang disekitarnya maka hukumnya makruh. Namun jika ternyata tidak mengganggu orang sekitarnya hukumnya diperbolehkan. Dengan catatan bentuk tasywisy itu adalah bacaan al-qur’an, tasbih atau dzikir, sebagaimana diterangkan Ba’lawi al-Hadrami dalam Bughyatul Mustarsyidin

جماعة Ù? قرأوÙ? القرأÙ? فى المسجد جهرا ÙˆÙ? Ù? تفع بقرائتهم Ø£Ù? اس ÙˆÙ? تشوش أخروÙ? فإÙ? كاÙ? ت المصلحة أكثر Ù…Ù? المفسدة فالقرأة أفضل وإÙ? كاÙ? ت بالعكس كرهت اهـ فتاوى الÙ? ووÙ?

Jikalau orang berkumpul membaca al-qur’an di dalam masjid dengan lantang, dan bacaan itu membuat sebagian orang disekitar merasa nyaman namun juga menyebabkan sebagian yang lain terganggu, apabila unsur maslahah dalam bacaan alqur’an itu lebih banyak (karena mendengarkan qur’an ada pahalanya) dari pada madharat, maka bacaan (al-qur’an yang lantang) itu lebih utama. Akan tetapi jika bacaan itu banyak mudharatnya (mengganggu orang lain), maka hukumnya makruh. ? ? ?

Lain lagi pendapat al-Turmusi yang tegas mengharamkan tasywisy bila memang terbukti mengganngu orang lain. Walaupun tasywisy itu adalah shalat.

IMNU Tegal

ÙˆÙ? حرم على كل أحد الجهر فى الصلاة وخارجها Ø¥Ù? شوش على غÙ? ره Ù…Ù? Ù? حو مصل أو قارئ أو Ù? ائم

Haram bagi seorang bersuara lantang baik dalam shalat ataupun lainnya apabila mengganggu orang lainnya yang sedang shalat dan membaca qur’an bahkan (mengganggu) orang tidur sekalipun.

IMNU Tegal

Lantas bagaimanakah jika tasywisy itu berasal dari bunyi dering HP, atau suara orang berkomunikasi melalui HP di dalam dalam masjid? Jika melihat dua nash di atas jelas hukumnya haram, baik mengganggu ataupun tidak. Karena bentuk tasywisynya tidak mengandung ibadah yang mendekatkan diri pada Allah swt. Apalagi jika menimbang etika dalam masjid yang merupakan ruang untuk berdzikir Allah swt tidak untuk yang lain.

?

(Redaktur: Ulil Hadrawy)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Ubudiyah, Halaqoh IMNU Tegal

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Jakarta, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang mengutuk keras oknum guru SD di Jombang, Jawa Timur, yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan kepada murid perempuannya belum lama ini. Pergunu Jombang turut prihatin dan bersimpati kepada korban.

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Pergunu Jombang, Ahmad Faqih melalui rilis yang diterima IMNU Tegal, Rabu (16/11) siang. “Sosok guru yang notabene pendidik, seharusnya menjadi pengayom, penuntun ke jalan ilmu dan ahlak mulia bagi murid-muridnya justru merusak dan merenggut masa depan generasi bangsa,” kata Faqih.

Lebih lanjut, Faqih mengungkapkan guru yang berperilaku layaknya predator seperti itu harus dihukum seberat-beratnya agar peristiwa yang sama tidak terulang di masa depan.

IMNU Tegal

“Pelaku harus diberi hukuman baik secara kedinasan maupun pidana,” tambah Faqih.

Pemerintah Kabupaten Jombang harus segera mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan fisik dan psikis korban, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depannya.

IMNU Tegal

“Dinas Pendidikan Jombang harus memperkuat langkah pembinaan dan pengawasan Guru dan Tenaka Kependidikan (GTK), serta melakukan langkah konkret untuk perbaikan mental GTK di Kab Jombang, khususnya pada aspek peningkatan imam dan taqwa serta moral mereka,” tegas Faqih.

Selain itu Faqih mendorong masyarakat di lingkungan korban juga harus turut serta berperan dalam pemulihan kondisi psikis korban. Serta meningkatkan kewaspadaan agar hal sama tak terulang.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil berinisial Syn, tersangka tindakan kekerasan terhadap siswinya sendiri diamankan Polres Jombang, Kamis (10/11) lalu. Warga Desa Ngoro tersebut ditangkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang pada (31/10). (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock