Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Jakarta, IMNU Tegal. Penyerangan Ahad sore 27 Mei 2012 silam, sedikitnya melukai dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kasus penyerangan tersebut, dilakukan oleh sekelompok orang berpakaian Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT). Peristiwa tersebut persisnya terjadi di Kantor Ranting NU Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Aparat masih Buru Pelaku  Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Namun, kasus penyerangan tersebut dengan senjata tajam; parang, mulai menemui titik terang. Aparat hukum dengan dukungan PWNU Jatim, bekerja optimal. Kedua pihak bersinergi dalam menegakkan hukum positif di Jawa Timur khususnya.

“Sejumlah pelaku penyerangan sudah ditangkap aparat hukum. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran,” ungkap Imam Kusnin, Ketua Satkorwil Banser Jawa Timur kepada IMNU Tegal pertelepon, Rabu (13/6) sore.

IMNU Tegal

Bahkan sayembara pun digelar untuk menangkap dua buron tersebut. Sayembara menyediakan  hadiah yang cukup menjanjikan bagi penangkap buron. Salah satu cara kreatif untuk mengejar pelaku kriminal, sayembara.

IMNU Tegal

Pasukan kami juga selalu stand by di lokasi. Kami akan mengawal terus proses hukum hingga tuntas. Segenap keluarga besar Banser tidak perlu khawatir. Waspada terhadap provokator yang akan memperkeruh persoalan, imbau Kusnin yang juga Wakil Ketua PW GP. Ansor Jatim.

Aparat berwenang sudah melakukan langkah hukum. Kita akan memantau terus perkembangannya. PWNU Jatim menuntut penuntasan kasus ini selambatnya 15 Juli 2012, tandasnya.

Penuntasan kasus ini, menjadi bukti komitmen aparat terhadap hukum. Komitmen kuat terhadap hukum akan menjamin kepercayaan semua elemen bangsa. Tanpanya, bentrokan fisik, sulit dihindarkan. Karena, setiap pihak baik personal maupun komunal, akan akan memaksakan kehendak masing-masing tanpa mempedulikan  orang lain. Keamanan dan kenyamanan yang menjadi hajat hidup orang banyak, diabaikan percuma.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Kajian, Halaqoh IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Jakarta,IMNU Tegal

Kementerian Agama (Kemenag) memberikan sanksi administratif kepada PT First Travel. Hal ini terungkap lewat surat yang ditujukan kepada Direktur First Travel, Andika Surachman.

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Surat bertanggal 3 Agustus itu menyatakan Kemenag mencabut izin penyelenggaraan umrah oleh PT First Travel. Surat tersebut menjadi pengantar atas Keputusan Menteri Agama.

"Dengan hormat, terlampir kami sampaikan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2017 tanggal 1 Agustus 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Travel Anugerah Karya Wisata Sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah," tulis dalam surat tersebut, Jumat (4/8) sebagaimana diberitakan Detik.com.

IMNU Tegal

Surat bernomor B-3005/Dj/DT.II.I/4/Hj.09/08/2017 tersebut ditandatangani oleh Plt Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M Ach Halim. Kemenag mempersilakan pihak PT First Travel untuk menyanggah keputusan tersebut paling lama dua minggu sejak diterbitkan.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Saudara dapat melakukan sanggahan terhadap Keputusan dimaksud paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya keputusan ini," katanya.

IMNU Tegal

Sebelumnya diberitakan, Presiden Direktur PT First Travel Andika Surachman digugat jemaah ke Pengadilan Negeri Depok. Petugas dari pengadilan Negeri Depok, Suherman mengatakan dia mengantarkan surat panggilan untuk owner First Travel yakni Andika Surachman dari calon jemaah Andrian Muskan.

Terbaru, para calon jemaah umrah melaporkan Direktur First Travel, Andika Surachman ke Bareskrim Polri. Mereka melapor karena telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah namun belum diberangkatkan sejak dijanjikan tahun 2015 lalu.

Sekedar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tak berizin yang dilakukan 11 entitas. Satgas waspada investasi OJK menyebut salah satu dari 11 entitas tersebut adalah PT First Travel.

Ketua Satgas waspada investasi OJK Tongam Tobing mengatakan, OJK menghentikan kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah. Dalam promo ini paket umrah dipatok dengan harga Rp 14,3 juta padahal dari Kementerian Agama biaya umrah mencapai Rp 21-22 juta.

Namun, pihak manajemen dinilai oleh jemaah belum bisa memberikan kepastian terkait pengembalian dana setoran atau keberangkatan jemaah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Harlah NU di Kalbar Sukses

Pontianak, IMNU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, pelaksanaan rangkaian acara peringatan hari lahir (harlah) NU di Pontianak Convention Centre (PCC), Rabu (20/2) kemarin, yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berlangsung sukses.

Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU di Kalbar Sukses

"Alhamdulillah, Harlah kemarin berjalan sukses. Ribuan warga hadir dalam acara itu. Bagi saya, itu adalah bakti NU untuk masyarakat Kalbar," kata M Zeet di sela-sela acara Tour de Khatulistiwa Pontianak, Jumat (23/2).

Dijelaskan M Zeet yang juga Sekda Kalbar, hari pertama rangkaian peringatan harlah, NU membuka klinik di kantor PWNU. Dalam acara itu dilakukan donor darah dan pengobatan massal. Antusias masyarakat sangat tinggi.

IMNU Tegal

"Di sini kita buktikan bahwa NU aktif terlibat untuk kemaslahatan masyarakat. NU memberikan darma bakti bagi kesehatan untuk rakyat Kalbar," jelas pria berdarah Arab ini.

IMNU Tegal

Sukses donor darah dan pengobatan massal itu, NU menggelar Tabligh Akbar. Tidak kurang dua ribu masyarakat menghadiri acara itu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah.

"Pak Kiai mengajak seluruh umat Islam Kalbar menjunjung tinggi kebersamaan. Kalbar beragam etnis dan agama. NU harus memperlihatkan wajah yang humanis dan rahmatanlilalamin," ajak KH Said ditirukan M Zeet.

Dalam acara itu juga, istri Gubernur Kalbar Ny Federika Cornelis hadir. Kehadiran the first lady Kalbar ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Kalbar. Harlah NU kali ini bekerja sama dengan PMI Kalbar.

Tak ketinggalan hadir tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO) ikut hadir. OSO yang juga Ketua Dewan Mustasyar NU Kalbar ini menyatakan, NU ormas terbesar di Indonesia.

"Ormas Islam terbesar di Indonesia adalah NU. Gabung di NU artinya dekat sama ulama. Ulama adalah pewaris nabi," kata OSO ditirukan M Zeet.

Harapan NU Kalbar, untuk Harlah berikutnya akan dikemas sebaik mungkin. Tentu akan lebih menitikberatkan pada bakti untuk masyarakat. NU harus memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Kalbar.

"Kita tidak mau NU punya nama besar tapi hanya sedikit memberikan manfaat untuk masyarakat. Hal inilah yang terus kita dorong agar NU semakin besar," harap M Zeet yang juga Ketua Forki Kalbar.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Sunnah IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Jakarta, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang mengutuk keras oknum guru SD di Jombang, Jawa Timur, yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan kepada murid perempuannya belum lama ini. Pergunu Jombang turut prihatin dan bersimpati kepada korban.

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Pergunu Jombang, Ahmad Faqih melalui rilis yang diterima IMNU Tegal, Rabu (16/11) siang. “Sosok guru yang notabene pendidik, seharusnya menjadi pengayom, penuntun ke jalan ilmu dan ahlak mulia bagi murid-muridnya justru merusak dan merenggut masa depan generasi bangsa,” kata Faqih.

Lebih lanjut, Faqih mengungkapkan guru yang berperilaku layaknya predator seperti itu harus dihukum seberat-beratnya agar peristiwa yang sama tidak terulang di masa depan.

IMNU Tegal

“Pelaku harus diberi hukuman baik secara kedinasan maupun pidana,” tambah Faqih.

Pemerintah Kabupaten Jombang harus segera mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan fisik dan psikis korban, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depannya.

IMNU Tegal

“Dinas Pendidikan Jombang harus memperkuat langkah pembinaan dan pengawasan Guru dan Tenaka Kependidikan (GTK), serta melakukan langkah konkret untuk perbaikan mental GTK di Kab Jombang, khususnya pada aspek peningkatan imam dan taqwa serta moral mereka,” tegas Faqih.

Selain itu Faqih mendorong masyarakat di lingkungan korban juga harus turut serta berperan dalam pemulihan kondisi psikis korban. Serta meningkatkan kewaspadaan agar hal sama tak terulang.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil berinisial Syn, tersangka tindakan kekerasan terhadap siswinya sendiri diamankan Polres Jombang, Kamis (10/11) lalu. Warga Desa Ngoro tersebut ditangkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang pada (31/10). (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan IMNU Tegal

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Jember, IMNU Tegal



Kitab kuning mempunyai kontribusi penting dalam merekonstruksi tumbuh kembangnya Islam yang ramah. Di dalam kitab kuninglah Islam yang rahmatal lil alamin dijabarkan secara detail yang kemudian dalam konteks keindonesiaan dikenal dengan ? istilah ? Islam Nusantara. Karena itu, para santri dan pemuda Nahdlatul Ulama diimbau untuk tidak bosan-bosannya belajar membaca dan memahami isi kitab kuning.?

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember H. Miftahul Ulum di hadapan peserta Musabaqah Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4).

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Menurut Cak Ulum, sapaan akrabnya, kitab kuning merupakan salah satu landasan penting cara berpikir para ulama NU dalam memahami Islam secara konprehensif.?

"Kitab kuning adalah kitab yang menjadi materi pokok di pondok pesantren sejak dulu. Dan kitab kuning itulah yang menjadi konstruksi berpikir para ulama seperti Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Asad Syamsul Arifin dan sebagainya," ucap Cak Ulum.

IMNU Tegal

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, ulama Indonesia juga banyak yang mempunyai karya kitab kuning, yang itu melengkapi referensi khazanah keislaman Nusantara.?

Dikatakannya, Islam Nusantara menjadi terasa kian penting disaat gerakan liberalisme dan radikalisme semakin massif menyusup dalam kehidupan masyarakat.?

Islam Nusantara, katanya, adalah Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan bangsa Indonesia, dan pada saat yang sama juga "memusuhi" liberalisme.?

IMNU Tegal

"Radikalisme itu sangat berbahaya. Liberalisme juga tidak bagus. Karenanya, santri dan pemuda NU harus belajar ktiab kuning untuk menangkal dua pemikiran tersebut," jelasnya.

Musabaqah Kitab Kuning itu diikuti ratusan santri putra dan putri dari berbagai pondok pesantren ? se-Kabupaten Jember. Sejumlah pengurus PCNU Jember dan para kiai juga tampak hadir di perhelatan tersebut.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, AlaSantri, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, IMNU Tegal. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

IMNU Tegal

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

IMNU Tegal

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Cilegon, IMNU Tegal. Ketika kiamat terjadi, tiada payung selain perlindungan Allah. Salah seorang yang mendapat perlindungan itu adalah orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Ia selalu memikirkan dan bergerak untuk memakmurkan masjid.

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani, mengimbau kepada imam, khotib, dan DKM untuk memakmurkan masjid-masjid NU.  

Ada tujuh aksi untuk memakmurkan masjid, “Itu sesuai dengan apa yang diinginkan orang yang berdoa setelah shalat di masjid,” katanya pada Rapat Pimpina Daerah (Rapimda) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, pada Sabtu, (20/4).

IMNU Tegal

Menurut Kiai Abdul Manan, doa selepas shalat umumnya yaitu ingin salamatan fiddin. LTMNU harus memperkuat akidah ahlu sunah, syariah, dan akhlak jamaah.

IMNU Tegal

Wafiyatan fil jasad, menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan. Masjid harus bersih dan sehat. Wjiyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau bidang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.

Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan umat, “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk membangun kewirausahaan umatnya,” katanya.

Wataubatan qobla maut, menjadika masjid sebagai pusat dakwah. Warohmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, atau terkena bencana.

Wa maghfirotan ba’dal maut, di masjid juga tempat untuk mendoakan orang, yaitu dengan tahlilan, istighasah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.

Senada dengan Kiai Manan, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi pada saat membuka Rapimda mengatakan, untuk menyongsong seabad NU, harus bertolak dari masjid, “Dari rumahnya, kita makmurkan masjidnya,” katanya.

Kemudian, sesuai dengan lambang NU yang bola dunia, kita harus memakmurkan bumi-Nya, yaitu bumi Indonesia, “Dari masjid-Nya, kita makmurkan bumi-Nya.”

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Pesantren, Nahdlatul IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock