Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

IMNU Tegal

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

IMNU Tegal

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, AlaNu IMNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang

Utang adalah salah satu tanggung jawab yang harus diselesaikan selama hidup di dunia. Mengabaikan hal ini berisiko memberatkan beban seorang hamba di akhirat kelak. Karena masalah tersebut menyangkut haqqul adami (hak sesama manusia) dan hanya akan selesai bila kedua belah pihak saling rela dan mengikhlaskan. Karenanya, seberat apapun utang harus dituntaskan di dunia. Rasulullah menyarankan, saat seseorang dililit utang, untuk membaca:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Lepas dari Lilitan Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang

Allâhumma-kfinî bihalâlika ‘an harâmika wa aghninâ bi fadl-lika ‘am man siwâka (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga terhindar dari yang haram. Cukupkanlah aku dengan anugerahmu sehingga terhindar dari (meminta bantuan) selain-Mu. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Halaqoh IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Oleh A Muchlishon Rochmat

Di dalam Islam, ada banyak macam puasa. Dari puasa yang sunah puasa hingga puasa wajib. Puasa Senin dan Kamis, puasa enam hari bulan Syawwal, puasa Hari Arafah, puasa Hari Asyura (10 Muharram), puasa Dawud, puasa tengah bulan, puasa Rajab, puasa Sya’ban, puasa nazar, hingga puasa Ramadhan. Tetapi dari sekian puasa yang ada, hanya Puasa Ramadhan yang ingar-bingar dan gegap-gempitanya begitu kentara karena memang seluruh umat Mukmin yang sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh.

Apapun jenis puasanya, prosedur dan tatacara dalam menjalankannya hampir sama dan bahkan bisa dikatakan sama. Mereka tidak boleh makan, minum, berhubungan badan, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Saat berpuasa, mereka juga dianjurkan untuk melakukan amal yang baik, baik ibadah yang bersifat individual-spiritual seperti membaca dan menghatamkan Al-Quran, mengaji kitab-kitab kuning, dan memperbanyak zikir, maupun ibadah yang bersifat sosial seperti bersedekah, berzakat, dan memberi makan orang berpuasa yang sedang membutuhkan.

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Di dalam Al-Quran dan sunah disebutkan beberapa motif dan alasan mengapa orang Islam diperintahkan untuk berpuasa, mulai dari motif agar mereka bertakwa kepada Allah, agar diampuni dosa-dosanya, terhindar dari api neraka, terhindar dari perkataan dan perbuatan yang keji, nista, dan merusak (zuur), agar sehat, sebagai pembersih jasad atau badan, untuk menegakkan salah satu tiang agama, dan sebagai pencegah, pengendali, dan pengontrol nafsu makan, minum, syahwat, serta nafsu yang mendorong ke arah kejahatan lainnya.

IMNU Tegal

Meski demikian, pijakan pertama (starting point) seseorang melaksanakan puasa–terutama yang wajib–adalah sebagai manifestasi dari keimanan dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT karena sudah menyuruh hamba-Nya untuk berpuasa. Berbeda dari ibadah lainnya, puasa adalah ibadah sangat eksklusif, yaitu ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan seseorang yang bersangkutan. Keeksklusifan puasa juga ditegaskan Allah di dalam hadits Qudsi, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

IMNU Tegal

Kalau tidak dilandasi dengan keimanan, ketaatan, dan motif-motif yang jelas sebagaimana yang disebutkan di atas, seseorang akan enggan untuk berpuasa. Bahkan, mereka akan mempersoalkan puasa itu sendiri dan menganggapnya sebagai sesuatu yang menyiksa diri sendiri karena tidak boleh makan, minum, dan berhubungan badan sepanjang hari.

Puasa di dalam Islam jelas bukan untuk menyiksa diri karena larangan untuk tidak melakukan makan, minum, berhubungan badan, dan yang membatalkan lainnya hanya bersifat sementara, yaitu 12 sampai 13 jam saja, bukan sehari-semalam penuh. Mereka harus berbuka puasa ketika waktunya sudah tiba. Islam juga tidak menghendaki seseorang untuk berpuasa secara terus menerus sepanjang tahun.

Memang, ada negara-negara yang memiliki waktu siang yang lebih lama daripada waktu malamnya seperti Denmark, Swedia, Norwegia, dan Islandia (21 jam waktu siangnya saat musim panas), Rusia (20 jam disinari sinar matahari saat musim panas), Finlandia (19 jam), Inggris (18 jam), dan Kazakhztan (18 jam).

Namun demikian, ada fatwa yang menyatakan bahwa negara di mana mataharinya tidak pernah tenggelam bisa disesuaikan dengan bulan-bulan di mana durasi siang dan malamnya sama. Hal ini dicetuskan oleh Majelis Fatwa dan Riset Eropa (The European Council for Fatwa and Research). Sebuah lembaga yang bermarkas di Dublin dan dibentuk oleh Federasi Organisasi-organisasi Muslim Islam di Eropa (Federation of Islamic Organizations in Europe) pada tahun 1997.

Sejauh ini, puasa sudah banyak dikaji, dikupas, diteliti, dan dibicarakan di berbagai macam forum ilmiah yang diselenggarakan baik oleh sarjana Muslim maupun non-Muslim, baik secara lisan maupun tulisan, sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka kuasai.

Sabda Nabi Muhammad yang berbunyi “berpuasalah kamu agar kamu menjadi sehat” menjadi tesis bahwa puasa bisa menjadikan seseorang sehat. Terkait hal ini, tidak sedikit peneliti dan akademisi yang meneliti tentang puasa dan kesehatan. Di dalam tulisannya Fasting as a Way of Life, Allan Cott menyatakan bahwa puasa memiliki manfaat medis yang unik, yaitu puasa memberikan istirahat fisiologis yang berguna bagi sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan menormalkan metabolisme tubuh. Penyakit-penyakit yang menyerang perut dan tubuh bagian dalam, obatnya juga harus dari perut dan bagian dari dalam tubuh itu. R.I Scott dan M.G Lanberg juga menyatakan bahwa puasa dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon endorphin yang biasa mempengaruhi emosi, dan mengurangi aktivitas jantung.

Bahkan di dalam penelitiannya, salah seorang ahli biokimia terkemuka Uni Soviet, Vladimir N Nikitin, mengungkapkan bahwa menahan makan pada waktu-waktu tertentu seperti diet atau puasa dengan membatasi konsumsi lemak dan karbohidrat bisa memperpanjang umur binatang hingga dua kali lipat. Nikitin melakukan riset tersebut dengan menggunakan tikus-tikus sebagai bahan percobaan. Biasanya tikus-tikus itu hanya berumur dua setengah tahun, tetapi setelah ia mengatur pola makan dan minum atau mengontrol rasa lapar tikus itu dengan seksama dengan mengurangi makanannya secara periodik, maka tikus-tikus itu bisa hidup hingga empat setengah tahun.

Puasa juga diharapkan menjadi “alat” untuk berempati dan menimbulkan rasa sosial antarsesama. Dengan berpuasa, kita diajari untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kekurangan, terutama dalam hal makanan dan minuman. Bukan sekadar merasakan, tetapi kita yang mampu juga diharuskan untuk membantu mereka yang tidak mampu dengan cara memberi makanan berbuka, memberi sedekah, dan menunaikan zakat untuk mereka.

Terlepas dari itu semua, menurut saya inti puasa hanyalah dua, yaitu untuk mencapai ibadah yang bersifat individual-spiritual, bertakwa kepada Allah, dan juga untuk mencapai ibadah yang bersifat sosial-kemaslahatan, terbentuknya empati atas mereka yang tidak mampu dan terciptanya tatanan masyarakat yang sejahtera. Wallahu a‘lam bis shawab.

*) Penulis adalah Wasekjen Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat.Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Santri IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Cilegon, IMNU Tegal. Ketika kiamat terjadi, tiada payung selain perlindungan Allah. Salah seorang yang mendapat perlindungan itu adalah orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Ia selalu memikirkan dan bergerak untuk memakmurkan masjid.

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani, mengimbau kepada imam, khotib, dan DKM untuk memakmurkan masjid-masjid NU.  

Ada tujuh aksi untuk memakmurkan masjid, “Itu sesuai dengan apa yang diinginkan orang yang berdoa setelah shalat di masjid,” katanya pada Rapat Pimpina Daerah (Rapimda) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, pada Sabtu, (20/4).

IMNU Tegal

Menurut Kiai Abdul Manan, doa selepas shalat umumnya yaitu ingin salamatan fiddin. LTMNU harus memperkuat akidah ahlu sunah, syariah, dan akhlak jamaah.

IMNU Tegal

Wafiyatan fil jasad, menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan. Masjid harus bersih dan sehat. Wjiyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau bidang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.

Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan umat, “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk membangun kewirausahaan umatnya,” katanya.

Wataubatan qobla maut, menjadika masjid sebagai pusat dakwah. Warohmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, atau terkena bencana.

Wa maghfirotan ba’dal maut, di masjid juga tempat untuk mendoakan orang, yaitu dengan tahlilan, istighasah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.

Senada dengan Kiai Manan, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi pada saat membuka Rapimda mengatakan, untuk menyongsong seabad NU, harus bertolak dari masjid, “Dari rumahnya, kita makmurkan masjidnya,” katanya.

Kemudian, sesuai dengan lambang NU yang bola dunia, kita harus memakmurkan bumi-Nya, yaitu bumi Indonesia, “Dari masjid-Nya, kita makmurkan bumi-Nya.”

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Pesantren, Nahdlatul IMNU Tegal

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

IMNU Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

IMNU Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, IMNU Tegal - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

IMNU Tegal

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

IMNU Tegal

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Pertandingan IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Pamekasan, IMNU Tegal



Menjadi delegasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Abror dan Habibah selaku kader terbaik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan berhasil menjadi kampiun dalam lomba esai se-Jawa Timur (Jatim), Kamis (20/10). Keduanya merebut juara 1 dan 2 dalam lomba menyambut Hari Santri yang digelar Pimpinan Wilayah NU Jatim di Pesantren Syaikhona Khalil, Demangan, Kabupaten Bangkalan.

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Prestasi tersebut kian mentereng karena delegasi PCNU lainnya memborong juara 1, 2, 3, dan harapan 2 lomba pantun se-Jatim dalam ajang yang sama. Keempat juara tersebut ialah juara 1 Miftahul Jannah kelas XI/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan, juara 2 Fira Alyandri kelas IX/B SMP Maarif 1 Pamekasan, Mubayyamah kelas XII/IPA, dan juara harapan Nurahmad kelas XII/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan.

Lomba tersebut diikuti delegasi dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Sidoarjo. Perlombaan berlangsung ketat dari pagi hingga menjelang sore.

"Alhamdulillah usaha keras anak-anak kami dan berkat bimbingan dari guru pembimbing beserta dukungan dari semua siswa serta guru SMA-SMP Maarif 1 Pamekasan dan PCNU Pamekasan, membuahkan hasil yang sangat gemilang dalam lomba tersebut," terang guru senior SMA Maarif 1 Pamekasan, Abu Siri.

Pihaknya berterima kasih kepada ketua rombongan Elman Duro, pembimbing Najmus Sakib Fadoli, juga kepala SMP Maarif 1 Pamekasan Makmun Abrori, dan Waka SMA Maarif 1 Pamekasan Ainul Ghurrih.

IMNU Tegal

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang PMII Pamekasan Miftah menegaskan, pihaknya sangat bersyukur atas prestasi kader-kadernya dalam pentas lomba tingkat regional untuk korwil Madura. Baginya, itu prestasi yang luar biasa mengingat tradisi tulis-menulis cukup langka dilakukan oleh aktivis saat ini.

"PC PMII Pamekasan akan terus mendorong dan memfasilitasi ragam potensi kader. Salah satunya di bidang tulis-menulis. Ini bidang yang sangat istimewa, karena hanya kader terbaik yang mampu menekuninya," tukas Miftah. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Khutbah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock