Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

Surabaya, IMNU Tegal. Kunjungan sejumlah tokoh agama dari negara Jiran Malaysia ke Jawa Timur akan dioptimalkan untuk kegiatan penguatan kerjasama antar kedua pihak. Kegiatan yang diagendakan antara lain daurah Aswaja hingga pertukaran santri maupun mahasiswa serta dosen.

Penegasan ini disampaikan M Zunaidul Muhaimin di sela-sela mendampingi rombongan dari lembaga dan kampus yakni Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM ke sejumlah pesantren di Jawa Timur.

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

"Ada 22 rombongan dari Malaysia yang mengikuti kunjungan ini," kata Wakil Direktur PW Aswaja NU Center Jawa Timur ini, Ahad (21/12). Jumlah ini lebih besar dari rencana semula yang hanya 16 orang.  Mereka mengunjungi sejumlah pesantren karena ingin mendapatkan informasi secara langsung dari para pimpinan dan pengelola pesantren.

IMNU Tegal

"Rombongan adalah utusan dari perguruan tinggi dan sejumlah lembaga di Malaysia," katanya. Jumat (20/12), rombongan dari Universitas Tun Husain onn Malaysia (UTHM), Majlis Agama Johor, serta Institut Ahli Sunnah wal Jamaah kampus UTHM diterima oleh pengurus NU Jatim di kantornya, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Sejumlah kiai seperti KH Miftachul Akhyar (Rais), KH Abdul Matin (Wakil), KH Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua), H Hamid Syarif, dan KH Jazuli Nur (Wakil) hadir saat penyambutan ini.

IMNU Tegal

Ustadz Muhaimin, sapaan akrabnya menandaskan bahwa dari kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan akan diselenggarakannya daurah Aswaja secara lebih intensif. "Juga akan dilakukan pertukaran pelajar atau santri hingga dosen demi pemantaban kerja sama tersebut," tandas kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Dan semuanya akan dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama, lanjutnya.

Seperti diberitahukan sebelumnya, rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Al-Fitroh Kedinding Surabaya. Hari kedua (hari ini) adalah berkunjung ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan. "Di Pesantren Sidogiri, para rombongan berkunjung lumayan lama sejak pagi hingga sore," kata dosen di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini. Selama di Pasuruan, rombongan juga akan singgah di pesaren KH Hamid.

Keesokan harinya, rombongan melanjutkan kunjungan ke dua pesantren. "Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo dan terakhir di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo," terang Muhaimin.

Dan pada hari Selasa (23/12), rombongan akan bergabung dalam seminar internasional yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. "Mereka akan menceritakan pengalaman tantangan yang dihadapi serta peluang yang dapat ditindaklanjuti bersama," katanya.

Sedangkan hari Rabu, rombongan akan mengunjungi makam Syeikhona Kholil di Bangkalan, Sunan Ampel serta Taman Bungkul Surabaya.

Selama kunjungan, para akademisi dan ulama tersebut setidaknya ingin mendapatkan gambaran soal proses seleksi dan pendaftaran santri baru. "Selanjutnya juga akan diperdalam perihal proses belajar mengajar di masing-masing pesantren tersebut," katanya.

Kurikulum di masing-masing pesantren juga tidak luput dari perhatian rombongan. "Demikian juga pengawasan selama para santri mondok, juga penilaian yang dilakukan setiap pesantren terhadap para santri," ujarnya.

Sedangkan yang tidak kalah penting adalah pola distribusi dari setiap pesantren terhadap alumni yang dimiliki. "Tentu masing-masing pesantren memiliki model yang berbeda dalam pengelolaan dan distribusi para alumninya," pungkas Muhaimin.

Direktur PW Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis menandaskan bahwa kunjungan ini sebagai buah kerja sama yang intensif dengan sejumlah tokoh dan kampus di Malaysia. "Karenanya, kami berusaha menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan kepada mereka," katanya.

Kiai Navis, sapaan akrabnya juga menandaskan dari kerja sama ini diharapkan akan ada tindaklanjut yang bisa dilakukan pada kesempatan berbeda. "Bisa dengan pesantren yang dituju, juga dengan Aswaja NU Center," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Sehingga kehadiran para ulama dan dosen dari kampus Malaysia tersebut bisa bermanfaat bagi syair agama dan kerja sama yang lain, pungkasnya. (Syaifullah/Mahbib)

Foto: Direktur Aswaja NU Center Jatim KH Abdurrahman Navis

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, AlaNu IMNU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Solo, IMNU Tegal. Akhir pekan lalu (24/5), Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar acara kontes pemilihan ajang Puteri Fatayat NU wilayah Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Asrama Haji Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, peserta dari perwakilan Fatayat Magelang, Aini Chabibah, berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhak untuk dinobatkan menjadi Puteri Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2015.

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Ketua Umum PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menjelaskan, kegiatan Kontes Puteri Fatayat 2015 ini, masih menjadi rangkaian dari kegiatan Harlah Fatayat NU yang diperingati pada 24 April lalu.

IMNU Tegal

“Acara ini diikuti 60-an peserta dari 35 pengurus cabang Fatayat se-Jawa Tengah. Seleksi peserta sudah dilaksanakan sejak bulan April. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 25 finalis yang tampil dalam acara final pemilihan Puteri Fatayat NU,” terang Khizanaturrohmah, saat ditemui IMNU Tegal di Solo belum lama ini.

IMNU Tegal

Ditambahkan dia, pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para wanita di luar Fatayat yang ingin mengikuti kegiatan ini. “Tujuan kita, juga untuk mengenalkan Fatayat NU kepada masyarakat, agar mereka juga tertarik untuk masuk Fatayat,” ujar dia.

Meski demikian, lanjut Khiz, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mesti memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain brain, beauty, religius, dan berakhlakul karimah. “Yang tidak kalah penting mereka juga mesti menguasai materi Aswaja,” imbuhnya.

Selain kegiatan pemilihan Puteri Fatayat NU 2015 ini, Fatayat Jateng juga menggelar berbagai event kegiatan “Festival Budaya Islami 2015” yang berupa ? fashion show, seminar beauty class, focus group discussion, dan festival hadroh. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nusantara, AlaNu IMNU Tegal

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

IMNU Tegal

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

IMNU Tegal

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, AlaNu IMNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketua Umum PB PGRI Buka Kejurda Pagar Nusa

Semarang, IMNU Tegal. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta, Kamis (1/1) kemarin secara resmi dibuka. Ketua Umum PB PGRI, DR H Sulistiyo yang berkesempatan membuka acara.

Ketua Umum PB PGRI Buka Kejurda Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Umum PB PGRI Buka Kejurda Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Umum PB PGRI Buka Kejurda Pagar Nusa

Kejurda yang akan berlangsung hingga 4 Januari itu mengambil tempat di Pondok Pesantren Az-Zuhri Ketileng Semarang.

Saat membuka acara tersebut, Sulistiyo yang juga anggota DPD RI itu mengajak pengurus dan? warga Pagar Nusa untuk terus mengembangkan silat khas warga NU itu. Bahkan PGRI siap diajak kerjasama dengan pengurus Pagar Nusa untuk mengembangkan silat tersebut di sekolah-sekolah. "Kami siap diajak MOU oleh Pagar Nusa," ungkap Sulistiyo.

IMNU Tegal

Dikatakan, saat ini seni beladiri dari perguruan? lain juga sudah masuk di sekolah-sekolah. Pagar Nusa juga bisa menjadi salah satu pilihan di sekolah.

IMNU Tegal

Bahkan, dia menyarankan pengurus agar Pagar Nusa dikembangkan di perguruan tinggi. Kalau Pagar Nusa masuk perguruan tinggi, seperti UIN, IAIN, IKIP atau universitas, akan memiliki dampak cukup bagus bagi pengembangan Pagar Nusa ke depan.

Nantinya, lanjut dia, mahasiswa yang telah lulus bisa mengembangkan Pagar Nusa di lingkungan masing-masing. Kalau ada yang jadi guru, guru tersebut nantinya akan mengembangkan Pagar Nusa kepada murid-muridnya di sekolah masing-masing.

Hadir di acara pembukaan itu antara lain Ketua PWNU NU Jawa Tengah, KH DR Abu Hafsin MA, jajaran pengurus Pagar Nusa wilayah Jawa Tengah dan pengasuh Pondok Pesantren Az Zuhri, Gus Luqman. Selain itu, sekitar 500 pesilat dari dua provinsi secara khidmah mengikuti jalannya upacara pembukaan. (Sholihin Hasan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Demak, IMNU Tegal . Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mranggen Demak turun ke basis-basis (turba) pelajar NU untuk melakukan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). 

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Turba mereka pada Ahad (1/3) ke Makesta yang diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Kebonbatur di MA Miftahul Ulum Tlogorejo Karangawen Demak. Kegiatan tersebut diikuti 80 pelajar.

Setelah mengikuti Makesta, pelajar dibaiat atau disahakan menjadi anggota IPNU-IPNNU oleh Ketua PAC IPNU Mranggen Ahmad Syaifuddin. 

IMNU Tegal

Pada sambutannya, Ahmad berharap para pelajar yang tergabung di IPNU dan IPPNU tersebut makin mantap berorganisasi, setia di bawah panji IPNU-IPPNU yang berlandaskan Ahlussunah wal Jama’ah dan setia pada NKRI. 

IMNU Tegal

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Demak Istiqomah menegaskan, semangat “belajar, berjuang, dan bertaqwa” harus senantiasa kita tanamkan keapada pelajar NU agar segala langkah IPNU dan IPPNU mendapat dukungan semua pihak.

Pada kegiatan tersebut, hadir Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim bersama pengurus lain, serta perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah Shohibul Anam, Pembina IPNU M Said Athoillah, dan lain-lain. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, AlaNu IMNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Nasional, Ubudiyah IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Cirebon, IMNU Tegal. KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, Pengasuh Pesantren Nadwatul Ummah-Buntet Pesantren, Cirebon tutup usia pada Senin (18/5) malam lalu. Almarhum tutup usia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut Abu Tolkha Nawawi, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Almarhum menjalani operasi pergantian pembuluh darah, namun operasi tersebut tidak berhasil dengan lancar.

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Almarhum KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, di mata Tolkha adalah sosok dengan pribadi dan budi pekerti yang sangat luhur serta punya dedikasi yang luar biasa terhadap dunia pesantren. Diakui Tolkha, dirinya sangat merasa kehilangan salah satu sahabat terbaiknya ini.

IMNU Tegal

“Beliau selaku guru dan sahabat saya terlalu istimewa. Dengan pribadinya dan budi pekertinya yang sangat luhur, perangainya sangat santun, alim dan punya dedikasi yang luar biasa,” jelasnya seperti dilansir cirebontrust.com. (Red: Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Kiai, AlaNu IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock