Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Mataram, IMNU Tegal 

Putra Mahkota Raja Arab Saudi, Muhammad bin Salman melakukan reformasi besar-besaran di negaranya, ulama-ulama dan khotib yang medok Wahabinya dipecat lebih dari seribu orang. Menteri dan pengaran yang korupsi dan hidup bermewah-mewahan dipecat, di antaranya Walib bin Thalab bin Abdul Aziz, termasuk Jenderal Mith’ab.  

Hal itu dikemukakan Ketua Umum PBNU ketika menceritakan situasi Arab Saudi saat ini kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kota Mataram pada Kamis malam (23/11). 

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Pengeran Muhammad bin Salman, lanjutnya, menyatakan, “Saya akan mengubah Islam di Arab Saudi menjadi Islam washatan, moderat”. Salah satu tandanya, pada Maulid Nabi Muhammad tahun ini, pemerintah menyatakan hari libur, sebagai penghormatan kepada warga Arab Saudi yang memperingatinya.  

Namun, kata Kiai Said, pemerintah Arab Saudi tidak dikabarkan akan mengadakan peringatan Maulid Nabi seperti di Indonesia. Baru menghormati Maulid Nabi dengan menjadikan hari libur. 

“Lama-lama mauludan itu, jangan khawatir,” katanya pada ujung pemaparan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Keputusan-keputusan Muktamar. 

IMNU Tegal

Di Indonesia, Kedutaan Arab Saudi yang baru, telah bertemu dengan PBNU. Bahkan pada pembukaan Munas dan Konbes di pulau Lombok ini, Duta Besarnya datang. 

IMNU Tegal

Duta Besar Arab Saudi Muhammad Usamah mengungkapkan terima kasih kepada PBNU yang telah mengundang ke acara itu. Kepada Kiai Said, ia akan memberikan kesempatan umroh selepas Munas dan Konbes atas biaya mereka. 

"Mereka ingin menunjukkan terbuka, moderat, terbuka kepada semua kalangan," kata Kiai Said. 

Pada kesempatan itu, Kiai Said mengaku mengajukan permintaan kepada Dubes Arab Saudi itu tentang dua hal. Pertama tidak lagi memberikan buku kepada jamaah haji asal Indonesia yang isinya menjelek-jelekkan Alussunah wal-Jamaah. Kedua, meminta supaya diberikan kebebasan bermazhab dalam melaksanakan ibadah haji.

"Sekarang sih diiyakan, wallahu alam benar tidaknya," katanya.   

Munas Alim Ulama dan Konbes NU dibuka Presiden Joko Widodo Kamis siang. Hajatan tingkat nasional itu digelar di lima pondok pesantren dan akan berlangsung hingga 26 November. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Internasional, Budaya IMNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, IMNU Tegal. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

IMNU Tegal

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

IMNU Tegal

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Kyai, Internasional IMNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Solo, IMNU Tegal. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Hal tersebut menjadi modal untuk menjadi bangsa yang besar. Meskipun di satu sisi perbedaan tersebut juga berpotensi menimbulkan bibit perpecahan.

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Oleh karena itu, alangkah indahnya apabila bangsa ini dapat bersatu di tengah perbedaan yang ada. "Kerukunan itu indah, jadi harus kita jaga. Seperti sekarang ini, kita duduk bersama meskipun kita ada yang berbeda agama," kata Habib Syech bin Abdul Qadir As Segaf, Jumat malam (30/8) lalu.

Habib Syech menyampaikan pesannya kepada jamaah dalam acara Shalawat Akbar. Kegiatan yang dihelat di Benteng Vastenburg Solo tersebut diikuti ribuan jamaah, yang sebagian diantaranya adalah warga non-muslim.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan tersebut, ulama asal Solo itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan. Menurutnya, kerukunan tersebut perlu dijaga dengan siapapun, meskipun dengan orang yang berbeda agama. Dalam acara ini pula, Habib Syech membuktikan bahwa Sholawat juga mampu mempersatukan umat dan memberikan kedamaian.

Salah seorang jemaah asal Karanganyar, Sumarno, mengakui hal tersebut. Menurutnya, shalawat yang dibawakan oleh Habib tersebut adalah metode dakwah Islam yang sangatlah luar biasa dan bisa menyentuh perasaan.

IMNU Tegal

“Islam itu cintai damai, dan dengan bershalawat saya benar-benar merasakan kedamaian ajaran Islam.  Ini luar biasa,” ungkap Sumarno yang datang sejak sore untuk mengikuti acara tersebut. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Internasional IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Cirebon, IMNU Tegal. KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, Pengasuh Pesantren Nadwatul Ummah-Buntet Pesantren, Cirebon tutup usia pada Senin (18/5) malam lalu. Almarhum tutup usia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut Abu Tolkha Nawawi, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Almarhum menjalani operasi pergantian pembuluh darah, namun operasi tersebut tidak berhasil dengan lancar.

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Almarhum KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, di mata Tolkha adalah sosok dengan pribadi dan budi pekerti yang sangat luhur serta punya dedikasi yang luar biasa terhadap dunia pesantren. Diakui Tolkha, dirinya sangat merasa kehilangan salah satu sahabat terbaiknya ini.

IMNU Tegal

“Beliau selaku guru dan sahabat saya terlalu istimewa. Dengan pribadinya dan budi pekertinya yang sangat luhur, perangainya sangat santun, alim dan punya dedikasi yang luar biasa,” jelasnya seperti dilansir cirebontrust.com. (Red: Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Kiai, AlaNu IMNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Habib Lutfi: Contohlah Laut

Brebes, IMNU Tegal. Manusia di dunia, kadang lupa diri ketika diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sehingga kadang berbuat diluar nalar dan lebih membanggakan diri sendiri tanpa memperhatikan kekuatan yang lebih dasyat. Bahkan dibandingkan dengan alam sekitarnya pun, manusia kadang kalah.



Habib Lutfi: Contohlah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfi: Contohlah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Lutfi: Contohlah Laut

Seperti yang dicontohkan laut. Bagaimanapun banyaknya anak sungai yang airnya mengalir kelaut namun air laut tak akan kehilangan asinnya.

“Artinya kita selaku manusia meskipun banyak sekali ilmu pengetahuan maupu segala sesuatu yang dapat kita serap namun kita jangan sampai kehilangan jati diri,” pinta KH Habib Lutfi bin Ali Yahya pada saat menyampaikan tausiyah Maulid Nabi dan Haul Muassis ke-24 di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes Senin (22/2).

IMNU Tegal

Menurut Habib, bila para alim memiliki jatidiri, maka akan selalu berada di dijalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. “Era sekarang, pencemaran laut terus mendera, tapi tetap saja terasa asin,” ucapnya mantap.

Tak terkecuali manusia, setiap hari diterpa pencemaran. Baik itu berupa harta, tahta maupun wanita yang sangat menggiurkan. Tapi bila tetap berpegang pada jatidiri yang hakiki, tidak akan tergoyahkan.

IMNU Tegal

Hadir pada acara tersebut wakil Bupati Brebes H. Agung Widiyantoro, SH MSi, Walikota tegal H. Ikmal Jaya, Kapolres dan wakapolres Brebes, Muspida dan muspika, kepala SKPD, ki dalang Entus dan ratusan Santri dan santriwati serta masyarakat umum lainnya.

Sebelumnya panitia juga mendaulat dalang kondang asal tegal Ki Entus Susmono untuk memberikan sedikit sambutan. Dengan gaya bahasanya yang blak-blakan, jamaah yang hadir dibuat ketawa lepas. Karuan saja, suasana mendadak ramai dan meriah. 

Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH MSi yang membacakan sambutan Bupati, mengucapkan terima kasih atas kedatangan habib lutfi di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh pondok pesantren assalafiah desa Luwungragi.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah kabupaten Brebes setiap tahunya telah memperhatikan kebutuhan beragama mulai dari Pondok pesantren, madrasah dan lainya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar pendidikan agama tetap ditanamkan sejak dini. Selanjutnya bupati berpesan kepada yang hadir pada acara tersebut agar dapat menjaga kerukunan antar sesama terutama kerukunan antar umat beragama, mengingat kabupaten brebes memiliki wilayah yang cukup luas. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Jombang, IMNU Tegal. Hingga kini, Jombang setidaknya telah memiliki tiga nama yang telah mendapat gelar pahlawan nasional. Yakni KH M Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Abdul Wahid Hasyim. Namun sayang, tidak semua disebut dalam buku sejarah di sekolah.

"Sudah seharusnya, para pahlawan nasional asal Jombang ini masuk dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelajaran sejarah," kata Nyono Suharli Wihandoko, pada kegiatan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, Kamis (10/11). Karenanya, Bupati Jombang tersebut akan mengajak kalangan DPRD untuk membahas hal ini, lanjutnya.?

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Ikhtiar tersebut akan dilakukan karena kalau berhasil dimasukkan pada kurikulum, nantinya menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa. "Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, kita akan mengusulkan ke pusat nantinya, sehingga sejarah perjuangan ulama bisa diketahui generasi bangsa," tandas Nyono, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Nyai Hj Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto serta Dandim 0814, Letkol Arh Fathurrahman. Kegiatan sebagai rangkaian hari pahlawan.

IMNU Tegal

Sebelumnya, bupati, wabup dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah atau Forpimda Jombang melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan, jalan Kusuma Bangsa, termasuk ? berdoa di makam bupati pertama RA Soero Adiningrat.?

Tabur bunga dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Santri, Internasional IMNU Tegal

IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat

Purwakarta, IMNU Tegal. Sedikitnya 298 mempelai mendapat putusan itsbat nikah dengan usia termuda 32 tahun dan pasangan tertua berusia 60 tahun. Satu persatu status perkawinan mereka diputus oleh hakim Pengadilan Agama yang menggelar sidang di tempat.

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat

Adegan ini terjadi saat itsbat massal perdana digelar di Bale Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Jumat (27/4). Pemerintah Purwakarta mulai membuat kebijakan itsbat nikah secara missal. Itsbat ini pun dilaksanakan secara bertahap dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta Pengadilan Agama. 

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Purwakarta mencatat sebanyak 2.000 lebih pasangan suami istri (pasutri) di wilayah kerjanya tak miliki akta nikah. Jumlah tersebut berdasarkan hasil validasi selama satu tahun.

IMNU Tegal

Meski demikian, data di lapangan melebihi angka itu. Pasalnya, dari 297.000 kepala keluarga yang ada, yang tak memiliki akta nikah mencapai 30%.

IMNU Tegal

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menuturkan, layanan terhadap administrasi kependudukan merupakan tanggung jawab negara. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan layanan itu dibebaskan dari segala bentuk biaya. Termasuk dalam itsbat nikah pun seharusnya digratiskan.

"Tahun ini kita Pemkab mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp1,8 miliar untuk itsbat nikah. Jumlah dana tersebut untuk seribu pasang suami isteri. Sisanya akan kita alokasikan pada perubahan anggaran tahun ini," kata Dedi. 

Dikatakan Dedi, anggaran yang digelontorkan itu, selain untuk membayar biaya adminitsrasi akta, juga menanggung setiap pasangan yang hendak melakukan pernikahan. Misalnya, biaya mas kawin, kendaraan pengantin, serta hiburan pernikahan.

 

 

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Berita IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock