Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan

Demak, IMNU Tegal. Raudlatul Athfal (RA) Ribhul Ulum Nahdlatul Ulama mendidik anak-anak warga Nahdliyin yang rata-rata petani, buruh, dan nelayan di Desa Kedungmutih, Demak, Jawa Tengah. Meski hampir tiga puluh tahun berkhidmat, prasarana sekolah ini masih sederhana. Fasilitas permainan dan ruangan belum memadai.

”Itulah salah satu kendala yang kami hadapi, sarana dan prasarana di sekolah ini masih kurang. Ruangan kelas masih sederhana begitu juga alat permainan anak juga belum lengkap,” ujar Ulwiyatus Saidah, Kepala RA Ribhul Ulum kepada IMNU Tegal Selasa (26/11).

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan

Ulwiyah menjelaskan, siswa siswi Ribhul Ulum datang dari keluarga miskin sehingga berswadaya untuk perbaikan fasilitas sekolah sangat sulit.

IMNU Tegal

”Sumbangan belajar di sekolah ini hanya Rp 15.000, 00 setiap bulan. Untuk operasional saja masih kurang apalagi memikirkan untuk membenahi sarana dan prasarana,” tukas Ulwiyah.

Ulwiyah melanjutkan, saat ini jumlah siswa Ribhul Ulum sebanyak 64 orang terbagi atas kelas A dan B dengan jumlah pengajar 5 orang. Agar sekolahnya bisa sejajar dengan sekolah lain, ia menekankan kepada guru untuk terus belajar, misalnya guru yang belum berijazah S1 didorong untuk kuliah.

Ia bercita-cita membuka kelas baru Play Grup yang mengajar anak-anak usia 2 – 4 tahun. Play Grup sangat dibutuhkan oleh warga desa Kedungmutih yang posisinya cukup terpencil dan terletak di pesisir. (Muin/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Olahraga IMNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Mataram, IMNU Tegal 

Putra Mahkota Raja Arab Saudi, Muhammad bin Salman melakukan reformasi besar-besaran di negaranya, ulama-ulama dan khotib yang medok Wahabinya dipecat lebih dari seribu orang. Menteri dan pengaran yang korupsi dan hidup bermewah-mewahan dipecat, di antaranya Walib bin Thalab bin Abdul Aziz, termasuk Jenderal Mith’ab.  

Hal itu dikemukakan Ketua Umum PBNU ketika menceritakan situasi Arab Saudi saat ini kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kota Mataram pada Kamis malam (23/11). 

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Pengeran Muhammad bin Salman, lanjutnya, menyatakan, “Saya akan mengubah Islam di Arab Saudi menjadi Islam washatan, moderat”. Salah satu tandanya, pada Maulid Nabi Muhammad tahun ini, pemerintah menyatakan hari libur, sebagai penghormatan kepada warga Arab Saudi yang memperingatinya.  

Namun, kata Kiai Said, pemerintah Arab Saudi tidak dikabarkan akan mengadakan peringatan Maulid Nabi seperti di Indonesia. Baru menghormati Maulid Nabi dengan menjadikan hari libur. 

“Lama-lama mauludan itu, jangan khawatir,” katanya pada ujung pemaparan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Keputusan-keputusan Muktamar. 

IMNU Tegal

Di Indonesia, Kedutaan Arab Saudi yang baru, telah bertemu dengan PBNU. Bahkan pada pembukaan Munas dan Konbes di pulau Lombok ini, Duta Besarnya datang. 

IMNU Tegal

Duta Besar Arab Saudi Muhammad Usamah mengungkapkan terima kasih kepada PBNU yang telah mengundang ke acara itu. Kepada Kiai Said, ia akan memberikan kesempatan umroh selepas Munas dan Konbes atas biaya mereka. 

"Mereka ingin menunjukkan terbuka, moderat, terbuka kepada semua kalangan," kata Kiai Said. 

Pada kesempatan itu, Kiai Said mengaku mengajukan permintaan kepada Dubes Arab Saudi itu tentang dua hal. Pertama tidak lagi memberikan buku kepada jamaah haji asal Indonesia yang isinya menjelek-jelekkan Alussunah wal-Jamaah. Kedua, meminta supaya diberikan kebebasan bermazhab dalam melaksanakan ibadah haji.

"Sekarang sih diiyakan, wallahu alam benar tidaknya," katanya.   

Munas Alim Ulama dan Konbes NU dibuka Presiden Joko Widodo Kamis siang. Hajatan tingkat nasional itu digelar di lima pondok pesantren dan akan berlangsung hingga 26 November. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Internasional, Budaya IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

Jakarta, IMNU Tegal

Pengurus Pusat Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) mengajak masyarakat secara umum untuk mengikuti Pelatihan Hisab-Rukyat yang digelar di Masjid an-Nahdlah yang terletak di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (1/5) mendatang.

Kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap Rabu minggu pertama saban bulan ini dimulai setelah sembahyang maghrib dari pukul 18.30 sampai 21.00 WIB. Pelatihan Hisab-Rukyat menargetkan, peserta dapat menguasai beragam materi seputar penentuan awal bulan hijriyah, waktu shalat, arah kiblat, dan peristiwa gerhana.

Seorang staf LFNU, Maftuhin, mengungkapkan, Rabu nanti pemateri akan datang dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang akan mengulas hisab-rukyat penentuan arah kiblat.

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Undang Masyarakat Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat

”Peserta juga akan diajarkan tentang cara hitung dan praktik sampai bisa. Rencananya, peserta akan mendapatkan buku secara gratis,” ujarnya.

LFNU mengadakan pelatihan gratis ini secara perdana pada April 2013. Dalam kesempatan ini, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI KH Ahmad Izzuddin, yang juga pengurus PP LFNU, memberikan pengenalan umum mengenai ilmu falak, hisab dan rukyat.

IMNU Tegal

Izzuddin mengatakan, ilmu falak merupakan pengetahuan yang langka. Meskipun, dalam menunjang ibadah umat Islam, urgensi disiplin ini tak terelakkan.

Untuk registrasi, peserta dapat datang ke sekretariat PP LFNU di gedung PBNU, lantai 4, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, atau menghubungi (021) 31909735.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Sholawat, Warta, Budaya IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Jombang, IMNU Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Santunan diberikan bersamaan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan yang digelar dihalaman Kantor Telekom Jombang.

"Alhamdulillah, bulan puasa ini kita memberikan santunan untuk 100 anak yatim, mereka berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Kecamatan Diwek, Peterongan, Jombang Kota, Jogoroto, Perak, dan Bandar Kedungmulyo," kata Ketua LAZISNU Jombang, Didin Achmad Sholahudin, Jumat (24/6).

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Didin mengatakan, selama Ramadhan, pihaknya juga membagikan bantuan Al-Quran, bantuan untuk Musholla dan juga membagikan mukena di beberapa Musholla dan masjid yang menjadi tujuan istirahat para pemudik nanti. "LAZISNU menyebar mukena dan juga 1000 Al-Quran untuk masjid dan musholla," imbuhnya.

Dalam kegiatan Ramadhan, LAZISNU lanjutnya telah berhasil menjual kupon kepada jamaah NU dan kaum muslim. Setiap kupon di hargai Rp 20 ribu. "Hasil penjualan kupon amal infak dan shadaqoh dibagikan untuk fakir miskin, TPQ, para Hufadz dan juga membantu musholla untuk perbaikan tempat wudlu," tandas Didin.

Sementara itu, dalam kegiatan santuanan dan buka bersama 100 anak yatim, LAZISNU bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Sebelum berbuka puasa bersama, para anak yatim itu diberikan santunan satu per satu ditas panggung. Didampingi pengurus Lazisnu, anak-anak menerima santunan tersebut dari PT Telkom Indonesia.?

IMNU Tegal

Usai menerima santunan, para yatim itu mendengarkan siraman rohani yang disampaikan KH Ali Muhajir dari Tebuireng. Terakhir, mereka kemudian berbuka puasa bersama.

Sementara itu, Arya Satriananta, General Manager PT Telkom Wilayah Sidoarjo menyatakan, kegiatan ini rutin diadakan pihaknya setiap tahun. "Selain memberikan santunan kepada anak yatim, kita juga memberikan bantuan ke empat tempat ibadah. Dana tersebut didapatkan dari hasil pasar murah yang sudah kita gelar sebelumnya," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Budaya, AlaSantri IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Jombang, IMNU Tegal. Setelah menjalani masa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) selama beberapa hari, para kader mengikuti prosesi bai’at atau pengambilan sumpah setia.

PKPNU di Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung ditutup, Senin (9/3) dini hari. Setelah digembleng dengan sejumlah informasi, antara lain mengenai potensi, kelebihan, kelemahan dan tantangan NU masa mendatang, para kader diharapkan dapat menjadi pionir bagi perjalanan NU ke depan.

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Hal tersebut antara lain yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik saat memberikan pengarahan pada penutupan PKPNU di Jombang itu.

IMNU Tegal

Di hadapan 48 peserta, KH Masyhuri Malik kembali mengingatkan bahwa para ulama khususnya pendiri NU telah berjuang menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama juga telah mewariskan ajaran Islam yang bisa diterapkan di tanah air. “Menjaga dan mengawal NKRI adalah sama dengan menjaga keberadaan NU,” tandasnya.

Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali para peserta memegang teguh apa yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah ini. “Dan menjaga warisan para ulama tersebut bisa dilakukan dengan menjadi pengurus formal NU ataupun sebagai anggota biasa,” terangnya.

IMNU Tegal

Kiai Masyhuri berpesan kepada peserta yang tidak hanya berasal dari Jombang, juga Kediri, Lamongan, Nganjuk serta Gresik ini untuk terus menjaga soliditas serta senantiasa berkhidmat kepada NU. Bentuknya bisa dengan berperan aktif dalam kegiatan di komunitas setempat atau bersinergi dengan kepengurusan yang ada.

Syamsul Rijal dari PCNU Jombang menandaskan bahwa menjadi peserta PKPNU adalah kesempatan yang istimewa. “Karenanya mohon usai mengikuti kegiatan ini, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan sebagai program nyata dapat segera dilakukan,” katanya.

Intensitas komunikasi juga hendaknya dapat dilakukan sesama angkatan pelatihan baik mereka yang berdomisili di Jombang serta kota lain, lanjutnya.

Penutupan PKPNU dilakukan dengan pengukuhan dan bai’at atau pengambilan sumpah setia yang diikuti oleh seluruh peserta. Bai’at dipimpin langsung oleh KH Masyhuri Malik didampingi dua instruktur kaderisasi dari PBNU H Abdul Mun’im DZ dan Amir Ma’ruf. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Fragmen IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU

Jombang, IMNU Tegal. Ulama sufi Ahlusunnah wal Jamaah, Syaikh Mustafa Masud al-Haqqani, menasihati kaum muda NU untuk instrospeksi diri dan merenungi kondisi serta peran perjuangan jamiyyah Nahdlatul Ulama terhadap bangsa Indonesia.

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syaikh Mustafa Masud Nasihati Kaum Muda NU

"Semoga NU akan menjadi suatu majelis yang bertumpu pada kesadaran, segala sesuatu karena rahmat Allah, supaya kami dapat merasakan betapa nikmatnya rahmat-Mu itu. Tercapai sudah perjuangan bangsa Indonesia untuk memulihkan kembali kemerdekaannya. Ini berkat rahmat Allah yang Mahakuasa," tuturnya saat memimpin Istighotsah penutupan Musyawarah Kaum Muda NU, Senin (3/8) sore, di halaman Universitas Wahab Chasbullah, Jombang.

Syeikh Mustafa mencontohkan tentang sosok tokoh NU yang juga menteri agama KH Abdul Wahid Hasyim. Kiai Wahid, dahulu pukul 10 pagi masuk kantor dengan melantunkan surat al-Baqarah, kemudian ashar pulang sudah sampai surat an-Nas.

IMNU Tegal

"Berarti (Abdul Wahid Hasyim) satu hari khatam sekali al-Quran. Ini akhlaknya NU. NU kok shalatnya telat, NU kok ngrasani (menggunjing) orang," singgung Mursyid Tarekat Naqshbandi Haqqani itu di hadapan ratusan kamu muda NU yang tergabung dari GP Ansor, Fatayat NU, PMII, IPNU, IPPNU, JNM, PPM Aswaja, HIPSI, dan lain-lain.

Dalam istighotsah tersebut, Syeikh Mustafa Masud membacakan dzikir yang mengandung asmaul husna, shalawat Nabi, pujian kepada para wali, dan dzikir-dzikir lainnnya.

IMNU Tegal

"Alhamdulillah petang ini kita bisa menjalani prosesi istighasah yaitu mengambil kesejukan dari Allah. Setiap orang mempunyai aura. Insyaallah lewat Istighotsah ini aura kalian semakin besar untuk mewarnai Nahdlatul Ulama sampai muktamar yang akan datang," doanya diamini serentak oleh hadirin.

Syeikh Mustafa mengimbau kepada kaum muda NU supaya tidak sembarang menyalahkan situasi dan kondisi Muktamar Ke-33 NU di Jombang kali ini. "Jangan mencela yang salah, kita tidak bisa menghakimi orang tua. Kita doakan, agar beliau-beliau diberi petunjuk Allah," harapnya.

Musyawarah Kaum Muda NU yang berlangsung 2-3 Agustus 2015 di arena Muktamar Ke-33 NU ini merupakan forum perbincangan, silaturrahim, dan jumpa gagasan kaum muda NU dari berbagai profesi, komunitas, keahlian, konsentrasi keilmuan, serta gerakan di masyarakat. Sementara forum yang dimusyawarahkan mulai dari keislaman Aswaja, persoalan keumatan, hingga perpolitikan. (M. Zidni Nafi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, Budaya IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Nganjuk, IMNU Tegal

Sekarang tampak kegagalan dunia Barat dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan Barat terlalu mendewakan kecerdasan intelektual (IQ), sedangkan hatinya terasa kosong dan hampa. Kecenderungan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi moral di kalangan masyarakat Barat.

"Sehingga fakta ini mendorong di dunia Barat sana lambat laun harus dilengkapi dengan kecenderungan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)," jelas KH Mustain Syafii, mudir Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang, saat menyampaikan orasi ilmiah pada gelaran wisuda ketiga Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (Staida) Krempyang, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (18/5).

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Menurut doktor lulusan UIN Sunan Ampel ini, ketiga kecerdasan ini sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan apa yang sudah dijalankan di dunia pesantren. "Pesantren sudah berhasil menggabungkan ketiga kecerdasan itu sejak lama dan kehebatannya masih bisa dirasakan hingga sekarang," ujarnya.

IMNU Tegal

Mustain kemudian memberikan contoh nyata dari rangkaian wisuda yang digelar siang itu. Pembacaan ikrar wisudawan dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren Pondok Krempyang KH. Ridwan Syaibani.

IMNU Tegal

"Ikrar wisudawan kemudian dibacakan doa oleh seorang kiai sepuh di pesantren ini dengan bacaan surat al-Fatihah, itu menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat dalam melahirkan lulusan hebat dari kampus ini," jelasnya.

Mustain lalu menjelaskan secara detail tentang peristiwa Isra Miraj. Sebagai sebuah perjalanan spiritual, peristiwa ini tidak akan diterima bagi orang yang mengandalkan kecerdasan intelektual (IQ) saja. "Namun juga harus dimbangi dengan kekuatan EQ dan SQ," imbuhnya.

Orasi ilmiah ini diapresiasi secara positif oleh Abdul Basit, salah satu dosen Staida. "Orasi ilmiah yang disampaikan sangat luas dalam menambah wawasan civitas academika Staida, karena semua lini dikaji, terutama kajian-kajian Islam kontemporer," ujarnya.

Saat memberikan sambutan, Ketua Staida Burhanudin Ubaidillah menambahkan bahwa wisuda tahun ini adalah ketiga kalinya. "Tahun ini yang diwisuda berjumlah 59 mahasiswa, terdiri dari Prodi Manajamen Pendidikan Islam dan Ahwalul Syakhsiyah," ujarnya.

Dalam pengembangan dunia akademis, STAIDA sudah memiliki 16 dosen tetap dan memiliki NIDN. "Dosen tidak tetap yang dimiliki tiga orang," ujarnya. "Saat ini, terdapat empat dosen yang sedang menempuh pendidikan jenjang S-3 di UIN Sunan Ampel Surabaya, atas beasiswa dari Kementerian Agama," imbuhnya.

Kelebihan kampus ini adalah berlokasi di Pondok Krempyang, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Nganjuk. "Para dosen di sini juga rata-rata masih muda, sehingga sangat membantu dalam mentransformasikan ilmu dan nilai yang dimiliki kepada para mahasiswa," pungkasnya.

Kampus STAIDA berdiri sejak tahun 2009 dan berbasis pondok pesantren. Yaitu Pesantren Miftahul Mubtadiin, pondok pesantren tua dan terbesar di Nganjuk.

Tampak hadir dalam wisuda tersebut di deretan tamu undangan adalah sekretaris PCNU Nganjuk KH. Hasyim Afandi, ketua PC Muslimat Hj. Sri Minarni dan ketua PC LP Maarif Nganjuk. Hadir pula perwakilan Kopertais IV Surabaya Fatikun Himami, dan Kapolres Nganjuk. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Budaya IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock