Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Anak ialah salah satu rezeki istimewa untuk pasangan suami-istri yang sudah sah menikah. Anak merupakan penerus keturunan bagi para orang tua. Anak tak hanya menambah kebahagiaan berumah tanga, tapi juga akan menjadi investasi bagi kedua orang tua baik di dunia dan di akhirat. Hal tersebut dikarenakan anak sudah diwajibkan untuk selalu berbakti, menghormati dan merawat kedua orang tua. Doa anak yang saleh dan salehah akan menjadi salah satu pahala yang tidak akan pernah terputus bagi para orang tua yang didoakan.

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, umumnya beberapa orang tua menginginkan memiliki anak lelaki. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalkan karena sudah punya anak perempuan maka sekarang menginginkan anak lelaki, atau karena ingin memiliki anak yang kelak bisa melindungi keluarga, sementara sifat melindungi itu potensinya lebih besar dimiliki oleh anak lelaki.

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki keinginan tersebut, Syekh Sulaiman al -Bujairami dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khathib (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz III, hal. 245 meriwayatkan sebuah doa yang bisa diamalkan agar bisa memiliki anak lelaki. Cara melafalkan doa ini ialah dengan meletakkan tangan pada perut ibu hamil di saat awal-awal kehamilan, sambil membaca doa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan, faj’alhu lî dzakaran

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku (akan) menamai anak yang terkandung dalam perut ibunya ini dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai lelaki bagiku.”

Demikian, selamat diamalkan dan semoga diijabah oleh Allah. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Jakarta, IMNU Tegal. Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS), KH Hasyim Muzadi menggelar pertemuan tertutup dengan mantan presiden Megawati Soekarno Putri di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Senin (5/7).

Hasyim datang ke kediaman Megawati sekitar pukul 10.50 WIB dengan mengendarai sedan warna hitam, dan langsung masuk ke halaman rumah Mega. Hasyim lalu disambut Mega yang nampak memakai baju merah dengan didampingi Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.  Mereka lalu menggelar pertemuan di ruang tamu. Wartawan yang melakukan liputan hanya dibolehkan mengambil gambar beberapa menit, dan tidak diperkenankan mengikuti isi pertemuan.

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Halaqah Internasional, ICIS Undang Mega

Usai bertemu Mega, Hasyim mengatakan, pertemuan tertutup itu hanya membahas hal-hal terkait kegiatan dan program ICIS. Dalam waktu dekat ini, ICIS menggelar halaqah internasional dan mengundang Mega sebagai salah pembicara. “Hanya bicara soal ICIS dan nasionalisme kebangsaan,” kata Hasyim kepada wartawan.

IMNU Tegal

Menurut Hasyim, ICIS yang bulan ini genap berusia enam tahun telah tiga kali menggelar konferensi internasional. Dan, lahirnya  tak lepas dari peran Mega ketika masih menjabat sebagai Presiden.

IMNU Tegal

"Ide lahirnya ini berawal dari saya dan mantan menteri luar negeri yang saat itu dijabat Hasan Wirajuda. Karena rekomendasi presiden  ICIS bisa go internasional. Presiden saat itu kan Ibu Mega," terang pengasuh pondok pesantren  Al Hikam Malang dan Depok ini.

Dalam pertemuan tersebut, Hasyim melaporkan kepada Mega bahwa ICIS didirikannya telah menjadi bagian penting bagi dunia internasional. Bahkan, bisa bnerperan sebagai second track diplomation. “ICIS ini sudah jadi, Bu Mega kan juga perlu tahu karena dulu yang memberi rekomendasi,” ungkap mantan Ketua Umum PBNU ini.

Hasyim juga mengakui adanya perasaan keprihatinan yang sama dengan Mega dalam fenomena menurunnya sikap nasionalisme bangsa Indonesia. "Konsep ICIS, penyatuan Islam moderat dan nasionalisme. Saya berharap beliau bisa sampaikan tentang konsep nasionalisme religius karena saya lihat nasionalisem di Indonesia menurun karena perkembangan global.

Baik Hasyim maupun Mega sepakat, bahwa nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia harus dibangun kembali. “Orang jadi pragmatis dan instan. Ini tentu tidak bagus, sehingga perlu ditumbuhkan nasionalisme di generasi muda," jelasnya.

Seperti diketahui, setelah tak menjabat lagi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi giat di bidang advokasi institusional dengan membesarkan peran dan kiprah (ICIS). Pada beberapa kesempatan, Hasyim berharap ICIS bukan hanya menggelar konferensi umat Islam saja, tapi juga berperan dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di beberapa Negara. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan

 Pasuruan, IMNU Tegal. Ada suasana berbeda di Pondok Pesantren Darul Ulum, Karangpandan, Pasuruan. Para santri yang biasa ngaji kitab kuning, malam itu menggelar “Jagongan Budaya”. Bukan sekedar jagongan, justru para santri diajak untuk memaknai kediriannya tentang pendidikan antikorupsi.

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Jagongan Budaya di Pesantren Pasuruan

Jagongan  Budaya di Pondok Pesantren Darul Ulum tersebut dalam rangka Road Show Puisi Menolak Korupsi ke-26. Sebuah gerakan para penyair seluruh Indonesia yang berusaha memberikan pendidikan nilai antikorupsi kepada siapa saja, baik kepada santri, masyarakat umum, guru, maupun pelajar.

Hadir pada Pasuruan Ahad (2/10) itu para penyair dari Sang Jenderal Gerakan Puisi Menolak Korupsi, Sosiawan Leak (Solo), Roosetindaro Baracinta (Surakarta), Bagun Barlen Aji (Jember), Muhammad Lefand (Sumenep), Dimas Indiana Senja (Brebes), Lukni Maulana (Semarang), Arafat Ahc (Demak), Aloet Pati (Pati), Suryahadi (Riau), Syarifuddin Arifin (Padang), Bambang Eka Prasetya (Magelang), Rizki (Magelang), Agustina Thamrin (Banjarbaru Kalimantan Selatan), Dimas Anggara (Demak), Kidung Purnama (Ciamis).

IMNU Tegal

Kemeriahan tampak sekali di pondok pesantren ini. Suguhan pembacaan puisi, teatrikalisasi puisi dan musikalisasi puisi. Road show pembacaan puisi menolak korupsi tidak hanya diikuti oleh para penyair nasional dan santri namun juga diikuti para ustadz pondok dan kiai Pondok Pesantren Darul Ulum Pasuruan.

IMNU Tegal

Haedar Hafidz selaku pengasuh pondok pesantren Darul Ulum mengatakan, pihaknya ingin memberikan pentingnya pendidikan anti korupsi kepada para santri.

“Korupsi harus diperangi dan ini merupakan jihad. Dan semoga Pondok Pesantren Darul Ulum Pasuruan menjadi sentral pondok yang memberikan kontribusi Puisi Menolak Korupsi,” tutur Haedar. “Dengan puisi kita lawan korupsi,” tambahnya. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Pamekasan, IMNU Tegal. Para pengurus Lembaga Tamir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Pamekasan berharap agar pemerintah mempedulikan keberadaan masjid-masjid. Pasalnya, masjid merupakan pilar utama dalam pemberdayaan masyarakat, juga menjadi sarana utama dalam pengembangan ibadah dalam setiap harinya.

"Itulah harapan teman-teman pengurus LTMNU Pamekasan mewakili harapan segenap elemen masyarakat," tutur sekretaris LTMNU Pamekasan, Abdul Kadir Damanhuri, kepada IMNU Tegal, Senin (21/5).

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Pamekasan Harap Pemerintah Pedulikan Masjid

Harapan tersebut, lanjutnya, sudah dipertegas dalam pertemuan bulanan LTNNU Pamekasan bertempat di masjid pesantren Panempan, Pamekasan, belum lama ini. Pertemuan tersebut dihadiri mustasyar NU Pamekasan yang juga bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, M.Si.

IMNU Tegal

"Dalam pertemuan itu, kami melakukan audensi dengan Bupati," tambah Ustaz Damanhuri, panggilan akrab Abdul Kadir Damanhuri.

IMNU Tegal

"Hakikatnya ini (audensi dengan Bupati, red.) adalah agenda lama yang baru dilaksanakan."

Dikatakan, audensi tersebut menekankan agar pemerintah bisa memberikan bantuan terhadap masjid-masjid di Pamekasan.

"Pengecatan, labelisasi, pengaturan pengeras masjid, dan sebagainya. Ini yang kami utarakan kepada Bupati," tegas Ustaz Damanhuri.

Dan harapan tersebut, oleh Kiai Kholilurrahman, akan diupayakan untuk diwujudkan dengan tetap melibatkan peran aktif pengurus LTMNU Pamekasan.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, Sejarah, Kajian Islam IMNU Tegal

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Bekasi, IMNU Tegal. Puluhan pengurus serta anggota Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putra dan Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Bekasi mengutuk keras klaim Presiden AS Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota negara Israel pada 6 Desember 2017 lalu.

Penolakan tersebut disuarakan pada Ahad (17/12), di depan Sekretariat PC IPNU IPPNU Kota Bekasi Jl Veteran No 22 Bekasi Selatan. Tak hanya menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina lewat aksi, para pelajar NU juga menggelar istighotsah dan doa bersama. 

Ketua IPNU Kota Bekasi Adi Prasetyo mengatakan, sudah semestinya, sebagaimana amanat UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Kota Bekasi Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

"Apalagi Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1945," ungkapnya.

Aksi bertajuk Solidarity for Palestine tersebut menginginkan agar Pemerintah Indonesia dapat menjadi problem solver atas konflik yang terjadi. Mereka mengajak seluruh komponen masyarakat Kota Bekasi untuk menyatakan sikap dan turut mendoakan rakyat Palestina.

"Kami harap agar Presiden Trump tidak congkak dengan kebijakan-kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya menciptakan perdamaian dunia hanya demi kepentingan pragmatis. Ini preseden yang buruk bagi kemanusiaan kita," imbuh Ketua IPPNU Kota Bekasi Yuni Febriyani.

IMNU Tegal

Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abd Majid mengapresiasi aksi IPNU IPPNU Kota Bekasi terhadap tragedi di Palestina. Menurutnya, segala bentuk kezaliman harus dilawan, terutama sebab di Yerusalem terdapat banyak bangunan bersejarah umat Islam. (Rabiatul Adawiyah/Kendi Setiawan)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, IMNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

IMNU Tegal

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

IMNU Tegal

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan

Makassar, IMNU Tegal. Susana khidmat, hangat dan tak berjarak menyelimuti Sandeq Ballroom Grand Hotel Clarion Makassar, ratusan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Se-Sulawesi Selatan memadati ruanga. Mereka datang dari lintas generasi dan angkatan. Rupanya Ikatan Keluarga Alumni PMII (IKA-PMII) menghelat Reuni Akbar dan Halal Bi Halal. Minggu (10/6/2016).

Kegiatan ini menjadi momentum luar biasa bagi kader organisasi kepemudaan-kemahasiwaan bentukan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. “Reuni ini menjadi fase penting dalam menegaskan dan memposisikan peran serta PMII. Sekaligus menjadi tolak ukur investasi peradaban PMII menuju kemajuan masyarakat secara umum,” kata Azhar Arsyad, Ketua Panitia Reuni dan Halal Bi Halal IKA-PMII.

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Reuni IKA-PMII Sulsel 1 Miliar Terkumpul untuk Wisma Pergerakan

Seperti lazimnya sebuah reuni, agenda tersebut menjadi arena pertemuan, nostalgia, silaturahim dan sebagai bentuk ingatan perjuangan saat menjadi kader PMI. sekaligus menumbuhkan semangat kolektif warga IKA-PMII dalam menghadapi zaman ke depan.

IMNU Tegal

“Mengadapi dinamika saat ini, dibutuhkan kekuatan sumber daya manusia. PMII dalam sejarah bangsa, mampu memberikan dedikasi dan prestasi-prestasinya. Itulah yang senantiasa menjadi spirit gerakan yang dibangun oleh warga PMII," jelas Kadir Ahmad. Ketua IKA-PMII Sulsel.

Telah berusia 56 tahun, PMII dianggap sebagai organisasi yang sangat mapan, sebab mampu mendistribusikan kadernya di sejumlah lini strategis. Apalagi sejak pengumunan Kabinet Kerja Jokowi-JK Oktober 2014 lalu.

PMII menjadi penyumbang terbanyak menteri, terhitung 5 kader “biru-kuning” ini menjadi menteri, sebut saja, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mensos, Khofifah Indar Parawansa, Mendes PDTT, Marwan Jafar dan Menteri Agama Lukman Hakim. Belum lagi, Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen Golkar, Idrus Marham juga merupakan kader terbaik PMII.

IMNU Tegal

Tokoh-tokoh PMII di Sulsel juga tak kalah kualitasnya, misalnya Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Nasaruddin Umar, Politisi DPP PPP, A. Jamarro Dulung, Rektor UNM, Prof Husain Syam, Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, Kepala Kanwil Kemenang Sulsel, Abdul Wahid Thahir, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, Ketua Bawaslu Suslel, Arumahi dan sejumlah tokoh lainnya.

Rangkaian reuni IKA-PMII di Sulsel ini juga membicarakan agenda strategis lainnya bagi pengembangan PMII. IKA-PMII dituntut segera membangun Wisma Pergerakan yang akan dimanfaatkan menjadi pusat penidikan dan pelatihan bagi warga PMII dan masyarakat umum.

Pada kegiatan tersebut IKA-PMII berhasil mengumpulkan dana awal pembangunan wisma pergerakan di Sulsel mencapai 1 miliar rupiah. Padahal, sumbangan untuk wisma pererakan tersebut hanya diumumukan saat acara tersebut.

"Baru kami umumkan akan membangun wisma pergerakan, Alhamdulillah sudah lebih 800 juta, hanya lebih satu jam, kami yakin akan segera mencapai 1 miliar," kata Kadir Ahmad, Ketua IKA-PMII Sulsel.

Kadir menyampaikan dana tersebut, akan diperuntukkan guna pembangunan wisma pergerakan dan prosesnya dalam waktu dekat sehingga diharapkan tahun depan progresnya bisa terlihat.

Sejumlah tokoh menjadi penyumbang terbesar dalam agenda tersebut, KH Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal), A Jamarro Dulung (DPP PPP), Abdul Wahid Tahir (Kepala Kanwil Agama Sulsel) Muhidin (Kepala Kanwil Agama Sulbar) masing-masing menyumbang 100 juta rupiah.

Dalam wisma pergerakan nantinya, juga didirikan kantor permanen IKA-PMII Sulsel yang kesemuanya akan dimanfaatkan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan bagi warga PMII dan masyarakat umum. (Muhammad Arfah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock