Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menolak keberadaan Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) di Indonesia dan meminta pemerintah bersikap tegas terkait dengan perkembangan tersebut.

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS

“Gerakan ISIS mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, Indonesia harus menolak berdirinya ISIS, yang jelas membahayakan keselamatan bangsa dan mengancam keutuhan negara,” katanya dalam konferensi press di gedung PBNU, Jum’at (8/8).?

Ia menilai, pemerintah selama ini telah melakukan pembiaran terhadap kelompok Islam garis keras, yang memiliki potensi besar melakukan gerakan radikal karena itu, ketegasan sikap saat ini sangat diperlukan.?

IMNU Tegal

Kiai Said mengatakan, kemunculan kelompok ISIS ini nyata-nyata sudah menimbulkan fitnah yang memperkeruh kehidupan umat Islam serta hubungan antar-umat beragama di Indonesia.?

“Karena kelompok ini bukan hanya memperjuangkan gagasan politik negara/khilafah Islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam Ahlussunnah wal jamaah.” ?

IMNU Tegal

Ia menambahkan “NU berpegang teguh pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan agama kekerasan. Agama Islam, tidak mentolerir kekerasan. Justru, agama Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang.”?

“Sifat dasar Islam tersebut nyata-nyata bertolakbelakang dengan cara-cara yang dilakukan ISIS, yang melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS,” tambahnya.

Selanjutnya, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah Islamiyyah. Kiai Said yang menyesaikan doktornya di Universitas Ummul Quro Makkah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara Islam, atau negara Agama.?

“Nabi Muhammad berjuang untuk menguatkan sistem negara Madinah, negara yang berkeadaban. Platformnya adalah tamaddun, bukan Islam, bukan pula suku. Karena penduduk Madinah ada yang muslim dan ada yang non-muslim, ada dari suku Arab dan ada non-Arab. Justru di tengah masyarakat Madinah yang majemuk, Rasulullah membuat konstitusi yang sekarang dipandang bersifat modern yang di dalamnya berisi kesepakatan yang dikenal dengan Piagam Madinah (Shahifah al Madinah) pada 622 Masehi.”

Dalam konsep Piagam Madinah tersebut seluruh penduduk yang ada disamakan di muka hukum, aturan serta hak dan kewajibannya, meski mereka berbeda-beda dalam hal keyakinan agama, suku, dan berbeda rasnya.?

“Artinya, umat Islam sesuai dengan wilayah kebangsaannya masing-masing boleh membentuk negara yang sejalan dengan contoh dari Rasulullah tersebut, dan tidak wajib mendirikan negara yang secara formal Islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa ISIS sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, semisal Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili, dua ulama Timur Tengah terkemuka.?

Hal yang masih menjadi pertanyaan adalah, “Kenapa ISIS muncul ketika Israel menggempur Gaza? Yang nyata-nyata telah memecah perhatian umat Islam terhadap perjuangan dan pembelaan terhadap rakyat Palestina. Ini pertanyaan strategis yang perlu dikaji mendalam dengan riset dan investigasi.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Anak ialah salah satu rezeki istimewa untuk pasangan suami-istri yang sudah sah menikah. Anak merupakan penerus keturunan bagi para orang tua. Anak tak hanya menambah kebahagiaan berumah tanga, tapi juga akan menjadi investasi bagi kedua orang tua baik di dunia dan di akhirat. Hal tersebut dikarenakan anak sudah diwajibkan untuk selalu berbakti, menghormati dan merawat kedua orang tua. Doa anak yang saleh dan salehah akan menjadi salah satu pahala yang tidak akan pernah terputus bagi para orang tua yang didoakan.

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, umumnya beberapa orang tua menginginkan memiliki anak lelaki. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalkan karena sudah punya anak perempuan maka sekarang menginginkan anak lelaki, atau karena ingin memiliki anak yang kelak bisa melindungi keluarga, sementara sifat melindungi itu potensinya lebih besar dimiliki oleh anak lelaki.

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki keinginan tersebut, Syekh Sulaiman al -Bujairami dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khathib (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz III, hal. 245 meriwayatkan sebuah doa yang bisa diamalkan agar bisa memiliki anak lelaki. Cara melafalkan doa ini ialah dengan meletakkan tangan pada perut ibu hamil di saat awal-awal kehamilan, sambil membaca doa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan, faj’alhu lî dzakaran

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku (akan) menamai anak yang terkandung dalam perut ibunya ini dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai lelaki bagiku.”

Demikian, selamat diamalkan dan semoga diijabah oleh Allah. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, IMNU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, IMNU Tegal. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

IMNU Tegal

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid

Semarang, IMNU Tegal. Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam perayaan Mauilid Nabi di Meteseh, Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/1), menyampaikan empat poin penting yang hendaknya diperhatikan jamaah yang hadir.

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid

Ia mengajak, pertama, ketika memanggil Nabi hendaknya tidak njangkar (langsung memanggil namanya). Panggillah Nabi dengan sapaan kehormatan sebagaimana para ulama contohkan, misalnya sayyidina, maulana, habibina, qurrati a’yun, syafi’ina dan sebagainya.

“Allah saja memanggil Nabi tidak njangkar, misalnya ya ayyuhal muddatstsir, ya ayyuhal muzzammil, ya ayuhan nabiyyu, dan lain sebagainya,” tutur Habib Syech.

IMNU Tegal

Kedua, Habib asal Solo ini mengajak untuk memperbanyak shalawat karena di dalamnya terdapat keistimewaan. Menurut dia, shalawat mampu membuat jiwa menjadi tenang dan terjaga dari musibah dan marabahaya.

IMNU Tegal

Ketiga, ia mengajak kepada jamaah untuk menjadi manusia yang bermanfaat, di antaranya berkecimpung dalam kemaslahatan masyarakat, semisal ikut gabung organisasi Nahdhatul Ulama, terangnya sembari membaca hadits populer khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Keempat, Habib Syech juga berpesan supaya menjaga kesucian maulid dengan membersihkan diri dari perbuatan maksiat. Dia menyebut, berbuat maksiat sama saja dengan merobohkan benteng maulid.

“Banyak sekali yang bersemangat mengikuti maulid tapi shalat subuhnya telat, ini namanya merobohkan benteng. Jauh-jauh datang untung mengikuti maulid namun saat pulang gonceng-goncengan lanang wadon (boncengan laki-laki dan perempuan), ini namanya merusak benteng pertahanan,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, IMNU Tegal. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

IMNU Tegal

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

IMNU Tegal

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Anti Hoax IMNU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus

Bandung, IMNU Tegal

Sejak Musyawarah Nasional (Munas) pertama yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta pada 2015 lalu, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) kini sudah terbentuk 12 cabang di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus

Munas ke-2 yang akan dibuka pada Jumat 22 Januari 2016 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kota Bandung, KMNU mengangkat tema yang bertajuk "Bersama KMNU Membangun Indonesia". Adapun agenda Munas tersebut di antaranya seminar, perkenalan cabang baru, LPJ dan pemilihan Presidium Nasional.

Dewan Presidium Nasional 1 KMNU Muhammad Zimamul Adli mengatakan selama ini hubungan KMNU dengan PBNU sudah cukup bagus. Pihaknya sudah  sowan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Lembaga Pendidikan Maarif NU, Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU, dan lain-lain.

IMNU Tegal

"Sejauh ini masih hanya sebatas memperkenalkan perkembangan KMNU dan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh KMNU ke depannya," kata Zimam saat dihubungi IMNU Tegal, Selasa (19/1).

Zimam mengungkapkan selama ini pihaknya juga telah berdiskusi bagaimana agar lulusan Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah di bawah naungan Maarif yang masuk perguruan tinggi supaya bisa masuk KMNU. "Agar proses rekruitmen berjalan dengan cepat sehingga KMNU ini menjadi penggerak aktivitas di masjid kampus maupun sekitar kampus," ungkap mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Seiring dengan maraknya radikalisasi, bagi Zimam, langkah KMNU akan konsentrasi untuk memperkuat kajian dan tradisi Islam  Rahmatan lil alamin di perguruan tinggi negeri khusus di kampus umum.

IMNU Tegal

Pada Munas nanti, Zimam mengharapkan pembahasan blue print KMNU menuju NU 1 abad dan pemantapan kaderisasi yang dilakukan KMNU di Perguruan Tinggi, menjadi rekomendasi yang sangat nyata bagi PBNU untuk menyiapkan kader-kader militan di perguruan tinggi.

"Karena dengan proses pembelajaran dan pelestarian yang masif, maka ke depan generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa khususnya, akan memiliki mental-mental nasionalisme, profesional, dan relegiusitas yang matang sesuai dengan cita-cita Presiden RI tentang revolusi mental," pungkas santri asal Lamongan itu.

Pembukaan Munas ke-2 KMNU rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock