Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengirimkan surat edaran terkait pelaksanaan hasil Munas ke-3 tentang Ahlul Halli wal Aqdi. Surat tertanggal 8 Juli 2015 itu telah dikirimkan kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani oleh Pj. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Surat tersebut berisi empat butir kesepakatan Munas ke-3 di Jakarta yakni:

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Bahwa pemilihan Rais Aam pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nanti akan dilaksanakan dengan sistem Ahlul halli wal Aqdi sebagai penerapan cara musyarawah mufakat sebagaimana dalam pasal 41 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Bahwa Ahlul Halli wal Aqdi tersebut terdiri atas 9 (sembilan) orang ulama dengan kriteria sebagaimana termaktub dalam pasal 2 ayat (4) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus menyerahkan 9 (sembilan) nama Ahlul Halli wal Aqdi yang diusulkan pada saat pendaftaran (registrasi) peserta muktamar, sebagai bagian dari administrasi pendaftaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (2) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus memusyarahkan sembilan (9) nama yang akan diusulkan itu. Dalam surat edaran tersebut disertakan empat (4) bundel lampiran yang berisi Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tanggal 14-15 Juni 2015, penjelasan kronologis tentang asal muasal ahlul halli wal aqdi, 39 ulama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal aqdi dan formulir usulan 9 nama ahlul halli wal aqdi. (Red: Anam)

Penjelasan kronologis ahlul halli wal aqdi dapat diklik di sini.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hikmah, Habib, Makam IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Jakarta,IMNU Tegal

Kementerian Agama (Kemenag) memberikan sanksi administratif kepada PT First Travel. Hal ini terungkap lewat surat yang ditujukan kepada Direktur First Travel, Andika Surachman.

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Cabut Izin Penyelenggaraan Umrah First Travel

Surat bertanggal 3 Agustus itu menyatakan Kemenag mencabut izin penyelenggaraan umrah oleh PT First Travel. Surat tersebut menjadi pengantar atas Keputusan Menteri Agama.

"Dengan hormat, terlampir kami sampaikan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 589 Tahun 2017 tanggal 1 Agustus 2017 tentang Penjatuhan Sanksi Administratif Pencabutan Izin Penyelenggaraan PT First Travel Anugerah Karya Wisata Sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah," tulis dalam surat tersebut, Jumat (4/8) sebagaimana diberitakan Detik.com.

IMNU Tegal

Surat bernomor B-3005/Dj/DT.II.I/4/Hj.09/08/2017 tersebut ditandatangani oleh Plt Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus, M Ach Halim. Kemenag mempersilakan pihak PT First Travel untuk menyanggah keputusan tersebut paling lama dua minggu sejak diterbitkan.

"Sesuai dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2015, Saudara dapat melakukan sanggahan terhadap Keputusan dimaksud paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal diterimanya keputusan ini," katanya.

IMNU Tegal

Sebelumnya diberitakan, Presiden Direktur PT First Travel Andika Surachman digugat jemaah ke Pengadilan Negeri Depok. Petugas dari pengadilan Negeri Depok, Suherman mengatakan dia mengantarkan surat panggilan untuk owner First Travel yakni Andika Surachman dari calon jemaah Andrian Muskan.

Terbaru, para calon jemaah umrah melaporkan Direktur First Travel, Andika Surachman ke Bareskrim Polri. Mereka melapor karena telah melunasi pembayaran perjalanan ibadah umrah namun belum diberangkatkan sejak dijanjikan tahun 2015 lalu.

Sekedar informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tak berizin yang dilakukan 11 entitas. Satgas waspada investasi OJK menyebut salah satu dari 11 entitas tersebut adalah PT First Travel.

Ketua Satgas waspada investasi OJK Tongam Tobing mengatakan, OJK menghentikan kegiatan penghimpunan dana untuk paket promo umrah. Dalam promo ini paket umrah dipatok dengan harga Rp 14,3 juta padahal dari Kementerian Agama biaya umrah mencapai Rp 21-22 juta.

Namun, pihak manajemen dinilai oleh jemaah belum bisa memberikan kepastian terkait pengembalian dana setoran atau keberangkatan jemaah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, IMNU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

Semarang, IMNU Tegal. Usai melakukan shooting film "Surban Putih" di pesantren Darut Talim Bangsri Jepara, dan di Kampus Unisnu Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), film yang disutradarai Robit Himami melakukan shooting di di kampus Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang pada Rabu (1/7).

Film ini memberikan pesan moral kepada masyarakat bahwa, pendidikan di pesantren memiliki ruang yang besar untuk meraih cita-cita sesuai dengan kompetensi yang diinginkan. Karena selain mendalami ilmu agama, juga mempelajari ilmu-ilmu yang berbasis sosial maupun penguatan keahlian sesuai dengan bakat minat yang dimiliki, ujar Khoirul Muslimin salah satu dosen FDK yang membina terlaksananya film ini.

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

"Modal dasar penguatan agama pada generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dan bermartabat untuk membangun bangsa yang lebih sejahtera," tambahnya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Robit Himami mengatakan "Film ini menjadi penanda baru bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki ruang lingkup yang luas dalam telaah keilmuan, dengan terjun langsung di dunia perfilman ini, banyak hal-hal yang baru yang didapatkan sesuai pada kajian teori yang kami dapat di bangku kuliah."

Dalam satu tahun mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah memproduksi film sebanyak 7 karya, diantaranya film dengan judul (1) Paijo; (2) Tapak Kaki di Desa; (3) Karung Beras; (4) Terjawab oleh Detik; (5) Sepenggal Kisah Dua Belas AP; (6) Ngalap Berkah Pesta Lomban; dan (7) Surban Putih, pungkas Robit.

IMNU Tegal

Dalam sambutan ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang Dr Turnomo Raharjo  mengucapkan "terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi tempat salah satu shooting film, semoga ini menjadi awal kerjasama kita dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen."

Dalam kesempatan yang sama di ruang rapat magister Komunikasi Abdul Wahab, M.SI. selaku Kaprodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan kerjasama ini diharapkan menjadi awal membuka gerbang kompetensi yang lain yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi.

Minanurrohman yang juga pemeran Andi mengungkapkan "Senang sekali, tentu kegiatan ini memberikan kesempatan kepada saya untuk menggali ilmu dengan memerankan Andi. Tentu saya dituntut untuk bisa menjadi Andi yang sesungguhnya, harapan saya semoga apa yang saya perankan menjadi doa untuk kesuksesan saya dan teman-teman mahasiswa yang lain," tutur Minan. (Iqdasy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Makam, Warta IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Demak, IMNU Tegal. Memperingati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 dan 23 April, Badan Wakaf Nusantara dan Pondokbanjar Semarang yang tergabung dalam wadah Nusantara Berbagi, menggelar beragam kegiatan di Pesantren Aplikatif Sayung Kota Demak, Senin (24/4)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi terhadap 21 santri yang kesemuanya merupakan anak-anak pinggiran daerah Surodadi Sayung Kota Demak, materi tentang agama Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Selanjutnya para santri diajak ke area tambak dan aliran sungai untuk menanam 100 pohon mangrove yang disediakan oleh para santri sendiri.

Agus Munif Ketua Badan Wakaf Nusantara berpesan bawasanya dengan menanam mengisyaratkan perbuatan yang baik terhadap lingkungan. Amal-amal kita berada diantara pohon mangrove yang telah kita tanam, insyallah pohon mangrove yang kita tanam akan memiliki nilai manfaat.

“Aksi menanam ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dari hari ke hari lingkungan kita semakin rusak, rob masuk rumah dan banjir selalu menjadi langganan setiap musim hujan,” lanjutnya.

Membaca puisi menolak korupsi

IMNU Tegal

Sehabis menanam pohon mangrove para santri didampingi Lukni Maulana pengasuh Pondokbanjar Semarang membaca buku di sekitaran kawasan pertambakan. Para santri sangat antusias terutama ketika disodori buku Puisi Menolak Korupsi, dan merekapun bergantian membaca puisi.

Lukni Maulana mengatakan bawasanya turunnya minat baca masyarakat salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan dorongan dari orang tua maupun lingkungan sekitar yang belum mampu menggugah semangat anak-anaknya untuk mencintai buku.

“Apalagi sekarang ini eranya gadget, dunia tanpa batas berupa media sosial juga turut mempengaruhi minat membaca buku,” lanjutnya

Rangkaian kegiatan yang dipadukan antara Hari Bumi dan Buku Sedunia ditutup dengan pemberian buku dan alat tulis kepada para santri Pesantren Aplikatif. Melalui aksi menanam mangrove dan baca puisi menolak korupsi turut mendorong pemerintah maupun masyarakat untuk memiliki kepeduliani terhadap lingkungan sekitar dan dapat menyediakan fasilitas serta ruang-ruang membaca yang layak dan ramah anak. Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Habib IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

Jakarta, IMNU Tegal. Tepat pukul 08.20 WIB, Presiden RI H. Joko Widodo hadir di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Kedatangannya sudah ditunggu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum H. Asad Said Ali dan Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin. Bahkan jajaran pengurus PBNU sempat dibuat kebingungan dengan gaya tak terduga Jokowi.

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

“Gaya Jokowi ini persis seperti Gus Dur, spontan dan tidak terduga,” kata Muhammad Nadjib, Asisten Pribadi Rais Aam PBNU.

Awalnya, lanjut Nadjib, jajaran pengurus PBNU sudah mempersiapkan segalanya di ruang Kiai Said di lantai 3 seperti pertemuan-pertemuan dengan pejabat pada umumnya, namun tak terduga Jokowi langsung naik ke lantai 5. 

IMNU Tegal

“Begitupun usai pertemuan di lantai 5, Jokowi langsung ke lantai 3, kita tidak mengira, karena biasanya setelah pertemuan, Presiden langsung pamit,” papar Nadjib.

IMNU Tegal

Usai di lantai 3 Gedung PBNU, Jokowi pamit setelah mengadakan pertemuan sekitar satu  jam dengan jajaran pengurus PBNU di lantai 5. Tak banyak yang dibicarakan Kiai Said dan Jokowi dalam menjawab pertanyaan wartawan yang sudah menunggu mereka di lantai dasar. (Fathoni)

 





Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Santri IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Rembang, IMNU Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah KH Maimoen Zubair menegaskan bahwa keberadaan Islam Nusantara harus menjaga ukhuwah, baik ukhuwah Nahdliyah maupun ukhuwah Islamiyah.

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Maimoen: Islam Nusantara Harus Menjaga Ukhuwah

Hal itu disampaikan kiai yang kini hampir menginjak usia 90 tahun itu saat menerima rombongan tim Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Rabu (25/1) di kediaman Komplek Pesantren Al-Anwar.

"Islam Nusantara, ini benar-benar harus menjaga ukhuwah seperti Islam yang dibawa Nabi Muhammad," tegas Mbah Maimoen sembari menerima kenang-kenangan berupa buku Ensiklopedi Islam Nusantara edisi Budaya dari rombongan Tim Anjangsana.

Namun, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini berpesan, setiap kemenangan dan kejayaan mesti ada orang-orang-orang munafik. Mereka tidak akan pernah senang dengan Islam yang begitu ramah, menjaga identitas budaya, serta dapat bekerja sama memperkuat negara di tengah kemajemukan.

IMNU Tegal

"Dulu Kanjeng Nabi Muhammad dan para sahabat juga sama. Di tengah kemenangan dan kekayaannya muncul tak sedikit orang-orang munafik di sekelilingnya," tutur kiai kharismatik di kalangan Nahdliyin dan para ulama tarekat ini.

Selain penegasan Islam Nusantara, Mbah Maimoen juga banyak membahas persoalan bangsa yang selama ini berkembang. Usianya yang sudah tergolong sepuh itu tak melewatkan sedikitpun apa yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.?

Dalam menjelaskan dan menganalisis peristiwa dan fakta sejarah masa lalu, Mbah Maimoen juga terlihat masih sangat lancar, bahkan memberikan sejumlah perspektif dalam membaca sejarah kepada rombongan.

Menurut Mbah Maimoen, sejarah adalah masa lalu, sedangkan saat ini zaman sudah berbeda. Dia ingin menegaskan, sejarah harus dikontekstualisasikan.?

IMNU Tegal

"Misal khilafah, itu (khilafah) sudah tidak ada. Saat ini yang ada hanya nasionalisme," terang Mbah Maimoen.

Dalam setiap kesempatan, Mbah Maimoen memang sering menegaskan bahwa sekarang ini yang ada adalah negara bangsa.?

Dia mencontohkan ketika berbagai negara dari belahan dunia melaksanakan ibadah haji. Dulu bendera yang digunakan sama, sekarang setiap jemaah haji menunjukkan bendera dari negara masing-masing. Itulah praktik negara bangsa berdasarkan nasionalisme masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Mbah Maimoen terlihat begitu telaten melayani sejumlah pertanyaan dari KH Moqsith Ghazali, Zastrouw Ngatawi, Rumadi, dan beberapa akademisi lain yang memimpin kegiatan Anjangsana Islam Nusantara. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Makam, Kajian Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock