Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Rabu, 28 Februari 2018

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Cirebon, IMNU Tegal - Menteri Agama H Lukman Hakim Saefuddin memuji atas terselenggaranya Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan Ciwaringin, Cirebon. Menurutnya, kongres ini tidak hanya mengkaji substansi dan melahirkan rekomendasi, tapi tidak kalah pentingnya adalah prosesnya.

“Saya merasa kongres ini luar biasa,” kata H Lukman Hakim saat menyampaikan sambutan penutupan acara KUPI, Kamis (27/4).

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Apresiasi Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Kongres ini sepenuhnya inisiatif dari masyarakat, dari kaum perempuan itu sendiri, kata H Lukman.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang membantu kesuksesan acara KUPI yang untuk pertama kalinya di dunia dan diselenggarakan di Cirebon ini.

IMNU Tegal

“Sebagai Menteri Agama saya ingin menghaturkan terima kasih tiada terhingga, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak,” kata Lukman.

IMNU Tegal

Ia berharap rumusan-rumusan yang dilahirkan dari kongres ini akan meningkatkan kaum perempuan itu sendiri dan peradaban di Indonesia dan di dunia. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Jakarta, IMNU Tegal - Ketimpangan antara penduduk yang kaya dan miskin meningkat sejak diberlakukannya otonomi daerah. Ini berarti penerapan otonomi daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum tercapai.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Prof Dr Bustanul Arifin dalm Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) ini sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU yang akan dihelat akhir Juni.

IMNU Tegal

(Baca: Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila)

IMNU Tegal

Lebih lanjut Bustanul mengatakan, ketimpangan tersebut ditandai dengan tingginya angka gini ratio (ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan secara keseluruhan) yang mencapai 0,41 antara tahun 2011-2015.

“Kalau sampai gini ratio mencapai 0,5 sangat mungkin menimbulkan kerusuhan rasial, seperti yang terjadi di beberapa negara. Jadi masalah ketimpangan ini menjadi serius,” kata Bustanul.

Angka kemiskinan yang pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 28,51 juta jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 27,73 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan yang pada tahun 2014 sebanyak 17,73 juta jiwa menjadi 17,89 juta jiwa di tahun 2015.

Perlu Pembenahan

Menurut Bustanul, permasalahan ekonomi Indonesia memerlukan pembenahan dari aspek hati masyarakat Indonesia. Bustanul memaparkan pentingnya keunggulan keberlanjutan, sebab langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan seperti yang selama ini dijalankan tidaklah cukup.

Saat ini ekspolitasi sumber daya alam seperti batu bara juga tidak menjamin penyelesaian persoalan ekonomi. Misalnya di Kalimantan Timur yang mulai sadar untuk masuk ke sektor yang mengandalkan jasa. Selain itu juga penerapan agroindustri di bidang perikanan dan holikultura, akan membuat ekonomi Indonesia mampu bertahan.

Ekonomi kreatif juga menjadi pilihan yang baik. Ekonomi kreatif bisa dalam bentuknya yang benar-benar menggunakan pemikiran, tidak harus berbasis aplikasi. Misalnya berupa pengenalan kebudayaan Indonesia. Bustanul mencontohkan Korea berhasil menjual budaya pop-nya sehingga dikenal dunia.

Contoh lainnya adalah Isreal. Israel yang tidak mempunyai tanah (wilayah) dan tidak punya kekuatan, tetapi bisa menjadi negara super power yang mampu mengendalikan dunia.

Presiden Joko Widodo mencetuskan ekonomi kreatif ini juga, tetapi agaknya kurang aktif sehingga hasilnya belum maksimal. Bustanul mengkritisi selama ini NU tidak sekali pun menyentuh hal tersebut.

Ekonomi kreatif yang dapat diterapkan juga adalah turisme yang mengombinasikan beberapa hal misalnya kekhasan home stay berhubungan dengan masyarakat asli. Dan semuanya dijadikan paket wisata sehingga bisa menjual hotel dan kuliner.

Bustanul merekomendasikan selain isu ketimpangan, yang juga perlu dibahas dalam periode nanti adalah pengusaaan lahan pertanian yang semakin menurun, dan kreativitas. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Nasional, Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Jakarta, IMNU Tegal

Luar biasa. Tidak lebih 3 jam, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi ‘digilir’ tiga Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia, antara lain, Kuasa Usaha Dubes Pakistan Ali Baz Khan, Dubes Afganistan Zherazamin Kunary dan Dubes Korea Selatan (Korsel) Mr Lee Sun Jin.

Para utusan negara masing-masing tersebut menemui Hasyim di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (1/8) siang kemarin. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membicarakan upaya pembebasan 23 (2 di antaranya sudah ditembak mati) warga Korsel yang disandera gerilyawan Taliban di Afganisatan sejak 19 Juli lalu.

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Ali Baz yang datang lebih awal pada pukul 14.10 WIB diterima Hasyim didampingi Ketua PBNU Rozy Munir dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam di ruangannya. Keduanya langsung menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 1 jam.

IMNU Tegal

Para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIB tidak diperkenankan masuk. Hanya para fotografer saja yang diperbolehkan mengambil gambar. Itu pun tidak lebih 3 menit saja.

IMNU Tegal

Usai pertemuan, Ali Baz yang saat itu mengenakan kemeja batik warna hijau, langsung meninggalkan ruangan dan tak memberikan keterangan sedikit pun kepada wartawan tentang agenda pertemuan.

Tak lama kemudian, Zherazamin muncul dan langsung ditemui Hasyim di ruangannya. Sama seperti sebelumnya, pertemuan berlangsung secara tertutup dan wartawan tidak diperbolehkan masuk.

Pertemuan Hasyim dan Zherazamin berlangsung lebih singkat dari sebelumnya. Zherazamin langsung meninggalkan tempat setelah pertemuan selesai dan tak memberikan komentar apapun.

Giliran berikutnya Mr Lee. Lagi-lagi pertemuan digelar secara tertutup. Pertemuan keduanya berlangsung lebih lama daripada dua dubes lainnya. Pukul 16.45 WIB Mr Lee meninggalkan ruangan dan sama seperti pendahulunya, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut pria berkaca mata dan berjas warna hitam itu.

“Khusus masalah yang berkaitan dengan 23 sandera yang sekarang tinggal 21 orang, kita sudah mengerti peta dan duduk masalahnya. Perlu kehati-hatian dan langkah cermat untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, salah-salah, akan membuat masalah baru dan membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Hasyim kepada wartawan usai pertemuan.

Dari pertemuan dengan para utusan resmi tiga negara tersebut, menurut Hasyim, dapat disimpulkan bahwa penyanderaan warga sipil Korsel itu tak kaitannya dengan agama. Seluruhnya merupakan persoalan kepentingan politik dan kekuasaan.

Namun demikian, Hasyim mengatakan, pihaknya akan berusaha berkomunikasi dengan para ulama di sejumlah negara yang berdekatan dengan Afganistan dan memiliki hubungan khusus dengan Taliban. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Cerita IMNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Jakarta, IMNU Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madany akan mendorong penyelenggaraan muktamar ke-33 NU di NTB dengan alasan untuk pengembangan NU di luar Jawa. NTB juga menawarkan pesantren sebagai lokasi muktamar.

Ia menuturkan, sebelumnya salah satu rais syuriyah PBNU KH Machasin sudah melakukan kunjungan tidak resmi ke pesantren Komarul Huda, Bagu Prinderate Lombok yang diasuh oleh Tuan Guru Turmudi yang diusulkan menjadi lokasi muktamar. Dari hasil kunjungan tersebut, bisa disimpulkan infrastruktur pokok sudah siap, tinggal melengkapi kekurangan dengan fasilitas MCK.

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Di kompleks pesantren tersebut telah terdapat perguruan tinggi berupa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan muktamar.?

IMNU Tegal

“Saya kira Lombok-lah yang paling representatif,” tandasnya.

IMNU Tegal

Merujuk pendapatnya mantan rais aam PBNU KH Sahal Mahfudh, yang dimaksud pesantren siap menyelenggarakan muktamar adalah sudah memiliki infrastruktur yang pokok. “Kalau siap dibangunkan aula, itu ngak siap namanya. Kalau NTB sudah siap. Yang perlu ditambah cuma MCK, ini kan masalah kecil.”?

“Jadi kalau nanti ada rapat gabungan, maka saya termasuk yang cenderung mendukung apa yang disaksikan langsung oleh Prof Dr Mahasin. Apalagi saya juga mendengar disini kemarin, teman-teman yang dari NTB itu menceritakan bagaimana gubernur NTB Zainul Majdi sangat berharap muktamar NU juga disana,” jelasnya.

Mengenai masalah transportasi, menurutnya tidak masalah karena jaraknya dari bandara baru Internasional Lombok yang baru diresmikan pada 2011 lalu hanya 30 menit.?

Transportasi NTB semakin bagus karena menjadi tujuan wisata yang menyaingin Bali. Dari berbagai lokasi di Indonesia bisa langsung ke NTB tanpa perlu transit dulu ke Jakarta. ?

“Kalau tahun 1936 kita bisa menyelenggarakan muktamar di Banjarmasin, apalagi sekarang. Ngak ada alasan untuk soal transportasi,” jelasnya.?

Sebelumnya, lokasi pesantren Bagu NTB tersebut sudah pernah sukses menjadi penyelenggara munas dan konbes NU saat kepemimpinan Gus Dur ketika pesantren tersebut masih sangat sederhana. Kini, setelah pesantrennya berkembang pesat dengan berbagai lembaga pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, tentu sangat tepat penyelenggaraan muktamar di Lombok Tengah itu.

Tambahan lagi dengan eksotisme pulau tersebut, seusai muktamar, para muktamirin bisa mengunjungi berbagai obyek wisata yang menarik.

Mengenai calon lokasi muktamar di Medan, kendalanya adalah tempat penyelenggaraan di asrama haji karena belum ada pesantren yang representatif.

Tentang keinginan Jawa Timur yang sudah 11 kali menyelenggarakan muktamar, hal ini tidak banyak berarti lagi untuk pengembangan NU karena disitu memang lumbungnya NU, seperti nguyahi segoro (menggarami laut).

Ia menginginkan, NU menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, tidak terpusat di Jawa, apalagi Jawa Timur. “Saya menginginkan seluruh Nusantara NU-nya sama besar dan itu memerlukan kesadaran kita untuk berupaya bagaimana kalau perhelatan-perhelatan NU yang bersifat nasional dan akbar diselenggarakan di luar Jawa.”

Sebetulnya potensi NU di luar Jawa cukup besar, tetapi karena selama ini kurang disapa, akhirnya ya melempem. Ia memberi contoh, ketika Makassar diputuskan sebagai lokasi muktamar, NU-nya langsung bergerak dan sampai sekarang terus berkembang. Terbukti, PWNU Sulawesi Selatan mampu membangun gedung kantor NU lima lantai yang lengkap dengan gedung pertemuan yang bisa disewakan.?

“Saya kira ini tidak bisa dibantah merupakan barokahnya muktamar di Makassar,” jelasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Berita IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

IMNU Tegal

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

IMNU Tegal

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Santri IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat

Jakarta, IMNU Tegal. Syeikh Ahmad Mustafa al-Farran, penulis kitab “Tafsir Imam Syafi’i” mengatakan, para ulama penerus Imam Syafi’i (Syafi’iyah) pasti akan menghargai berbagai pendapat yang berkembang di kalangan umat Islam.



Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Al-Farran: Ulama Syafiiyah pasti Hargai Perbedaan Pendapat

Hal tersebut dikatakannya saat bersilaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (11/3). Kunjungan syeikh yang mengajar di salah satu madrasah aliyah di Riyadh itu juga bermaksud untuk mengenalkan kitabnya kepada NU, organisasi Islam terbesar di dunia yang mayoritas anggotanya menganut madzab Imam Syafi’i.

“Para pengikut Syafi’i pasti akan berpandangan bahwa pendapat kami ini benar tapi mungkin juga salah, sementara pendapat orang lain itu menurut kami salah tetapi mungkin juga benar,” kata Syeikh al-Farran mengutip kalimat populer yang pernah dilontarkan Imam Syafi’i.

IMNU Tegal

Syeikh al-Farran pada kesempatan itu berbincang sangat akrab dengan Rais Syuriah PBNU DR KH Masyhuri Naim dan KH Artani Hasbi tentang organisasi NU, tentang dunia keilmuan fikih di Timur Tengah, dan terutama tentang keahlian Imam Syafii yang luar biasa.

Kiai Masyhuri Na’im mengatakan, Imam Syafi’i menjadi rujukan para ulama dan intelektual Islam tidak hanya di bidang fikih, tetapi juga dalam hal tata bahasa dan cara memahami teks. Makanya tidak heran kalau hampir semua fikih dijarkan di pondok pesantren adalah karya Imam Syafii dan para penerusnya. “Pokoknya tidak ada habisnya membahas keunggulan Imam Syafi’i,” katanya.

IMNU Tegal

Syeikh al-Farran menceritakan, bukunya Tafsir Imam Syafi’i yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indoensia oleh penerbit Islam di Jakarta, Almahira, adalah disertasinya yang dikerjakan selama 4 tahun.

Dikatakan dirinya tidak sekedar mengkaji pemikiran imam Syafi’i tetapi juga ingin mewarisi keahlian ulama besar itu. Kiai Masyhuri Naim dalam kesempatan berseloroh menyebutnya sebagai ‘Syafi’i kecil’.

Pada kesempatan itu PBNU mengenalkan dua kitab baru berbahasa Arab karya ulama dan intelektual muslim asal Indonesia kepada Syeikh al-Farran, yakni Al-Hujaj al-Qatiyyah fi Shihhatil Mu’taqidat wal ‘Amaliyyat an-Nahdliyyah karangan KH Muhyiddin Abdusshomad tentang dasar-dasar amaliyah dan ibadah warga NU dan Audlohul Manahij karya H Agus Shihib Khoironi di bidang gramatika Arab. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock