Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Jakarta, IMNU Tegal

Luar biasa. Tidak lebih 3 jam, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi ‘digilir’ tiga Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia, antara lain, Kuasa Usaha Dubes Pakistan Ali Baz Khan, Dubes Afganistan Zherazamin Kunary dan Dubes Korea Selatan (Korsel) Mr Lee Sun Jin.

Para utusan negara masing-masing tersebut menemui Hasyim di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (1/8) siang kemarin. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membicarakan upaya pembebasan 23 (2 di antaranya sudah ditembak mati) warga Korsel yang disandera gerilyawan Taliban di Afganisatan sejak 19 Juli lalu.

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)
Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes (Sumber Gambar : Nu Online)

Diminta Bantu Bebaskan Sandera Taliban, Hasyim ‘Digilir’ Tiga Dubes

Ali Baz yang datang lebih awal pada pukul 14.10 WIB diterima Hasyim didampingi Ketua PBNU Rozy Munir dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam di ruangannya. Keduanya langsung menggelar pertemuan tertutup selama kurang lebih 1 jam.

IMNU Tegal

Para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang sudah menunggu sejak pukul 13.00 WIB tidak diperkenankan masuk. Hanya para fotografer saja yang diperbolehkan mengambil gambar. Itu pun tidak lebih 3 menit saja.

IMNU Tegal

Usai pertemuan, Ali Baz yang saat itu mengenakan kemeja batik warna hijau, langsung meninggalkan ruangan dan tak memberikan keterangan sedikit pun kepada wartawan tentang agenda pertemuan.

Tak lama kemudian, Zherazamin muncul dan langsung ditemui Hasyim di ruangannya. Sama seperti sebelumnya, pertemuan berlangsung secara tertutup dan wartawan tidak diperbolehkan masuk.

Pertemuan Hasyim dan Zherazamin berlangsung lebih singkat dari sebelumnya. Zherazamin langsung meninggalkan tempat setelah pertemuan selesai dan tak memberikan komentar apapun.

Giliran berikutnya Mr Lee. Lagi-lagi pertemuan digelar secara tertutup. Pertemuan keduanya berlangsung lebih lama daripada dua dubes lainnya. Pukul 16.45 WIB Mr Lee meninggalkan ruangan dan sama seperti pendahulunya, tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut pria berkaca mata dan berjas warna hitam itu.

“Khusus masalah yang berkaitan dengan 23 sandera yang sekarang tinggal 21 orang, kita sudah mengerti peta dan duduk masalahnya. Perlu kehati-hatian dan langkah cermat untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, salah-salah, akan membuat masalah baru dan membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Hasyim kepada wartawan usai pertemuan.

Dari pertemuan dengan para utusan resmi tiga negara tersebut, menurut Hasyim, dapat disimpulkan bahwa penyanderaan warga sipil Korsel itu tak kaitannya dengan agama. Seluruhnya merupakan persoalan kepentingan politik dan kekuasaan.

Namun demikian, Hasyim mengatakan, pihaknya akan berusaha berkomunikasi dengan para ulama di sejumlah negara yang berdekatan dengan Afganistan dan memiliki hubungan khusus dengan Taliban. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Cerita IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Cari Solusi, Mahasiswa-Pesantren se-Indonesia Silaturahmi di Madura

Sumenep, IMNU Tegal - Ratusan presiden mahasiswa (presma) berkumpul di Pesantren Al-Amien, Pragaan, Sumenep, Kamis-Sabtu (6-8/4). Mereka berasal dari pesantren seluruh Indonesia. Mereka juga mendiskusikan kelebihan dan kekurangan mereka di tempat masing-masing.

"Semua mahasiswa santri yang jadi presma dari kampus di bawah naungan pesantren se-Indonesia sengaja berkumpul di sini. Tujuannya, menguatkan solidaritas," ujar Khoirus Salim, Presma STIA Al-Falah yang terlibat aktif dalam pertemuan tersebut.

Cari Solusi, Mahasiswa-Pesantren se-Indonesia Silaturahmi di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Solusi, Mahasiswa-Pesantren se-Indonesia Silaturahmi di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Solusi, Mahasiswa-Pesantren se-Indonesia Silaturahmi di Madura

Acara ini diketengahkan guna mencuatkan kembali betapa pesantren merupakan gudangnya ilmu. Fakta tersebut sedikit banyak mulai pudar dalam keseharian pemuda.

"Kebanyakan pemuda bangga bila kuliah ke luar negeri. Padahal, pesantren adalah gudangnya ilmu. Kita komitmen untuk kembali mengkristalkan pemahaman tersebut," terangnya.

IMNU Tegal

Dalam acara tersebut, kelemahan dan kelebihan mahasiswa santri dari berbagai daerah didiskusikan. Semuanya diselaraskan dengan kearifan lokal masing-masing.

"Untuk kelemahannya, kita upayakan untuk meretas solusi. Sementara kelebihannya, kita perkuat dan syiarkan," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Anti Hoax IMNU Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Jakarta, IMNU Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia dan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) mendirikan pesantren mahasiswa yang berlokasi di Jl Matraman Dalam II Rt 19 Rw 08 Jakarta Pusat, tak jauh dari kampus UNU di Jalan Taman Amir Hamzah. 

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU/STAINU Dirikan Pesantren Mahasiswa

Peresmian pesantren tersebut dilakukan Senin malam (23/11) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj bersama dengan dewan penyantun UNU Hermanto Dardak, Rektor UNU Maksum Machfoedz dan civitas akademika UNU dan STAINU.

Dalam kesempatan tersebut KH Said Aqil Siroj memberi motivasi kepada para mahasiswa untuk rajin belajar karena saat ini banyak sekali kesempatan beasiswa yang bisa diraih oleh para kader NU, asal memenuhi syarat. 

IMNU Tegal

Ia menjelaskan, dukungan terhadap NU diberikan oleh banyak pihak karena sikap moderat NU. Para pihak yang memiliki kesamaan pandangan tersebut sangat mendukung kemajuan NU. Karena itu, ia kembali menegaskan agar menggunakan kesempatan dan berbagai dukungan ini dengan sebaik-baiknya. 

IMNU Tegal

KH Mujib Qolyubi, pengasuh pesantren mahasiswa UNU menjelaskan, pesantren ini khusus diperuntukkan bagi santri putri, sedangkan untuk santri putra, disediakan lokasi di daerah Kalibata.

Inisiatif pendirian pesantren ini dikarenakan banyaknya orang tua mahasiswa yang menanyakan apakah ada pesantren dan tempat mengaji bagi anak-anaknya yang belajar di UNU Indonesia dan STAINU Jakarta. 

Mujib menambahkan, sebagai pesantren, nantinya akan diadakan pengajian rutin tiap hari dengan mengkaji kitab-kitab yang selama ini diajarkan di pesantren. Bukan sekedar belajar agama, para santri akan dididik bagaimana berperilaku dengan baik sesuai dengan akhlak Rasulullah. (Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU, Kyai, Cerita IMNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Mataram, IMNU Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menggelar lalilatul ijitma’ ke 40 di aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram pada Jumat malam (4/9).

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Kegiatan bulanan NU Wilayah NTB dimulai selepas shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan istighotsah oleh santri Al-Manshuriah yang diikuti ratusan Nahdliyin. Tampak para mahasiswa baru UNU NTB sekitar 200 orang yang beberapa waktu lalu mengikuti OSPEK.

“Saat ini kita sudah miliki Universtitas (UNU) tersendiri di daerah. Sejauh ini memang banyak lembaga pendidikan yang dikelola oleh orang-orang NU,” kata TGH. Acmad Taqiuddin Mansur, Ketua PWNU NTB saat sambutan.

IMNU Tegal

Tua Guru menyebut lembaga-lembaga itu seperti di Bagu (institute Qomarul Huda Bagu), di Bonder (institute Qomarul Huda Bagu II Bonder), di Lombok Timur (STAINU), dan di Bima juga ada. Namun demikian, itu semua masih bersifat Yayasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, Universitas Nahdlatul Ulama yang baru beberapa hari menggelar OSPEK menjadi harapan baru bagi generasi bangsa, khususnya warga nahdliyin karena membuka program study yang masih langka di NTB.

IMNU Tegal

“Dari semua jurusan, hanya Ekonomi Islam (EI) yang berbasis agama. Selain itu, umum semua yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di masa kini.”

Ia meminta persatuan dan kesatuan bagi warga nahdliyin karena UNU adalah simbol NU.

Sementra itu, Sekretaris PWNU NTB H. Lalu Winengan dalam pengantarnya meminta kepada pelaksana UNU agar mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk mengikuti lailatul ijitim’.

“Saya minta kepada birokrasi bagian akademik untuk mewajibkan semua mahasiswa UNU untuk mengikuti ijtima’,” katanya.

Menurut Winengan, lailatul ijitma’ penting diikuti oleh mahasiswa UNU agar mengenal para pengurus NU, mengenal siapa perintis NU dan juga mengenal semua tokoh-tokoh NU. “Jangan sampai mahasiswa UNU tidak mengenal siapa tokoh NU,” harapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Tata Kota Lombok Barat ini nanti akan mengadakan Turnamen Futsal UNU Cup yang terbuka untuk umum.

“Insya Allah untuk juara satu kita berikan 5 juta. Dan setiap tahun UNU CUP harus diselenggarakan. Kepentingan kami yaitu UNU dikenal,” terangnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Warta, Humor Islam IMNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Perjuangan Membela Bangsa Tak Pernah Berujung

Jember, IMNU Tegal

Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama H. Ali Masykur Musa mengatakan, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tak boleh membiarkan kesalahan berlarut-larut pada suatu keadaan. Sebab, kesalahan yang berlarut-larut secara perlahan akan berdampak destruktif bagi masa depan bangsa.?

Ia mengatakan hal itu saat menjadi pemateri pada Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang digelar oleh PMII Komisariat Universitas Jember di Balai Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, Rabu (1/2).

Menurut Ali Masykur, sebagai bagian dari eleman bangsa, PMII harus terus berjuag untuk memperbaiki keadaan dengan cara yang elegan. “Harus dipahami bahwa perjuangan membela bangsa dan agama belum berakhir tak akan pernah selesai, lebih-lebih saat ini persoalan? bangsa semakin rumit,” ucapnya.

Perjuangan Membela Bangsa Tak Pernah Berujung (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Membela Bangsa Tak Pernah Berujung (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Membela Bangsa Tak Pernah Berujung

Sementara itu, Ketua PMII Komisariat Universitas Jember, Davin Akhmad N. menegaskan bahwa PKD tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas peserta agar mampu menjadi kader mujahid yang siap membela bangsa dan negara guna mencapai keadilan sosial dan kesejahteraan bersama.

Kader PMII, katanya, mempunyai tanggung jawab moral untuk mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik. “Satu lagi, kader PMII juga punya tugas yang melekat, yaitu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar berdasarkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah,” jelasnya.

IMNU Tegal

PKD berskala regional Jawa Timur yang diikuti oleh 54 peserta tersebut bertema “Mencetak Kader Berintelektual yang Mampu Mengikuti Irama Gelombang Dengan Landasan Aswaja”. Pelatihan yang berlangsung selama 4 hari tersebut, tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tapi peserta juga dilatih menjalankan varian advokasi dengan simulasi unjuk rasa. “Agar peserta tahu bagaimana caranya menyampaikan pendapat yang efektif, benar dan beretika,” lanjut Davin. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, RMI NU IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Selama Ramadhan, STISNU Nusantara Adakan Pengajian Metodologi Tafsir

Tangerang, IMNU Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten mengadakan kegiatan ngaji posonan atau pasaran di kampus dalam mengisi kegiatan Bulan Ramadhan 1437 H. Ramadhan kali ini, Perguruan Tinggi NU tersebut mengkaji Kitab Metodologi Tafsir.?

H Muhamad Qustulani, Pembantu Ketua Bidang Akademik menjelaskan bahwa kegiatan posonan atau pasaran di kampus STISNU sudah menjadi rutinitas di setiap bulan puasa. Tahun lalu kajiannya ushul fiqih, dibaca oleh KH M. Mahrusillah. Pada tahun ini, yatu metode tafsir, langsung diampu oleh Katib Syuriyah NU Kota Tangerang, KH Arif Hidayat.

Selama Ramadhan, STISNU Nusantara Adakan Pengajian Metodologi Tafsir (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, STISNU Nusantara Adakan Pengajian Metodologi Tafsir (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, STISNU Nusantara Adakan Pengajian Metodologi Tafsir

"Harapannya, di bulan puasa ini mahasiswa dapat menggali potensi diri dengan mengaji tafsir al Quran. Insya Allah, akan lebih bermakna dan bernilai jika diisi dengan taklim," ujar Qustulani.

KH Arif Hidayat, murabbi pengajian menjelaskan bahwa pada pasaran kali ini mahasiswa akan dibekali cara mudah dalam menafsirkan al-Quran, menggunakan metode yang ? diberi nama TAQWA.?

IMNU Tegal

"Mahasiswa diharapkan akan lebih mudah memberikan materi pembelajaran al-Quran kepada siswa/siswi di sekolah nantinya. Insyaallah, lebih mudah dalam menejermahkan al-Quran," jelas Kiai Arif.

Tidak hanya itu, imbuhnya, pada pengajian ini juga akan dibahas kutipan-kutipan penafsiran yang diambil dari kitab tafsir mutabarah, seperti Ibnu Katsir, al-Qurthuby, Mafathil Ghaib Fakhruddin al-Razi, dan lain sebagainya.?

Pengajian ini direncanakan berlangsung selama 10 hari, mulai pukul 10.00 pagi sampai menjelang ashar yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa STISNU Nusantara. Adapun jika dari selain mahasiswa yang ingin mengikuti pengajian maka dipersilahkan dengan pintu terbuka. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Cerita, Daerah IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Kudus, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-67 Muslimat.

Jum’at (23/3) kemarin, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus, menggelar seminar penguatan Aswaja yang bertempat di SD Unggulan Muslimat ? NU Kudus.

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Koordinator Nasional Densus 26 Umaruddin Masdar, di depan peserta seminar yang sebagian besar pengurus Muslimat, guru ? PAUD, TK dan RA Muslimat se Kudus itu, menyebutkan beberapa alasan mengikuti NU dan seluruh tradisi keilmuan dan keagamaannya.

IMNU Tegal

Ia mengatakan menjadi warga ? NU berarti mengikuti tuntunan agama yang asasi yakni memuliakan ulama.Selain itu, bisa belajar dan mengambil ilmu agama yang otentik dan asli ? kepada yang benar-benar ahlinya (ulama).

IMNU Tegal

“Melalui NU ? kita bisa bersama ulama dan sholihin memahami dan menjalankan Islam secara kaffah,” tandas Umar seraya mengutip dalil Al Qur’an dan Hadits.

Sekarang ini, terang Umar, beragam ? bentuk ancaman dan tantangan telah mengancam amaliah ahlussunnah Wal jamaah. Diantaranya, ummat dibuat ragu terhadap ulama dan ajaran /amaliah keagamaannya sendiri.?

“Ada juga amaliah-amaliah NU dibd’ahkan,disesatkan,diharamkan, dimusyrikkan bahkan dikafirkan. kita harus waspada ini semua,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sebagian besar kitab-kitab ulama klasik banyak dipalsukan. Masjid-masjid ? NU berusaha direbut ? dan diganti oleh kelompok wahabi dengan mengganti ? keta’mirannya.

“Termasuk pula, mereka memberikan bantuan-bantuan ekonomi kepada warga NU dan menyusupi ajaran mereka di sekolah-sekolah umum.” ujar Umarudin.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Umar mengajak untuk selalu mempunyai keyakinan seraya ? teguh melaksanakan ? amalan-amalan Aswaja yang dianut oleh Nahdlatul Ulama.

“Kita harus teguh dan kuat menjalankan tradisi amalan-amalan ? NU dengan menunjukkan ciri khas yang sesuai ajaran Aswaja dan NU,” tegasnya lagi.

Sementara itu beberapa kegiatan yang terselenggara dalam rangkaian peringatan Harlah ke-67 Muslimat NU antara lain, lomba mars Muslimat dan administrasi, lomba anak-anak Tk/PAUD Muslimat, pelayanan KB Gratis, Manaqiban dan ziarah ke makam tokoh Muslimat ? dan NU.

Puncak acara pengajian umum dengan menghadirkan Mustasyar PBNU KH. Sya’roni Ahmadi dan Ketua Umum PP Muslimat ? Hj.Khofifah Indar Parawansa pada Jum’at, 29 Maret mendatang.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Cerita, Humor Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock