Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

Bandar Lampung, IMNU Tegal?

Lomba artikel Hari Santri Nasional yang digelar Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, masih ditunggu hingga 16 Oktober mendatang. Sementara pengumuman pemenang akan dipublish di website PWNU Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016.

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

"Kami masih menunggu artikel yang dikirimkan oleh peserta lomba. Sudah banyak yang konfirmasi, di antaranya menanyakan batas akhir pengiriman naskah," kata Rudi Santoso, salah seorang panitia lomba artikel LTN PWNU Lampung.

Rudi menjelaskan, naskah dikirim melalui email saja, yaitu ke email lombaartikelsantri@gmail.com. Peserta bisa memilih tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yaitu peran santri dalam membumikan Islam di Nusantara dulu dan sekarang, pondok pesantren sebagai ? kancah pengembangan pendidikan, dan santri dalam politik dan pembangunan di Indonesia.

Akademisi IAIN Raden Intan Lampung ini memaparkan, lomba ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu pertama, kategori mahasiswa, santri, dan pelajar. Hadiah berupa uang Rp 1 juta rupiah, paket buku, dan sertifikat untuk juara pertama. Sementara untuk juara kedua dan ketiga akan mendapat uang senilai Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu, berikut paket buku dan sertifikat.

IMNU Tegal

Ketegori kedua yaitu untuk umum, seperti akademisi, jurnalis, dan sebagainya. Adapun hadiah uang senilai Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga. ?

IMNU Tegal

Sama seperti kategori pertama, untuk kategori umum ini juga akan mendapat paket buku dan sertifikat. "Naskah para pemenang masing-masing kategori, dan naskah 10 besar, akan kami terbitkan menjadi buku," kata Rudi.

Ketentuan lomba, yaitu ? tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan, naskah minimal 1500 kata untuk mahasiswa/santri/pelajar dan minimal 3000 kata untuk umum. ? Peserta melampirkan riwayat hidup dan fotocopi KTP. Khusus mahasiswa/santri/pelajar/ melampirkan identitas diri berupa kartu tanda mahasiswa/kartu tanda pelajar/santri, surat keterangan dari pondok pesantren.

Dewan juri untuk lomba ini adalah KH Khairuddin Tahmid (Ketua MUI Lampung), Rudi Santoso (Dosen FH Universitas Lampung, dan Ila Fadilasari (jurnalis/ketua LTN). (Red: Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Jombang, IMNU Tegal. Untuk menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tengah menyiapkan Festival Pelajar NU (FPNU) se-Kecamatan Mojowarno.

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Festival dikemas dengan penampilan beberapa lomba, di antaranya lomba pidato, shalawat dan cerdas cermat antar siswa atau pelajar yang akan dihelat di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat. Saat ini kurang lebih dari 10 sekolah yang sudah mendaftar mengikuti masing-masing lomba tersebut.

Yanuar Setyawan, Ketua PAC IPNU Mojowarno mengatakan, kegiatan ini untuk mewadahi dan mengembangkan bakat-bakat pengurus ranting dan pengurus PAC, juga mengenalkan IPNU-IPPNU kepada para pelajar di Mojowarno.

IMNU Tegal

“Kita ingin bakat kader NU mulai ranting sampai PACNU bisa terwadahi, sekaligus kita juga ingin menyosialisasikan keberadaan IPNU-IPNNU kepada para pelajar di sini,” katanya kepada IMNU Tegal saat dihubungi, Ahad pagi (13/12).

IMNU Tegal

Yanuar, sapaan akrabnya menambahkan, tidak sedikit siswa di lembaga sekolah tingkat SMP/MTs dan MA/SMA Mojowarno mengenal tentang keberadaan IPNU-IPPNU setempat. “Festival ini juga sebagai media memperkenalkan kepada mereka untuk ikut bergabung di IPNU-IPPNU. Mereka adalah regenerasi kami,” tambahnya.

FPNU akan digelar pada 27 Desember 2015 mendatang. Namun, formulir agenda sudah disebarluaskan jauh hari sebelumnya karena untuk memaksimalkan kouta peserta. “Kita memang sengaja menyosialisasikan terkait festival ini mulai kemarin-kemarin, kami ingin semua lembaga sekolahan tingkat SMP/MTs dan MA/MAN supaya mendelegasikan semuanya,” tandasnya.

Di samping itu pihak penyelenggara juga membatasi usia setiap peserta, dimulai dari usia 12-16 tahun. Dan untuk hadiah dari masing-masing lomba mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan. Setiap lomba diambil 1 hingga 3 penampil terbaik.

Disinggung kriteria penilaian yang paling berpengaruh dari salah satu lomba, ia mengungkapkan setiap peserta harus bisa beretika, baik dari pakaian dan sikap di depan juri. “Adab/etika dalam berpidato dan bershalawat harus sopan, juga perform yang bagus,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Lomba, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti

Jakarta, IMNU Tegal. Ada yang menarik dari seminar pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri (KTIS) beberapa hari lalu. Pasalnya, di antara kesepuluh penulis dari pesantren ini ternyata ada yang masih duduk di bangku Aliyah (setingkat SMA). Ya, santri cantik bernama Siti Afifah Adnan (17) ini tercatat sebagai santri kelas VI Pesantren Putri Ibnul Qoyyim Yogyakarta.

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti

Afifah merupakan nominator termuda KTIS yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Di usianya yang ke-17, gadis mungil yang cerdas ini telah memiliki karya di tingkat nasional.

Kepada IMNU Tegal, dara kelahiran Bogor, 9 Januari 1997 ini mengaku sangat mencintai dunia tulis-menulis sejak mulai mondok di Yogyakarta. Selain menulis, ia aktif juga di organisasi santri di pesantrennya. Afifah mulai mengenal dunia tulis-menulis itu dari Sagasitas atau komunitas peneliti muda Daerah Istimewa Yogyakarta.

IMNU Tegal

Sagasitas, lanjut Afifah, adalah suatu komunitas di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang berfungsi sebagai sebuah rumah dan wadah bagi siswa dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan siswa.

IMNU Tegal

“Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini salah satunya adalah melakukan berbagai penelitian. Sagasitas ternyata tidak hanya berisi peneliti-peneliti muda hebat, namun juga memiliki kemampuan lain yang mengesankan,” tutur dara berkacamata ini.

“Ada seorang kakak senior bernama Mbak Ifa yang mengajarkan sekaligus membimbing saya untuk menulis. Dia alumni Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI),” ungkapnya.

Saat dinyatakan lolos seleksi proposal penelitian KTIS, Afifah merasa senang sekali. Meski demikian, ia melihat ada tantangan dan tanggung jawab berat di pundaknya. “Jadi, empat bulan ke depan sejak pengumuman saya merasa ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan, yaitu penelitian,” ujarnya.

Ia merasa bangga sekaligus merasa ada cambuk untuk segera menulis karya ilmiah tersebut. Bagi dia, dengan adanya deadline empat bulan, praktis tak ada waktu bermalas-malasan. “Waktu jadi sangat berharga untuk terus belajar dan belajar,” ucap gadis yang bercita-cita kuliah di UGM dan menjadi peneliti ini.

Menurut Afifah, tantangan dalam menulis adalah susahnya mencari referensi. Ia bahkan rela berkeliling ke beberapa perpustakaan di Kota Pelajar, mulai perpustakaan kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga miliki Pemerintah Kota. Saat pencarian mentok, ia lalu kembali ke perpustakaan pesantren. “Ternyata, di pondok malah ada. Tapi saya jadi senang bisa berkunjung ke perpus besar di kampus,” ujarnya riang.

Dalam menyusun penelitian, Afifah dibantu teman sekelasnya, Zahro, asal Kalimantan Barat. Ia berharap, kegiatan KTIS ini bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. “Adik-adik kelas saya bahkan sudah pada tanya, kapan diadakan lagi. Bahkan, di antara mereka ada yang sudah nulis proposal penelitian,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim

Pati, IMNU Tegal. Mahasiswa bukanlah kelompok pemuda dan akademisi intelektual yang memiliki nalar kritis saja. Mahasiswa idealnya juga bukan mereka dengan wawasan keagamaan yang minim sehingga menunjukkan sikap dan tindakan yang ekstrim. Mahasiswa merupakan generasi produktif yang mampu memberikan kemaslahatan pada negara dan umat manusia.

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim

Demikianlah gelora semangat yang diorasikan Ketua Umum Jamiyyah Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN), KH Hamdani Muin dalam halaqah santri Mahad Jamiah Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati, Senin (2/5). Halaqah tersebut dihadiri para santri mahad, mahasiswa, dosen Ipmafa dan sejumlah mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Hamdani diundang dalam rangka memperkuat khasanah nilai-nilai pesantren berbasis tashawuf pada para mahasiswa dan santri Ipmafa. Pengasuh Mahad Jamiah, KH Umar Farouq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KH M.A. Sahal Mahfudz termasuk salah satu ahli thariqah yang alim. Sehingga sudah sepantasnya nilai-nilai tasawuf yang suci dimiliki para santri dan mahasiswa Ipmafa.

Sementara Dimyati, Wakil Rektor I Ipmafa menegaskan bahwa pemahaman tentang thariqah mengalami stagnasi jika dipadang dari sudut orientalis yang melihat bahwa thariqah menjauh dari kehidupan dunia. Padahal dalam Islam, thariqah diumpamakan sebagai jalan atau proses menuju tujuan yang hakiki.

Hamdani mengawali paparannya dengan mengisahkan sejarah berdirinya MATAN yang melalui proses cukup serius. Matan berdiri karena mendapat amanat langsung dari Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Pada tahun 2012 MATAN resmi didirikan oleh KH Habib Lutfi. Salah satu tujuan MATAN agar para pemuda Muslim memiliki sinergitas antara intelektualitas dan spiritualitas.

IMNU Tegal

Melalui thariqah MATAN, akan bermunculan kader-kader dai yang dapat membangkitkan dunia Islam dan perdamaian dunia. Karena dalam thariqah, pendekatan yang dipakai adalah mahabbah atau cintakasih. "Jika tarekat bangkit, itu artinya adalah kebangkitan Islam dunia. Perdamaian dunia dapat diraih dengan penerapan nilai tashawuf yang berlandaskan mahabbah. Cinta adalah memberi dan berkorban. Sedangkan tanpa tashawuf paradigmanya adalah kepemilikan,” papar KH Hamdani.

Lebih lanjut, Hamdani menegaskan bahwa berthariqah bukan untuk menikmati kepuasan spiritualitas. Beberapa prinsip yang harus dilakukan seorang dalam berthariqah adalah tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama sekaligus ilmu sains. Dengan demikian akan muncul mursyid-mursyid yang ahli dalam bidang keilmuannya.?

Hal itu dapat dicontoh dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang merupakan ahli geologi dan banyak ulama lainnya. Kewajiban lain dalam thariqah adalah mulazamatul adzkar, atau wiridan agar hubungan antara hamba dan Allah Sang Rabb selalu terjaga dengan baik.

IMNU Tegal

Dalam thariqah ini terdapat tiga tahapan yang akan dilalui seorang salik (pelaku thariqah) meliputi adab yakni mengikuti akhlak Rasulullah dengan menyucikan hati dan jiwa, kemudian iltizamut thoah yakni selalu siap dalam ketaatan, dan terakhir al-wushul ilallah atau meraih kenikmatan hakikat karena sampai dalam perlindungan Allah SWT. (Isyrokh Fuaidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Berita, Meme Islam, Nusantara IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, IMNU Tegal. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

IMNU Tegal

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

IMNU Tegal

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Oleh Muhammad Sahlan



Sebelum lebih jauh membahas radikalisasi tentunya penting diterangkan istilah radikalisasi secara singkat terlebih dahulu. Menurut Afif Muhammad, radikal berasal dari kata radic yang berarti akar, dan radikal sendiri adalah sesuatu yang mendasar atau hingga sampai ke akar-akarnya. Penyusunan predikat “radikal” dapat dikenakan pada pemikiran, yang kemudian ada istilah “pemikiran radikal”, dapat juga pada gerakan, yang kemudian disebut “gerakan radikal”. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, radikal diartikan sebagai (a) fundamental, mendasar, primer, esensial, kardinal, vital, drastis; (b) ekstrim, fanatik, keras, militan, revolusioner; (c) liberal, maju, progresif, reformis, terbuka; (d) (kaum, orang) ekstrimis, reaksioner, revolusioner. Dengan demikian radikalisme dapat diartikan sebagai sebuah paham atau aliran keras yang ingin melakukan sebuah perubahan sosial atau politik dengan cara cepat, drastis, keras, dan ekstrem.

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Dalam konteks radikalisme Islam, adalah upaya orang atau sekelompok orang Islam tertentu yang ingin menerapkan ideologi (syariat Islam) dengan cara cepat, keras, dan ekstrem tanpa melihat atau menerima ide-ide lain dengan berdalih agama. Hal ini bisa menjadi bencana besar bagi ketentraman manusia, jika ditilik kembali tentang definisi kebenaran menurut kelompok radikal. Pemahaman kebenaran dalam agama adalah berasal dari Tuhan. Sedangkan firman Tuhan ada dalam kitab suci. Kemudian, apabila kitab suci mempunyai beberapa tafsir yang berbeda, maka bagi radikalisme agama, paham kelompoknya-lah yang dianggap paling benar. Dengan demikian, jikalau terdapat beberapa kelompok orang ? yang berpaham agama secara radikal, kemungkinan berikutnya adalah terjadi sebuah clash atau benturan fisik yang mengakibatkan kekerasan dan perang saudara. Hal ini akan mengakibatkan zaman jahiliah terulang kembali oleh peperangan dan pembunuhan.

Dari pemaparan fakta-fakta radikalisme di Indonesia saat ini menunjukkan bagaimana bangsa Indonesia telah mengalami ancaman besar dari sisi pemuda, yang digadang-gadang sebagai “tulang punggung bangsa”. Merebaknya fenomena radikalisasi Islam di kalangan pemuda terutama terjadi di kampus-kampus besar merupakan sebuah kecolongan besar bagi masa depan bangsa, di mana mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan. Jika hal ini terus terjadi kemungkinan besar Pancasila sebagai Philosophische Grondslag atau dasar negara akan segera tergantikan oleh syariat Islam atau khilafah melalui pemimpin-pemimpin yang berpaham fundamental. Dan kemungkinan buruk selanjutnya sesuai premis awal tentang radikalisme, Indonesia akan mengalami beberapa peperangan, benturan fisik, dan pembunuhan antaragama yang ada. Hal ini bisa terjadi karena kondisi masyarakat Indonesia yang beragam, banyak agama juga aliranya.

Pentingnya Semangat Pancasila sebagai Kontinuitas Pembangunan Bangsa

IMNU Tegal

Seorang ahli sosial Indonesia, Ignas Kleden menyatakan bahwa kebudayaan adalah dialektika antara ketenangan dan kegelisahan, antara penemuan dan pencarian, antara integrasi dan disintegrasi, antara tradisi dan reformasi, yang dengan kata lain kedua hal tersebut akan selalu diperlukan. Misalkan jika tanpa tradisi atau integrasi, suatu kebudayaan akan menjadi tanpa identitas, sedangkan tanpa suatu reformasi atau disintegrasi suatu kebudayaan akan kehilangan kemungkinan berkembang dalam merespon jaman dan paksaan perubahan sosial.?

Sebuah negara tidak akan menjadi lebih baik, lebih matang, dan lebih kuat dalam hal kebudayaan apabila setiap hasil kebudayaan yang ada atau kebudayaan masa lalu selalu diganti dengan sebuah kebudayaan baru dengan terus menerus. Kondisi ini telah dan masih terjadi di Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Kleden, mengapa sejarah kebudayaan Indonesia modern pada hakikatnya adalah sejarah tanpa kontinuitas. Penyebabnya adalah setiap generasi selalu berusaha membangun sebuah tradisi baru dari nol (awal) dan bukan melakukan dilektika terhadap tradisi sebelumnya. Sikap (1) penolakan terhadap tradisi kebudayaan yang ada atau masa lalu atas dasar semangat modern dapat dilihat dari beberapa kasus misalnya, sering dikutipkanya pemikiran tokoh ekonom Barat daripada Hatta, sering dikutipnya pemikiran nasionalisme ahli Barat daripada Soekarno, sering dikutipnya pemikiran Islam transnasional daripada kiai-kiai yang ada di Indonesia, sering dikutipnya pemikiran kebudayaan Barat daripada (misalnya) pemikiran Ignas Kleden ini, dan masih banyak kasus-kasus penolakan tradisi lainya.

Sikap (2) konservatif alias selalu mempertahankan tradisi kebudayaan masa lalu, dapat dilihat dalam masyarakat yang tidak mau menerima semangat modern: materialis, rasional, dan individual yang memang perlu diserap di era saat ini. Konservatif terhadap tradisi akan berakibat juga dalam tersingkirnya masyarakat tertentu dari pertarungan global. Yang menjadi sebuah catatan dan poin penting adalah sikap masyarakat Indonesia seharusnya bisa berada dalam posisi moderat, dengan melanjutkan tradisi yang sudah ada, melakukan kritik terhadapnya, juga berinovasi.

IMNU Tegal

Ditarik dalam konteks tema ini, Pancasila adalah sebuah hasil pemikiran tokoh pendiri Indonesia dalam merumuskan dasar negara dan pandangan hidup yang juga bisa disebut hasil kebudayaan bangsa Indonesia. Lebih dari itu Pancasila diciptakan sebagai dasar negara yang dimaksud sebagai fondasi negara yang kuat (ideologi), agar rumah kebangsaan yang bernama negara Indonesia dapat kokoh dan abadi, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kemudian dalam membangun negara dan peradaban tanpa didasari dengan semangat transendental (ketuhanan) dan prinsip-prinsip ruhiah yang kuat adalah ibarat membangun bangunan istana yang rapuh. Sehingga Pancasila merupakan sesuatu yang jelas pokok dan sakral, tidak bisa diubah dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu upaya mengganti sebuah dasar negara dengan dasar yang lain sama saja menghancurkan negara Indonesia.

Dari sisi sejarah, pembentukan Pancasila melalui perdebatan cukup menegangkan. Perumusan Pancasila mengalami beberapa ketegangan antara tokoh dari umat muslim dan non-Muslim ? dalam menetapkan sila pertama Piagam Jakarta (cikal bakal Pancasila), ? yakni “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Akhirnya dengan usaha keras persuasi Soekarno terhadap perwakilan tokoh Islam di detik-detik awal kemerdekaan Indonesia, tujuh kata di belakang ketuhanan dihapus demi persatuan dan kesatuan mengingat Indonesia baru merdeka. Usaha ini juga jelas menggarisbawahi bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari warga Muslim—meskipun Islam adalah mayoritas—bahwa ada penganut agama-agama lain yang hidup di Indonesia. Mereka semua sebagai warga negara harus memiliki hak yang sama. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan Khilafah misalnya, adalah upaya untuk mendiskreditkan pemeluk agama lain atau kelompok lain dalam negara baru yang dicita-citakan oleh kelompok tertentu.

Kembali lagi pada gagasan yang diangkat oleh Kleden tentang kontinuitas tradisi, dengan melakukan kritik terhadap tradisi yang sudah ada, kemudian melakukan reformasi tradisi agar lebih baru dan maju merupakan sebuah upaya positif dalam urun pembangunan. Konsep ini memiliki kesamaan dengan usul fiqih yang menjadi doktrin organisasi kegamaan Islam Nahdlatuh Ulama (NU), al-mukhafadhatu ala-alqadimisshalih wa-alakhdu bil jadidi al-aslah yang artinya memelihara yang lama yang baik dan mengadopsi yang baru dan baik. Konsep “menjaga yang baik” di sini bisa disamakan dengan tetap bertradisi dengan mengkritik tradisi yang tidak kontekstual tentunya bentuk atau kemasanya saja, dan “mengambil yang lebih baik” di sini bisa disamakan dengan melakukan upaya perubahan mencari dan menemukan inovasi baru agar tetap eksis dalam perubahan zaman.

Pemahaman seperti Kleden dan NU tentang kebudayaan di atas dapat menjadi semangat positif dalam melanjutkan tradisi yang sudah ada (Pancasila). Mestinya dengan melakukan kritik dan tafsir ulang untuk disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Bentuk konkrit sikap ini, misalnya adalah melanjutkan pemikiran-pemikiran yang telah digagas, semisal Ekonomi Kerakyatan oleh Hatta, Dawam Raharjo, Mobyarto, dsb; Kebudayaan oleh STA, Kleden, Pram, Rendra, Ronggowarsito (Jawa) dsb; Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara, Dr Soetomo, dsb; Filsafat oleh Suryomentaram (Jawa) dsb; Islam oleh Hasyim Asyari, A. Dahlan, Mustofa Bisri, dsb; dan bidang-bidang sosial lainya di mana sesuai dengan konteks sosial budaya Indonesia itu sendiri.

Oleh sebab itu, semangat Pancasila menjadi penting sebagai usaha warga negara dalam memajukan bangsa dan menolak gerakan radikalisme agama. Gerakan radikalisme dalam beberapa kasus juga ingin menyuarakan permasalahan sosial bangsa yang sudah sangat pelik. Lalu, mereka memberi solusi dengan ikut bergabung dalam gerakanya. Dan puncaknya adalah penerapan khilafah atau syariat Islam di dalam negara sebagai solusi atas tidak becusnya sistem demokrasi dan ideologi Pancasila. Namun, apakah sistem baru yang ditawarkan sudah teruji atau diterapkan dengan hasil sebuah kemakmuran bangsa? Tentunya, biaya “peperangan antar suku, agama, aliran” belum juga kegagalan yang diakibatkan, kepentingan global yang mendompleng dibaliknya, lebih baik dialihkan pada usaha kongkrit dalam mengembangkan tradisi yang sudah ada. Terakhir, sebagai negara yang sudah berusia 72 tahun, Indonesia haruslah sudah mandiri di segala bidang. Untuk itu, berusaha berdikari dengan Pancasila adalah suatu keharusan.

“Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing. Diktat-diktat hanya boleh memberi metode, tetapi kita sendiri musti merumuskan keadaan” (Rendra, Sajak Sebatang Lisong).

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Meme Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock