Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

Jombang, IMNU Tegal. Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur berencana akan menerapkan home visit (kunjungan rumah) ke beberapa tempat tinggal pasien yang sudah dirawat RSNU sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk menjalin shilaturahim kepada pasien dan keluarga, di samping mengecek ulang kondisi masing-masing pasien yang dikunjungi.

Penerapan home visit akan dimulai selambat-lambatnya pada pekan ini dengan membawa fasilitas lengkap untuk pemeriksaan kondisi pasien. Di antaranya ambulans khusus, dokter, dan alat-alat pemeriksaan seperti tensi darah, tes labporat, stetoskop, dan timbangan badan.

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Akan Terapkan Home Visit

H Syaifullah Isbari, penanggung jawab kegiatan ini mengatakan, pasien yang akan dikunjungi kurang lebih dari 30 pasien, terhitung sejak dua bulan lalu. Ia menambahkan, jumlah kunjungan tersebut bisa bertambah sesuai dengan kesiapan pihak rumah sakit pada beberapa bulan kemudian, pasalnya kegiatan ini akan dirutinkan dan akan membantu penilaian masyarakat tentang keberadaan rumah sakit ini dalam melakukan aktivitas operasi.

IMNU Tegal

“Karena pertama kali kita melakukan ini, untuk kuota kunjungan kepada pasien bisa saja bertambah pada kunjungan selanjutnya, yang jelas kami akan menyesuaikan dengan persiapan-persiapan dari rumah sakit ini,” katanya kepada IMNU Tegal saat ditemui di kantornya di Jombang, Senin (4/1) siang.

Rencananya, pihak RSNU Jombang akan berkunjung setiap hari sekurang-kurangnya kepada lima pasien dimulai dari wilayah kecamatan terdekat. Syaifullah mengemukakan bahwa kunjungan pasien dari berbagai kecamatan tidak seimbang. Mayoritas jumlah kunjungan pasien terbanyak berasal dari daerah yang jauh dari RSNU Jombang.

IMNU Tegal

“Seperti halnya kecamatan Jogoroto dibandingkan Ngoro malah lebih banyak Ngoro. Di Ngoro mencapai 1360 pengunjung selama tahun 2015, sedangkan di Jogoroto hanya 692 pengunjung,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah IMNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Kata banyak kalangan, melaksanakan puasa Ramadhan di manapun itu sama saja, yang membedakan hanyalah niat dan amalan lain yang ingin dilakukan. Tapi, bagi para muslim yang berada di negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim, tentu tidak demikian. Tak ada gema adzan, tak ada gema riuh suara sahur, dan tak ada lagi suasa keramaian saat berbuka bersama sanak keluarga.

Bandingan ketika mereka masih ada di Indonesia, semuanya bisa dinikmati tanpa kurang satupun bahkan bisa dibilang itu "suasana yang dirindukan tiba".

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Saat Ramadhan pertama tiba, puasa di negeri beton ini pun terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, ratusan manusia mengelilingi jalan dengan melahap makanannya di tangan, ratusan kedai makan seolah tak mau tahu urusan pribadi seseorang. Begitulah mirisnya, tapi sebagai seorang muslim yang teguh tentu saja itu semua bukan halangan. Saat senja tiba, berbuka puasa pun terasa nikmat walau ala kadarnya, hingga tarawih yang dilakukan seorang diri.

Negeri ini sebenarnya juga punya masjid, tapi hanya beberapa dan bisa dihitung pakai jari, bilangannya pun tak lebih dari angka 5. Miris, tapi ya sebagai muslim yang baik seharusnya bersyukur, ternyata di sini masih ada bangunan masjid yang berdiri kokoh dengan penuh jamaahnya.

IMNU Tegal

Dalam lubuk hati terdalam, siapa sih yang tidak ingin memijakkan kaki di “rumah Allah” ini, semua pasti ingin memasukinya, begitupun saya. Tapi sayang seribu sayang, masjidnya jauh dan tak bisa selalu pergi kesana dalam waktu-waktu ibadah.

Waktu terus berjalan, puasa dan cuaca bisa dibilang saling bergandengan tangan, tak terasa kini mendekati detik-detik akhir Ramadhan. Sebenarnya tak ada perasaan apapun ketika Ramadhan pergi, hanya saja dalam hati sering berbisik "Andai negeri ini mayoritas penduduknya adalah muslim, mungkin kita tak akan sengsara untuk menapaki kaki menuju masjid dan melakukan ibadah lainnya."

IMNU Tegal

Tapi ini realita, apapun itu harapannya hanya satu, semoga Allah SWT menerima amal ibadah semua muslimin dan muslimat di negeri ini walau dengan seribu keterbatasannya. Berharap mendapatkan pahala yang melimpah di malam-malam Lailatul Qadar. Berharap mendapatkan kemantapan hati untuk selalu istiqamah di manapun dan dalam keadaan apapun dan yang terpenting agar kita semua yang ada di negeri ini selalu diberi kemantapan iman dan Islamnya.

Sampai jumpa lagi Ramadhan, walau tak seistimewa di negeri sendiri tapi kita semua masih merindukanmu, masih ingin selalu bertemu di setiap tahunnya. Aamiin Yaa Rabbalalamiin..

Hong Kong, 15 July 2015

Pengirim: Rina Nur Widayanti

Keterangan Foto: Masjid Kowloon, Hong Kong.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Santri, Lomba IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Jakarta, IMNU Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meskipun memperlambat pencairan dana desa 2017 tahap pertama, namun perubahan ini akan mempercepat pencairan dana desa di masa mendatang.

“Kami menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa yang semula dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke KPPN (kantor pelayanan perbendaharaan negara),” ujar Menteri Eko di Jakarta, Kamis (6/4).

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Eko menjelaskan pola pencairan dana desa awalnya dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dari RKUD baru kemudian disalurkan ke Rekening Kas Desa (RKD). Pola ini bisa jadi sangat tersentral dan berpotensi menghambat pencairan karena di saat-saat tertentu traffic pencairan dana desa akan sangat padat, terutama ditingkat kabupaten.

IMNU Tegal

Dengan perubahan pencairan di mana nantinya KPPN yang akan melayani pencairan ke RKUD maka proses pelayanan akan lebih cepat karena jaringan KPPN banyak tersebar di berbagai daerah.

“Ada sekitar 171 KPPN di seluruh Indonesia yang akan melayani pencairan dana desa ke RKUD di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian jika ada masalah administratif atau lainnya pemerintah kabupaten/kota tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengurusnya tetapi ke KPPN regional terdekat sehingga menghemat waktu dan biaya,” katanya.

IMNU Tegal

Terkait penundaan pencairan DD tahap pertama karena perubahan pola ini, Eko meminta pemerintah daerah dan pemerintah desa bersabar. Pemerintah daerah punya waktu lebih lama untuk memenuhi persyaratan pencairan dana desa seperti yang diminta Kementerian Keuangan seperti dicantumkannya dana desa dalam APBD dan penerbitan peraturan kepala daerah, peraturan bupati atau wali kota, tentang pembagian tata cara pembagian dan alokasi dana desa setiap desa.

Sedangkan pemerintah desa tetap menjalankan aktivitas pemerintahan sambil menunggu proses pencairan dana desa. “Kami berharap pencairan dana desa pertengahan April seperti yang disampaikan Kementerian Keuangan bisa terealisasi, dan tidak tertunda lagi agar masyarakat desa tidak dirugikan atas keterlambatannya,” katanya.

Untuk diketahui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menunda pencairan dana desa karena melakukan perubahan mekanisme pencairan. Perubahan mekanisme ini dilakukan agar pencairan dana desa akan lebih efektif dan efisien.

Diperkirakan pencairan dana desa tahap pertama yang dijadwalkan akhir Maret lalu baru bisa dicairkan pertengahan April mendatang. Sedangkan pencairan dana desa tahap kedua tidak mengalami perubahan di mana akan disalurkan pada pertengahan Agustus mendatang. Untuk tahun 2017 ini pemerintah mengalokasikan Rp60 triliun untuk dana desa. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, PonPes IMNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Garut, IMNU Tegal - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

IMNU Tegal

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo dan Muhammad Afif Bobby merupakan tanda Kekuasan Allah.

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

“Pernikahan Ananda Kahiyang Ayu dan Muhammad Afif Bobby Nasution yang kita hadiri adalah salah satu tanda kebesaran dan keagungan allah,” kata Kiai Said saat memberikan tausiyah pernikahan di gedung Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11).

Pernikahan tersebut, lanjut Kiai Said juga sebagai bentuk adanay Islam Nusantara, karena menyatunya dua kebudayaan dan pelaksanaan pernikahan secara adat.

“Pernikahan selain menyatukan Mas Boby dan Kahiyang secara jasmani, juga pertemuan khuluq (akhlak), budaya, peradaban, dan kepribadian,” sambung Kiai Said.

Kiai Said mengingatkan, dalam pernikahan akan membangun rumah sebagai tempat tinggal atau  rumah tangga, yang orang Jawa menyebutnya omah-omah. 

IMNU Tegal

“Saya yakin Ananda Kahiyang dan Bobby menempati rumah yang bagus nyaman. Tapi itu tidak ada artinya kecuali kalau ada sakinah,” Kiai Said meneruskan.

IMNU Tegal

Sakinah tersebut terwujud dalam ketenangan di hati para penghuninya.

Terakhir, Kiai Said mengingatkan kedua mempelai agar saling menjaga dan melindungi.

“Istri adalah pakaian bagi istri. Artinya harus menutupi merahasiakan dengan rapat kekurangan suami. Begitu juga suami harus menutupi rahasia istrinya,” urai Kiai Said.

Ia mengatakan paling bahaya bila suami menceritakan kekurangan istrinya kepada orang lain apalagi orang lain itu perempuan. Demikian juga bila istri menceritakan kekurangan suaminya kepada orang lain, terlebih orang lain itu adalah laki-laki. 

“Itu adalah awal petaka dalam rumah tangga,” tegas Kiai Said.

Ia berpesan pernikahan tersebut melahirkan keturunan bermartabat, beradab, dan  berguna bagi bangsa dan agama dan dilimpahi rizki yang halal.

Pernikahan Kahiyang dan Bobby dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden Jusuf Kala, KH Maruf Amin, Gus Mus, Buya Syafii Maarif, Alisa Wahid. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Kiai IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Harlah NU di Kalbar Sukses

Pontianak, IMNU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, pelaksanaan rangkaian acara peringatan hari lahir (harlah) NU di Pontianak Convention Centre (PCC), Rabu (20/2) kemarin, yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berlangsung sukses.

Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU di Kalbar Sukses (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU di Kalbar Sukses

"Alhamdulillah, Harlah kemarin berjalan sukses. Ribuan warga hadir dalam acara itu. Bagi saya, itu adalah bakti NU untuk masyarakat Kalbar," kata M Zeet di sela-sela acara Tour de Khatulistiwa Pontianak, Jumat (23/2).

Dijelaskan M Zeet yang juga Sekda Kalbar, hari pertama rangkaian peringatan harlah, NU membuka klinik di kantor PWNU. Dalam acara itu dilakukan donor darah dan pengobatan massal. Antusias masyarakat sangat tinggi.

IMNU Tegal

"Di sini kita buktikan bahwa NU aktif terlibat untuk kemaslahatan masyarakat. NU memberikan darma bakti bagi kesehatan untuk rakyat Kalbar," jelas pria berdarah Arab ini.

IMNU Tegal

Sukses donor darah dan pengobatan massal itu, NU menggelar Tabligh Akbar. Tidak kurang dua ribu masyarakat menghadiri acara itu. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memberikan taushiyah.

"Pak Kiai mengajak seluruh umat Islam Kalbar menjunjung tinggi kebersamaan. Kalbar beragam etnis dan agama. NU harus memperlihatkan wajah yang humanis dan rahmatanlilalamin," ajak KH Said ditirukan M Zeet.

Dalam acara itu juga, istri Gubernur Kalbar Ny Federika Cornelis hadir. Kehadiran the first lady Kalbar ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua PMI Kalbar. Harlah NU kali ini bekerja sama dengan PMI Kalbar.

Tak ketinggalan hadir tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO) ikut hadir. OSO yang juga Ketua Dewan Mustasyar NU Kalbar ini menyatakan, NU ormas terbesar di Indonesia.

"Ormas Islam terbesar di Indonesia adalah NU. Gabung di NU artinya dekat sama ulama. Ulama adalah pewaris nabi," kata OSO ditirukan M Zeet.

Harapan NU Kalbar, untuk Harlah berikutnya akan dikemas sebaik mungkin. Tentu akan lebih menitikberatkan pada bakti untuk masyarakat. NU harus memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat Kalbar.

"Kita tidak mau NU punya nama besar tapi hanya sedikit memberikan manfaat untuk masyarakat. Hal inilah yang terus kita dorong agar NU semakin besar," harap M Zeet yang juga Ketua Forki Kalbar.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Sunnah IMNU Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Jombang, IMNU Tegal. Kenakalan siswa tidak selamanya berdampak negatif. Salah satunya aksi corat-coret yang biasanya dilakukan menyambut kelulusan Ujian Nasional seperti sekarang. Jika diarahkan dengan benar, maka bisa menjadi sebuah prestasi. Ini yang dibuktikan beberapa siswa dari Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah (MASS) Seblak. 

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hobi Corat-Coret, Juara Kedua Lomba Jurnalistik

Dengan beranggotakan beberapa siswa yang terkenal dengan aksi corat-coretnya, tim yang dikirim justeru diraih juara kedua pada lomba jurnalistik, Jumat (25/5). Penyelenggaranya adalah media nasional yang berpusat di Jakarta bekerja sama dengan Pesantren Tebuireng Jombang. 

Lomba yang diikuti perwakilan dari madrasah aliyah, SMA dan perwakilan beberapa kampus ini digelar di Gedung Yusuf Hasyim. Tim yang terdiri dari 12 siswa ini sebelumnya juga mengikuti diklat jurnalistik sejak Selasa (22/5). Kegiatan ini menghadirkan tim fasilitator langsung dari Jakarta. “Para peserta juga datang dari berbagai daerah,” kata Umar Bakri, ketua tim MASS Seblak. 

IMNU Tegal

Materi yang disampaikan terkait penyusunan berita. Baik saat masih mencari ataupun saat penulisan berita. Termasuk di antaranya masalah struktur dan cara kerja dewan redaksi. Komposisi pelatihan yang diberikan adalah 20 persen teori dan 80 persen praktek di lapangan.   

IMNU Tegal

Dalam tugas terakhir penyusunan berita, tim MASS Seblak menamakan koran karyanya dengan SPEKTA. “Itu merupakan singkatan dari Seblak spektakuler dan pecinta al-Qur’an,” ujar ketua OSIS ini. Diakui Bakri, untuk sekedar menentukan nama koran, tim redaksi dari MASS Seblak juga terlibat perdebatan sengit. Meskipun diakuinya tim-tim yang lain menentukan nama koran seolah tidak serius. “Bahkan terkesan namanya lucu dan tidak mengandung nilai filosofi,” imbuhnya. 

Berita yang dimuat adalah lima tema. Yaitu terkait musik banjari sebagai headline, radio sebagai media dakwah, pedagang kaki lima di sekitar makam Gus Dur, profil pengasuh Pesantren Seblak dan jilbab model rubu’ sebagai feature. “Tapi berdasar penilaian para dewan juri, feature tentang rubu’ yang memperoleh nilai tertinggi,” kata Irna Nailun Najjaha, anggota tim. 

Kelima berita itu harus selesai tepat waktu. Ketepatan penyelesaian ini menjadi aspek penilian tersendiri. Siswa yang akrab dipanggil Irna ini mengaku harus kerja keras agar penyusunan koran tidak molor. “Teman-teman sampai harus begadang untuk memenuhi deadline itu,” ucapnya.

Terlebih, dewan juri yang menilai bukan dari tim media itu sendiri. “Tetapi dari para pembaca yang sengaja datang untuk menilai hasil kerja keras para peserta,” ujarnya. Dengan beragam latar belakang ini, pembaca tentu akan menilai lebih berbobot terhadap hasil dari setiap tim. 

Nurul Muslimah, anggota tim lainnya, mengakui memang lomba kali ini adalah yang pertama diikuti. “Meski pertama kali, banyak pengalaman yang saya dapatkan, tidak cuma teori, tapi juga praktek,” katanya. Menulis berita, lanjut siswi dari Bau-Bau Sulawesi Selatan ini, ternyata tidak semudah membacanya. “Membuat koran ternyata tidak segampang yang dibayangkan,” ujarnya. 

Pelaksanaan diklat dan lomba yang digelar mulai pagi sampai petang hari juga menjadi catatan anggota tim ini. Dari kebiasaan yang kurang menghargai waktu, Laila Nailul Fauziah menjadi sangat mempehitungkan waktu dalam menulis berita. “Meski badan capek karena mondar-mandir dari pondok ke tempat acara, namun melalui perlombaan ini saya sadar harus menggunakan waktu dengan baik,” kata siswi dari Pasuruan yang akrab dipanggil Ela ini. 

Kepala sekolah MASS Seblak Nur Laili Rahmah mengakui bahwa pengalaman yang diperoleh siswanya memang sangat berharga. Mengingat lomba itu juga diikuti banyak peserta. “Bahkan ada juga tim dari beberapa perguruan tinggi. Jadi, jika mereka keluar sebagai juara kedua, itu saya kira sudah maksimal,” katanya. 

Perempuan berkacamata ini tidak henti-hentinya memotivasi siswanya agar kreativitas yang dimiliki bisa ditonjolkan. “Dengan berdiskusi menentukan nama koran saja, mereka akan belajar berdemokrasi dan menghargai pendapat temannya,” pungkasnya. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Sunnah, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock