Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang

Brebes, IMNU Tegal. Kepulangan jamaah haji Indonesia asal Brebes ternyata tidak lengkap, karena salah satu jamaah meninggal dunia. Satu orang lagi tertinggal dan lima orang pulang cepat. 

Namun pada intinya, semua proses perjalanan haji dari Kabupaten Brebes berjalan lancar dan sukses. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi penyelenggara haji dan umrah (garahaju) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes H Moh Aqso. 

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang

“Alhamdulillah, semalam pukul 22.00 jamaah kita sudah sampai di Islamic Center dan dijemput masing-masing keluarga,” terang di kantornya, Rabu (28/11).

IMNU Tegal

Lebih jauh Aqso menerangkan, jamaah yang meninggal dunia bernama Khodijah bin Maksudi (72) warga Slatri Rt 4 Rw I, Kec Larangan Brebes. Dia meninggal pada tanggal 12 Nopember lalu di Mekkah Arab Saudi karena sakit pada pukul 10.30 waktu setempat. 

IMNU Tegal

Sementara yang pulang cepat akibat sakit Khudori Sudaryo Carsiyem dan Ruisah Wastap Asy’ari keduanya warga Tegalglagah Rt 05/09 bulakamba Brebes, Darwen (Bantarkawung), Kartem (Paguyangan) dan Sofi suami dari Khodijah.

Sedangkkan seorang lagi Muslihah Ahmad tidak bisa pulang bersama-sama dengan kloter Brebes karena masih terbaring sakit di RS Hira Mekkah. “Mereka yang pulang cepat, sudah memenuhi rukun haji, tapi karena kondisinya tidak memungkinkan maka dipulangkan bersama kloter sebelumnya,” bebernya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, Pendidikan, AlaSantri IMNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Garut, IMNU Tegal - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

IMNU Tegal

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Pendidikan, Fragmen IMNU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Ultimatum, Calon dan Jurkam Harus Mundur dari Kepengurusan NU

Probolinggo, IMNU Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo terpilih KH Azis Fadol memberikan ultimatum dan garis tegas bagi pengurus harian NU selama lima tahun ke depan. Terutama dalam momen Pilwali Kota Probolinggo 2013 mendatang, jika akan maju harus pengurus harian NU harus mundur.

Menurutnya, pengurus harian NU ini meliputi Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Wakil Ketua dan Sekretaris. “Dalam AD/ART sudah dijelaskan, kalau dicalonkan harus lepas dari kepengurusan NU,” ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Kecamatan Kademangan ini saat dihubungi IMNU Tegal, Senin (3/12).

Ultimatum, Calon dan Jurkam Harus Mundur dari Kepengurusan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ultimatum, Calon dan Jurkam Harus Mundur dari Kepengurusan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ultimatum, Calon dan Jurkam Harus Mundur dari Kepengurusan NU

Selanjutnya posisi yang ditinggalkan pengurus tadi akan digantikan pengurus lainnya. Proses yang sama terjadi ketika Maksum Subani menggantikan Kiai Mafruddin Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan yang mengundurkan diri dari kepengurusan.

IMNU Tegal

Ketentuan yang sama berlaku bagi pengurus yang menjadi juru kampanye (jurkam) calon tertentu. Hanya saja, jika menjadi jurkam yang bersangkutan cukup nonaktif dari kepengurusan.

Meski demikian, bukan berarti pengurus NU tidak boleh terlibat dukung mendukung calon. Mereka tetap mendapatkan kebebasannya atas nama pribadi, tidak mengatasnamakan organisasi. “Kalau menjadi tim sukses, selama tidak membawa NU, tidak masalah,” terangnya.

IMNU Tegal

Menurut KH. Azis Fadol, ketentuan itu sesuai dengan komitmen khittah NU. “Tidak kemana-mana, tapi ada di mana-mana. NU tidak ke politik, terutama dalam Pilkada,” jelasnya.

Kiai Azis menyatakan perlu menyampaikan pernyataan tersebut pasalnya pada tahun 2013 mendatang warga nahdliyin terutama yang berada di Kota Probolinggo akan menghadapi Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Probolinggo.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, Warta, Kyai IMNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur

Way Kanan, IMNU Tegal?

Memperingati Hari Lahir KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Gusdurian Lampung menggelar Doa Lintas Agama Untuk Gus Dur dan Bakti Sosial Penyembuhan Alternatif Aji Tapak Sesontengan (ATS) di dua kecamatan daerah dipimpin Bupati Raden Adipati Surya.?

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Gusdurian Lampung Peringati Hari Lahir Gus Dur

Penggiat Gusdurian Markus Tri Cahyono, di Blambangan Umpu, Kamis (3/8) menjelaskan, kegiatan bekerja sama dengan Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan dan Paguron Swarna Raya Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia tersebut mengambil tema Merawat Warisan Kebhinekaan, Menebar Warisan Jenius Leluhur Nusantara.

Kegiatan digelar di dua tempat mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Pertama di RK IV, Madiun, Kelurahan Campur Asri, Kecamatan Baradatu, Jumat 4 Agustus yang merupakan hari kelahiran Gus Dur. Kemudian di Bale Banjar Adat Sari Agung, Kampung Bali Sadhar Tengah, Kecamatan Banjit, Sabtu 5 Agustus.

Masyarakat yang menderita penyakit asam urat, hernia, kencing nanah, lemah jantung, diabetes, lemah syahwat, stroke, paru-paru, kista, kanker payudara, rematik, pengeroposan tulang bisa menyembuhkan penyakitnya tanpa biaya.

IMNU Tegal

Hanya saja, bagi yang Muslim diharapkan membaca tiga kali Al Fatihah dihadiahkan bagi Gus Dur, untuk keselamatan bangsa Indonesia dan seluruh penyelenggara kegiatan. Untuk yang non muslim, dipersilakan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing dengan tujuan sama.

"Setelah atau sambil menunggu penyembuhan, kami akan mengajak masyarakat berfoto membawa pesan-pesan inspiratif Gus Dur mengenai keberagaman dan kemajemukan. Ini yang kami sebut sebagai merawat kebhinekaan," kata Markus lagi.

Adapun yang dimaksud menebar warisan jenius leluhur nusantara ialah berkumpul dan berdialog dengan masyarakat untuk merampungkan masalah melalui penyembuhan penyakit medis dan non medis dengan ATS, ilmu kuno peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang mudah digunakan siapapun yang telah diaktivasi, cukup 15 hingga 30 menit sudah bisa praktik.

IMNU Tegal

Saat ini, ATS sudah banyak dimanfaatkan di mancanegara seperti di Hongkong, Singapura, Polandia, Belanda, Jepang, Amerika, Meksiko, Australia, Belgia hingga Spanyol sehubungan bisa dipelajari oleh siapa pun mulai dari anak kecil dan orang tua. Aktivasi ATS 085382008080. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kyai, Pendidikan IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

Kudus, IMNU Tegal. Dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November, Komunitas Jelajah Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus (Jenank) kembali melakukan kegiatan sejarah peradaban di Kota Kudus Jawa Tengah, Ahad (9/11). Kali ini, 30 aktivis Jenank mengadakan napak tilas pertempuran Muria di Kudus.

Menurut Koordinator Jenank Danar Ulil H, sejarah kota Kudus  memiliki kisah heroik para pejuang kemerdekaan dalam merebut dan mempertahankan bangsa ini dari penjajah. Sejarah ini terdapat dalam pertempuran di kawasan Muria Kudus.

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

"Karenanya, napak tilas ini menyusuri beberapa titik lokasi perang mulai dari stasiun Wergu (sekarang Pasar Wergu), tugu identitas dan markas gerilya Desa Besito, Gebog, Kudus," katanya kepada IMNU Tegal.

IMNU Tegal

Dalam mengakhiri acara bertema "Kudus, Secercah Darah Daulat Merah Putih", mereka berdiskusi sejarah Pertempuran Muria  di Monumen Macan Putih, Glagah Kulon, Dawe bersama sejarawan  Kudus Edy Supratno, dan Mbah Nasir, mantan kamituwo Glagah.

IMNU Tegal

"Dalam diskusi ini keduanya memaparkan sejarah pertempuran kota Kudus. Mbah Nasir ini merupakan saksi hidup bagaimana masyarakat Glagah Kulon nyengkuyung perjuangan para pejuang kemerdekaan." tambah Danar yang juga aktivis MATAN Kudus ini.

Seorang peserta napak tilas M. Khoirul Faizin mengatakan, belajar sejarah dengan mendatangi langsung lokasi ini sangat menyenangkan karena bisa mengenang perjuangan para pejuang kemerdekaan secara kontekstual.

"Selain itu, dengan narasumber yang relevan mampu mendekatkan kita kepada fakta sejarah yang sesungguhnya" ujar mahasiswa Universitas Muria Kudus ini. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, PonPes, Doa IMNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

KH Wahab Chasbullah Tokoh yang Mesti Diteladani PMII, Kenapa?

Jombang,? IMNU Tegal?



Segenap keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas KH Wahab Hasbullah (Unwaha) dan STIKES Bahrul Ulum Tambakberas Jombang memperingati hari lahir (halah) ke-57 PMII, Senin, (17/4). Harlah digelar dengan kegiatan refleksi sejarah dan tujuan PMII didirikan. Tak hanya itu, mereka juga gelar istighotsah dan doa bersama.

Kegiatan yang digelar di aula STIKES Bahrul Ulum Tambakberas ini dihadiri puluhan aktivis PMII dari masa ke masa di lingkungan Tambakberas, mulai anggota dan kader yang saat ini masih aktif di kepengurusan tingkat rayon dan komisariat maupun beberapa alumni PMII komisariat Wahab Hasbullah.?

KH Wahab Chasbullah Tokoh yang Mesti Diteladani PMII, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Wahab Chasbullah Tokoh yang Mesti Diteladani PMII, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Wahab Chasbullah Tokoh yang Mesti Diteladani PMII, Kenapa?

Ketua Komisariat Elik mengungkapkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk melawan lupa akan sejarah PMII dan bagaimana tujuan terbentuknya PMII, selain itu upaya meningkatkan solidaritas anggota dan kader PMII Wahab Hasbullah juga menjadi tujuan penting digelarnya kegiatan tersebut. "Terhadap bagaimana PMII didirikan, kemudian apa tujuan PMII didirikan tidak boleh lupa, dan harus kita tanamkan betul," ujarnya.

Lebih jauh Hanifun Nashor alumni PMII Unwaha menyebutkan, KH Wahab Hasbullah adalah salah satu tokoh yang bisa dijadikan teladan bagi aktivis PMII dalam mengaplikasikan nilai-nilai dan tujuan PMII didirikan.?

IMNU Tegal

Sikap pemberani, pemikir dan pelopor yang dimiliki pendiri Nahdlatul Ulama ini, kata dia, seyogyanya menjadi representasi perjuangan aktivis PMII untuk mencapai cita-cita didirikannya PMII hingga saat ini.

Sementara Agus Riyanto Pengurus Cabang PMII Jombang dalam kesempatan yang sama, menyampaikan usia PMII yang sudah bisa dikatakan dewasa bahkan tua, hendaknya bisa membuat kader PMII secara keseluruhan lebih dewasa pula dalam pola berpikirnya juga gerakan-gerakannya. Hal ini menurutnya tiada lain untuk lebih taktis mencapai tujuan didirikannya PMII.

IMNU Tegal

"Perjalanan 57 tahun seharusnya mampu mendewasakan kita semua dalam berpikir maupun bergerak, senantiasa menjadi pelopor garda terdepan dalam membela bangsa dan menegakkan agama," kata pria berkaca mata ini.

Seperti dikatakan Hanifun Nashor di atas, Agus sapaan akrabnya kembali menegaskan betapa pentingnya aktivis PMII meneladani Kiai Wahab Hasbullah.?

"Sahabat-sahabat harus bisa menjadi pelopor seperti Kiai Wahab, gagasan Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathon, Nahdlatut tujjar, Nahdlatul Ulama sebagai representasi ide kebangsaan dan keislaman harus menular pada diri sahabat-sahabat selaku pembawa nama besar Kiai Wahab Hasbullah," tambahnya.? (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Nusantara, Pendidikan IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri

Bekasi, IMNU Tegal

Kerjasama antara pemerintah dengan dunia industri dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. Termasuk industri-indutri terkait teknis pengelasan yang masih membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang Kerja Pengelasan Terbuka Luas di Dalam dan Luar Negeri



"Peluang kerja di bidang teknik pengelasan masih terbuka luas. Para tenaga kerja di bidang ini dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong ketersediaan tenaga kerja bidang pengelasan yang terampil dan kompeten yang siap memasuki dunia kerja," kata Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Helmiyati Basri di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/8).



IMNU Tegal

Hal tersebut diungkapkan Helmiyati saat memberikan sambutan pada pembukaan Iwatani-API/IWS Welding Contest in Indonesia 2017 Perlombaan teknik pengelasan tingkat nasional ini diselenggarakan Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) atau Indonesian Welding Society (IWS),  Iwatani Coorporation dan Iwatani Industrial Gas Indonesia (IIG) dengan peserta yang berasal dari para pekerja dari berbagai perusahaan Jepang dan perusahaan lainnya di area Jabodetabek.

IMNU Tegal



Kegiatan ini merupakan ajang untuk menunjukkan kemampuan para tenaga kerja Indonesia di bidang pengelasan. Kontes yang diselenggarakan di BBPLK Bekasi ini adalah penyelenggaraan kedua kalinya, setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2016.



Helmiaty mengatakan sinergi antara program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah dengan dunia industri sangat penting. Hal ini dibutuhkan agar link and match antar keduanya dapat tercapai. Sehingga, kebutuhan akan tenaga kerja kompeten dapat tercapai dengan maksimal.



"Keterlibatan swasta dalam mendukung program pelatihan kerja yang diselenggarakan pemerintah sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pekerja terampil yang dialami Indonesia dewasa ini,”



"Kita berharap para tenaga kerja di bidang teknik pengelasan ini kian mampu bersaing di perusahaan-perusahaan nasional dan internasional dengan kemampuan dan keahlian mumpuni yang tidak diragukan lagi kualitasnya," paparnya.



Ditambahkan Helmiaty dengan ditunjuknya BBPLK Bekasi sebagai tuan rumah kompetisi ini diharapkan kedepannya pihak Iwatani juga dapat mensinergikan dengan program BBPLK Bekasi yang lainnya. Saat ini, BBPLK Bekasi sendiri fokus pada 2 (dua) kejuruan, yaitu elektronika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).



Helmiyati juga menambahkan, keterlibatan BBPLK Bekasi dalam penyelenggaraan Iwatani-API/IWS Welding Contest In Indonesia 2017 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan kompetensi anak bangsa.



"Indonesia saat ini kekurangan tenaga kerja terampil. Pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan menempati posisi ke-7 negara ekonomi terbesar di dunia dengan kebutuhan tenaga kerja terampil berkisar 113 juta. Sedangkan pada tahun 2016 Indonesia baru memiliki sekitar 57 juta tenaga kerja terampil. Hal ini berarti Indonesia harus menciptakan 4 juta tenaga kerja terampil setiap tahunnya." kata Helmiyati mengutip arahan Presiden Jokowi.



Untuk mempercepat peningkatan kompetensi pekerja, Kemnaker melakukan terobosan melalui program 3R BLK (Revitalisasi, Reorientasi, dan Rebranding) di  Balai Latihan Kerja. Saat ini terdapat 301 BLK di seluruh Indonesia dimana 17 diantaranya milik pemerintah pusat, dan sisanya milik pemerintah daerah tingkat provinsi, Kabupaten/Kota.



Ketiga Balai Latihan Kerja yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung Bekasi, dipilih sebagai pusat pengembangan program tahap pertama. BBPLK Bekasi akan dijadikan sebagai pusat pengembangan kejuruan elektronika dan teknologi informasi. BBPLK Serang ditunjuk sebagai pusat pengembangan kejuruan las dan listrik. Sementara BBPLK Bandung sebagai pusat pengembangan kejuruan manufaktur dan otomotif. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, Ahlussunnah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock