Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Jakarta, IMNU Tegal - Ketimpangan antara penduduk yang kaya dan miskin meningkat sejak diberlakukannya otonomi daerah. Ini berarti penerapan otonomi daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum tercapai.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Prof Dr Bustanul Arifin dalm Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) ini sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU yang akan dihelat akhir Juni.

IMNU Tegal

(Baca: Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila)

IMNU Tegal

Lebih lanjut Bustanul mengatakan, ketimpangan tersebut ditandai dengan tingginya angka gini ratio (ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan secara keseluruhan) yang mencapai 0,41 antara tahun 2011-2015.

“Kalau sampai gini ratio mencapai 0,5 sangat mungkin menimbulkan kerusuhan rasial, seperti yang terjadi di beberapa negara. Jadi masalah ketimpangan ini menjadi serius,” kata Bustanul.

Angka kemiskinan yang pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 28,51 juta jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 27,73 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan yang pada tahun 2014 sebanyak 17,73 juta jiwa menjadi 17,89 juta jiwa di tahun 2015.

Perlu Pembenahan

Menurut Bustanul, permasalahan ekonomi Indonesia memerlukan pembenahan dari aspek hati masyarakat Indonesia. Bustanul memaparkan pentingnya keunggulan keberlanjutan, sebab langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan seperti yang selama ini dijalankan tidaklah cukup.

Saat ini ekspolitasi sumber daya alam seperti batu bara juga tidak menjamin penyelesaian persoalan ekonomi. Misalnya di Kalimantan Timur yang mulai sadar untuk masuk ke sektor yang mengandalkan jasa. Selain itu juga penerapan agroindustri di bidang perikanan dan holikultura, akan membuat ekonomi Indonesia mampu bertahan.

Ekonomi kreatif juga menjadi pilihan yang baik. Ekonomi kreatif bisa dalam bentuknya yang benar-benar menggunakan pemikiran, tidak harus berbasis aplikasi. Misalnya berupa pengenalan kebudayaan Indonesia. Bustanul mencontohkan Korea berhasil menjual budaya pop-nya sehingga dikenal dunia.

Contoh lainnya adalah Isreal. Israel yang tidak mempunyai tanah (wilayah) dan tidak punya kekuatan, tetapi bisa menjadi negara super power yang mampu mengendalikan dunia.

Presiden Joko Widodo mencetuskan ekonomi kreatif ini juga, tetapi agaknya kurang aktif sehingga hasilnya belum maksimal. Bustanul mengkritisi selama ini NU tidak sekali pun menyentuh hal tersebut.

Ekonomi kreatif yang dapat diterapkan juga adalah turisme yang mengombinasikan beberapa hal misalnya kekhasan home stay berhubungan dengan masyarakat asli. Dan semuanya dijadikan paket wisata sehingga bisa menjual hotel dan kuliner.

Bustanul merekomendasikan selain isu ketimpangan, yang juga perlu dibahas dalam periode nanti adalah pengusaaan lahan pertanian yang semakin menurun, dan kreativitas. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Nasional, Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Demak, IMNU Tegal . Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mranggen Demak turun ke basis-basis (turba) pelajar NU untuk melakukan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). 

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Turba mereka pada Ahad (1/3) ke Makesta yang diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Kebonbatur di MA Miftahul Ulum Tlogorejo Karangawen Demak. Kegiatan tersebut diikuti 80 pelajar.

Setelah mengikuti Makesta, pelajar dibaiat atau disahakan menjadi anggota IPNU-IPNNU oleh Ketua PAC IPNU Mranggen Ahmad Syaifuddin. 

IMNU Tegal

Pada sambutannya, Ahmad berharap para pelajar yang tergabung di IPNU dan IPPNU tersebut makin mantap berorganisasi, setia di bawah panji IPNU-IPPNU yang berlandaskan Ahlussunah wal Jama’ah dan setia pada NKRI. 

IMNU Tegal

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Demak Istiqomah menegaskan, semangat “belajar, berjuang, dan bertaqwa” harus senantiasa kita tanamkan keapada pelajar NU agar segala langkah IPNU dan IPPNU mendapat dukungan semua pihak.

Pada kegiatan tersebut, hadir Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim bersama pengurus lain, serta perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah Shohibul Anam, Pembina IPNU M Said Athoillah, dan lain-lain. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, AlaNu IMNU Tegal

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Sukabumi, IMNU Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore melaksanakan kegiatan pelatihan Instructional Mastery (IM). ? Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, (20-22/7) di Pondok Pesantren Assamsyuriah dan diikuti 50 peserta guru-guru NU se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris PERGUNU Jawa Barat, Saepuloh menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi guru di bawah Nahdlatul Ulama yang berperan dalam meningkatkan kompetensi profesional, pendagogi, kepribadian, sosial serta Aswaja dan Ke-NU-an guru-guru NU.?

"PERGUNU bukan hanya mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, pendagogik, sosial, dan kepribadian guru, melainkan pergunu udah harus meningkatkan kompetensi Aswaja dan Ke-NUan guru-guru NU" tutur Saepuloh

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Lebih lanjut Saepuloh menyampaikan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini juga merupakan bagian dari program Pergunu Jawa Barat dalam upaya peningkatan SDM guru-guru NU.?

"Kegiatan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini diselenggarakan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, melainkan akan diselenggarakan juga di empat kabupaten/kota lainnya, yaitu Kabupaten Cianjur, ? Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Hafidz Othman direktur Program Kerjasama dari Irsyad Trust Limited Singapore mengatakan bahwa kegiatan kerjasama pelatihan bagi guru-guru NU sebenarnya sudah dilaksanakan lebih dulu dengan LP Maarif DKI Jakarta selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang.?

IMNU Tegal

"Kegiatan pelatihan ini, sudah dilaksanakan lebih dulu kerjasama dengan LP Maarif DKI selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang. Dan bukan hanya itu, kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Filipina dan China," tutur Hafidz.

Sementara itu, Bupati Sukabumi yang diwakili Kabag Sosial Keagamaan mengatakan bahwa program PERGUNU Jawa Barat ini sangat membantu dalam ? mewujudkan visi misi kab sukabumi yang religius dan mandiri, karena visi dan misi tersebut bisa tercapai manakala pendidikannya ? berbasis keagamaan.

"Pemda Kabupaten Sukabumi ? menyambut baik kegiatan ini, dan ini juga harus disambut pula oleh peserta dengan baik agar kualitas setelah pelatihan bisa meningkat dan bermanfaat bagi daerah setempat," tutur Unang

Kegiatan pelatihan tersebut akan dilanjutkan pada 3-5 Agustus 2017 mendatang. Instruktur kegiatan pelatihan semuanya dari Irsyad Trust Limited Singapore, Kamshari dan Madam Zainab. (Awis/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Humor Islam, Tegal IMNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Sukabumi, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan mengadakan beragam lomba yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Almasthuriyah dan Sunanul Huda, pada Sabtu, (21/10).

Ada 9 cabang perlombaan yang diikuti perwakilan190 pondok pesantren dengan peserta 1712 peserta, yaitu Musabaqoh qiraatul kutub (MQK), Pidato Aswaja, Debat Santri Aswaja, Paduan Suara Subanul Wathon, Qasidah Rebana, Quotes Ajengan Sunda, Cerdas-cermat tingkat Diniyah, Futsal, dan Tenis Meja.

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono. Ia berpesan kepada para santri untuk giat belajar agar kelak menjadi ulama.

IMNU Tegal

“Belajar tidak hanya sekadar mendapatkan ijazah, yang lebih penting adalah supaya menjadi bekal dan sebagai dasar untuk kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Ia juga berpesan dalam mengikuti lomba agar para santri menjunjung tinggi sportivitas, mengedepankan jalinan silaturahim.

“Para santri harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa belajar di pondok pesantren dan madrasah juga bisa berpartisipasi membangun Sukabumi yang religius; membina masyarakat Sukabumi ke depan akan semakin berkualitas dalam keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.

IMNU Tegal

Hadir pada pembukaan acara, Ketua MUI kabupaten Sukabumi KH M. Oman Komarudin, ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, dari Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS

Jakarta, IMNU Tegal. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mendorong kiai-kiai di jajaran Syuriyah NU dari berbagai wilayah untuk mengadakan bahtsul masail terkait persoalan HIV/AIDS.

Keterlibatan kiai dianggap perlu untuk mengatasi persoalan HIV/AIDS yang semakin memperihatinkan. “Baru kali ini, NU melibatkan Syuriyah di 33 wilayah NU di Indonesia untuk membahas HIV/AIDS,” kata Kang Said Aqil Siroj, Ketum PBNU saat jumpa pers dengan tajuk ‘Jihad Kyai NU Melawan AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (9/10) sore.

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS

LKNU menilai persoalan HIV/AIDS tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial. LKNU mendapati banyak kasus diskriminasi masyarakat terhadap pengidap positif HIV. Orang dengan HIV/AIDS, ODHA, sering dikucilkan di tengah lingkungannya.

IMNU Tegal

Menurut ilmu kesehatan, pengucilan itu tidak menyelesaikan persoalan HIV/AIDS. Interaksi itu sendiri tidak mengakibatkan penularan. Tindakan pengucilan seperti ini sudah bukan lagi sikap wajar masyarakat.

Dari sini, peran kiai NU sangat dibutuhkan. Kiai dengan pengetahuannya, akan menetapkan persoalan hukum keagamaan terkait HIV/AIDS. Selain itu, para kiai juga mengimbau masyarakat untuk memperlakukan pengidap ODHA secara wajar.

IMNU Tegal

Kang Said mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam jihad melawan HIV. Menurutnya, HIV/AIDS ini sama bahaya dengan kekuatan nuklir. Karena, virus HIV dapat menyerang siapa pun tanpa memandang agama, suku, usia, jenis kelamin, dan golongan.

Di hadapan sedikitnya 15 kiai Syuriyah, Kang Said memperingatkan umat Islam yang tidak peduli dengan persoalan banyak orang. Ketum PBNU ini sempat menyebutkan hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bukan umatku, mereka yang tidak peduli dengan permasalahan kita.”

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Nasional IMNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Nasional, Ubudiyah IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Banyumas, IMNU Tegal - Ribuan warga NU Kabupaten Banyumas melakukan aksi damai menolak program lima hari sekolah atau full day school (FDS) yang dinilai akan mematikan keberadaan madrasah diniyah (Madin) serta pondok pesantren, Senin (7/8).? Aksi yang terdiri atas kalangan santri dan pengelola madrasah ini dipusatkan di alun-alun Kota Purwokerto.

Ribuan santri dari berbagai sekolah dan pesantren NU se-Kabupaten Banyumas hadir memadati alun-alun. Mereka membawa berbagai macam sepanduk berisi penolakan.

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Mereka juga terus meneriakkan penolakan terhadap program FDS. "Kita seluruh warga NU Banyumas menolak Full Day School dan meminta kepada Presiden Jokowi agar menegur Menteri Pendidikan agar membatalkan program FDS. Bahkan kita minta agar Presiden mencopot Menteri Pendidikan," kata Kordinator Aksi, Taufiq Hidayat.

IMNU Tegal

Beberapa poster dan spanduk dibawa oleh meraka. Tuntutan mereka berbunyi, “Batalkan Full Day School, Tolak 5 Hari Sekolah”, “Ngaji Yes! Full Day School Day No!!”, “Ngaji Sinambi Sekolah Bukan Sekolah Nyambi Ngaji”, dan “Pak Jokowi, Tolong Pak Muhajir diganti!!”

Kebijakan lima hari sekolah dianggap lebih banyak mendatangkan kerugian dibanding manfaatnya. Secara budaya, program sekolah lima hari itu mengancam keberadaan madrasah diniyah. Padahal madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan budi pekerti kepada anak didik. Para santri-santri dahulu yang berjuang membela kemerdekaan juga terdidik di madrasah.

IMNU Tegal

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Korlap Aksi, Taofik Hidayat, dan Ketua PCNU Banyumas Maulana Ahmad Hasan, mereka mendesak pemberlakuan kembali enam hari sekolah. Mereka mendesak Muhadjir Effendy dicopot dari Mendikbud karena dinilai telah menimbulkan kegaduhan yang meresahkan dunia pendidikan nasional.

Mereka juga meminta Bupati Banyumas menghentikan program lima hari sekolah di seluruh sekolah yang ada di Banyumas tanpa kecuali.

Aksi ini berjalan dengan damai. Mereka mendapat penjagaan ketat dari personel kepolisian dan Banser NU.

Mereka ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan. Kepada massa aksi, Budhi berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi dan desakan itu ke Pemerintah Pusat. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Kyai IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock