Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Probolinggo, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh NU di daerah itu pada Kamis (6/6). Ziarah menggunakan 30 kendaraan roda empat ini mendatangi 30 makam.

Ziarah diawali di makam KH. Zaini Mun’im di Pesantren Nurul Jadid Paiton. Disini para pengurus NU membaca surat Yasin, tahlil dan do’a bersama. Selanjutnya di makam KH. Abu Hasan di Pesantren Mambaul Ulum Paiton, makam KH. Aminuddin di Pesantren Syech. Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan.

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Kemudian makam KH. Badri Masduqi di Pesantren Badridduja Kraksaan, makam Habib Hamid di Pesantren Nurul Qur’an Kraksaan, makam KH. Rofi’i di Pesantren Rofi’atul Islam Sentong Krejengan dan beberapa makam tokoh NU lain yang pernah menjadi pengurus Cabang NU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Ahmad Muzammil kepada IMNU Tegal mengatakan, ziarah digelar dengan tujuan untuk meneladani sekaligus menghormati perjuangan ulama dan masyayikh dalam membesarkan NU, terutama di PCNU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

“Melalui momentum peringatan Harlah ke-90 NU dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seluruh pengurus NU Cabang Kraksaan ingin meneladani perjuangan para tokoh yang membesarkan PCNU Kota Kraksaan,” ujarnya.

Menurut Muzammil, ziarah ini merupakan cara yang dilakukan pengurus NU Cabang Kraksaan dalam menghormati dan menghargai jasa-jasa ulama NU, “Mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini, masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa memperoleh syafaat dari para ulama dan habaib yang kita kunjungi. Sehingga Kabupaten Probolinggo terhindar dari masalah-masalah dan musibah,” tambahnya.

Lebih lanjut Muzammil mengharapkan, agar semua pengurus NU yang ikut dalam kegiatan ziarah tersebut mendapatkan rahmat dari Allah dan mendapatkan barokah dari para wali.

”Mudah-mudahan kegiatan ziarah ini bisa memberikan keselamatan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga menjadi masyarakat yang Madani dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” pungkanya.

Ziarah tersebut diikuti 80 pengurus yang terdiri dari pengurus cabang, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Halaqoh, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa

Jakarta, IMNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengimbau segenap pengurus ranting NU se-Indonesia untuk mengambil peran sebagai rekonsiliator sejumlah pihak yang bertikai di tataran lokal. Pengurus ranting NU diharapkan dapat menjadi perantara yang meredam konflik di desa-desa.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pertemuan silaturahmi dan sarapan pagi PBNU dan pengurus ranting NU se-DKI Jakarta di halaman Gedung PBNU, Ahad (27/11) pagi.

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa

“Sebagai perantara, seorang pengurus NU idealnya selalu berusaha menjembatani pertikaian atau konflik dalam masyarakat. Mencari persamaan nilai dari pihak-pihak yang terlibat konflik,” kata Kang Said.

IMNU Tegal

Menurutnya, pengurus ranting NU di desa-desa memainkan posisi strategis dalam mengawal dinamika yang terjadi di desa-desa.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini mengamanahkan pengurus ranting NU terlibat aktif membantu pihak-pihak yang berselisih dalam mengidentifikasi kepentingan bersama.

“Mengapa demikian? Karena NU percaya pada pendekatan dialog, musyawarah. Bukan kekerasan,” jelas Kang Said dalam pertemuan yang dihadiri Kapolri dan jajarannya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Menunda Shalat

Adzan berkumandang di kompleks Pesantren Tegalsari. Waktunya untuk sholat dzuhur. Namun, dua sahabat Mahmud dan Joko, bukanya pergi mengambil wudhu, melainkan pergi ke kantin pondok.

“Lho kang, ayo ke masjid!”

“Bentar Jok. Kan kalau hendak shalat, merasa lapar. Kita boleh makan dulu, biar shalatnya bisa lebih konsentrasi,” jawab Mahmud.

Menunda Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunda Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunda Shalat

Joko pun mengiyakan ajakan temannya itu, disamping ia pernah mendengar keterangan itu pada kajian fiqh. Kebetulan perutnya juga ikutan lapar, maklum tadi habis ikut ro’an (kerja bakti).

Keduanya akhirnya makan sampai selesai. Joko langsung membayar, untuk segera menuju ke masjid. Tapi Mahmud, belum ada tanda-tanda beranjak dari kursinya.

“Ayo, Kang. Kalau tadi aku sepakat alasan untuk makan dulu. Lha sekarang kok tetap menunda-nunda lagi, sampeyan mau ndalil apa lagi?

Ndak ada Jok, nek saiki mung kewaregen (sekarang ? kekenyangan), nanti shalatnya ndak konsen,”

IMNU Tegal

Walah, wes tak tinggal wae! (kalau begitu kutinggal saja!)” ? ? Ajie Najmuddin

IMNU Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, IMNU, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, IMNU Tegal - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

IMNU Tegal

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

IMNU Tegal

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Pertandingan IMNU Tegal

Merdeka dari Kebijakan Full Day School

Oleh Thoriq Tri Prabowo

Memasuki bulan Agustus pada setiap tahunnya berarti semakin bertambah juga usia kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan tersebut harus dikenang dan direfleksikan pada kondisi kekinian, pasalnya perjuangan untuk merebut kemerdekaan ini sarat akan nilai luhur yang patut dijadikan inspirasi oleh generasi muda. Pada tahun 2017 ini, kemerdekaan Indonesia memasuki usia yang ke-72. Usia tersebut bisa dibilang cukup tua untuk ukuran usia manusia.

Di usia yang bisa dibilang tidak muda, Indonesia tentu sudah banyak mengalami kemajuan termasuk dalam hal pemenuhan hak warga negaranya. Salah satu hak yang paling mendasar di Negara demokrasi ialah hak berpendapat. Secara sederhana, merdeka berarti bebas dari belenggu penjajahan. Namun jika dimaknai lebih luas, maka istilah merdeka tentu bisa diimplementasikan dimana saja, salah satunya ialah merdeka dalam berpendapat.

Merdeka dari Kebijakan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Merdeka dari Kebijakan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Merdeka dari Kebijakan Full Day School

Kemerdekaan berpendapat tentu bukan berarti seseorang lantas bebas berpendapat tanpa kontrol. Masyarakat yang hendak mengutarakan pendapatnya harus memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat, karena hakikat kebebasan di Indonesia ialah kebebasan yang dibatasi oleh hak orang lain. Salah satu wujud kemerdekaan berpendapat yang akhir-akhir ini sering dijumpai di dunia maya ialah kemerdekaan menyikapi kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayakan meluncurkan wacana kebijakan Full Day School (FDS), sekolah 8 jam selama 5 hari yang hingga saat ini masih menjadi polemik dan penolakan masyarakat. Kebijakan tersebut tertuang pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

IMNU Tegal

Kebijakan lima hari sekolah diluncurkan dengan dalih untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Dengan diberlakukannya FDS, siswa akan belajar penuh di sekolah sampai dengan sore hari selama lima hari. Kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan, ada yang pro dan tentu tak sedikit yang kontra.

Beberapa tokoh bahkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mengkritisi kebijakan FDS ini, pasalnya kebijakan tersebut dibuat tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat. Beberapa aspek yang patut menjadi perhatian pemerintah ialah aspek sosial dan keagamaan.

Dalam aspek sosial, pemerintah perlu memperhatikan bahwa kondisi sosial masyarakat Indonesia tidaklah sama. Tidak semua anak yang sekolah berasal dari keluarga dengan kondisi perekonomian menengah ke atas. Bahkan di beberapa sekolah yang berada di pedesaan, siswanya berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga tidak jarang mereka membantu orang tuanya seusai jam sekolah.?

Dengan diberlakukannya FDS tentu mereka tidak bisa membantu orang tuanya bekerja lagi. Lebih parahnya lagi, FDS berpotensi semakin memberatkan orang tua yang kurang mampu, pasalnya dengan diberlakukannya jam tambahan uang saku siswa juga akan cenderung meningkat. Aspek sosial dan ekonomi yang seperti disebutkan di atas perlu menjadi perhatian pemerintah dalam memeratakan kebijakan FDS di seluruh daerah.

Selanjutnya dalam aspek keagamaan, FDS dikhawatirkan akan merampas hak anak untuk mengenyam pendidikan keagamaan di Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini sudah berdiri di tengah-tengah masyarakat. Madin bagi masyarakat Indonesia tidak hanya lembaga pendidikan semata, melainkan sudah menjadi tradisi kuat yang turut memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan. Perjuangan para santri, ustadz, dan kiai tersebut terekam jelas dalam tulisan para Sejarawan.

IMNU Tegal

Sangat miris tentunya jika salah satu lembaga yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia justru terancam oleh kebijakan pemerintah yang dulu pernah diperjuangkan kemerdekaannya. Menanggapi aspirasi dari para tokoh masyarakat dan Ormas yang semakin meluas, Presiden Joko Widodo menuliskan beberapa pendapatnya mengenai FDS pada media sosial twitter.?

Dalam cuitannya, Presiden mengungkapkan bahwa FDS bukanlah sebuah keharusan, melainkan sebuah pilihan. FDS boleh diimplementasikan asalkan diterima oleh masyarakat dan tokoh agama setempat. Presiden mengungkapkan bahwa yang terpenting dari pendidikan anak ialah masalah kualitasnya, sedangkan terkait pemberlakuan FDS ialah fleksibel.

Melaksanakan FDS atau tidak ialah sebuah kemerdekaan untuk sekolah sebagai penyelenggaranya. Seperti yang diinstruksikan Presiden, sekolah pun tidak bisa dengan sembarangan mengimplementasikan FDS tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat sekitar.?

Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah-tengah masyarakat, pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan terkait FDS ini. Sikap Presiden yang membebaskan pemberlakuan FDS ini hanya berlaku sementara untuk meredam kekhawatiran masyarakat, namun di sisi lain perlu ada tindakan konkret dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini agar tidak semakin meluas.

Penulis adalah Alumnus Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, RMI NU IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Padang, IMNU Tegal. Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim minta kader Gerakan Pemuda Ansor bisa menjadi pelopor dalam restorasi kembali ke surau dan nagari. Hal ini sesuai dengan prinsip Gerakan Pemuda Ansor dalam perjuangan kemasyarakatan yang selalu mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

?

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim menyatakan hal itu dihadapan 80 peserta? Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Minggu (3/5/2015) dinihari di BLTP Padang. Muslim Kasim menyampaikan menjelang pembaitan peserta PKD yang berlangsung sejak Jumat? (1/5).

?

Menurut Muslim Kasim, dari berbagai kondisi yang tengah terjadi di masyarakat saat ini, memang diperlukan restorasi surau. Melalui restorasi surau tersebut, sehingga dapat ditingkatkan fungsi surau sebagai tempat pembinaan umat Islam. Yang penting dilakukan adalah memberikan pemahaman agama Islam sejak dini kepada generasi muda.

IMNU Tegal

?

"Kondisi masyarakat kini seperti adanya 33 orang setiap hari mati karena narkoba, terjadi anak tawuran antar sekolah, antar nagari, antar kampung, pergaulan bebas dikalangan remaja, banyaknya remaja putri yang tidak lagi perawan. Semuanya amat menyedihkan dan tidak sesuai dengna nilai-nilai agama," kata Muslim Kasim.

?

Untuk itu, kata Muslim Kasim, kita harus melahirkan generasi yang kuat agamanya, tahan terhadap godaan. Generasi yang tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama, akan membawa kehancuran.

IMNU Tegal

?

Menurut Muslim Kasim, PKD Ansor ini dapat melahirkan kader pemimpin yang militan.? Ada tiga kriteria pemimpin, yakni memiliki intelektual, artinya pemimpin harus berpendidikan. Sehat, berarti sehat pikiran, sehat jasmani. Kader yang tidak sehat, mana mungkin bisa jadi pemimpin. Yang lebih penting pula, pemimpin yang memiliki cita-cita, ideologi yang akan diperjuangkannya.

?

"Kader Ansor sudah berada di jalur yang benar dalam prinsip-prinsip pemimpin.? Derasnya serangan dari gerakan radikal melalui situs-situs yang banyak maupun langsung di tengah masyarakat, harus menjadi perhatian serius Ansor sebagai pelindung masyarakat yang ramah. Mereka menyebarkan Islam dengan kekerasan. Padahal Islam itu tidak pernah mengajarkan untuk membunuh orang lain," kata Muslim Kasim.

?

Acara yang dipandu Wakil Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, kehadiran Muslim Kasim selain sebagai Wakil Gubernur Sumbar, juga sebagai Ketua LKAAM Kabupaten Padangpariaman. "Kader Ansor Sumatera Barat ingin mendapatkan gambaran bagaimana adat Minangkabau yang dapat menerima tradisi-tradisi bernuansa Islam. Ansor sebagai organisasi yang menghargai dan mengawal tetap hidupnya tradisi lokal tersebut,? perlu mendapat pemahaman dengan adat dan agama Islam, " kata Rahmat mantan anggota KPU Padangpariaman. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan Foto:

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim foto bersama dengan peserta PKD Ansor Sumbar, Minggu (3/5/2015) dinihari menjelang pembaitan.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock