Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW

Surabaya, IMNU Tegal - Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Islam di Indonesia harus senantiasa mengembangkan pola kehidupan yang moderat; baik itu ucapan, pikiran maupun tindakan. Moderat bisa dimaknai segala bentuk tindakan dan ucapan yang sesuai dengan takaran, proporsional, tidak overdosis alias berlebihan, dan tidak ekstrem.

Contoh terbaik kehidupan moderat dalam semua lini dan praktik sepanjang masa adalah Nabi Muhammad SAW.

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW

Dalam Surat Al-Baqarah 143, Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang moderat; agar kiranya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Kata "ummatan wasathan" dalam ayat ini menggambarkan agar kiranya kita semua, selaku umat Nabi Muhammad SAW.

IMNU Tegal

Salah satu kesempatan Nabi mengatakan, di antara hal yang memastikan keislaman seseorang itu baik adalah meninggalkan hal-hal yang tidak memberikan kemanfaatan, kata Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Abdussalam Nawawi dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya, Jumat (7/7).

Banyak riwayat yang menjelaskan tentang moderasi yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Salah satunya, teguran nabi kepada Sahabat Umar bin Khattab agar tidak berlebihan dalam bertindak.

IMNU Tegal

Suatu ketika Nabi Muhammad mempunyai utang kepada Zaid, yang beragama Yahudi, yakni 80 kilogram kurma dengan perjanjian membayar dengan tempo yang telah disepakati. Utang ini sengaja dilakukan oleh Nabi untuk diberikan kepada salah satu kampung yang masyarakatnya masuk Islam secara kolektif, sementara baitul mal kosong tidak ada barang yang akan diberikan. Tetapi, sayang sekali Zaid menagih utangnya dengan keras dan memaksa sambil memegang keras salah satu anggota tubuh Nabi, padahal waktu menagih utangnya belum jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan awal.

Karena perilaku kasar Zaid kepada Nabi tampak di depan Umar dan ia melihatnya, sepontan Umar marah besar sambil mengayunkan pedang untuk mengancam Zaid. Atas tindakan Zaid ini, Nabi mengatakan kepada Umar agar menyudahi amarahnya: lebih baik Anda suruh Zaid berkata dan bertindak yang baik, tidak perlu mengumbar amarah.

Atas sarannya, pedang dimasukkan kembali oleh Umar. Umar akhirnya mengambilkan barang di baitul mal untuk membayar utang ke Zaid dengan jumlah yang sama, 80 kilogram kurma. Hanya saja, Nabi berpesan agar Umar menambahi dua sak kurma sebagai ganti atas amarah Umar kepada Zaid.

Cerita ini menggambarkan bahwa sikap proporsional, moderat dan tidak berlebihan sangatlah penting dalam kehidupan kita. Betapa teguran Nabi kepada Umar, menggambarkan sikap Umar mengangkat pedang untuk mengancam Zaid adalah tindakan berlebihan.

Dunia dengan segala isinya dijadikan oleh Allah SWT dalam keseimbangan. Karenanya, segala tindakan kita yang berlebihan, ekstrem dan mudah mengumbar amarah kepada sesama dipastikan akan merusakan tatanan semesta yang imbang ini hingga jatuh dalam kerusakan dan kenistaan tanpa makna (ma la yanihi). (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, IMNU Tegal. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

IMNU Tegal

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

IMNU Tegal

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, News, Hadits IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, IMNU, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan

Di tengah riuh ramai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-88 Nahdlatul Ulama di gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat (31/1), Jum’at malam, hadir seorang mantan aktivis NU era 1960-an. Dialah Haji Muhammad Danial Tandjung (80). Dilihat dari sorot matanya yang tajam namun teduh dan pancaran wajahnya yang cerah, bisa ditebak sosok yang masih gagah di usia senjanya ini bukan orang biasa.

Sesaat sebelum wawancara dengan IMNU Tegal, pria kelahiran Nias tahun 1934 ini duduk menikmati makan malam di dekat tim marawis. Tampak dari wajahnya yang sumringah, ia asyik menikmati sholawatan sembari sesekali berbincang akrab dengan Katib Syuriah KH Mujib Qulyubi yang diikuti dua putrinya yang cerdas dan aktif.

Berikut ini petikan wawancara Musthofa Asrori dari IMNU Tegal dengan eksponen NU yang meniti karir organisasinya sejak muda ini.

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan

Apa yang ada dalam pemikiran Pak Danial tentang NU hari ini?

Mmm... Saya nggak tau yaa.. Bahwa malam ini merasa terharu dan gembira menyaksikan para kader NU antargenerasi bisa duduk bersama. Saya bangga melihat Kiai Said Aqil Siraj duduk sama rendah dengan Kiai Hasyim Muzadi, Kiai Masdar Farid Mas’udi, Pak As’ad Said Ali, Ali Masykur Musa, Marzuki Ali dan beberapa tokoh lainnya bersama perwakilan keturunan para pendiri NU, mulai Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Kiai Djamaluddin Malik, hingga H Asrul Sani, dan yang lainnya.

Sejak kapan Anda aktif di organisasi Nahdlatul Ulama?

IMNU Tegal

Saya aktif di organisasi Nahdlatul Ulama dan underbow-nya semisal PMII dan Pandu Ansor (sekarang Gerakan Pemuda Ansor-red) sejak muda belia. Saya meniti karir dari bawah hingga akhirnya saya bergabung di PBNU era KH Idham Cholid. Jabatan terakhir yang saya sandang adalah wakil bendahara umum.

Apa yang menarik dari gaya kepemimpinan Idham Cholid? Tanggapan Anda..

IMNU Tegal

Menurut saya, Pak Idham itu tokoh kharismatik dan politisi ulung yang matang dan mau berproses. Selama hampir 26 tahun beliau memimpin NU, tidak ada anaknya yang jadi pengurus NU, jadi anggota DPR pun tak ada. Itulah mengapa saya sangat mengidolakan beliau.

Mengapa Anda mengidolakan Kiai Idham?

Bagi saya, Pak Idham adalah tokoh yang merakyat dan bersahaja. Suatu ketika, ada kiai yang mau menghadap kepada beliau. Padahal beliau sedang menggelar rapat kabinet di kantor Perdana Menteri di Pejambon. Waktu itu, Pak Idham kan menjabat sebagai Waperdam (Wakil Perdana Menteri-red) IV di Kabinet Dwikora II. Waperdam I Dr Subandrio, Waperdam II Dr J Leimena, dan Waperdam III Chaerul Saleh. Nah, tak lama kemudian, masuklah ajudan memberitahu bahwa ada tamu seorang kiai dari Jawa Timur. Dengan tanpa berpikir panjang, Pak Idham mengiyakan. Kemudian, untuk sejenak meninggalkan rapat untuk menemui kiai tersebut.

Koleganya sesama menteri pun sontak menegur Idham Khalid. “Pak Idham ini bagaimana, ada rapat kabinet membicarakan masalah negara yang begitu penting kok malah ditinggal nemuin tamu,” kata salah seorang kawan Idham di kabinet. Tapi, Pak Idham pun menyanggah. “Dia datang ke sini jauh-jauh kan pasti ada sesuatu yang penting. Mana tahu apa yang dia sampaikan bisa kita jadikan bahan rapat kabinet. Ingat, kita duduk di sini karena mewakili suara mereka. Kalau tidak kita dengar, apa yang mau kita bawa,” begitu kata Pak Idham.

Pelajaran penting apakah yang harus diketahui kader NU masa kini?

Ada pelajaran penting untuk para aktivis NU ke depan. Ketika Idham Khalid memimpin PBNU, oposisi atau faksi yang beragam mengelilinginya. Hingga batas tertentu, oposisinya cenderung keras sekali. Pada Muktamar NU di Bandung, misalnya, sebetulnya para kader muda NU sudah merasa bosan dengan kepemimpinan Pak Idham. Pertama yang dilakukan adalah mengganti Rais Aam KH A Wahab Hasbullah dengan wakilnya, yaitu KH Bisri Syansuri. Pada waktu pemilihan berhasil, laporlah seorang panitia kepada Kiai Bisri bahwa Rais Aam terpilih adalah KH Bisri Syansuri.

Kakek Gus Dur dari ibu ini pun lantas mengatakan, “Saya berbeda pendapat dengan Kiai Wahab itu bukan untuk menggantikan beliau. Berbeda pendapat itu untuk mencari kebenaran. Saya tidak bersedia menjadi Rais Aam selama masih ada beliau.” Kiai Bisri dengan tegas bilang begitu.

Artinya apa itu..?

(Ia pun dengan semangat terus bercerita)

Pada saat pemilu, kader-kader muda NU potensial banyak yang disiapkan menjadi pengurus PBNU. Antara lain Imron Rosyadi, faksi yang berseberangan dengan Idham Khalid. Mendengar Imron tidak terdaftar, Idham segera mengambil langkah politis. “Sekarang begini, ambil dua kursi di depan pintu masuk ruang sidang, nanti kami berdua (Idham-Imran) akan berbincang akrab di situ.” Yang disuruh Pak Idham pun lantas segera melakukan apa yang dikatakannya tadi. Nah, dari sandiwara itu kemudian terpilihlah Imran Rosyadi sebagai pengurus.

Artinya apa itu..?

Artinya ya dalam organisasi kita mesti cerdas memilah antara beda pendapat dengan bermusuhan. Sekarang ini kan tidak. Umpamanya Anda faksi yang berbeda dengan saya. Lalu, saya terpilih jadi ketua umum. Sudah pasti, Anda dan faksi-faksi yang berseberangan dengan saya pasti terlibas (dari kabinet-red). Inilah penyakit berorganisasi pada masa sekarang ini.

Apakah Anda melihat hal tersebut juga menggejala di organisasi yang lain? Semisal parpol begitu?

Apalagi partai politik. Kebanyakan elit politik sekarang ini tak lagi memiliki spirit sebagaimana saat saya berorganisasi dulu. Idealisme yang diperjuangkan ketika menjadi aktivis telah luntur. Para elit masa kini kan jika berbeda pendapat sedikit saja langsung main jegal, “menggunting” di lipatan, dan saling mencari muka di hadapan pimpinan. Menurut saya, kader-kader muda partai tersebut bisa dibilang tak memiliki akar ideologi yang kuat. Makanya, gampang padam.

Idealnya, parpol tak hanya sekadar pemasok calon anggota dewan dan calon presiden, namun dia musti memahami esensi peranannya bagi bangsa dan negara, yakni memakmurkan rakyat yang diwakilinya. Hari ini bisa kita saksikan secara kasat mata, betapa politisi kita dalam berpolitik sungguh mengkhawatirkan. Semua kebijakan yang dikeluarkan nyaris berujung kepada money politic (politik uang).

Saran dan harapan Anda bagi kader NU ke depan?

Para aktivis NU sejatinya tak jauh beda dengan politisi, dalam arti pengkaderannya. Jadi, politisi itu menjadi anggota dan kader dulu di partai politik sebelum menjadi pejabat publik. Di parpol kan ada latihan kader yang berisi tentang bagaimana arah ideologi partai, visi, wacana, dan strategi dalam pembangunan bangsa. Di sinilah seorang politikus akan bersaing dan saling beradu wacana demi satu tujuan, yaitu membangun bangsa yang lebih baik.

Kader partai yang memang benar-benar kapabel dan mumpuni baru akan diterjunkan menjadi pejabat publik. Dengan kata lain, kader partai yang akan menjadi pejabat publik benar-benar orang yang memiliki kualitas, integritas, dan telah melewati jenjang keorganisasian yang layak. Bukan seperti sekarang yang karena uang dan popularitas. Nah, aktivis NU juga demikian. Mestinya dia melewati kaderisasi yang berjenjang kayak zaman saya muda dulu.

Terima kasih atas pandangan dan nasihatnya, Pak Danial..

Ya, sama-sama. Saling mendoakan yaa.. Doakan saya sehat dan bisa bermanfaat bagi semua. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, IMNU IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, IMNU Tegal. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

IMNU Tegal

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

IMNU Tegal

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Humor Islam, Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU

Dalam kehidupan ini, kita tidak akan lepas dari berbagai persoalan yang tentunya bisa datang kapan saja dan dimana saja. Begitupula dengan solusinya, tentu sudah ada ketentuan. Jika ada persoalan, sudah barang tentu ada solusinya. Namun, tidak semua orang mudah menemukan solusi dari suatu problem kehidupan yang dihadapinya. Khususnya terkait dengan aktivitas sehari-hari yang ada kiatannya dengan ibadah warga NU dan masyarakat pada umumnya. Meskipun menemukan jawaban dari persoalan yang dihadapi, kadang-kadang perasaan masih was-was atau ragu-ragu. Maka dari itu, kita membutuhkan suatu penguat dari jawaban tersebut. Tentunya dengan cara berbagi atau bertanya kepada orang yang mumpuni.

Buku ini hadir di tengah-tengah kita sebagai pegangan hidup agar tidak selalu dilanda keraguan untuk membuat suatu tindakan sesuai dengan syari’at Islam. Dengan sistem tanya-jawab, buku ini akan memudahkan pembaca untuk memahami tentang persoalan yang pernah terjadi di lingkungan masyarakat yang disertai dengan jawaban serta solusinya. Misalkan persoalan yang berkaitan dengan akidah, seperti persoalan seputar qadla dan qadar, taubatnya orang murtad, dan hukum pelarungan (hlm. 1).

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU

Inisiatif KH Marzuqi Mustamar dalam melayani umat untuk memberikan solusi mengenai problematika hukum dan aktivitas sehari-hari masyarakat yang berkaitan dengan ibadah perlu kita apreasi. Dengan jawaban dan solusi-solusi yang diberikan oleh KH Marzuqi, sedikit banyak akan memberikan sebuah pencerahan bagi kita semua. Berbagai persoalan akan segera ditemukan jawaban dan alasan-alasan yang menjadi hujjah dari ide dan gagasan yang dilontarkan olehnya.

IMNU Tegal

Secara umum, pertanyaan-pertanyaan dalam buku ini selalu kita dengar dari masyarakat. Padahal sudah banyak keterangan-keterangan yang menjelaskannya. Namun, kemungkinan karena masyarakat terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-harinya, akhirnya masyarakat banyak yang tertinggal mengenai hukum-hukum yang semestinya diketahui. Sehingga, sebagai alternatif, buku ini akan menutupi celah masyarakat yang seakan terlalu sibuk. Dengan begitu, kita tidak akan merasa tertinggal dan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama dari penanya-penanya sebelumnya.

IMNU Tegal

Solusi hukum Islam yang disampaikan oleh KH. Marzuqi Mustamar melalui buku ini sangatlah sederhana, tidak berbelit-belit dengan teori-teori berat yang jauh dari praktek. Ulasan buku ini lebih realistis untuk bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan banyak kita jumpai dalam berbagai aktivitas yang kita lakukan atau orang lain yang melakukannya.

Sudah barang tentu kita tahu, tentang jimat, rajah, dan berbagai jenis mantra serta jenis-jenisnya. Hal-hal seperti ini selalu menjadi ganjalan dalam hal aktivitas dan hal-hal yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari. Tentunya ada pihak yang tak memperbolehkan menggunakan jimat, rajah, atau benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan di nalar manusia. Namun, tentu ada pula yang memperbolehkan untuk menggunakannya dengan alasan yang jelas dan rasional. Hal ini yang menjadi sorotan dan bahasan menarik dalam buku ini (hlm. 202).

Segala macam persoalan dijawab dengan penuh jemawa mulai hal-hal yang sepeleh hingga persoalan yang memerlukan daya kekuatan otak untuk berpikir lebih tajam dan tepat. Misalkan tentang persoalan dzikir yang menggunakan bahasa Arab, mengumandangkan talbiyah di luar Tanah Haram, dan bertakbir di luar Hari Raya. Entah itu pertanyaan remeh temeh atau berat, dengan tangkas dan penuh peduli mendapat respon dan jawaban yang sesuai dengan syari’at yang berlaku dalam aturan Islam, yang jelas buku ini hadir demi kemaslahatan bagi masyarakat secara umum sebagaimana tujuan utama agama Islam terlahir ke dunia ini.

Bahkan menariknya, model tanya jawab yang disajikan seakan-akan pembaca berbicara langsung dengan sang penulis. Sehingga pemahaman mengenai penjelasan yang disampaikan lebih mudah dimengerti dan tak tampak ada penghalang sedikitpun. Sebuah kreasi yang jarang dilakukan oleh banyak penulis, toh meskipun ada hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja.

Kehadiran buku ini bukan semata untuk menjawab problematika kehidupan warga NU dan masyarakat secara luas yang terfokus pada persoalan ibadah belaka, namun juga sampai pada persoalan yang modern di era yang lebih maju pun disajikan dengan begitu sempurna. Secara menyeluruh, buku ini membahas tentang akidah dan Al-Qur’an, shalat dan zakat, puasa Ramadhan dan persoalan mengenai nabi, pernikahan, dan segala macam persoalan yang pernah dirasakan oleh masyarakat warga NU dan masyarakat secara luas. Sehingga, buku ini bisa menjadi wakil untuk memberikan jalan alternatif agar kebuntuan tentang hukum suatu ibadah atau aktivitas sehari-hari menemukan jalan keluar.

Data Buku

Judul : Solusi Hukum Islam Bersama Kiai Marzuqi Mustamar

Penulis : KH. Marzuqi Mustamar

Penerbit : Muara Progresif

Cetakan : I, September 2014

Tebal : xvi + 267 hal. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-14738-4-9

Peresensi : Fauzan, Kader Muda NU dan Pegiat Ikatan Pemuda dan Pemudi Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel, Surabaya 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Pertandingan, RMI NU IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, IMNU Tegal. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

IMNU Tegal

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

IMNU Tegal

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock