Solo, IMNU Tegal - Banyak nama untuk penyebutan Bulan Ramadhan antara lain syahrus shiyam (bulan puasa), syahrul ibadah (bulan ibadah), syahrur rahmah (bulan penuh rahmat), syahrul Qur’an (bulan Al-Quran pertama kali diturunkan) dan lain sebagainya.
Banyaknya nama penyebutan itu menjadi salah satu ciri dari kemuliaan Ramadhan. “Ada ungkapan katsratul asma’ tadullu ‘ala syarafil musamma, banyaknya nama menunjukkan atas mulianya yang dikasih nama,” tutur Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Laweyan Kota Surakarta KH Agus Himawan kepada IMNU Tegal, Ahad (5/6) lalu.
| Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Banyaknya Nama Tandai Kemuliaan Ramadhan
Pengajar di Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan ini menambahkan, sudah semestinya umat Islam menyambut gembira kedatangan bulan Ramadhan. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang dalam beberapa keterangan disebutkan, mereka telah bersiap menyambut kedatangan Ramadhan enam bulan sebelum kedatangannya.“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang bulan Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadhan, mereka berdoa kembali agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan,” kata dia.
IMNU Tegal
Momentum bulan Puasa ini, lanjutnya, dapat digunakan untuk memperbanyak amalan ibadah.IMNU Tegal
“Ini adalah bulan saling menolong, diterangkan dalam sebuah hadist, ‘Barang siapa memberi makanan berbuka untuk orang berbuka puasa berupa seteguk susu, atau sebutir kurma, atau seteguk air, maka Allah memberinya minuman dari telaga Nabi Muhammad SAW yang ia tidak akan kehausan sehingga masuk ke dalam surga,’” terangnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
IMNU Tegal Kajian Sunnah, Cerita, Santri IMNU Tegal
