Jumat, 10 November 2017

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama

Jakarta, IMNU Tegal



Jati diri dan realitas keindonesiaan kita adalah keragaman. Dalam perspektif agama, keragaman itu hakikatnya adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Sesuatu yang memang begitu adanya (given) Tuhan menghendakinya.

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hal tersebut saat didaulat sebagai pembicara kunci dalam Temu Kebangsaan (Tembang) Orang Muda 2017 di Aula HM Rasyidi Kementerian Agama Jl MH Thamrin No 6 Jakarta, Jumat (28/4).

“Karena Tuhan sadar betul bahwa manusia merupakan makhluk yang amat sangat terbatas. Dan justru karena keterbatasan yang kita miliki maka Tuhan menurunkan anugerah-Nya, yakni dengan menciptakan keragaman di antara kita,” ujar Menag.

Hikmah keterbatasan itu, lanjut Menag, agar bisa saling mengisi, melengkapi dan menyempurnakan. Oleh karenanya, keragaman harus dilihat dari sisi positifnya, bukan sebaliknya malah saling menafikan antara yang satu dengan yang lain.

Menurut Menteri Lukman, agama selalu bisa dilihat dari dua pendekatan, dua sudut pandang, dari dalam sekaligus dari luar. Jika kita melihat agama dari sisi luar atau eksoteris, tentu akan kita lihat keragaman yang sangat banyak.

IMNU Tegal

Menag menambahkan, jangankan antara satu agama dengan yang lain, di internal agama itu sendiri kita lihat beragam cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Itulah yang disebut peribadatan atau berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam Islam disebut syari’at.

“Syari’ yang artinya jalan tentu banyak. Ya, banyak jalan menuju Tuhan Yang Maha Segalanya. Jadi, sebagai makhluk kita jangan sampai memiliki obsesi atau pretensi untuk menyamakan perbedaan tersebut,” tandas putra bungsu mantan Menag KH Saifuddin Zuhri ini.

Sebaliknya, kata dia, jika kita melihat agama dari perspektif sisi dalam (esoteris) maka jangankan antarmadzhab yang ada dalam sebuah agama, antara agama yang satu dengan yang lain tidak akan kita temui perbedaan signifikan. Semua agama bicara pada tujuan yang sama. Esensi dan substansi dari semua agama hakikatnya sama.

IMNU Tegal

“Semua agama bicara tentang keadilan, persamaan di depan hukum, perlindungan HAM. Banyak sekali nilai universal yang dibicarakan agama. Jangan berbohong, jangan menipu, jangan menyakiti orang lain dan seterusnya. Jadi, sisi dalam agama-agama itu hakikatnya sama,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Doa IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock