Jumat, 10 November 2017

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

Bojonegoro, IMNU Tegal. Usai mengadakan kegiatan rutin olahraga pagi setiap Minggu, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, mendapat kunjungan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (Stikes Icsada) Bojonegoro, Ahad (27/9).

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Fatayat, Stikes Icsada Bojonegoro Diskusi Pemanasan Global

Mereka menggelar diskusi tentang pemanasan global (global warming) di Balai Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, yang dihadiri sekitar 65 lebih anggota Fatayat NU, perwakilan masing-masing ranting se-Kanor.

"Kegiatan seperti ini baru, sebab biasanya hanya senam Minggu pagi saja," kata Ketua Ranting Fatayat NU Desa Sarangan, Masfiah.

IMNU Tegal

Menurut Masfiah, setiap kegiatan senam pagi ada sekitar 50 sampai 100 anggota yang ikut. Namun sekarang ini ada 65 lebih yang turut serta. Kegiatan bertambah menarik dan bermanfaat, karena ada tambahan diskusi dari Kampus Ungu, sebutan Stikes Icsada Bojonegoro.

Tamu yanga hadir saat itu adalah perwakilan dari Prodi D III Kebidanan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Kampus Ungu.

IMNU Tegal

Salah satu pemateri dari Prodi D III Kebidanan Kampus Ungu, Istitoah menjelaskan, semakin sedikitnya tanaman dan penghijauan di desa turut serta mempercepat pemanasan global. Olah karena itu, dibutuhkan tanaman baru, termasuk yang terkecil seperti bunga maupun sayuran.

"Pola hidup harus juga diubah, seperti membuang sampah sembarang, menggunakan makanan organik dan lain sebagainya," terang Isti, panggilan akrab Istitoah.

Menurutnya, membuang sampah secara sembarangan cukup berbahaya bagi lingkungan. Padahal, seharusnya bisa dipisah dan dimanfaatkan ulang. Untuk yang basah dipakai pupuk organik atau kompos, sedangkan yang kering juga diolah untuk kegiatan kreatif.

"Bisa menambah pemasukan untuk belanja juga saat kreatif, seperi membuat bros, bunga, tas, dan lain-lain dari daur ulang sampah. LP2M Kampus Ungu juga tengah berkampanye daur ulang sampah," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Tegal IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock