Sabtu, 04 November 2017

Unit Usaha adalah Solusi Bagi Kendala Pergerakan Organisasi

Bandar Lampung, IMNU Tegal. Memiliki unit usaha adalah solusi mengatasi kendala pergerakan organisasi, demikian penegasan Ketua PW GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, di Bandar Lampung, Sabtu (16/7). Menurut Hidir, dalam berkiprah di masyarakat, Gerakan Pemuda Ansor memiliki hambatan tersendiri. Karena itu harus ada upaya nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Unit Usaha adalah Solusi Bagi Kendala Pergerakan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Unit Usaha adalah Solusi Bagi Kendala Pergerakan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Unit Usaha adalah Solusi Bagi Kendala Pergerakan Organisasi

Hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, yakni Gerakan Pemuda Ansor harus bisa mengembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda baik secara individu maupun kelembagaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Mewujudkan hasil kongres itu, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, kata Hidir melanjutkan, telah memiliki aplikasi multiguna ekonomi digital. Aplikasi tersebut berisi berbagai konten seperti kumpulan berita hingga dompet digital yang bisa digunakan juga untuk penjualan pulsa.

Hidir menambahkan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung juga terus mendorong pimpinan cabang memiliki unit usaha, seperti membuat Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) atau usaha lain untuk menopang ekonomi organisasi yang tidak dipungkiri masih menjadi hambatan.

Terpisah, Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto mengatakan, pihaknya telah mengupayakan gerakan-gerakan ekonomi bagi kader seperti penjualan madu, investasi alat cuci kendaraan bermotor bagi Satkoryon Banser Pakuan Ratu, membuka kewirausahaan sosial "Halal" atau hijamah/bekam sambil beramal yang baru terealisasi di PAC Pakuan Ratu dan Rebang Tangkas, serta dalam waktu dekat akan berlanjut ke tiga PAC lain, salah satu Negara Batin.

IMNU Tegal

Dan untuk yang terbaru, kata Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu melanjutkan, adalah menabung 15 pohon buah di pesantren. Targetnya adalah 14 pesantren di 14 kecamatan di Way Kanan.

Saat ini baru terealisasi di tiga pesantren di tiga kecamatan setempat, yakni, Pesantren Al-Falakhussadah, Pakuan Ratu asuhan Kiai Zainal Maarif, Pesantren Darul Ulum, Negara Batin asuhan Ustadz Bayumi dan Pesantren Hidayatus Salafiyah, Negeri Agung asuhan Gus Yunus. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Anti Hoax IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock