Senin, 10 Juli 2017

Bagaimana Mengelola Prasangka secara Psikologis?

Jakarta, IMNU Tegal. Prasangka seseorang timbul karena pemahaman yang telah terkonstruk dalam masyarakat umum. Paradigma tersebut erat kaitannya dengan kemampuan mengidentifikasi seseorang dari berbagai sisi. Orang yang mempunyai pengetahuan dan wawasan luas akan mempunyai prasangka lebih baik dan cenderung melihat sesuatu dari banyak sisi.

Beberapa catatan tersebut muncul dalam kuliah umum bertajuk Psikologi Prasangka yang diselenggarakan oleh Program Studi Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, Kamis (9/6) di Kampus UNU Indonesia Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat.

Bagaimana Mengelola Prasangka secara Psikologis? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mengelola Prasangka secara Psikologis? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mengelola Prasangka secara Psikologis?

Diskusi yang mendatangkan Doktor Lulusan Johannes Keppler University Austria, Idhamsyah Eka Putra ini dihadiri oleh mahasiswa UNU Indonesia, STAINU Jakarta, dan kampus-kampus lain di sekitar Jakarta.

Dalam pemaparannya, Idhamsyah menjelaskan bahwa ada empat hal terkait dengan prasangka. Pertama, prasangka selalu berkenanan dengan kelompok lain; Kedua, prasangka berenaan dengan salah persepsi; Ketiga prasangka merupakan kualitas negatif ? terhadap orang atau kelompok lain; dan Keempat prasangka berkenaan dengan bagaiama atribut yang ada pada kelompok lain dipahami sebagai suatu hal yang mengancam atau tidak disukai.

IMNU Tegal

Prasangka, ucap Idhamsyah, biasanya menimbulkan anggapan atau sikap yang tidak seharusnya dari kelompok atau seseorang terhadap kelompok/orang lain. Oleh karena itu sebagai akademisi dituntut untuk menumbuhkan sikap kritis dan hati-hati serta tidak mudah terpengaruh oleh stigma.

“Di sisi lain, penggunaan istilah tertentu (pelabelan) juga mempengaruhi anggapan orang terhadap sesuatu. Untuk meminimalisir timbulnya prasangka negatif, penggunaan istilah yang positif sangat perlu untuk ditingkatkan,” ungkap Idhamsyah yang juga peneliti senior Psikologi Sosial di Universitas Persada Indonesia.?

Pemahaman terhadap prasangka secara psikologis ini, imbuh Idham, penting bagi manusia secara umum karena konflik menimpa setiap hari. Konflik inilah yang menyebabkan timbulnya prasangka. Sehingga pengetahuan menyeluruh terhadap segala sesuatu menjadi penting ? untuk meminimalisir prasangka buruk yang berdampak tidak baik secara psikologis. (Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sholawat, Meme Islam, Hikmah IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock