Demak, IMNU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan pelantikan pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2015/2016, Senin (1/6). Acara Pelantikan ini diikuti oleh seluruh santri dan juga diikuti oleh segenap dewan Asatidz. Sebagai kepala terpilih, Henna Fauzia Aisyatul Ulya menggantikan Aida Qoniatul Muna.
Pengasuh Pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, bahwa semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban, yakni disamping punya kewajiban untuk belajar atau mengaji juga punya kewajiban untuk berkhidmah/mengabdi.
| Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah
“Baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri. Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun,” jelasnya.IMNU Tegal
Kiai Helmi mengatakan, untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.Selanjutnya Dia berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat, melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas. (Abdus Shomad/Fathoni)
IMNU Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idIMNU Tegal Bahtsul Masail, Hadits IMNU Tegal
