Kamis, 18 Januari 2018

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan

Jombang, IMNU Tegal. Radikalisme dan faham fundamentalisme agama yang makin marak di kalangan pelajar memunculkan keprihatinan para aktivis organisasi pelajar. Radikalisme agama dikhawatirkan bakal berpengaruh pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi fenomena tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bekerjasama dengan Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, menggelar Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan bertema “Deradikalisasi di Kalangan Pelajar untuk Memperkokoh Komitmen Kebangsaan” di Aula STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Kamis (24/6) siang.

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kacung Marijan, pengamat politik dan pendidikan, Ahmad Heri, mantan aktifis pelajar NU, Ida Fauziyah, Anggota Komisi II DPR RI serta Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri.

IMNU Tegal

Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri mengungkapkan, saat ini di Indonesia terdapat ratusan ribu Ormas dan OKP. Diantara ribuan ormas dan OKP tersebut memiliki faham radikal yang bahkan menentang pancasila sebagai ideologi bangsa.

Kacung Marijan, pria yang juga menjabat sebagai ketua PBNU ini mengatakan, menjamurnya faham radikal dan fundamental keagamaan tak lepas dari pengaruh globalisasi. Banyak orang yang tak memahami makna globalisasi secara utuh dan hanya mengambil makna negatifnya saja.

IMNU Tegal

Sehingga, lanjut Kacung, saat ini tidak sedikit muncul perbedaan yang mengarah pada perpecahan. Banyak  orang dan kelompok yang hanya mau dengan pendapatnya sendiri dan kelomponya tanpa mau menghargai pendapat orang lain.

“Globalisasi ini juga oleh demokratisasi. Nah, sayangnya banyak orang yang salah mengartikan demokratisasi. Kelompok ini merasa yang paling benar dan tidak mau menghargai pendapat orang lain,” ujar Kacung.

Ahmad Heri, mantan pengurus PWNU Jawa Timur mengatakan, untuk meredam maraknya faham radikal dan fundamental diperlukan keseriusan dari penggerak organisasi masyarakat sipil dan organisasi pelajar.

“Organisasi semacam IPNU ini punya peran penting. Nilai-nilai kebangsaan yang dulu digagas para leluhur bangsa harus selalu ditanamkan kepada pelajar,” katanya.

Ida Fauziyah, anggota DPR RI mengungkapkan, radikalisme dan fundamentalisme agama yang mengancam keutuhan NKRI harus dilawan secara bersama oleh negara dan Masyarakat. Negara punya peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Menurut Ida, pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif. “Sebenarnya negara sudah melakukannya, tapi pertanyaannya apakah sudah efektif? Itu yang saat ini masih menjadi pertanyaan.” (ysf)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock