Selasa, 25 April 2017

MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu Falak

Kudus, IMNU Tegal. Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus mengundang sejumlah pakar Falak untuk mengisi workshop pengembangan disiplin kajian itu. Bertempat di aula madrasah setempat, Sabtu (26/4) forum ini yang dibuka Kepala Kemenag Kudus H Hambali ini, diikuti 100 peserta dari unsur tokoh masyarakat dan guru madrasah bidang ilmu Falak.

Dalam sambutannya, H Hambali mengharapkan ilmu Falak bisa dijadikan sebagai salah satu model keunggulan pada madrasah di kabupaten Kudus. Dari sejarahnya, Kudus merupakan salah satu tolok ukur perkembangan ilmu Falak di Indonesia sehingga sangat perlu diperkuat dan dikembangkan.

MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu Falak (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu Falak (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Qudsiyyah Gelar Workshop Pengembangan Ilmu Falak

“Kegiatan serupa bisa terus dikembangkan di madrasah-madrasah lain di kabupaten Kudus mengingat orang yang mengembangkan keilmuan Falak ini terbilang sedikit,” katanya.

IMNU Tegal

Salah satu hal yang mengemuka dalam diskusi bertema “Implementasi Teori dan Praktik Ilmu Falak dalam Pembelajaran”, adalah seringnya perbedaan dalam penentuan awal puasa maupun Idul Fitri. Narasumber utama H Muhyiddin Khazin dari UIN Yogyakarta mengungkapkan salah satu faktor utama perbedaan itu terletak pada persoalan kriteria dan landasan yang berbeda.

IMNU Tegal

Dijelaskan, pendapat-pendapat yang berbeda adalah kemungkinan bisa terlihatnya hilal (bulan).  “Ada yang menggunakan  kriteria tinggi dua derajat, ada yang kriteria 6,4 derajat baru bisa terlihat, bahkan ada yang berpendapat yang penting wujud hilal,” terang anggota Lajnah Falakiyah PBNU ini.

Menurutnya, perbedaan pandangan itu seringkali menyebabkan pandangan pandangan ormas ketika menentukan awal bulan puasa maupun hari raya Idul Fitri. “Tetapi kita tidak boleh menyerah, kita terus berusaha untuk sering melakukan diskusi dengan para ahli Falak di masing-masing ormas untuk  melakukan kesepahaman dan meminimalisir perbedaan,” ujar H Muhyidin.

Kendati demikian, Dosen Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menyatakan rasa syukurnya. Karena, di era sekarang anggota ormas Islam tetap saling menghormati satu sama lain kendati berbeda pendapat.

“Sekarang ini tidak seperti dahulu. Kebersamaan harus tetap diutamakan untuk persatuan dan kesatuan umat muslim di negeri ini,” tegasnya.

Forum diskusi kajian Falak ini ini menarik perhatian para guru dan siswa. Karena, ilmu Falak merupakan salah satu ilmu bantu dalam ibadah. “Sholat, zakat, puasa, dan haji adalah rukun Islam yang berkaitan dengan ilmu Falak. Penentuan waktu sholat, arah kiblat juga menggunakan hitungan Falak ,” terang H Muhyidin.(Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Syariah, Sunnah IMNU Tegal

IMNU - Internet Marketer Nahdlatul Ulama Tegal.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock