Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Januari 2018

Rektor UIN Yogya: Pelajaran Agama Lahirkan Muslim Pancasilais

Yogyakarta, IMNU Tegal



Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masa bakti 2016-2020, Yudian Wahyudi, mengatakan, jika mata pelajaran agama dijadikan materi Ujian Nasional, cita-cita melahirkan muslim Pancasilais menjadi niscaya.

Yudian melempar ide tersebut saat menjadi narasumber pada lokakarya Finalisasi Draf Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Penilaian Buku Pendidikan Agama dan Keagamaan (Tadqiq al-Kutub) pada jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang diinisiasi Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kemenag, Ahad (27/8) malam.

Rektor UIN Yogya: Pelajaran Agama Lahirkan Muslim Pancasilais (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIN Yogya: Pelajaran Agama Lahirkan Muslim Pancasilais (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor UIN Yogya: Pelajaran Agama Lahirkan Muslim Pancasilais

 

Kegiatan ini dijadwalkan selama tiga hari, Minggu-Selasa, 27-29 Agustus 2017 di Hotel Harper Jl. Pangeran Mangkubumi, Yogyakarta. Acara dibuka resmi Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud, Minggu (27/8) malam.

Menurut Kiai Yudian, setidaknya ada empat ranah yang harus disepakati seluruh pendidik. Pertama, pelajaran akidah dan ibadah diajarkan oleh guru seagama untuk murid seagama. “Itu berlaku bagi enam agama resmi di Indonesia,” tandas Doktor (PhD) lulusan McGill University Kanada ini.

IMNU Tegal

Kedua, lanjut dia, pelajaran fiqih muamalah juga diajarkan oleh guru seagama untuk murid seagama. Ketiga, pelajaran agama pada poin pertama dan kedua digunakan untuk membaca aneka kebutuhan nasional.

“Misal, bagaimana Pancasila versi Islam. Bagaimana pula versi Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Contoh lain bagaimana agama-agama ini melihat persoalan mulai narkoba, radikalisme, korupsi, disintegrasi, hingga human trafficking dan HAM,” urai Pengasuh Pesantren Nawesea Yogyakarta ini.

 

Untuk poin keempat, dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat ini mencoba menawarkan kebutuhan-kebutuhan nasional yang telah diurai berdasar kaca mata agama tersebut dibaca pakai Pancasila.

IMNU Tegal

“Logika ini mungkin hanya untuk anak SMA atau kampus. Tentu, membacanya dengan segala peraturan turunan mulai UU, Perpres dan lain sebagainya. Jika ini mampu dilakukan, saya kira tentu dahsyat output-nya,” tegas Kiai Yudian.

Lokakarya yang diikuti 50 orang tersebut menghadirkan sejumlah pejabat dan akademisi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, antara lain Rektor Prof KH Yudian Wahyudi PhD, Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, Guru Besar Bidang Politik Islam Kontemporer Prof Noorhaidi Hasan PhD, serta para peneliti. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Nusantara IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

PMII Purworejo Kawal Nasib Buruh Toko

Purworejo, IMNU Tegal. Menindak lanjuti aksi turun jalan memperjuangkan kenaikan gaji buruh toko di Purworejo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo mengadakan audiensi ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Purworejo, Senin (5/5).

PMII Purworejo Kawal Nasib Buruh Toko (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Purworejo Kawal Nasib Buruh Toko (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Purworejo Kawal Nasib Buruh Toko

Kedatangan empat mahasiswa pengurus PMII tersebut diterima Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja Disnakertransos Purworejo Sujana SH. Dalam pertemuan tersebut, PMII mengadukan temuan di lapangan terkait rendahnya gaji buruh toko yang masih jauh dari UMK yang ditetapkan Gubernur Jawa Tengah untuk Kabupaten Purworejo sebesar Rp 910 ribu per bulan.

"Terus terang kami prihatin dengan rendahnya gaji teman-teman buruh yang jauh dari UMK Purworejo. Untuk itu, kami meminta agar Disnakertransos mengambil langkah-langkah konkrit agar nasib mereka mengalami perbaikan," kata jurubicara PMII, Muhammad Arifin.

IMNU Tegal

Arifin menambahkan, biar bagaimanapun ia merasa bahwa rendahnya gaji buruh toko di Purworejo mengharuskan pemerintah untuk turun tangan. Pasalnya, jika hal ini dibiarkan para buruh khususnya buruh toko tidak akan pernah hidup dengan layak karena gaji yang diterimanya sangat rendah.

"Meskipun begitu kami menyadari bahwa iklim ekonomi di Purworejo kurang memungkinkan bagi para pengusaha untuk memberikan upah yang sesuai dengan UMK yang ditetapkan. Namun paling tidak, dengan adanya pengawasan atau himbauan dari Pemerintah akan menjadikan gaji mereka sedikit naik," tandasnya.

IMNU Tegal

Selain itu, Arifin juga menyampaikan beberapa pekerja dibeberapa toko yang mendapat perlakuan kurang manusiawi dari majikannya. "Dari penelusuran kami ada toko-toko yang dengan seenaknya main pecat kepada karyawannya terutama saat masa training. Dengan sistem ini, toko itu selalu mempekerjakan karyawan dengan gaji murah," tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Sujana SH menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap nasib para buruh khususnya buruh toko. Menurutnya permasalah buruh toko yang mayoritas berada disektor usaha kategori marginal memang cukup memperihatinkan.

"Secara berkala kami juga melakukan monitoring dan pengawasan ke toko-toko. Jadi kami sebenarnya juga sudah tahu dengan pemasalah gaji buruh tersebut," katanya.

Namun, sambung Sujana, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena pertama regulasi UMK tersebut hanya diperuntukkan bagi usaha formal bukan usaha marginal yang mempekerjakan karyawan dibawah 10 orang.

"Terus terang kami tidak bisa berbuat banyak karena melihat iklim ekonomi di Purworejo yang belum memungkinkan. Selain itu kalau kami melangkah lebih jauh misalnya dengan membuat edaran untuk menaikkan gaji juga melanggar karena pengupahan bagi karyawan usaha marginal belum diatur oleh undang-undang ataupun perda," tandasnya. (Lukman Hakim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Fragmen IMNU Tegal

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

Asahan, IMNU Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea meminta seluruh pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) se-Sumut agar menggiatkan kaderisasi. Sebagai realisasi program PW GP Ansor Sumut, ia mendorong kader organisasi pemuda NU ini ada di setiap desa.

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

"Ansor adalah elemen pemuda yang berada di garda terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor harus ada di setiap desa guna menjaga keutuhan NKRI," kata Mulia saat menjadi narasumber pada Latihan Kader Dasar (PKD) yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Asahan, di Pesantren Darul Hikmah Kisaran, Asahan, Sabtu (31/1).

Mulia menegaskan, untuk bisa berjuang, kader Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Karena itu, seluruh kader Ansor harus mengikuti PKD agar mengetahui nilai-nilai dasar perjuangan organisasi ini.

IMNU Tegal

"Kader Ansor harus menjaga komitmen terhadap ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Prinsip Aswaja antara lain bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furuiyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islâmiyyah)," katanya.

Hadir dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Asahan? H Ahmad Fadelah Pane, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap, Sekretaris Parulian Siregar, serta unsur pengurus PW GP Ansor Sumut di antaranya M Uliansyah, Jasmi Assayuti, Dedi Hermanto Sitorus, Ketua Caretaker PC Ansor Asahan Safrizal, dan Ketua Panitia Budi Suherman.

?

IMNU Tegal

Sedangkan Rais Syuriah PC NU Asahan H Ahmad Fadelah Pane mengatakan, mazhab Ansor adalah Imam Syafii yang Aswaja, bukan Imam Samudra yang tidak mengakui NKRI.

Ketua Caretaker PC NU Asahan melaporkan, PKD yang digelar 30 Januari sampai 02 Februari itu dirangkai dengan pembentukan PAC di sejumlah kecamatan di Asahan, dan konferensi cabang (konfercab) GP Ansor Asahan. (Hamdani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Hadits, Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Sholah Pimpin Ansor Jateng

Pekalongan, IMNU Tegal - H Sholahudin Aly terpilih menjadi nakhoda baru Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2017-2021. Pria yang akrab disapa Gus Sholah itu terpilih secara aklamasi pada acara Konferwil GP Ansor Jateng di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

Usai terpilih, Gus Sholah menyatakan komitmennya dalam berjuang bersama Ansor Jateng.

Gus Sholah Pimpin Ansor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Pimpin Ansor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Pimpin Ansor Jateng

"Ansor ini organisasi yang besar, sedangkan saya ini bukan apa-apa. Maka mari kita bersama ikut berjuang di dalamnya," kata Sholah.

IMNU Tegal

Pria kelahiran Jepara itu juga menekankan beberapa hal penting yang menjadi prioritas program di masa mendatang, antara lain soal penertiban administrasi.

IMNU Tegal

"Pertama tertib administrasi, ini sudah kita coba dan buktikan dengan adanya kegiatan akreditasi," katanya.

Selain Sholahudin, dua calon lain digadang menjadi ketua Ansor Jateng, yakni Fahsin M Faal (Demak) dan Wahidin Said (Kendal). (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Halaqoh, Pahlawan IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Yogyakarta, IMNU Tegal. Pada acara perhelatan Konferwil Fatayat NU DIY ke-XI, Sabtu-Ahad (25/26), paduan suara dari MTs Binaul Ummah membakar semangat nasionalisme dan semangat ke-NU-an peserta yang hadir. Ada tiga lagu yang ditampilkan oleh paduan suara MTs Binaul Ummah yakni Mars Syubbanul Wathon, Mars Fatayat dan Syi’ir NU.?

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

“Indonesia negeriku, engkau panji martabatku, siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu. Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu!, demikian salah satu lirik Mars Syubbanul Wathon karya Kiai Wahab Hasbullah yang menggetarkan arena Konferwil Fatayat ke-XI.?

Selain menyanyikan lagu bernafaskan nasionalisme, mereka juga menyanyikan syi’ir NU yang secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada para peserta yang hadir tentang NU dalam acara pembukaan Konferwil Fatayat tersebut.?

Tahun 26 laire NU. Ijo-ijo benderane NU. Gambar jagad simbole NU. Bintang songo lambange NU,” ujar mereka kompak.?

Pelatih paduan suara sekaligus guru di MTs Binaul Ummah, Heri Kiswanto mengungkapkan bahwa hanya butuh waktu latihan selama tiga minggu dan delapan kali tatap muka.?

IMNU Tegal

“Sebenarnya siswa memiliki potensi yang bagus dalam hal seni olah suara. Saya berharap ke depan, para siswa diberikan ruang lebih banyak untuk belajar musik,” tegas Heri.?

Sebagai pelatih, Heri juga menegaskan kagum dengan lagu Syubbanul Wathan.?

IMNU Tegal

“Lagu Syubbanul Wathan bukan sekadar lagu biasa. Lagu tersebut termasuk lagu yang memiliki ruh yang dapat menggetarkan dan membangkitkan kembali jiwa nasionalisme kaum santri, baik itu yang menyanyikan maupun yang mendengarkan lagu itu,” tandas Heri.?

Penampilan paduan suara MTs Binaul Ummah yang menyanyikan lagu bernapaskan nasionalisme mendapatkan apresiasi yang luas dari tamu undangan dan peserta yang hadir. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Bahtsul Masail, Hikmah IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Pasal Hari Santri

Salah satu yang menyebabkan istilah “hari santri” mencuat ke permukaan adalah justru karena “janji” Jokowi itu direspon oleh kubu capres lain. Seorang petinggi partai politik yang bersaing dengan kubu capres Jokowi menyampaikan komentar dengan bahasa yang tidak elok. Spontan, komentar itu menjadi bahan kampanye negatif yang justru merugikan kubu capres lain itu. Pengamat politik mengatakan, banyak santri yang awalnya tidak berkepentingan dengan pilpres justru malah bersimpati dengan Jokowi.

Padahal, janji penetapan hari santri itu juga terkesan muncul spontan di musim kampanye.

Baiklah, istilah hari santri sudah terlanjur menjadi perbincangan. Pada peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1436 H kemarin, banyak yang menunggu-nunggu apakah hari santri itu jadi ditetapkan. Sebagian aktivis yang mengidentifikasi diri sebagai santri tidak bisa menahan diri untuk menagih janji kampanye. Dan, ternyata tidak ada pengumuman apapun tentang penetapan hari santri, meskipun tanggal 1 Muharram terjadi setelah presiden baru dilantik.

Pasal Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasal Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasal Hari Santri

Apakah satu Muharram pantas dan perlu ditetapkan sebagai hari santri? Beberapa tokoh ormas Islam dan MUI menyatakan tidak setuju. 1 Muharram adalah hari besar umat Islam sedunia. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, malahan mengusulkan tanggal lain untuk ditetapkan menjadi hari santri, yakni tanggal 22 Oktober, tanggal dideklarasikannya Resolusi Jihad oleh KH Hasyim Asy’ari yang menyerukan umat Islam berjuang mengusir tentara Sekutu.

Tepat pada tanggal 1 Muharram kemarin, orang dekat presiden yang terlibat dalam kampanye buru-buru mengklarifikasi janji hari santri. Bahwa yang benar bukan penetapan tanggal 1 Muharram menjadi hari santri. “Tapi presiden dalam janji kampanyenya akan menetapkan Hari Santri di 1 Muharram.” Entah tanggal 1 Muharram tahun kapan.

Sebelum melanjutkan polemik mengenai hari santri, pertanyaannya siapa sebenarnya yang dimaksud dengan santri?

IMNU Tegal

Diskursus mengenai santri mengalami pergeseran. Istilah santri yang paling populer terdapat dalam tesis antropolog Amerika Clifford Geertz tentang trikotomi santri, abangan dan priyayi. Di sini kelompok santri diperbandingkan dengan kelompok abangan, meskipun sama-sama beragama Islam. Kaum santri umumnya hidup di daerah pesisir dan berprofesi sebagai pedagang, sementara kaum abangan ada di luar pusat perdagangan dan lebih banyak berprofesi sebagai petani. Kaum santri lebih puritan, sementara kaum abangan lebih akrab dengan berbagai tradisi keagamaan.

Tesis Geertz itu memang sangat rawan kritik, namun kenyataannya masih menjadi bahan bagi para politisi dan pengamat dalam menyusun peta politik. Belakangan malahan santri dan abangan sulit sekali dibedakan. Dalam hal tradisi keagamaan, sekedar misal, santri dan abangan sudah bertemu di kuburan atau makam para wali untuk bertawassul bersama. Siapa santri siapa abangan menjadi tidak jelas.

IMNU Tegal

Namun menyimak polemik hari santri, baik dari pihak yang setuju maupun tidak dengan penetapan hari santri, dapat dipastikan bahwa yang dimaksud dengan santri di sini adalah terkait dengan istilah pesantren, yakni tempat belajar para santri. Istilah pesantren sebagai tempat mempelajari banyak hal tentang agama sudah digunakan di Nusantara jauh sebelum Islam datang, kemudian masih digunakan oleh para penyebar Islam. Demikian juga dengan santri. Pesantren bahkan menjadi pusat penyebaran agama Islam dan para santri kemudian menyebar kemana-mana.

Jadi santri yang dimaksud adalah sebuah komunitas umat Islam yang berpusat di pesantren dan belakangan disatukan dalam wadah organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

Kembali kepada hari santri, presiden ke-7 Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bapak Jokowi, memang sangat aktif menyapa rakyatnya. Jangankan komunitas besar bernama santri, dalam pidato pertamanya sebagai presiden pada 20 Oktober lalu, orang Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan, petani, bahkan tukang bakso pun disebutnya sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang ia pimpin.

Akhirnya, penetapan hari santri itu sendiri, kalaupun dilakukan, sebenarnya tidak  terlalu terkait dengan jabatan dan tugas sebagai seorang presiden. Mengutip pernyataan orang dekat presiden tadi, penetapan hari santri pada 1 Muharram 1436 kemarin belum dilakukan karena Pak Presiden tidak ingin hanya mengeluarkan selembar Keppres untuk menetapkan hari santri itu. Namun lebih dari itu, Presiden ingin melakukan aktivitas-aktivitas yang substansial berkaitan dengan pembangunan pesantren, memajukan level pendidikan untuk para santri, dan meningkatkan ekonomi umat. Ya, lihat saja nanti. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan IMNU Tegal

Kamis, 30 November 2017

Ini Putusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Terkait Status Kewarganegaraan Teroris

Berikut ini adalah putusan Bahtsul Masail Muskerwil PWNU Jawa Timur di Graha Residen Jalan Darmo Harapan 1 Surabaya 24-25 September 2017. Putusan ini terdiri atas tiga masalah, yaitu soal status kewarganegaraan teroris, soal paytren, dan soal wasiat shalat jenazah satu gelombang.

1. Melepas Status Kewarganegaraan Teroris (PCNU Kota Kediri dan PCNU Bawean)

Deskripsi Masalah

Ini Putusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Terkait Status Kewarganegaraan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Putusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Terkait Status Kewarganegaraan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Putusan Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur Terkait Status Kewarganegaraan Teroris

Seiring maraknya terorisme global, tidak sedikit Warga Negara Indonesia yang menjadi simpatisan maupun aktif sebagai milisinya. Hal ini kemudian memunculkan wacana pelepasan status kewarganegaraan orang-orang Indonesia yang terlibat gerakan teroris di luar negeri. Sebab, ketika para teroris mendapat kesempatan pulang ke Indonesia, mereka menularkan ideologinya kepada orang lain sehingga ideologi radikal dan ancaman aksi-aksi teror semakin nyata.

Pertanyaan

IMNU Tegal

a. Bagaimana hukum pemerintah membuat kebijakan melepas status kewarganegaraan terhadap orang yang keluar negeri untuk menjadi teroris?

IMNU Tegal

b. Kapan pemerintah bisa mencabut status kewarganegaraan seorang warganya karena faktor potensi gangguan besar yang mungkin ditimbulkannya?

c. Bagaimana syariat memandang seseorang yang telah menyatakan diri lepas dari ikatan NKRI dan berbaiat mendukung terorisme, kemudian ia kembali lagi ke Indonesia dengan alasan faktor kekecewaan terhadap janji palsu kelompok yang dikunjungi, apakah ia masih boleh diterima kembali sebagai Warga Negara Indonesia secara syara’?

Jawaban

a. Pemerintah berkewajiban menjaga stabilitas keamanan negara, ketentraman warganya dan menjaga dari berbagai hal yang mengancamnya. Karena itu pemerintah diwajibkan membuat kebijakan yang paling maslahat bagi tercapainya tujuan tersebut, meskipun dengan melepas status kewarganegaraan teroris.

Catatan: Kebijakan tersebut disaratkan tidak berdampak tercabutnya hak kewarganegaraan terhadap anak keturunanya yang tidak bersalah.

b. Ketika diduga kuat dengan berdasarkan data akurat orang tersebut akan mengancam stabilitas keamanan negara dan ketentraman warganya, serta tidak ada cara lain yang lebih maslahat.

c. Tidak boleh, kecuali sudah dipastikan tidak membahayakan stabilitas keamanan negara, ketentraman.

Referensi

1. ? ? ? ? ?: 121 ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? – ? ? ? – ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

2. ? ? ? [? 167

? ? ? ? ? ? ? ?: ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? . ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

3. ? ? ? - (? 16 / ? 284

? ? ? : ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? (?: 33)? ? ? ? ?.

4. ? ? ? - (? 1 / ? 4439

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (1) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...  [?/1? 2] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  

5. ? ? ? 3 ? 329

? ?: ? ? ? «? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. .} ?

6. ? ? [1 /185

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

7. ? ? ? ? ? ? (4/ 162

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

8. ? ? – (? 15 / ? 218

(? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

9. ? ? ? ? ? ? ? ? ? (5/ 279

?: ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

10. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 26

? ? ? ? ? ? ? ? -? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

11. ? ? ? ? – (1 / 303

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

12. ? ? ? (4/ 192

? ? ? : 25 – ? ? ? ? ? ? . ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (2) ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . (3) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . (4) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

2. Paytren, Benarkah Bisnis Berbasis Syari’ah? (PCNU Kota Kediri)

Pembahasan masalah bisnis Paytren akan disempurnakan dan dilanjutkan pada bahtsul masail PWNU Jawa Timur berikutnya menunggu nara sumber dari Paytren.

3. Wasiat Shalat Jenazah Satu Gelombang (PCNU Kota Kediri)

Deskripsi masalah

Termasuk bagian dari ajaran Islam adalah memberlakukan hukum wasiat, yaitu pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal. Baik berkenaan dengan harta kekayaan maupun beragam permintaan lainnya, sekalipun itu wasiat terbilang cukup aneh. Umumnya manusia, mereka sangat senang bila ada banyak orang yang siap menyolatinya kelak saat dirinya meninggal. Namun demikian, rupanya ada sebagian orang yang terlehat aneh, ia justru berwasiat agar hanya dishalati oleh satu gelombang jamaah saja kala hari kematiannya, mungkin karena bertujuan agar mayatnya sesegera mungkin untuk diquburkan dan tidak ada penundaan pemakaman karena banyaknya orang yang mensholati atau didasari dengan alasan lain. Karenaitu, ketika wasiat telah terucap, maka tak jarang dari pihak keluarga berusaha keras untuk memenuhi permintaan tersebut.

Pertanyaan

Bolehkah keluarga melarang menyolati jenazah lebih dari satu gelombang berdasarkan wasiat dari mayit?

Jawaban

Pesan larangan untuk menyolati jenazah lebih dari satu gelombang bukan termasuk wasiat, karena bukan hak mayit. Pesan larangan tersebut tidak berdampak hukum apapun, sehingga ahli waris tidak berhak melarangnya. Namun bila terdapat pertimbangan lain seperti menyegerakan pemakaman, khawatir berubahnya jazad mayit (taghayur), maka boleh mencukupkan shalat jenazah satu gelombang.

Referensi

1. ? ? - (? 3 / ? 198

? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

2. ? ? - (? 1 / ? 361

? ? ) ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

3. ? ? ? ? ? ?/?

(?) ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?   .....

4. ? ? ? ? ? ? ?

? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? . ? ? ? ? ? ? ?



Tim Perumus

1. KH Sadid Jauhari

2. KH Syafruddin

3. KH Nuruddin Abdurrahman

4. KH Muhibbul Aman Aly

5. KH Ahmad Asyhar Shofwan, M.Pd.I.

6. KH Azizi Hasbullah

7. KH MB. Firjhaun Barlaman

8. KH.Maghfur Syadzili Iskandar

9. Ahmad Muntaha AM

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Pesantren IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock