Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Jakarta, IMNU Tegal. Penyerangan Ahad sore 27 Mei 2012 silam, sedikitnya melukai dua anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kasus penyerangan tersebut, dilakukan oleh sekelompok orang berpakaian Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT). Peristiwa tersebut persisnya terjadi di Kantor Ranting NU Desa Wonokromo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung.

Aparat masih Buru Pelaku  Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)
Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung (Sumber Gambar : Nu Online)

Aparat masih Buru Pelaku Perusak Kantor NU Tulungagung

Namun, kasus penyerangan tersebut dengan senjata tajam; parang, mulai menemui titik terang. Aparat hukum dengan dukungan PWNU Jatim, bekerja optimal. Kedua pihak bersinergi dalam menegakkan hukum positif di Jawa Timur khususnya.

“Sejumlah pelaku penyerangan sudah ditangkap aparat hukum. Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran,” ungkap Imam Kusnin, Ketua Satkorwil Banser Jawa Timur kepada IMNU Tegal pertelepon, Rabu (13/6) sore.

IMNU Tegal

Bahkan sayembara pun digelar untuk menangkap dua buron tersebut. Sayembara menyediakan  hadiah yang cukup menjanjikan bagi penangkap buron. Salah satu cara kreatif untuk mengejar pelaku kriminal, sayembara.

IMNU Tegal

Pasukan kami juga selalu stand by di lokasi. Kami akan mengawal terus proses hukum hingga tuntas. Segenap keluarga besar Banser tidak perlu khawatir. Waspada terhadap provokator yang akan memperkeruh persoalan, imbau Kusnin yang juga Wakil Ketua PW GP. Ansor Jatim.

Aparat berwenang sudah melakukan langkah hukum. Kita akan memantau terus perkembangannya. PWNU Jatim menuntut penuntasan kasus ini selambatnya 15 Juli 2012, tandasnya.

Penuntasan kasus ini, menjadi bukti komitmen aparat terhadap hukum. Komitmen kuat terhadap hukum akan menjamin kepercayaan semua elemen bangsa. Tanpanya, bentrokan fisik, sulit dihindarkan. Karena, setiap pihak baik personal maupun komunal, akan akan memaksakan kehendak masing-masing tanpa mempedulikan  orang lain. Keamanan dan kenyamanan yang menjadi hajat hidup orang banyak, diabaikan percuma.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Kajian, Halaqoh IMNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota

Brebes, IMNU Tegal. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyarankan agar selepas Lebaran ini warga tidak terpesona dengan kota. Kemudian ikut-ikutan urbanisasi ke Jakarta tanpa memiliki bekal keterampilan cukup. Pasalnya, mengadu nasib ke ibu kota tidak segampang dalam angan-angan. Lebih baik bekerja di daerah sendiri dengan turut serta membangun masyarakat.

“Tak usah ikut-ikutan ke Jakarta bila tidak memiliki bekal keterampilan yang cukup,” sarannya pada sambutan Haul KH Syihabuddin dan haul massal serta halal bihalal desa Jagalempeni Kecamataman Brebes, Ahad (2/7).

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Sarankan Warga Desa Tak Terpesona Kota

Idza meyakini, hidup di desa lebih sejahtera dan tenang. Jika memiliki inovasi dan kreativitas bisa disumbangsihkan kepada daerah.

IMNU Tegal

Dia juga menerangkan, di Brebes telah disediakan 10 ribu hektar untuk lahan industri dan sudah ada 38 investor yang tengah menyelesaikan pengurusan perizinannya.

IMNU Tegal

“Kabupaten Brebes pro investasi, jadi akan ada pergerakan perkembangan ekonomi yang signifikan,” tandasnya.

Sebagai pimpinan daerah, dirinya bertekad memperhatikan berbagai peluang usaha untuk warganya. Termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang terus diselesaikan hingga tahun kelima.

“Tahun kelima ini, insyaallah infrastruktur jalan di Brebes bisa rampung dan akan dilanjutkan dengan periode II dengan pembangunan yang seimbang antara pembangunan jasmani dan rohani,” terangnya.

Dalam kesepatan tersebut, Idza juga menyambut baik tradisi budaya masyarakat desa yang kental dengan gotong-royong dalam pembangunan. Terbukti berbagai kegiatan keagamaan, pembangunan tempat tempat ibadah, maupun sarana dan prasana pendidikan banyak yang dilakukan dengan dukungan gotong royong.

Atas nama pribadi maupun pemerintah, Bupati meminta maaf kepada masyarakat Brebes khususnya desa Jagalempeni.

Ketua Panitia Haul dan Halal Bihalal, Fahrizal Julian Pratama menjelaskan, haul dan halal bihalal menjadi kebiasaan masyarakat Jagalempeni. Dalam haul tersebut, terkumpul dana gotong royong lebih dari Rp 13 juta untuk 6 ribu arwah. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Fragmen, Tokoh, Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan

Karanganyar, IMNU Tegal. Menilik namanya, kuliner jenang yang satu ini tidak hanya kuliner biasa. Jenang Procotan menyimpan makna serta gambaran tentang harapan seseorang terhadap proses kelahiran dan  kualitas keturunan dalam sebuah keluarga.

Jenang Procotan, atau dikenal juga dengan Jenang Procot, merupakan kuliner khas yang dibuat ketika usia kehamilan seorang perempuan mencapai 9 bulan. Ia sejenis doa agar proses kelahiran berjalan lancar. Bubur ini juga dimakan saat bancakan ketika seorang ibu hamil tua, atau mendekati HPL (hari perkiraan lahir).

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan

"Jenang Procotan ini mengandung makna agar jabang bayi lekas lahir dengan selamat, mak Procot kalau orang Jawa bilang," papar Ngatmi, salah satu warga kaki Gunung Lawu Karanganyar yang sedang membuatkan jenang procot untuk putrinya yang sedang hamil 9 bulan, Jum’at (6/9).

IMNU Tegal

Setelah Jenang Procotan selesai dibuat, Bu Ngatmi, demikian ia biasa disapa, pun membuat nasi tumpeng yang dilengkapi beraneka macam lauk di sekelilingnya. Setelah didoakan, jenang beserta tumpeng tersebut dibagi-bagikan kepada tetangga sekitar. Makna dari tradisi tersebut, agar kelak anak menjadi orang yang suka bersedekah dan berbagi dengan sesama.

Tekstur Jenang Procot sendiri terbilang lembut dan manis, dimana jenang tersebut dibuat dari tepung beras dan paduan bumbu alami seperti daun pandan, gula jawa, serta tambahan pisang raja utuh di tengahnya.

IMNU Tegal

Pisang raja sendiri dimaknai sebagai simbol raja. Harapannya, jika si anak lahir kelak akan menjadi anak yang baik dan berbudi luhur. Jenang ini tergolong istimewa karena selain enak rasanya, di dalamnya juga terkandung nilai budaya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Kajian IMNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Asad Said Ali: Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU

Batam, IMNU Tegal. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyampaikan ceramah khusus dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakpesdam NU di Asrama Haji Kota Batam, Selasa (14/4) malam.

Asad Said Ali: Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali: Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali: Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU

Menurut As’ad, Lakpesdam yang dirintis oleh Ketua Umum PBNU Gus Dur waktu itu hadir sebagai trobosan yang dilakukan setelah NU Kembali ke Khittah 1926 yakni kembali menjadi organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan serta tidak lagi menjadi bagian dari partai politik.

“Lakpesdam NU telah menorehkan tinta emas NU. Lakpesdam telah menjadikan NU sangat dinamis. Di sini lahirlah generasi-generasi baru yang mengharumkan nama NU,” katanya dihadapan para pengurus Lakpesdam yang hadir dari berbagai daerah se-Indonesia.

IMNU Tegal

Perubahan yang terjadi di tengah masyarakat menyusul perkembangan teknologi dan globalisasi yang terjadi secara cepat menuntut NU untuk terus melakukan trobosan-trobosan. Lakpesdam diharapkan menjadi lokomotif dalam menggerakkan NU, kata As’ad.

“Kita mempunyai kekayaan berupa tasamuh, tawasut, tawazun dan i’tidal. Itu tidak kita jadikan benda mati. Mari kita gunakan semua itu untuk membuat perubahan,” katanya.

IMNU Tegal

Namun demikian, wakil ketua umum mengingatkan, Lakpesdam harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan para kiai dalam menyampaikan gagasan-gagasannya.

“Jangan masuk ke terlalu jauh ke wilayah agama, biarlah itu urusan ulama. Jangan melakukan hal-hal yang dibenci oleh ulama, nanti kita dijauhi masyarakat. Tugas Lakpesdam adalah menyiapkan langkah dan trobosan di tengah situasi yang terus berubah,” katanya.

Ditambahkan, karakter NU sebagai jamaah yang mengandalkan semangat berkumpul dan gotong royong bisa menjadi kekuatan besar di era globalisasi. Berbagai potensi di bidang ekonomi bisa diakumulasi menjadi kekuatan besar yang didukung jaringan NU yang sangat luas di berbagai daerah dan luar negeri.

“Kita tidak perlu menjadi liberal. Kalau individualis kita akan kalah dengan yang besar-besar. Justru kebersamaan ini bisa kita jadikan sebagai kekuatan. Kita bisa menciptakan sentra-sentra Nahdlatut Tujjar (perkumpulan dagang, red), kita kuatkan basis produksi, managemen dagang dan nanti semua produk akan dijual bersama-sama dan dengan jaringan pasar bersama, ” katanya.

Tidak hanya dalam bidang ekonomi, menurut As’ad, kebersamaan dalam NU bisa dimanfaatkan dalam bidang politik, sosial dan budaya. Lakpesdam NU diharapkan terus menelorkan ide-ide baru dalam rangka mengatasi berbagai perkembangan zaman dan situasi. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Karanganyar,IMNU Tegal. Banser Anak Ranting Sulurejo dan santriwan-santriwati Pesantren al-Inshof mengikuti upacara bendera Madrasah Ibtidaiyah Salamah di Sulurejo Kalurahan Plesungan Kabupaten Karanganyar, Ahad, 17 Agustus 2014 pukul? 07.00 WIB.

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Santri Ikuti Upacara di MI Salamah Karanganyar

Upacara peringatan Kemerdekaan RI ke- 69 ini bertindak sebagai inspektur upacara Pengasuh Pesantren al-Inshof KH Abdullah Sa’ad. Sementara pemimpin upacara adalah komandan Banser Jarot. Sedangkan petugas lain dilakukan guru MI tersebut.

Meski bukan madrasah milik Ma’arif NU, namun pelajaran ke-NU-an, seni pencak silat Pagar Nusa, hingga seragam Batik Ma’arif merupakan ciri khusus madrasah ini. Begitu pula di pesantren al-Inshof mengajarkan materi ke-NU-an dan Pagar Nusa.

IMNU Tegal

“Motivasi kami sederhana, mudah-mudahan seluruh guru dan siswa kami di sini dilihat dan diperhatikan Mbah Hasyim Asy’ari, lebih-lebih diakui sebagai murid dan jamaah beliau,” kata Arif Amani, Kepala MI Salamah.

Dalam kesempatan tersebut KH. Abdullah Sa’ad menyampaikan pentingnya untuk mensyukuri dan menjaga kemerdekaan sebagai sarana wajib untuk beribadah kepada Allah SWT. “Tanpa kemerdekaan, kita tidak akan mampu beribadah dengan tenang dan khusuk,” katanya.

IMNU Tegal

Kemerdekaan masuk dalam kategori kaidah fiqh, Ma La yutimmul wajib illa bihi fahuwa wajib. Untuk para santri dan murid, ia berpesan, “Syababul yaum rijalul ghad, hari ini kalian murid, namun di masa depan kalian adalah pemimpin,” ungkapnya.

Menurut kiai yang baru berusia 33 tahun ini, pendidikan adalah kemampuan seseorang meletakkan dirinya pada tempatnya, pada posisi terbaik. Maka, kita harus menjadi murid terbaik, dengan amal terbaik, agar dapat membanggakan para guru, para pendahulu, dan Rasulullah SAW.

Pada ujung amanat, ia mengisahkan seorang ulama besar KH Hasan Besari yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro. Suatu hari, Pangeran Diponegoro berkirim surat kepada KH. Hasan Besari mengajak memerdekakan daerah Kedu dan sekitarnya dengan tujuan untuk menggelar dan menegakkan agama Allah dan Rasulullah.

“Jadi kita merdeka, bukan semata untuk menyelamatkan kekayaan alam kita dari kolonial. Bukan! Namun tujuan utama yang diajarkan para kiai adalah untuk menggelar agama Rasulullah saw.” tegasnya.

Di akhir upacara seluruh santri menyanyikan Lirik Cinta Tanah Air gubahan Maulana al-Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan diiringi rebana. “Merah putih melekat di dada. Disinari pancaran imannya. Di manapun Ia berada. Tetap cinta Indonesia .... Tetap Cinta Indonesia ...”.

Lantunan syair para santri dengan segala gerak-geriknya menjadi hal yang menarik bagi murid-murid MI Salamah. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, Aswaja, Kajian IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Pariaman, IMNU Tegal



Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus mampu menunjukkan jatidirinya di kampus dimana mereka belajar. Kader PMII tentu harus aktif dalam berbagai kegiatan kampus sehingga mampu menjadi kader pemimpin masa depan.

?

Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman Masrizal mengungkapkan hal itu pada Pelantikan Komisariat PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin, Pariaman, Kamis (6/10/2016) di Pariaman. Pelantikan dilanjutkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Angkatan ke-16. Mapaba berlangsung hingga Jumat (7/10).

?

IMNU Tegal

Menurut Masrizal, para aktifis PMII harus mampu berperan dalam kehidupan kampus sebagai lembaga intelektual. Untuk itu, kader PMII harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan sebagai seorang kader. Mereka yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka akan merugi dalam hidupnya.

?

“Organisasi PMII sebagai organisasi kader diharapkan dapat menjadi implementasi tanggungjawab mahasiswa kepada masyarakat. Melalui PMII mahasiswa mulai dilatih untuk memiliki responsif terhadap berbagai masalah yang ada di masyarakat. Orang yang aktif berorganisasi cenderung memiliki responsif terhadap masalah yang terjadi di masyarakat,” kata Masrizal menambahkan.

?

IMNU Tegal

Sementara itu, Mabinkom PMII STIT Syekh Burhanuddin Alva Anwar menambahkan, PMII merupakan wadah beraktifitas mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Untuk itu, kader PMII harus? menjadi benteng dari? paham Islam Ahlussunnah Waljamaah. Ketika serangan terhadap Ahlussunnah wal Jamaah gencar, maka PMII harus maju ke depan membelanya.

?

“Selama ini kehadiran PMII di STIT Syekh Burhanuddin Pariaman sudah dirasakan mahasiswa. Terbukti banyak alumni STIT yang pernah aktif di PMII ketika menjadi mahasiswa. Kini mereka sudah tersebar di berbagai profesi dan pekerjaan, baik di Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman maupun di luar Pariaman,” kata Alva yang juga Sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman ini.

?

Pengurus yang dilantik diketuai Rio Putra, Wakil Ketua Muhfi Efendi, sekretaris Mulya Rizki, Wakil Sekretaris Tamril Kiki Putra, Bendahara Santri Sri Mulyani. Pengurus juga dilengkapi dengan departemen-departemen.(Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, IMNU, Doa IMNU Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

Jakarta, IMNU Tegal. Salah satu konteks yang melatarbelakangi berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah karena pada tahun 1950-an terjadi gejolak politik dan tarik menarik paham atau ideologi yang begitu kentara. Paham atau ideologi tersebut terpersonifikasi dalam sebuah partai politik dan underbow organisasi mahasiswanya.

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Agus Sunyoto: PMII Berdiri atas Permintaan Bung Karno kepada NU

Demikian disampaikan oleh sejarawan Islam Nusantara, Agus Sunyoto di hadapan puluhan mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta kelas Ciganjur, di Jakarta, Jumat (31/10).

"Ketika PSI (Partai Sosialis Indonesia) dan Masyumi dibubarkan oleh Bung Karno, Bung Karno meminta kepada NU untuk mendirikan oganisasi mahasiswa Islam yang Indonesia maka berdirilah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia," ungkap Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) itu.

IMNU Tegal

Agus menambahkan, Bung Karno sangat mengapresiasi dan mendukung PMII. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Bung Karno dalam Kongres Pertama PMII. Di hadapan peserta Kongres, Bung Karno menyampaikan pidatonya yang berapi-api.

Berikut adalah kutipan Pidato Bung Karno dalam kongres pertama PMII yang ditunjukan Agus Sunyoto dalam bentuk audio.

IMNU Tegal

"Saudara-saudara dan sahabat sekalian, di kongres pertama kali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, saya menyataken bahwa NKRI adalah harga mati, kalimat dari Sabang sampai Merauke di dalamnya terdapat semangat jiwa yang bersatu padu dalam Sangsaka Merah Putih. Saudara-saudara, saya berdiri di sini bukan mengatasnamaken Presiden, saya berdiri di sini bukan sebagai Mandataris MPR, akan tetapi saya berdiri disini sebagai penyambung lidah rakyat, Hidup Rakyat! Hidup PMII!" (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian IMNU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Kemenag Kota Banjar Sosialisasikan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah

Banjar,IMNU Tegal. Kementerian Agama Kota Banjar Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pengembangan Kurikulum Diniyah Takmiliyah se-kota Banjar angkatan ke II Tahun 2014 di Hotel Malabar Pangandaran Sabtu, (14/6). Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta terdiri dari Kepala Madrasah Diniyah dan guru.

Kemenag Kota Banjar Sosialisasikan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kota Banjar Sosialisasikan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Kota Banjar Sosialisasikan Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah

H. Acep Kusnadi pada sambutanya mengapresiasi kegiatan ini yang diselenggarakan oleh kementrian agama Kota Banjar dan para pengelola lembaga pendidikan keagamaan, khususnya Diniyah Takmiliyah untuk lebih meningkatkan belajar mengajar.

Madrasah Diniyah Takmiliyah, menurut dia, adalah pendidikan nonformal, tapi tidak dapat dipisahkan dengan undang-undang pedidikan.

IMNU Tegal

Sementara ketua panitia kegiatan tersebut, Supriana, menyampaikan diantara tujuan sosialisasi tersebut adalah meningkatkan pemahaman para Kepala Diniyah dan guru dalam kurikulum diniyah. Serta meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kurikulum dalam bentuk perencanaan pembelajaran hingga sampai penilaian.

IMNU Tegal

Ia menilai, masyarakat cukup antusias kepada pendidikan keagamaan, terbukti dengan Diniyah Takmiliyah terus berkembang. Karenanya ia beberpesan supaya para peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan baik supaya nanti menjadi corong untuk disampaikan kepada yang lain.

Supriana menambahkan, dengan sosialisasi pengembangan kurikulum tahun 2014 ini upaya penataan untuk tercapainya standarisasi pendidikan pada diniyah takmiliyah di Kota Banjar bisa menyentuh unsur paling mendasar, yaitu para pengelola lembaga pendidikan,

Meski demikian, ia mengakui, sasaran masih jauh dari yang diinginkan karena baru para Kepala Diniyah saja.

Karena itu, pemerintah Kota Banjar akan menindaklanjuti kegiatan sosialisasi ini dengan memulai kegiatan Bintek dan pendampingan bagi guru diniyah dalam penerapan kurikulum diniyah untuk tahun ajaran 2014/2015. (Fathurrohim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Aswaja, Kajian IMNU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits

Jakarta, IMNU Tegal. Sebanyak 82 peserta dari 13 negara di ASEAN, Asia Tengah dan Pasifik, siap mengikuti Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits Internasional Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz ke-6 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal Jakarta, mulai 23-26 Maret 2015.

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

13 Negara Siap Ikuti Musabaqah Al Quran dan Hadits

“Ada 18 negara yang diundang, alhamdulillah yang bisa hadir 13 negara. Jumlah peserta yang hadir ada 82 peserta,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Shobah Surur Syamsi, di Jakarta, Selasa (24/3). Peserta berasal dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, Myammar, Kamboja, Kazakhstan, Tajikistan, Kyrgyz, Australia dan New Zealand serta tuan rumah Indonesia.

Shobah menjelaskan, peserta  akan berkompetisi dalam 5 cabang perlombaan, yakni Hafalan Al-Quran 30 Juz, 20 Juz, 15 Juz dan 10 Juz, serta hafalan 500 Hadist. “Juri yang akan menilai para peserta seluruhnya berasal dari Lembaga Musabaqah Internasional dari Arab Saudi,” jelasnya.

IMNU Tegal

Menurut Shobah, untuk musabaqoh tingkat ASEAN, Asia Tengah dan Pasifik ini panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang tunai dan ibadah Haji bagi seluruh pemenang. Meski diadakan di Indonesia, namun, Shobah menjamin netralitas penyelenggara.

“Pemenangnya nanti ada 15 pemenang karena ada 5 cabang, masing-masing juara 1, 2 dan 3. Para juara akan mendapatkan hadiah berupa uang,” tambah Shobah. Dijelaskan lebih lanjut untuk juara 1, sebesar 16ribu real atau sekitar Rp 48 juta dan Ibadah Haji untuk seluruh pemenang.

IMNU Tegal

Diharapkan, melalui kegiatan ini para peserta semakin bersemangat untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, melalui kegiatan ini pula, kerjasama antar negara-negara juga dapat dieratkan.

“Tujuan acara ini, antar negara peserta, kan ada negara yang besar, ada yang kecil, ada negara maju dan berkembang, semuanya diharapkan ada kerjasama dan saling tolong menolong. Selain itu, dapat menjadi pemersatu dan menjadi kekuatan islam,” terang Shobah.

Duta Besar Arab Saudi Mustofa Mubarak yang hadir menyaksikan musabaqah hafalan Al Quran dan Hadits tingkat nasional beberapa waktu lalu mengatakan pelaksanaan musabaqah diikuti pelajar atau mahasiswa dari berbagai negara, didanai oleh Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. “Saat ini Pangeran Sultan telah wafat pendanaan dilanjutkan oleh putranya Pangeran Khalid Bin Sultan,” kata Dubes Mustofa.

Menurut Dubes, musabaqah ini menunjukan kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi semakin erat khususnya dalam pengembangan dakwah Islam. “Kegiatan ini juga memberi semangat kepada peserta dan masyarakat dalam menggiatkan Al Quran,” pungkas Mustafa. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Kajian, Pertandingan IMNU Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

PMII Harus Fokus Organisasi, Bukan Partai

Jember, IMNU Tegal. Ketua PC PMII Jember Abd Salam menegaskan posisi organisasi. Menurutnya, organisasi pergerakan mahasiswa ini secara kelembagaan tidak boleh memihak salah satu partai. Sebab, ketika terjadi pemihakan, maka potensial menimbulkan kubu-kubu dalam tubuh organisasi.

PMII Harus Fokus Organisasi, Bukan Partai (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Harus Fokus Organisasi, Bukan Partai (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Harus Fokus Organisasi, Bukan Partai

Di sela-sela pelantikan PC PMII Jember di aula Makodim 0824 Jember, Sabtu (15/3) malam, Abd Salam menyarankan agar PMII sebaiknya fokus pada kerja-kerja organisasi, termasuk pengkaderan agar lebih berbobot baik secara kualitas maupun kuantitas.

"Masih banyak agenda-agenda yang perlu kita garap. Kita fokus saja kepada program-program yang ada," ujarnya kepada IMNU Tegal.

IMNU Tegal

Kendati demikian, Abd Salam mempersilahkan anggota PMII secara individu untuk mengaktualisasikan hak politiknya kepada partai tertentu. Sebagai warga negara yang baik, sambungnya, anggota dan pengurus PMII harus dapat menyalurkan aspirasi politiknya secara bebas dan bertanggung jawab.

IMNU Tegal

"Tidak boleh golput. Dan saya kira teman-teman susah paham, dan tahu apa yang terbaik untuk PMII terkait dengan pilihan politik," jelasnya.

Wasekjend PB PMII Bidang Kaderisasi Abdurrahman melantik kepengurusan PMII Jember periode 2014-2015. Konfercab ini juga mengamanahkan Anita Carolina sebagai sekretaris cabang dan M Fauzi Rahmat sebagai bendahara. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Kajian, Berita IMNU Tegal

Jumat, 28 Juli 2017

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam

Jakarta, IMNU Tegal



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat pernyataan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok menyinggung perasaan umat Islam, bukan menistakan.

“Siapa pun yang menyatakan seperti itu, meskipun Pak Haji, MUI, takmir masjid atau siapa saja, pasti akan menyinggung umat Islam, apalagi oleh orang lain. Tapi soal menista atau tidak kita serahkan kepada pihak kepolisian,” katanya saat menemui Perhimpunan INTI di Gedung PBNU, Senin (7/11).

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam

Pengasuh pesantren Al-Tsaqofah ini menjelaskan, ia tidak mempermasalahkan agama, tapi ucapannya. Kalau hal tersebut dilakukan dengan santun dan bermartabat, tentu akan dihormati.?

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said juga menyatakan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturrahmi antar ulama dan umara (pemerintah). “Jangan sampai silaturrahmi dengan ulama hanya pas kondisi genting saja,” tandasnya.?

Ia mencontohkan yayasan Budha Suci yang dalam kondisi apapun, tetap saja menjalin silaturrahmi dan membantu masyarakat tanpa diminta sehingga keberadaanya diapresiasi. ?

IMNU Tegal

Banyak sekali hal yang bisa dikerjasamakan antara organisasi keagamaan seperti NU dan pemerintah seperti bidang kesehatan dan pendidikan. “NU selama ini tidak pernah menerima dana dari APBN, tetapi kita jalan terus membina masyarakat. Kalau ada dukungan, ini lebih baik,” tuturnya.?

Di hadapan pengurus INTI, Kiai Said menegaskan sikap kebangsaan NU adalah moderat. Diminta atau tidak NU tetap mempertahankan NKRI dan Pancasila. Dijelaskannya, tantangan kebangsaan ke depan semakin berat karena saat ini ada 4 persen penduduk Indonesia yang setara dengan 10 juta orang, menjadi pendukung ISIS. Data lain yang cukup memprihatinkan adalah 27 persen penduduk Indonesia tidak paham Pancasila. (Mukafi Niam)?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Syariah, Kajian IMNU Tegal

Senin, 17 Juli 2017

Dubes India Sampaikan Persoalan Kerjasama RI-India ke PBNU

Jakarta, IMNU Tegal. Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia, HE Mr Gurjit Singh menyambangi Kantor PBNU Kramat Raya, Jum’at (14/8) untuk menawarkan kerja sama sekaligus mengeluhkan terkait kerja sama RI-India.

Mr Gurjit diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj di ruangannya lantai 3 PBNU. Dia menawarkan kerja sama yang lebih baik dengan NU maupun Indonesia.

Dubes India Sampaikan Persoalan Kerjasama RI-India ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes India Sampaikan Persoalan Kerjasama RI-India ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes India Sampaikan Persoalan Kerjasama RI-India ke PBNU

Dalam penuturannya, Mr Singh mengeluhkan kebijakan Pemerintah RI yang enggan mengimpor sapi dari India. “Padahal hewan sapi di negara kami sangat murah karena hewan ini tidak disembelih sebab keyakinan kami yang melarang hal itu,” ujar dalam Bahasa Inggris.

IMNU Tegal

Singh juga mengatakan, bahwa informasi tentang sapi dari India yang penuh dengan penyakit semestinya tidak digeneralisir dalam lingkup negara. Dia mengungkapkan, bahwa hanya daerah-daerah tertentulah sapi yang kena penyakit.

Sementara itu, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa selain bidang ekspor dan impor, Pemerintah India juga mengharapkan kerja sama yang lebih baik lagi di segala bidang.

IMNU Tegal

“Bidang-bidang tersebut diantaranya bidang Pendidikan, Kesehatan, budaya, dan ekonomi,” jelas Kang Said.

Di akhir pembicaraan, Mr Singh memberikan kenang-kenangan berupa sebuah buku yang menggambarkan India dan masyarakatnya secara keseluruhan. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 08 Juli 2017

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Bandar Lampung, IMNU Tegal. Sejumlah kader PC PMII Bandar Lampung dari pelbagai perguruan tinggi menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat di Bandar lampung, Lampung, Rabu (8/1). Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam.

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Hendri, Rabu (8/1).

Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Hendri, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

IMNU Tegal

Berangkat dari sejumlah pertimbangan di atas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura.

IMNU Tegal

Hendri berharap aksi ini bisa menciptakan pemilu 2014 dan legislatif bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittahnya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian IMNU Tegal

Jumat, 19 Mei 2017

Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Qur’an dan Menre’ Bola

Makassar, IMNU Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan mengadakan pertemuan dalam rangkaian kegiatan peresmian kantor baru NU Sulawesi Selatan. Kantor diresmikan pada Rabu, (20/8) oleh Ketua PBNU dan Gubernur Sulawesi Selatan.

Sebelumnya pada Selasa (19/8) PWNU dan Pengurus Jamiyyatul Qurra Wal Huffazh Sulsel melakukan simaan Qur’an dan pembacaan Kitab Al Barazanji sebagai bentuk kesyukuran di halaman kantor PWNU yang berada di jalan Perintis Kemerdekaan Makassar.

Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel  Gelar Simaan Qur’an dan Menre’ Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Qur’an dan Menre’ Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran Kantor Baru, PWNU Sulsel Gelar Simaan Qur’an dan Menre’ Bola

Setidaknya ada 500 Hafidz yang berasal dari Pesantren Hafidz Zam-zam, MDIA Taqwa, Baruga Antang, AL Markaz, Alfikriyahh, dan Pesantren JQH membaca Al Qur’an yang terbagi beberapa kelompok. Mereka membaca AL-Quran mulai dari selepas Shalat Subuh sampai dhuhur. Kemudian dilanjutkan pada sesi ke 2 setelah Shalat Dhuhur sampai Ashar. Selanjutnya selepas Ashar sampai menjelang Magrib, kemudian dilanjutkan Pembacaan Kitab Al Barzanji sampai pukul 20.00.

IMNU Tegal

Setelah solat Isya dilakukan tradisi Menre’ Bola, yakni menaiki rumah baru atau tempat baru yang tidak lama lagi akan ditempati. Di dalamnya ada pembacaan Kitab Barazanji dilanjutkan lantunan Adzan secara serentak di setiap sudut gedung berlantai 5.

IMNU Tegal

Pertemuan ini dihadiri seluruh pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Lembaga/Lajnah, Badan Otonom Sulsel. Selain itu tampak beberapa tokoh sepuh NU Sulsel dianataranya Anregurutta Kyai Sanusi Baco, Iskandar Idy, Kyai Ruslan, Abd Rahim Yunus, Arfin Hamid, Alwi Gani, Ridwan AR, Kyai Abdurrahman K, Abd Rahman Idrus, Kyai Abdurrahman, Salahuddin AK Pelu, H Anwar Kadir, H Hamzah, Rektor Universitas Islam Makassar Andi Majdah M Zain, Mochtar Noer Jaya dan masih banyak tokok sepuh lainnya. (Andi M Idris/Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 13 Mei 2017

Kepala Desa ini Ingatkan PMII Jangan Lupa Desa

Sleman, IMNU Tegal. Kepala Desa Mororejo Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta secara resmi membuka Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan bakti sosial Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kepala Desa ini Ingatkan PMII Jangan Lupa Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala Desa ini Ingatkan PMII Jangan Lupa Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala Desa ini Ingatkan PMII Jangan Lupa Desa

Dalam sambutannya Kepala Desa berharap, melalui PKD anggota PMII terbentuk kader generasi bangsa yang mampu bersosialisasi dengan masyarakat sebagai bekal dan pengalaman hidup untuk terjun dalam masyarakat kelak.

“Acara ini hendaknya akan mampu membentuk mahasiswa yang dapat bersosialisasi dengan masyarakatnya, sebab jangan lupa bahwa besok kalian akan kembali ke desa untuk membangun desa.”

IMNU Tegal

Kegiatan tersebut yang direncanakan berjalan 5 hari ke depan tersebut mendapatkan respons positif dari warga desa setempat. Mereka bangga ketika karena tempatnya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan mahasiswi untuk berproses dalam masyarakat.

Pada pembukaan PKD tersebut, Ketua Rayon Pmii Ashram Bangsa Muhammad Nasihuddin menuturkan kegiatan tersebut merupakan sarana belajar dan berproses untuk menjadi baik bagi mahasiswa guna membangun bangsa yang lebih baik.

IMNU Tegal

PKD bertema “Menciptakan Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang progresif berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah untuk menghadapi perkembangan zaman” tersebut diikuti 125 peserta mahasiswa-mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (Falah/Abdullah Alawi)

 

.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Kajian IMNU Tegal

Sabtu, 08 April 2017

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London

Jakarta, IMNU Tegal. Perusahaan pakaian Muslim Aab membuka toko pertamanya di London untuk melengkapi penawaran online, Inggris Daily Mail melaporkan, Senin.

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London (Sumber Gambar : Nu Online)
Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London (Sumber Gambar : Nu Online)

Perusahaan Pekaian Muslim Buka Gerai Pertama di London

"Kami sangat gembira dan senang untuk dapat memulai toko fisik pertama kami untuk klien kami di London," kata Nazmin Alim, direktur kreatif dari Aab.

"Kota ini merupakan pasar yang penting bagi kami. Ini salah satu pusat internasional yang paling penting dari fashion, "tambah Alim.

IMNU Tegal

"Toko butik ini merupakan manifestasi fisik dari merek Aab. Ini akan memungkinkan kami untuk menyajikan kualitas premium dari merek otentik yang sesuai sehingga pelanggan kami akan dapat melihat, menyentuh dan merasakan produk kami dalam lingkungan kita dengan hati-hati. " seperti dikutip oleh Al Arabiya.

Aab, terletak di East London, lebih dari 2.000 pembeli datang selama acara pembukaan.?

IMNU Tegal

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2007 dan mengkhususkan diri dalam pakaian konservatif. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, Tegal IMNU Tegal

Sabtu, 25 Februari 2017

MUI Ada untuk Kawal Agama dan Bangsa

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Dewan Fatwa MUI KH Makruf Amin menyatakan bahwa keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus diperkuat, bukan malah dibubarkan karena berfungsi untuk mengawal agama dan bangsa.

“MUI bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaaan yang diajukan masyarakat, mengembangkan ukhuwah Islamiyah, ekonomi syariah dan lainnya yang semuanya diperuntukkan bagi ummat dan bangsa,” katanya kepada IMNU Tegal di Jakarta, Jum’at (4/1).

MUI Ada untuk Kawal Agama dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Ada untuk Kawal Agama dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Ada untuk Kawal Agama dan Bangsa

Terhadap tuduhan fatwa MUI telah menimbulkan kekerasan, Rais Syuriyah PBNU ini berpendapat bahwa hal ini adalah kesalahan dalam logika berfikir karena pencampuradukan antara fatwa dan kekerasan.

“Ini merupakan cara berfikir yang tidak rasional, seperti juga mengaitkan terorisme dengan Islam. Kekerasan bisa terjadi dimana saja, dalam sepak bola, pilkada dan lainnya,” tandasnya.

Mengenai Ahmadiyah, Kiai Makruf menilai kekerasan yang menimpa mereka bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Ada provokator yang menyulut masyarakat atau tingkah laku pengikut Ahmadiyah sendiri yang provokatif, namun yang jelas, Ahmadiyah sendiri sudah dinyatakan sesat, baik di Indonesia atau di dunia Islam umumnya.

IMNU Tegal

Dikatakannya, NU sendiri sudah mengeluarkan fatwa sesat untuk Ahmadiyah pada tahun 1995 yang mana ia ikut memutuskan waktu itu. Mantan Rais Aam PBNU Alm KH Ahmad Siddiq juga pernah menulis risalah tentang kesesatan Ahmadiyah. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Kiai, Kajian, Ubudiyah IMNU Tegal

Jumat, 24 Februari 2017

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

Sidoarjo, IMNU Tegal. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H pengurus organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan dihimbau untuk menggalakkan kegiatan organisasi yang berpusat di masjid-masjid. Sebagai pelaksana kegiatan, dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) NU di setiap masjid, langgar dan musholla dengan kepengurusan seperlunya.

Sebagai percontohan, pada rangkaian acara Harlah ke-84 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (19/8) malam kemarin, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa melantik 5045 pengurus dan anggota KAR NU di kantor PCNU Sidoarjo.

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah usai pelantikan mengatakan, selain menggalakkan kegiatan sosial dan keagamaan, dibentuknya KAR NU berbasis masjid-langgar-mushalla ini juga dimaksudkan untuk “mengamankan” masjid yang dibangun oleh warga NU dari aliran Islam Radikal.

“Pasalnya, saat ini banyak aliran Islam ’tetangga’ NU yang berdakwah di masjid-masjid yang notebene milik NU. Dilantiknya anggota KAR-NU di Sidoarjo, sebagai pilot project bagi daerah lain,” kata Kiai Hasyim di hadapan ribuan warga Nahdliyin yang khusyu` usai  mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur`an yang dikumandangkan Ustadz H Muammar ZA dari Jakarta.

Di daerah lain, lanjut Kiai Hasyim, juga akan dibentuk KAR NU untuk mengamankan masjid dan mencegah masuknya Islam radikal ke kawasan NU.

Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Indonesia (LTMI) Sidoarjo, HM Sholeh Qosim kepada IMNU Tegal di Sodoarjo, Kamis (23/8) mengatakan, selama ini memang ada indikasi kelompok Islam radikal yang ingin menguasai masjid-masjid dan menyebarkan faham keagamaan mereka.

IMNU Tegal

Bahkan, mereka membentuk remaja masjid di masjid-masjid milik warga NU. “Maka selain membentuk KAR berbasis Masjid Mushalla, PCNU Sidoarjo juga mensertifikatkan ratusan masjid termasuk ribuan Musholla milik warga NU,” Ustadz Sholeh yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Agung Sidoarjo.

”Selain mengantisipasi kelompok Islam radikal yang akan ingin ’menguasai’ masjid milik NU, dibentuknya KAR juga untuk mencegah adanya teroris yang masuk di lingkungan mereka,” tambahnya.

Pada Rangkaian Harlah NU di Sidoarjo dan pilot project pembentukan KAR NU, sebagaimana dikatakan H Ahmad Khoiri, ketua panitia yang juga wakil Ketua PCNU Sidoarjo, sebelumnya didahului dengan kegiatan pendidikan kemasyarakatan terkait pengetahuan dan praktek memandikan jenazah. Sedangkan pada malam harinya, digelar bedah buku Antologi NU. Juga dilakukan pekan Rajabiyah oleh PC Muslimat NU di Masjid Agung Sidoarjo pada malam 12 Agustus kemarin.

Kegiatan pengobatan massal dilakukan pada 10-15 Agustus kemarin. Lalu pada 18 Agustus dilakukan Pawai Ta`aruf di 18 MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan pada 19 Agustus dilakukan pembagian sembako dan santunan kepada fakir miskin. Pada Jum’at (24/8) besok diadakan khotmil Quran oleh 120 khafidz-khafidzoh di Kampung Gedang dekat pusat semburan lumpur lapindo.(nam)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, Quote, Amalan IMNU Tegal

Selasa, 14 Februari 2017

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang

Jember, IMNU Tegal. Budidaya kacang panjang bisa menjadi solusi di tengah kian suramnya harga tembakau di Kabupaten Jember dan sekitarnya. Inilah yang ditawarkan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Cabang Jember.

Memang, dalam beberapa tahun terakhir, petani tembakau kerap menjerit karena harga tembakau terus menurun, bahkan jauh di bawah biaya produksi.

Menurut penasehat LPPNU Cabang Jember, H. Slamet Sulistiyono, budidaya kacang panjang tersebut sangat prospektif. Hasilnya lebih menguntungkan dibanding menaman padi, jagung dan bahkan tembakau yang selama ini sering membuat petani gigit jari.

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Kemitraan, LPPNU Jember Budidayakan Kacang Panjang

“Kacang panjang dibeli perusahaan. Harganya tidak fluktuatif? karena ditentukan di awal. Jadi untungnya sudah kelihatan. Petani tinggal merawat agar kacang panjang tumbuh sehat dan subur,” ucapnya kepada IMNU Tegal via sambungan telepon seluler di Jember, Senin (19/12).

H. Slamet menambahkan, untuk keperluan tersebut, LPPNU Cabang Jember akan menjalin kemitraan dengan sebuah perusaan pembenihan swasta guna memproduksi kacang panjang. Untuk tahap awal, kemitraan tersebut bakal melibatkan petani, terutama pengurus NU di tingkat MWC dan Ranting. Selain bantuan benih kacang panjang dari perusahaan sebanyak 20 kilogram/hektar, personil LPPNU yang sudah dilatih oleh perusahaan, juga siap memberikan pendampingan sejak penanaman hingga panen.

“Hasil panen, sepenuhnya milik petani. Tidak dibagi hasil. Pendamping juga gratis. Petani cuma membayar ganti rugi benih,” lanjutnya.

IMNU Tegal

Program budidaya kacang panjang tersebut, kata H. Slamet, sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 1990, dan dikembangkan di beberapa daerah di luar pulau Jawa. Dan ternyata program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

“Selain di Jember, saat ini juga sedang dikembangkan? di Lampung, Banten, Jawa Tengah dan Bali. Syaratnya juga gampang, petani hanya wajib menyediakan lahan seluas minimal 1.000 M2,” urainya pria yang juga Direktur PT. Benih Citra Asia itu. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, Fragmen, Santri IMNU Tegal

Rabu, 08 Februari 2017

Kiai Maruf Amin: Tanpa Mazhab, Umat Tak Punya Pedoman

Jakarta, IMNU Tegal - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menjelaskan, mereka yang tidak bermazhab itu sama seperti orang yang tidak memiliki patokan. Bahkan, mereka bisa terjerumus pada paham yang menggampangkan atau tasahhuli. Sebaliknya, tanpa bermazhab orang bisa terperangkap ke dalam paham yang membuat susah atau tasyaddudi.

“Yang tidak bermazahab itu tidak ada patokan,” kata Kiai Ma’ruf saat memberikan sambutan pembuka dalam acara Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 yang diselenggarakan atas kerja sama Lembaga Dakwah PBNU dengan Himpunan Daiyah Muslimat NU (Hidmat NU) di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (29/5).

Kiai Maruf Amin: Tanpa Mazhab, Umat Tak Punya Pedoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin: Tanpa Mazhab, Umat Tak Punya Pedoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin: Tanpa Mazhab, Umat Tak Punya Pedoman

Menurut Kiai Maruf, NU bukanlah organisasi yang bersifat menggampangkan (tasahhuli) dan juga tidak terlalu memberatkan (tasyaddudi). NU berpegang pada empat mazhab yang memiliki karakteristik moderat (tawassuthi).

IMNU Tegal

“Yaitu di dalam fikih, empat mazhab. Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali,” kata Kiai Maruf.

Empat mazhab ini dipilih sebagai anutan NU bukan tanpa sebab. Para ulama empat mazhab ini memiliki buku dan patokan yang jelas tentang bagaimana memahami sebuah teks keagamaan. Pembatasan pada empat mazhab tidak sempit karena uraian yang ada di dalam empat mazhab tersebut cukup untuk menjawab persoalan yang ada.

IMNU Tegal

“Karena empat imam mazhab itu memiliki buku dan patokan-patokan di dalam memahami agama,” katanya.

Lebih jauh, ia menerangkan, tidak semua ulama besar yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah bisa dijadikan sebagai imam mazhab. “Auzai, Ibnu Uyainah, Sufyan Ats-Tsauri tidak boleh diikuti (sebagai imam mazhab) meski mereka Aswaja. Karena mereka tidak ada patokan dan bukunya,” jelas Kiai Maruf dengan mengutip pandangan Syekh Nawawi.

Keempat imam mazhab itu dikenal sebagai ulama yang juga produktif dalam menulis. Imam Abu Hanifah mengarang kitab Fiqhul Akbar, Imam Malik bin Anas dengan kitab Al-Muwattha’, Imam Syafi’i dengan Ar-Risalah dan Al-Umm, dan Imam Ahmad bin Hanbal dengan Al-Musnad-nya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Kajian IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock