Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW

Surabaya, IMNU Tegal - Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, umat Islam di Indonesia harus senantiasa mengembangkan pola kehidupan yang moderat; baik itu ucapan, pikiran maupun tindakan. Moderat bisa dimaknai segala bentuk tindakan dan ucapan yang sesuai dengan takaran, proporsional, tidak overdosis alias berlebihan, dan tidak ekstrem.

Contoh terbaik kehidupan moderat dalam semua lini dan praktik sepanjang masa adalah Nabi Muhammad SAW.

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidup Moderat, Contolah Nabi Muhammad SAW

Dalam Surat Al-Baqarah 143, Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang moderat; agar kiranya kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Kata "ummatan wasathan" dalam ayat ini menggambarkan agar kiranya kita semua, selaku umat Nabi Muhammad SAW.

IMNU Tegal

Salah satu kesempatan Nabi mengatakan, di antara hal yang memastikan keislaman seseorang itu baik adalah meninggalkan hal-hal yang tidak memberikan kemanfaatan, kata Wakil Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Abdussalam Nawawi dalam khutbah Jumat di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya, Jumat (7/7).

Banyak riwayat yang menjelaskan tentang moderasi yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat. Salah satunya, teguran nabi kepada Sahabat Umar bin Khattab agar tidak berlebihan dalam bertindak.

IMNU Tegal

Suatu ketika Nabi Muhammad mempunyai utang kepada Zaid, yang beragama Yahudi, yakni 80 kilogram kurma dengan perjanjian membayar dengan tempo yang telah disepakati. Utang ini sengaja dilakukan oleh Nabi untuk diberikan kepada salah satu kampung yang masyarakatnya masuk Islam secara kolektif, sementara baitul mal kosong tidak ada barang yang akan diberikan. Tetapi, sayang sekali Zaid menagih utangnya dengan keras dan memaksa sambil memegang keras salah satu anggota tubuh Nabi, padahal waktu menagih utangnya belum jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan awal.

Karena perilaku kasar Zaid kepada Nabi tampak di depan Umar dan ia melihatnya, sepontan Umar marah besar sambil mengayunkan pedang untuk mengancam Zaid. Atas tindakan Zaid ini, Nabi mengatakan kepada Umar agar menyudahi amarahnya: lebih baik Anda suruh Zaid berkata dan bertindak yang baik, tidak perlu mengumbar amarah.

Atas sarannya, pedang dimasukkan kembali oleh Umar. Umar akhirnya mengambilkan barang di baitul mal untuk membayar utang ke Zaid dengan jumlah yang sama, 80 kilogram kurma. Hanya saja, Nabi berpesan agar Umar menambahi dua sak kurma sebagai ganti atas amarah Umar kepada Zaid.

Cerita ini menggambarkan bahwa sikap proporsional, moderat dan tidak berlebihan sangatlah penting dalam kehidupan kita. Betapa teguran Nabi kepada Umar, menggambarkan sikap Umar mengangkat pedang untuk mengancam Zaid adalah tindakan berlebihan.

Dunia dengan segala isinya dijadikan oleh Allah SWT dalam keseimbangan. Karenanya, segala tindakan kita yang berlebihan, ekstrem dan mudah mengumbar amarah kepada sesama dipastikan akan merusakan tatanan semesta yang imbang ini hingga jatuh dalam kerusakan dan kenistaan tanpa makna (ma la yanihi). (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, IMNU Tegal. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

IMNU Tegal

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

IMNU Tegal

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, News, Hadits IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, IMNU, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan

Di tengah riuh ramai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-88 Nahdlatul Ulama di gedung PBNU Jalan Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat (31/1), Jum’at malam, hadir seorang mantan aktivis NU era 1960-an. Dialah Haji Muhammad Danial Tandjung (80). Dilihat dari sorot matanya yang tajam namun teduh dan pancaran wajahnya yang cerah, bisa ditebak sosok yang masih gagah di usia senjanya ini bukan orang biasa.

Sesaat sebelum wawancara dengan IMNU Tegal, pria kelahiran Nias tahun 1934 ini duduk menikmati makan malam di dekat tim marawis. Tampak dari wajahnya yang sumringah, ia asyik menikmati sholawatan sembari sesekali berbincang akrab dengan Katib Syuriah KH Mujib Qulyubi yang diikuti dua putrinya yang cerdas dan aktif.

Berikut ini petikan wawancara Musthofa Asrori dari IMNU Tegal dengan eksponen NU yang meniti karir organisasinya sejak muda ini.

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Danial Tandjung: Berbeda Pendapat Bukan Berarti Bermusuhan

Apa yang ada dalam pemikiran Pak Danial tentang NU hari ini?

Mmm... Saya nggak tau yaa.. Bahwa malam ini merasa terharu dan gembira menyaksikan para kader NU antargenerasi bisa duduk bersama. Saya bangga melihat Kiai Said Aqil Siraj duduk sama rendah dengan Kiai Hasyim Muzadi, Kiai Masdar Farid Mas’udi, Pak As’ad Said Ali, Ali Masykur Musa, Marzuki Ali dan beberapa tokoh lainnya bersama perwakilan keturunan para pendiri NU, mulai Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Kiai Djamaluddin Malik, hingga H Asrul Sani, dan yang lainnya.

Sejak kapan Anda aktif di organisasi Nahdlatul Ulama?

IMNU Tegal

Saya aktif di organisasi Nahdlatul Ulama dan underbow-nya semisal PMII dan Pandu Ansor (sekarang Gerakan Pemuda Ansor-red) sejak muda belia. Saya meniti karir dari bawah hingga akhirnya saya bergabung di PBNU era KH Idham Cholid. Jabatan terakhir yang saya sandang adalah wakil bendahara umum.

Apa yang menarik dari gaya kepemimpinan Idham Cholid? Tanggapan Anda..

IMNU Tegal

Menurut saya, Pak Idham itu tokoh kharismatik dan politisi ulung yang matang dan mau berproses. Selama hampir 26 tahun beliau memimpin NU, tidak ada anaknya yang jadi pengurus NU, jadi anggota DPR pun tak ada. Itulah mengapa saya sangat mengidolakan beliau.

Mengapa Anda mengidolakan Kiai Idham?

Bagi saya, Pak Idham adalah tokoh yang merakyat dan bersahaja. Suatu ketika, ada kiai yang mau menghadap kepada beliau. Padahal beliau sedang menggelar rapat kabinet di kantor Perdana Menteri di Pejambon. Waktu itu, Pak Idham kan menjabat sebagai Waperdam (Wakil Perdana Menteri-red) IV di Kabinet Dwikora II. Waperdam I Dr Subandrio, Waperdam II Dr J Leimena, dan Waperdam III Chaerul Saleh. Nah, tak lama kemudian, masuklah ajudan memberitahu bahwa ada tamu seorang kiai dari Jawa Timur. Dengan tanpa berpikir panjang, Pak Idham mengiyakan. Kemudian, untuk sejenak meninggalkan rapat untuk menemui kiai tersebut.

Koleganya sesama menteri pun sontak menegur Idham Khalid. “Pak Idham ini bagaimana, ada rapat kabinet membicarakan masalah negara yang begitu penting kok malah ditinggal nemuin tamu,” kata salah seorang kawan Idham di kabinet. Tapi, Pak Idham pun menyanggah. “Dia datang ke sini jauh-jauh kan pasti ada sesuatu yang penting. Mana tahu apa yang dia sampaikan bisa kita jadikan bahan rapat kabinet. Ingat, kita duduk di sini karena mewakili suara mereka. Kalau tidak kita dengar, apa yang mau kita bawa,” begitu kata Pak Idham.

Pelajaran penting apakah yang harus diketahui kader NU masa kini?

Ada pelajaran penting untuk para aktivis NU ke depan. Ketika Idham Khalid memimpin PBNU, oposisi atau faksi yang beragam mengelilinginya. Hingga batas tertentu, oposisinya cenderung keras sekali. Pada Muktamar NU di Bandung, misalnya, sebetulnya para kader muda NU sudah merasa bosan dengan kepemimpinan Pak Idham. Pertama yang dilakukan adalah mengganti Rais Aam KH A Wahab Hasbullah dengan wakilnya, yaitu KH Bisri Syansuri. Pada waktu pemilihan berhasil, laporlah seorang panitia kepada Kiai Bisri bahwa Rais Aam terpilih adalah KH Bisri Syansuri.

Kakek Gus Dur dari ibu ini pun lantas mengatakan, “Saya berbeda pendapat dengan Kiai Wahab itu bukan untuk menggantikan beliau. Berbeda pendapat itu untuk mencari kebenaran. Saya tidak bersedia menjadi Rais Aam selama masih ada beliau.” Kiai Bisri dengan tegas bilang begitu.

Artinya apa itu..?

(Ia pun dengan semangat terus bercerita)

Pada saat pemilu, kader-kader muda NU potensial banyak yang disiapkan menjadi pengurus PBNU. Antara lain Imron Rosyadi, faksi yang berseberangan dengan Idham Khalid. Mendengar Imron tidak terdaftar, Idham segera mengambil langkah politis. “Sekarang begini, ambil dua kursi di depan pintu masuk ruang sidang, nanti kami berdua (Idham-Imran) akan berbincang akrab di situ.” Yang disuruh Pak Idham pun lantas segera melakukan apa yang dikatakannya tadi. Nah, dari sandiwara itu kemudian terpilihlah Imran Rosyadi sebagai pengurus.

Artinya apa itu..?

Artinya ya dalam organisasi kita mesti cerdas memilah antara beda pendapat dengan bermusuhan. Sekarang ini kan tidak. Umpamanya Anda faksi yang berbeda dengan saya. Lalu, saya terpilih jadi ketua umum. Sudah pasti, Anda dan faksi-faksi yang berseberangan dengan saya pasti terlibas (dari kabinet-red). Inilah penyakit berorganisasi pada masa sekarang ini.

Apakah Anda melihat hal tersebut juga menggejala di organisasi yang lain? Semisal parpol begitu?

Apalagi partai politik. Kebanyakan elit politik sekarang ini tak lagi memiliki spirit sebagaimana saat saya berorganisasi dulu. Idealisme yang diperjuangkan ketika menjadi aktivis telah luntur. Para elit masa kini kan jika berbeda pendapat sedikit saja langsung main jegal, “menggunting” di lipatan, dan saling mencari muka di hadapan pimpinan. Menurut saya, kader-kader muda partai tersebut bisa dibilang tak memiliki akar ideologi yang kuat. Makanya, gampang padam.

Idealnya, parpol tak hanya sekadar pemasok calon anggota dewan dan calon presiden, namun dia musti memahami esensi peranannya bagi bangsa dan negara, yakni memakmurkan rakyat yang diwakilinya. Hari ini bisa kita saksikan secara kasat mata, betapa politisi kita dalam berpolitik sungguh mengkhawatirkan. Semua kebijakan yang dikeluarkan nyaris berujung kepada money politic (politik uang).

Saran dan harapan Anda bagi kader NU ke depan?

Para aktivis NU sejatinya tak jauh beda dengan politisi, dalam arti pengkaderannya. Jadi, politisi itu menjadi anggota dan kader dulu di partai politik sebelum menjadi pejabat publik. Di parpol kan ada latihan kader yang berisi tentang bagaimana arah ideologi partai, visi, wacana, dan strategi dalam pembangunan bangsa. Di sinilah seorang politikus akan bersaing dan saling beradu wacana demi satu tujuan, yaitu membangun bangsa yang lebih baik.

Kader partai yang memang benar-benar kapabel dan mumpuni baru akan diterjunkan menjadi pejabat publik. Dengan kata lain, kader partai yang akan menjadi pejabat publik benar-benar orang yang memiliki kualitas, integritas, dan telah melewati jenjang keorganisasian yang layak. Bukan seperti sekarang yang karena uang dan popularitas. Nah, aktivis NU juga demikian. Mestinya dia melewati kaderisasi yang berjenjang kayak zaman saya muda dulu.

Terima kasih atas pandangan dan nasihatnya, Pak Danial..

Ya, sama-sama. Saling mendoakan yaa.. Doakan saya sehat dan bisa bermanfaat bagi semua. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, IMNU IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, IMNU Tegal. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

IMNU Tegal

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

IMNU Tegal

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Humor Islam, Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU

Dalam kehidupan ini, kita tidak akan lepas dari berbagai persoalan yang tentunya bisa datang kapan saja dan dimana saja. Begitupula dengan solusinya, tentu sudah ada ketentuan. Jika ada persoalan, sudah barang tentu ada solusinya. Namun, tidak semua orang mudah menemukan solusi dari suatu problem kehidupan yang dihadapinya. Khususnya terkait dengan aktivitas sehari-hari yang ada kiatannya dengan ibadah warga NU dan masyarakat pada umumnya. Meskipun menemukan jawaban dari persoalan yang dihadapi, kadang-kadang perasaan masih was-was atau ragu-ragu. Maka dari itu, kita membutuhkan suatu penguat dari jawaban tersebut. Tentunya dengan cara berbagi atau bertanya kepada orang yang mumpuni.

Buku ini hadir di tengah-tengah kita sebagai pegangan hidup agar tidak selalu dilanda keraguan untuk membuat suatu tindakan sesuai dengan syari’at Islam. Dengan sistem tanya-jawab, buku ini akan memudahkan pembaca untuk memahami tentang persoalan yang pernah terjadi di lingkungan masyarakat yang disertai dengan jawaban serta solusinya. Misalkan persoalan yang berkaitan dengan akidah, seperti persoalan seputar qadla dan qadar, taubatnya orang murtad, dan hukum pelarungan (hlm. 1).

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Problematika Kehidupan Warga NU

Inisiatif KH Marzuqi Mustamar dalam melayani umat untuk memberikan solusi mengenai problematika hukum dan aktivitas sehari-hari masyarakat yang berkaitan dengan ibadah perlu kita apreasi. Dengan jawaban dan solusi-solusi yang diberikan oleh KH Marzuqi, sedikit banyak akan memberikan sebuah pencerahan bagi kita semua. Berbagai persoalan akan segera ditemukan jawaban dan alasan-alasan yang menjadi hujjah dari ide dan gagasan yang dilontarkan olehnya.

IMNU Tegal

Secara umum, pertanyaan-pertanyaan dalam buku ini selalu kita dengar dari masyarakat. Padahal sudah banyak keterangan-keterangan yang menjelaskannya. Namun, kemungkinan karena masyarakat terlalu sibuk dengan aktivitas sehari-harinya, akhirnya masyarakat banyak yang tertinggal mengenai hukum-hukum yang semestinya diketahui. Sehingga, sebagai alternatif, buku ini akan menutupi celah masyarakat yang seakan terlalu sibuk. Dengan begitu, kita tidak akan merasa tertinggal dan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama dari penanya-penanya sebelumnya.

IMNU Tegal

Solusi hukum Islam yang disampaikan oleh KH. Marzuqi Mustamar melalui buku ini sangatlah sederhana, tidak berbelit-belit dengan teori-teori berat yang jauh dari praktek. Ulasan buku ini lebih realistis untuk bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari dan banyak kita jumpai dalam berbagai aktivitas yang kita lakukan atau orang lain yang melakukannya.

Sudah barang tentu kita tahu, tentang jimat, rajah, dan berbagai jenis mantra serta jenis-jenisnya. Hal-hal seperti ini selalu menjadi ganjalan dalam hal aktivitas dan hal-hal yang berkaitan dengan ibadah sehari-hari. Tentunya ada pihak yang tak memperbolehkan menggunakan jimat, rajah, atau benda-benda yang diyakini memiliki kekuatan di nalar manusia. Namun, tentu ada pula yang memperbolehkan untuk menggunakannya dengan alasan yang jelas dan rasional. Hal ini yang menjadi sorotan dan bahasan menarik dalam buku ini (hlm. 202).

Segala macam persoalan dijawab dengan penuh jemawa mulai hal-hal yang sepeleh hingga persoalan yang memerlukan daya kekuatan otak untuk berpikir lebih tajam dan tepat. Misalkan tentang persoalan dzikir yang menggunakan bahasa Arab, mengumandangkan talbiyah di luar Tanah Haram, dan bertakbir di luar Hari Raya. Entah itu pertanyaan remeh temeh atau berat, dengan tangkas dan penuh peduli mendapat respon dan jawaban yang sesuai dengan syari’at yang berlaku dalam aturan Islam, yang jelas buku ini hadir demi kemaslahatan bagi masyarakat secara umum sebagaimana tujuan utama agama Islam terlahir ke dunia ini.

Bahkan menariknya, model tanya jawab yang disajikan seakan-akan pembaca berbicara langsung dengan sang penulis. Sehingga pemahaman mengenai penjelasan yang disampaikan lebih mudah dimengerti dan tak tampak ada penghalang sedikitpun. Sebuah kreasi yang jarang dilakukan oleh banyak penulis, toh meskipun ada hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja.

Kehadiran buku ini bukan semata untuk menjawab problematika kehidupan warga NU dan masyarakat secara luas yang terfokus pada persoalan ibadah belaka, namun juga sampai pada persoalan yang modern di era yang lebih maju pun disajikan dengan begitu sempurna. Secara menyeluruh, buku ini membahas tentang akidah dan Al-Qur’an, shalat dan zakat, puasa Ramadhan dan persoalan mengenai nabi, pernikahan, dan segala macam persoalan yang pernah dirasakan oleh masyarakat warga NU dan masyarakat secara luas. Sehingga, buku ini bisa menjadi wakil untuk memberikan jalan alternatif agar kebuntuan tentang hukum suatu ibadah atau aktivitas sehari-hari menemukan jalan keluar.

Data Buku

Judul : Solusi Hukum Islam Bersama Kiai Marzuqi Mustamar

Penulis : KH. Marzuqi Mustamar

Penerbit : Muara Progresif

Cetakan : I, September 2014

Tebal : xvi + 267 hal. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-14738-4-9

Peresensi : Fauzan, Kader Muda NU dan Pegiat Ikatan Pemuda dan Pemudi Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel, Surabaya 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Pertandingan, RMI NU IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, IMNU Tegal. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

IMNU Tegal

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

IMNU Tegal

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah IMNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

Surabaya, IMNU Tegal - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuktikan keseriusannya dalam berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini PMII ITS memfasilitasi pendaftaran Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi dosen, karyawan serta mahasiswa NU yang ada di ITS, PENS ataupun PPNS. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (12/02) dan bertempat di gedung MWCNU Sukolilo, Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak warga NU dari kalangan dosen, karyawan maupun mahasiswa yang ada di ITS, PENS dan PPNS yang belum terdata. Sebagaimana yang disampaikan Ketua PMII ITS, Zidni Nafi Akbar, menurutnya kegiatan ini salah satunya untuk mendata mahasiswa maupun dosen NU di ITS, PENS ataupun PPNS.

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Fasilitasi Dosen dan Mahasiswa Daftar Kartanu

“Banyak sekali mahasiswa dan dosen NU yang di kampus ITS, PENS dan PPNS, namun belum bisa terdata,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan lain diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memfasilitasi warga NU yang belum memiliki Kartanu. “Sebenarnya kegiatan ini difokuskan kepada mahasiswa dan dosen yang ada di sekitar ITS. Namun bila ada warga atau anggota PMII selain PMII Sepuluh Nopember dipersilakan untuk ikut,” imbuhnya.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Kegiatan ini berawal dari kerja sama antara PMII ITS dengan PCNU Surabaya. “Berhubung PMII ITS bisa bekerja sama dengan PCNU Surabaya untuk mengadakan Kartanu, maka diselenggarakan kegiatan ini,” jelas mahasiswa asal Kediri ini.

Dalam pelaksanaannya, ternyata bukan hanya dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswa ITS, PENS dan PPNS saja yang hadir guna melakukan pembuatan Kartanu. Warga sekitar tiga kampus tersebut juga turut hadir untuk melakukan pendaftaran Kartanu, bahkan mahasiswa luar ITS juga ikut serta dalam kegiatan ini, seperti dari Universitas Islam Negeri Surabaya (Uinsa), Universitas Sunan Giri (Unsuri),? Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Airlangga (Unair).

Banyaknya peserta dari luar area ITS dikarenakan informasi mengenai kegiatan ini menyebar di sosial media dengan cepat. Hal itu senada dengan apa yang diutarakan Ahmad, salah satu pendaftar Kartanu dari luar area ITS. Ia mengatakan, mengetahui adanya kegiatan ini dari sosial media. “Saya tahu info ini dari sosial media,” ujarnya.

Salah satu dosen yang hadir dalam kegiatan ini adalah Ardy Maulidy Navastara ST MT. Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan semacam ini. Tak hanya itu saja, ia mengharapkan agar seluruh MWC, khususnya yang ada di seluruh Surabaya untuk menjadi agenda rutin.

“Saya pikir ini seharusnya menjadi agenda rutin bagi para MWC yang ada di seluruh Surabaya untuk disosialisasikan kepada masyarakat yang ada di Surabaya,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya perlu adanya sosialisasi. Hal itu dikarenakan masih banyak mahasiswa dan dosen ITS yang belum mengetahui Kartanu. “Kalau bisa disediakan posko yang selalu siap melayani warga nahdliyyin yang ingin mendaftar Kartanu,” pungkasnya. (Hanan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu

Pringsewu, IMNU Tegal

Sekitar 20 Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pringsewu ikut bersama polisi dan TNI menjaga keamanan perayaan Natal di Gereja Santo Yosef Pringsewu. Badan otonom dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU itu membantu pengamanan di Gereja terbesar di Kabupaten dengan julukan Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu

“Pringsewu itu sangat heterogen. Berbagai agama dan suku ada di Pringsewu. Kami ingin kerukunan antarumat beragama selalu terwujud di Pringsewu," kata Komandan Banser Pringsewu, Sunarman, saat melaksanakan tugas, Sabtu Malam (24/12).

Sunarman menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan ini telah dilakukan oleh Banser Pringsewu setiap tahunnya dengan berkeliling gereja pada saat malam misa. Selain itu beberapa personel Banser juga ditempatkan di pos-pos keamanan Natal dan di gereja saat perayaan Natal.

IMNU Tegal

Dalam melaksanakan tugas, tambah Narman, Anggota Banser selalu berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian Sektor Tanggamus. "Kita sudah instruksikan kepada anggota untuk tidak bertindak tanpa adanya komando. Semua prosedur pengamanan yang dilakukan harus melalui komando dan berkoordinasi dengan aparat," jelasnya.

Dipilihnya Gereja Santo Yosef dalam pengamanan Natal tahun ini karena Gereja tersebut berada di Pusat Kota dan paling banyak memiliki jamaah. "Penjagaan ini kami niati menjaga masyarakat agar ada rasa kenyamanan dalam melaksanakan aktifvitas," kata Narman.

IMNU Tegal

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi pengamanan tersebut bukanlah soal akidah, tetapi ditujukan hanya untuk membangun toleransi agama di Kabupaten Pringsewu. "Setiap warga masyarakat memiliki hak untuk mendapatan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pesantren, Humor Islam, IMNU IMNU Tegal

Rabu, 22 November 2017

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama

Surabaya, IMNU Tegal
Menteri Negara Komunikasi dan Informatika (Menneg Kominfo) Dr Sofyan A Djalil SH MA MALD menyatakan dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan dipikul bersama-sama.

"Pemerintah menyadari kenaikan BBM memang akan menambah beban rakyat, tapi beban itu akan kita pikul bersama-sama, karena sebagaian subsidi BBM akan kita alihkan kepada rakyat miskin," katanya saat membuka dialog publik di Surabaya, Senin.

Di hadapan ratusan peserta dialog publik "Kebijakan Pengurangan Subsidi BBM: Kita Berhemat Untuk Rakyat" yang digagas Departemen Kominfo dan PP Lembaga Perekonomian NU itu, ia menjelaskan pengurangan subsidi BBM tanpa kompensasi akan menambah jumlah rakyat miskin.

"Tapi, karena pengurangan subsidi BBM sebesar 40,34 persen akan disertai dengan kompensasi kepada rakyat miskin untuk pendidikan, kesehatan, beras miskin, dan sebagainya sehingga jumlah rakyat miskin akan justru berkurang," katanya.

Menurut mantan anggota tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, dampak kenaikan harga barang pasca kenaikan BBM akan berkisar 0,1 persen hingga 1 persen, kecuali angkutan kota yang cukup tinggi berkisar 5-12 persen.

"Tapi, semuanya akan dipikul bersama, karena subsidi yang kita alihkan kepada rakyat miskin mencapai Rp61 triliun dengan patokan harga BBM 35 dolar AS per-barel, bahkan patokan harga BBM 2005 mencapai 50 dolar AS per-barel maka pengalihan subsidi BBM menjadi Rp100 triliun," katanya.

Doktor alumnus Tufts University Medford, Massachussetts, AS itu menyatakan pengurangan subsidi BBM didasarkan atas studi bahwa 82 persen dari subsidi BBM 2004 sebesar Rp74 triliun justru tak sampai kepada rakyat miskin yang seharusnya menikmati. "Itu tak adil atau dalam bahasa agama disebut dzalim, karena subsidi tidak kita berikan kepada orang yang berhak, karena itu kita akan kurangi dan kita alihkan kepada subsidi langsung kepada rakyat miskin. Itu tugas negara," katanya.

Oleh karena itu, katanya, subsidi BBM 2005 akan dialihkan kepada 9,6 juta anak miskin dari SD hingga SMA sebesar Rp5,6 triliun, 36 juta rakyat akan diberi asuransi kesehatan sebesar Rp2,2 triliun, dan 8,6 juta rakyat miskin diberi beras 20 kilogram/bulan/KK (Kepala Keluarga).

Selain itu, 11 ribu dari 26 ribu desa tertinggal akan diberi anggaran pembangunan Rp300 juta per-desa sebesar Rp3,3 triliun, rumah rakyat dengan subsidi Rp2,6 juta/rumah atau anggaran sebesar Rp400 miliar, dan  ratusan panti asuhan.

"Semuanya hanya Rp17 triliun untuk rakyat miskin, apalagi BBM yang terlalu murah telah terbukti justru meningkatkan penyelundupan dan mematikan pengembangan energi alternatif, karena gas Indonesia justru banyak dinikmati rakyat Singapura akibat harga tidak kompetitif dengan BBM," katanya.

Acara yang dihadiri Ketua PBNU H Masdar F Masudi dan Rois Syuriah PWNU Jatim KHA Masduqi Mahfudh itu menampilkan pembicara Dr Dedi Maskur Riyadi (Deputi Kepala Bappenas RI), Dr Qurtubi (pakar perminyakan UI), KH Drs Ali Maschan Moesa MSi (Ketua PWNU Jatim), Anwar Hudiono (pers), dan Dr Ir H Umar Said (pakar energi).

Kontributor : Paryono N. Abdillah

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, AlaNu IMNU Tegal

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menneg Kominfo: Dampak Kenaikan BBM Dipikul Bersama-Sama

Minggu, 19 November 2017

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

Rengasdengklok, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mentradisikan spiritual NU. Tradisi spiritual itu diingatkan dalam kegiatan Kaderisasi Penggerak NU di Rengasdengklok, pusat kaderisasi PBNU, Ahad-Kamis (21-25/4) malam.

Sejumlah 27 pengurus harian PB PMII bangun dari tidur setiap jam 3 dini hari. Mereka melakukan sholat Tahajjud, mujahadah, munajat, dan zikir bersama yang dipandu oleh KH Nur Muhammad. Ritual itu berlangsung selama pengkaderan berlangsung.

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

“Pendidikan spiritual itu merujuk pada slogan PMII sendiri, ‘zikir, pikir, dan amal saleh’,” kata Wasekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ di Pusat Kaderisasi PBNU Rengasdengklok, Selasa (23/4) malam.

IMNU Tegal

Sementara Waseksen PBNU Adnan Anwar menambahkan, kegiatan ini dimasukkan dalam pengkaderan ketat PBNU, menjadi bagian dari aspek spiritualitas yang sudah lama ditinggalkan PMII.

Pembangunan aspek spiritual PMII dalam kaderisasi ketat PBNU, diharapkan dapat diteruskan oleh PB PMII ke PKC dan PC PMII di seluruh Indonesia. Karena, kader PMII merupakan tonggak kader inti pengurus NU mendatang, tambah Adnan Anwar.

IMNU Tegal

Kaderisasi ketat PBNU dengan memasukkan aspek spiritualitas di dalamnya, tidak lain adalah kaderisasi khas ahlusunnah wal jama‘ah NU, tutup Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, IMNU, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Pariaman, IMNU Tegal



Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus mampu menunjukkan jatidirinya di kampus dimana mereka belajar. Kader PMII tentu harus aktif dalam berbagai kegiatan kampus sehingga mampu menjadi kader pemimpin masa depan.

?

Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman Masrizal mengungkapkan hal itu pada Pelantikan Komisariat PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin, Pariaman, Kamis (6/10/2016) di Pariaman. Pelantikan dilanjutkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Angkatan ke-16. Mapaba berlangsung hingga Jumat (7/10).

?

IMNU Tegal

Menurut Masrizal, para aktifis PMII harus mampu berperan dalam kehidupan kampus sebagai lembaga intelektual. Untuk itu, kader PMII harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan sebagai seorang kader. Mereka yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka akan merugi dalam hidupnya.

?

“Organisasi PMII sebagai organisasi kader diharapkan dapat menjadi implementasi tanggungjawab mahasiswa kepada masyarakat. Melalui PMII mahasiswa mulai dilatih untuk memiliki responsif terhadap berbagai masalah yang ada di masyarakat. Orang yang aktif berorganisasi cenderung memiliki responsif terhadap masalah yang terjadi di masyarakat,” kata Masrizal menambahkan.

?

IMNU Tegal

Sementara itu, Mabinkom PMII STIT Syekh Burhanuddin Alva Anwar menambahkan, PMII merupakan wadah beraktifitas mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Untuk itu, kader PMII harus? menjadi benteng dari? paham Islam Ahlussunnah Waljamaah. Ketika serangan terhadap Ahlussunnah wal Jamaah gencar, maka PMII harus maju ke depan membelanya.

?

“Selama ini kehadiran PMII di STIT Syekh Burhanuddin Pariaman sudah dirasakan mahasiswa. Terbukti banyak alumni STIT yang pernah aktif di PMII ketika menjadi mahasiswa. Kini mereka sudah tersebar di berbagai profesi dan pekerjaan, baik di Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman maupun di luar Pariaman,” kata Alva yang juga Sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman ini.

?

Pengurus yang dilantik diketuai Rio Putra, Wakil Ketua Muhfi Efendi, sekretaris Mulya Rizki, Wakil Sekretaris Tamril Kiki Putra, Bendahara Santri Sri Mulyani. Pengurus juga dilengkapi dengan departemen-departemen.(Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, IMNU, Doa IMNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Jember, IMNU Tegal

Anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana gambaran masa depan Indonesia 30-an tahun ke depan, anak-anak saat ini adalah jawabannya. Karena itu, menanamkan kecintaan? mereka terhadap Al-Qur’an sesungguhnya merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan bangsa yang cerah.

Demikian disampaikan Buhari Ediyanto, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Istiqomah, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, kemarin (23/6).

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Menurutnya, anak-anak harus diajari mencintai Al-Qur’an sejak dini. Caranya dengan mengajari mereka mengaji. Baik belajar di masjid, mushala, ataupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).? “Jadi para orang tua harus selalu mendorong agar anaknya mau belajar mengaji. Jangan sampai orang tua kalah dengan pengaruh TV. Kalau waktunya ngaji, orang tua harus tegas kepada buah hatinya,” ujar Buhari.

IMNU Tegal

Buhari menambahkan, bulan Ramadhan adalah merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat belajar mengaji di kalangan anak-anak. Selama ini, katanya, masyarakat cenderung membiarkan anak-anaknya vakum dari kegiatan mengaji dengan alasan kasihan karena waktu mereka banyak tersedot untuk kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Padahal, mengaji itu teramat penting.

“Kalau dulu, anak-anak sampai lulus SD masih ke langgar (belajar ngaji). Tapi sekarang, sulit rasanya,” jelas Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember itu.

IMNU Tegal

Madarasah Ramadhan itu sendiri berlangsung satu hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari TPQ Ar-Rahman, binaan Remas Al-Istiqomah dan masyarakat sekitarnya. Materi yang diberikan meliputi fadhilah Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan game ketangkasan. Bagi peserta yang aktif dan berprestasi disediakan hadiah.

Selain Madrasah Ramadhan, Remas al-Istiqomah juga menyelenggarakan bagi-bagi takjil untuk dhu’afa dan musafir. Kegiatan ini dilaksanakan semingu tiga kali selama Ramadhan. Di samping itu, juga digelar acara Tabuh Sahur untuk membangunkan masyarakat dan jamaah masjid agar bersahur tepat waktu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, IMNU, AlaSantri IMNU Tegal

Kamis, 02 November 2017

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Semarang, IMNU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Tengah merilis program Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) ke-2. Peluncuran program tersebut diadakan bersamaan dengan sosialiasi dan seminar empat pilar yang digelar di Semarang, Ahad (21/6).

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Program SKB ke-2 yang baru akan dilaksanakan mulai tahun 2015 ini merupakan lanjutan dari program SKB ke-I yang sudah diadakan oleh kepengurusan sebelumnya dalam rentang waktu  tahun 2012-2013.

Menurut salah satu Wakil Sekretaris PW IPNU Jateng, Ahmad Saifuddin, program SKB ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader NU.

IMNU Tegal

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, baik kapasitas nahdliyyah, berorganisasi, maupun intelektual kader,” ujar dia.

Lebih lanjut dikatakan Saifuddin, dengan program tersebut, pihaknya berharap nantinya semakin banyak kader NU Jawa Tengah yang keluar potensinya dan bermanfaat lebih luas.

IMNU Tegal

Usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar dan rilis program SKB ke-2, acara dilanjutkan dengan buka bersama, shalat tarawih berjamaah dan sarasehan alumni IPNU-IPPNU Jawa Tengah bersama kader yang hadir. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan

Oleh M. Haromain





Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Kebermaknaan Bahasa Persatuan

"Tanpa mempelajari bahasa sendiripun, orang tak kan mengenal bangsanya sendiri"

(Pramoedya Ananta Toer)

Tak dapat dimungkiri apresiasi, perhatian dan kepedulian mayoritas warga bangsa ini terhadap nasib dan masa depan bahasa Indonesia cukup rendah, tak kecuali dalamgolongan intlektual dan terpelajar yang seharusnya mereka berada di garda terdepan dalam menjaga dan mengawal marwah dan kualitas bahasa Indonesia. Bila kalangan akademisi dan terpelajar saja bersikap apatis, apatah lagi kalangan umum.?

IMNU Tegal

Siapa yang membaca sejarah tentu tahu bahwa sebenarnya semua warga Indonesia tanpa terkecuali mendapatkan amanat dan tanggung jawab untuk melestarikan dan merawat bahasa Indonesia. Seandainya para pejuang kemerdekaan dan pembela bahasa Indonesia zaman revolusi seperti Bung Hatta, Muhammad Yamin, Dr Soetomo, dan Ki Hajar Dewantoro tidak berusaha mati-matian membendung hegemoni bahasa Belanda tempo itu yang tengah begitu merajalelanya.?

Khususnya dalam lapangan jurnalistik dan politik, dan umpama mereka tidak terus berusaha memosisikan bahasa Indonesia sebagai alternatif bahasa persatuan dan perjuangan, bangsa kita tidak akan memiliki bahasa Indonesia sebagaimana sekarang ini.?

Bukankah pernah suatu tempo antara tahun 1930-an hingga 1940-an bahasa Indonesia sangat dihinakan dan dianggap "bahasa sarap" alias sampah yaitu saatbahasa Indonesia menjadisoaldaruratdalamduniajurnalistikdanpolitik kala itu.

IMNU Tegal

Tak banyak yang sadar bahwa Bahasa Indonesia yang diadaptasikan dari bahasa melayu merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa kita yang tak ternilai harganya, disamping juga menjadi identitas bangsa serta taruhan hargadiri bangsa. Muhammad Yamin tokoh pejuang revolosi, sastrawan dan ahli bahasa pernah menyatakan: "Perubahan apapun yanga akan terjadi di Indonesia, namun satu hal tak akan berubah-ubah, bahasa indonesia tidak akan lenyap dari bumi indonesia dan mungkin menjadi bahasa yang terpenting di atas dunia".

Jadi, saat ini sangat krusial untuk menumbuhkan kesadaran betapa pentingnya menjaga bahasa Indonesia yang baik dan benar. Diantara pengejawantahannya ialah mentradisikan anak-anak dan generasi muda agar akrab dengan kamus bahasa Indonesia, yaitu membiasakanmereka membuka kamus bahasa Indonesia.?

Pasalnya kebiasaan membuka kamus bahasa Indonesia juga belum menjadi tradisi dalam masyarakat kita bahkan oleh pelajar dan mahasiswa sekalipun. Umumnya mahasiswa pun baru sempat membuka KBBI hanya ketika terpaksa karena suatu tuntutan mengerjakan tugas karya ilmiah atau skripsi yang diantara prosedurnya adalah wajib menyertakan daftar istilah dan batasan makna dari kata-kata kunci yang menjadi variabel penelitianya.?

Kebanyakan mereka enggan membuka kamus bahasa Indonesia berdalih bahwa bahasa Indonesia itu mudah dikuasai karena merupakan bahasa ibu yang tentunya sudah familiar sedari masa anak-anak sehingga tidak perlu mempelajarinya sebagaimana belajar bahasa asing yang membutuhkan ketekunan.

Dan sangat disayangkan pula ternyata umumnya masyarakat penutur bahasa Indonesia sendiri belum mengerti betapa urgen nya membuka kamus. Padahal dengan mengakses kamus kita bisa mengetahui batasan makna suatu kata serta dalam konteks apa kata tersebut dipakai dalam kalimat, memahami makna halus dari suatu kata sehingga mampu memilih diksi kata yang tepat, tahu makna asal suatu kata sebelum kata tersebut masuk ke dalam istilah disiplin ilmu tertentu atau sebelum mengalami pergeseran makna.?

Dengan banyak membuka kamus seseorang akan memiliki bejibun kosa kata yang itu sangat memberi andil demi kelancaran dan keakuratan memilih kata ketika menuangkan gagasan atau pikiran baik melalui tulisan atau oral. Perbendaharaan kata yang minim akan menyulitkan komunikator dalam menyampaikan pesan kepada khalayak atau komunikate, meskipun sebenarnya sangat menguasai materi yang hendak dilontarkan.

Gabriel Garcia Marques sastrawan kenamaan keliber dunia asal Kolombia penerima penghargaan nobel sastra tahun 1982 semenjak usia belia sudah akrab dengan kamus. Bahkan salah satu kunci suksesnya menjadi sastrawan besar menurut Ruben Pelayo penulis biografi Gabriel Garcia Marques, karena sejak kecil Marques sudah mengenal kamus, kakeknya yang mengenalkan kamus ketika ia berusia lima tahun. Waktu itu kakeknya menasihati bahwa kamus tidak saja buku yang tahu akan semua hal, tetapi juga buku yang tak pernah keliru.

Akhirnya kita berharap kepada para pendidik, khususnya pengajar bahasa Indonesia supaya anak-anak didiknya sejak dini sudah mulai dikenalkan dan ditanamkan kebiasaan membuka kamus bahasa Indonesia, supaya mereka tidak terjebak menggunakan kata-kata yang salah kaprah dalam komunikasi praktis keseharian, yang selama ini memang bahasa Indonesia dirusak oleh massifnya bahasa gaul dan alai yang didominasi generasi muda.

Dedikasi tanpa pamrih dari segenap bapak bangsa di atas serta pejuang bahasa Indonesia seperti Muhamad Yamin dan Adinegoro yang telah memperjuangkan eksisnya bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, bahasa persatuan dan menjadi identitas bangsa wajib kita hargai. Saatnya generasi sekarang untuk melanjutkan kebermaknaan bahasa Indonesia yang dahulu telah diamanahkaan pada saat konggres pemuda tahun 1928 dan konggres bahasa Indonesia I di Solo tahun 1938.

Penulis adalah jurnalis, tinggal di Temanggung, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, IMNU IMNU Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

Yogyakarta, IMNU Tegal. Hadir dalam acara bertajuk Tahlil dan Doa Bersama Memperingati Haul ke-4 Gus Dur dan Wafatnya Kiai Sahal di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (8/2) Putri Gus Dur, Allisa Wahid bicara tentang sejarah Gusdurian.

“UIN Sunan Kalijaga memiliki sejarah yang panjang ya. Karena ibu saya dulu kuliahnya juga di sini. Apalagi, Gusdurian awalnya juga muncul dari kampus ini,” ujar Allisa Wahid mengawali sambutannya.

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Sejarah Munculnya Gusdurian?

“Pada tahun 80-an ketika banyak aliran keagamaan yang muncul, kemudian banyak teman-teman UIN Sunan Kalijaga yang menyebut diri mereka sebagai Gusdurian atau orang-orang yang mengikuti Gus Dur,” tambahnya.

IMNU Tegal

Selain berbicara tentang sejarah Gusdurian, Allisa Wahid juga menyampaikan tentang betapa pentingnya menghormati para guru.

IMNU Tegal

“Kita ini memiliki tradisi yang sangat luar biasa bahwa menghormati guru-guru kita itu lebih penting dari apa pun. Makanya ketika Kiai Sahal wafat, bisa tidak bisa saya dan teman-teman harus datang ke sana untuk memberikan penghormatan kepada guru yang telah mengajarkan banyak hal kepada kita,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Allisa Wahid juga mengomentari Lomba Video Pemuda Bicara Gus Dur yang digagas oleh Senat Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

“Ini istimewa karena kita berbicara gagasan yang besar tapi menggunakan strategi yang modern. Video-video tersebut ketika ditaruh di Youtube itu kan termasuk sudah modern,” pungkas Alissa. (rokhim/sholikhin/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Kamis, 05 Oktober 2017

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan

Probolinggo, IMNU Tegal. Setelah resmi terbentuk berdasarkan rapat anggota, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin di Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo langsung menggelar konferensi untuk memilih pimpinan, Jumat (16/1).

Dalam konferensi tersebut, M. Hafidz terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin. Sementara Windasari diberi amanah untuk menjadi Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan

Pada tahap awal pencalonan Ketua PK IPNU SMP-SMK Sirotjul Tholibin muncul 3 (tiga) nama. Yakni, Alvian Naury, M. Hafidz dan Ardianto. Ketika dilakukan pemungutan suara, Alvian Naury tidak memperoleh suara, M. Hafidz memperoleh 14 suara, dan Ardianto memperoleh 2 suara.

IMNU Tegal

Karena dalam tata tertib (tatib) calon harus mendapatkan dukungan minimal 4 suara, maka M. Hafidz langsung terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

IMNU Tegal

Sementara dalam tahap awal pencalonan Ketua PK IPPNU SMP-SMK Sirotjul Tholibin, muncul 3 (tiga) calon. Yakni, Arvianti, Dindari Yuli dan Windasari. Dalam pemungutan suara awal, Arvianti memperoleh 9 suara, Dindari Yuli memperoleh 3 suara dan Windasari memperoleh 10 suara.

Sama halnya dengan IPNU, bakal calon yang memiliki minimal 4 suara yang lolos hanya dua. Yakni, Arvianti dan Windasari. Setelah pemungutan suara, Arvianti memperoleh 8 suara dan Windasari memperoleh 10 suara. Dengan hasil ini, Windasari terpilih sebagai Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

Pemilihan Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin dipimpin langsung oleh Wakil Sekretaris PC IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro. Sementara pemilihan Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin dipimpin oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati.

Hadir dalam konferensi PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin ini Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin al Hariri, Pengasuh Pesantren Sirotjul Tholibin Badrus Sholeh al Hariri, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i, serta para santri dan santriwati Pesantren Sirotjul Tholibin.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin al Hariri menyambut baik terbentuknya kepengurusan PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin. Setelah terbentuk, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo diminta untuk terus membina lagi PK IPNU-IPPNU SMP-SMK supaya bisa lebih semangat lagi.

“Hanya saja saya menyarankan agar PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo mengadakan lomba baca kitab dan kajian keilmuan walaupun dengan standar biasa. Misalnya kitab Sullam Safinah. Saya senang karena pesantren ini bisa tersentuh oleh IPNU-IPPNU,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris PC IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro berharap agar dengan terbentuknya PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin ini bisa terbentuk embrio kaderisasi yang berkelanjutan, misalnya dari PK bisa ke Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC).

“Setidaknya nanti siap menggantikan pengurus NU beberapa tahun mendatang, baik MWCNU maupun PCNU. Sebab hidupnya PAC tergantung dari embrio kaderisasi dari PR dan PK. Begitu juga dengan PC harus ada regenerasi pengurus mulai dari PAC, PR hingga PK,” ujarnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan kaderisasi di tubuh NU menjadi sebuah amanah yang utama IPNU-IPPNU. Oleh karenanya ke depan tidak hanya membentuk saja, tetapi juga akan dilakukan pembinaan rutin agar kegiatan komisariat pesantren bisa lebih aktif.

“Sebagai kader NU kita harus siap untuk dapat benar-benar menjaga dan berani menjalankan amanah yang mulia ini dengan keikhlasan hati. Para pengurus IPNU-IPPNU harus berupaya mewujudkannya dengan baik melalui kerja sama dan komunikasi dengan semua pengurus,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Halaqoh, Nasional IMNU Tegal

Rabu, 20 September 2017

Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional

Jakarta, IMNU Tegal. Prestasi yang diraih oleh Marching band Tsanawiyah-Aliyah Maarif NU Blitar? layak dibanggakan. Dalam kelompok khusus para anggota yang berprestasi di “Masama All Star”, mereka menjadi juara I pada Malaysia World Band Competition (MWBC) 2010 dalam kategori Street Parade.



Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Marching Band All Star Maarif NU Blitar Raih Prestasi Internasional

Penampilan apik juga mereka tunjukkan adalah pada acara Global Peace Festival di Jakarta, Ahad (18/10) di Gelora Bung Karno yang mendapat apresiasi luar biasa dari puluhan ribu penonton yang hadir, termasuk sekitar 100 peserta Global Peace Leadership Conference dari 17 negara.

Mereka menampilkan permainan luar biasa dengan berbagai atraksi serta kekompakan yang membuat pertunjukan tersebut sangat indah untuk dinikmati.

IMNU Tegal

Pembina marching band Shan’ani menuturkan kepada IMNU Tegal, Selasa, (19/10) sejak didirikan pada tahun 2001, berbagai prestasi telah diraih. Tetapi hal tersebut tidak diraih dengan hal yang mudah, melainkan harus melalui kerja keras dan kekompakan antar seluruh tim.

IMNU Tegal

Basis pendidikan pesantren yang menjadi dasar bagi para anggota tim dengan nilai-nilai kepatuhan dan loyalitas menjadi salah satu faktor keberhasilan marching band ini. Saat menjelang sebuah acara, tim ini bisa melakukan latihan sampai jam dua malam untuk memaksimalkan penampilan yang mereka impikan.

Prestasi yang dimiliki ini juga membuahkan apresiasi dari Pemda Blitar dengan memberikan dukungan material yang diperlukan bagi kelangsungan marching band ini. Sebagian dari anggotanya diangkap menjadi PNS di lingkungan Pemda Blitar.

PCNU Blitar juga memberi dukungan penuh terhadap prestasi anak-anak didik yang belajar dibawah naungan Maarif NU ini. Salah satu pembinanya merupakan wakil ketua PCNU Blitar.

San’ani menuturkan, selama 10 tahun ini, sudah banyak alumni yang menjadi pelatih senior. Saat ini terdapat 22 orang yang siap memberikan pelatihan. Salah satu sekolah di Riau telah meminta disediakan pelatih sekaligus menyediakan peralatan marching band.

Karena prestasi ini pula, Pemda Jatim mempercayakan kepada tim ini untuk membentuk sebuah marching band yang beranggotakan dari berbagai sekolah di Jawa Timur untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Kepercayaan ini tak disia-siakan dengan menjadi peraih medali terbanyak PON di Kalimantan Timur 2008 lalu.

Ia menambahkan, Masama All Star diundang dalam festival di Pasadena pada 2012 dan kunjungan ke Paris Perancis 2013. Yang menjadi kendala dalam berbagai kunjungan internasional ini adalah pembiayaan yang sangat besar.

Beberapa prestasi sudah diraih.

1. Juara umum kejuaraan daerah Jawa Timur 2001 di Surabaya

2. Juara umum Kejuaraan Nasional di Palembang 2002

3. Finalis Grand Prix di Jakarta 2003

4. Juara eksibisi PON Palembang 2004

5. Juara umum kejuaraan nasional di Yogyakarta 2005

6. Juara umum kejuaraan nasional di Semarang 2006

7. Peraih 2 medali emas pra-PON kejuaraan nasional di Banyuwangi 2007

8. Peraih medali terbanyak PON di Kalimantan Timur 2008

9. Juara street parade MWBC di Malaysia 2010. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU IMNU Tegal

Minggu, 03 September 2017

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Marah merupakan tabi’at yang tidak bisa hilang dalam diri manusia. Ia seakan-akan sudah manunggaling dengan jiwa manusia. Siapapun sebenarnya memiliki potensi marah. Walaupun marah tidak bisa dilenyapkan dari tubuh manusia ia mesti selalu dikontrol dan dikendalikan.

Kepada manusia, Allah SWT mengaruniai akal yang berfungsi untuk menuntun amarah. Bila ada manusia yang tidak mampu mengontrol amarahnya, berarti ia belum mampu mengoptimalkan kinerja akalnya.

Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Pemarah Teladani Siapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Pemarah Teladani Siapa?

Banyak literatur keislaman menyebutkan bahwa mengendalikan amarah terbilang perbuatan yang mulia. Namun, fakta di lapangan sangat sedikit sekali orang yang mampu menerapkan ajaran ini secara total. Memang rasanya tidak mudah menahan amarah ketika ada orang zhalim dan menyakiti kita apalagi perbuatan itu dilakukan berulang-ulang kali.

Sebab itu Imam al-Ghazali membuat bahasan khusus tentang bahaya amarah dan kiat menghilangkannya dalam Ihya Ulumiddin. Bahasan ini kemudian disarikan oleh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dalam Mau’idzatul Mu’minin. Al-Qasimi menyebutkan dalam kitab ini bahwa salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meredam amarah ialah sebagai berikut,

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Di antara cara menghilangkan marah ialah membayangkan buruknya rupa orang yang sedang marah sembari membayangkan bentuk wajah orang lain ketika marah. Jeleknya wajah orang yang sedang marah itu ditanamkan dalam hati dan jika diperhatikan wajahnya hampir serupa dengan binantang buas.

IMNU Tegal

Sementara orang yang sabar diberi petunjuk, dan mampu menahan amarah. Rupanya disamakan dengan para nabi, wali, ulama, dan orang-orang bijak. Ia diberi pilihan apakah mau disamakan dengan binatang buas atau manusia yang paling jelek, atau dengan ulama dan para nabi. Tujuan penyamaan ini adalah agar hati mereka cenderung untuk mengikuti nabi, wali, dan para ulama selama akal sehat masih ada dalam dirinya.

Kutipan ini sekaligus sindiran dan solusi bagi orang yang suka marah. Wajahya disamakan dengan binatang buas. Sedangkan orang yang pandai menahannya diumpakan karakternya dengan para nabi dan wali.

Bagi orang yang berakal tentu ungkapan ini akan membuat mereka berubah. Sebab pada dasarnya tidak ada manusia yang mau disamakan dengan binatang. Berdasarkan penjelasan ini dapat dipahami bahwa Islam identik dengan keramahan, bukan kemarahan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri, Anti Hoax, IMNU IMNU Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Sambil Shalawatan, Jamaah Istighotsah dengan Tertib Tinggalkan GOR Delta

Sidoarjo, IMNU Tegal - Istighotsah Kubro dalam rangka hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama, yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur di GOR Delta Sidoarjo berlangsung khusyuk. Usai ditutup dengan doa oleh sembilan kiai khos, ratusan ribu jamaah Nahdliyin secara tertib meninggalkan lokasi Istighotsah.

Dari pantauan IMNU Tegal, Ahad (9/4) sekitar pukul 09.10, jamaah yang sebagian besar mengenakan busana putih berjalan kaki menuju kendaraan mereka sembari mengumandangkan shalawat nabi dan lagu Ya Ahlal Wathan.

Sambil Shalawatan, Jamaah Istighotsah dengan Tertib Tinggalkan GOR Delta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambil Shalawatan, Jamaah Istighotsah dengan Tertib Tinggalkan GOR Delta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambil Shalawatan, Jamaah Istighotsah dengan Tertib Tinggalkan GOR Delta

Selain membaca shalawat, jamaah juga memekikkan yel-yel, seperti “Siapa Kita?” "NU" , “Pancasila!” “Jaya!”, dan “NKRI!” “Harga Mati!”.

IMNU Tegal

Untuk sampai ke lokasi parkir kendaraan, jamaah harus berjalan kaki sepanjang tiga kilometer dari GOR Delta."Walaupun berjalan kaki cukup jauh dan berdesakan seperti ini, tapi tidak capek," ujar Mustaqim, santri asal Trenggalek.

Satuan keamanan dari Polres Sidoarjo dan anggota Banser tampak sibuk menertibkan kendaraan yang melintas. Mereka terpaksa melakukan sistem buka tutup kendaraan pada jalur yang dilalui jamaah. Kendaraan milik tamu VIP juga meninggalkan lokasi dengan antrie

Hingga pukul 10.30 WIB, jalan raya kembali lancar. Kompleks GOR Delta berangsur-angsur sepi. Hanya tampak petugas kebersihan yang sedang memunguti sisa sampah.

IMNU Tegal

Seperti diketahui, Istighotsah Kubro yang mengusung tema "Mengetuk Pintu Langit, Menggapai Nurullah" itu dihadiri para kiai sepuh Nahdltul Ulama, para pejabat tinggi negara dan daerah setempat, serta masyarakat secara umum. (Zaenal Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, IMNU, Olahraga IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock