Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, IMNU Tegal. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

IMNU Tegal

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

IMNU Tegal

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga, News IMNU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan

Demak, IMNU Tegal. Raudlatul Athfal (RA) Ribhul Ulum Nahdlatul Ulama mendidik anak-anak warga Nahdliyin yang rata-rata petani, buruh, dan nelayan di Desa Kedungmutih, Demak, Jawa Tengah. Meski hampir tiga puluh tahun berkhidmat, prasarana sekolah ini masih sederhana. Fasilitas permainan dan ruangan belum memadai.

”Itulah salah satu kendala yang kami hadapi, sarana dan prasarana di sekolah ini masih kurang. Ruangan kelas masih sederhana begitu juga alat permainan anak juga belum lengkap,” ujar Ulwiyatus Saidah, Kepala RA Ribhul Ulum kepada IMNU Tegal Selasa (26/11).

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribhul Ulum NU 29 Tahun Didik Anak Petani dan Nelayan

Ulwiyah menjelaskan, siswa siswi Ribhul Ulum datang dari keluarga miskin sehingga berswadaya untuk perbaikan fasilitas sekolah sangat sulit.

IMNU Tegal

”Sumbangan belajar di sekolah ini hanya Rp 15.000, 00 setiap bulan. Untuk operasional saja masih kurang apalagi memikirkan untuk membenahi sarana dan prasarana,” tukas Ulwiyah.

Ulwiyah melanjutkan, saat ini jumlah siswa Ribhul Ulum sebanyak 64 orang terbagi atas kelas A dan B dengan jumlah pengajar 5 orang. Agar sekolahnya bisa sejajar dengan sekolah lain, ia menekankan kepada guru untuk terus belajar, misalnya guru yang belum berijazah S1 didorong untuk kuliah.

Ia bercita-cita membuka kelas baru Play Grup yang mengajar anak-anak usia 2 – 4 tahun. Play Grup sangat dibutuhkan oleh warga desa Kedungmutih yang posisinya cukup terpencil dan terletak di pesisir. (Muin/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Olahraga IMNU Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati

Kudus, IMNU Tegal. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Jati kabupaten Kudus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Madin Darussalam desa Jati Wetan, Jati, Kudus, Jumat (23/1). Muludan yang bertepatan dengan pertemuan bulanan ranting dan komisariat IPNU-IPPNU sekecataman Jati ini, memperkuat jaringan struktural pelajar NU di Jati.

Muludan menjadi acara inti pertemuan bulanan IPNU-IPPNU sekecamatan Jati kali ini. Pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir di periode PAC IPNU-IPPNU kecamatan Jati yang dipimpin Slamet Riyadi dan Irlina Hikmawati.

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati

Tampak hadir semua pimpinan ranting dan pimpinan komisariat pada kesempatan kali ini. Sementara itu mereka juga mempersiapkan Konferensi Anak Cabang. Pada Maret mendatang, kepengurusan IPNU-IPPNU akan berganti.

IMNU Tegal

Selamet Riyadi mengatakan, “Mungkin ini adalah pertemuan terakhir bulanan bagi kita karena ini sudah di pengujung periode. Karena itu pertemuan ini tetap dilestarikan oleh periode-periode selanjutnya agar terjalin tali silaturahmi bagi ranting dan komisariat sekecamatan Jati.” (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, Fragmen IMNU Tegal

IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, IMNU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga IMNU Tegal

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Bojonegoro, IMNU Tegal. Setelah beberapa waktu lalu mengadakan konferensi, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Balen, Bojonegoro, Jawa Timur, periode 2013-2018, secara resmi dilantik di kantor MWC NU setempat, Jumat (31/1).

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Acara Sekaligus pada Pelantikan MWC NU Balen

Selain pelantikan, rangkaian acara juga meliputi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara pelantikan dilanjutkan dengan musyawarah kerja (Musker) MWC NU Balen.

Panitia pelantikan, Mulazim, menjelaskan, sebelum pelantikan Jumat siang ini, tahtimul Quran lebih dulu digelar Kamis (30/1) malam di kantor MWC NU Balen.

IMNU Tegal

Ketua PC NU Bojonegoro, Cholid Ubed berpesan kepada seluruh pengurus hinga tingkat ranting, termasuk jajaran badan otonom NU, baik IPNU, IPPNU, Muslimat NU, Fatayat NU, dan GP Ansor, untuk tetap memegang sikap kejujuran.

IMNU Tegal

"Kuncinya jujur, karena kejujuran merupakan pondasi yang tidak akan pernah terkalahkan. Serta orang yang mau mengurusi, baik meengurusi NU maupun organisasi dan masyarakat," sambung dokter spesialis penyakit dalam ini.

Ditambahkan, kebersamaan, kejujuran dan kepedulian perlu ditingkatkan. Sehingga masyarakat bisa bersatu dan tidak terjadi konflik sosial.

Rais Syuriyah MWC NU Balen Abdullah Hilmi Al-Jumadi mengajak para undangan dalam acara pelantikan, untuk meneladani sosok Gus Dur. Pasalnya presiden keempat RI itu tidak pernah diskriminatif di tengah keragaman budaya dan agama di Tanah Air.

"Kita orang Indonesia yang beragama islam, bukan islam yang hidup di makkah," ujar Kepala KUA Kecamatan Malo, Bojonegoro ini. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

Rembang, IMNU Tegal

Terkait serangkaian aksi terorisme menjelang hari raya Idul Fitri yang terjadi di Mapolresta Surakarta dan di Madinah, Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Rembang menggelar aksi damai bersama puluhan personel Banser di Bundaran Pasar Kota Rembang, Jawa Tengah, Selasa (12/7). Mereka mengecam aksi biadab tersebut.

Kepala Sekretariat Markas (Kasatma) Banser Rembang, Imam Syarifudin dalam orasinya mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk monolak aksi terorisme dalam bentuk apa pun. Ia juga menyebut, atas nama apa pun segala bentuk terorisme merupakan kejahatan kemanusiaan yang harus diperangi bersama.

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Damai, Banser Rembang Suarakan 5 Sikap Antiradikalisme

"Terorisme dan radikalisme merupakan bentuk kejahatan yang harus kita lawan bersama-sama. Karena terorisme banyak sekali korban jiwa berjatuhan,” ujarnya.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan itu, Imam Syarifudin juga membacakan Pernyataan Sikap GP Ansor Rembang untuk menolak segala bentuk tindakan terorisme. Berikut teks lengkapnya:

IMNU Tegal

Kami kader Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang dengan ini,

1. Menyatakan tekad menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme, terutama yang mengatasnamakan agama, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

2. Menyatakan tekad menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan bersendikan Bhinneka Tunggal Ika.

3. Menyatakan tekad? menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara sebagai jati diri bangsa Indonesia.

4. Menyatakan mendukung langkah cepat, tepat dan tanggap dari pemerintah dalam mengatasi segala aksi radikalisme dan terorisme serta organisasi anti Pancasila.

5. Mengimbau berbagai pihak agar bahu-membahu menangkal radikalisme dan terorisme melalui pemberian pemahaman kailmuan dan keislaman secara benar, yaitu Islam yang penuh kasih sayang dan rahmatan lil alamin, serta menindak tegas pihak-pihak yang mengajarkan kebencian dan merongrong Pancasila.

Dalam aksi itu sejumlah ormas kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) turut mendukung aksi yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, dan bersama-sama menolak dan mengecam aksi radikalisme dan terorisme yang ada di Indonesia dan dunia. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Demak, NUOnline

Panitia konferensi cabang (konfercab) NU Demak yang sukses mengelar konfercab pada 30 Juli 2017 di Pesantren Fathul Huda, Demak, Jawa Tengah, mengakhiri tugasnya dengan melakukan ziarah ulama Nusantara. Ziarah yang berlangsung Sabtu-Ahad (9-10/9) ini sekaligus sebagai bentuk pembubaran panitIa.

Ketua panitia pelaksana KH Sa’dullah Fattah dalam upacara pemberangkatan rombongan mengatakan, ziarah para wali bertujuan merajut tali silaturrahim di antara pengurus cabang NU Demak masa khidmah 2012-2017 dengan pengurus baru masa khidmah 2017-2022.

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

“Ini dalam rangka membangun soliditas dan hormonisasi panutan NU yang peran dan fungsinya ke depan semakin besar dan berat,” katanya.

IMNU Tegal

Beberapa ulama yang dikunjungi antara lain raja Islam pertama, Sultan Fattah Demak, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Maulana Malik Ibrahim,  Sunan Giri,  Sunan Ampel, Syaikhona Kholil (Bangkalan), KH Khamid (Pasuruan),  KH Asad Syamsul Arifin (Situbondo),  KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Jombang).

IMNU Tegal

Ia juga berharap para pengurus NU mampu meneladani langkah dan perjuangan para ulama yang diziarahi dalam membumikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di bumi Nusantara sebagai rahmatan lil alamin.

Sementara itu ketua PCNU Demak terpilih KH Muh Aminuddin yang juga ikut dalam rombongan mengapresiasi panitia konfercab NU Demak yang menutup kegiatan konferensi dengan ziarah ulama Nusatara, termasuk pendiri NU

“Saya sangat senang dengan acarayang luar biasa baiknya,karena bisa menjadi napak tilas ulama Nusantara,” tutur Pak Amin, begitu akrab dipanggil. (A.ShiddiqSugiarto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga, News IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

IMNU Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

IMNU Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Brebes, IMNU Tegal. Di saat anak-anak sekolah di berbagai tingkatan baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA? berangkat upacara HUT ke-70 RI, ratusan anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Umat Brebes, Jateng justru meliburkan siswanya. Terang saja, sekolah yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut tidak mengadakan upacara 17-an.

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)
SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an (Sumber Gambar : Nu Online)

SDIT Harapan Umat Brebes Tak Gelar Upacara 17-an

Keberanian Kepala Sekolah tidak menggelar upacara mendapat reaksi keras dari para orang tua murid dan mendapat sorotan dari elemen masyarakat termasuk media sosial. Bahkan Dandim 0713/Brebes? dan Polres Brebes langsung mengadakan klarifikasi ke sekolah tersebut.

Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Efdal Nazra mengatakan, setiap sekolah wajib melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Itu sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap para pejuang yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sebagai penerus bangsa berkewajiban mengisi kemerdekaan sebaik mungkin.

IMNU Tegal

"Saya baru tahu ada sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera hari ini. Saya akan cek dulu, dan apa alasanya tidak melaksanakan upacara bendera itu," tandasnya.

Kepala Sekolah SD IT Harapan Umat Brebes, Ratoni saat dikonfirmasi mengakui kalau sekolahnya tidak melaksanakan upacara 17-an. Meski mengakui, tetapi dia membantah kalau upacara 17-an tidak dilaksanakan karena sebenarnya sudah dilakukan dengan menggabungkan upacara hari pramuka pada 14 Agustus lalu.

IMNU Tegal

Ketika didesak apa bukti-buktinya melaksanakan upacara 17-an antara lain pembacaan teks proklamasi, Ratoni tampak gelagapan tidak bisa menunjukan bukti-buktinya.? "Ini memang kebijakan sekolah kami. Tapi, bukan berarti kami tidak menghargai Hari Kemerdekaan RI. Sebab, kegiatan upacara itu sudah dilaksanakan pada 14 Agustus lalu bersamaan peringatan Hari Pramuka," bantahnya.

Ratoni yang biasa disapa Ahmad Fatoni ini juga beralasan kenapa tidak melaksanakan upacara 17-an karena siswanya banyak yang jauh seperti dari Losari, Larangan dan yang jaraknya jauh. Lagi pula tanggal 17 Agustus adalah tanggal merah yang artinya hari libur. Selain itu, sekolah juga tidak mendapat arahan dari Dinas Pendidikan, terkait kewajiban melaksanakan upacara bendara HUT Kemerdekaan RI. "Atas pertimbangan ini, kami berinisiatif meliburkan seluruh siswa," paparnya

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, Pamor Wijaksono sangat menyayangkan dan menyesalkan tindakan sekolah tersebut. Kebijakan yang diterapkan itu dinilai salah. Apalagi, bagi siswa SD. Sebab, pendidikan nasionalisme sejak dini sangat penting. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait untuk mengambil langkah atas kejadian tersebut.

"Itu jelas salah, karena semua sekolah wajib melaksanakannya. Ini penting bagi penanaman nasionalisme pada anak-anak sebagai penerus bangsa," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

Probolinggo, IMNU Tegal. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta segenap umat muslim, utamanya warga NU untuk mengerjakan segala amalan di bulan suci Ramadhan dengan khusyu. Terlebih dengan pelaksanaan sholat tarawih.

“Selama ini terkesan sholat Tarawih dikerjakan dengan cepat dan seolah-olah balapan antara tempat yang satu dengan yang lain. Hal ini tentunya dikhawatirkan akan mengurangi kekhusyuan,” katanya, Senin (6/6).

Menurut Hasan, biasanya sholat tarawih ini dilakukan dengan cepat karena ingin cepat selesai. Apalagi jika mendengar tempat sebelahnya sudah sholat witir, pasti akan tambah cepat. Terlebih jika makmumnya adalah para anak-anak muda.

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

“Setelah saya amati dengan seksama, ternyata hal itu dikarenakan adanya speker (pengeras suara). Jika tempat sebelahnya terdengar sudah witir, maka imam pastinya agak cepat baca suratnya. Solusi yang ingin saya tawarkan, saat sholat taraweh matikan dulu spekernya. Nanti nyalakan lagi setelah mau tadarus Al-Qur’an,” jelasnya.

Hasan menyampaikan bahwa sholat taraweh ini harus dilakukan dengan tuma’ninah dan khusyu. Meskipun agak cepat, tetapi imam dan makmum tidak boleh melupakan tuma’ninah. “Terkadang saat imam selesai baca Al-Fatihah makmum menjawab Amin dengan keras seperti dibentak,” terangnya.?

IMNU Tegal

Oleh karena itu Hasan meminta kepada segenap imam masjid dan mushola untuk memberikan proses pembelajaran kepada anak muda bagaimana menunaikan sholat dengan khusyu. “Marilah berikan contoh yang baik bagi anak muda,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasan mengharapkan agar umat muslim, terutama di Kabupaten Probolinggo bisa mengisi bulan suci Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan ibadah. “Inilah bulan suci yang penuh dengan berkah dan ampunan. Semoga kita mampu mengisi bulan penuh rahmat ini dengan sebaik-baiknya dan kembali fitrah saat hari raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, Santri IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan

Dr. Djamhur Effendi, DEA

Staf Litbang Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pusat

Bulan, adalah tetangga terdekat Bumi di ruang angkasa sekaligus merupakan satu-satunya satelit Bumi. Dia berputar mengelilingi Bumi sekali dalam sebulan, yang sering disebut dengan berbagai ungkapan seperti:

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan

• satu lunasi

• satu siklus fasa Bulan

• satu perioda revolusi sinodik

• satu perioda ru’ju bulan baru ke bulan baru berikutnya

IMNU Tegal

yaitu 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik atau 29.530588 hari. Namun, lamanya satu bulan (sinodik) sebenarnya bervariasi, dari 29.26 hari sampai 29.80 hari. Hal itu disebabkan sebagai akibat dari gangguan (perturbasi) Matahari terhadap orbit Bulan.

Matahari mempunyai diameter sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter Bulan, sedangkan jarak Bumi-Matahari 400 kali lebih jauh daripada jarak Bumi-Bulan. Sehingga penampakan Bulan dan Matahari dari Bumi hampir sama besar, yaitu sekitar setengah derajat.

Kondisi itu juga menyebabkan gerhana Bulan Total – yaitu ketika Bulan seluruhnya berada di dalam daerah umbra Bumi – bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit, sedangkan gerhana Matahari Total – yaitu ketika bundaran Matahari di langit terhalang oleh Bulan, dilihat oleh pengamat dari Bumi yang berada di jalur yang tersapu umbra Bulan – paling lama hanya berlangsung sekitar 7 menit.

IMNU Tegal

Kedudukan bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi membentuk sudut 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (bidang ekliptika). Atau sering dikatakan pula bidang orbit Bulan mempunyai inklinasi 5 derajat dari bidang ekliptika. Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gerhana Bulan maupun gerhana Matahari setiap bulan.

Saat konjungsi/ijtima adalah saat Bulan berada diantara Matahari-Bumi, dimana wajah Bulan menjadi tidak nampak dari Bumi. Para astronom menyebut ijtima atau konjungsi itu sebagai ’New Moon’ (Bulan baru) atau disebut juga ’Bulan mati’ karena wajahnya tidak tampak. Dengan kata lain, konjungsi Bulan terjadi saat bulan baru.

Konjungsi suatu objek benda langit – dalam hal ini adalah Bulan dengan Matahari - , seperti yang terlihat dari Bumi, terjadi jika perbedaan lintang (elongasi) dengan Matahari berharga nol. Konjungsi Bulan ini menjadi acuan untuk menentukan awal bulan dalam sistem penanggalan Komariah/Hijriah.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa kriteria astronomi yang dipakai untuk menentukan awal bulan (’New Month’) bukan hanya fenomena Bulan muda (’New Moon’), namun – seperti halnya sejak zaman kuno Babilonia, juga zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bahkan hingga saat ini – kriteria yang digunakan lebih berdasarkan pada keterlihatan (’visibility’) Bulan-sabit baru atau anak Bulan (hilal) daripada berdasarkan konjungsi itu sendiri.

*) Istilah-istilah musytarok / sinonim:

Konjungsi = ijtima

New Moon = Bulan baru = Bulan mati

Fasa-Fasa Bulan

Perubahan penampakan wajah Bulan, seperti yang terlihat dari Bumi, adalah sebagai akibat posisi relatif Bulan terhadap Bumi dan Matahari.

Wajah Bulan nampak berbeda dari waktu ke waktu yang masing-masing disebut fasa. Fasa-fasa tersebut mengikuti pola bentuk yang sama setiap empat minggu. Perlahan bergeser, fenomena keteraturan penampakan fasa Bulan berputar dari:

• Bulan mati (’New Moon’) saat ijtima

• Sabit muda (minggu pertama)

• Setengah lingkaran (’first quarter’, sudah melalui ¼ perjalanan Bulan)

• Gibbous (minggu ke-dua)

• Purnama (’Full Moon’)

• Gibbous (minggu ke-tiga)

• Setengah lingkaran (’Last Quarter’, tinggal ¼ perjalanan Bulan yang harus ditempuh)

• Sabit tua

• Bulan mati (’New Moon’) ijtima kembali.

Wajah Bulan terlihat senantiasa menampilkan wajah muka yang sama – seakan permukaan yang sama – terkunci menghadap Bumi. Hal ini akibat perioda rotasi Bulan sama dengan perioda revolusi sideris-nya.

Catatan:

- perioda sideris adalah kala waktu revolusi benda langit dengan menggunakan bintang sebagai titik acuan.

- perioda sinodis adalah kala waktu revolusi benda langit dengan menggunakan Matahari sebagai titik acuan.

Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Shaumlah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihatnya pula. Jika hilal tertutup awan, maka sempurnakanlah 30 hari.” (HR. Bukhari: Shahih)

Gerhana Bulan 2007

Setiap tahun terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari, di mana jumlah dan jenis fenomena gerhananya bervariasi. Jumlah maksimum gerhana Bulan plus gerhana Matahari dalam setahun adalah 7 kali gerhana, yang terdiri dari 3 kali gerhana Bulan dan 4 kali gerhana Matahari, atau 2 kali gerhana Bulan dan 5 kali gerhana Matahari.

Tidak semua fenomena gerhana dalam setahun bisa diamati dari salah satu titik atau tempat di permukaan bumi. Pada tahun 2007 ini, terjadi 4 kali gerhana, yang terdiri dari 2 kali gerhana Bulan total dan dua kali gerhana Matahari sebagian (parsial).

Dua gerhana Bulan total dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, dan dua gerhana Matahari sebagian tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Jadi, kita yang berdomisili di Indonesia, mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengamati dua kali gerhana Bulan total pada tahun 2007 ini.

1. Gerhana Bulan total pada tanggal 4 Maret 2007 (pertengahan bulan Safar 1428 H) yang kesempatannya telah terlewat.

2. Gerhana Bulan total yang akan terjadi pada hari Selasa, minggu depan, tanggal 28 Agustus 2007 yang bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban 1428 H.

Pada musim gerhana kedua ini, kedudukan Bulan berada di arah rasi Aquarius dan Matahari di arah rasi Leo. Gerhana Bulan ini bisa disaksikan oleh pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada sore hari, Bulan akan terbit dalam keadaan gerhana.

Jadwal gerhana Bulan total adalah sebagai berikut:

Bulan memasuki Penumbra atau momen gerhana Penumbra dimulai pada hari selasa, tanggal 28 Agustus 2007 pukul 14:52 WIB. Sekitar 59 menit kemudian, Bulan memasuki Umbra, atau momen gerhana Bulan-sebagian, dimulai pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 15:51 WIB. Sekitar 61 menit kemudian, gerhana Bulan total (GBT) dimulai, di mana seluruh Bulan memasuki Umbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 16:52 WIB. Setelah sekitar 1 jam 31 menit berada pada momen gerhana Bulan total, sebagian Bulan memasuki Penumbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 18:23 WIB. Dan seluruh Bulan akan meninggalkan Umbra Bumi, atau gerhana Umbra Bulan berakhir, pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 19:24 WIB. Gerhana Bulan sebagian (GBP) akan berakhir saat seluruh Bulan meninggalkan Penumbra pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 20:22 WIB.

Bagi kita, yang tinggal di Indonesia, untuk dapat mengamati gerhana Bulan 28 Agustus 2007 ini, carilah lokasi yang cukup lapang kira-kira dua puluh derajat di selatan titik lokasi Matahari terbit (kalau kita menghadap ke arah matahari terbit (timur) maka arah tangan kanan kita adalah arah selatan), di daerah yang cukup lapang yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan agar dapat menyaksikan gerhana Bulan sejak dari Bulan terbit.

Secara umum, kita di Indonesia tidak bisa menyaksikan keseluruhan momen rangkaian gerhana Bulan total 28 Agustus 2007 ini. Momen gerhana tersebut dapat disaksikan di Indonesia, di mana Bulan terbit dalam keadaan gerhana.

Di Mataram, Bulan terbit sekitar 26 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Surabaya, Bulan terbit sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Yogyakarta, Bulan terbit sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB. Momen-momen akhir gerhana 28 Agustus 2007 ini, bisa disaksikan dari Yogyakarta.

Di Bandung, Bulan terbit sekitar 10 menit setelah pertengahan gerhana Bulan total dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Jakarta, Bulan terbit sekitar nol menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Medan, Bulan terbit sekitar pukul 18:32 WIB. Sedangkan, momen gerhana Bulan total berakhir pukul 18:23 WIB. Dan gerhana Bulan parsial akan berakhir pada pukul 19:24 WIB. Jadi, kesempatannya kurang menguntungkan, dibandingkan kota yang lebih timur, seperti Yogyakarta dan Mataram.

Di Banda Aceh, Bulan terbit sekitar pukul 18:46 WIB. Sedangkan, momen gerhana Bulan total berakhir pukul 18:23 WIB. Dan gerhana Bulan parsial akan berakhir pada pukul 19:24 WIB. Jadi, kesempatannya juga kurang menguntungkan, dibandingkan kota yang lebih timur.

Manfaatkan kesempatan momen gerhana Bulan total 28 Agustus 2007 ini, untuk pendidikan anak mempelajari sains tentang gerhana, fenomena alam menakjubkan yang memuat tantangan intelektualitas manusia yang memikirkannya.

Allah ’azza wa jalla berfirman dalam surat Al-Furqon (Surat 25) ayat 45 dan 46:

Apakah kamu tidak memperhatikan (ciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang, dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikannya tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan Matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu. Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang pelan-pelan.”

Wallahu ’alamu bimurodihi...



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar

Jakarta, IMNU Tegal. Maestro biola Indonesia, Idris Sardi memukau ratusan pendekar silat pada pengukuhan Pimpinan Pusat Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad, (21/10).

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)
Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar (Sumber Gambar : Nu Online)

Biola Idris Sardi Pukau Ratusan Pendekar

Selepas dhuhur, di pentas pengukuhan, muncul pria menenteng biola. Ia kemudian menggeseknya. Menjerit-jerit, melengking. Kadang seperti gemericik hujan. Nadanya turun naik. Sesekali seperti mengumbar kemarahan. Sesekali selembut ibu mengayunkan bayinya.?

Meski acara belum mulai, pria kelahiran 1938 itu terus menggesek biolanya. Mulai lagu Sepasang Mata Bola, Insyaflah, dan sederet lagu yang tak dikenal hadirin. Ia mengitari sela-sela kursi sambil berjalan perlahan.?

IMNU Tegal

Gesekan Idris Sardi yang mencintai biola sejak usia 5 tahun, tak ayal, membuat pendekar yang hilir-mudik mempersiapkan acara, berdecak kagum, menggeleng-gelengkan kepala. Sesekali mengabadikannya dalam kamera ponsel.?

IMNU Tegal

Pada acara pembukaan, Idris Sardi kembali menggesek biola Indonesia Raya. Kemudian shalawat Nariyah dan beberapa lagu lain semisal Alhamdulillah yang dipopulerkan Opick dan Amanda.

Hadirin berdiri khidmat. Mereka terpaku ke pentas. “Bulu kuduk saya merinding mendengarnya,” ujar Alip Nuryanto, salah seorang pengurus Pagar Nusa. “Saya hampir menangis ketika ia membawakan Indonesia Raya,” timpal pengurus yang lain.

Selepas tampil, Idris yang mengenakan baju putih dan sarung krem bergaris putih, kemudian menyalami Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua IPSI Prabowo Subiyanto. Kemudian duduk di samping mereka.?

Ia kemudian masuk ruangan. Tapi kembali lagi, menyimak acara hingga usai.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Olahraga, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Jakarta, IMNU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU tahun ini merupakan momentum untuk mempersatukan Nahdliyin (sebutan warga NU). Ia mengakui, sejak reformasi, warga NU tercerai-berai akibat tarik-menarik banyak kepentingan.

“Baik tarik-menarik keyakinan terhadap akidah, tata laksana organisasi, tarik menarik soal pandangan agama atas negara, maupun tarik menarik kepentingan politik praktis, politik kepartaian,” terang Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (17/1) kemarin.

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Menurutnya, kondisi tersebut begitu memberatkan kaum Nahdliyin, terutama yang berada di lapis bawah. Hal itu jelas akan membawa dampak buruk jika tidak segera diambil langkah penyelamatan dan penyadaran.

IMNU Tegal

Ia mencontohkan sejumlah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang melibatkan warga Nahdliyin di lapis bawah. Tarik-menarik kepentingan politik praktis tersebut telah begitu menghabiskan banyak tenaga dan pikiran. Sementara, pendidikan politik masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

IMNU Tegal

“Apalagi, di saat kondisi ekonomi seperti sekarang ini, orang gampang ‘dibeli’. Di saat kekerasan ada di mana-mana. Jika warga NU tidak diberi kesadaran, maka, ia akan tercabik-cabik,” pungkas Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Selain itu, Hasyim menambahkan, peringatan 82 tahun NU yang puncaknya digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang, juga merupakan bagian dari upaya memelihara pemikiran keagamaan yang domestik Indonesia. Ia mengatakan, dewasa ini, banyak pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia dan berpotensi merusak pemikiran keagamaan khas Nusantara.

“Baik itu dari aliran keras (fundamentalisme), maupun liberalisme. Bahkan, ateisme sekali pun,” jelas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.

Ia berharap juga, melalui peringatan harlah yang puncaknya bakal dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kali ini, dapat menjadi awal kebangkitan NU di segala bidang, terutama, bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, Olahraga IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Kiai Said Inginkan Penyelenggaraan Muktamar di Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal. Diantara tiga tempat yang mengajukan diri sebagai tempat muktamar NU, yaitu Pesantren Tebuireng Jombang, NTB, dan Medan, KH Said Aqil Siroj masih mempertimbangkan antara Jawa Timur dan Medan. Lebih khusus lagi, ia menginginkan muktamar diselenggarakan di pesantren.

Kiai Said Inginkan Penyelenggaraan Muktamar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Inginkan Penyelenggaraan Muktamar di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Inginkan Penyelenggaraan Muktamar di Pesantren

Dalam konteks muktamar untuk syiar, Kiai Said setuju dengan pendapat tersebut bahwa tempat penyelenggaraan muktamar NU harus dibuat merata di seluruh Indonesia, bukan didominasi oleh Jawa Timur yang sudah menyelenggarakan perhelatan tersebut selama 11 kali dari 33 kali muktamar.

“Idealnya memang ada pemerataan sebagai syiar NU, tapi kita harus mempertimbangkan situasi dan kondisi, transportasinya, dan dukungan dari pemerintah setempat dan masyarakat,” katanya.

IMNU Tegal

Menurutnya, yang paling siap sekarang adalah Jawa Timur sementara NTB, dari sisi transportasi masih kurang dibandingkan dengan Surabaya.

IMNU Tegal

“Kalau Sumatra Utara transportasi bagus, tetapi juga masih kita pertimbangkan apakah kondisi disana siap. Daripada nanti muktamar tidak maksimal, lebih baik yang sudah siap di Jawa Timur,” tandasnya.

Meskipun demikian, keputusan akhirnya akan ditentukan setelah melakukan survey terhadap kesiapan masing-masing lokasi.

“Walhasil, rapat akan membikin tim, mereka nantinya yang akan mensurvey. Dulu waktu di Makassar, saya dan Kiai Hafidz Utsman yang berangkat ke sana.”

Di sisi lain, ia juga berharap agar muktamar ke depan diselenggarakan di pesantren sesuai dengan visinya untuk menyelenggarakan seluruh kegiatan NU di pesantren dari rapat pleno, munas dan konbes sampai dengan muktamar.

“Saya ingin ke kembali ke pesantren. Apa pesantren di luar Jawa siap. Nanti kalau dipaksakan kualitas muktamar yang terganggu, lebih baik yang sudah siap,” tegasnya.?

“Saya ingin menyatukan kembali, NU itu pesantren dan pesantren itu NU.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kyai, Syariah, Olahraga IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi

Probolinggo, IMNU Tegal. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMP Islam Riyadlus Sholihin Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/2) resmi dilantik.

Dalam kepengurusan tersebut, Sholihin Isa Ansori dipercaya sebagai PK IPNU SMPI Riyadlus Sholihin. Sementara Widian Adiza Angelina diberi amanah sebagai Ketua PK IPPNU SMPI Riyadlus Sholihin. Keduanya akan berkolaborasi untuk bersama-sama menampung aspirasi para pelajar NU di lembaga pendidikan tersebut.

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi

Hanya saja pelantikan ini berbeda dari biasanya. Pasalnya setelah dilantik mereka langsung belajar cara menjalankan organisasi yang baik. Para pengurus PK IPNU-IPPNU SMP Islam Riyadlus Sholihin diberikan materi tentang ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an.

IMNU Tegal

“Materi ini diberikan supaya para pengurus yang baru dilantik lebih cinta dan memahami IPNU-IPPNU. Sehingga begitu dilantik kegiatannya bisa langsung berjalan dan bermanfaat bagi para pelajar,” ujar Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Sumberasih Nur Hakimah Ismawati.

IMNU Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro. Menurutnya, pemberian materi ini bertujuan supaya mereka lebih mengerti lagi IPNU-IPPNU. Meskipun sudah diberikan pembelajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan tambahan ilmu ini nantinya para pengurus IPNU-IPPNU tersebut bisa lebih amanah dalam menjalankan roda organisasi. Dengan demikian, keberadaannya mampu memberikan manfaat demi kemajuan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Selain keluarga besar SMP Islam Riyadlus Sholihin, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sumberasih dan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. Tidak ketinggalan pula jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Sumberasih. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Pandangan Visioner Para Sufi

Surabaya, IMNU Tegal. Sejak awal, sufisme dalam Islam diwatakkan oleh sebuah penekanan pada masalah-masalah spiritual fundamental tertentu. Hal ini memberi sebuah kunci pada doktrin-doktrin esoteriknya sebagaimana telah dibongkar selama berabad-abad kemudian. Para sufi senantiasa berkonsentrasi pada pemahaman visioner (batin) dan praktis (lahir), melawan pemahaman yang murni spekulatif atau teoritis terhadap pemaknaan “wujud”.?

Pandangan Visioner Para Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Visioner Para Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Visioner Para Sufi

“Bagi kaum sufi, pemahaman teoritis yang berpangkal pada rasio dianggap hampa terhadap keuntungan spiritual dan bahkan secara sosial dan moral membawa seseorang pada kekaburan atas kebenaran,” kata Kiai Said Aqil dalam pengukuhan guru besar ilmu tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11).



Adanya pemahaman terhadap ‘wujud’ secara visioner menyiratkan penglihatan hati, sebuah kemampuan penglihatan yang dikenal hanya oleh “para pemilik hati” yakni mereka yang selalu menjauhkan diri dari wilayah ego dan kepribadian temporal berkat cinta ilahi dan merenungkan Tuhan melalui penglihatan Tuhan. Pendekatan visioner semata didasarkan pada cinta dan dipraktikkan oleh mereka yang bebas dari kepentingan pribadi.?

IMNU Tegal

“Dengan pendekatan visioner ini, sesungguhnya kaum sufi hendak membangun relasi interpersonal dengan Tuhan yang terbina secara progresif dan dinamis. Relasi tersebut menuntut sufi untuk meminimalkan bahkan menagasikan segala interaksi (‘alaqah) dengan kefanaan, realitas selain Tuhan. Cinta kepada-Nya tak boleh dicemari dengan hal-hal profan.” ? ?

IMNU Tegal

Pendekatan visioner ini, kata Kiai Said, secara praksis justru bisa membawa implikasi-sebagaimana dinyatakan oleh Javad Nurbakhsh bahwa keyakinan sufistik yang menekankan sikap pelayanan pada masyarakat, memberi panutan kemuliaan manusia, meneladankan semangat kerja, kedermawanan, kesopanan spiritual, sikap sayang kepada binatang, dan toleransi yang begitu besar terhadap agama lain.

Penekanan pada sikap praksis ini menjadi jelas, lantaran pemahaman spiritual sufi terfokus pada satu media, yaitu hati manusia (al-qalb). Hati yang diposisikan sebagai persemayaman untuk seluruh pengalaman spiritual adalah “singgasana” Tuhan yang dititipkan pada diri manusia. Karena telah berada dalam diri manusia, maka hati merupakan ruang terbuka tempat bermuaranya seluruh intuisi dan potensi.?

“Disinilah tepat dikatakan bahwa tasawuf merupakan ilmu tentang kedudukan atau tingkatan hati (maqamat) dan kondisi spiritual (ahwal). Dalam Hadits Qudsi dikatakan, ”Seandainya Aku butuh tempat, langit dan bumi tidaklah cukup buat-Ku, Yang cukup bagi tempat-Ku adalah hatinya orang mukmin”.”?

“Lantas apa sebenarnya makna hati itu sendiri? Kaum sufi sebagaimana kita tahu berurusan dengan masalah hati. Kita sering mendengar dan membaca ada istilah akal dan pikiran. Dua kata tersebut sebagai kata benda tidak terdapat dalam Al-Quran. Al-Quran menunjukkan aktivitas akal dan pikiran sebagai kata kerja. Seperti kita baca ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan afala tatafakkarun atau afala ta’qilun. Artinya di sini, bahwa akal dan pikiran sebagai kegiatan bernalar dan merenungi yang perlu dilakukan oleh setiap insan.”?

Sementara, istilah qalb yang diartikan secara popular sebagai hati merupakan wujud ruhani. Jadi istilah qalb tidak mesti merujuk pada segumpal daging yang biasa disebut hati yang terdapat dalam tubuh manusia. Pemaknaan qalb lebih tertuju pada suatu “ruhani” yang sifatnya metafisik, bukan materi. Ruhani dan jasmani sendiri tidaklah berhubungan secara kausalitas, melainkan sifat hubungannya aksidental. Di dalam ruhanilah tersimpan ide-ide kebaikan dan universalitas yang tidak berhubungan dengan keadaan tubuh atau jasmani. ?

Pendeknya, pemahaman visioner ini merupakan sebuah praktik yang dijangkarkan pada pengalaman dan perwujudan langsung, Ma’rifat yang diwujudkan dalam bentuk wahyu dan penglihatan batin atau membebaskan seseorang dari kesadaran diri dan membawanya menuju kehidupan dalam Tuhan. Jadi ketika Al-Hallaj berteriak “Akulah Kebenaran; ana Al-Haqq”, dia sesungguhnya adalah sebuah trompet yang sedang ditiup oleh nafas Tuhan. Atau ketika ? Abu Yazid berteriak “Maha suci Aku, betapa agungnya Aku ini; subhani ma a’dhama sya’ni”, ia adalah firman Tuhan melalui dirinya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga IMNU Tegal

Minggu, 12 November 2017

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi?

Salah satu yang menonjol dari Mbah Umar adalah senang menghormati tamu. Jika ada tamu yang datang, siapa pun orangnya, pasti akan merasakan cara Mbah Umar dalam ikromudl dluyuf memuliakan tamu.

Seandainya beliau ditanya tentang hobi, bukan tidak mungkin beliau menjawab begini,”Hobi saya terima tamu.”

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mbah Umar Mengislamkan Pak Mughizi?

Santri-santri Al-Muayyad zaman Mbah Umar, kemungkinan besar mengenal Pak Mughizi, seorang petugas listrik di wilayah Laweyan dan sekitarnya. Pak Mughizi ini sering datang ke pesantren untuk mencatatan meteran listrik, juga menagih bayaran listrik. Selain dikenal sebagai petugas listrik, para santri juga mengenal Pak Mughizi dengan identitas seperti ini: nonmuslim, China, celana pendek dan tidak bisa berbahasa Jawa Kromo atau halus.

IMNU Tegal

Tahun-tahun itu, di masyarakat yang tradisinya homogen, monokultur, sering memunculkan prasangka. Tapi ini tidak berlaku pada Mbah Umar. Mbah Umar kerap mengajak Pak Mughizi berbincang di rumahnya atau di serambi pesantren. Santri-santri yang melihatnya tak jarang yang risi melihat Pak Mughizi ngobrol akrab dengan kiainya, seperti tanpa batas. Harap maklum, identitas Pak Mushizi tidak ada di dalam pesantren.

Obrolan Mbah Umar dengan Pak Mughizi ringan-ringan saja, tak jauh dari tema keluarga, aktivitas sehari-hari. Tak pernah Mbah Umar tanya agama, berdialog tentang keyakinan seperti intelektual-intelektual di kota-kota itu. Tapi tak disangka banyak orang, Pak Mughizi masuk Islam. Ya namanya hidayah, datangnya tidak bisa diotak-atik, termasuk logika yang paling canggih sekalipun. Teori kausalitas, sebab musabab, pun tidak mutlak dalam urusan hidayah.

Jika ada hanya mengira-ngira, menduga-duga. Seperti tafsiran orang, juga saya, Pak Mughizi masuk Islam karena kepincut akhlak mulia Mbah Umar, hanyalah dugaan, memperkiraakan semata. Apakah akhlak mulia Mbah Umar adalah kesengajaan berdakwah agar Pak Mughiz masuk Islam? Tidak ada yang tahu.

IMNU Tegal

Ternyata tidak masuk Islam kan? Walhasil, tidak terlalu tepat jika ada pertanyaan, “Bagaimana Mbah Umar mengislamkan Pak Mughizi?” Setelah Masuk Islam Keluarga besar Pesantren Al-Muayyad menyambut dengan suka cita si mata sipit yang suka bercelana pendek dan bicaranya ngoko. Keseriusan Pak Mughiz masuk Islam, di antaranya ditandai dengan sunatan.

Pasca sunatan, Pak Mughizi tinggal di pesantren, agar keluarganya tidak direpotkan memelihara “burung” Pak Mughizi yang sedang terluka (zaman itu belum ada sunat pakai laser yang langsung sembuh). Selama proses perawatan burung, Pak Mughizi empat hari di Al-Muayyad, persisnya di kamar 4 pondok lama.

Setelah Mbah Umar wafat di tahun 1980, Pak Mughizi bertemua Mbah Umar dalam mimpi. Di dalam mimpi Mbah Umar meminta agar dirinya berangkat haji. Tidak mikir panjang-panjang, Pak Mughizi bergegas daftar haji. Mimpi tersebut diceritakan pada Hj. Shofiyah, istri Mbah Umar.

"Aku hendak berangkat haji, Bu Nyai. Kiai Umar yang minta. Saya minta doanya.” "Alhamdulillah. Jika tahun ini berarti bareng sama anakku." (Muhammad Shofy Al Mubarok, Khodam di pesatren Brabo, Grobogan, Jawa Tengah)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Minat Siswa Masuk Madrasah Meningkat

Brebes, IMNU Tegal - Masyarakat kini tidak lagi memandang madrasah sebagai sekolah nomor dua. Hal ini terbukti dari tingginya minat masyarakat terhadap madrasah seperti yang terlihat pada seleksi masuk Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Model Babakan Lebaksiu Kabupaten Tegal. Pesertanya membludak. Bahkan selain dari Tegal, mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Demikian disampaikan Kepala MTs Negeri Model Babakan Drs H Mukhlasin saat ditemui IMNU Tegal di ruang kerjanya, Ahad (1/5).

Minat Siswa Masuk Madrasah Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Minat Siswa Masuk Madrasah Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Minat Siswa Masuk Madrasah Meningkat

Ia menjelaskan, peminat madrasah semakin tinggi sejalan dengan makin terbukanya arus informasi sehingga anak-anak berupaya membentengi diri dengan keseimbangan antara ilmu pengetahunan teknologi dan iman serta takwa kepada Allah SWT. “Di era sekarang, anak-anak maupun orang tua semakin menyadari akan arti pentingnya keseimbangan antara iptek dan imtak,” kata Mukhlasin.

Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah juga semakin membawa dorongan tersendiri bagi anak-anak untuk bersekolah di madrasah. “Alhamdulillah, dengan makin terpenuhinya sarana dan prasarana serta profesionalitas guru madrasah peminat di MTs ini makin membludak,” ucapnya.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Peminatnya, menurut catatan, datang dari Tegal, Brebes, Slawi, Semarang, Cirebon, Jawa Barat, Jakarta, Bekasi, Sumatra bahkan Kalimantan. “Hampir di setiap daerah ada, selaras dengan keinginan mereka mondok di sini,” katanya.

Ia menerangkan, saat ini madrasah yang terletak di kompleks pesantren MTs telah membuka seleksi lebih awal untuk mendapatkan siswa yang berprestasi unggul. Sebanyak 925 siswa dari SD dan MI telah mendaftar dan hari ini tes seleksi untuk disaring 422 siswa. “Rangking 1 sampai 60 akan dimasukan ke kelas khusus, full day, Islamic boarding school,” terang Mukhlasin.

Di Islamic boarding school, pihak MTs N ini telah bekerja sama dengan Pesantren Mahaduth Tholabah terutama untuk pengajar kitab-kitab salaf. Pelajar putri boarding school diasramakan di sekolah. Sedangkan pelajar putra ditempatkan di pesantren tersebut dengan perlakuan khusus,” terangnya.

Ketua Panitia Pendaftaran Ahmad Zajid menjelaskan, madrasah favorit diTegal tersebut saat ini memiliki 1181 siswa yang terbagi dalam 33 rombongan belajar. Pada tahun pelajaran 2016/2017 pihak madrasah akan menerima 422 siswa baru yang akan diumumkan pada 5 Mei mendatang. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga IMNU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan

Sejak pagi Pak Tua berkopyah hitam itu berada di ruang utama Masjid al-Munawwaroh, menanti Gus Dur rampung mengisi pengajian bersama para santrinya.

Pak tua ingin suwuk dari Gus Dur. Suwuk atau semacam semburan doa seorang dukun itu diyakini sanggup memancarkan keberkahan. Air yang disuwuk dapat jadi obat, tak hanya untuk penyakit, tapi juga stress, pikun, bebal, hingga sulit cari jodoh.

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan

Usai pengajian, seketika Pak Tua menghampiri Gus Dur. Hadirin hanya bisa melongo.

IMNU Tegal

“Gus, saya minta suwuk,” ucapnya sembari menyodorkan sebotol air mineral ukuran besar.

IMNU Tegal

Entah apa yang dibaca, Presiden RI ke-4 ini tampak khusuk berkomat-kamit melayani permintaan Pak Tua.

“Wuussssss,” semburan Gus Dur menembus mulut botol air mineral.

“Terimakasih banyak Gus. Terimakasih!” wajah Pak Tua berbinar-binar dan segera menjauh dari tempat duduk Gus Dur.

Gus Dur telah memenuhi keinginan Pak Tua itu. Dan Pak Tua yakin sekali dengan keampuhan ilmu perdukunan Gus Dur. Para santri tersenyum. (Mahbib Khoiron/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Debat Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal Tentang Meninggalkan Shalat

Dalam kitab Tadzkirah al-Auliya’, Fariduddin Attar merekam diskusi Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal tentang kedudukan orang yang meninggalkan shalat. Diceritakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?: (? ? ? ? ? ?). ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?: ?. ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?! ? ? ? ?.

Debat Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal Tentang Meninggalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Debat Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal Tentang Meninggalkan Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Debat Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal Tentang Meninggalkan Shalat

Madzhab Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan orang yang meninggalkan shalat satu kali saja dengan sengaja, dia dihukumi kafir. Dasarnya adalah zahir teks hadits: “Barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja, dia telah kafir.”

Imam Syafi’i berkata kepadanya: “Jika seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dihukumi kafir seperti madzhabmu (pendapatmu), bagaimana cara orang tersebut kembali pada Islam?”

IMNU Tegal

Imam Ahmad bin Hanbal menjawab: “Melakukan shalat.”

Imam Syafi’i berkata lagi: “Bagaimana mungkin shalat orang kafir dipandang sah?!”

Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal diam, tidak mengatakan apa-apa lagi. (Fariduddin Attar, Tadzkirah al-Auliyâ’, alih bahasa Arab oleh Muhammad al-Ashîliy al-Wasthâni al-Syâfi’i (836 H), Damaskus: Darul Maktabi, 2009, hlm 272).

IMNU Tegal

Perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah dalam dunia akademik. Jika tidak ada perbedaan pendapat, khazanah keilmuan kita tidak akan sekaya ini. Kitab-kitab keagamaan akan terlihat ramping. Tidak ada kitab yang berjilid-jilid dan kaya informasi. Dari sudut pandang ini, perbedaan pendapat adalah rahmat, bentuk kasih sayang Tuhan yang Maha Berpengetahuan kepada umat manusia. Tinggal bagaimana kita melestarikannya.

Kisah di atas mengajarkan kita pentingnya untuk mengetahui bagaimana proses hukum fiqih terjadi. Misalnya hadits riwayat Imam Muslim yang mengatakan, “al-ghuslu yaum al-jum’ah wâjibun ‘ala kulli muhatalimin—mandi hari jumat wajib bagi setiap muslim yang telah baligh.” 

Zahirnya jelas mengatakan kewajiban mandi Jumat, tapi mayoritas ulama menghukuminya sunnah, meski ada juga yang menghukuminya wajib seperti Madzhab Dzahiri. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena ulama tidak gegabah mengambil kesimpulan tanpa melakukan telaah mendalam. Dalam kasus mandi Jumat, para ulama harus mempertimbangkan zahir hadits lainnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang berwudlu di hari jumat maka cukup baginya dan baik. Barangsiapa yang mandi jumat, maka mandi itu lebih utama.” (H.R. Imam Tirmidzi dan Imam Abu Daud)

Atas dasar hadits di atas, mayoritas ulama mengatakan bahwa mandi Jumat hukumnya sunnah, bukan wajib. Begitupun dengan diskusi Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal tentang kedudukan orang yang meninggalkan shalat. 

Imam Syafi’i tentunya tahu dasar argumentasi Imam Ahmad bin Hanbal. Tapi Ia pun tidak bisa mengabaikan hadits tentang larangan mudahnya mengkafirkan orang (HR. Imam Muslim): “man da’â rajulan bi al-kufr aw qâla ‘aduwwa Allah wa laisa kadzalik illâ hâra ilaih—barang siapa yang mendakwa seseorang dengan kekufuran, atau menyebutnya musuh Allah, sedangkan dia tidak seperti itu, hal tersebut akan kembali pada yang mengucapkannya.”

Dalam Madzhab Syafi’i, orang yang meninggalkan shalat bisa dikatakan kafir ketika dia meninggalkannya karena mengingkari kewajiban shalat (jâhidan li wujûbihi). Akan tetapi, jika meninggalkannya karena malas (kaslan) dan menyepelekan (tahâwun), orang tersebut tidak dihukumi kafir, tetapi berdosa. (Fariduddin Attar, 2009, 272).

 

Karena itu sangat penting untuk memahami keragaman hukum fikih untuk memperluas pengetahuan kita. Orang yang berpengetahuan luas, biasanya tidak akan mempersulit tapi mempermudah, seperti kisah ulama-ulama kita di masa lalu. Memberikan hukum yang paling mudah untuk masyarakat umum, dan memberikan hukum yang paling berat untuk dirinya sendiri.

Kisah di atas mengajarkan kita beberapa hal. Pertama, jangan mudah menyalahkan amalan orang lain, siapa tahu dia mempunyai dasar hukum dalam amalannya itu. Kedua, pentingnya mempelajari mekanisme pengambilan hukum fiqih (ushul fiqih), agar pemahaman kita terhadap zahir teks lebih dekat dengan pemahaman yang benar.

Ketiga, pentingnya mengetahui keragaman pendapat ulama. Ketika perbedaan pendapatnya masih dalam wilayah furu’iyyah, tidak perlu menyalahkan satu sama lain. Setiap pendapat memiliki dasarnya sendiri-sendiri. 

Tergantung pada kekuatan nalar kita. Kita diberi kebebasan untuk memilih mana pendapat yang lebih kuat, meski belum tentu pendapat yang menurut kita lebih kuat, lebih benar dari pendapat lainnya.

Keempat, pintu taubat selalu terbuka. Imam Syafi’i enggan menyebut orang yang meninggalkan shalat sebagai orang kafir. Ia memandang semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk kembali kepada Allah. Pendekatannya tidak menakuti orang-orang yang terlanjur bermaksiat, tapi merangkul mereka.

Kelima, mencari kebenaran, bukan kemenangan. Pada akhir diskusi, Imam Ahmad bin Hanbal diam. Artinya, Ia membenarkan pendapat Imam Syafi’i. Ia tidak ngotot mempertahankan pendapatnya, tapi menerimanya dengan tidak melakukan bantahan. Karena yang mereka cari dari debat atau diskusi tersebu bukanlah kemenangan atau kemewahan intelektual, melainkan kebenaran.

Pertanyaannya, seberapa banyak kita luangkan waktu kita untuk belajar dengan guru yang benar-benar mumpuni? Jika belum, kenapa kita mudah mengomentari wilayah di luar keahlian kita, bahkan menyalahkannya? Semoga kita semua terhindar dari hal tersebut. Amin.

Muhammad Afiq Zahara, pernah Nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Fragmen, Santri, Olahraga IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock