Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Jakarta, IMNU Tegal. Sertifikat halal sangat penting untuk memperluas jangkauan pemasaran, demikian alasan yang diungkapkan oleh Budi Paramita, pemilik usaha suplemen Vitamor Grape, minuman alami penjaga kesehatan dan keremajaan yang terbuat dari buah anggur segar.?

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Kepada IMNU Tegal, yang dihubungi via telepon, Senin (14/4), ia menjelaskan masyarakat mengidentikkan produk dari buah anggur seperti minuman beralkohol anggur atau wine karena berasal dari bahan yang sama, sehingga untuk mengantisipasi keraguan tersebut, ia mencari kepastian dengan sertifikasi halal. Produknya dibuat dari buah anggur segar yang di-blender, disaring dan dipasteurisasi agar bisa tahan lebih lama. Produk ini tanpa dicampur air dan pemanis. Suplemen tersebut dipasarkan di toko-toko khusus yang menjual produk kecantikan dan kesehatan.

Ia meminta bantuan koleganya, yang kebetulan saat ini menjabat sebagai Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, untuk memproses sertifikasi halal di satu badan halal yang sudah beroperasi dan mapan di Indonesia, tetapi Marsudi juga menawarkan, NU saat ini juga sudah memiliki badan halal tersendiri. Ia memutuskan untuk mendapatkan sertifikat halal dari dua lembaga tersebut.

IMNU Tegal

Untuk sertifikat halal di badan halal yang sudah mapan tersebut, ia dikenakan biaya 2.4 juta rupiah dan biaya kunjungan auditor sebesar 300 ribu per kunjungan sehingga total biaya yang dikeluarkan sebesar 3 juta. Sertifikat halal tersebut berlaku selama dua tahun. Proses sertifikasinya memerlukan waktu sekitar tiga bulan.

IMNU Tegal

Untuk sertifikasi halal di BHNU, hanya dikenakan biaya 600 ribu dengan lama pemprosesan selama 2 minggu dan masa berlaku untuk tiga tahun. Yang berbeda, sertifikat halal NU harus melakukan uji kandungan alkohol di laboratorium Sucofindo di jl Pasar Minggu Jakarta dengan biaya 800 ribu.?

“Saya senang dengan adanya kerjasama BHNU dan Sucofindo, yang dikenal memiliki laboratorium handal,” terangnya.

Untuk sertifikasi di badan halal yang sudah mapan tersebut, tidak diperlukan pemeriksaan kandungan alkohol. Waktu kunjungan ke tempat produksinya di daerah Jelambar Jakarta Barat, auditor halal lembaga tersebut, seorang dokter, hanya memintanya mendeskripsikan proses produksi dan tidak diminta uji kandungan alkohol.

Dari auditor halal NU yang seorang santri, ia mendapat pengetahuan baru bagaimana melakukan proses produksi secara halal.?

Menurut Budi, keberadaan Badan Halal NU (BHNU) sangat membantu sektor UKM untuk memperoleh sertifikat halal dengan biaya terjangkau.?

Sebelumnya Ketua BHNU Prof Dr Maksum Mahfudh menjelaskan, sesuatu yang dimonopoli tidak baik bagi konsumen, sedangkan keberadaan persaingan akan membuat penyedia layanan berusaha memaksimalkan kebutuhan konsumen. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Syariah, Santri IMNU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara

Sidoarjo, IMNU Tegal - Semarak hari lahir media televisi NU, TV9 Nusantara, diperingati dengan bershawalat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dan ribuan syekhermania, sebutan bagi penggemar Habib Syech, di alun-alun Sidoarjo, Jumat (3/1) malam. Hujan yang sempat mengguyur wilayah Sidoarjo tidak menyurutkan semangat Nahdliyin untuk menghadiri acara tersebut.

Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Komisaris Utama TV9 Nusantara, KH Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan, TV9 Nusantara yang memiliki jargon “Santun Menyejukkan” itu telah tujuh tahun menjadi media perjuangan NU untuk mensyiarkan agama Islam Ahlusunnah wal Jamaah.

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara

"Tujuh tahun sudah TV9 menghiasi angkasa dan hadir di televisi para pemirsa yang membawa pesan para ulama, mengamankan, memperthankan, membumikan dan mengembangkan misi Nahdlatul Ulama di tengah-tengah ragam siaran televisi mainstream yang masih dominan dan cendrung menjadi pilihan," kata Kiai Mutawakkil.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini menegaskan, pihaknya dituntut untuk bekerja keras mempunyai visi jauh ke depan sebagai perjuangan dan pengabdian untuk agama, NU, dan Indoensia. "Oleh karenanya atas nama Ketua PWNU Jatim dan Komisaris Utama TV9, kami mohon doanya mudah-mudahan TV9 tetap istiqamah berdakwah, bersyiar juga bersyair untuk NU, agama dan dunia," tuturnya.

?

Daam semarak peringatan hari lahir TV9 ini, hadir sejumlah tokoh ulama, para kiai Jawa Timur, PCNU Sidoarjo, PWNU Jatim, serta pejabat daerah setempat turut larut bershalawat merayakan hari lahirnya TV9 yang ke-7 tahun dan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-158.

Alunan shalawat dan syiiran yang dilantunakan Habib Syech Abdul Kodir Assegaf seakan menghipnotis para syekhermania. Sejumlah atribut syekhermania dan kecintaannya kepada TV9 juga dikibarkan oleh pemirsa TV9. (Moh Kholidun/Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Santri IMNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Mataram, IMNU Tegal 

Putra Mahkota Raja Arab Saudi, Muhammad bin Salman melakukan reformasi besar-besaran di negaranya, ulama-ulama dan khotib yang medok Wahabinya dipecat lebih dari seribu orang. Menteri dan pengaran yang korupsi dan hidup bermewah-mewahan dipecat, di antaranya Walib bin Thalab bin Abdul Aziz, termasuk Jenderal Mith’ab.  

Hal itu dikemukakan Ketua Umum PBNU ketika menceritakan situasi Arab Saudi saat ini kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kota Mataram pada Kamis malam (23/11). 

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Pengeran Muhammad bin Salman, lanjutnya, menyatakan, “Saya akan mengubah Islam di Arab Saudi menjadi Islam washatan, moderat”. Salah satu tandanya, pada Maulid Nabi Muhammad tahun ini, pemerintah menyatakan hari libur, sebagai penghormatan kepada warga Arab Saudi yang memperingatinya.  

Namun, kata Kiai Said, pemerintah Arab Saudi tidak dikabarkan akan mengadakan peringatan Maulid Nabi seperti di Indonesia. Baru menghormati Maulid Nabi dengan menjadikan hari libur. 

“Lama-lama mauludan itu, jangan khawatir,” katanya pada ujung pemaparan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Keputusan-keputusan Muktamar. 

IMNU Tegal

Di Indonesia, Kedutaan Arab Saudi yang baru, telah bertemu dengan PBNU. Bahkan pada pembukaan Munas dan Konbes di pulau Lombok ini, Duta Besarnya datang. 

IMNU Tegal

Duta Besar Arab Saudi Muhammad Usamah mengungkapkan terima kasih kepada PBNU yang telah mengundang ke acara itu. Kepada Kiai Said, ia akan memberikan kesempatan umroh selepas Munas dan Konbes atas biaya mereka. 

"Mereka ingin menunjukkan terbuka, moderat, terbuka kepada semua kalangan," kata Kiai Said. 

Pada kesempatan itu, Kiai Said mengaku mengajukan permintaan kepada Dubes Arab Saudi itu tentang dua hal. Pertama tidak lagi memberikan buku kepada jamaah haji asal Indonesia yang isinya menjelek-jelekkan Alussunah wal-Jamaah. Kedua, meminta supaya diberikan kebebasan bermazhab dalam melaksanakan ibadah haji.

"Sekarang sih diiyakan, wallahu alam benar tidaknya," katanya.   

Munas Alim Ulama dan Konbes NU dibuka Presiden Joko Widodo Kamis siang. Hajatan tingkat nasional itu digelar di lima pondok pesantren dan akan berlangsung hingga 26 November. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Internasional, Budaya IMNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme

Sejumlah dosen dari tanah air mendapat kesempatan mengunjungi Austria dalam rangka studi. Zaimatus Sadiyah Lc, MA, dosen Pendidikan Bahasa Arab STAIN Kudus, menceritakan sekelumit pengalamannya di sana kepada IMNU Tegal.

Saat berada di Austria, rombongan berkesempatan untuk bertemu Dr. Fuad Sanac, President of Muslim Community (MC) di Austria. Dengan diantar Prof. Lohlker, rombongan bersama menuju kantor MC dengan berjalan kaki. Kira-kira 20 menit waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari apartemen ke kantor MC. Bule-bule di Austria memang sangat suka berjalan kaki, dan jalannya juga sangat cepat, mungkin untuk menghangatkan badan apalagi di musim dingin. Kalau tidak bergerak, rasanya tambah dingin.

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme

Banyak hal didapatkan dalam dialog tersebut. Terutama terkait dengan isu yang sedang hangat yakni tentang draf undang-undang yang mengatur komunitas muslim di Austria. Sebagaimana diketahui, Islam merupakan salah satu agama yang diakui secara resmi di negara ini, karenanya perkembangannya cukup menggembirakan.

IMNU Tegal

"Pemerintah memberikan kesempatan umat Islam membangun masjid, mendirikan lembaga pendidikan dan juga melakukan ritual keagamaan lain," kata alumnus Madrasah Aliyah Program Keagamaan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur ini. Tidak ada diskriminasi antara penduduk muslim dengan penduduk beragama lain, lanjutnya.

IMNU Tegal

"Namun, harmoni kehidupan di Wina mulai terusik karena isu terorisme yang seringkali dikaitkan dengan Islam," tandas Zaimatus Sadiyah yang juga jebolan Universitas Al-Azhar Mesir. Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari propaganda pihak luar yang mencoba mendiskreditkan Islam dan menjadikannya sebagai agama yang identik dengan teror.

Rupanya pemerintah Austria juga mulai terusik dengan isu ini, sehingga menyusun draf perubahan undang-undang tentang Islam. Perlu diketahui bahwa undang-undang yang mengatur umat Islam di Austria sudah berusia lebih dari 100 tahun. "Selama itu tidak ada masalah yang muncul hingga berakibat pada perubahan undang-undang tersebut," ungkap lulusan UGM Kajian Timur Tengah ini.

"Ada tiga hal yang sangat mengusik umat Islam dan mengandung unsur diskriminasi," katanya sembari memerinci. Pertama, aturan yang melarang umat Islam di Austria untuk menerima bantuan finansial dari luar negeri, baik dari negara Arab maupun lainnya. Kedua, aturan bahwa imam masjid yang juga berperan sebagai seorang mufti bagi jamaahnya harus merupakan lulusan sekolah Islam di Austria. Ketiga, penetapan standar terjemahan al-Quran ke dalam bahasa Jerman.

Selain terorisme, isu peningkatan jumlah penduduk muslim Austria secara signifikan dari tahun ke tahun juga menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah. Menurut Mr. Farouq yang sempat ditemui di kantor IRPA (semacam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di Indonesia yang dikelola oleh umat Islam dengan subsidi dari pemerintah Austria), selain imigrasi, faktor utama peningkatan jumlah penduduk muslim secara signifikan tersebut adalah paradigma berpikir yang berbeda antara umat Islam dengan orang Barat khususnya masalah keturuanan.

"Umat Islam rata-rata menikah di usia yang relatif muda dan mempunyai banyak keturunan," terangnya. Selain karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW, menikah juga salah satu bentuk ikhtiar untuk keberlajutan hidup manusia, lanjutnya.

Sebaliknya, bule di Austria rata-rata menikah di usia "mapan" dan mungkin hanya mempunyai satu anak. Karena itu, wajar jika jumlah penduduk muslim di Austria kian tahun semakin bertambah. Bahkan, sebuah surat kabar lokal di Wina menulis tentang perkiraan jumlah muslim di Austria pada tahun 2046 akan meningkat menjadi 24 % dari jumlah total pendudukAustria (saat ini jumlah penduduk muslim 600.000 jiwa atau setara dengan 6% dari total penduduk).

"Jika itu terbukti benar, maka siap-siap saja Eropa menjadi benua Eurab alias Eropa Arab," katanya sumringah. Tapi kendati demikian, tentunya bukan hanya kuantitas yang dipikirkan, namun kualitas generasi Islam yang cemerlanglah yang dinantikan akan lahir di berbagai belahan bumi manapun.

Jaminan Produk Halal

Hal lain yang menarik untuk diceritakan adalah jaminan bagi konsumen muslim terkait penyediaan makanan halal. "Jika ingin aman mengonsumsi makanan di sini sangat gampang, cari saja kedai-kedai makanan yang rata-rata dimiliki orang Turki dan Mesir," katanya berbagi tips. Cara menandainya pun mudah, biasanya mereka menjual kebab. "Kadang saat kita datang mereka langsung mengatakan ‘halal... halal’," terangnya.

Menurut Dr. Aminah Syakir, direktur IRPA, untuk mendapatkan daging halal, kaum muslimin bisa membelinya di beberapa supermarket umum yang menyediakan produk bersertifikat halal atau supermarket khusus milik warga muslim. "Rata-rata umat Islam di sini sudah sangat akrab dengan tempat tersebut. Bahkan dalam satu kesempatan kami pernah berkunjung ke pasar tradisional yang seluruh penjualnya adalah warga muslim Austria," ungkapnya. Ada toko khusus baju-baju khas Turki, lapak pedagang sayuran, buah, ikan, ayam, daging dan sebagainya. "Sungguh sangat menarik," katanya.

Sayang sekali jaminan halal bagi konsumen muslim semacam ini belum didapatkan secara utuh di Indonesia. Entah di mana letak permasalahannya. Rasanya kita mungkin tidak terlalu memperhatikan kehalalan makanan yang dimakan di sejumlah warung atau kedai. Padahal bisa jadi makan tersebut tidak memenuhi krteria halal dan thayyib sebagaimana yang disyariatkan dalam agama. "Karenanya perlu ada regulasi yang mendukung hal ini, agar kaum muslimin bisa mendapatkan jaminan untuk selalu mengonsumsi makanan sesuai syariat, sehingga konsumen merasa tenang dan pedagang juga senang," harapnya.

Zaimatus Sadiyah jadi teringat saat awal pulang dari Australia tahun 2009. "Saya sempat tidak memasak daging ayam ataupun sapi beberapa waktu lamanya karena tidak tahu harus beli di mana dan kepada siapa," terangnya. Bingung menjadi hal mendasar untuk mencari penjual daging halal. Perasaan ragu muncul karena selama satu setengah tahun bersama keluarga tinggal di negeri Kanguru dalam rangka mendampingi suami tugas belajar, selalu membeli daging ayam atau sapi di toko khusus halal meat yang mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal. Selain mudah dan murah, yang terpenting adalah jaminan kehalalan daging dari majelis ulama setempat.

"Kemudahan dan jaminan rasa aman inilah yang belum saya dan juga mayoritas kaum muslim dapatkan di negara kita," sergahnya. Namun, akhirnya ia secara pribadi berikhtiar melalui simbol-simbol keagamaan yang melekat pada penjual, misalnya yang penting penjualnya mengenakan peci atau kerudung, dan syukur-syukur sudah berpredikat haji atau hajjah.

"Ya, dua simbol itu sebenarnya tidak menjamin, tapi paling tidak sebagai kriteria minimum dalam ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan dapur," ungkapnya. Karena bagaimanapun juga sesekali ingin masak rawon ataupun soto khas Jawa Timur, dua menu favorit keluarga yang sulit ditemukan di tempat tinggal saat ini, Kota Semarang. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail IMNU Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Bogor, IMNU Tegal. Pemuda, sesungguhnya bukan sekadar bagian dari lapisan sosial dalam masyarakat, sebab mereka memainkan peranan penting dalam perubahan sosial. Jauh daripada itu, pemuda merupakan konsepsi yang menerobos definisi pelapisan sosial tersebut, terutama terkait konsepsi nilai-nilai.

Demikianlah salah satu poin penting yang mengemuka pada diskusi Mengokohkan Kemanusiaan Indonesia  yang Adil dan Beradab, di Kedai Aer Mantjoer, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/10).

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Tak Sekadar Bagian Lapisan Sosial Masyarakat

Pemuda harus dapat memberikan pemaknaan yang nyata dari nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keadaban dalam hidup berbangsa dan bernegara yang bermuara pada peningkatan kualitas kemanusiaan Indonesia yang Berketuhanan yang Maha Esa (Pancasilais).

Pemuda juga harus mampu meneguhkan nilai-nilai spiritualitas Nusantara sebagai nilai-nilai luhur bangsa serta rasa cinta tanah air dan kemanusiaan untuk saling berbagi serta sikap saling welas-asih; meningkatkan semangat nasionalisme atas asas kekeluargaan, kebudayaan, dan kebangsaan; serta menumbuhkembangkan kembali sikap menghargai kemajemukan serta menghindari setiap upaya pengingkaran terhadap pluralitas bangsa Indonesia yang setiap saat dapat saja muncul ke permukaan. 

Pada acara yang digelar dalam rangka Refleksi 89 Tahun Soempah Pemoeda , juga ditegaskan pemuda hendaknya dapat menghilangkan rasa prejudise atas barrier of psicology (batas psikologis/prasangka) terhadap sesama anak bangsa yang multi etnis, ras, suku, budaya, bahasa dan agama, terhadap sesama anak bangsa.

IMNU Tegal

Pemuda atau generasi muda adalah konsep-konsep yang sering mewujud pada nilai-nilai herois-nasionalisme. Hal ini disebabkan keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural.

“Pemuda harapan bangsa,” “Pemuda pemilik masa depan bangsa,” dan sebagainya, betapa mensyaratkan nilai yang melekat pada kata “pemuda”. Pernyataan ini, dalam konteks Indonesia sebagai bangsa, menemukan jejaknya. Sebab, berbicara sosok pemuda memang identik dengan nilai-nilai dan peran kesejarahan yang selalu melekat padanya. Sosok pemuda selalu terkait dengan peran sosial-politik dan kebangsaan. Ini dapat dipahami mengingat hakikat perubahan sosial-politik yang selalu tercitrakan pada sosok pemuda. Citra pemuda Indonesia tidak lepas dari catatan sejarah yang telah diukirnya sendiri. 

Betapa peristiwa-peristiwa besar di negeri ini dilalui dan digerakkan oleh pemuda. Sejarah mencatat bahwa Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, merupakan rekayasa sosial-politik para pemuda Indonesia dalam menggerakkan semangat nasionalisme rakyat Indonesia melawan penjajah kolonial. 

Tonggak penting itu direkatkan lagi oleh Ikrar/Sumpah Pemuda, yang menegaskan kesatuan niat, kebualatan tekad dan semangat satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa nasional Indonesia, pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Lalu, semangat nasionalisme tersebut mengkristal dan menemukan momentumnya saat diproklamirkannya Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 oleh Soekarano dan Hatta.   

Tidak mengherankan jika kemerdekaan Indonesia tak lepas dari gerakan “revolusi kaum muda.” Prestasi dan citra kaum muda Indonesia begitu menyejarah sepanjang berdirinya Republik Indonesia. Pergantian rezim ke rezim di Indonesia juga melibatkan pemuda. Sedemikian melekatnya nilai-nilai kepeloporan dan semangat kebangsaannya, tentu saja ini menjadi beban  sekaligus tanggungjawab moral sosial pemuda Indonesia ke depan.

IMNU Tegal

Diskusi tersebut juga  merupakan agenda pre-launching buku  Indonesia Rumah Kita karya Abdul Ghopur & Rizky Afriono. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah IMNU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis

Makassar, IMNU Tegal

Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan bakal menggelar serangkaian acara dalam rangka menyambut hari lahir (halah) Fatayat NU yang jatuh pada 24 April nanti. Kegiatan praharlah ini diwujudkan dalam bentuk bakti sosial.

Fatayat NU Sulsel akan mengadakan antara lain penyuluhan narkoba bagi perempuan di Lapas Bolangi Kabupaten Gowa pada 23 April, layanan pengobatan gratis di Makassar pada 24 April 2016, dan donor darah di Makassar pada 26 April.

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Sulsel Gelar Penyuluhan di Lapas hingga Pengobatan Gratis

Hal ini disampaikan Ketua PW Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfa dalam diskusi publik praharlah Fatayat NU di Aula Kantor PWNU Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 9, Kompleks Universitas Islam Makassar, Kamis (21/4).

IMNU Tegal

Diskusi publik tersebut mengangkat tema "Meretas Profesionalisme dan Kompetensi Perempuan Sulsel dari Stereotip Sosial Kultural, menuju Pembangunan Berkeadilan". Narasumber yang hadir di antaranya Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Masrurah Muktar, anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Nurhidayati, dan Nurfadillah Mappaselleng, pakar budaya Sulsel.

IMNU Tegal

Peran besar perempuan

Prof Masrurah Muktar dalam paparannya banyak menyinggung eksistensi perempuan di dunia modern dewasa ini. Menurutnya, saat ini perempuan memiliki peran ganda, di dalam dan di luar keluarga.

"Sehingga ruang-ruang yang ada saat ini, baik itu dunia pendidikan, politik, dan lain sebagainya semua bisa berkontribusi, tanpa harus melihat gender," tambahnya.

Senada, Nurfadillah Mappaselleng berpendapat, laki-laki dan perempuan memiliki derajat sosial yang sama dan yang membedakan hanyalah fisik. "Dewasa ini, tanpa melihat jenis kelamin, semua orang memiliki kontribusi terhadap pembangunan bangsa, sehingga semuanya harus dihargai sesuai perannya masing-masing," tuturnya.

Namun, ia menilai saat ini masih banyak pandangan mengatasnamakan agama yang mereduksi peran perempuan.

Salah satu Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Andi Nurhidayati banyak mengulas keterlibatan perempuan dalam politik 30 persen. Menurutnya, keterlibatan perempuan di parlemen memiliki kontribusi besar terhadap maju tidaknya pembangunan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

Tampak hadir Wakil Ketua PW Muslimat NU Sulsel Nurjannah Abna, ratusan pengurus Fatayat NU Sulsel, kader PMII Sulsel, pengurus IPNU Sulsel, dan ratusan mahasiswa Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu

Brebes, IMNU Tegal. Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tanjung Brebes KH Mudrikah Toyib memandang perlu adanya hubungan antara ulama dan umara. Sebab bila keduanya sudah saling menyatu keamanan dan ketentraman masyarakat akan kondusif.

“Antara ulama dan umara, perlu menyatu untuk menjaga kondusivitas masyarakat,” tuturnya saat memberi mauidlatul hasanah memasuki hari kedua? Safari? Ramadhan? bersama Wakil Bupati Brebes? Narjo di Masjid Mujahidin Desa Karangreja Kecamatan Tanjung Brebes, Selasa malam (1/7).

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Aman Tentram Bila Umara dan Ulama Bersatu

Menurut Kiai Mudrikah, masyarakat akan sejahtera manakala masing-masing pemangku kebijakan untuk rakyat dan umat berjalan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Namun harus saling bergenggam erat dengan satu tujuan untuk kesejahteraan warga masyarakat. “Akan diangkat derajat pemimpin manakala mencintai rakyatnya,” kata Mudrikah.

IMNU Tegal

Akan sangat sempurna bila suatu negara atau masyarakat dibangun di atas empat pilar yang saling menyangga. Empat pilar tersebut adalah Ilmu para cendekiawan yang bermanfaat, pemimpin yang bijaksana dan adil, sodaqohnya para aghniya dan doanya orang miskin. “Keempat pilar tersebut akan kokoh menegakan negara yang baldatun toyibatun wafofur ghofur,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Safari Ramadhan Wakil Bupati Narjo didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) sebagai upaya perjalanan religi untuk menjalin ukhuwah antara pejabat dan rakyat. Tampak mengikuti Asisten III Setda Brebes Kustoro, Kepala Dishubkominfo Mayang Sri Herbimo, Kepala Badan Pertanahan Kab Brebes Gunung Jayalaksana, Kabag Humas dan Protokol Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Kabag Kesra? Setda Brebes Syaiful Islam dan sejumlah pejabat lainnya.

Wakil Bupati Brebes Narjo dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pemilu preiden 9 Juli mendatang. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam pilpres untuk melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Menurut Narjo, pada pemilu legislatif yang lalu angka partisipasi aktif masyarakat sudah sangat bagus, meskipun masih dibawa rata-rata Jateng yang mencapai 70 persen lebih. “Mari datang dan gunakan hak pilih anda ke TPS-TPS yang telah disediakan,” ajaknya.

Camat Tanjung Sugeng Basuki atas nama warga merasa gembira dengan kedatangan Wakil Bupati

di desa Karangreja. Dia melaporkan, kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kecamatan Tanjung secara umum dalam keadaan kondusif. Termasuk untuk kegiatan pilpres sudah siap sedia demi kesuksesan bersama. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, RMI NU, Bahtsul Masail IMNU Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Makassar, IMNU Tegal. Dewan Pembina PP GP Ansor, Habib Puang Makka membaiat peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV PP GP Ansor, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/3). ? ?

Kepada peserta berasal dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Riau, Kepulauan Riau, Lampung, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Habib Puang Makka meminta kader inti Pemuda Ansor itu untuk selalu menjaga Indonesia dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah.

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Puang Makka Baiat Peserta Susbanpim Ansor

Usai lagu Indonesia Raya berakhir, pemilik nama lengkap Habib Abdur Rahim Assegaf Puang Makka bin Habib Jamaluddin Assegaf Puang Rama itu melangkah yakin menuju empat bendera, merah putih, Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor dan Banser. Lalu dengan khusyuk mencium bendera-bendera itu secara berurutan dan kemudian kembali ke tempat semula.

"Banser senantiasa menjalankan kewajiban terhadap Allah SWT dan Rasullullah SAW. Dan tanpa pamrih mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945 tanpa pamrih dan konsekuen," ujar Puang Makka diikuti peserta.

Pasca pembaiatan, tindakan Puang Makka mencium empat bendera diikuti anggota Banser dan jamaah Khalwatiyah Yusuf Makassari yang menghadiri prosesi. Lantunan sholawat dan tangis haru memenuhi ruangan.

"Jajaran Satkornas Banser mengucapkan terima kasih kepada jajaran PW GP Ansor Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kaderisasi di Makassar," ujar Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni. (Gatot Arifianto/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Bahtsul Masail IMNU Tegal

IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Sukoharjo, IMNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sukoharjo, Kamis (1/12), memberikan bantuan untuk korban banjir di Desa Pranan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Sukoharjo

Penyerahan bantuan tersebut langsung dilakukan secara simbolis oleh Ketua PC PMII Sukoharjo bersama Ketua Komisariat Raden Mas Said.

Ketua PMII Cabang Sukoharjo, Hilmy Zulfikar, mengatakan pemberian bantuan ini selain untuk meringankan beban mereka juga suatu bentuk kepedulian.? "Tak ada upaya yang bisa kami lakukan selain ini. tapi mudah-mudahan bermanfaat," ujar Helmy kepada IMNU Tegal.

IMNU Tegal

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat ini merupakan partisipasi dan bantuan dari masyarakat pengguna jalan raya di jalan utama Solo-Semarang, tepatnya di perempatan Kartasura. “Kita adakan aksi sosial untuk penggalangan dana bagi para korban banjir,” kata Hilmy.

IMNU Tegal

Hilmy menambahkan, sebelum melakukan penggalangan dana, mereka terlebih dahulu dengan para pengurus Ansor dan Banser stempat.

"Kami harap masyarakat tak melihat jumlah bantuan yang kami berikan, tapi ketulusan dan kepedulian kami," katanya.

Adapun dana yang terkumpul kemudian dibelikan sembako untuk diserahkan kepada korban banjir. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail IMNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

Way Kanan, IMNU Tegal. Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya, di Blambangan Umpu, Ahad (21/2) menegaskan, aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" merupakan gagasan cerdas.

?

"Mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dilakukan pada hari ini adalah hal positif. Jangan ada masalah, sampah banyak, menimbulkan bencana baru kita bergerak," ujar Adipati lagi.

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

Pada 21 Februari 2005, gunungan sampah dari TPA Leuwi Gajah longsor menimbun dua perkampungan warga hingga menewaskan ratusan jiwa. Semenjak bencana tersebut, 21 Februari dicetuskan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai pengingat kondisi persampahan di Indonesia.

IMNU Tegal

"Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap kegiatan cerdas ini dilakukan kontinu, sebulan sekali, di minggu ke berapa bisa berkumpul dan bergotong royong bersama agar daerah kita menjadi bersih. Dan tentunya bisa dilakukan diseluruh kecamatan yang ada. Pemerintah tentu bisa memfasilitasi kegiatan positif semacam ini," kata Adipati yang selanjutnya membacakan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 diikuti peserta.

Sebagai upaya menjaga lingkungan, demi generasi mendatang yang lebih baik. Masyarakat Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

IMNU Tegal

"Kami siap untuk bersama-sama, mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya. Lalu mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dan aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah," kata Adipati membacakan deklarasi.

Di Blambangan Umpu, aksi dilakukan di 10 titik, diikuti relawan dari Polres, Kodim 0427, KNPI, Karang Taruna, Saka Wira Kartika, Pokjawan, Pemuda Katholik, BPUN, Gusdurian, GP Ansor, Sekolah Beladiri Karate Indonesia, Radin Djambat Shooting Club, Pemuda Muhammadiyah, alumni BPUN, Banser, Pemuda Peduli Lingkungan Hidup dan ALam, Lembaga Perlindungan Anak, Pramuka SMPN 5 Balambangan Umpu dan Kantor Lingkungan Hidup dan berakhir di Monumen Ryacudu.

"Rencana relawan yang hadir 305, namun ternyata bertambah, dari SD Lembasung 20 orang, SMPN 1 Blambangan Umpu 40 orang dan dari SMKN1 Blambangan Umpu 30 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat berbuat baik dan bermanfaat cukup tinggi," ujar Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto selaku koordinator kegiatan.

Adapun sampah berhasil dihimpun disepanjang jalan menuju titik finish sekitar 30 karung 50 kilogram yang selanjutnya diserahkan kepada institusi terkait. Setelah memungut dan memilah sampah, relawan selanjutnya membersihkan rumput-rumput di sekitar Monumen Ryacudu.

Peringatan HPSN juga dilakukan di Kampung Tanjung Serupa, Pakuan Ratu, dikuti 310 relawan dari HIPSI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Gusdurian, GP Ansor-Banserdan berakhir di Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Kemudian di Negara Batin, aksi akan dilakukan di Kampung Purwa Negara, diikuti kurang lebih 50 relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan PAC GP Ansor Kampung Purwa Negara. Lantas di Baradatu, kegiatan dikuti 150 relawan dari PGRI, Fatayat, IPNU, IPPNU dan IPSI, berkahir di Gedung PCNU.

Selanjutnya di Way Tuba, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Bukit Gemuruh, diikuti 100 relawan dari PAC GP Ansor Way Tuba, PMI, Gusdurian, pelajar dan masyarakat.

Kemudian di Banjit, kegiatan diikuti 250 relawan yang terdiri dari sejumlah pelajar dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Bali Sadhar Utara dan Bali Sadhar Tengah, dikoordinir oleh Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Dan di Gunung Labuhan, aksi berlangsung di Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya.diikuti 15 orang, berakhir di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Santri IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Yogyakarta, IMNU Tegal. Pada acara perhelatan Konferwil Fatayat NU DIY ke-XI, Sabtu-Ahad (25/26), paduan suara dari MTs Binaul Ummah membakar semangat nasionalisme dan semangat ke-NU-an peserta yang hadir. Ada tiga lagu yang ditampilkan oleh paduan suara MTs Binaul Ummah yakni Mars Syubbanul Wathon, Mars Fatayat dan Syi’ir NU.?

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

“Indonesia negeriku, engkau panji martabatku, siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu. Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu!, demikian salah satu lirik Mars Syubbanul Wathon karya Kiai Wahab Hasbullah yang menggetarkan arena Konferwil Fatayat ke-XI.?

Selain menyanyikan lagu bernafaskan nasionalisme, mereka juga menyanyikan syi’ir NU yang secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada para peserta yang hadir tentang NU dalam acara pembukaan Konferwil Fatayat tersebut.?

Tahun 26 laire NU. Ijo-ijo benderane NU. Gambar jagad simbole NU. Bintang songo lambange NU,” ujar mereka kompak.?

Pelatih paduan suara sekaligus guru di MTs Binaul Ummah, Heri Kiswanto mengungkapkan bahwa hanya butuh waktu latihan selama tiga minggu dan delapan kali tatap muka.?

IMNU Tegal

“Sebenarnya siswa memiliki potensi yang bagus dalam hal seni olah suara. Saya berharap ke depan, para siswa diberikan ruang lebih banyak untuk belajar musik,” tegas Heri.?

Sebagai pelatih, Heri juga menegaskan kagum dengan lagu Syubbanul Wathan.?

IMNU Tegal

“Lagu Syubbanul Wathan bukan sekadar lagu biasa. Lagu tersebut termasuk lagu yang memiliki ruh yang dapat menggetarkan dan membangkitkan kembali jiwa nasionalisme kaum santri, baik itu yang menyanyikan maupun yang mendengarkan lagu itu,” tandas Heri.?

Penampilan paduan suara MTs Binaul Ummah yang menyanyikan lagu bernapaskan nasionalisme mendapatkan apresiasi yang luas dari tamu undangan dan peserta yang hadir. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Bahtsul Masail, Hikmah IMNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

Jakarta, IMNU Tegal. Warna lokal atau penyebaran Islam dengan menghargai budaya setempat agar mudah diterima oleh masyarakat ternyata bukan monopoli Islam Indonesia. Marokko, salah satu negera dengan penduduk mayoritas muslim juga sangat menghargai tradisi lokal.

Informasi ini dikemukakan oleh Nasrullah Jasam, MA, alumni Ponpes Assidiqiyah Jakarta yang kini sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Abdul Malik Sa’di Tetauan Marokko, saat berkunjung ke IMNU Tegal? pekan lalu.

Diceritakan oleh Nasrullah bahwa banyak tradisi Islam di Marokko yang mirip dengan Indonesia seperti dalam ritual orang meninggal seperti peringatan tujuh hari, 40 hari sampai dengan haul. Contoh lain, kalau di Indonesia ada istilah bubur merah, bubur putih, di Marokko pada momen-moment tertentu ada makanan tertentu, dan hanya keluar pada saat itu. Pada hari Jum’at, mereka makan kus-kus, makanan seperti tumpeng. Pada bulan Ramadhan, di Indonesia ada makanan tertentu, hal yang sama juga terjadi di Marokko.

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Benang Merah antara Islam Indonesia dengan Marokko

“Jadi ada benang merah. Kalau memang Syeikh Maghribi itu betul dari Marokko mungkin bisa terlacak, tapi sampai sekarang asal Islam di Indonesia masih kontraversi, jadi saya kira hampir sama dengan Indonesia, tidak puritan seperti di Arab Saudi, sangat kultural dan ramah terhadap budaya lokal,” tandasnya.

Dijelaskannya bahwa wilayah Marokko merupakan wilayah yang terarabisasi atau musta’rob, bukan Arab murni, sama juga dengan Mesir dan Aljazair. Ketika Islam masuk dan ingin diterima secara ramah, maka konsekuensinya seperti yang terjadi di Indonesia dimana kulitnya tidak dipertahankan tetapi substansi ajarannya tidak dirubah.

Seperti juga di Indonesia, tasawwuf juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, Nasrullah menuturkan bahwa secara pribadi ia? pernah mengikuti ritual tasawwuf di Marokko, yaitu tarekat Kodiriah Buziziyah. Pada bulan maulud yang di Indonesia dirayakan dengan meriah, hal yang sama juga dilakukan di Marokko, ada tarekat yang melakukan semacam kholwat selama 30 hari, ada yang menghadiahi sapi yang besar dan gemuk.

IMNU Tegal

“Justru model seperti ini banyak menarik orang-orang bule, karena Marokko kan berdekatan dengan Eropa, untuk belajar Islam. Jadi nuansa mistiknya kuat. Katakanlah daerah-daerah seperti Marakhes, kalau kita ke sana kita rasakan mistisnya sangat kuat,” imbuhnya.

Kebebasan Beragama Dihargai

Dalam beberapa aspek, kebebasan dalam menjalankan agama juga dihargai. Setiap warga negara diajarkan tentang ajaran Islam, tetapi negara tidak memaksakannya. Alumni Ponpes Assidiqiyah tersebut memberi contoh meskipun ia kuliah di fakultas Ushuluddin yang notabene merupakan fakultas agama, tetapi mahasiswa tidak diwajibkan untuk berjilbab dan jika berjilbab, ini merupakan atas kesadaran pribadinya, bukan atas paksaan. “Saat ini, para pemikir Marokko sangat bangga bahwa Islam di Marokko paling moderat. Terlepas dari fihak lain setuju atau tidak,” imbuhnya.

Hari Raya Selalu Bersamaan

IMNU Tegal

Jika di Indonesia, berlebaran bisa diawali pada hari yang berbeda, jangan harap hal tersebut terjadi di Marokko. Meskipun ada pendapat yang berbeda tentang penentuan hari lebaran, tetapi ketika pemerintah memutuskan, semua warga negara mengikutinya. Ini memang berkaitan dengan perangkat UU yang memungkinan negara bisa menentukan kapan puasa diawali dan diakhiri. Dalam UU Marokko, setiap warga negara wajib berpuasa Ramadhan, sebagai konsekuensinya, jika ia berlebaran duluan sementara negara masih belum memutuskan puasa diakhiri, ia bisa dijerat UU.

“Ada komitmen bahwa pemimpin spiritual adalah raja sebagai amirul mukminin dan kebijakan harus keluar dari sana. Jadi saya kira kewibawaan pemerintah yang membedakan. Kalau di Indonesia, sebagai contoh dalam kasus lebaran. Kalau ada ormas yang menyatakan lebaran berbeda, Depag tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang perangkat hukumnya tidak ada. Tapi kalau disana tidak, kalau diputuskan hari ini, ya harus hari ini karena memang UU-nya jelas. Ini peranan pemerintah yang paling signifikan,” tandasnya.

Dijelaskannya secara umum, penduduk Marokko mengikuti mazhab Maliki, baik para pengikut salafy atau tradisional. Hal ini terefleksikan dari wudhunya, bahkan dari wiridan yang mereka baca setiap sholat sampai dengan sholat taraweh semuanya sama, mungkin hanya lagunya saja yang berbeda.

Kesempatan Beasiswa

Sampai sekarang, baru sekitar 40-an mahasiswa Indonesia yang belajar disana. Sebagian besar belajar pada tingkat pascasarjana dengan komposisi 20 persen belajar S1, 30 persen belajar S2 dan 50 persen studi doktoral.

Pemerintah Marokko memberikan jatah 15 orang untuk beasiswa disana Marokko, tapi selama ini tidak berjalan lancar karena ada tumpang tindih dalam pengelolaannya. Depag menerima dan yang daftar sendiri juga diterima. Namun kebijakan ini sudah diperbaiki dengan kebijakan satu pintu melalui kedutaan Marokko di Indonesia tetapi difasilitasi oleh Depag.

Sayangnya, karena komunitas NU masih kecil, mereka belum melembaga seperti di Mesir dengan KMNU-nya. “Karena komunitas NU-nya terlalu kecil, kalau kita membentuk nanti malah menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dari teman-teman yang berhaluan lain. Jadi kita tetap personal saja, tetapi sering mengadakan halaqah, umpamanya informasi tentang NU bisa kita baca dari IMNU Tegal, gusmus.net, atau gusdur.net,” paparnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kyai, Warta, Bahtsul Masail IMNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah

Demak, IMNU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan pelantikan pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2015/2016, Senin (1/6). Acara Pelantikan ini diikuti oleh seluruh santri dan juga diikuti oleh segenap dewan Asatidz. Sebagai kepala terpilih, Henna Fauzia Aisyatul Ulya menggantikan Aida Qoniatul Muna. 

Pengasuh Pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, bahwa semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban, yakni disamping punya kewajiban untuk belajar atau mengaji juga punya kewajiban untuk berkhidmah/mengabdi.

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah

“Baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri. Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun,” jelasnya.

IMNU Tegal

Kiai Helmi mengatakan, untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah. 

Selanjutnya Dia berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat, melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas. (Abdus Shomad/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif

Jakarta, IMNU Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Abdurrahman Masud mengatakan, sumber dari gerakan radikal adalah pemahaman Agama yang eksklusif dan tertutup.

"Eksklusivisme adalah inti dari pada gerakan radikal," katanya usai memberikan pidato kunci dalam acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Hotel Puri Denpasar Jakarta, Selasa (29/8).

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumber Gerakan Radikal adalah Pemahaman Agama Eksklusif

Menurut dia, pemahaman Agama yang eksklusif atau tertutup cenderung merasa benar sendiri dan menyalahkan yang lain. Ironisnya, gelombang pemahaman Agama yang demikian semakin meningkat pada ranah anak di sekolah-sekolah.

Abdurrahman juga menyebutkan, potensi gerakan radikal yang berbasis pada pemahaman ideologis terjadi di semua agama, baik di lingkungan umat muslim maupun non-muslim.

"Artinya radikalisme merupakan persoalan semua kelompok masyarakat dan seluruh umat beragama," jelasnya.

IMNU Tegal

Ia berpendapat, masalah radikalisme seharusnya diselesaikan dari lingkungan terkecil atau keluarga. Baginya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menghadang gerakan radikal, terutama terhadap anak-anak.

"Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak," tegasnya.

Selain itu, imbuh Abdurrahman, guru di sekolah juga seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman agama yang inklusif atau terbuka kepada anak didiknya.

IMNU Tegal

Pengarusutamaan Islam damai dan toleran

Abdurrahman menjelaskan, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengarusutamakan Islam yang damai dan toleran di sekolah-sekolah. Pertama, membekali guru-guru agama dengan materi dan metode pembelajaran yang mengedepankan sikap moderasi.

"Hal ini dilakukan melalui pendalaman dan pemahaman aspek keagamaan tentang perdamaian, kerukunan, dan kemanusiaan," urainya.

Kedua, mengaitkan pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan pendidikan Pancasila dengan isu-isu baru yang lebih menyentuh kebutuhan dasar seperti kesehatan, kesetaraan gender, pemerintahan yang baik, kesejahteraan ekonomi, dan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail IMNU Tegal

Senin, 13 November 2017

UNU Blitar Luncurkan Jurnal Internasional

Blitar, ? IMNU Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (UNU Blitar) telah melaksanakan peluncuran jurnal internasional dan workshop penulisan karya tulis ilmiah aplikatif berbasis karakter pada tanggal 19-21 Mei 2017.?

Kegiatan diikuti oleh 100 peserta dan bertempat di aula lantai 3 UNU Blitar dengan menghadirkan narasumber Rektor UNU Blitar HM Zainuddin Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Blitar Raya Budi Elias, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Imam Sapingi.?

UNU Blitar Luncurkan Jurnal Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Blitar Luncurkan Jurnal Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Blitar Luncurkan Jurnal Internasional

Dalam sambutannya Rektor UNU Blitar HM Zainuddin menyebutkan, ”Saat ini adalah era riset, di mana banyak negara maju saat ini semua langkah kebijakan diawali oleh kajian ilmiah.” Satu contoh adalah negara Israel, yang sebenarnya negara kecil namun punya banyak pengaruh di dunia karena setiap kebijakannya selalu diawali oleh kajian ilmiah.

Dalam momentum ini pula, ia mengajak kepada seluruh peserta kegiatan yang terdiri dari guru, dosen, dan mahasiswa untuk selalu mengawali langkahnya dalam bekerja dengan riset terlebih dahulu.?

Pada acara ini, diluncurkan jurnal internasional UNU Blitar yang bernama? Journal of Development Research.? Jurnal ini merupakan jurnal dengan bidang kajian pembangunan manusia dan pembangunan kawasan. Jurnal ini siap memfasilitasi siapapun yang ingin berkarya dan menerbitkan artikel untuk dipublikasikan di dunia Internasional. Jurnal ini dapat diakses di www.journal.unublitar.ac.id.

IMNU Tegal

Setelah acara peluncuran, dilanjutkan kegiatan workshop dengan narasumber tunggal HM Zainuddin. Ia menjelaskan urgensi penelitian dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dan dosen, kiat penulisan penelitian tindakan kelas, dan kiat publikasi artikel di jurnal berkualitas. Ia juga menegaskan bahwa UNU Blitar siap membimbing dan menfasilitasi peserta sampai berhasil menerbitkankan artikel ilmiahnya.

”UNU Blitar sebagai perguruan tinggi perjuangan siap berjuang memfasilitasi dan membimbing guru-guru untuk berkarya sampai dapat mempublikasikan artikelnya di jurnal berkualitas, terutama di Jurnal UNU Blitar,” tegasnya.?

Perlu diketahui UNU Blitar selain mempunyai jurnal internasional? (Journal of Development Research)? juga telah terlebih dahulu menerbitkan jurnal nasional bernama? Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual? (dapat diakses di www.jurnal.unublitar.ac.id/index.php/briliant).

Adapun kegiatan ini merupakan wujud keberadaan UNU Blitar sebagai PT yang siap mengabdi untuk masyarakat. Serta tempat kajian untuk membantu memecahkan permasalahan ? yang dihadapi masyarakat. Dalam kegiatan ini permasalahan guru dalam menulis karya ilmiah dan publikasi ilmiah.? Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Bahtsul Masail IMNU Tegal

Senin, 09 Oktober 2017

Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman

Tarim, IMNU Tegal. Peresmian tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut meriah umat Islam di Tanah Air di berbagai daerah, juga diperingati di Hadramaut, Yaman.? Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Yaman bersama sejumlah organisasi setempat menggelar diskusi dan drama teatrikal bertajuk “Resolusi Jihad”.

Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman

Ragkaian acara bertema "Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad dan Patriotisme Santri untuk Negeri" ini diawali dengan menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) di Auditorium Universitas Al-Ahgaff.

Diskusi tersebut dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim, antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim. Forum yang dikemas secara santai? ini mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan santri-santrinya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

IMNU Tegal

Di malam puncak, Kamis (22/10), kemeriahan acara diisi dengan penampilan drama teatrikal “Resolusi Jihad” yang dimainkan sekitar 25 aktor yang meceritakan kembali peran ulama dan santri dalam memeperebutkan NKRI. Pesan cerita diinspirasi dari seruan perang suci Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari dalam menumpas kaum penjajah.

Drama treatikal berdurasi 1,5 jam ini berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

IMNU Tegal

Aksi-aksi yang diperagakan disambut sorakan serta tepukan tangan penonton pun membuat suasana semakin meriah hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA. Di luar itu, acara juga diramaikan dengan bazar masakan ala santri dengan menu khas Nusantara.

Ketua PCI NU Yaman Thohirin Shodiq menyayangkan masih banyak pelajar yang belum mengetahui sejarah kiprah ulama dan santri pada era revolusi. "Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya kiai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya," katanya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PCINU Yaman, PPI, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 organisasi daerah. (Aidil/Abda/Mahbib)

?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock