Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengirimkan surat edaran terkait pelaksanaan hasil Munas ke-3 tentang Ahlul Halli wal Aqdi. Surat tertanggal 8 Juli 2015 itu telah dikirimkan kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani oleh Pj. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Surat tersebut berisi empat butir kesepakatan Munas ke-3 di Jakarta yakni:

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Bahwa pemilihan Rais Aam pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nanti akan dilaksanakan dengan sistem Ahlul halli wal Aqdi sebagai penerapan cara musyarawah mufakat sebagaimana dalam pasal 41 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Bahwa Ahlul Halli wal Aqdi tersebut terdiri atas 9 (sembilan) orang ulama dengan kriteria sebagaimana termaktub dalam pasal 2 ayat (4) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus menyerahkan 9 (sembilan) nama Ahlul Halli wal Aqdi yang diusulkan pada saat pendaftaran (registrasi) peserta muktamar, sebagai bagian dari administrasi pendaftaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (2) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus memusyarahkan sembilan (9) nama yang akan diusulkan itu. Dalam surat edaran tersebut disertakan empat (4) bundel lampiran yang berisi Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tanggal 14-15 Juni 2015, penjelasan kronologis tentang asal muasal ahlul halli wal aqdi, 39 ulama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal aqdi dan formulir usulan 9 nama ahlul halli wal aqdi. (Red: Anam)

Penjelasan kronologis ahlul halli wal aqdi dapat diklik di sini.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hikmah, Habib, Makam IMNU Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes

Sidoarjo, IMNU Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar seminar bahaya penyakit diabetes, Sabtu (26/11). Seminar ini diadakan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.

Ketua Panitia Riza Ahmadi menjelaskan, acara yang bertajuk "Si Manis Berujung Kronis" ini digelar di ruang Darun Naim lantai 3 dengan tujuan agar penderita diabetes mengerti tentang penyakit tersebut.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Sosialisasikan Bahaya Penyakit Diabetes

"Bagi masyarakat khususnya yang menderita diabetes supaya mengerti cara pencegahan dan asupan diet bagi penderita diabetes," kata Riza.

IMNU Tegal

Riza mengatakan, acara seminar ini rutin diadakan setiap empat bulan sekali dan temannya pun berbeda-beda. Selain seminar diabetes, RSI Siti Hajar juga sering mengadakan seminar kesehatan ibu hamil, kesehatan anak, dan lain sebagainya.

Dalam acara seminar diabetes kali ini, RSI Siti Hajar menghadirkan dua narasumber yang profesional dan kompetensi di bidangnya yakni spesialis penyakit dalam dr Atik Yuniani dan ahli gizi Rina Yuniati. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Kiai IMNU Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Jakarta, IMNU Tegal. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam bidang kewirausahaan. Penantanganan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilakukan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/3).

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, Muslimat NU telah melakukan dakwah di masyarakat, termasuk dakwah dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi. "Usaha dakwah muslimat NU melalui mal (ekonomi) sudah melalui jalan yang panjang," katanya.

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Muslimat, kata Khofifah, punya banyak Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah. Hinga kini, telah banyak masyarakat yang merasakan sentuhan pendidikan life skill dari Muslimat. "Itu adalah bagian dari jihad Muslimat NU membangun ekonomi masyarakat," katanya.

IMNU Tegal

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini merasa senang bisa menjalin kerja sama dengan Menko Perekonomian. "Alhamdulillah, hari ini Allah memberi tambahan solusi dari Pak Hatta sebagai Menko Perekonomian," katanya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Hatta Radjasa mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) ini, pelatihan wirausaha akan segera dilakukan dalam beberapa paket. "Jangan sampai hanya berhenti setelah MoU ini saja. Itu tanggung jawab kita bagaimana bisa menjalankannya," katanya.

Usai penandatanganan MoU Hatta Radjasa sempat berdialog dengan perwakilan Pengurus Wilayah NU dari seluruh Indonesia. Mereka tampak antusias menjalankan isi MoU yang berisi tentang pelatihan dan modal wirausaha yang akan dilakukan di banyak daerah. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, AlaSantri, Hadits IMNU Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Sumedang, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) dan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Sumedang? melaksanakan pelatihan makharijul huruf atau pengucapan huruf yang benar dalam Al-Qur’an dengan metode Maisura.

Kegiatan dengan jumlah peserta 101 orang ini berlangsung Sabtu (18/3), di Aula PCNU Sumedang. Para peserta merupakan pengajar yang mewakili sekolah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Sumedang.

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU-LP Ma’arif Sumedang Latih Ratusan Guru Makharijul Huruf

Ketua Pimpinan Cabang JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan, sering kali kami menemukan guru-guru di daerah yang mengajarkan Al-Quran tapi tidak sesuai dengan ilmu tajwid yang benar. “Temuan itu menjadikan kami sebagai pengurus JQH khawatir. Kalau gurunya sudah salah baca Al-Qur’annya maka bisa menular kepada muridnya. Kalau dibiarkan saja nanti akan muncul kesalahan membaca Al-Qur’an secara berjamaah.

IMNU Tegal

Rantai kesalahan ini harus segera diputus atau setidaknya harus diminimalisasi, kata Ahmad. Sebagai langkah awal untuk memutus rantai kesalahan tersebut, pengurus JQHNU Sumedang bekerja sama dengan LP Maarif NU Sumedang mengadakan pelatihan makharijul huruf khusus untuk guru-guru yang mengajar Al-Qur’an.

Pemateri yang didatangkan pada pelatihan ini yaitu Muthmainnah. Beliau ahli quran, seorang hafidzoh, dewan hakim MTQ, serta salah satu dosen Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Pada kesempatan tersebut Muthmainnah menyampaikan materi makhorijul huruf dengan menggunakan metode maisura.

Ahmad jauharudin di akhir acara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini baru langkah awal, ke depan akan ada kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk terus menjaga kebenaran dalam membaca Al-Qur’an. “Semoga guru-guru yang hari ini mengikuti pelatihan dapat mengamalkan ilmu-ilmu yang didapat kepada murid-muridnya. Dan kebenaran membaca Al-Qur’an bisa terus terjaga,” tuturnya. (Ayi Abdul Kahar/Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Ubudiyah IMNU Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Kang Said: Jangan Golput, Pilih Partai Sesuai Nurani!

Cirebon, IMNU Tegal. Pada pemilihan anggota legeslatif 9 April mendatang, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada warga NU untuk tidak golput, melainkan menggunakan hak pilih. Soal pilihan menurut dia, harus berdasarkan hati nurani masing-masing.

Dia juga mengajak warga NU untuk memilih caleg-caleg yang dekat dan mengerti warga NU. “Kalau cinta bangsa dan negara, tentukan hak pilih dan nyoblos. Saya anjurkan untuk memilih partai yang AD/ART-nya mirip NU. Cari sendiri,” katanya pada taushiyah bertajuk Nada dan Dakwah pada haul H Ahmad Zaini Hasan di Babakan, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (16/3).

Kang Said: Jangan Golput, Pilih Partai Sesuai Nurani! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Jangan Golput, Pilih Partai Sesuai Nurani! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Jangan Golput, Pilih Partai Sesuai Nurani!

Pada haul orang tua Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Helmy Faisal Zaini itu, Kiai Said mengemukakan dalil tentang kegiatan haul yang umum dilaksanakan warga NU. “Haul adalah ibadah dan taqarub (mendekatkan diri) kepada Allah,” katanya.

IMNU Tegal

Karena, menurut kiai yang pernah menimba ilmu di Pesantren Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut, haul adalah ajaran Nabi Muhammad. “Rasulullah itu setiap tahun pasti ziarah ke makamnya Sayidina Hamzah (paman Nabi) dan Musy’ab bin Umayl. Itu artinya artinya Rasulullah memperingati syahadahnya (kesyahidahan) ketika Perang Uhud.”

Bagi kita, orang NU, melaksanakan haul adalah sunah dari sunahnya Nabi Muhammad SAW. “Bagi yang tidak mengerti, bagi yang ngajinya belum khatam, dikatakan bid’ah. Maklum, ngajinya belum khatam.”

IMNU Tegal

Selepas taushiyah Kiai Said, warga Babakan dihibur dengan penampilan Ridho Rhoma bersama grup musik Sonet2. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Halaqoh IMNU Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur

Jakarta, IMNU Tegal

Berada jauh di negeri orang, tak menghalangi warga Indonesia di Korea Selatan aktif berorganisasi. Itulah yang dituturkan aktivis NU Care-LAZISNU Korea Selatan, Totok Pramono, Ahad (24/9).

“Kami berorganisasi di sela-sela istirahat dan hari libur,” ungkapnya.

NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Korea Selatan Berorganisasi di Sela-sela Libur

Anak muda kelahiran Magetan Jawa Timur 25 tahun lalu itu menceritakan, melalui NU Care-LAZISNU Korea Selatan berhasil melakukan penggalangan dana untuk Rohingya.

“Penggalangan dana dimulai tanggal 4 September, kami tutup tanggal 17 September. Lalu kami sumbangkan 60 juta untuk Rohingya melalui NU Care- LAZISNU Pusat,” terangnya.

IMNU Tegal

Penggalangan dilakukan lewat media sosial, juga secara langsung. Wilayah penggalangan dana tersebar di Daegu, Gimhae, Gyong Gido dan sekitarnya.

Selain bantuan untuk Rohingya, NU Care-LAZISNU Korea Selatan yang dibentuk 28 september 2014, aktif melakukan berbagai program.

“Setiap kegiatan kemanusiaan yang sekiranya kami siap membantu, kami berupaya untuk sekuat tenaga berpartisipasi,” kata Pramono.

Sebagai lembaga sosial di Korea Selatan, NU Care-LAZISNU Korea Selatan mencoba lebih aktif dan peduli dalam menangani saudara-saudara setanah air yang ada di Korea Selatan. 

IMNU Tegal

“Apabila ada teman yang sakit atau mengalami kecelakaan dan memerlukan biaya yang dirasa berat jika ditanggung oleh yang bersangkutan, kami meminta ijin untuk ikut membantu pembiayaan lewat penggalangan dana,” lanjutnya.

Saat ada warga Indonesia di Korea Selatan yang meninggal dunia, dilakukan penggalangan dana santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Jika lokasi warga yang meninggal dunia dekat, bersama PCINU Korea Selatan, mereka turut hadir melayat dan menshalatkan.

“Kami membantu untuk pengurusan jenazah, termasuk pengkafanannya,” tambahnya lagi.

Sosialisasi ke masjid dan mushala yang ada di Korea Selatan rutin dilakukan. Hal itu bertujuan untuk silaturrahim dengan sesama pejuang TKI; mengisi kekosongan di masjid atau mushala tersebut dengan pengajian akhir pekan; serta agar masyarakat di Korea Selatan semakin mengenal NU Care-LAZISNU. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Syariah IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Demak, IMNU Tegal. Memperingati Hari Bumi dan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 dan 23 April, Badan Wakaf Nusantara dan Pondokbanjar Semarang yang tergabung dalam wadah Nusantara Berbagi, menggelar beragam kegiatan di Pesantren Aplikatif Sayung Kota Demak, Senin (24/4)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Buku dan Hari Bumi, Anak-Anak Baca Puisi dan Menanam Mangrove

Kegiatan tersebut diawali dengan pemberian materi terhadap 21 santri yang kesemuanya merupakan anak-anak pinggiran daerah Surodadi Sayung Kota Demak, materi tentang agama Islam dan kepedulian terhadap lingkungan. Selanjutnya para santri diajak ke area tambak dan aliran sungai untuk menanam 100 pohon mangrove yang disediakan oleh para santri sendiri.

Agus Munif Ketua Badan Wakaf Nusantara berpesan bawasanya dengan menanam mengisyaratkan perbuatan yang baik terhadap lingkungan. Amal-amal kita berada diantara pohon mangrove yang telah kita tanam, insyallah pohon mangrove yang kita tanam akan memiliki nilai manfaat.

“Aksi menanam ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang dari hari ke hari lingkungan kita semakin rusak, rob masuk rumah dan banjir selalu menjadi langganan setiap musim hujan,” lanjutnya.

Membaca puisi menolak korupsi

IMNU Tegal

Sehabis menanam pohon mangrove para santri didampingi Lukni Maulana pengasuh Pondokbanjar Semarang membaca buku di sekitaran kawasan pertambakan. Para santri sangat antusias terutama ketika disodori buku Puisi Menolak Korupsi, dan merekapun bergantian membaca puisi.

Lukni Maulana mengatakan bawasanya turunnya minat baca masyarakat salah satunya disebabkan oleh kurangnya minat dan dorongan dari orang tua maupun lingkungan sekitar yang belum mampu menggugah semangat anak-anaknya untuk mencintai buku.

“Apalagi sekarang ini eranya gadget, dunia tanpa batas berupa media sosial juga turut mempengaruhi minat membaca buku,” lanjutnya

Rangkaian kegiatan yang dipadukan antara Hari Bumi dan Buku Sedunia ditutup dengan pemberian buku dan alat tulis kepada para santri Pesantren Aplikatif. Melalui aksi menanam mangrove dan baca puisi menolak korupsi turut mendorong pemerintah maupun masyarakat untuk memiliki kepeduliani terhadap lingkungan sekitar dan dapat menyediakan fasilitas serta ruang-ruang membaca yang layak dan ramah anak. Red: Mukafi Niam

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Habib IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

IMNU Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

IMNU Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Probolinggo, IMNU Tegal - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmah 2016-2018 mengadakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab), Sabtu (28/1).

Rakercab yang digelar di aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini diikuti oleh seluruh pengurus cabang dan anak cabang se-PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo.

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab, IPNU-IPPNU Probolinggo Gagas Program Unggulan

Dalam Rakercab ini, IPNU-IPPNU membagi menjadi beberapa komisi. Selanjutnya dari masing-masing komisi menghasilkan program yang lebih fokus pada peningkatan kuantitas dan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) yang militan.

IMNU Tegal

Melalui Rakercab IPNU dan IPPNU Kabupaten Probolinggo tersebut, akhirnya digagas beberapa program unggulan disamping program wajib. “Rakercab ini bertujuan untuk menentukan arah program organisasi satu tahun kedepan,” kata Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam.

Program unggulan tersebut diantaranya pelatihan Gen-MEA (Generasi Masyarakat Ekonomi Asia), pelatihan desain grafis dan bloger dan kemah pelajar hijau. Sementara program wajibnya berupa pelatihan berjenjang meliputi Makesta/Diklatama (Masa Kesetiaan Anggota/Pendidikan dan Pelatihan Pertama), Latihan Kader Muda (Lakmud) serta Latihan Kader Utama (Lakut).

IMNU Tegal

“Dengan program yang mengarah pada kuantitas dan kapasitas kader diharap semua lembaga pendidikan mengenal terhadap organisasi Nahdlatul Ulama yang berperan di kalangan pelajar, baik siswa maupun santri atau mahasiswa,” harapnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati. Menurutnya, program ini disusun agar mampu memberikan manfaat bagi segenap pelajar yang ada di Kabupaten Probolinggo.

“IPNU-IPPNU merupakan wadah bagi pelajar NU untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai pengurus kami wajib menindaklanjuti keinginan para pelajar melalui program sesuai dengan kemampuan,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib IMNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Oleh Rijal Mumazziq Z

Ketika Masjid di Tolikara, Papua, dibakar, pada Idul Fitri 2015, sebagian umat Islam marah. Sebagian kecil meneriakkan jihad. Suaranya lantang, intimidatif. Saya menyangka, saudara-saudara kita ini berangkat beneran ke Tolikara. Tapi, ya seperti biasanya, hanya "akan berjihad" sebagaimana "akan" dan "akan" yang sudah sejak dulu disuarakan saat demo.

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Lalu Banser yang saat itu dihujat karena enggak bersuara, dan disindir karena aktivitasnya "menjaga gereja" diam-diam berangkat dengan 23 personel menjelang Idul Adha, 2015 silam. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Maulid Simtudduror di rumah Nusron Wahid, Ketum GP Ansor saat itu.

Setelah acara usai, rombongan ini berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Luar Batang. Tanpa disengaja, di lokasi ini mereka bertemu Habib Lutfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyyah. Mereka pun minta restu kepada ulama nasionalis ini.

Utusan PBNU ini tiba di Bandara Sentani, lalu berangkat ke lokasi dengan didampingi Banser setempat. Lalu tim menuju Bandara Wamena yang dilanjutkan perjalanan darat ke Tolikara.

Di lokasi, sebagaimana laporan AULA November 2015, mereka disambut Muspida setempat dan imam Masjid Tolikara, Kiai Ali Mashar. Persiapan shalat Idul Adha segera dilakukan di masjid Koramil. Para pemuda GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang ditengarai beberapa minggu sebelumnya terlibat pembakaran masjid, mereka malah mendekat dan ikut membantu Banser menjaga keberlangsungan Idul Adha.

IMNU Tegal

Singkat kata, dengan pendekatan yang baik, metode penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah, kasus Tolikara tidak membesar menjadi kerusuhan suku dan agama. Jika ini terjadi, dampaknya mengerikan: pialang senjata yang menawarkan solusi praktis, calo pemekaran wilayah, permainan isu Papua Merdeka melalui OPM, dan internasionalisasi Papua. Kalau Papua lepas, bukan tidak mungkin jika provinsi lain dikipas-kipasi untuk melepaskan diri dari NKRI.

IMNU Tegal

Kini, soal Rohingya, PBNU memberangkatkan delegasi ke Bangladesh. Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Mereka berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Sabtu kemarin. Di negara itu mereka bergabung dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar). 

Delegasi NU yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan

(Baca juga: Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh)

Permasalahan Rohingya memang pelik. Terkait dengan pemicunya: agama, sentimen etnis, hingga konspirasi penguasaan Sumberdaya Alam, peristiwa terusirnya etnis Rohingya memang menjadi keprihatinan kita. Dan, ketika ikut andil membantu mereka, sebagai umat Islam maupun bangsa Indonesia, tentu harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Kalaupun mau berjihad, oke, silakan berangkat. Tapi kemampuan personel, kemampuan survival, penguasan medan, taktik, pola komunikasi, serta hirarki kemiliteran serta komando lapangan, juga harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, itu namanya setor nyawa dengan konyol dan menyediakan diri sebagai sasaran tembak gratisan bagi serdadu Myanmar. Kalau hanya koar-koar jihad, semua juga bisa. Tapi menyelesaikan masalah dengan baik, tidak semua bisa.

Di sinilah perlu pikiran jangka panjang, strategi yang baik serta pemanfaatan jaringan yang dimiliki. Kalau anda benci Jokowi, itu urusan anda. Tapi langkah menteri luar negeri kabinet Jokowi, Retno Marsudi, yang mewakili RI pantas diacungi jempol. Dia dengan lincah melakukan lobi tingkat tinggi: bertemu Aung San Suukyi dan menyodorkan tawaran formula 4+1 untuk menyelesaikan masalah Rohingya, lalu menjumpai Syaikh Hasina, PM Bangladesh, sekaligus juga mengomunikasikan jalur laut-darat-udara bagi akses bantuan Indonesia via Bangladesh. Tak hanya itu, mantan Sekjend PBB, Kofi Annan, juga mempercayakan komunikasi internasionalnya melalui Retno Marsudi. Termasuk pula Antonio Guterez, sekjend PBB saat ini.

Langkah Pemerintah RI sampai hari ini pantas diacungi jempol. Sebab, selain bantuan diplomasi, RI juga mengirimkan bantuan bagi pengungsi melalui darat dan udara. Setidaknya, ikhtiar pemerintah harus diacungi jempol, bukan malah dinyinyiri sebagai "pencitraan".

Untuk saat ini, mencari seorang jagoan itu mudah, tapi mencari juru damai, bukan perkara enteng, sebab berjihad dengan mengobarkan peperangan (qital) itu sangat mudah, tapi berjihad mewujudkan perdamaian itu sangat sulit. 

Wallahu Alam Bisshawab

Penulis adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Sunnah, Nasional IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Politisi Nahdliyin Desak Kemenlu Segera Pulangkan Sugiayem

Jakarta, IMNU Tegal. Politisi Nahdliyin Nihayatul Wafiroh meminta dengan sangat kepada Kementerian Luar Negeri untuk segera menangani Sugiayem, Tenaga Kerja Wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur. Kemenlu harus tanggap dan cepat memenuhi hak-hak Sugiayem, TKW yang sedang sakit di Taiwan.

“Saya mendesak Kemenlu segera memberi jawaban jelas soal penanganan Sugiayem dan juga TKI/TKW yang mengalami hal serupa. Kemenlu tidak hanya wajib menyiapkan dana perawatan Sugiayem. Namun, juga harus memulangkan TKW ini,” tegas Nihayatul Wafiroh dalam press release-nya yang diterima IMNU Tegal.

Politisi Nahdliyin Desak Kemenlu Segera Pulangkan Sugiayem (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi Nahdliyin Desak Kemenlu Segera Pulangkan Sugiayem (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi Nahdliyin Desak Kemenlu Segera Pulangkan Sugiayem

Saat menjenguk Sugiayem, Nihayah mendapat keterangan dari dokter kemungkinan pasien menderita epilepsi akut atau kelainan di otaknya. Untuk memastikannya harus melalui scan otak, semantara RS Taoyuan tidak memiliki alat tersebut. Nihayah berkunjung ke rumah sakit di sela-sela acara Asian Women Parliamentary Conference yang dihelat di Taiwan, Jumat 26 Juni 2015.

IMNU Tegal

Sugiayem (40) merupakan TKW asal Dusun Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, saat ini sedang dirawat di ruang Gawat Darurat (ICU) General Hospital Taoyuan, Taiwan. Sugiayem merupakan warga Nahdliyin yang sadar betul akan hak-haknya sebagai pekerja.

“Ia merasa pekerjaan yang diberikan tidak sesuai perjanjian awal. Lalu ia memutuskan kabur dari rumah majikannya. Setelah itu, ia pun aktif mencari informasi ke KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) tentang tata cara pulang,” tutur Nihayah.

IMNU Tegal

Dalam hukum tenaga kerja di Taiwan, pekerja yang ‘melarikan diri’ dari majikan tidak lagi mendapat cover kesehatan dan biaya kepulangan. Karena itu, Sugiayem tidak mendapatkan biaya baik dari majikan maupun agen yang memberangkatkan.

Karena tidak ada biaya-biaya tersebut, sebelum terbang ke Taiwan, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil III Jawa Timur (Banyuwangi-Situbondo-Bondowoso) ini menghubungi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dzakiri, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dan juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Dari ketiga pejabat tersebut, Nihayah mendapat informasi soal status Sugiayem yang sudah kabur. “Posisinya bukan lagi sebagai pekerja, tapi WNI biasa. Sesuai nomenklaturnya, biaya berobat dan pemulangan Ibu Sugiayem berada di bawah tanggungjawab Kemenlu,” tandas Nihayah.

Menurut Nihayah, negara harus hadir untuk warganya. Sugiayem, bagi dia, termasuk warga Indonesia yang punya keberanian luar biasa. Karena itu, pemerintah Indonesia harus berterima kasih pada Sugiayem dan segera memenuhi hak-haknya. 

“Jangan sampai negara diam dan baru bereaksi setelah masyarakat sipil bergerak,” pungkas Nihayah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib IMNU Tegal

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT

Jember, IMNU Tegal

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap kali menjadi mimpi buruk dalam kehidupan kaum hawa, sungguh memprihatinkan. Korban meronta tapi tak berdaya. Mereka mau menjerit namun tak punya suara. Kenyataan itulah yang melatarbelakangi Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember untuk menggelar Training of Trainer (ToT) Kekerasan Dalam Rumah Tangga di aula Kantor Muslimat NU, Selasa (20/9).

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni menegaskan, pihaknya bertekad memberikan advokasi terhadap korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, KDRT masih marak terjadi, termasuk di pedesaan. Namun diakuinya kasus KDRT di pedesaan seringkali berlalu begitu saja karena pihak korban tidak mau melapor. “Oleh karenanya, Muslimat perlu ambil peran di situ. Berikan mereka pendampingan untuk memberikan rasa aman pada mereka dan yang lain,” ucapnya.

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT

Nyai Emi menambahkan, KDRT tidak bisa dianggap sepele, apa pun bentuknya. Sebab, KDRT tidak hanya terkait dengan penderitaan korban, tapi juga memberikan efek traumatik terhadap korban dan anggota keluarga yang lain, misalnya anak.

IMNU Tegal

KDRT yang melibatkan suami sebagai pelaku, katanya, bagaimanpun sulit untuk tidak diketahui anggota keluarga yang lain seperti anak. “Dan nyatanya, anak sering menjadi korban lanjutan akibat KDRT yang dilakukan suami. Orang tua cerai, anak yang jadi korban,” ujarnya di hadapan 100 peserta ToT tersebut.

Salah seorang narasumber, Hamdanah Usman mengungkapkan bahwa tujuan berumahtangga adalah untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawadaah wa rahmah, dengan menegakkan 6 prinsip. Yaitu kebenaran, keadilan, musyawarah, kemerdekaan, kesetaraan dan mu’asyaroh bi makruf. “Lho kalau pas terjadi kekerasan terus, itu kan tidak sesuai dengan cita-cita awal berumah tangga,” tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Habib IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir

Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini memblokir beberapa akun dan situs online setelah melakukan pengawasan dan menerima laporan dari masyarakat. Laporan terkait dengan konten media tersebut yang terindikasi mendukung secara jelas aksi teror, khususnya yang terjadi di Jalan MH Thamrin, 14 Januari 2016 kemarin lalu.

Sebagaimana dilaporkan dalam laman resminya, untuk kategori media sosial Kementerian Kominfo telah memblokir tiga akun Facebook, dua akun Twitter, dan sebuah telegram yang sudah terang pro terhadap aksi bom di sekitar Gedung Sarinah tersebut. Kementerian Kominfo juga telah memblokir sedikitnya 11 website berkenaan dengan tragedi itu.

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Melaporkan Akun dan Situs Radikal di Internet agar Diblokir

Kementerian Kominfo mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penanganan akun-akun media sosial juga situs-situs di internet yang terbukti mendukung aksi kekerasan atau terorisme. Caranya cukup mudah, hanya dengan malaporkannya melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id, dan pihak Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti.

IMNU Tegal

Laporan akan lebih efektif bila mencantumkan link, serta sejumlah bukti data secara terperinci yang benar-benar menjadi keberatan pelapor dan diperkirakan berdampak buruk bagi kepentingan publik. Data bisa berupa rekaman tampilan layar (screenshot) atau keterangan yang padat dan jelas.

Selain situs dan akun radikal di internet, Kementerian Kominfo juga bertanggung jawab terhadap pemblokiran situs-situs pornografi, perjudian, perdagangan orang, transaksi narkoba, dan situs-situs merugikan lain yang disalahgunakan. (Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib IMNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Hasyim: Masyarakat Tak Percaya Pemerintah Bisa Jaga Keselamatan Nuklir

Jakarta, IMNU Tegal

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan penolakan para ulama di Jepara tentang rencana PLTN Muria sebenarnya berakar dari kekhawatiran karena mereka belum percaya pemerintah bisa memastikan keselamatan proyek tersebut.

“Wong gardu listrik saja njebluk (meledak.red), lalu bagaimana nantinya kalau ada kebocoran nuklir, ini yang dikhawatirkan oleh masyarakat Jepara,” tuturnya di PBNU, Senin (3/9).

Dikatakannya bahwa nuklir sendiri sifatnya adalah netral, tidak bisa dihukumi halal atau haram, tergantung pada penggunaannya. Disinilah para ulama di Jepara dalam forum Bahtsul Masa’il pada tanggal 1-2 September 2007 memutuskan bahwa aspek mudharatnya lebih besar daripada manfaat yang akan diperoleh.

Hasyim: Masyarakat Tak Percaya Pemerintah Bisa Jaga Keselamatan Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Masyarakat Tak Percaya Pemerintah Bisa Jaga Keselamatan Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Masyarakat Tak Percaya Pemerintah Bisa Jaga Keselamatan Nuklir

Penolakan masyarakat Jepara ini mendapat respon dari sejumlah LSM dan industri yang ada di Jepara dan sekitarnya yang mengkhawatirkan hal yang sama dan bergerak untuk melakukan perlawanan. “Lihat saja, gayanya demo kan bukan gaya NU, tetapi gaya LSM,” paparnya.

Meskipun demikian, Kiai Hasyim berpendapat bahwa energi nuklir tetap diperlukan di Indonesia sepanjang untuk tujuan damai dan sebagai energi alternatif. Sumber energi ini jauh lebih murah dibandingkan dengan energi lainnya.

“Kalau masyarakat Jepara menolak, jangan dipaksakan disitu, nanti terus diriwuki (diganggu.red)), cari saja tempat lain yang masyarakatnya mau menerima,” tandasnya. (mkf)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Habib, Berita, Tegal IMNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

Ponorogo, IMNU Tegal. Keinginan Warga Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPonorogo, JawaTimur untukmendapatkan layanan pendidikan tinggi yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah akan segera terwujud. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Ponorogo merampungkan evaluasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

“Alhamdulillah izin sudah masuk di BAN PT untuk akreditasi 10 prodi (program studi) yang diajukan. Semoga awal bulan Agustus 2016 izin sudah keluar,” ungkap Murdianto An-Nawie dari Bidang Pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) PCNU Ponorogo, Ahad (31/7).

Menurut Murdianto, kalau izin dari Dikti dan BAN PT sudah keluar, maka UNU Ponorogo akan segera diluncurkan serta memulai proses penerimaan mahasiswa baru.?

“Bulan depan Insyaallah UNU Ponorogo sudah bisa launching. Setelah itu baru rekrutmen dan pendaftaran mahasiswa baru,” terang Wakil Rektor I INSURI Ponorogo ini.

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan untuk pendirian kampus NU tersebut, gedung 16 lokal, 3 unit laboratorium dan tanah seluas 11.000 meter persegi yang akan ditempati. Untuk mengurus berbagai fasilitas dan administrasi pendirian UNU, PCNU Ponororgo membentuk tim ad hoc pendirian UNU, terdiri dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Mohon do’a restu dari semua pihak,” pinta Murdianto. (Effendi Abdul Wahid/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, Habib IMNU Tegal

IMNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Pahami Garis Perjuangan NU dan Karakteristik Setempat

Indramayu, IMNU Tegal. Memahami garis perjuangan NU dan mengetahui karakteristik NU di wilayahnya menjadi hal yang penting ketika hendak mereposisi peran Lakpesdam dalam penguatan jama’ah dan jam’iyyah.?

Demikian disampaikan Yahya Ma’shum, ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU pada acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lakpesdam NU Jawa Barat di Indramayu, pada 24-25 November 2012.

Pahami Garis Perjuangan NU dan Karakteristik Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pahami Garis Perjuangan NU dan Karakteristik Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pahami Garis Perjuangan NU dan Karakteristik Setempat

Kurang memahami karakteristik wilayahnya, menurut Yahya, sering kali membuat beberapa program dan rencana aksi Lakpesdam di tingkat pengurus cabang kontraproduktif, tidak tepat sasaran dan bahkan terbengkalai.

Begitu pula kurang mengetahui garis besar perjuangan NU akan membuat program dan rencana aksi PC Lakpesdam tidak sejalan dengan apa yang di lakukan oleh pengurus cabang NU. Bahkan yang paling tragis adalah rencana aksi yang di rumuskan justru keluar dari garis besar perjuangan NU itu sendiri, dan itu sangat berbahaya bagi pengawalan dan pengamanan idoelogi Aswaja.

IMNU Tegal

Rapat koordinasi dengan agenda reposisi peran Lakpesdam dalam penguatan jama’ah dan jam’iyyah yang digelar oleh PW Lakpesdam NU Jawa Barat ini dihadiri oleh Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ, Ketua PWNU Jawa Barat Eman Suryaman. Para peserta yang hadir, menurut ketua PW Lakpesdam NU Jawa Barat H Tatang Astarudin adalah para pengurus cabang Lakpesdam NU se-wilayah Jawa Barat.?

Acara yang digelar selama dua hari di gedung PCNU Kabupaten Inderamayu ini, menurut ketua penyelenggara Ahmad Dasuki, menghasilkan beberapa rencana aksi.

IMNU Tegal

Pertama, di bidang pemeberdayaan Masyarakat, PC Lakpesdam akan menginisiasi kegiatan usaha masyarakat, membangkitkan partisipasi masyarakat dengan cara pengorganisasian masyarakat dan melakukan pendidikan politik.

Kedua, di bidang penguatan sumberdaya pengurus, PC Lakpesdam akan melakukan silaturrahmi intensif kepada pengurus-pengurus ranting, melakukan sosialisasi dan membuat data base.?

Ketiga, di bidang organisasi, yang akan dilakukan oleh PC Lakpesdam adalah pelatihan management organisasi, latihan dasar kepemimpinan dan mendorong PCNU untuk membentuk dan menghidupkan kembali ranting-rating yang terputus.

Keempat, di bidang kaderisasi, PC Lakpesdam NU akan merumuskan metodologi kaderisasi dan sekaligus menjadi fasilitator atau instruktur pelaksanaan kaderisasi. Rumusan-rumusan ini di latari atas pembacaan situasi dan karakter NU di masing-masing kabupaten.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz Syaerozie

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kiai, Ubudiyah, Habib IMNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menyayangkan kepada santri yang suka menghina para ulama seperti KH Said Aqil Siroj, KH Ahmad Mustofa Bisri atau KH Maimun Zubair. Karena menurutnya, ilmu yang diperolehnya tidak akan bermanfaat. 

"Maka dijamin (ilmu) dia tidak manfaat dunia akhirat," kata Kiai Maman saat mengisi Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sewindu Haul Gus Dur di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat

Kiai yang juga Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka ini mengatakan bahwa nama-nama seperti KH Said Aqil Siroj, KH Ahmad Mustofa Bisri atau KH Maimun Zubair memiliki sanad keilmuan yang nyambung dengan seluruh ulama di Nusantara. 

Sebaliknya, Kiai Maman menekankan agar para santri takdzim dan cinta kepada gurunya agar ilmunya bermanfaat. 

Pada acara ini, LD PBNU sempat memberikan santunan kepada 150 orang yang terdiri atas anak Yatim, piatu, fakir, dan dhuafa. 

IMNU Tegal

Hadir pada acara ini Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Wakil Ketua LD PBNU KH Syamsul Maarif, Wakil Ketua LD PBNU KH Misbahul Munir dan Pengurus LD PBNU yang lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Habib, Daerah, AlaSantri IMNU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

Solo, IMNU Tegal. Duet KH Shofwan Fauzi-Ahamd Helmi Sakdillah kembali memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keduanya terpilih secara aklamasi, setelah sebelumnya menggunakan cara musyawarah mufakat, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke XIV, yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (25/12).

Saat ditemui IMNU Tegal, Helmi mengatakan dalam kepemimpinannya untuk periode 2013-2018 nanti, akan tetap mengutamakan pengaaderan.

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

“Persoalan kaderisasi tetap menjadi prioritas kami. Harapannya kita dapat menggiatkan NU mulai dari ranting sampai tingkat cabang,” terangnya, Kamis (26/12).

IMNU Tegal

Ketua Tanfidziyah NU Solo tersebut, menjelaskan NU akan besar apabila didukung semua pihak. Salah satunya yakni dari para generasi muda. “Kini banyak dari generasi muda, yang sudah mulai nampak kiprahnya di NU Solo,” ungkapnya.

Selain masalah pengkaderan, Helmi juga akan menggarap pemberdayaan ekonomi warganya. “PCNU mendukung melalui MWC (Majelis Wakil Cabang) dan Banom (badan otonom), untuk membuat koperasi yang dapat mensejahterakan warga,” papar penasihat MUI Solo tersebut.

IMNU Tegal

Harapannya ke depan dengan kolaborasi antara program yang lama dan baru, dapat membuat NU Solo lebih baik. “Semoga bisa membawa lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Santri IMNU Tegal

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur

Dari segala dimensi, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur selalu diterima oleh banyak kalangan. Mulai dari kalangan lintas agama, suku, ras dan status sosial seseorang. Begitu beragam dan tak mengenal sekat. 

Di sisi lain, pemikirannya pun berserakan dimana-mana, mulai dari yang membicarakan tema keislaman dan toleransi, inklusifisme, humanitarianisme universal, soal Indonesia dan keindonesiaan, kiai dan pesantren, pribumisasi, civil society dan demokrasi, sepak bola hingga ziarah kubur. Oleh sebab itu, menurut saya, Gus Dur adalah aset bangsa yang tiada duanya di dunia ini, karena memang orangnya yang unik nan nyentrik

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Butir-Butir Hikmah dan Keteladanan Gus Dur

Semasa hidupnya, banyak pernyataan-pernyataan Gus Dur yang selalu dinanti-nanti oleh khalayak. Dan bahkan jika sudah di-blow up oleh media, tak jarang menjadi trending topic. Satu contoh ketika Gus Dur menyindir anggota DPR, yang dikatakan olehnya bahwa perilaku anggota dewan itu tak jauh beda dengan anak-anak TK (Taman Kanak-kanak). Sampai sekarang pun sentilan Gus Dur itu selalu dikutip oleh masyarakat. Maka tak menjadi aneh ketika Gus Dur bepergian, banyak wartawan yang menguntit dibelakangnya. Mengingat setiap tutur kata yang keluar darinya bagaikan mutiara yang begitu mempunyai daya jual tinggi. 

Kaitannya dengan hal itu, kehadiran buku ini tengah menyajikan kepada pembaca ihwal kutipan-kutipan pemikiran Gus Dur berdasarkan tema. Sang penulis menyarikannya dari ratusan kolom, artikel, buku, situs online, dan rekaman ceramah Gus Dur. Oleh sebab itu, buku yang ditulis oleh M. Sulton Fatoni dan Wijdan Fr ini begitu enak dan kaya dengan ‘celotehan’ khas ala Gus Dur. Membacanya, seakan tersentil dengan lontaran mantan presiden ke-4 RI tersebut.

IMNU Tegal

Seperti contoh Gus Dur atas pembelaannya terhadap kaum minoritas. Tak henti-hentinya Gus Dur mengkritik mayoritas yang dengan seenaknya melakukan amuk massa bahkan kekerasan dengan dalih agama. “Mayoritas bukan untuk menindas dan berbuat seenaknya sendiri. Mayoritas seharusnya melindungi dan mengayomi minoritas. Kita harus punya kelapangan dada untuk menerima pihak-pihak lain yang tidak sepaham dengan kita.” hlm. 20

IMNU Tegal

Hal itu tidak hanya diucapkan oleh Gus Dur tanpa tindakan sama sekali, namun juga dipraktikkan dalam kehidupan bermasyarakat. Fakta itu bisa dirasakan hingga kini. Walaupun saat ini jasadnya telah tiada, akan tetapi di tiap haulnya selalu ‘dirayakan’ oleh semua elemen masyarakat dari seluruh penjuru tanah air Indonesia. Yang mana tidak kenal sekat agama, ras, suku dan keyakinan. 

Gus Dur selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Orang Islam yang suka melakukan tindak kekerasan, pasti mendapatkan kritik dari beliau, baik melalui lisan maupun tulisannya. “Apa yang dilakukan kelompok Islam keras dengan menuntut penyeragaman, itu tidak bisa dibenarkan. Saya rasa, saya sependapat bahwa semuanya ini terjadi karena mereka nggak paham agama. Jika Al-Qur’an menyebut kata kafir, itu tidak diarahkan kepada Nasrani dan Yahudi, karena mereka memiliki julukan khusus ahlul al-kitab. Karenanya, yang dikatakan kafir itu tak lain musyrik Makkah, yang menyekutukan Tuhan. Baca gitu aja nggak bisa, ya repot.” hlm. 25. 

Gus Dur menyadari, kita ini orang Indonesia yang hidup di tengah keberagaman. Dan bangsa Indonesia ini, dibentuk tidak dengan cara yang instan. Dalam tema Indonesia dan keindonesiaan, Gus Dur mengingatkan kepada kita semua. “Tidak boleh lagi ada pembedaan kepada setiap warga negara Indonesia berdasarkan agama, bahasa, kebudayaan serta ideologi.” hlm. 74. Itulah prinsip Gus Dur dalam mengilhami makna semboyan Bhineka Tunggal Ika. Yaitu persatuan yang dalam.

Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapatkan banyak hikmah dan keteladanan yang sudah dicontohkan oleh Gus Dur, yang hemat saya, tidak hanya sekedar ngomong an sich, tetapi juga mewujud sebagai buah tindakan, yang mengarahkan eksperimen positif kepada masyarakat.

Banyak hikmah dan petuah yang bisa kita dapatkan dalam buku ini. Pembaca akan dibuat terkesima dari butiran-butiran kearifan sang waskita. Tentunya, tidak hanya untuk dinikmati saja, akan tetapi juga perlu diamalkan di setiap lika-liku kehidupan yang beragam ini. Semoga kita bisa meneladani dan mengikuti jejaknya. Amien.

Judul Buku: The Wisdom of Gus Dur, Butir-Butir Kearifan Sang Waskita 

Penulis: M. Sulton Fatoni & Wijdan Fr

Penerbit: Imania

Cetakan: Pertama, Februari 2014

Tebal:   512 halaman

ISBN: 978-602-7926-11-0

Peresensi: Muhammad Autad An Nasher, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan juga anggota Komunitas Pemikiran Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Habib, Fragmen IMNU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan

Sejak pagi Pak Tua berkopyah hitam itu berada di ruang utama Masjid al-Munawwaroh, menanti Gus Dur rampung mengisi pengajian bersama para santrinya.

Pak tua ingin suwuk dari Gus Dur. Suwuk atau semacam semburan doa seorang dukun itu diyakini sanggup memancarkan keberkahan. Air yang disuwuk dapat jadi obat, tak hanya untuk penyakit, tapi juga stress, pikun, bebal, hingga sulit cari jodoh.

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Buka Praktik Perdukunan

Usai pengajian, seketika Pak Tua menghampiri Gus Dur. Hadirin hanya bisa melongo.

IMNU Tegal

“Gus, saya minta suwuk,” ucapnya sembari menyodorkan sebotol air mineral ukuran besar.

IMNU Tegal

Entah apa yang dibaca, Presiden RI ke-4 ini tampak khusuk berkomat-kamit melayani permintaan Pak Tua.

“Wuussssss,” semburan Gus Dur menembus mulut botol air mineral.

“Terimakasih banyak Gus. Terimakasih!” wajah Pak Tua berbinar-binar dan segera menjauh dari tempat duduk Gus Dur.

Gus Dur telah memenuhi keinginan Pak Tua itu. Dan Pak Tua yakin sekali dengan keampuhan ilmu perdukunan Gus Dur. Para santri tersenyum. (Mahbib Khoiron/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock