Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengirimkan surat edaran terkait pelaksanaan hasil Munas ke-3 tentang Ahlul Halli wal Aqdi. Surat tertanggal 8 Juli 2015 itu telah dikirimkan kepada PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani oleh Pj. Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, Katib Aam PBNU KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Surat tersebut berisi empat butir kesepakatan Munas ke-3 di Jakarta yakni:

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kirimkan Surat Edaran Terkait Pelaksanaan Ahlul Halli wal Aqdi

Bahwa pemilihan Rais Aam pada Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama nanti akan dilaksanakan dengan sistem Ahlul halli wal Aqdi sebagai penerapan cara musyarawah mufakat sebagaimana dalam pasal 41 Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama. Bahwa Ahlul Halli wal Aqdi tersebut terdiri atas 9 (sembilan) orang ulama dengan kriteria sebagaimana termaktub dalam pasal 2 ayat (4) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus menyerahkan 9 (sembilan) nama Ahlul Halli wal Aqdi yang diusulkan pada saat pendaftaran (registrasi) peserta muktamar, sebagai bagian dari administrasi pendaftaran, sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (2) Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tahun 2015. Bahwa PW dan PC harus memusyarahkan sembilan (9) nama yang akan diusulkan itu. Dalam surat edaran tersebut disertakan empat (4) bundel lampiran yang berisi Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama NU tanggal 14-15 Juni 2015, penjelasan kronologis tentang asal muasal ahlul halli wal aqdi, 39 ulama yang diusulkan sebagai anggota ahlul halli wal aqdi dan formulir usulan 9 nama ahlul halli wal aqdi. (Red: Anam)

Penjelasan kronologis ahlul halli wal aqdi dapat diklik di sini.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hikmah, Habib, Makam IMNU Tegal

Minggu, 25 Februari 2018

Seluruh Calhaj Mentawai Sudah Berangkat

Jakarta, IMNU Tegal. Musibah tsunami di Mentawai yang menewaskan sedikitnya 312 orang di Sumatera Barat yang terjadi pada 26 Oktober lalu itu ternyata tidak mengganggu penyelenggaraan haji di embarkasi Padang. Bahkan seluruh calon jamaah haji asal kabupaten Mentawai sudah berangkat ke Tanah Suci.



Seluruh Calhaj Mentawai Sudah Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Calhaj Mentawai Sudah Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Calhaj Mentawai Sudah Berangkat

Kabid Haji, Zakat dan Wakaf  Kakanwil Kementerian Agama Sumbar H. Japeri pada Jumat (29/10) mengatakan, pada tahun ini ada enam orang calhaj (calon jamaah haji) berasal dari kabupaten Mentawai, seluruhnya sudah berangkat dengan Kloter 14 Padang, pada Kamis (28/10) , take off jam 14.00 Wib.

Calhaj asal kabupaten Mentawai, bila berangkat bergabung dengan kabupaten Padang atau Pariaman. Karena mereka mendaftar juga bukan di Mentawai. "Mereka mendaftar dan naik dari Padang atau Pariaman, mengingat di Mentawai Siskohat (sistem komputerisasi haji terpadu) belum online.

IMNU Tegal

Pada tahun ini, calhaj asal Mentawai berangkat bersama jemaah asal kota Pariaman. Mereka tergabung dalam kloter 14 mengangkut 359 orang dengan pesawat Garuda Indonesia. "Dalam kloter ini ada satu orang yang batal, karena meninggal dunia. Yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman Ridwan Bay, beliau sebagai jamaah biasa,"ujar Japeri.

Menurutnya, embarkasi Padang selain memberangkatkan jamaah haji Sumbar yang berjumlah 4.612 orang, juga jamaah asal provinsi Jambi dan Bengkulu seluruhnya 7.613 orang. Kloter terakhir berangkat pada 9 November mendatang, yaitu Kloter 22 merupakan gabungan dengan Kloter 16 dari embarkasi Balikpapan. "Pada kloter ini, 118 orang asal Sumbar, dan 221 orang dari Balikpapan,"tutur Japeri lagi. (amf/menag)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal RMI NU, Hikmah IMNU Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

Sukoharjo, IMNU Tegal. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah Al-Qurra Wa Al-Huffazh (JQH) Al-Wustha IAIN Surakarta membentuk divisi khusus sholawat yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa terutama dalam bidang seni Islam. ?

Mulai berdirinya sekitar satu tahun yang lalu, UKM ini ? sudah mengambil peran dalam mengembangkan ilmu keIslaman tidak hanya dari segi keilmuan murni namun juga dari sisi seni Islam itu sendiri.

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH IAIN Surakarta Kembangkan Tradisi Sholawat

“Sejak awal JQH memang sebagai media untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang mencintai seni selawat, seni membaca Al-Qur’an seperti Qiraah, kegiatan hafalan Al-Qur’an dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Imah salah satu pengurus UKM JQH, Sabtu (27/12).?

Ia mengatakan, ada lima devisi kegiatan yang dapat dipilih oleh anggota baru, diantaranya divisi ? sholawat, divisi kaligrafi, divisi tafsir, divisi tahfidz, dan divisi tilawah," jelasnya.?

IMNU Tegal

“Bahkan ? beberapa waktu yang lalu kami baru saja mengadakan diklat di Pesantren Al Hikam Boyolali dan materi yang diberikan meliputi tiga materi pokok diantaranya adalah, ke-JQH-an, seni dan Islam, serta materi aswaja. Ketiganya perlu diberikan kepada mahasiswa sebagai pengetahuan awal mengikuti kegiatan JQH,” terangnya.-

Diharapkan dengan hadirnya JQH Al Wustha ini dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian Islam yang mulai redup terutama dikalangan mahasiswa. (ahmad rosidi/mukafi niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

Jember, IMNU Tegal. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof. Muhammad Nasir menyatakan, saat ini semua perguruan tinggi memiliki kedudukan yang sama dalam hal membangun pendidikan tinggi. Tidak ada lagi dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

“Ini dimaksudkan agar semua perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama dan saling berlomba dalam hal perkembangan pendidikan tinggi,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja di Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/1), sebagainama siaran pers yang diterima IMNU Tegal.

Tidak adanya dikotomi antara PTN dan PTS itu dibuktikan dengan pembubaran Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) yang selama ini mengelola PTS. Nanti semua perguruan tinggi akan diakomodasi dalam lembaga baru, yakni Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT).

IMNU Tegal

Meski demikian, M Nasir berharap agar perguruan tinggi yang sudah maju harus bisa menjadi daya ungkit untuk perguruan tinggi yang masih dalam proses berkembang.

“Jangan sampai jarak antara perguruan tinggi yang sudah maju dengan yang masih berkembang terlampau jauh. Perguruan tinggi yang sudah maju harus membantu yang masih berkembang agar pendidikan tinggi kita merata,” tegasnya.

IMNU Tegal

Lebih jauh M Nasir juga menegaskan, cita-cita besar yang hendak dibangun untuk pendidikan tinggi di Indonesia adalah, perguruan tinggi yang sudah maju harus mampu bersaing menjadi perguruan tinggi maju di dunia lainnya.

“Jadi perguruan tinggi yang sudah maju harus menjadi perguruan tinggi top world. Sementara perguruan tinggi yang masih berkembang akan menjadi perguruan tinggi yang maju di Indonesia,” harapnya.

Untuk itu, dirinya sangat berharap agar semua perguruan tinggi saling bersaing untuk menjadi perguruan tinggi unggulan yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi dunia lainnya. ?

Sementara itu, terkait dengan penelitian, M Nasir berharap agar hasil penelitian yang dihasilkan oleh para peneliti di Indonesia ini hendaknya memiliki dampak yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Para peneliti sebaiknya memahami apa kebutuhan masyarakat, sehingga hasil penelitiannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Hikmah IMNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali

Banyumas, IMNU Tegal. Warga Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen Banyumas, Jawa Tengah khususnya warga jamiyah Nahdlatul Ulama kembali tengah berencana kembali membangun Masjid Jami At Taqwa yang akhir Januari 2014 lalu, roboh diterpa gempa bumi.

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali

Desain dan anggaran untuk pembangunan Masjid Jami At Taqwa Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen hingga kemarin pertengahan April 2014 ini masih terus dibahas. Pasalnya pembangunan masjid ini  perlu perencanaan desain konstruksi yang matang. Selain itu, anggaran pembangunan masjid juga masih terus dikumpulkan dari berbagai sumber.

Dalam musyawarah panitia pembangunan Masjid Jami At Taqwa Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen, Kamis (17/4) malam terungkap selain menghimpun swadaya dari masyarakat dan donatur lainya, panitia juga tengah menunggu kepastian bantuan penanganan gempa yang dijanjikan Pemkab Banyumas.

IMNU Tegal

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Yul Khoerudin mengatakan usai gempat terjadi  hingga pertengahan April 2014 ini telah terkumpul uang bantuan sebanyak 107 juta. Selain itu juga ada sekitar 425 sak semen, 315 dus keramik dan berbagai material bangunan lainnya.

"Kami harap berbagai bantuan yang terkumpul bisa menjadi modal awal pembangunan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami," kata Yul Khoerudin.

IMNU Tegal

Tokoh ulama setempat, Habib Muhammad Al Habsyi yang juga takmir masjid mengatakan, panitia pembangunan terus bermusyawarah secara rutin tiap minggu untuk membahas langkah lanjutan untuk pembangunan masjid ini.

Komunikasi dan koordinasi panitia dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lain juga terus diintensifkan untuk memperlancar proses pembangunan kembali masjid warga ini.

"Kami dari warga juga tidak akan berpangku tangan terkait penanganan pasca musibah gempa yang membuat ambruk masjid kami. Makanya kami dari panitia bersama pemerintah akan duduk bersama untuk membahas secara matang konsep detail dan anggaran pembangunan masjid ini. Semoga secepatnya pembangunan ini terealisasi," jelasnya.

Petugas Posko Bencana Gempa Masjid Jami At Taqwa, Muhammad Tohar Fauzi mengatakan bagi siapa saja yang terketuk hatinya untuk membantu pembangunan masjid dapat langsung menghubungi petugas posko bencana di nomor ponsel 081391131030 (Muhammad Tohar Fauzi) atau dating langsung ke Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Selain itu, panitia pembangunan masjid juga menerima bantuan melalui rekening BRI Syariah KCP Ajibarang 1015829687.

Seperti diketahui, akibat gempa bumi yang berpusat di wilayah barat daya Kebumen akhir Januari 2014 lalu, membawa dampak bagi rusaknya ratusan rumah di Desa Karangklesem Kecamatan Pekuncen. Efek terdahsyat dari gempa juga mengakibatkan Masjid Jami At Taqwa di Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen ambruk. Pasca ambruk, warga bersama pemerintah daerah dibantu berbagai pihak lain mengadakan perataan lokasi masjid dan merencanakan pembangunan kembali.(susanto/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, News IMNU Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis

Mbah Ngismatun Sakdullah Solo (w. 1994)—biasa dipanggil Mbah Ngis—berhati lembut hingga beliau tidak mau mempermalukan orang lain di depan orang banyak. Sikap itu dapat kita lihat misalnya ketika menghadapi seorang anak sekolah yang sering mengambil jajanan di warungnya. Sebagai anak Mbah Ngis, Pak Udin tidak senang mendengar ada muridnya yang suka mengambil dagangan ibunya tanpa bayar. Tetapi Mbah Ngis menolak mentah-mentah menyebutkan namanya ketika Pak Udin menanyakan nama anak itu. Mbah Ngis khawatir Pak Udin akan memarahi anak itu di dalam kelas sehingga diketahui seluruh temannya. ?

“Jangan… Jangan tanya namanya. Akan aku coba atasi sendiri supaya masalah ini tidak didengar banyak orang,”? kata Mbah Ngis kepada Pak Udin.

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Ngis Buat Pencuri Menangis

“Kalau saya tahu namanya kan saya bisa menasihatinya di kelas saat memberikan pelajaran, Bu,”, kata Pak Udin pada Mbah Ngis untuk meyakinkan bahwa Pak Udin bisa membantu karena ia adalah? guru di sekolah itu.

“Nah, itu yang aku khawatirkan,” kata Mbah Ngis.

IMNU Tegal

Mbah Ngis kemudian menceritakan bahwa sebenarnya beliau bisa menangkap basah anak itu cukup dengan menahan tangannya ketika mengambil barang. Memang wajahnya tidak tampak karena bersembunyi di balik teman-temannya yang berjubel di saat istirahat sekolah. Tetapi Mbah Ngis memilih diam dan pura-pura tidak tahu.

IMNU Tegal

“Mengapa tidak langsung ditangkap saja bu... dan kemudian dinasihati baik-baik supaya kapok?” tanya Pak Udin pada Mbah Ngis.

Mbah Ngis menjawab bahwa semula beliau pernah berpikir seperti itu. Tapi selalu beliau urungkan karena membayangkan betapa malunya anak itu kalau ditangkap basah di depan teman-teman sendiri. Mbah Ngis justru merasa kasihan sama anak itu. Apalagi menurut Mbah Ngis, ini juga menyangkut nama baik kedua orang tuanya.

“Hahaha,” tawa Pak Udin lirih.? “Gimana sih, Bu? Ibu kasihan sama dia, sedangkan dia tidak kasihan sama kita,” tanya Pak Udin pada Mbah Ngis, setengah memprotes.

Mbah Ngis menjawab bahwa usul putranya itu cukup bagus, tetapi masih ada cara yang lebih bagus dan lebih bijak. Cara itu adalah menasihatinya pada saat dia jajan sendirian sehingga tidak ada orang tahu. Bagaimanapun menurut Mbah Ngis, tidak baik mempermalukan anak di depan orang banyak.

“Tapi maksud Ibu kan baik?!” Kata Pak Udin berargumentasi.

Namun, argumen tersebut tampak patah begitu saja oleh jawaban Mbah Ngis bahwa justru karena Mbah Ngis punya maksud baik, maka caranya pun juga harus baik. Mbah Ngis sekali lagi mengatakan akan menasihati anak itu ketika sepi tak ada orang lain. Mbah Ngis berharap akan dipertemukan Allah SWT dengan anak itu ketika tak ada orang lain selain dia dan Mbah Ngis.

Harapan Mbah Ngis akhirnya terkabul. Suatu hari di siang yang sepi anak itu jajan sendirian di warung Mba Ngis. Ketika transaksi sudah selesai, Mbah Ngis meminta waktu untuk berbicara. Mbah Ngis mengatakan bahwa Mbah Ngis cukup tahu semua ketidakjujuran anak itu selama ini dengan sebelumnya meminta maaf karena mengganggu waktunya. Anak tersebut mencoba menyangkal dengan pura-pura tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Mbah Ngis.

“Masak kamu tidak tahu?” Tanya Mbah Ngis dengan tatapan mata agak tajam. “Apa aku harus mengungkapkan semuanya?”

Anak itu terdiam agak lama. Sejurus kemudian ia mengatakan bahwa ia paham dengan apa yang dimaksudkan Mbah Ngis. Tak lama setelah itu, ia menundukan kepala. Ia tidak mengira sama sekali kalau selama ini ternyata Mbah Ngis menyimak dan tahu semua masalah ketidakjujurannya. Anak itu akhirnya menangis di depan Mbah Ngis dan berjanji tidak akan mengulangi.

Ya wis... sing wis ya wis... Ojo dibaleni maneh. Tak dongakke kowe dadi bocah sing becik lan sukses tembe mburune” (Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Jangan diulangi lagi. Saya doakan kamu jadi anak yang baik dan sukses di kemudian hari),” kata Mbah Ngis sambil menenangkannya dan meminta agar ia mengusap air matanya.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama UNU) Surakarta







=====

IMNU Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Hikmah, Aswaja IMNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Puasa dan Kejujuran

Oleh KH Zakky Mubarak



Salah satu hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah menumbuhkan sikap jujur, rajin menegakkan keadilan dan kebenaran. Ibadah puasa pada dasarnya memerlukan kejujuran dari setiap orang yang melaksanakannya, baik jujur terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Tanpa kejujuran tidak mungkin ada ibadah puasa, karena ibadah itu dilakukan dengan keinsyafan dan tidak ada pengawasan dari manusia lain.?

Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Kejujuran

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Maidah, 5:8).

Ayat tersebut memerintahkan kepada kita agar: (1) Selalu menegakkan kejujuran serta kebenaran karena Allah semata. Maksudnya kita berlaku jujur dan menegakkan kebenaran itu, tidak mengharapkan pamrih materi atau kemewahan dunia lainnya, tetapi hanya mengharap keridhaan Allah SWT (2) Menjadi saksi yang adil, apabila kita diperlukan untuk memberikan kesaksian, dalam rangka mencari kejelasan suatu perkara hendaknya bersedia menjadi saksi yang adil. Kita harus selalu terpanggil untuk ikut andil dalam melahirkan keputusan-keputusan yang benar dan jujur. (3) Jangan¬lah kebencian terhadap suatu kaum, mendorong kita untuk berbuat tidak adil. Menetapkan suatu hukum harus selalu berdasarkan keadilan, baik terhadap orang yang dicintai ataupun yang dibenci.

Yang dimaksud dengan jujur pada kajian ini adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta ataupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat dijuluki dengan sebutan “al-Amin” artinya orang yang terper¬caya, jujur dan setia. Dinamai demikian karena segala sesua¬tu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan dan rongrongan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sifat jujur dan terper¬caya merupakan sesuatu yang sangat dipentingkan dalam segala kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan, hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

IMNU Tegal

Dalam kehidupan rumah tangga, kejujuran harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga itu, demi ketentraman dan kebaha¬giaan yang sama-sama didambakan. Sekiranya tidak ada kejujuran dalam kehidupan suatu keluarga, maka tatanan keluarga itu menjadi porak-poranda. Bayangkan, sekiranya anggota keluarga saling tidak jujur, suami terhadap istri demikian pula sebaliknya, anak terhadap orangtua, demikian juga orang tua terhadap anak, pasti rumah tangga itu akan menjadi berantakan.

Dunia perdagangan dan perniagaan juga memerlukan kejujuran, dengan kejujuran perniagaan itu akan memperoleh kemajuan yang tinggi, karena tidak ada orang yang dirugikan. Penjual ataupun pembeli sama-sama memperoleh keuntungan yang bermanfaat bagi kelompoknya masing-masing. Perdagangan yang tidak disertai dengan kejujuran, pasti akan menimbulkan penipuan-penipuan, dengan jalan memalsu barang, mengurangi takaran, yang kesemuanya itu akan mengakibatkan kerugian dan perdagangannya akan bangkrut.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga memerlukan kejujuran semua pihak, jika tidak ada kejujuran nis¬caya akan menimbulkan kegoncangan dan kekacauan di tengah-tengah kehidupan dari masyarakat atau bangsa tersebut. Di antara faktor yang menyebabkan Rasulullah Muhammad SAW berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifatnya dan akhlaknya yang terpuji. Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya, sehingga beliau mendapat gelar “al-Amin” (orang yang terpercaya atau orang yang jujur).

IMNU Tegal

Dalam mempertahankan dan menegakkan keadilan haruslah dilakukan sejujur mungkin dan seobyektif mungkin, kepada siapa saja dengan tidak memandang bulu. Kita harus bersikap adil meski¬pun terhadap orang-orang yang tidak kita sukai, keadilan harus ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak boleh melaku¬kan diskriminasi. Mengenai hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak(mu) dan kaum kerabat(mu). Jika ia (yang terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan memberi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Nisa, 4:135).

Ibadah puasa yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah akan membentuk para pelakunya menjadi orang-orang yang bersikap adil, menegakkan kebenaran dan berlaku jujur dalam segala aspek kehidupannya.





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Berita, Hikmah IMNU Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Jakarta, IMNU Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madany akan mendorong penyelenggaraan muktamar ke-33 NU di NTB dengan alasan untuk pengembangan NU di luar Jawa. NTB juga menawarkan pesantren sebagai lokasi muktamar.

Ia menuturkan, sebelumnya salah satu rais syuriyah PBNU KH Machasin sudah melakukan kunjungan tidak resmi ke pesantren Komarul Huda, Bagu Prinderate Lombok yang diasuh oleh Tuan Guru Turmudi yang diusulkan menjadi lokasi muktamar. Dari hasil kunjungan tersebut, bisa disimpulkan infrastruktur pokok sudah siap, tinggal melengkapi kekurangan dengan fasilitas MCK.

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Luar Jawa dan di Pesantren, Katib Aam Dorong Muktamar di NTB

Di kompleks pesantren tersebut telah terdapat perguruan tinggi berupa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar berbagai kegiatan muktamar.?

IMNU Tegal

“Saya kira Lombok-lah yang paling representatif,” tandasnya.

IMNU Tegal

Merujuk pendapatnya mantan rais aam PBNU KH Sahal Mahfudh, yang dimaksud pesantren siap menyelenggarakan muktamar adalah sudah memiliki infrastruktur yang pokok. “Kalau siap dibangunkan aula, itu ngak siap namanya. Kalau NTB sudah siap. Yang perlu ditambah cuma MCK, ini kan masalah kecil.”?

“Jadi kalau nanti ada rapat gabungan, maka saya termasuk yang cenderung mendukung apa yang disaksikan langsung oleh Prof Dr Mahasin. Apalagi saya juga mendengar disini kemarin, teman-teman yang dari NTB itu menceritakan bagaimana gubernur NTB Zainul Majdi sangat berharap muktamar NU juga disana,” jelasnya.

Mengenai masalah transportasi, menurutnya tidak masalah karena jaraknya dari bandara baru Internasional Lombok yang baru diresmikan pada 2011 lalu hanya 30 menit.?

Transportasi NTB semakin bagus karena menjadi tujuan wisata yang menyaingin Bali. Dari berbagai lokasi di Indonesia bisa langsung ke NTB tanpa perlu transit dulu ke Jakarta. ?

“Kalau tahun 1936 kita bisa menyelenggarakan muktamar di Banjarmasin, apalagi sekarang. Ngak ada alasan untuk soal transportasi,” jelasnya.?

Sebelumnya, lokasi pesantren Bagu NTB tersebut sudah pernah sukses menjadi penyelenggara munas dan konbes NU saat kepemimpinan Gus Dur ketika pesantren tersebut masih sangat sederhana. Kini, setelah pesantrennya berkembang pesat dengan berbagai lembaga pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, tentu sangat tepat penyelenggaraan muktamar di Lombok Tengah itu.

Tambahan lagi dengan eksotisme pulau tersebut, seusai muktamar, para muktamirin bisa mengunjungi berbagai obyek wisata yang menarik.

Mengenai calon lokasi muktamar di Medan, kendalanya adalah tempat penyelenggaraan di asrama haji karena belum ada pesantren yang representatif.

Tentang keinginan Jawa Timur yang sudah 11 kali menyelenggarakan muktamar, hal ini tidak banyak berarti lagi untuk pengembangan NU karena disitu memang lumbungnya NU, seperti nguyahi segoro (menggarami laut).

Ia menginginkan, NU menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, tidak terpusat di Jawa, apalagi Jawa Timur. “Saya menginginkan seluruh Nusantara NU-nya sama besar dan itu memerlukan kesadaran kita untuk berupaya bagaimana kalau perhelatan-perhelatan NU yang bersifat nasional dan akbar diselenggarakan di luar Jawa.”

Sebetulnya potensi NU di luar Jawa cukup besar, tetapi karena selama ini kurang disapa, akhirnya ya melempem. Ia memberi contoh, ketika Makassar diputuskan sebagai lokasi muktamar, NU-nya langsung bergerak dan sampai sekarang terus berkembang. Terbukti, PWNU Sulawesi Selatan mampu membangun gedung kantor NU lima lantai yang lengkap dengan gedung pertemuan yang bisa disewakan.?

“Saya kira ini tidak bisa dibantah merupakan barokahnya muktamar di Makassar,” jelasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Berita IMNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah banyak dikaji di Mesir, Turki, dan Iran. Disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini belum mendapat perhatian serius di pesantren maupun perguruan tinggi Islam di Indonesia.Satu lagi kitab langka karangan ulama Nusantara yang menjadi rujukan penting dalam bidang sintaksis Arab (ilmu sharaf): “Hasyiah Tadrij al-Adani ila Qira’ah Syarh al-Sa’d al-Taftazani ‘ala Tashrif al-Zanjani”, karangan Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi (w. 1324 H/1906 M), cucu sekaligus murid Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi.

Tadrij al-Amani merupakan hasyiah (catatan-komentar panjang) atas syarh (penjelasan) al-Taftazani (w. 792 H/ 1390 M) atas matn (teks) al-Zanjani (w. 655 H). Ketiganya (baik matn, syarh, atau pun hasyiah) sama-sama terhitung sebagai kitab terpenting dalam bidang ilmu sharaf. Tadrij al-Amani untuk pertama kalinya dicetak di Maktabah ‘Isa al-Babi al-Halabi di Kairo pada tahun 1348 H (1929 M), atau 23 tahun selepas kewafatan sang pengarang (Syaikh ‘Abd al-Haqq ibn ‘Abd al-Mannan al-Jawi).

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Tadrij al-Adani, Karya Murid Syekh Nawawi Banten di Bidang Ilmu Sharaf

Menimbang nilai penting kitab ini, ia pun banyak dikaji dan disunting (dirasah wa tahqiq) oleh banyak cendikiawan, sekaligus mengalami cetak ulang berkali-kali di berbagai negara Muslim (bukan hanya di negara Arab), seperti di Iran (Kitabkhane Arumiye, Qum, 1338 H; Kitabkhane Farus, Qum, 1994 M; Dar Zain al-‘Abidin, Qum, 2015 M), dan juga di Turki (al-Maktabah al-Hanafiyyah, Istanbul, tt; Maktabah Saida, Diyarbakir, 1436 H; Dar Nûr al-Shabah, Istanbul, 2015 M).

IMNU Tegal

Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi menghimpun dan mensarikan kajian-kajian terpenting dalam ilmu sharaf, memilih teori sintaksis paling baik, sekaligus menyortir pendapat paling akurat. Karena itulah, dalam halaman akhir versi cetakan edisi pertama kitab tersebut (al-Halabi, Kairo, 1929 M), disebutkan bahwa: “kitab ini sangat kaya materi, lugas bahasanya, menghimpun kajian-kajian penting yang banyak terpisah dan tercecer dalam bidang ilmu ini (sharaf/ sintaksis Arab), disertai catatan dan analisa yang tajam, yang menunjukkan akan banyaknya membaca (sang pengarang), luhur ilmunya, dan luas wawasannya”.

Terdapat lima kitab penting ilmu sharaf yang dijadikan rujukan utama Syaikh Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi dalam menulis karyanya ini, yaitu (1) Hasyiah al-Nashir al-Laqqani ‘ala Syarh al-Taftazani, (2) Syarh al-Manshûr al-Thablawi ‘ala Tashrif al-Zanjani, (3) Syarh al-Fushûsh karangan Syaikh Nawawi al-Bantani, (4) Hasyiah al-Dadah Junki ‘ala Syarh al-Taftazani (Dede Cun, ulama Turki-Ottoman), dan (5) Hasyiah al-‘Allamah Qasim al-Ghazzi ‘ala Syarh al-Taftazani.

IMNU Tegal

Dalam asumsi saya, karya ini ditulis tak lama setelah kewafatan Syaikh Nawawi Banten (w. 1316 H/ 1898 M), kakek sekaligus guru dari Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi. Ketika menyinggung rujukan ke-3, yaitu Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “yang mana zaman pun menangis karena kepergiannya, dan ‘arasy al-Mannan pun terguncang karena kematiannya, seorang alim pada masanya, kebanggaan abadi; guruku sekaligus teladanku, al-Marhûm Syaikh Muhammad Nawawi ibn al-Marhûm Syaikh ‘Umar al-Jawi al-Bantani al-Tanari”.

Kitab Hasyiah Tadrij al-Adani karangan seorang ulama Nusantara ini telah (catat: telah) banyak dikaji, disunting, dan diterbitkan di pelbagai negara Muslim (Mesir, Turki, dan Iran). Yang justru disayangkan, karya momumental ilmu sharaf ini justru belum (catat: belum) mendapat perhatian serius (baik inventarisasi naskah kitab, kajian, suntingan, dst) dari sesama anak bangsanya (Nusantara) dan anak kalangannya (santri).

Padahal, dalam kata pengantar kitab ini, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi mengatakan: “aku menjadikan kitab ini sebagai pengingat bagiku, juga bagi anak-anak sebangsaku, untuk memudahkan memahami Syarh al-Taftazani atas Matn Tashrif al-Zanjani”.

Kenyataan di atas tentu sangat pahit dan membuat sesak dada kita.

Selain mengarang Hasyiah Tadrij al-Adani, Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi juga mengarang al-Aqwal al-Mulhaqat ‘ala Syarh al-Waraqat dalam bidang uhsul fikih. Kitab ini masih berupa naskah-manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kementrian Wakaf Saudi Arabia di Mekkah. Naskah-manuskrip tersebut menunggu sentuhan tangan “santri-filolog” dari Nusantara, tanah air dan bangsa dimana Syaikh ‘Abd al-Haqq al-Jawi berasal, untuk segera mengkaji dan menyuntingnya (dirasah wa tahqiq). (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Penting, Dakwah dengan Tulisan

Bantul, IMNU Tegal. Dakwah, selain dilakukan dengan lisan, penting juga dengan tulisan. Dengan menulis, da’i mampu memberikan pengalaman dakwahnya kepada publik, sehingga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting, Dakwah dengan Tulisan

Demikian disampaikan KH Munawir AF, saat menerima silaturahim aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa), di ndalemnya Krapyak Bantul, Yogyakarta, Rabu (8/5).

“Menjadi da’i harus juga menjadi penulis, biar aktivitas dakwahnya bisa menjadi pelajaran buat generasi masa depan,” kata kiai yang Mustasyar PWNU DIY ini.

IMNU Tegal

Bagi Kiai Munawir, semangat menulis jangan sampai padam. Dengan menulis, maka spirit dakwah akan menjadi abadi. Kisah dakwah para kiai akan “selesai” kalau tidak ditulis. Dengan ditulis, maka bisa melahirkan semangat berkobar bagi lahirnya generasi da’i masa depan yang lebih progresif.

IMNU Tegal

Ia juga menuturkan, contoh dakwah dengan tulisan yang paling sederhana menceritakan kealiman guru. Ia mengaku setiap membuka akun Facebook, selalu menulis kisah-kisah gurunya, di antaranya KH Ali Maksum, yang sangat menginspirasi jalan hidupnya.

“Dengan menulis kisah-kisah Mbah Ali Maksum dan Krapyak, semoga menjadi inspirasi dan ibroh buat sesama,” pungkasnya.

Redaktur         : Abdullah Alawi

Kontributor     : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, Anti Hoax, Hikmah IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Probolinggo, IMNU Tegal. Kepengurusan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo masa khidmah 2015-2016 resmi dilantik, Ahad (10/1). Pelantikan yang digelar di aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Probolinggo ini dipimpin oleh Anwari Ilham dari PKC PMII Jawa Timur. Kepengurusan yang baru dilantik akan memperketat kaderisasi.

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Baru PMII Probolinggo Perketat Kaderisasi

Hadir dalam pelantikan ini PMII se-Probolinggo, PMII se-Situbondo, PMII se-Bondowoso, PMII se-Lumajang serta PMII dari Rayon Sastra Unej Jember. Hadir pula Ketua PMII Probolinggo Fajar Ilyas, Ketua IKA PMII Probolinggo Badrus Sholeh, dan Ketua Mabincab PMII Probolinggo Abdur Rohman Mawardi.

Fajar Ilyas menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh para mahasiswa di Probolinggo dengan harapan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan keinginan para mahasiswa.

IMNU Tegal

“Fokus utama kami setelah dilantik adalah proses regenerasi organisasi. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah memperketat kaderisasi di semua tingkatan di Probolinggo,” katanya.

IMNU Tegal

Demi mewujudkan hal itu, Fajar Ilyas mengharapkan doa dan dukungan serta kerja sama dari semua pengurus PMII Probolinggo. “Tanpa dukungan dan kerja sama, sebagus apapun program tidak akan berjalan dengan maksimal,” jelasnya.

Sementara Anwari Ilham mengharapkan agar pengurus PMII Probolinggo yang baru dilantik dapat bekerja lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Terlebih saat ini banyak tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa di tengah perkembangan zaman yang semakin maju.

“Kader-kader PMII yang baru saja dilantik harus mampu memberikan warna baru dalam kegiatan mahasiswa di kampusnya masing-masing. Semoga PMII Probolinggo mampu menciptakan kader yang berkualitas,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, Makam, Hikmah IMNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Oleh Muhammad Syamsudin

Dewasa ini marak berkembang jasa-jasa produk perbankan syari’ah, seperti obligasi syariah, reksadana syariah, efek syari’ah, saham syari’ah, dan lain sebagainya. Semangat dari pendirian perbankan syariah di Indonesia ini adalah tidak luput dari karena adanya perhatian terhadap mayoritas penduduk Indonesia yang didominasi oleh umat Islam.

Hal ini berbuntut kepada kewajiban dari seorang presiden (imam) dan/atau yang mewakilinya untuk menjaga kualitas diri masyarakat yang dinaunginya dalam bingkai ajaran agamanya, sebagaimana hal ini disinggung dalam Pasal 29 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara melindungi dan menjamin pelaksanaan setiap pemeluk agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Dalam bingkai masyarakat yang terdiri atas umat Islam, menandakan bahwa kewajiban negara tersebut adalah mengupayakan agar perjalanan syariat agama khususnya dalam bidang muamalah yaumiyah warganya berlangsung sesuai dengan konsep ajarannya. 

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Beberapa Problem Fiqih dalam Perbankan Syari’ah

Terkait dengan masalah tersebut, maka dalam bidang keuangan dan sirkulasi muamalah warganya, negara berkewajiban menyediakan fasilitas yang bisa membebaskan warganya dari praktik-praktik yang dilarang oleh syariat. Suatu misal, adalah konsep riba. Dengan demikian, maka wujud tanggung jawab negara terkait dengan upaya membebaskan warganya dari praktik riba ini, maka ia harus menyediakan sebuah badan/jasa keuangan yang zero riba.

Inilah pangkal utama berdirinya perbankan syariah yang secara lahiriah bertolak belakang dari perbankan konvensional yang justru melegalisasi riba (bunga) namun dalam konstruk yang terukur. Semangat dari kedua model perbankan ini sebenarnya adalah sama, yaitu membawa kemaslahatan bagi warga negara Indonesia. Hanya saja, untuk perbankan syariah lebih mengerucut lagi yakni kemaslahatan umat Islam dan menyediakan jasa bebas riba (zero riba). Dengan demikian, bank/jasa keuangan syariah, dalam hal ini jelas meneguhkan standing point-nya sebagai antitesa dari bank konvensional. Ia merupakan kebalikan. Jika merupakan kebalikan, maka keduanya tentu ada pangsa saing. Daya saing mutlak harus dikembangkan selama tidak keluar dari rel utama kemaslahatan dan bingkai ajaran.

Permasalahan utama peningkatan daya saing lembaga dan produk jasa syariah ini sebenarnya adalah bagaimana ia melakukan upaya menghidupi lembaga/jasa syariah ini, padahal ia harus bebas bunga? Jika dalam bank konvensional, keberadaan bunga merupakan bagian dari upaya financing terhadap perbankan, sementara dalam bank syariah harus diambil darimana?

IMNU Tegal

Tentu jawabnya adalah dari usaha yang dipandang legal oleh syariah. Hasil dari usaha tersebut bisa membawa kepada ribhun atau laba yang secara mutlak adalah sah dalam bingkai fiqih. Dengan demikian, ruang lingkup usaha lembaga ini pasti tidak jauh dari akad musyarakah, murabahah, mudlarabah, mudayanah (kredit), qardlu, ijarah, istishna’ (penciptaan lapangan usaha/padat karya) dan mubaya’ah (jual beli). Unsur akad lain sebagai penopang adalah dlaman, ju’alah, hiwalah, wakalah dan kafalah

Dari kesekian akad yang secara resmi mendapatkan legalitas syari’at tersebut, pihak perbankan syari’ah masih harus memilih lagi, yakni manakah di antara kesekian produk akad syariah yang memiliki sekuritas (jaminan usaha) yang aman bagi finansial dan funding perbankan. Mengapa? Sekali lagi adalah karena ia harus tetap berada dalam konteks zero riba, aman terhadap eksistensi lembaga, serta maslahah bagi pengguna (nasabah).

Dalam konteks mudayanah (hutang piutang/kredit), misalnya. Jika dalam bank konvensional, pihak pihak bank langsung menentukan rasio bunga setiap bulannya kepada nasabahnya. Padahal jelas, konsep ini dilarang oleh syariat. Dengan demikian, pihak perbankan syariah harus memakai konsep apa untuk menggantikan rasio suku bunga ini (rate of interest) ini? Apakah dengan murabahah (bagi hasil)? Jika memaksakan diri dengan akad murabahah, berarti pihak bank memberi beban margin pembagian hasil usaha dengan pihak nasabah.

Jika demikian, apa bedanya dengan lembaga perbankan konvensional? Jika perbankan konvensional berbeban bunga, sementara perbankan syari’ah berbeban margin. Secara produk, jika memakai murabahah ini, tentu daya saing perbankan syari’ah akan dipandang kalah oleh nasabah, dan nasabah akan banyak lari ke perbankan konvensional, karena efek jumlah total akhir margin pembagian yang bisa melebihi suku bunga yang harus ditanggung nasabah dari perbankan konvensional. Inilah yang menyebabkan kemudian perbankan syariah tidak memperkenalkan akad mudayanah dan qardlu ke dalam bagian produk jasa syari’ahnya karena faktor risiko terhadap perbankan, khususnya dalam konteks bisnis (mu’awadah). 

IMNU Tegal

Pelarian kepada akad mudlarabah dan musyarakah ternyata juga membawa masalah bagi pihak penyedia jasa syariah. Mengapa? Karena selama ini yang berlaku dalam perbankan konvensional adalah menjamin keamanan dan keuntungan terhadap dana nasabah. Jaminan keamanan ini dalam jurisprudensi fiqih seharusnya tidak ditemukan, karena dalam konteks mudlarabah, adanya untung rugi merupakan tanggung jawab bersama. Kenyataannya, apa mungkin hal tersebut diberlakukan pada nasabah? Ini juga menjadi bagian permasalahan dalam bank syariah, karena bank syariah dalam ajang kompetisinya dengan bank konvensional, ia juga harus menawarkan janji kepada nasabah sebagai yang akan selalu untung. Akibatnya, tidak mungkin bagi bank untuk berbagi kerugian dengan pemilik modal (nasabah). Ini konsep yang selain membuat beban bagi bank juga tidak ditemukan dalam konsep fiqih.

Dalam suatu akad musyarakah, pihak pemodal (shahibul mâl) umumnya adalah berasal dari kedua pihak antara ‘amil dan shahibul mâl. Realitas di lapangan, pihak perbankan hanya berlaku sebagai pihak wakil dari ‘amil. Ia hanya berperan dalam mengatur dan mengorganisasikan modal tersebut ke unit-unit usaha tempat investasi (menanamkan modal). Dalam konteks ini, akad yang berlaku antara bank dan shahibul mâl adalah wakalah. Efek berantainya, adalah terjadi dua akad atau lebih dalam satu transaksi antara perbankan dan nasabah. Ini juga yang membuat dilema bagi perbankan syariah.

Berbagai dilema ini akan senantiasa berkembang seiring perkembangan zaman. Jika perbankan syari’ah tidak bisa mencari solusi bagi permasalahannya tersebut dengan tetap menyesuaikan diri dengan iklim kompetisi dengan perbankan konvensional, maka lambat laun ia akan ditinggalkan oleh nasabah. Lantas di mana letak unsur kemaslahatannya bagi umat, yang padahal dalam konsep ajaran Islam, adalah: al-Islâmu ya’lu wa lâ yu’la ‘alaih, yang artinya Islam itu unggul dan tidak terkalahkan keunggulannya? Pemikiran semacam ini yang musti disadari oleh semua kalangan demi merawat konsepsi syari’ah yang sudah terlanjur digulirkan demi kemaslahatan umat Islam pada umumnya di Negara Indonesia tercinta ini. 

Walillaahu al-musta’an!

Penulis adalah pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Hikmah IMNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun

Dushanbe, IMNU Tegal. Pemerintah Tajikistan telah melarang haji bagi warga yang berusia di bawah 35 untuk mengurangi jumlah jamaah haji ke tanah suci sebagai upaya yang secara luas dilihat sebagai untuk memerangi radikalisme.

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun

"Hanya orang-orang berusia 35 tahun ke atas yang memiliki hak untuk menunaikan ibadah haji tersebut," kata komite pemerintah Tajik untuk urusan agama dalam siaran pers yang dikutip oleh Interfax pada Selasa 14 April.

"Tujuan dari keputusan kami adalah untuk memungkinkan orang tua menjalani ziarah dan membuat impian lama mereka menjadi kenyataan."

IMNU Tegal

Menurut versi pemerintah, larangan ini diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi yang bertujuan untuk menghindari kepadatan haji dengan mengurangi kuota visa dari masing-masing negara.

IMNU Tegal

"Tahun ini, hanya 6.300 haji visa telah dialokasikan oleh Arab Saudi ke Tajikistan," kata panitia.

Presiden Tajikistan Emomali Rahmon sebelumnya meminta warga untuk fokus pada membantu orang miskin bukan "membuat utang atau membayar uang untuk membuat perjalanan seperti itu."

Tajikistan adalah salah satu dari lima negara Asia Tengah bekas Uni Soviet yang merdeka pada tahun 1991. Muslim mencakup hampir 90 persen dari 7,2 juta penduduk Tajikistan, menurut factbook CIA.

Di era Uni Soviet, simbol keagamaan seperti haji dilarang. Muslimah juga dilarang memakai jilbab di sekolah-sekolah, di tempat kerja, dan di foto paspor. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Geliat Seni Santri Nusantara

Selain fokus bertafaqquh fiddin (belajar ilmu-ilmu agama), santri juga tidak jarang yang memperdalam seni dan budaya sebagai bagian dari komitmen menyebarkan Islam melalui instrumen tersebut. 

Sejak dahulu kala, kalangan santri sudah tidak asing dengan berbagai instrumen musik, seni suara, maupun film sebagal kanal dakwah Islam rahmatan lil alamin. Sebut saja Para Sineas andal di kalangan santri seperti Asrul Sani, Usmar Ismail, dan Djamaluddin Malik. 

Geliat Seni Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Seni Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Seni Santri Nusantara

Kualitas film karya Sutradara Usmar Ismail tidak lapuk dimakan zaman. Terbukti dengan Film Tiga Dara karyanya yang diputar kembali tahun ini meskipun telah mencapai usia 60 tahun. Jika dirunut, seni di bidang lain juga tak kalah mengeliatnya sehingga membuat Majalah Risalah Nahdlatul Ulama sangat perlu mengangkat tema Seni Santri dalam edisi terbarunya, Edisi 65/Tahun X/1438 H/Oktober 2016.

Menurut Pemimpin Majalah Risalah, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya, beredarnya kembali film Tiga Dara tentu mengembalikan ingatan masyarakat kepada H Usmar Ismail, sang sutradara sekaligus produser. Dia adalah mahaguru perfilman Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Usmar Ismail, Asrul Sani, dan Djamaluddin Malik merupakan tiga serangkai seniman yang kebetulan semuanya berasal dari Sumatera Barat dan menonjol di zamannya. Usmar dan Asrul aktif dan di Lesbumi NU, sedangkan Djamaluddin aktif sebagai salah satu Ketua PBNU sejak NU menjadi partai politik kala itu.

Berbeda dengan film yang menjadi representasi seni di kalangan atas, Lesbumi di tingkat lokal dari seluruh daerah di Indonesia adalah seniman-seniman lokal yang cenderung tidak terkait dengan seni perfilman. Mereka adalah seniman santri di bidang lain.

IMNU Tegal

Di Kabupaten Banyuwangi misalnya, ada Kiai Mahmud alias Bung Rewel yang memiliki Orkes Melayu Bintang Sembilan. Setiap manggung, orkes ini selalu membawakan nyanyian dan juga cerita sandiwara yang bercerita tentang sejarah dan perjuangan Islam di masa lalu. Begitu juga di Pasuruan dengan Orkes Al-Asyubban (Bangil), dan lain sebagainya.

Lesbumi di derah juga dipenuhi dengan para seniman santri yang aktif dalam Ishari (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia) yang hampir setiap mushalla dan masjid memiliki grup itu. Hadrah yang dikolaborasikan Samrah (seni rebana) mengkristal menjadi sebuah perpaduan musik indah.

Seniman santri yang mampu mengelaborasikan berbagai instrumen sehingga menjelma menjadi seni musik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan sebut saja seperti Rhoma Irama, penyanyi dan pencipta lagi religi Opick, grup band Wali, Kiai Kanjeng, Ki Ageng Ganjur, dan lain sebagainya. Kesenian ini terus dijaga agar tetap menjadi instrumen dakwah efektif di tengah perubahan zaman.

Selain membahas geliat seni santri, Majalah setebal 66 halaman ini juga seperti biasa menyajikan bacaan dan informasi menarik terkait dengan ke-NU-an, fikrah, pengajian tafsir, tasawuf, sejarah, serta sebuah uraian menarik dari Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto yang menyoroti Sastra Lisan Santri di Era Global. Selamat membaca! 

IMNU Tegal

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, Humor Islam IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Kiai Said: Sertifikasi Halal Permintaan Warga NU

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, keputusannya dalam membentuk Badan Halal NU (BHNU) semata-mata hanya untuk memenuhi permintaan warga NU agar organisasinya memiliki badan halal sendiri.

“Saya tidak merasa niat menyaingin siapapun, hanya mengabulkan permintaan dari warga NU, baik konsumen maupun produsen, tidak ada rasa menyaingi siapapun, tidak merasa bersaing atau berlomba,” katanya di gedung PBNU, baru-baru ini.

Kiai Said: Sertifikasi Halal Permintaan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Sertifikasi Halal Permintaan Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Sertifikasi Halal Permintaan Warga NU

Rancangan UU Jaminan Produk Halal (JPH) saat ini tengah dibahas di DPR dan belum ada titik temu terhadap isu-isu krusial seperti siapa yang berhak mengeluarkan sertifikasi halal, apakah monopoli MUI, Kemenag atau ormas Islam diizinkan turut mengeluarkan sertifikasi.

Kang Said menjelaskan, dirinya sudah melaporkan kepada Menteri Agama Suryadharma Ali tentang pendirian BHNU dan Menag setuju sertifikasi halal tidak dimonopoli satu pihak, tetapi boleh dilakukan oleh lembaga lain yang memenuhi syarat.

IMNU Tegal

“Begitu NU mendirikan BHNU, banyak yang simpati dan siap membantu, dari UGM, IPB, Sucofindo,” katanya.

IMNU Tegal

BHNU, katanya, lebih menekankan upaya untuk membantu warga NU yang memiliki usaha kecil dan ingin mendapatkan sertifikat halal yang mudah, murah dan transparan. “Bahkan untuk warteg-warteg, kita tidak meminta bayaran,” paparnya.

HM Sulton Fathoni, direktur informasi BHNU menjelaskan, pihaknya banyak melakukan pembinaan, edukasi dan pelatihan produk halal kepada para pemilik UKM, dua kali di Jakarta dan satu kali di Jawa Barat dan hal ini akan terus dikembangkan.

Selanjutnya menindaklanjuti pendirian BHNU, di Jawa Timur, sudah ada dua pesantren yang merintis sertifikasi halal bagi UKM di daerah lokasi pesantren tersebut.

Sulton menjelaskan, pembinaan dan pelatihan ini merupakan langkah awal untuk memperoleh sertifikasi halal karena kalau sudah benar-benar memperolah sertifikasi halal, maka konsekuensinya berat bagi BHNU, terkait dengan nama besar NU di belakangnya.

“Rata-rata restoran kesulitan dalam memenuhi standar penyucian bahan baku agar tidak terkena najis. Jika ayam yang dipotong tiga sampai lima gampang, tetapi kalau sudah ratusan, mereka sendiri kesulitan,” paparnya.?

Keberadaan banyak lembaga pemberi seritifikasi halal menurutnya sangat penting.?

“Jika ada 3 juta warung dan restoran, apa semuanya mampu dikelola oleh MUI, sepuluh badan halal saja tidak mampu mengelola. Berdasarkan pengalaman NU dalam mengurus standar halal restoran Solaria saja butuh dua bulan,” tegasnya.?

Karena sifatnya pelayanan, maka NU tidak meminta bayaran, tetapi juga tidak mengeluarkan uang. Semua biaya yang dikeluarkan semuanya harus diurus sendiri seperti biaya pengujian di laboratorium, hotel, tiket atau biaya lain yang diperlukan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Aswaja, Hikmah IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal - Meski sempat diumumkan ada pembatalan oleh Presiden Joko Widodo, kebijakan Lima Hari Sekolah atau full day school (FDS) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Mendikbud Nomor 23 tahun 2017 nyatanya masih berjalan di beberapa daerah.

Hal ini pula yang dikeluhkan Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin. Ia mengaku mendapat laporan dari pesantren dan madrasah diniyah di beberapa daerah tentang dampak nyata dari kebijakan tersebut.

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren

“Sudah banyak santri yang pamit pada kiainya karena harus menanggung beban penambahan jam pelajaran di sekolah sampai sore. Laporan yang saya terima antara lain dari Purwokerto, Banyumas, Sragen, ini yang Jawa Tengah. Yang dari Jawa Timur, ada Lumajang dan daerah lainnya,” katanya selepas menghadiri Focus Group Discussion "Pengembangan Kurikulum Madrasah dan Regulasi Kurikulum" yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (4/8) petang.

IMNU Tegal

Tak sedikit pelajar di sekolah formal merangkap pula status sebagai santri di sebuah pesantren atau madrasah diniyah demi mendapatkan tambahan wawasan agama. Dalam hal ini mereka harus berbagi waktu, pagi sampai siang di sekolah dan selebihnya di pesantren atau madrasah diniyah. Kebijakan FDS membuat jadwal kedua lembaga yang terpisah ini bertabrakan.

“Akhirnya harus milih salah satu, dan pelajar biasanya milih sekolah karena hasilnya dianggap lebih ‘konkret’, dapat ijazah formal,” paparnya.

IMNU Tegal

Pengurus RMINU lainnya Abdul Waidl menambahkan, klarifikasi Mendikbud Muhadjir Effendy bahwa kebijakan Lima Hari Sekolah tak sampai membuat siswa pulang sore susah dibayangkan. Dengan beban kerja guru delapan jam, skema jadwal sekolah tetap akan memulangkan muridnya pada sore hari.

Ia juga mengatakan, pembatalan kebijakan Lima Hari Sekolah oleh Presiden yang rencananya digantikan Peraturan Presiden (Perpres) tak memiliki kekuatan hukum apa-apa selama tidak ada pernyataan resmi secara tertulis.



Problem Sarana


Terkait kebijakan Lima Hari Sekolah ini, permasalahan lain juga diungkapkan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H Arifin Junaidi di forum diskusi terbatas itu. Menurutnya, murid pulang sore adalah masalah bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai sarana ruang yang cukup.

“Masih banyak sekali, tidak hanya di desa, di kota-kota juga banyak, ruang kelas harus dipakai secara bergantian. Pagi SMP, siangnya SMA.? Pagi tsanawiyah, siangnya aliyah, dan seterusnya,” katanya.

Karena itu ia tidak setuju dengan pernyataan sejumlah kalangan yang mengatakan bahwa kebijakan Lima Hari Sekolah adalah bias orang perkotaan. Sebab, menurutnya, selain sekolah-sekolah di desa, berbagai persoalan FDS juga dialami oleh sekolah-sekolah yang berada di kota. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

Yogyakarta, IMNU Tegal. Pada acara perhelatan Konferwil Fatayat NU DIY ke-XI, Sabtu-Ahad (25/26), paduan suara dari MTs Binaul Ummah membakar semangat nasionalisme dan semangat ke-NU-an peserta yang hadir. Ada tiga lagu yang ditampilkan oleh paduan suara MTs Binaul Ummah yakni Mars Syubbanul Wathon, Mars Fatayat dan Syi’ir NU.?

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)
Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI (Sumber Gambar : Nu Online)

Paduan Suara MTs Binaul Ummah Bakar Semangat Nasionalisme Peserta Konferwil Fatayat ke-XI

“Indonesia negeriku, engkau panji martabatku, siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu. Siapa datang mengancammu kan binasa di bawah dulimu!, demikian salah satu lirik Mars Syubbanul Wathon karya Kiai Wahab Hasbullah yang menggetarkan arena Konferwil Fatayat ke-XI.?

Selain menyanyikan lagu bernafaskan nasionalisme, mereka juga menyanyikan syi’ir NU yang secara tidak langsung memberikan pengetahuan kepada para peserta yang hadir tentang NU dalam acara pembukaan Konferwil Fatayat tersebut.?

Tahun 26 laire NU. Ijo-ijo benderane NU. Gambar jagad simbole NU. Bintang songo lambange NU,” ujar mereka kompak.?

Pelatih paduan suara sekaligus guru di MTs Binaul Ummah, Heri Kiswanto mengungkapkan bahwa hanya butuh waktu latihan selama tiga minggu dan delapan kali tatap muka.?

IMNU Tegal

“Sebenarnya siswa memiliki potensi yang bagus dalam hal seni olah suara. Saya berharap ke depan, para siswa diberikan ruang lebih banyak untuk belajar musik,” tegas Heri.?

Sebagai pelatih, Heri juga menegaskan kagum dengan lagu Syubbanul Wathan.?

IMNU Tegal

“Lagu Syubbanul Wathan bukan sekadar lagu biasa. Lagu tersebut termasuk lagu yang memiliki ruh yang dapat menggetarkan dan membangkitkan kembali jiwa nasionalisme kaum santri, baik itu yang menyanyikan maupun yang mendengarkan lagu itu,” tandas Heri.?

Penampilan paduan suara MTs Binaul Ummah yang menyanyikan lagu bernapaskan nasionalisme mendapatkan apresiasi yang luas dari tamu undangan dan peserta yang hadir. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Bahtsul Masail, Hikmah IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Warga NU Diseru Doakan Anregurutta Harisah

Makassar, IMNU Tegal. Pendiri Pondok Pesantren An Nahdlah UP Makassar, Anregurutta Harisah AS masih berada dalam kondisi kritis di Private Care Centre (PCC) RS Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Makassar.

“Gurutta sudah dirawat intensif, selang makanan terpaksa dimasukkan ke lambung. Beliau sementara tidak sadar sejak hari Sabtu (11/5),” ujar menantu Anregurutta Harisah AS Dr. Firdaus Muhammad, di Makassar.

Warga NU Diseru Doakan Anregurutta Harisah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diseru Doakan Anregurutta Harisah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Diseru Doakan Anregurutta Harisah

Anregurutta Harisah AS dirawat hampir satu bulan di RS Awal Bross, Hari kamis (9/5) lalu, keluarga membawa alumnus Pesantren As’adiyah ini kembali ke kediaman pribadi di Komplek Ponpes Annahdlah akrena kondisinya sudah membaik.

IMNU Tegal

Namun, tiba dirumah, Anregurutta Harisah AS tiba-tiba drop lagi sehingga keluarga melarikannya kembali ke Awal Bross sekitar pukul 04.00 wita dini hari (10/5). Dari Jakarta, Pendiri Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama (NU) Helmi Aliyafie, meminta seluruh warga Nahdliyyin mendoakan Anregurutta Harisah AS.

IMNU Tegal

“Takdir memang tidak bisa dilawan, tapi kita bisa dan diberi hak untuk berdoa. Semoga dengan doa kita semua, beliau segera sembuh,” ujar Helmi yang juga putra mantan Rais ‘Aam PBNU Anregurutta H. Prof. Alie Yafie.

Menurut Helmi, Anregurutta Harisah AS adalah ulama langka NU yang masih tersisa. Anregurutta Harisah AS mendirikan Annadhlah belasan tahun silam di kawasan Bontoala dengan tekun Anregurutta Harisah AS membawa santri yang awalnya hanya tujuh orang dengan metode pesantren klasik, mangngaji tudang.

“Beliau tokoh yang sangat penting untuk kalangan NU. Saya kira untuk masa sekarang ini, beliau adalah harapan bagi warga dan kader NU. Beliau ini tokoh dengan karakter ulama NU sejati, rendah hati, tidak menonjolkan diri, hati-hati dan teguh; sangat konsisten dengan khittah dan nilai-nilai NU, serta berjuang tanpa pamrih meneggakkan ajaran ahlusunnah wal jamaah,” ujar Helmi.

Menurut Helmi, Anregurutta Harisah AS pantas menjadi guru besar karena selain kedalam ilmunya, penguasaannya terhadap ? wacana Islam klasik khas ulama NU juga memberi contoh dengan perilakunya yang patut untuk diikuti.

“Kita bisa melihat bagaimana selama ini beliau selalu menjaga jarak dengan kekuasaan, tidak tergoda dengan kekuasaan dan populeritas. Beliau lebih memilih berada di tengah warganya ketimbang berada di atas populeritas, lebih menjadi teman warganya ketimbang menjadi juru bicara kekuasaan yang menjanjikan poularitas,” kata Helmi.

Tentu tidak ada yang sempurna, tetapi untuk saat sekarang ini beliaulah tokoh yang patut dijadikan guru, acuan, dan teladan. Beliau sangat berharga bagi kita semua,” ujar Helmi menambahkan.

Dia mengaku sudah menyerukan kepada cabang-cabang NU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII, dan komunitas Nahdliyyin di Sulawesi Selatan untuk mendoakan Anregurutta Harisah AS.

Sedangkan menurut alumnus Annahlah UP Ahmad Baso intelektual muda NU, Anregurutta Harisah AS, selain dikenal sebagai ulama yang wara’. Ia juga menyebutnya “Sang Idelog Bontoala”.

“Dahulu kota Bontoala (yang sekarang menjadi salah satu kecamatan di Makassar) dikenal sebagai kota santri dan sebagai kota perlawanan pada masa penjajahan. Beliaulah yang meneruskan ide-ide santri bontoala dulu,” ujarnya di akun faccebooknya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Andy Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Pusat LP Maarif NU mengkukuhkan ketua umum baru PP LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015, di Kantor PBNU lantai lima Jakarta Pusat, Rabu (16/1) siang. Pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

Pelantikan ditandai dengan serah terima jabatan oleh Mansyur Ramly, Ketua Umum PP LP Maarif NU masa khidmat 2009-2012 kepada KHZ. Arifin Junaidi, Ketua Umum baru. Sedikitnya 25 pengurus harian LP Maarif NU turut menyaksikan pelantikan ketua umum baru.

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LP Maarif NU Kukuhkan Pemimpin Baru

Upacara pelantikan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan selawat Nabi Muhammad SAW. Seremoni dilanjutkan dengan pembacaan berita acara oleh Zamzami, Sekretaris baru LP Maarif NU.

IMNU Tegal

Sementara isi berita acara menyebutkan, penyerahan kepengurusan oleh Mansyur Ramly, Mamat Burhanuddin, dan Khoiron, jajaran pengurus lama sebagai pihak pertama kepada KHZ. Arifin Junaidi dan Zamzami, pengurus baru sebagai pihak kedua.

Usai pembacaan berita acara, pihak pertama dan pihak kedua menandatangani surat serah terima jabatan. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Marsudi Syuhud, Sekretaris Umum PBNU.

IMNU Tegal

Untuk melengkapi acara, panitia memberikan kesempatan bagi Mansyur Ramly, KHZ. Arifin Junaidi, dan Marsudi Syuhud untuk menyampaikan kata sambutan. Upacara pelantikan dan pengukuhan kepengurusan baru LP Maarif NU diteruskan dengan pembacaan SK PBNU untuk LP Maarif NU. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Sri Mulyati.

“Kami mohon bantuan pengurus harian dalam mengemban amanah kepengurusan ini. Dalam berkhidmat untuk NU pun, saya mengaharapkan bapak Mansyur Ramly yang kini sebagai penasehat Maarif NU untuk membimbing kami,” kata Arifin dalam sambutannya.

Upacara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum baru LP Maarif NU untuk masa khidmat 2012-2015.

Redaktur: Sudarto Murtaufiq

Penulis: Alhafiz Kurniawan


Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, Budaya IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock