Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Jakarta, IMNU Tegal - Ketimpangan antara penduduk yang kaya dan miskin meningkat sejak diberlakukannya otonomi daerah. Ini berarti penerapan otonomi daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum tercapai.

Hal itu disampaikan Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Prof Dr Bustanul Arifin dalm Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa (14/6) sore.

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ekonomi Kreatif dan Agroindustri Bisa Jadi Solusi Atasi Persoalan Ekonomi

Diskusi yang diselenggarakan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) ini sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU yang akan dihelat akhir Juni.

IMNU Tegal

(Baca: Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila)

IMNU Tegal

Lebih lanjut Bustanul mengatakan, ketimpangan tersebut ditandai dengan tingginya angka gini ratio (ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan secara keseluruhan) yang mencapai 0,41 antara tahun 2011-2015.

“Kalau sampai gini ratio mencapai 0,5 sangat mungkin menimbulkan kerusuhan rasial, seperti yang terjadi di beberapa negara. Jadi masalah ketimpangan ini menjadi serius,” kata Bustanul.

Angka kemiskinan yang pada tahun 2015 juga meningkat menjadi 28,51 juta jiwa dari tahun sebelumnya yang hanya 27,73 juta jiwa. Kemiskinan di perdesaan yang pada tahun 2014 sebanyak 17,73 juta jiwa menjadi 17,89 juta jiwa di tahun 2015.

Perlu Pembenahan

Menurut Bustanul, permasalahan ekonomi Indonesia memerlukan pembenahan dari aspek hati masyarakat Indonesia. Bustanul memaparkan pentingnya keunggulan keberlanjutan, sebab langkah pemerintah untuk menstabilkan harga pangan seperti yang selama ini dijalankan tidaklah cukup.

Saat ini ekspolitasi sumber daya alam seperti batu bara juga tidak menjamin penyelesaian persoalan ekonomi. Misalnya di Kalimantan Timur yang mulai sadar untuk masuk ke sektor yang mengandalkan jasa. Selain itu juga penerapan agroindustri di bidang perikanan dan holikultura, akan membuat ekonomi Indonesia mampu bertahan.

Ekonomi kreatif juga menjadi pilihan yang baik. Ekonomi kreatif bisa dalam bentuknya yang benar-benar menggunakan pemikiran, tidak harus berbasis aplikasi. Misalnya berupa pengenalan kebudayaan Indonesia. Bustanul mencontohkan Korea berhasil menjual budaya pop-nya sehingga dikenal dunia.

Contoh lainnya adalah Isreal. Israel yang tidak mempunyai tanah (wilayah) dan tidak punya kekuatan, tetapi bisa menjadi negara super power yang mampu mengendalikan dunia.

Presiden Joko Widodo mencetuskan ekonomi kreatif ini juga, tetapi agaknya kurang aktif sehingga hasilnya belum maksimal. Bustanul mengkritisi selama ini NU tidak sekali pun menyentuh hal tersebut.

Ekonomi kreatif yang dapat diterapkan juga adalah turisme yang mengombinasikan beberapa hal misalnya kekhasan home stay berhubungan dengan masyarakat asli. Dan semuanya dijadikan paket wisata sehingga bisa menjual hotel dan kuliner.

Bustanul merekomendasikan selain isu ketimpangan, yang juga perlu dibahas dalam periode nanti adalah pengusaaan lahan pertanian yang semakin menurun, dan kreativitas. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Nasional, Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Demak, IMNU Tegal . Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Mranggen Demak turun ke basis-basis (turba) pelajar NU untuk melakukan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). 

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mranggen Makesta ke Desa

Turba mereka pada Ahad (1/3) ke Makesta yang diadakan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Kebonbatur di MA Miftahul Ulum Tlogorejo Karangawen Demak. Kegiatan tersebut diikuti 80 pelajar.

Setelah mengikuti Makesta, pelajar dibaiat atau disahakan menjadi anggota IPNU-IPNNU oleh Ketua PAC IPNU Mranggen Ahmad Syaifuddin. 

IMNU Tegal

Pada sambutannya, Ahmad berharap para pelajar yang tergabung di IPNU dan IPPNU tersebut makin mantap berorganisasi, setia di bawah panji IPNU-IPPNU yang berlandaskan Ahlussunah wal Jama’ah dan setia pada NKRI. 

IMNU Tegal

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Demak Istiqomah menegaskan, semangat “belajar, berjuang, dan bertaqwa” harus senantiasa kita tanamkan keapada pelajar NU agar segala langkah IPNU dan IPPNU mendapat dukungan semua pihak.

Pada kegiatan tersebut, hadir Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim bersama pengurus lain, serta perwakilan Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Tengah Shohibul Anam, Pembina IPNU M Said Athoillah, dan lain-lain. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, AlaNu IMNU Tegal

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Sukabumi, IMNU Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore melaksanakan kegiatan pelatihan Instructional Mastery (IM). ? Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, (20-22/7) di Pondok Pesantren Assamsyuriah dan diikuti 50 peserta guru-guru NU se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris PERGUNU Jawa Barat, Saepuloh menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi guru di bawah Nahdlatul Ulama yang berperan dalam meningkatkan kompetensi profesional, pendagogi, kepribadian, sosial serta Aswaja dan Ke-NU-an guru-guru NU.?

"PERGUNU bukan hanya mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, pendagogik, sosial, dan kepribadian guru, melainkan pergunu udah harus meningkatkan kompetensi Aswaja dan Ke-NUan guru-guru NU" tutur Saepuloh

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Lebih lanjut Saepuloh menyampaikan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini juga merupakan bagian dari program Pergunu Jawa Barat dalam upaya peningkatan SDM guru-guru NU.?

"Kegiatan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini diselenggarakan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, melainkan akan diselenggarakan juga di empat kabupaten/kota lainnya, yaitu Kabupaten Cianjur, ? Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Hafidz Othman direktur Program Kerjasama dari Irsyad Trust Limited Singapore mengatakan bahwa kegiatan kerjasama pelatihan bagi guru-guru NU sebenarnya sudah dilaksanakan lebih dulu dengan LP Maarif DKI Jakarta selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang.?

IMNU Tegal

"Kegiatan pelatihan ini, sudah dilaksanakan lebih dulu kerjasama dengan LP Maarif DKI selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang. Dan bukan hanya itu, kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Filipina dan China," tutur Hafidz.

Sementara itu, Bupati Sukabumi yang diwakili Kabag Sosial Keagamaan mengatakan bahwa program PERGUNU Jawa Barat ini sangat membantu dalam ? mewujudkan visi misi kab sukabumi yang religius dan mandiri, karena visi dan misi tersebut bisa tercapai manakala pendidikannya ? berbasis keagamaan.

"Pemda Kabupaten Sukabumi ? menyambut baik kegiatan ini, dan ini juga harus disambut pula oleh peserta dengan baik agar kualitas setelah pelatihan bisa meningkat dan bermanfaat bagi daerah setempat," tutur Unang

Kegiatan pelatihan tersebut akan dilanjutkan pada 3-5 Agustus 2017 mendatang. Instruktur kegiatan pelatihan semuanya dari Irsyad Trust Limited Singapore, Kamshari dan Madam Zainab. (Awis/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Humor Islam, Tegal IMNU Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Sukabumi, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan mengadakan beragam lomba yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Almasthuriyah dan Sunanul Huda, pada Sabtu, (21/10).

Ada 9 cabang perlombaan yang diikuti perwakilan190 pondok pesantren dengan peserta 1712 peserta, yaitu Musabaqoh qiraatul kutub (MQK), Pidato Aswaja, Debat Santri Aswaja, Paduan Suara Subanul Wathon, Qasidah Rebana, Quotes Ajengan Sunda, Cerdas-cermat tingkat Diniyah, Futsal, dan Tenis Meja.

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri Kabupaten Sukabumi Ikuti Lomba Hari Santri

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sarjono. Ia berpesan kepada para santri untuk giat belajar agar kelak menjadi ulama.

IMNU Tegal

“Belajar tidak hanya sekadar mendapatkan ijazah, yang lebih penting adalah supaya menjadi bekal dan sebagai dasar untuk kehidupan sehari-hari,” pintanya.

Ia juga berpesan dalam mengikuti lomba agar para santri menjunjung tinggi sportivitas, mengedepankan jalinan silaturahim.

“Para santri harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa belajar di pondok pesantren dan madrasah juga bisa berpartisipasi membangun Sukabumi yang religius; membina masyarakat Sukabumi ke depan akan semakin berkualitas dalam keimanan dan ketakwaan,” tegasnya.

IMNU Tegal

Hadir pada pembukaan acara, Ketua MUI kabupaten Sukabumi KH M. Oman Komarudin, ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, dari Kementerian Agama dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS

Jakarta, IMNU Tegal. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mendorong kiai-kiai di jajaran Syuriyah NU dari berbagai wilayah untuk mengadakan bahtsul masail terkait persoalan HIV/AIDS.

Keterlibatan kiai dianggap perlu untuk mengatasi persoalan HIV/AIDS yang semakin memperihatinkan. “Baru kali ini, NU melibatkan Syuriyah di 33 wilayah NU di Indonesia untuk membahas HIV/AIDS,” kata Kang Said Aqil Siroj, Ketum PBNU saat jumpa pers dengan tajuk ‘Jihad Kyai NU Melawan AIDS’ di aula lantai lima Gedung PBNU, jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (9/10) sore.

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Dilibatkan Lawan HIV/AIDS

LKNU menilai persoalan HIV/AIDS tidak hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial. LKNU mendapati banyak kasus diskriminasi masyarakat terhadap pengidap positif HIV. Orang dengan HIV/AIDS, ODHA, sering dikucilkan di tengah lingkungannya.

IMNU Tegal

Menurut ilmu kesehatan, pengucilan itu tidak menyelesaikan persoalan HIV/AIDS. Interaksi itu sendiri tidak mengakibatkan penularan. Tindakan pengucilan seperti ini sudah bukan lagi sikap wajar masyarakat.

Dari sini, peran kiai NU sangat dibutuhkan. Kiai dengan pengetahuannya, akan menetapkan persoalan hukum keagamaan terkait HIV/AIDS. Selain itu, para kiai juga mengimbau masyarakat untuk memperlakukan pengidap ODHA secara wajar.

IMNU Tegal

Kang Said mengajak masyarakat untuk ambil bagian dalam jihad melawan HIV. Menurutnya, HIV/AIDS ini sama bahaya dengan kekuatan nuklir. Karena, virus HIV dapat menyerang siapa pun tanpa memandang agama, suku, usia, jenis kelamin, dan golongan.

Di hadapan sedikitnya 15 kiai Syuriyah, Kang Said memperingatkan umat Islam yang tidak peduli dengan persoalan banyak orang. Ketum PBNU ini sempat menyebutkan hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bukan umatku, mereka yang tidak peduli dengan permasalahan kita.”

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, Nasional IMNU Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, IMNU Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Nasional, Ubudiyah IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Banyumas, IMNU Tegal - Ribuan warga NU Kabupaten Banyumas melakukan aksi damai menolak program lima hari sekolah atau full day school (FDS) yang dinilai akan mematikan keberadaan madrasah diniyah (Madin) serta pondok pesantren, Senin (7/8).? Aksi yang terdiri atas kalangan santri dan pengelola madrasah ini dipusatkan di alun-alun Kota Purwokerto.

Ribuan santri dari berbagai sekolah dan pesantren NU se-Kabupaten Banyumas hadir memadati alun-alun. Mereka membawa berbagai macam sepanduk berisi penolakan.

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Santri NU Banyumas Gelar Aksi Tolak Kebijakan 5 Hari Sekolah

Mereka juga terus meneriakkan penolakan terhadap program FDS. "Kita seluruh warga NU Banyumas menolak Full Day School dan meminta kepada Presiden Jokowi agar menegur Menteri Pendidikan agar membatalkan program FDS. Bahkan kita minta agar Presiden mencopot Menteri Pendidikan," kata Kordinator Aksi, Taufiq Hidayat.

IMNU Tegal

Beberapa poster dan spanduk dibawa oleh meraka. Tuntutan mereka berbunyi, “Batalkan Full Day School, Tolak 5 Hari Sekolah”, “Ngaji Yes! Full Day School Day No!!”, “Ngaji Sinambi Sekolah Bukan Sekolah Nyambi Ngaji”, dan “Pak Jokowi, Tolong Pak Muhajir diganti!!”

Kebijakan lima hari sekolah dianggap lebih banyak mendatangkan kerugian dibanding manfaatnya. Secara budaya, program sekolah lima hari itu mengancam keberadaan madrasah diniyah. Padahal madrasah merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan budi pekerti kepada anak didik. Para santri-santri dahulu yang berjuang membela kemerdekaan juga terdidik di madrasah.

IMNU Tegal

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Korlap Aksi, Taofik Hidayat, dan Ketua PCNU Banyumas Maulana Ahmad Hasan, mereka mendesak pemberlakuan kembali enam hari sekolah. Mereka mendesak Muhadjir Effendy dicopot dari Mendikbud karena dinilai telah menimbulkan kegaduhan yang meresahkan dunia pendidikan nasional.

Mereka juga meminta Bupati Banyumas menghentikan program lima hari sekolah di seluruh sekolah yang ada di Banyumas tanpa kecuali.

Aksi ini berjalan dengan damai. Mereka mendapat penjagaan ketat dari personel kepolisian dan Banser NU.

Mereka ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Budhi Setiawan. Kepada massa aksi, Budhi berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi dan desakan itu ke Pemerintah Pusat. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Kyai IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Spirit Rakyat dalam Perang 10 November 1945

Jakarta, IMNU Tegal. Kedasyatan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya tidak bisa dilepaskan dari Resolusi Jihad, Perintah Perang, yang dikeluarkan oleh Hadratush Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada Tanggal 22 Oktober 1945. Pernyataan Perintah Perang itu disampaikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari di depan Presiden Soekarno di Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, beberapa hari sebelum pecah Perang 10 November 1945.



Spirit Rakyat dalam Perang 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)
Spirit Rakyat dalam Perang 10 November 1945 (Sumber Gambar : Nu Online)

Spirit Rakyat dalam Perang 10 November 1945

Ihwal pertemuan bersejarah itu diungkapkan oleh Ki Setyo Oetomo Darmadi, adik pahlawan PETA Soepriyadi, di Blok A, Jakarta, Ahad, 7 November 2010.

Menurut mantan anggota Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang akrab dipanggil Ki Darmadi, Bung Karno menemui Kiai Haji Hasyim Asy’ari ditemani oleh Residen Jawa Timur Soedirman, ayah Kandung Mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Soedirman. Dalam pertemuan bersejarah di Pondok Pesantren Tebu Ireng itu, kedua pemimpin tersebut membahas situasi politik terkait kedatangan Pasukan Sekutu dibawa Komando Inggris, yang membawa serta penjajah Belanda.

IMNU Tegal

“Kiai, dipundi (despundi, bhs Jawa: bagaimana: RED.), bahasa Bung Karno, Inggris datang niku(itu: Jawa), gimana umat Islam menyikapinya? “ tanya Presiden Soekarno kepada Rois Akbar NU, yang akrab dengan panggilan Mbah Hasyim.

Mendapat pertanyaan atas sikapnya dengan kedatangan pasukan Sekutu, yang berdalih mengambil alih kekuasaan dari Jepang, lawan Perang Dunia Kedua yang sudah dikalahkan, yang berarti juga menafikan Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, Mbah Hasyim pun menjawab dengan tegas.

IMNU Tegal

Lho Bung, umat Islam jihad fisabilillah (berjuang di jalan Allah: RED.) untuk NKRI, ini Perintah Perang !” kata Rois Akbar Nahdlatul Ulama Hadratush Syaikh Kia Haji Hasyim Asy’ari, menjawab pertanyaan, sekaligus permintaan bantuan dari Presiden Soekarno dalam menghadapi ancaman pasukan Sekutu.

Pasukan AFNEI mulai mendarat di Jakarta pada Tanggal 29 September 1945 dibawa pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. AFNEI berkekuatan 3 divisi: Divisi ke-23 dibawa Komando Mayor Jenderal D.C Hawthorn, menguasai daerah Jawa Barat; Divisi ke-5 dibawa Komando Mayor Jenderal E.C.Mansergh, menguasai daerah Jawa Timur; dan Divisi ke-26 dibawah Komando Mayor Jenderal H.M. Chambers, menguasai daerah Sumatera. Adapun Brigade ke-49 dibawa pimpinan Brigadir Jenderal A.W.S.Mallaby yang mendarat di Surabaya merupakan bagian Divisi ke-23 pimpinan Mayjen D.C Hawthorn. Ketiga divisi itu bertugas mengambil alih kekuasaan Indonesia dari Jepang, yang berarti tidak mengakui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Ki Darmadi, seruan jihad melawan pasukan sekutu yang dikeluarkan Kiai Haji Hasyim Asy’ari itulah yang dikenal sebagai Resolusi Jihad. “Lalu Kiai Hasyim Asy’ari meminta Bung Tomo supaya teriak Allahu Akbar untuk menggerakkan para pemuda. Jasa utama Bung Tomo itu karena diperintah Kiai Haji Hasyim Asy’ari jadi orator perang,” ungkap Ki Darmadi terkait ihwal munculnya pekik Allahu Akbar yang dikumandangkan Bung Tomo melaui radio-radio.

Terkait pertanyaan kenapa Bung Karno menemui Mbah Hasyim Asy’ari, adik Pahlawan Nasional Soepriyadi, yang lahir di Kediri pada 17 Maret 1930 silam ini menjawab, “Tujuannya supaya Kiai Hasyim Asy’ari yang memiliki pengaruh besar di kalangan umat Islam itu menggerakkan jihad. Lalu ada yang hendak mengenyampingkan, kenapa Bung Karno tidak ke BKR (TKR: RED)? Saya punya jawaban. Karena jauh sebelum itu, saat pasukan PETA terbentuk, semua komandan batalyonnya itu ulama. Dan yang punya pengaruh besar terhadap para ulama, dan santri itu kan Kiai Haji Hasyim Asy’ari,” terang Ki Darmadi.

Di antara para ulama yang memegang kendali komando terhadap pasukan PETA, salah satu cikal bakal BKR itu, adalah Panglima Divisi Suropati, Kiai Imam Sujai, Divisi Ranggalawe dengan Panglimanya Jatikusumo, wakilnya adalah Soedirman, ayah kandung Basofi Soedirman, mantan gubernur Jawa Timur. Termasuk di Jawa Barat, komandan resimennya seorang ulama yang berjuluk Singa Bekasi, Kiai Haji Noor Ali.

“Jadi pilihan Bung Karno menemui Kiai Hasyim Asy’ari itu sudah tepat, karena yang bisa menggerakkan umat Islam ya, Kiai Haji Hasyim Asy’ari. Terbukti sebelum Inggris masuk seluruh komandan batalyon PETA itu ulama,” tandas Ki Darmadi.

Presiden Soekarno memang datang ke orang yang tepat, lanjut Ki Darmadi, dampak perangnya pun luar biasa, seperti digambarkan dalam buku berjudul : Api Neraka di Surabaya. “Pertempuran di Surabaya itu bagaikan neraka bagi pasukan Sekutu. Orang bisa mati-matian berperang, itu karena perintah jihad tadi,” terang Ki Darmadi.

Pelaku dan saksi sejarah lainnya, yaitu Tokoh dan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Haji Muchit Muzadi beberapa tahun lalu mengatakan, Hari Pahlawan 10 November itu tak bisa dilepaskan dengan Resolusi Jihad NU, yang dicetuskan para ulama di Bubutan, Surabaya pada 22 Oktober 1945.

“Proklamasi yang diucapkan Bung Karno dan Bung Hatta merupakan tantangan kepada tentara Sekutu yang saat itu berkuasa setelah Jepang menyerah,” kata Kiai yang akrab dipanggil dengan Mbah Muchit ini. Pernyataan salah seorang santri Hadratus Syaikh Kiai Haji Hasyim Asy’ari ini kian menegaskan, bahwa Deklarasi Resolusi Jihad 21-22 Oktober 1945 merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan Bung Karno dengan Mbah Hasyim.

Segera setelah itu, ribuan kiai dan santri bergerak ke Surabaya. Pada Tanggal 28 Oktober 1945, pasukan sekutu dibawa Brigadir Jenderal Mallaby mengambil alih lapangan udara Morokrembangan, dan beberapa gedung penting kantora jawatan kereta api, pusat telepon dan telegraf, termasuk Rumah Sakit Darmo.

Pertempuran besar tak terhindarkan antara 6 ribu pasukan Inggris dengan 120 ribu pemuda Indonesia yang terdiri dari para santri, dan tentara. Akibat kalah jumlah Mallaby meminta bantuan Hawthorn agar pihak Indonesia menghetikan pertempuran. Hawthorn pun meminta Soekarno agar mau membujuk panglima-panglimanya di Surabaya menghentikan pertempuran. Terjepit pasukan sekutu itu digambarkan dalam buku Donnison “The Fighting Cock” sebagai “Narrowly escape complete destraction” alias hampir musnah seluruhnya”, kalau tidak dihentikan Soekarno – Hatta dan Amir Syarifuddin.

Jenderal Sekutu Tewas

Karena tidak mau belajar, dari kekalahan pertama, Brigjen Mallaby pun tewas dalam pertempuran yang pecah pada Tanggal, 30 Oktober 1945. Panglima AFNEI Letjen Philip Sir Christison pun mengirim pasukan Divisi ke-5 dibawa Komando Mayor Jenderal E.C.Mansergh, jenderal yang terkenal karena kemenangannya dalam Perang Dunia II di Afrika saat melawan Jenderal Rommel, jenderal legendaris tentara Nazi Jerman. Mansergh membawa 15 ribu tentara, dibantu 6 ribu personel brigade45 The Fighting Cock dengan persenjataan serba canggih, termasuk menggunakan tank Sherman, 25 ponders, 37 howitser, kapal Perang HMS Sussex dibantu 4 kapal perang destroyer, dan 12 kapal terbang jenis Mosquito.

Dengan mesin pembunuhnya itu, Mansergh mengultimatum rakyat Surabaya, untuk bertekuk lutut alias menyerah, yang berarti mengakui Indonesia belum merdeka.

”Ultimatum Sekutu itu pun tak digubris sehingga terjadilah pertempuran 10 November 1945 dengan korban yang tidak sedikit, bahkan para santri dari Kediri, Tuban, Pasuruan, Situbondo, dan sebagainya banyak yang menjadi mayat dengan dibawa gerbong KA,” kata Mbah Muchit.

Kiai Kelahiran Tuban Jatim pada 1925 itu menambahkan, semangat dan tekad untuk merdeka itu merupakan semangat yang dipupuk melalui Resolusi Jihad NU yang digagas para ulama NU di Jalan Bubutan, Surabaya.”Tapi, terus terang, semuanya itu tidak tercatat dalam sejarah, karena ulama NU itu memang tidak ingin menonjolkan diri, sebab mereka berbuat untuk bangsa dan negara demi ridlo dari Allah SWT, bukan untuk dicatat dalam sejarah,” katanya.

Dampak perlawanan itu sepertinya tidak pernah terpikir oleh pasukan Sekutu, yang mengultimatum, agar seluruh pemuda, dan pasukan bersenjata bertekuk lutut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya.

“Kenapa bisa begitu? Karena sebenarnya yang fanatik melbu suwargo (Bhs Jawa: masuk surga: RED.) itu kan Islam, jadi sudah tidak mikir apa-apa lagi. Mana ada Jenderal Sekutu tewas dalam Perang Dunia Kedua, itu kan hanya terjadi di Surabaya, di Indonesia, dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby,” kata Ki Darmadi menandaskan.

David Welch menggambarkan dasyatnya pertempuran itu dalam bukunya, Birth of Indonesia (hal. 66),“Di pusat kota pertempuran adalah lebih dasyat, jalan-jalan diduduki satu per satu, dari satu pintu ke pintu lainnya. Mayat dari manusia, kuda-kuda, kucing-kucing serta anjing-anjing bergelimangan di selokan selokan. Gelas - gelas berpecahan, perabot rumah tangga, kawat-kawat telephon bergelantungan di jalan-jalan dan suara pertempuran menggema di tengah gedung-gedung kantor yang kosong. Perlawanan Indonesia berlangsung dalam dua tahap, pertama pengorbanan diri secara fanatik, dengan orang-orang yang hanya bersenjatakan pisau-pisau belati menyerang tank-tank Sherman, dan kemudian dengan cara yang lebih terorganisir dan lebih efektif, mengikuti dengan cermat buku-buku petunjuk militer Jepang”

Pertempuran berlangsung dengan ganas selama 3 minggu. Pada akhir bulan November 1945 seluruh kota telah jatuh ke tangan sekutu. Namun semangat perlawanan oleh para pejuang Indonesia yang masih hidup tak bisa dipadamkan. Para santri, dan tentara mengikuti ribuan pengungsi yang melarikan diri meninggalkan Surabaya dan kemudian mereka membuat garis pertahanan baru mulai dari Mojokerto di Barat hingga ke arah Sidoarjo di Timur. Beberapa versi menyebut, korban dari pihak Republik Indonesia mencapai 20 ribu, bahkan ada yang menyebut 30 ribu jiwa.

Pelaku dan Saksi Sejarah

Pertanyaan, kemudian muncul, bagaimana membuktikan bahwa peristiwa Pertemuan Bung Karno dengan Rais Akbar Kiai Haji Hasyim Asy’ari itu benar? Mendapat pertanyaan ini Ki Setyo Oetomo Darmadi, menjelaskan posisinya. Menurutnya, Inggris datang ke Surabaya itu jauh sebelum meletus Perang 10 November 1945.

“Setelah meletus Pemberontakan PETA yang dipimpin Soepriyadi, saya dan ayah saya sekeluarga ditahan oleh penjajah Jepang, setelah Proklamasi Kemerdekaan, yaitu pada Tanggal 25 Agustus kami sekelurga dibebaskan. Usia saya saat itu 15 tahun, lalu masuk BKR. Karena saya Adiknya Soepriyadi, saya bisa kenal sama kiai-kiai, di antaranya Pak ud (KH Jusuf Hasyim), Pak Baidlowi, lalu bapaknya Pak Rozi Munir, yaitu Pak Munasir. Dan kebetulan saya masih familinya Bung Karno, jadi saya tahu ada pertemuan Bung Karno dengan Kiai Haji Hasyim Asy’ari. Hasil pertemuan itu juga disampaikan oleh Bung Karno kepada para anggota BKR,” ungkap Ki Darmadi menjawab, asal sumber kesaksian.

Seruan Resolusi Jihad yang disampaikan di depan Presiden Soekarno oleh Rois Akbar Kiai Haji Hasyim Asy’ari merupakan peristiwa sejarah yang terpendam, dan hanya menjadi sejarah lisan. Namun, peristiwa tersebut bukan isapan jempol. Saat penulis meneliti sejumlah arsip Kabinet Presiden di Arsip Nasional, Cilandak, Jakarta Tahun 2001, penulis menemukan indeks tentang Resolusi Jihad. Namun saat saya pesan untuk saya baca, ternyata bagian pelayanan arsip tersebut menyatakan arsip sudah kosong, alias hilang.(Abdullah Taruna)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Berita, Nasional, Kiai IMNU Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Oleh Rijal Mumazziq Z

Ketika Masjid di Tolikara, Papua, dibakar, pada Idul Fitri 2015, sebagian umat Islam marah. Sebagian kecil meneriakkan jihad. Suaranya lantang, intimidatif. Saya menyangka, saudara-saudara kita ini berangkat beneran ke Tolikara. Tapi, ya seperti biasanya, hanya "akan berjihad" sebagaimana "akan" dan "akan" yang sudah sejak dulu disuarakan saat demo.

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

NU, Jihad Tolikara dan Jihad Myanmar

Lalu Banser yang saat itu dihujat karena enggak bersuara, dan disindir karena aktivitasnya "menjaga gereja" diam-diam berangkat dengan 23 personel menjelang Idul Adha, 2015 silam. Sebelum berangkat, mereka mengikuti pembacaan manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani dan Maulid Simtudduror di rumah Nusron Wahid, Ketum GP Ansor saat itu.

Setelah acara usai, rombongan ini berziarah ke makam Habib Husein bin Abu Bakar bin Abdillah Luar Batang. Tanpa disengaja, di lokasi ini mereka bertemu Habib Lutfi bin Yahya, Rais Aam Jamiyyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyyah. Mereka pun minta restu kepada ulama nasionalis ini.

Utusan PBNU ini tiba di Bandara Sentani, lalu berangkat ke lokasi dengan didampingi Banser setempat. Lalu tim menuju Bandara Wamena yang dilanjutkan perjalanan darat ke Tolikara.

Di lokasi, sebagaimana laporan AULA November 2015, mereka disambut Muspida setempat dan imam Masjid Tolikara, Kiai Ali Mashar. Persiapan shalat Idul Adha segera dilakukan di masjid Koramil. Para pemuda GIDI (Gereja Injili di Indonesia) yang ditengarai beberapa minggu sebelumnya terlibat pembakaran masjid, mereka malah mendekat dan ikut membantu Banser menjaga keberlangsungan Idul Adha.

IMNU Tegal

Singkat kata, dengan pendekatan yang baik, metode penyelesaian masalah tanpa menimbulkan masalah, kasus Tolikara tidak membesar menjadi kerusuhan suku dan agama. Jika ini terjadi, dampaknya mengerikan: pialang senjata yang menawarkan solusi praktis, calo pemekaran wilayah, permainan isu Papua Merdeka melalui OPM, dan internasionalisasi Papua. Kalau Papua lepas, bukan tidak mungkin jika provinsi lain dikipas-kipasi untuk melepaskan diri dari NKRI.

IMNU Tegal

Kini, soal Rohingya, PBNU memberangkatkan delegasi ke Bangladesh. Keberangkatan Tim Delegasi Nahdlatul Ulama untuk Rohingya dilaksanakan atas bantuan seluruh komponen NU melalui NU Peduli Rohingya. Mereka berangkat dari bandara Sukarno-Hatta Sabtu kemarin. Di negara itu mereka bergabung dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Untuk Myanmar). 

Delegasi NU yang dikirim ke Bangladesh dibagi menjadi tiga tim. Pertama, tim advance yang bertugas mengecek keadaan yang ada di lapangan. Kedua, tim medis yang bertugas untuk memberikan pengobatan kepada pengungsi. Dan terakhir, tim relief yang bertindak mempersiapkan dan menyalurkan bantuan

(Baca juga: Tim Delegasi NU untuk Rohingya Tiba di Bangladesh)

Permasalahan Rohingya memang pelik. Terkait dengan pemicunya: agama, sentimen etnis, hingga konspirasi penguasaan Sumberdaya Alam, peristiwa terusirnya etnis Rohingya memang menjadi keprihatinan kita. Dan, ketika ikut andil membantu mereka, sebagai umat Islam maupun bangsa Indonesia, tentu harus dilakukan dengan cara yang tepat.

Kalaupun mau berjihad, oke, silakan berangkat. Tapi kemampuan personel, kemampuan survival, penguasan medan, taktik, pola komunikasi, serta hirarki kemiliteran serta komando lapangan, juga harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, itu namanya setor nyawa dengan konyol dan menyediakan diri sebagai sasaran tembak gratisan bagi serdadu Myanmar. Kalau hanya koar-koar jihad, semua juga bisa. Tapi menyelesaikan masalah dengan baik, tidak semua bisa.

Di sinilah perlu pikiran jangka panjang, strategi yang baik serta pemanfaatan jaringan yang dimiliki. Kalau anda benci Jokowi, itu urusan anda. Tapi langkah menteri luar negeri kabinet Jokowi, Retno Marsudi, yang mewakili RI pantas diacungi jempol. Dia dengan lincah melakukan lobi tingkat tinggi: bertemu Aung San Suukyi dan menyodorkan tawaran formula 4+1 untuk menyelesaikan masalah Rohingya, lalu menjumpai Syaikh Hasina, PM Bangladesh, sekaligus juga mengomunikasikan jalur laut-darat-udara bagi akses bantuan Indonesia via Bangladesh. Tak hanya itu, mantan Sekjend PBB, Kofi Annan, juga mempercayakan komunikasi internasionalnya melalui Retno Marsudi. Termasuk pula Antonio Guterez, sekjend PBB saat ini.

Langkah Pemerintah RI sampai hari ini pantas diacungi jempol. Sebab, selain bantuan diplomasi, RI juga mengirimkan bantuan bagi pengungsi melalui darat dan udara. Setidaknya, ikhtiar pemerintah harus diacungi jempol, bukan malah dinyinyiri sebagai "pencitraan".

Untuk saat ini, mencari seorang jagoan itu mudah, tapi mencari juru damai, bukan perkara enteng, sebab berjihad dengan mengobarkan peperangan (qital) itu sangat mudah, tapi berjihad mewujudkan perdamaian itu sangat sulit. 

Wallahu Alam Bisshawab

Penulis adalah dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Sunnah, Nasional IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Pelajaran Penting dari Perang Khandaq

Berbicara tentang sejarah perang khondaq yang terjadi pada tahun kelima hijrah, dan keberhasilan umat Islam menerapkan taktik penggalian parit dalam perang ini hingga membuat gagal totalnya rencana penyerbuan dari pasukan tentara kafir Quraisy beserta sekutunya dari sebagian golongan Yahudi, tidak bisa lepas dari nama Salman Al Farisi. Dialah tokoh yang menyumbangkan ide dan usulan strategi menggalian parit tersebut.

Waktu itu kaum muslimin sedang dilanda kepanikan saat mendengar kabar mendadak bahwa pasukan tentara kafir Quraisy yang berkoalisi dengan beberapa kabilah Yahudi dan sejumlah suku lainnya yang kontra dengan perkembangan Islam di Madinah akan menyerang Madinah sebagai basis umat Islam tempo itu.

Pelajaran Penting dari Perang Khandaq (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajaran Penting dari Perang Khandaq (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajaran Penting dari Perang Khandaq

Menyikapi situasi genting demikian Rasulullah Saw segera mengumpulkan para sahabat untuk menentukan keputusan yang hendak diambil. Lalu, mengingat besarnya kuantitas jumlah musuh dan matangnya persiapan mereka, diputuskanlah untuk memilih strategi bertahan sebagai pilihan terbaik. Hanya saja, bagaimana operasional konkretnya cara bertahan tersebut belum ditemukan.

IMNU Tegal

Hingga muncul ide dari Salman yang mengusulkan strategi yang sama sekali baru dan belum dikenal pada masa sebelumnya di kalangan bangsa Arab, yaitu taktik defensif menggali parit sebagai pelindung pada bagian-bagian daerah terbuka di sekeliling Madinah. Dan Rasulullah Saw menyetujui usul yang diajukan Salman ini.

Setelah beberapa kawasan terbuka di seputar Madinah selesai dibuatkan parit, akhirnya barisan pasukan Quraisy gagal menerobos masuk kota Madinah. Kurang lebih sebulan mereka mengerahkan segala upayanya untuk masuk Madinah tapi gagal. Pergerakan mereka hanya mentok bertahan di kemah-kemahnya, diperparah cuaca ekstrem di malam hari. Mereka pun putus asa dan memutuskan kembali ke Makkah dengan tangan hampa.

IMNU Tegal

Efektivitas taktik penggalian parit pelindung yang ditemukan Sahabat Salman dalam perang Khandaq itu menurut beberapa penulis bukan semata ilham yang tiba tiba muncul di kepala Salman. Melainkan di negeri asalnya, Persi, Salman telah memiliki pengalaman luas tentang taktik dan sarana perang. Begitu pula sejak dari Persi ia telah menguasai berbagai siasat beserta liku-likunya.

Salah satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari perang Khandaq adalah tentang kesediaan Nabi Muhammad dan para Sahabatnya menerima usulan Salman dalam musyawarah mengantisipasi berita akan menyerangnya kafir Quraisy ke Madinah. Padahal Salman orang ajam (bukan Arab), begitu pula siasat penggalian parit adalah sebuah taktik tidak lazim di kalangan orang Arab, artinya itu siasat perang dari bangsa lain.

Fakta ini secara implisit mengajarkan suatu dorongan sikap agar orang Islam bersedia mengambil dan menerima hal hal dari budaya luar selagi itu positif dan bermanfaat.? Dengan kata lain tidak antipati atau alergi dengan hal hal yang mengandung nilai manfaat dan kebaikan (dalam berbagai bidang) meskipun itu bersumber dari budaya lain, bukan budaya bangsa sendiri.

Strategi penggalian parit yang diusulkan Salman adalah siasat perang yang berkembang di Persia, bukan Arab. Meski demikian, karena mengandung sisi baik, Nabi Muhammad secara bijak mengadopsinya menjadi bagian dari perjuangan Islam. Wallahu a’lam. (M Haromain)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Senin, 27 November 2017

Saat Nabi Menjawab Pertanyaan

Nabi adalah orang yang membawa berita. Bukan sembarang berita, tapi ini berita dari langit. Semua Nabi membawa dua pesan utama: percaya kepada Tuhan dan percaya pada hari akhir/hari kebangkitan. Pesan dari langit bukan sekadar pepesan kosong melainkan juga harus diterapkan untuk terciptanya ketertiban dan kenyamanan. Pada titik ini, Nabi menjelma menjadi suri tauladan untuk menjalankan pesan ilahi.

Nabi bukan hanya pembawa pesan (messenger) sebagaimana layaknya tukang pos yang tidak tahu isi pesan. Nabi diberi pemahaman akan berita atau pesan yang hendak diteruskan kepada sesama. Bahkan Nabi juga menjawab sejumlah pertanyaan mengenai maksud dan kandungan berita langit. Nabi juga menjadi orang pertama yang berhadapan dengan mereka yang tidak percaya dan mengingkari pesan langit.

Saat Nabi Menjawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Nabi Menjawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Nabi Menjawab Pertanyaan

Ada yang jelas-jelas menentang (kafir) namun ada pula yang hatinya mendua antara percaya dan tidak percaya (munafiq). Banyak pihak yang sekadar iseng bertanya kepada Nabi. Atau bertanya untuk menguji dan mengolok-olok. Ada pula yang gemar mencari-cari kesalahan, menguping dan membocorkan pembicaraan Nabi, bahkan ada yang meniru gerak-gerik Nabi berbicara sekadar mengejek setiap kali Nabi menyampaikan pesan atau penjelasan.

IMNU Tegal

Dalam Hadis riwayat Imam Bukhari dikisahkan Nabi naik mimbar dan kemudian "menantang" jamaah untuk mengajukan pertanyaan yang mereka mau, dan pasti saat itu akan Nabi jawab. Melihat Nabi yang terlihat geram, sejumlah sahabat menangis terisak-isak. Nabi berulangkali berseru: "bertanyalah kalian kepadaku!". Seorang bertanya, "dimana tempat tinggalku kelak?" Nabi menjawab: "kamu di neraka!". lantas Abdullah bin Hudzaifah bertanya: "siapa ayahku Ya Rasul?" Nabi menjawab, "Ayahmu Hudzaifah." Nabi masih menunggu siapa lagi yang mau bertanya segala macam kepadanya dengan terus mengulang: "Ayo bertanya lagi?!"

Umar bin Khattab kemudian berkata: "Radhina billahi Rabba, wa bil Islami dina, wa bi Muhammadin shallahu alayhi wa sallam Rasula (Kami ridha Allah sebagai Rabb Kami, Islam sebagai agama kami dan Muhammad SAW sebagai Rasul)." Ucapan Umar di tengah isak tangis para sahabat tersebut mengandung pertaubatan, penyesalan akan ketidaksopanan sejumlah pihak dan juga pengulangan janji kesetiaan kepada Nabi.

Nabi terdiam sejenak mendengar ucapan Umar. Nabi kemudian bersabda: "Pada dinding ini telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka. Belum pernah kulihat kebaikan dan keburukan seperti hari ini." Ucapan Nabi bermakna gentingnya situasi saat itu akibat kemarahan Nabi.

IMNU Tegal

Peristiwa ini berbuntut panjang. Dalam riwayat Imam Muslim diceritakan kisah tambahan betapa ibu Abdullah murka pada anaknya yang bertanya siapa bapaknya di depan Nabi. Bukan saja pertanyaan itu tidak penting ditanyakan tapi juga seolah meragukan jalur nasabnya. Kata ibunya, "Kamu sangka ibumu ini pelacur yang kemudian aibnya mau kamu buka di depan Nabi dan jamaah dengan bertanya seolah meragukan siapa ayahmu?! Aku tidak pernah mendengar seorang pun yang lebih durhaka ketimbang engkau!"

Ada memang orang yang selalu ingin tahu hal-hal yang amat sangat detil dari agama ini. Nabi yang membawa gagasan besar dan pesan dari langit disibukkan dengan pertanyaan remeh temeh, seperti orang yang kehilangan unta dan kemudian bertanya hal itu kepada Nabi.

Nabi pernah bersabda:

"Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah”. Seseorang berkata, ”Apakah setiap tahun, wahai Rasulullah?” Maka beliau diam hingga orang tersebut mengulanginya sampai tiga kali, kemudian Rasulullah bersabda, ”Kalau aku katakan ya, niscaya hal tersebut menjadi wajib, dan niscaya kalian tidak akan sanggup,” kemudian beliau bersabda, ”Biarkanlah aku terhadap apa yang aku tinggalkan kepada kalian. Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena pertanyaan dan penentangan mereka kepada nabi-nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakan semampu kalian. Dan jika aku melarang sesuatu pada kalian, tinggalkanlah."

Maka kemudian turunlah ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian." [al-Mâidah: 101].

Jadi, apa kita tidak boleh bertanya? Tentu boleh. Ada sekitar 12 ayat di mana Allah turun tangan langsung menjelaskan jawaban dengan menggunakan redaksi: "Mereka bertanya kepadamu tentang...." Itu karena pertanyaannya sangat penting. Di lain kesempatan, Nabi juga senang sekali berdialog dengan para sahabatnya. Ini artinya Nabi tidak keberatan menghadapi berbagai pertanyaan sahabat.

Namun seringkali orang bertanya bukan untuk mendapatkan jawaban. Ada yang bertanya untuk menunjukkan bahwa dia juga memiliki pengetahuan tentang hal yang dibicarakan. Ada yang bertanya untuk menyindir, atau untuk menunjukkan kita lebih pintar dari yang ditanya. Atau bertanya untuk menebar pesona betapa alim dan dermawannya kita.

Simak pertanyaan model ini: "Mengapa ya Ustadz setiap saya habis bersedekah rasanya nikmatttt sekaliii?" Lantas disusul pertanyaan jamaah lain, "Kalau saya rasanya nikmat itu pas sehabis shalat tahajud 12 rakaat. Kenapa ya Ustadz?" Atau yang satu ini: "Bu Ustadzah, setiap saya pergi umrah setiap bulannya kenapa ya saya selalu menangis kalau shalat di depan Kabah? Dan anehnya tetangga saya katanya tidak bisa keluar air mata di Tanah Suci. Apakah perbedaan ini karena saya rajin menyantuni anak yatim, sementara tetangga saya itu terkenal pelitnya ya Bu?"

Duuhhhh!

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ini Cara Minta Maaf Kepada Orang Yang Dikafirkan dan Dimunafikkan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail IMNU Tegal, kita dilarang oleh Rasulullah SAW mengafirkan dan menuduh orang lain fasik, munafiq, atau sebutan buruk lain di dalam agama. Sementara banyak orang terutama pada pergantian tahun 2016-2017 di sepanjang rangkaian aksi bela Islam dan aksi bela ulama melakukan dengan ringan apa yang dilarang Rasulullah. Pertanyaan saya, bagaimana caranya meminta maaf kepada orang-orang yang dianiaya dengan tuduhan-tuduhan bernuansa agama seperti itu? Mohon dijelaskan. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Siti Aminah/Jakarta Utara)

Ini Cara Minta Maaf Kepada Orang Yang Dikafirkan dan Dimunafikkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Minta Maaf Kepada Orang Yang Dikafirkan dan Dimunafikkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Minta Maaf Kepada Orang Yang Dikafirkan dan Dimunafikkan

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Rasulullah SAW melarang umatnya untuk mengafirkan, menuduh orang lain munafik, fasik, ahli bidah terhadap sesamanya. Larangan ini berlaku di mana saja, kapan saja, dan berlaku untuk siapa saja.

IMNU Tegal

Dengan kata lain, dalam momentum apa saja umat Nabi Muhammad SAW dilarang mengafirkan atau memunafikkan satu sama lain. Larangan ini juga berlaku umum. Siapa saja, baik orang awam, para dai, penceramah, maupun para khatib dilarang oleh agama untuk melakukan dosa besar ini.

Imam Al-Ghazali memberikan tuntunan pertobatan bagi mereka yang terlanjur melemparkan sebutan kafir, munafiq, fasik, zindik, atau sebutan hina lain dalam agama.

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sedangkan dalam hal agama, kau mengafirkan, membid‘ahkan, atau menyesatkan orang lain. Penebusan dosa seperti ini paling sulit dibanding penebusan dosa lainnya. Kau wajib mengakui kesalahanmu di hadapan yang bersangkutan dan kau wajib meminta ia merelakan perbuatanmu jika itu memungkinkan. Tetapi jika hal itu tidak memungkinkan bagimu, maka mintalah dengan segenap daya dan kemampuanmu kepada Allah; dan sesalilah perbuatanmu agar Allah melunakan hatinya untuk merelakan kesalahanmu,” (Lihat Imam Al-Ghazali, Minhajul Abidin ila Jannati Rabbil Alamin, Beirut, Mu’assasastur Risalah, cetakan pertama, 1409 H/1989 M, halaman 77).

Permohonan maaf kepada orang yang dianiaya dengan cara seperti ini merupakan bagian dari hak adami (kewajiban yang berkaitan dengan sesama manusia) yang harus diselesaikan sebagai langkah menuju jalan Allah SWT. Permohonan maaf ini merupakan satu tahap pertobatan tempat bergantungnya amal ibadah seseorang. Sejauh pelaku belum menyelesaikan hak adami seperti ini, semua ibadahnya belum diterima Allah SWT.

Tuntunan pertobatan bagi mereka yang menganiaya orang lain tampaknya memang berat. Hal ini sangat wajar mengingat tuduhan kafir, munafik, fasik, zindik, dan tuduhan lainnya adalah tuduhan berat dan dosa besar.

Saran kami, marilah kita menjaga lisan dan tangan kita dari penganiayaan terhadap orang lain dengan menuduhnya sebagai kafir, munafik, fasik, atau zindik, secara lisan dan tulisan, apapun medianya, apapun forum dan mimbarnya.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Jumat, 17 November 2017

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

Jakarta, IMNU Tegal. Wakil Bupati Sikka Drs Nong Susar meminta GP Ansor dan seluruh pemuda Banser ? kabupaten Sikka untuk menjaga suasana kedamian di Sikka. Dengan perdamaian, pemkab setempat bersama GP Ansor membangun kemajuan daerah setempat.?

Demikian dinyatakan Nong Susar dalam sambutan pembukaan PKD GP Ansor Sikka yang berlangsung di Gedung FKUB Sikka, Senin (28/9) malam.

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ajak GP Ansor Jaga Perdamaian di Kabupaten Sikka

“GP Ansor secara nasional telah lama dekat di hati masyarakat Indonesia sebagai pemuda terdepan yang membela keberagamaan. Mereka dikenal menyelesaikan masalah yang dihadapi kaum minoritas di Indonesia.”

IMNU Tegal

Keberagamaan, kata Nong Susar, tidak merupakan malapetaka melainkan kekuatan. Karena kita berjuang bukan demi perbedaan melainkan demi kemanusiaan.

IMNU Tegal

Ia bercerita, Presiden Ke-4 RI KH Abdurahman Wahid memiliki pikiran yang sangat cerdas melampui sekat agama di Indonesia.

"Gusdur sebelum dan setelah jadi presiden, pernah melakukan kunjungan di Ledalero. Melakukan dialog agama dan dialog karya. Gusdur memiliki sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh kita-kita, memunyai pikiran melampaui sekat agama, suku, dan ras," kata Susar.

Pelatihan ini dihadiri istruktur dari PP GP Ansor Masud Saleh, H Aunullah, dan PW GP Ansor NTT Ajhar Jowe.

Masud Saleh mengatakan, “Dalam sebuah kehidupan manusia banyak ditemukan berbagai warga dan perbedaan. Jika kita memhami perbedaan maka kita aman dan damai selalu di bumi milik kita sendiri.”

Sementara Ajhar Jowe mengatakan, pelaksanaan PKD perdana bagi pengurus GP Ansor Sikka akan membawa perubahan cabang Ansor dari masa-masa sebelumnya. Penguatan kapasitas organisasi melalui proses pelatihan perdana ini, akan menjadi gambaran terbaru untuk Ansor Sikka ke depan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Kiai, RMI NU IMNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting

Jombang,IMNU Tegal. Kapolda Jatim Irjen Polisi Anas Yusuf menjalin silaturahmi dengan kalangan pesantren di Jombang. Salah satu pesantren yang dikunjungi adalah Pesantren Tebuireng pimpinan KH Sholahudin Wahid yang juga adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Jatim: Silaturahmi dengan Kalangan Ulama itu Penting

Dalam kunjungan pertamanya ini, Anas Yusuf mengatakan pentingnya menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan kalangan ulama pesantren. Hal ini dalam rangka menciptakan kondusivitas wilayah Jawa Timur yang cukup luas. "Kita butuh silaturahmi dan masukan dari para kiai, ulama diantaranya adalah pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid," ujarnya.

Kunjungan Irjen Anas Yusuf ditemani Wakapolres Jombang Kompol Sumardji serta sejumlah perwira dari Polda Jatim. Kedatangan orang nomor satu dijajaran Polisi Jawa Timur ini langsung disambut Gus Sholah bersama KH Abdurrahman Ustman, KH Irfan Yusuf.

IMNU Tegal

Usai melakukan pertemuan di ndalem kasepuhan, Kapolda yang baru menjabat beberapa bulan ini melakukan ziarah ke Makam Gus Dur dan Makam pendiri NU, KH Hsyim Asyari yang berada di komplek Pesantren Tebuireng.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan pentingnya menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan daerah. Karenanya Anas berharap tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar-perguruan silat di Jawa Timur pada saat perayaan bulan Suro. "Kita berharap dalam peringatan bulan Suro tidak ada bentrokan di masyarakat, khususnya antar perguruan silat," katanya.

Anas mengakui dibeberapa daerah di Jatim yang memiliki basis perguruan pencak silat berpotensi adanya bentrokan. Karenannya pihaknya terus melakukan pendekataan persuasif dengan semua pihak yang terlibat.

"Kita sudah sejak satu bulan lalu menjalin komunikasi dengan tokoh tokoh silat, termasuk yang di Madiun. Insya Allah tidak ada hal itu (bentrokan), kami optimis perayaan akan aman," tandasnya seraya mengatakan selain Madiun, daerah yang juga berpotensi ada bentrokan antar-perguruan pencak silat adalah Ponorogo.

Dikatakannya, dua wilayah yang selama ini rawan terjadinya bentrokan antar pesilat butuh dilakukan pendekatan. "Untuk mengantisipasi dan menjaga keamanaan dalam perayaan bulan Suro ini kita menerjunkan 3000 personel BKO dari Polda Jatim," pungkas Kapolda mengatakan. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

Pringsewu, IMNU Tegal. Penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah menjadi pesan dan poin utama yang disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim saat bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Pardasuka. Silaturahmi yang dilakukan dalam rangka Safari Ramadhan PCNU tersebut dilaksanakan di Masjid Nurul Falah Desa Pujodadi Kecamatab Pardasuka, Kamis (1/6).

Dalam kesempatan tersebut, Taufik mengingatkan bagaimana saat ini orang dengan mudah mengakses paham Islam transnasional dengan mengakses teknologi dan banyak tersebar di internet khususnya media sosial.

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid, Jamaah dan Amaliyah Aswaja

"Sekarang sudah mulai bergeser orang tidak bertanya kepada ulama dan kiai tentang hukum Islam. Mereka lebih percaya kepada internet dan media sosial dalam belajar Agama. Hal ini sangat berbahaya karena orang-orang seperti ini gampang terpengaruh paham Islam transnasional yang memang gencar memanfaatkan media khususnya internet untuk menyebarkan paham mereka," katanya.

Ia mengingatkan kepada warga NU untuk berhati-hati dan dapat menyaring berita ataupun kajian-kajian Islam yang ada diinternet ataupun media sosia agar terhindar dari faham transnasional yang cenderung keras, kaku dan radikal serta gampang menyalahkan orang lain.

IMNU Tegal

"Mari perkuat Aswaja dengan memperkuat struktur kepengurusan NU disemua tingkatan. Jika NU bergerak, Muslimat, Ansor dan seluruh elemen NU bergerak maka Aswaja akan kokoh," tegasnya.

Cara lain yang dilakukan aliran-aliran Islam transnasional adalah dengan merebut masjid-masjid dan mengganti amaliyah Aswaja dengan cara mereka.?

"Mereka tidak membangun Masjid namun berusaha merebut kepengurusan Masjid. Mengganti Imam, khotib dan ketakmiran sehingga mereka dapat merebut dan menguasai jamaah. Mari jaga masjid, jamaah dan amaliyah Aswaja," tegasnya.

Selain itu Mas Taufik juga mengingatkan kepada warga NU untuk memberikan pendidikan dan mengirim putra-puterinya ke Lembaga pendidikan yang bernafaskan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

IMNU Tegal

"Mari kirim anak kita ke pesantren NU dan Sekolah atau madrasah NU agar nanti bisa menjadi generasi penerus. Kalau bukan kita dan putra putri kita siapa lagi yang akan meneruskan Jamiyyah NU dan Ahlussunnah wal Jamaah?," ujarnya.

Dalam Safari Ramadhan tersebut diserahkan Logo NU dari PCNU Pringsewu ke MWC NU Pardasuka sebagai simbol komitmen berorganisasi dan kecintaan terhadap Jamiyyah. Selain itu juga diberikan santunan kepada 30 anak yatim yang ada di Desa Pujodadi dan sekitarnya melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah NU atau Lazisnu Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional IMNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Rumadi Ahmad mengungkapkan bahwa Pilkada DKI Jakarta telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan.?

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Menurutnya, bukan saja soal Cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tetapi juga respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan lain di luar Pilkada DKI.

Sebenarnya situasi pasca kontroversi pernyataan Ahok mengenai Surat al-Maidah 51 sudah mulai mereda setelah Ahok minta maaf secara terbuka atas ucapannya yang dianggap menyinggung umat Islam.?

“Tokoh-tokoh agama ternama juga menanggapi positif permintaan maaf itu. Semua itu menjadikan situasi yang semula penuh ketegangan mulai mereda,” ujar Rumadi, Kamis (13/10) melalui keterangan tertulisnya kepada IMNU Tegal. Dia juga menulis pernyataanya ini di akun Facebook miliknya.

Tapi belakangan situasi kembali memanas, imbuhnya, terutama setelah MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang pada intinya menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama. Situasi tambah semakin memanas karena sebuah stasiun TV swasta menggelar acara dialog secara live kurang lebih 4 jam, dengan tema “Setelah Ahok Minta Maaf”.?

IMNU Tegal

Berkembang juga berita, besok pagi, Jumat 14 Oktober 2016 akan ada aksi besar yang dimulai dari Masjid Istiqlal, dengan tema “Tangkap Ahok Penista Agama”. Situasi ini, ungkap Rumadi, menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, sehingga Gereja Katedral yang letaknya di sebelah masjid Istiqlal merasa perlu membuat himbauan khusus kepada Jemaatnya agar besok hari itu tidak mendekat ke kawasan Katedral jika tidak ada keperluan mendesak.

“Saya menduga ada kelompok-kelompok yang mengambil untung dari situasi ini untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan dengan mengadu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesama umat Islam yang mempunyai haluan yang berbeda. Mereka akan menunggangi organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya,” papar Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan STAINU Jakarta ini.

Siapakah kelompok itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit dikenali menurut Rumadi. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut.?

“Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan soal Ahok, tapi lebih besar dari itu,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Karena itu, tandas Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) ini, waspada dengan skenario adu domba yang sudah mulai terasa. Bukan soal Ahok dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, AlaSantri IMNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Patut Dicontoh, Warga NU Tempurejo Bangun Kantor Secara Swadaya

Jember, IMNU Tegal. Apa yang dilakukan MWCNU Kecamatan Tempurejo, Jember, Jawa Timur ini layak diapresiasi. Kendati tertatih-tatih, tapi mampu membangun kantor yang representatif dengan swadaya masyarakat. Menurut Ketua MWCNU Tempurejo H. Hasyim Asy’ari, pembangunan kantor yang? terletak di Desa Sidodadi tersebut dimulai tahun 2014. Sempat berhenti beberapa waktu karena kesulitan dana, tapi akhirnya pembangunan berjalan lagi. Saat ini pembangunan mencapai 80 persen.

“Untuk soal pendanaan, memang kita prioritaskan dari warga NU sendiri, khususnya para pengurus. Dan alhamdulillah,? bisa jalan,” ucapnya kepada IMNU Tegal di Sidodadi, Ahad (8/1).

Patut Dicontoh, Warga NU Tempurejo Bangun Kantor Secara Swadaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Patut Dicontoh, Warga NU Tempurejo Bangun Kantor Secara Swadaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Patut Dicontoh, Warga NU Tempurejo Bangun Kantor Secara Swadaya

H. Hasyim menambahkan, penggalian dana pembangunan kantor tersebut dilakukan mulai dari warga NU, pengurus Ranting, Ansor, Muslimat dan segenap elemen NU di tingkat kecamatan Tempurejo.

Dikatakannya, selain memang membutuhkan dana besar, kurang lebih 320 juta rupiah, penggalian dana yang melibatkan masyarakat luas juga dimaksudkan sebagai langkah menanamkan kesadaran tentang pentingnya berorganiasi (NU). Dengan menyumbang dana, masyarakat akan merasa ikut membangun sekaligus memiliki kantor tersebut sehingga diharapkan kedepan juga tumbuh kesadaran untuk memakmurkannya.

“Semua elemen kami minta partisipasinya agar merasa ikut memiliki. Memang ada juga dana yang difasilitasi kader NU di Jawa Timur (anggota legislatif), yang itu menjadi perangsang bagi masyarakat untuk menyumbang,” lanjutnya.

Luas tanah yang diperuntukkan bagi kantor tersebut mencapai? sekitar 2.016 M. Bangunannya sendiri terdiri dari aula seluas 180 m persegi yang terintegrasi dengan kantor utama di bagian depan dengan luas 30 m.

IMNU Tegal

H. Hasyim berharap agar kelak kantor tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya untuk kegiatan ke-NU-an, tapi juga kegiatan lain semisal pemberdayaan umat.

“Yang harus kita pikirkan setelah membangun kantor adalah bagaimana cara kita memaksimalkan manfaat kantor itu. Sebab, kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, kasihan gedungnya. Tapi kami insyaallah siap menggunakannya secara maksimal,” pungkasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Halaqoh, Daerah IMNU Tegal

Kamis, 05 Oktober 2017

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan

Probolinggo, IMNU Tegal. Setelah resmi terbentuk berdasarkan rapat anggota, Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin di Desa Pohsangit Leres Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo langsung menggelar konferensi untuk memilih pimpinan, Jumat (16/1).

Dalam konferensi tersebut, M. Hafidz terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin. Sementara Windasari diberi amanah untuk menjadi Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbentuk, IPNU-IPPNU Pesantren Sirotjul Tholibin Pilih Pimpinan

Pada tahap awal pencalonan Ketua PK IPNU SMP-SMK Sirotjul Tholibin muncul 3 (tiga) nama. Yakni, Alvian Naury, M. Hafidz dan Ardianto. Ketika dilakukan pemungutan suara, Alvian Naury tidak memperoleh suara, M. Hafidz memperoleh 14 suara, dan Ardianto memperoleh 2 suara.

IMNU Tegal

Karena dalam tata tertib (tatib) calon harus mendapatkan dukungan minimal 4 suara, maka M. Hafidz langsung terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

IMNU Tegal

Sementara dalam tahap awal pencalonan Ketua PK IPPNU SMP-SMK Sirotjul Tholibin, muncul 3 (tiga) calon. Yakni, Arvianti, Dindari Yuli dan Windasari. Dalam pemungutan suara awal, Arvianti memperoleh 9 suara, Dindari Yuli memperoleh 3 suara dan Windasari memperoleh 10 suara.

Sama halnya dengan IPNU, bakal calon yang memiliki minimal 4 suara yang lolos hanya dua. Yakni, Arvianti dan Windasari. Setelah pemungutan suara, Arvianti memperoleh 8 suara dan Windasari memperoleh 10 suara. Dengan hasil ini, Windasari terpilih sebagai Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin.

Pemilihan Ketua PK IPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin dipimpin langsung oleh Wakil Sekretaris PC IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro. Sementara pemilihan Ketua PK IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin dipimpin oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati.

Hadir dalam konferensi PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin ini Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin al Hariri, Pengasuh Pesantren Sirotjul Tholibin Badrus Sholeh al Hariri, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i, serta para santri dan santriwati Pesantren Sirotjul Tholibin.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Jamaluddin al Hariri menyambut baik terbentuknya kepengurusan PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin. Setelah terbentuk, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo diminta untuk terus membina lagi PK IPNU-IPPNU SMP-SMK supaya bisa lebih semangat lagi.

“Hanya saja saya menyarankan agar PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo mengadakan lomba baca kitab dan kajian keilmuan walaupun dengan standar biasa. Misalnya kitab Sullam Safinah. Saya senang karena pesantren ini bisa tersentuh oleh IPNU-IPPNU,” ungkapnya.

Wakil Sekretaris PC IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro berharap agar dengan terbentuknya PK IPNU-IPPNU SMP-SMK Pesantren Sirotjul Tholibin ini bisa terbentuk embrio kaderisasi yang berkelanjutan, misalnya dari PK bisa ke Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Cabang (PC).

“Setidaknya nanti siap menggantikan pengurus NU beberapa tahun mendatang, baik MWCNU maupun PCNU. Sebab hidupnya PAC tergantung dari embrio kaderisasi dari PR dan PK. Begitu juga dengan PC harus ada regenerasi pengurus mulai dari PAC, PR hingga PK,” ujarnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati mengungkapkan kaderisasi di tubuh NU menjadi sebuah amanah yang utama IPNU-IPPNU. Oleh karenanya ke depan tidak hanya membentuk saja, tetapi juga akan dilakukan pembinaan rutin agar kegiatan komisariat pesantren bisa lebih aktif.

“Sebagai kader NU kita harus siap untuk dapat benar-benar menjaga dan berani menjalankan amanah yang mulia ini dengan keikhlasan hati. Para pengurus IPNU-IPPNU harus berupaya mewujudkannya dengan baik melalui kerja sama dan komunikasi dengan semua pengurus,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Halaqoh, Nasional IMNU Tegal

Sabtu, 09 September 2017

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan

Demak, IMNU Tegal



Tidak disebut mendidik jika tidak mengedepankan kasih sayang. Tidak disebut guru jika seseorang tidak bisa memberi keteladanan. Sifat rahman dan memberi uswah hasanah (contoh mulia) itulah kunci pendidikan. Terutama untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). 

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasih Sayang dan Keteladanlah Kunci Pendidikan

Barangkali karena inspirasi dari prinsip moral para guru PAUD itulah, para peraih juara di Festival PAUD Demak yang digelar di halaman kantor Bupati Demak, Jumat (8/12) memiliki nama yang seirama. 

Di ajang kreativitas membacakan buku cerita dan mendongeng (story telling) yang diikuti 59 PAUD se Kabupaten Demak dan Kota Semarang ini, pemenangnya adalah PAUD Abdurrahman Wahid asal Bonang, Demak. Disusul juara II PAUD Uswatun Hasanah, juga dari Bonang Demak, diikuti juara III PAUD Al-Mubarok dari Kota Demak. 

Adapun juara harapan I sampai III adalah PAUD Bina Sejahtera dari Bonang, PAUD Ceria dari Mranggen (keduanya di Demak), dan PAUD Darul Iman dari Genuk, Kota Semarang. Seluruh peraih juara tersebut mendapat hadiah uang pembinaan dari penyelenggara Fesival, yaitu Ananda Marga Universal Relief Team (AMURT) Indonesia.

Ketua Yayasan AMURT Indonesia Bayu Laksma Pradana memberikan hadiah kepada para pemenang, diiringi tepuk tangan meriah para peserta dan hadirin yang berjumlah 1.200 orang. 

IMNU Tegal

Dalam sambutannya, Bayu mengatakan, AMURT Indonesia sangat menghargai keikhlasan para guru PAUD yang begitu mulia hatinya memberikan ilmunya tanpa imbalan materi kepada para anak anak desa maupun kota. Mereka benar benar memberi harapan adanya generasi yang berakhlak mulia serta berguna bagi bangsa dan negaranya.

IMNU Tegal

Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu AMURT Indonesia memberi layanan pengembangan pendidikan usia dini di wilayah kerja Demak dan Kota Semarang selama ini. 

Disebutkan secara jelas, pihak yang membantu adalah para pengurus Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI), para pegiat komunitas peduli PAUD, para pemuka masyarakat, kepala desa, camat, pejabat dinas pendidikan, dan juga kepala daerah dan wakil rakyat. 

"Terima kasih tak terhingga juga kami sampaikan kepada para ibu dan bapak yang mendukung adanya pendidikan usia dini sehingga anak anaknya menjadi siswa PAUD yang luar biasa," tuturnya didampingi para pegiat AMURT Indonesia. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Pendidikan IMNU Tegal

Rabu, 06 September 2017

IPNU-IPPNU Bandung Siapkan Rumah Pelajar

Bandung, IMNU Tegal - Setelah resmi dilantik pada Ahad (18/12) di? Pesantren Nurul Iman, Cibaduyut, IPNU-IPPNU Kota Bandung masa khidmat 2016-2018 akan melakukan terobosan program kerja untuk kaderisasi pelajar NU yang ada di Kota Bandung. Mereka berencana menyediakan rumah baca bagi para pelajar di Kota Bandung.

Menurut Ketua IPPNU Kota Bandung Siti Nurjanah, terobosan program kerja yang akan diberikan kepada pelajar NU yakni dengan membuat rumah pelajar. Rumah pelajar ini akan menjadi wadah berkumpulnya pelajar-pelajar NU.

IPNU-IPPNU Bandung Siapkan Rumah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bandung Siapkan Rumah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bandung Siapkan Rumah Pelajar

“Nantinya akan ada beberapa kegiatan, seperti bimbingan belajar, kegiatan konseling, perpustakaan Pelajar NU, pelatihan, pengajian rutin IPNU dan IPPNU juga kegiatan ekonomi kreatif,” kata Janah setelah pelantikan yang dibarengkan dengan acara istighotsah dan muhasabah akhir tahun itu.

IMNU Tegal

Ia menyebutkan kendala-kendala yang dihadapi di Kota Bandung, seperti lemahnya kesadaran berorganisasi kalangan pelajar yang kulturnya NU di samping massifnya penyebaran paham-paham wahabisme. Tidak sedikit pelajar yang terbawa arus modernisme, dan memilih mengikuti organisasi atau komunitas lain daripada organisasi yang berlandaskan nilai keislaman.

“Adapun strategi yang disiapkan, dengan terus melakukan pengkaderan dan penyebarluasan ke-NUan. Dengan cara bekerja sama dengan badan otonom lainnya seperti Pergunu dan LP Maarif. Agar diberikan ruang untuk masuk ke sekolah-sekolah basis NU maupun yang berkultur NU yang ada di Kota Bandung. Agar rohis-rohis di sekolah yang berada di bawah LP Ma’arif maupun yang ada pengurus Pergununya bisa diisi oleh IPNU-IPPNU,” lanjut Nurjanah.

Ia berharap pelajar NU di Bandung yang sudah bergabung di IPNU dan IPPNU agar tetap istiqamah dan berkarya. Ia berharap para aktivis pelajar NU tetap semangat mengajak pelajar-pelajar di Kota Bandung untuk bergabung di IPNU dan IPPNU juga terus menyerukan gerakan tawazun, tasamuh, tawasuth dan taadul.

IMNU Tegal

“Untuk pelajar yang belum tergabung di IPNU dan IPPNU besar harapan agar bisa bergabung dan dapat belajar bersama mengenai Islam yang mendamaikan, Islam yang menentramkan yang menyikapi perbedaan dengan bijak dan berjuang bersama agar ajaran-ajaran NU tetap membumi di bumi Pasundan,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, Nasional, Sunnah IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock