Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar

Makassar, IMNU Tegal. Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Makassar ditutup dengan wisata religi dengan menziarahi makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Kabupaten Gowa. Panitia, peserta yang berjumlah 19 orang beserta fasilitator turut serta dalam ziarah tersebut.

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Syekh Yusuf Al-Makassari Penutup PKL PMII Makassar

Syekh Yusuf Al-Makasaari merupakan salah satu uluma besar yang berasal dari Makassar. Menurut Sonny Majid, fasilitator PKL PMII Makasaar, wisata religi ini dilakukan dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya dan amalan yang selama ini dijaga oleh para tetua kita di Nahdatul Ulama.

“Menjaga tradisi merupakan salah satu tanggung jawab bagi organisasi yang berlambang prisai ini,” jelas Sonny yang juga dosen Universitas Pamulang Tangerang, Banten pada Kamis (29/9).

IMNU Tegal

Senada dengan Sonny, Ketua Cabang PMII Makassar Basri menegaskan, arti dari lambang perisai PMII adalah sebagai simbol agar warga pergerakan menjadi tameng untuk menjaga budaya dan tradisi di Indonesia.

Oleh karena itu, kata alumni PMII Rayon Ekonomi UMI, ziarah ke makam Syekh Yusuf Al-Makassari merupakan salah satu langkah untuk menjaga tradisi dan budaya di Indonesia.

IMNU Tegal

Setelah selesai PKL, Basri mengharapkan semua peserta dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat, serta dapat mengembangkan PMII dan NU di daerah masing-masing. (Muhammad Aras Prabowo/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Warta, News IMNU Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Jember, IMNU Tegal. Memungkasi? tahun 2016, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Sumberjambe, Jember, Jawa Timur? menggelar? peringatan Mualid? Nabi Muhammad SAW di Sumberpakem, Sabtu (31/12) .

Selain peringatan Maulid? Nabi, acara tersebut juga dimaksudkan untuk konsolidasi, evaluasi program dan rencana kegiatan tahun 2017.

“Ya, kita akan segera memasuki tahun 2017, maka kita adakan evaluasi kegiatan yang sudah-sudah, dan kita programkan kegiatan yang lebih baik di tahun depan,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni saat memberikan sambutan.

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Senjata untuk Dapat Rahmat Allah dan Tolak Laknat-Nya

Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan yang didapuk bertaushiyah menegaskan, betapa pentingnya doa. Untaian doa yang dipanjatkan, pasti mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Namun disadari atau tidak, sebagian umat Islam dewasa ini justru cenderung meremehkan kekuatan doa. Padahal Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang mukmin.

“Senjata untuk mendapat rahmat Allah dan senjata untuk menolak laknat Allah,” ujarnya.

IMNU Tegal

Doa, katanya, memiliki kekuatan yang luar biasa dahsyat. Mengapa dahsyat? Karena Allah sendiri yang menyuruh hamba-Nya untuk berdoa dan memastikan akan mengabulkan doa tersebut. Cuma persoalannya, manusia sering meragukan kasih sayang Allah, sehingga tidak yakin doanya dikabulkan. Padahal meragukan kasih sayang Allah, sama artinya dengan berburuk sangka keapda Allah.

“Alllah pasti mengabulkan doa hamba-nya. Kenapa? Sebab, Allah sendiri yang meminta kita berdoa,” jelasnya.

IMNU Tegal

Ia lalu mengurai faidah pembacaan shalawat. Seraya menyitir sebuah hadits, Ustadz Eksan mengungkapkan bahwa siapapun yang membaca shalawat 100 kali dalam sehari, maka Allah akan penuhi 100 hajatnya. Komposisinya adalah 70 hajat dipenuhi di akhirat, dan 30 permintaan dikabulkan di dunia.

“Oleh karena itu, memasuki tahun baru 2017, kini saatnya umat Islam? kembali meneguhkan keyakinannya akan kekuatan doa. Bahwa doa adalah senjata kemenangan untuk izzu Islam wal muslimin,” pungkasnya. (Aryudi A. razaq/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga, News IMNU Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali

Banyumas, IMNU Tegal. Warga Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen Banyumas, Jawa Tengah khususnya warga jamiyah Nahdlatul Ulama kembali tengah berencana kembali membangun Masjid Jami At Taqwa yang akhir Januari 2014 lalu, roboh diterpa gempa bumi.

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Korban Gempa Akan Dibangun Kembali

Desain dan anggaran untuk pembangunan Masjid Jami At Taqwa Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen hingga kemarin pertengahan April 2014 ini masih terus dibahas. Pasalnya pembangunan masjid ini  perlu perencanaan desain konstruksi yang matang. Selain itu, anggaran pembangunan masjid juga masih terus dikumpulkan dari berbagai sumber.

Dalam musyawarah panitia pembangunan Masjid Jami At Taqwa Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen, Kamis (17/4) malam terungkap selain menghimpun swadaya dari masyarakat dan donatur lainya, panitia juga tengah menunggu kepastian bantuan penanganan gempa yang dijanjikan Pemkab Banyumas.

IMNU Tegal

Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Yul Khoerudin mengatakan usai gempat terjadi  hingga pertengahan April 2014 ini telah terkumpul uang bantuan sebanyak 107 juta. Selain itu juga ada sekitar 425 sak semen, 315 dus keramik dan berbagai material bangunan lainnya.

"Kami harap berbagai bantuan yang terkumpul bisa menjadi modal awal pembangunan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami," kata Yul Khoerudin.

IMNU Tegal

Tokoh ulama setempat, Habib Muhammad Al Habsyi yang juga takmir masjid mengatakan, panitia pembangunan terus bermusyawarah secara rutin tiap minggu untuk membahas langkah lanjutan untuk pembangunan masjid ini.

Komunikasi dan koordinasi panitia dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak lain juga terus diintensifkan untuk memperlancar proses pembangunan kembali masjid warga ini.

"Kami dari warga juga tidak akan berpangku tangan terkait penanganan pasca musibah gempa yang membuat ambruk masjid kami. Makanya kami dari panitia bersama pemerintah akan duduk bersama untuk membahas secara matang konsep detail dan anggaran pembangunan masjid ini. Semoga secepatnya pembangunan ini terealisasi," jelasnya.

Petugas Posko Bencana Gempa Masjid Jami At Taqwa, Muhammad Tohar Fauzi mengatakan bagi siapa saja yang terketuk hatinya untuk membantu pembangunan masjid dapat langsung menghubungi petugas posko bencana di nomor ponsel 081391131030 (Muhammad Tohar Fauzi) atau dating langsung ke Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.

Selain itu, panitia pembangunan masjid juga menerima bantuan melalui rekening BRI Syariah KCP Ajibarang 1015829687.

Seperti diketahui, akibat gempa bumi yang berpusat di wilayah barat daya Kebumen akhir Januari 2014 lalu, membawa dampak bagi rusaknya ratusan rumah di Desa Karangklesem Kecamatan Pekuncen. Efek terdahsyat dari gempa juga mengakibatkan Masjid Jami At Taqwa di Desa Kranggan Kecamatan Pekuncen ambruk. Pasca ambruk, warga bersama pemerintah daerah dibantu berbagai pihak lain mengadakan perataan lokasi masjid dan merencanakan pembangunan kembali.(susanto/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, News IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Menag Upayakan Kesatuan Ormas Islam

Jakarta, NU online

Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni mengatakan, hingga kini banyak orang meragukan bahwa penetapan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1428 H akan disepakati pada waktu bersamaan oleh seluruh organisasi massa (ormas) Islam.



Menag Upayakan Kesatuan Ormas Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Upayakan Kesatuan Ormas Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Upayakan Kesatuan Ormas Islam

“Banyak orang ragu bahwa organisasi massa Islam akan sepakat penetapan 1 Syawal 1428 H pada waktu bersamaan, seperti ketika penetapan awal Ramadhan 1428 H,” kata Maftuh usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menag dengan Direktur Utama Radio Republik Indonesia Parni Hadi, di Jakarta, Jumat (28/9) kemarin.

Ketika mendekati Ramadan, banyak umat Islam mempertanyakan kapan awal puasa dapat dimulai. Namun, ketika hendak Ramadan berakhir, pertanyaan yang muncul tentang 1 Syawal semakin banyak. "Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal pada 12 Oktober," kata Maftuh.

IMNU Tegal

Menilik perkembangan yang ada, Maftuh mengatakan, banyak orang meragukan umat Islam dapat melakukan Lebaran serentak.

Kendati begitu, ia mengatakan, akan terus berupaya menghapus perbedaan di kalangan ahli hisab dan rukyat dari berbagai organisasi massa Islam. Sementara itu pakar dari Lapan dan pakar lain dilibatkan dengan harapan diperoleh persepsi yang sama tentang penetapan 1 Syawal 1428 H nanti.

IMNU Tegal

Harus diakui bahwa penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal 1428 H, masing-masing organisasi massa Islam punya metode. Ada metode rukyat, hisab atau gabungan rukyat dan hisab. Karena itu, menurut Maftuh, dimungkinkan terjadinya perbedaan.

Sungguhpun demikian, Maftuh mengaku gembira. Pasalnya, ketika pimpinan organisasi terbesar NU dan Muhammadiyah bertemu di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla pekan lalu, para pakar rukyat dan hisab mau bertemu dan membicarakan soal penetapan 1 Syawal 1948 H.

"Selama ini, para pakar itu bertemu saat sidang Isbath, pada saat penetapan awal Ramadhan saja di Depag," kata Maftuh.

Menag berharap pertemuan ahli hisab dan rukyat yang diikuti masing-masing organisasi massa Islam akan diperoleh suatu kesepakatan. Kalau tahun ini masih ada perbedaan dalam penentuan 1 Syawal, paling tidak para pakar itu untuk tahun mendatang ada kesepakatan tentang metodenya. Dengan begitu, tahun mendatang tak lagi ada perbedaan.

Maftuh mengimbau, setiap organisasi massa Islam punya kewajiban kepada massa pengikutnya bahwa jika terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal hendaknya memberi pencerahan agar tak terjadi perpecahaan di kalangan umat Muslim. (sm/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, IMNU Tegal. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

IMNU Tegal

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

IMNU Tegal

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, News, Hadits IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, IMNU, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

Demak, NUOnline

Panitia konferensi cabang (konfercab) NU Demak yang sukses mengelar konfercab pada 30 Juli 2017 di Pesantren Fathul Huda, Demak, Jawa Tengah, mengakhiri tugasnya dengan melakukan ziarah ulama Nusantara. Ziarah yang berlangsung Sabtu-Ahad (9-10/9) ini sekaligus sebagai bentuk pembubaran panitIa.

Ketua panitia pelaksana KH Sa’dullah Fattah dalam upacara pemberangkatan rombongan mengatakan, ziarah para wali bertujuan merajut tali silaturrahim di antara pengurus cabang NU Demak masa khidmah 2012-2017 dengan pengurus baru masa khidmah 2017-2022.

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Konferensi NU Demak Akhiri Kegiatan dengan Ziarah Wali

“Ini dalam rangka membangun soliditas dan hormonisasi panutan NU yang peran dan fungsinya ke depan semakin besar dan berat,” katanya.

IMNU Tegal

Beberapa ulama yang dikunjungi antara lain raja Islam pertama, Sultan Fattah Demak, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Maulana Malik Ibrahim,  Sunan Giri,  Sunan Ampel, Syaikhona Kholil (Bangkalan), KH Khamid (Pasuruan),  KH Asad Syamsul Arifin (Situbondo),  KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid (Jombang).

IMNU Tegal

Ia juga berharap para pengurus NU mampu meneladani langkah dan perjuangan para ulama yang diziarahi dalam membumikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di bumi Nusantara sebagai rahmatan lil alamin.

Sementara itu ketua PCNU Demak terpilih KH Muh Aminuddin yang juga ikut dalam rombongan mengapresiasi panitia konfercab NU Demak yang menutup kegiatan konferensi dengan ziarah ulama Nusatara, termasuk pendiri NU

“Saya sangat senang dengan acarayang luar biasa baiknya,karena bisa menjadi napak tilas ulama Nusantara,” tutur Pak Amin, begitu akrab dipanggil. (A.ShiddiqSugiarto/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Olahraga, News IMNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Lower Saxony Jerman Mengakui Keberadaan Islam

Lower Saxony, IMNU Tegal. Mengikuti langkah Bremen dan Hamburg, pemerintah Lower Saxony di Jerman mengakui Islam sebagai agama resmi di daerah tersebut, mengkonfirmasikan bahwa Muslim menjadi bagian kunci di masyarakat. 

“Saling bersikap skeptis terjadi di masa lalu dan pemerintah kita dapat menunjukkan penghormatannya kepada Muslim dengan kontrak ini,” kata PM Lower Saxony Stephen Weil kepada Anadolu Agency, Selasa, 1 October.

Weil berbicara ketika bertemu dengan perwakilan lembaga-lembaga Islam di rumah tamu pemerintah propinsi untuk menginisiasi pembicaraan penerimaan Islam sebagai bagian dari agama resmi.

Lower Saxony Jerman Mengakui Keberadaan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lower Saxony Jerman Mengakui Keberadaan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lower Saxony Jerman Mengakui Keberadaan Islam

Penandatanganan kontrak untuk mengakui Islam merupakan langkah awal yang dibutuhkan untuk diskusi lanjutan yang memungkinkan Muslim memperoleh pengakuan yang lebih luas di negara-negara Eropa.

IMNU Tegal

“Kami memiliki lebih dari 30 isu yang bisa didiskusikan dan perlu disepakati,” kata Yilmac Kilic, ketua Turkish Islamic Union of Religious Affairs propinsi Lower Saxony dan Bremen.

IMNU Tegal

“Kami menandatangani kontrak yang dapat menjadi contoh bagi propinsi utama lainnya.”

Akhir Januari lalu, tiga negara bagian Jerman, yaitu Bremen, Hamburg and Hesse, mengakui organisasi Islam sebagai badan resmi agama.

Dalam kontrak yang sama, hari raya Muslim, seperti Idul Fitri dan Idul Adha diakui sebagai liburan resmi.

Pengakuan Muslim sebagai kelompok resmi memungkinkan mereka mendapat hak pada kementerian terkait hak-hak di penjara, rumah sakit dan institusi publik lainnya.

Muslim diizinkan, dengan ketentuan hukum, untuk membangun masjid, dan mengubur jenazah sesuai dengan ajaran agama.

Kontrak-kontrak ini merupakan batu pijakan hubungan antara pemerintah di Jerman dan organisasi Muslim.

Kelompok Muslim seperti Turkish-Islamic Union for Religious Affairs (DITIB) dan the Association of Islamic Cultural Centers (VIKZ) telah lama mengkampanyekan pengakuan sebagai badan agama.

Jerman memiliki populasi Muslim sekitar 3.8-4.3 juta, atau sekutar 5 persen dari total 82 juta penduduk, menurut hasil survey lembaga pemerintah. (onislam.net/mukafi niam) 

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Surabaya, IMNU Tegal. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur melangsungkan sarasehan sastra dan budaya bertema "Fikih, Seni dan Sastra" di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/9), dengan menghadirkan KH Abdurrahman Nafis dan Muhammad Al-Fayyadl sebagai narasumber dan Riadi Ngasiran sebagai moderator.

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

KH Abdurrahman Nafis, mengemukakan bahwa dalam sejarahnya, sastra sering menjadi bagian tidak terpisahkan bagi awal dikenalkannya Islam. "Dan Nabi Muhammad dengan mukjizat yang diterimanya berupa al-Quran, telah mampu mengalahkan karya sastra masyarakat Arab saat itu," katanya.

Para pemimpin Quraisy saat itu, yakni Umar bin Khattab serta Amr bin Hisyam dibuat tidak berdaya dengan kandungan ayat Al-Quran. "Bahkan, Umar bin Khattab bisa terenyuh saat putrinya, Siti Hafshah membaca ayat al-Quran, sehinggga berkenan menjadi muslim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Kiai Nafis, sapaan akrabnya, kemudian menggambarkan bagaimana awal mula islamisasi di Indonesia yang lebih menggunakan cara damai, termasuk dengan menggunakan seni sebagai media dakwahnya.

"Para Wali Songo telah berhasil mengislamkan khususnya masyarakat Jawa lewat pendekatan seni," terangnya. Lahirnya seni wayang, tembang dan syair dengan tema agama sebagai bukti bahwa seni demikian menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat, lanjutnya.

Sebelumnya, masih menurut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini, para ulama pengarang kitab telah menemukan disiplin ilmu yang membahas tentang kaidah sastra lewat ilmu balaghah, arudh, dengan berbagai varian yang dimiliki.

Pertemuan antara fikih dan sastra akhirnya melahirkan definisi dan batasan yang menjelaskan tentang seni islami. "Ada 4 batasan yang telah digariskan para fuqaha terhadap seni," kata Kiai Nafis yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pertama adalah, seni yang dilahirkan tidak memgandung kemusyrikan. "Yang kedua, seni islami adalah yang tidak mengandung maksiat," katanya. Sedangkan ketiga adalah jangan sampai menimbulkan fitnah, dan terakhir yakni seni harus mengandung amar makruf nahi munkar, imbuhnya.

Sering Terjadi Ketegangan

Muhammad Al-Fayyadl justru mencatat akhir-akhir ini sering terjadi ketegangan di akar rumput antara santrawan dan para fuqaha. "Bahkan pernah saya saksikan, pagelaran seni di salah satu kampung justru dihentikan lantaran dianggap tidak islami," kata alumnus Master "Philosophie et Critiques Contemporaines de la culture" Université Paris VIII, Prancis tersebut.

Padahal di awal Muktamar NU, para kiai sangat terbuka dengan masalah kesenian. "Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara kesenian dan agama menduduki porsi terpenting dalam perhatian ulama," kata Gus Fayyadl, sapaan akrabnya.

Dalam perjalanannya, kendati persoalan kesenian kontemporer kemudian kerap menjadi bahasan dalam forum bahtsul masail NU, tapi dalam pandangan dosen UGM ini, rumusannya secara konseptual masih jauh dari komprehensif dan meyakinkan.

Kedua narasumber sepakat bahwa harus selalu dilakukan dialog terbuka antara para pegiat seni dengan aktifis bahtsul masail agar ditemukan titik temu bagi sejumlah permasalahan seni mutaakhir yang tentunya sarat dengan dinamika dan inovasi. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Fragmen, News IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Guruku di Kesugihan Cilacap, KH Chasbullah Badawi wafat malam ini, sekitar jam 19.00, di RS Griatri Purwokerto. Terbayang bulan Ramadan 1974, ketika aku setiap malam sehabis salat tarawih ngaji kitab Kifayatul Atqiya secara balahan kepada beliau.?

Biasanya, setelah setengah jam beliau membaca kitab, dari 40-an santri hanya tinggal satu dua orang saja yang masih mampu mempertahankan qalam untuk ngesah-sahi. Lainnya sudah tersambar mimpi.

Lalu, beliau akan berhenti dan memanggil seorang santri yang bernama Muhsin.

“Sin, Muhsin, ngeneh pacitaneh dibagi!”

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Beliau pun lalu masuk bagian dalam rumah dan beristirahat sebentar, sebelum mulai lagi membaca kitab. Kami pun mendapat jatah pacitan.

Di sini pula aku mendapat pengalaman melihat santriwan dan santriwati yang terpisah dinding saling betot lidi yang dipakai santriwan untuk mengitik santriwati di sebelah dinding.?

IMNU Tegal

Betapa waktu lari sangat kencang.

Rama Kiai, engkau pergi di bulan mulia, sesuai dengan kemulianmu. Semoga Allah menerima semua amal baik Rama Kiai dan memaafkan semua kesalahan Rama. Amin. (Muhammad Machasin, Mustasyar PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Ulama, News, Hadits IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Kudus, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-67 Muslimat.

Jum’at (23/3) kemarin, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus, menggelar seminar penguatan Aswaja yang bertempat di SD Unggulan Muslimat ? NU Kudus.

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Koordinator Nasional Densus 26 Umaruddin Masdar, di depan peserta seminar yang sebagian besar pengurus Muslimat, guru ? PAUD, TK dan RA Muslimat se Kudus itu, menyebutkan beberapa alasan mengikuti NU dan seluruh tradisi keilmuan dan keagamaannya.

IMNU Tegal

Ia mengatakan menjadi warga ? NU berarti mengikuti tuntunan agama yang asasi yakni memuliakan ulama.Selain itu, bisa belajar dan mengambil ilmu agama yang otentik dan asli ? kepada yang benar-benar ahlinya (ulama).

IMNU Tegal

“Melalui NU ? kita bisa bersama ulama dan sholihin memahami dan menjalankan Islam secara kaffah,” tandas Umar seraya mengutip dalil Al Qur’an dan Hadits.

Sekarang ini, terang Umar, beragam ? bentuk ancaman dan tantangan telah mengancam amaliah ahlussunnah Wal jamaah. Diantaranya, ummat dibuat ragu terhadap ulama dan ajaran /amaliah keagamaannya sendiri.?

“Ada juga amaliah-amaliah NU dibd’ahkan,disesatkan,diharamkan, dimusyrikkan bahkan dikafirkan. kita harus waspada ini semua,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sebagian besar kitab-kitab ulama klasik banyak dipalsukan. Masjid-masjid ? NU berusaha direbut ? dan diganti oleh kelompok wahabi dengan mengganti ? keta’mirannya.

“Termasuk pula, mereka memberikan bantuan-bantuan ekonomi kepada warga NU dan menyusupi ajaran mereka di sekolah-sekolah umum.” ujar Umarudin.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Umar mengajak untuk selalu mempunyai keyakinan seraya ? teguh melaksanakan ? amalan-amalan Aswaja yang dianut oleh Nahdlatul Ulama.

“Kita harus teguh dan kuat menjalankan tradisi amalan-amalan ? NU dengan menunjukkan ciri khas yang sesuai ajaran Aswaja dan NU,” tegasnya lagi.

Sementara itu beberapa kegiatan yang terselenggara dalam rangkaian peringatan Harlah ke-67 Muslimat NU antara lain, lomba mars Muslimat dan administrasi, lomba anak-anak Tk/PAUD Muslimat, pelayanan KB Gratis, Manaqiban dan ziarah ke makam tokoh Muslimat ? dan NU.

Puncak acara pengajian umum dengan menghadirkan Mustasyar PBNU KH. Sya’roni Ahmadi dan Ketua Umum PP Muslimat ? Hj.Khofifah Indar Parawansa pada Jum’at, 29 Maret mendatang.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Cerita, Humor Islam IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Muharrik LTM-PBNU Bergerak di Kota Bahari

Tegal, IMNU Tegal. Ketua LTM PBNU KH Abdul Mannan Ghani membuka peluncuran Gismas seprovinsi jateng (Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid dan Masyarakat) di kampus STMIK YMI Tegal, Sabtu (13/12). Ia mengingatkan segenap pengurus NU untuk menjadikan masjid sebagai basis gerakan Aswaja NU.

Muharrik LTM-PBNU Bergerak di Kota Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharrik LTM-PBNU Bergerak di Kota Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharrik LTM-PBNU Bergerak di Kota Bahari

“Nabi Muhammad itu diisra’kan dan dimi’rajkan dari masjid ke masjid. Lalu, dimi’rajkan dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Baitul Makmur di Sidratil Muntaha, rumah Allah di langit, tempat ibadahnya para malaikat,” kata Kiai Mannan menerangkan pentingnya masjid.

Menurut Kiai Mannan, masjid sebagai tempat ibadah sekaligus sebagai pusat peradaban adalah sunnah Nabi yang diikuti oleh para sahabat lalu dilanjutkan oleh para tabi’in dan tabi’it tabi’in. Tradisi ini lalu diteruskan para salafus shalihin yang kemudian ditradisikan oleh walisongo.

IMNU Tegal

Pada acara yang dihadiri ratusan pengurus masjid se-Jawa Tengah itu, Kiai Manan mendorong mereka untuk melakukan revitalisasi peran dan fungsi masjid. “Dulu untuk fisik, sekarang kerja kepengurusan mesti dipakai untuk menghidupkan masjid terutama melayani kebutuhan jamaah,” imbuhnya.

IMNU Tegal

Kegiatan ini disambut baik oleh Bupati Tegal Ki Enthus Susmono. Mewakili Bupati dan Walikota se-Eks Karesidenan Pekalongan, Enthus dalam sambutannya mendorong agar pengurus menempatkan masjid sebagai pioner kemandirian umat, khususnya nahdliyin.

Sementara Walikota Tegal Hj Siti Masitha Soeparno menekankan pentingnya masjid sebagai tempat menempa moral masyarakat. (Also/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Sambut Baik Pembebasan Sandera Korsel oleh Taliban

Jakarta, IMNU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyambut baik sikap kelompok gerilyawan Taliban di Afganistan yang telah membebaskan 12 warga Korea Selatan (Korsel) yang disanderanya, pada Rabu (29/8) kemarin.

Sebagai pihak yang turut dimintai bantuannya dalam upaya pembebasan warga Korsel yang disandera Taliban sejak 19 Juli lalu itu, Hasyim mengaku gembira. Menurutnya, pembebasan sandera itu berarti desakan NU juga dipertimbangkan.

PBNU Sambut Baik Pembebasan Sandera Korsel oleh Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sambut Baik Pembebasan Sandera Korsel oleh Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sambut Baik Pembebasan Sandera Korsel oleh Taliban

“Saya gembira karena suara NU didengar sekalipun hanya melalui Duta Besar Afganistan di Indonesia dan anggota ICIS (International Conference of Islamic Scholars) yang berada di Afganistan,” ujar Hasyim kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/8).

IMNU Tegal

Presiden World Conference on Religions for Peace itu pun memuji langkah Taliban tersebut. Menurutnya, pelepasan sandera itu, jelas turut memperbaiki citra Taliban di mata dunia sekalipun tidak diakui oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat George W Bush.

IMNU Tegal

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang juga turut membantu dalam usaha pembebasan sandera tersebut. “Penghargaan NU untuk OKI yang juga telah melakukan sesuatu,” tandasnya.

Pembebasan 12 warga Korsel oleh pejuang Taliban hari Rabu (29/8) dilakukan sehari setalah mencapai kesepakatan dengan perunding Korsel dan Indonesia atas pembebasan 19 sukarelawan Kristen itu.

Tiga wanita Korsel dilepaskan lebih dulu, diikuti empat wanita dan seorang pria beberapa jam kemudian, yang diserahkan kepada anggota Palang Merah Dunia (ICRC) di provinsi Ghazni, seperti ditulis kantor berita Inggris, Reuters.

Gelombang ketiga, yang terdiri atas tiga wanita dan seorang pria, dilepaskan kemudian pada hari sama, kata mereka.



Korsel Keluar dari Afganistan


Dalam kesempatan yang sama, Hasyim berharap, dengan dibebaskannya sandera tersebut, pihak Korsel bersedia menarik keluar pasukannya dari Afganistan. “Sudah pantas kalau Korsel menarik pasukannya dari Afganistan karena apapun alasannya, agresi ke negara lain selalu berakhir dengan kegagalan dan kerusakan,” pungkasnya.

Pemberontak menculik 23 relawan Kristen Korea pada 19 Juli dari bus di Ghazni dan semula menuntut pembebasan anggota Taliban, yang ditahan pemerintah Afgan.

Dua pria sandera dibunuh penculiknya pada awal kemelut itu.

Taliban melepaskan dua wanita sebagai isyarat niat baik selama putaran awal perundingan dan hari Selasa menyatakan mencapai kesepakatan untuk pembebasan 19 sisanya.

Seorang wakil Taliban menyatakan, melepaskan tuntutan pembebasan anggota Taliban dari penjara sesudah mereka menyadari Korsel tidak dapat memaksa pemerintah Afgan membebaskan siapa pun.

Gedung Biru, kantor kepresidenan Korsel, menyatakan kesepakatan akhirnya ialah syarat Seoul menarik tentaranya dari Afganistan dalam tahun ini dan menghentikan warga negaranya melakukan dakwah agama di Afganistan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal

Jakarta, IMNU Tegal. Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) mengancam akan menuntut lewat jalur hukum dengan melakukan uji materil dan aksi massa jika DPR dan Pemerintah menetapkan Rancangan Undang-undang Penanaman Modal (RUU PM) menjadi UU. Mereka juga akan terus mendesak Pemerintah dan DPR untuk mencabut RUU itu.

Sekertaris Jenderal FSPI Henry Saragih kepada IMNU Tegal di Jakarta, Kamis (29/3) kemarin, dalam siaran persnya menyatakan, RUU PM yang akan disahkan Pemerintah bersama DPR bukan langkah untuk menjalankan pembangunan nasional yang menyejahterakan rakyat. “RUU tersebut sangat memanjakan investor dengan berbagai fasilitas yang pada akhirnya akan meminggirkan kepentingan rakyat,” katanya.

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal (Sumber Gambar : Nu Online)
FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal (Sumber Gambar : Nu Online)

FSPI Ancam DPR Jika Mensahkan RUU Penanaman Modal

Henry mencontohkan, Hak Guna Usaha (HGU) untuk perusahaan perkebunan yang bisa diperpanjang menjadi 95 tahun. Ketentuan tersebut, menurutnya, jauh lebih lama dari masa HGU saat ini yaitu 35 tahun, bahkan lebih lama lagi dari masa HGU yang ditetapkan oleh pemerintah Belanda, yaitu 75 tahun.

"Jelas ini sangat menyakiti petani, karena selama ini petani kita tidak pernah diberikan akses terhadap tanah. Tetapi untuk invenstor, pemerintah memberikannya begitu saja. Ini cerminan kebijakan yang tidak adil," jelas Henry.

Selama ini, tambah Henry, dengan massa HGU 35 tahun, banyak kasus-kasus sengketa tanah antara petani dan perusahaan-perusahaan besar yang tidak terselesaikan. Sengketa tersebut berbuah menjadi tindak kekerasan terhadap petani yang dilakukan oleh aparatus negara atas suruhan perusahaan besar. "Seharusnya reformasi agraria segera dijalankan, bukan memperpanjang HGU," ujarnya.

IMNU Tegal

Aksi Massa

Sebelumnya, pukul 10.00 WIB, sekitar 200 massa FSPI yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lawan Nekolim (Gerak Lawan) menggelar aksi di depan Gedung DPR RI. Massa aksi memprotes rencana Pemerintah dan DPR yang akan mensahkan RUU PM.

Mereka mengusung poster yang bertuliskan "Rakyat Miskin Menolak RUU Penanaman Modal". Dalam orasinya, Deputi Kajian Kebijakan FSPI Achmad Yakub menjelaskan RUU Penanaman Modal tidak akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

IMNU Tegal

Strategi pembangunan nasional yang selama ini mengandalkan utang dan investasi asing telah gagal membawa kesejahteraan rakyat. Pemerintah seharusnya tidak menggantungkan pembangunan nasional kepada sistem kapitalisme dunia. "Indonesia memiliki potensi modal nasional yang cukup besar, tetapi hal tersebut diabaikan hanya demi melayani pemodal," tegas Yakub. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Peziarah Mancanegara Tertarik Kotak Amal di Makam Gus Dur

Jombang, IMNU Tegal

Makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur ) mantan Ketua Umum PBNU di komplek Pesantren Tebuireng Jombang, tidak pernah sepi dari peziarah. Hal ini seperti yang terlihat, Sabtu (3/6) sore, mereka datang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia bahkan tidak jarang juga dari mancanegara.

Rombongan peziarah yang datang dari mancanegara itu adalah mahasiswa Miami Dade College Florida, Amerika Serikat . Rombongan mahasiswa yang didampingi Prof ? Michael Lenaghan salah satu dosennya ini menyempatkan berziarah ke makam Gus Dur setelah belajar Multikulturalisme di Pesantren yang didirikan KH HAsyim Asy’ari ini.

Di kompleks makam, mereka mendapatkan penjelasan bahwa para peziarah biasanya menyalurkan donasi atau infaq di kotak amal yang disediakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT). ? “ Kotak amal tersebut dikelola untuk pelayanan sosial, kesehatan dan ekonomi bagi dhuafa di sekitar Pesantren Tebuireng,” terang Mohammad Asad Direktur LSPT.

Peziarah Mancanegara Tertarik Kotak Amal di Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Peziarah Mancanegara Tertarik Kotak Amal di Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Peziarah Mancanegara Tertarik Kotak Amal di Makam Gus Dur

Mendengar cerita itu, Prof ? Michael Lenaghan spontan mengeluarkan dompetnya dan menanyakan lokasi kotak amal tersebut. Pria yang mengaku pernah tiga kali bertemu Gus Dur ini pun bergegas menuju kotak amal dan memasukkan selembar uang dolar Amerika.?

Langkah dosen senior itu segera diikuti oleh dua mahasiswanya, Joshua Elias dan Enrique Sepulvedas. Ketika ditanya kenapa ikut-ikutan memberika donasi, pria paruh baya tersebut menjawab singkat, "Thats what friends do," ujarnya dengan nada bangga.

Selain donasi yang dimasukkan ketiga orang tersebut ke kotak amal, mereka secara kolektif juga menyerahkan donasi sebesar Rp. 1,5 juta kepada LSPT. Donasi tersebut diterima oleh Mohammad Asad mewakili pengurus LSPT. (Muslim Abdurrahman)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Aswaja, News, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Prof Kacung: UIN Malang Miliki Konsep Bagus

Malang, IMNU Tegal. Salah satu Perguruan Tinggi Islam di Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim dipuji Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Kacung Marijan.

Prof Kacung: UIN Malang Miliki Konsep Bagus (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Kacung: UIN Malang Miliki Konsep Bagus (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Kacung: UIN Malang Miliki Konsep Bagus

Hal itu disampaikan Kacung ketika menyampaikan materi pada Seminar Nasional The Power of Education bertajuk ‘Mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang Kompetitif Dalam Menyongsong ASEAN Community 2015’ Selasa (10/9) di Fakultas Humaniora, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.?

Menurutnya, konsep Pendidikan di UIN sangat bagus karena menerapkan tiga hal penting dalam konsep pendidikan.

IMNU Tegal

“UIN Malang memiliki konsep penddidikan yang bagus karena menerapkan tiga landasan yaitu knowledge, skill, dan attitude,” jelas guru besar Unair Surabaya ini.

Menurutnya, dengan ketiga landasan tersebut, baik UIN Maliki ataupun lembaga lainnya bisa mengambangkan pendidikan ke arah yang lebih baik. ”Jika pelajar bisa menerapkan tiga hal tersebut, mereka akan dengan mudah bisa bekerjasama, menghormati, dan juga bersosialisasi,” tambah Ketua PBNU ini.

Terlebih, mantan staff ahli Mendikbud ini juga berencana akan memasukan tiga konsep tersebut ke dalam kurikulum 2013. ”Konsepnya bagus, kita berencana untuk digunakan pada kurikulum 2013 nanti,” ujarnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News IMNU Tegal

Senin, 20 November 2017

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah

Jakarta, IMNU Tegal. Lajnah Falakiyah PBNU memprediksi tanggal 1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis, bertepatan dengan tanggal 8 Agustus 2013. Namun posisi hilal pada saat dilakukan pengamatan (rukyatul hilal) pada Rabu petang tanggal 29 Ramadhan besok masih cukup rendah.

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prediksi NU 1 Syawal Kamis, Namun Hilal Masih Rendah

Hasil hisab penyerasian yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah PBNU untuk Idul Fitri 1434 H untuk Markaz Jakarta, sebagaimana dimuat dalam Almanak PBNU tahun 2013 menyebutkan, ijtima’ atau konjungsi akan terjadi Rabu (7/8) pukul 14:50:21 WIB. Tinggi hilal pada saat dilakukan pengamatan masih agak rendah 3049’06”.

Namun data hisab itu sudah memenuhi kriteria imkanurrukyah atau visibilitas pengamatan, sehingga NU memprediksi 1 Syawal jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013.

IMNU Tegal

“Apabila pelaksanaan rukyat tidak berhasil melihat hilal, maka hari raya Idul Fitri jatuh pada hari Jum’at, 9 Agustus 2013 dan puasa digenapkan 30 hari,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri dalam konferensi pers di kantor PBNU, Senin (5/8).

IMNU Tegal

Namun demikian Lajnah Falakiyah PBNU tetap berharap rukyat yang dilaksanakan pada Rabu (7/7) petang berhasil melihat hilal di salah satu titik-titik rukyat strategis.

“Mari kita berdoa semoga rukyat ini berhasil. Semoga tidak ada halangan cuaca, baik itu awan, mendung, apalagi hujan. Saya menghimbau para pelaksana rukyat melakukan shalat hajat sebelum berangkat rukyat,” demikian Kiai Ghazalie.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Ulama IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan

Jakarta, IMNU Tegal. Seminar nasional hasil kerjasama Nahdliyin Nusantara (NahNu) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan memberi ruang seluas-luasnya bagi warga NU untuk mendapatkan akses investasi keuangan.

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

NahNu Harapkan Nahdliyin Dapat Akses Investasi Keuangan

Ketua Umum NahNu Miftahul Aziz mengatakan hal tersebut kepada IMNU Tegal di sela-sela seminar yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Aziz, masyarakat harus mengerti bahwa hari ini industri keuangan sedang melakukan berbagai pembenahan. Dalam hal ini, OJK yang memiliki hak atau fungsi pengaturan dan pengawasan industri keuangan membuat satu desain insurance yang terintegrasi. Desain itu nantinya diberlakukan pada industri keuangan.

IMNU Tegal

“Itu penting karena pascakrisis 1998 isu tentang stabilitas sistem keuangan yang bisa tercipta ketika jasa keuangan kita sehat maka dibutuhkan satu insurance yang berbeda dengan asuransi pada umumnya. Ini adalah jaminan adanya manajemen resiko yang baik, ada good goverment yang baik, serta tata kelola keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Sehingga, lanjut dia, program memperluas akses investasi untuk masyarakat agar mereka memiliki akses kepada industri keuangan bisa berhasil karena mereka merasa nyaman.

Nahdliyin sebagai penduduk mayoritas di republik ini, bagi Aziz, sangat diuntungkan adanya jasa keuangan yang sehat ini. “Jika otoritas keuangan ini sehat, negara ini sehat, maka manfaat yang paling besar tentu didapat warga Nahdliyin. Sebaliknya, kalau buruk maka yang dirugikan adalah Nahdliyin juga,” tegasnya. (musthofa asrori/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, News IMNU Tegal

Senin, 06 November 2017

Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran

Jakarta, IMNU Tegal. Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud ke Indonesia akan membawa rombongan sekitar 1.500 orang dalam rangka kunjungan ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 mendatang.

"Kunjungan ini membawa rombongan terbesar kurang lebih 1.500 orang, 10 menteri, 25 pangeran," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam konferensi pers usai rapat terbatas di kantor Presiden Jakarta, Selasa.

Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rombongan Kunjungan Raja Saudi, 1.500 Orang, 10 Menteri, dan 25 Pangeran

Dia juga mengatakan bahwa kunjungan ini juga sangat bersejarah bagi Indonesia karena kunjungan Raja Arab Saudi terakhir pada 1970 atau 47 tahun lalu.?

Pramono juga mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan Raja Saudi ke Indonesia cukup lama pada 1-9 Maret 2017, dimana untuk kunjungan kenegaraan pada 1-3 Maret dan pada 4-9 Maret akan beristirahat di Bali.

Seskab juga mengungkapkan bahwa ini pertama kali Presiden Joko Widodo akan menjemput langsung ke Bandara karena saat berkunjung ke Saudi, Raja Salman menjemput di pintu pesawat kepresidenan.

IMNU Tegal

Pramono mengungkapkan bahwa Presiden akan menerima Raja Salman dan rombongannya di Istana Bogor dan akan menganugerahkan bintang kehormatan tertinggi.

IMNU Tegal

"Karena ketika Presiden berkunjung ke Arab Saudi juga mendapatkan kehormatan tertinggi dari Raja Saudi," jelasnya.

Pramono mengatakan kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini akan membahas kerjasama, lima yang telah disepakati adalah promosi bidang seni dan warisan budaya, pertukaran ahli termasuk kesehatan haji dan umrah, promosi Islam modern melalui dakwah dan pertukaran ulama, peningkatan frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Saudi serta pemberatasan kejahatan lintas batas.

Dalam kunjungan ini juga membahas kerjasama ekonomi diantaranya tentang kerjasama Aramco Saudi dengan Pertamina yang membangun kilang minyak Cilacap dengan nilai investasi sekitar 6 miliar dolar AS.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir menambahkan bahwa kunjungan Raja Salman ini menjadikan Saudi untuk mempromosikan dialog negara Muslim lainnya.

"Ini juga terkait dengan realisasi penambahan kuota haji yang mjd prioritas pembahasan, perlindungan WNI baik yang bermukim maupun dalam rangka haji dan umrah," katanya.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan berbicara investasi dengan Arab Saudi yang memiliki modal besar harus menawarkan proyek yang besar.

"Negara-negara Timur Tengah ini terbiasa dengan investasi di negara Barat. Mereka terbiasa dengan format investasi kelas tinggi," kata Lembong.

Dia mengungkapkan bahwa Arab Saudi sudah terbiasa dengan menginvestasikan dengan jumlah besar untuk proyek besar negara Barat, untuk itu perlu persiapan investasi sesuai format dan jumlah yang diperlukan investasi di Indonesia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Syariah, Tokoh IMNU Tegal

Minggu, 05 November 2017

Aktivis PMII Minta Kepala Disdikda Bojonegoro Tanggung Jawab Kasus UN

Bojonegoro, IMNU Tegal. Puluhan aktivis PMII Bojonegoro yang berdemonstrasi meminta pertanggungjawaban perihal kebocoran dan kecurangan penyelenggaran Ujian Nasional dikecewakan, Kamis (8/5). Permintaan mereka untuk bertemu langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Bojonegoro Khusnul Huluq, tidak terpenuhi.

Aktivis PMII Minta Kepala Disdikda Bojonegoro Tanggung Jawab Kasus UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII Minta Kepala Disdikda Bojonegoro Tanggung Jawab Kasus UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII Minta Kepala Disdikda Bojonegoro Tanggung Jawab Kasus UN

Setelah berorasi dan melakukan aksi teaterikal yang menampilkan tokoh siswa, guru, dan joki UN di depan gedung Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro, para peserta aksi meminta bertemu dengan Khusnul Huluq. Tetapi ternyata mereka hanya ditemui oleh Kabid ketenagaan Disdikda Muh Kuzaini.

"Tidak kompeten itu, tinggalkan saja," teriak salah seorang aktivis.

IMNU Tegal

Hanya beberapa menit saja, Kuzaini memberikan penjelasan kepada puluhan mahasiswa peserta aksi. Karena kecewa tidak bertemu orang nomor satu, mereka akhirnya meninggalkan kantor Disdikda menuju gedung DPRD Bojonegoro.

IMNU Tegal

Sementara itu, Kuzaini di depan para pendemo memberikan penjelasan terkait kurikulum 2013 yang akan segera diterapkan. "Tahun ini kurikulum baru, tahun 2013 akan dimulai," terangnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, News IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock