Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal. Direktur Jenderal Industri Tekstil, Kulit, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI Muhdori mengungkapkan tradisi bersarung yang dilakukan warga NU dan pondok pesantren, memiliki potensi dan peluang positif dilihat dari pemberdayaan ekonomi pesantren. ?

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarung Miliki Potensi dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional “Sarung Nusantara” yang digelar Lembaga Takmir Masjid Nahdltaul Ulama (LTMNU) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (6/4).

“Industri tekstil, di dalamnya termasuk industri sarung, menempati urutan ketiga penghasil devisa negara. Nilai ekspor tahun 2016 sebesar US$ 11,78 miliar (8,22 persen ekspor nasional), dengan surplus USD 4,73 miliar; berkontribusi 1,18 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada tahun 2016. Industri tekstil juga merupakan satu dari sepuluh industri prioritas dan industri andalan Indonesia 2015-2035,” urai Muhdori.

Muhdori menyebut, pada tahun 2015, dari sisi penyerapan tenaga kerja, industri tersebut menyerap tenaga kerja langsung sejumlah 2,69 juta orang. Angka ini setara dengan 17,03 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur yang bersifat padat karya.

IMNU Tegal

Oleh karena itu ia mendorong pesantren memanfaatkan peluang tersebut. “Contohnya bila di Cirebon saja ada 27 pesantren dengan rata-rata 200 santri per pesantren. Lalu koperasi pesantren membeli sarung dengan harga dasar 45 ribu dijual 50 ribu, itu akan ada keuntungan untuk pesantren. Jelas ini upaya pemberdayaan umat lewat sarung,” terangnya.

Belum lagi, kata Mudhori bila pesantren bisa memproduksi sarung sendiri, tentu optimalisasi pemberdayaan ekonomi dapat dilakukan.

IMNU Tegal

Ia juga mengatakan pengembangan tekstil tidak terbatas hanya sarung. “Ketika musim haji, kiai dan satri pondok pesantren minimal kalau tidak berangkat haji bisa bertindak sebagai pemandu manasik. Sekaligus ini bisa dipersiapkan dengan mengenalkan produk pendukung ibadah haji dan umrah,” lanjut Muhdori.

Bicara tentang bisnis, kata Muhdori, tidak akan ada habisnya ketika dikaitkan dengan pondok pesantren. “Karena itu pondok pesantren dan NU harus memanfaatkan betul peluang ini, selagi masih terbuka,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Amalan IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

Jombang, IMNU Tegal. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Jombang, Jawa Timur akan menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) se-Jawa Timur pada 10-12 November 2016 mendatang di aula kantor Muslimat NU setempat.?

SKK ini adalah kegiatan kaderisasi perdana yang diselenggarakan Kopri Cabang Jombang. Ketua Pelaksana SKK, Syafik Syafaatin mengungkapkan persiapan untuk kegiatan tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan, termasuk koordinasi antar panitia dan sejumlah Pengurus Komisariat PMII se-Jombang sebagai calon peserta. Selain itu, juga calon peserta di luar daerah.?

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

"SKK Kopri Cabang Jombang, ini baru yang pertama kali, makanya kami selaku panitia aktif melakukan sosialisasi baik kader putri dalam Jombang, maupun luar Jombang," terang Syafa, sapaan akrabnya, Selasa (1/11/2016).

Sementara untuk narasumber kegiatan, Syafa menjelaskan akan mendatangkan orang-orang yang memang dianggap kompeten di masing-masing materi SKK. Diantaranya ? Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Nafis, Ema Umiyatul Chusnah (Anggota DPRD Jombang), Ai Rahma (Ketua Kopri PB), Aan Anshori (Gusdurian Jombang), Roy Murtadho (Islam Bergerak), Hj Istibsjaroh (Mantan DPD RI), Palupi Pusporini (Direktur WCC Jombang).

Namun demikian, sesuai persyaratan yang berlaku, sebelum digelar SKK, para peserta setidaknya pernah mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) atau Sekolah Kader Putri (SKP) sebelumnya. Syafa menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Nafis perihal SIG atau SKP.?

IMNU Tegal

"Kita sudah mengkoordinasikan dengan Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Sahabat Nafis, jika memang peserta yang mau ikut SKK, harus SIG atau SKP dahulu," imbuh Syafa yang juga Sekretaris Kopri Cabang Jombang itu.

IMNU Tegal

Ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, akan muncul kader putri PMII yang tangguh, dan sadar akan potensi dalam diri masing-masing. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Santri IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

Semarang, IMNU Tegal. Usai melakukan shooting film "Surban Putih" di pesantren Darut Talim Bangsri Jepara, dan di Kampus Unisnu Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), film yang disutradarai Robit Himami melakukan shooting di di kampus Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang pada Rabu (1/7).

Film ini memberikan pesan moral kepada masyarakat bahwa, pendidikan di pesantren memiliki ruang yang besar untuk meraih cita-cita sesuai dengan kompetensi yang diinginkan. Karena selain mendalami ilmu agama, juga mempelajari ilmu-ilmu yang berbasis sosial maupun penguatan keahlian sesuai dengan bakat minat yang dimiliki, ujar Khoirul Muslimin salah satu dosen FDK yang membina terlaksananya film ini.

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film Surban Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa FDK Unisnu Jepara Shooting Film "Surban Putih"

"Modal dasar penguatan agama pada generasi muda akan menjadi generasi yang tangguh dan bermartabat untuk membangun bangsa yang lebih sejahtera," tambahnya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Robit Himami mengatakan "Film ini menjadi penanda baru bahwa Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki ruang lingkup yang luas dalam telaah keilmuan, dengan terjun langsung di dunia perfilman ini, banyak hal-hal yang baru yang didapatkan sesuai pada kajian teori yang kami dapat di bangku kuliah."

Dalam satu tahun mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi sudah memproduksi film sebanyak 7 karya, diantaranya film dengan judul (1) Paijo; (2) Tapak Kaki di Desa; (3) Karung Beras; (4) Terjawab oleh Detik; (5) Sepenggal Kisah Dua Belas AP; (6) Ngalap Berkah Pesta Lomban; dan (7) Surban Putih, pungkas Robit.

IMNU Tegal

Dalam sambutan ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Undip Semarang Dr Turnomo Raharjo  mengucapkan "terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami menjadi tempat salah satu shooting film, semoga ini menjadi awal kerjasama kita dalam meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen."

Dalam kesempatan yang sama di ruang rapat magister Komunikasi Abdul Wahab, M.SI. selaku Kaprodi Fakultas Dakwah dan Komunikasi menyampaikan kerjasama ini diharapkan menjadi awal membuka gerbang kompetensi yang lain yang bisa dikerjasamakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi.

Minanurrohman yang juga pemeran Andi mengungkapkan "Senang sekali, tentu kegiatan ini memberikan kesempatan kepada saya untuk menggali ilmu dengan memerankan Andi. Tentu saya dituntut untuk bisa menjadi Andi yang sesungguhnya, harapan saya semoga apa yang saya perankan menjadi doa untuk kesuksesan saya dan teman-teman mahasiswa yang lain," tutur Minan. (Iqdasy/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Makam, Warta IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Jakarta, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang mengutuk keras oknum guru SD di Jombang, Jawa Timur, yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan kepada murid perempuannya belum lama ini. Pergunu Jombang turut prihatin dan bersimpati kepada korban.

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Pergunu Jombang, Ahmad Faqih melalui rilis yang diterima IMNU Tegal, Rabu (16/11) siang. “Sosok guru yang notabene pendidik, seharusnya menjadi pengayom, penuntun ke jalan ilmu dan ahlak mulia bagi murid-muridnya justru merusak dan merenggut masa depan generasi bangsa,” kata Faqih.

Lebih lanjut, Faqih mengungkapkan guru yang berperilaku layaknya predator seperti itu harus dihukum seberat-beratnya agar peristiwa yang sama tidak terulang di masa depan.

IMNU Tegal

“Pelaku harus diberi hukuman baik secara kedinasan maupun pidana,” tambah Faqih.

Pemerintah Kabupaten Jombang harus segera mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan fisik dan psikis korban, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depannya.

IMNU Tegal

“Dinas Pendidikan Jombang harus memperkuat langkah pembinaan dan pengawasan Guru dan Tenaka Kependidikan (GTK), serta melakukan langkah konkret untuk perbaikan mental GTK di Kab Jombang, khususnya pada aspek peningkatan imam dan taqwa serta moral mereka,” tegas Faqih.

Selain itu Faqih mendorong masyarakat di lingkungan korban juga harus turut serta berperan dalam pemulihan kondisi psikis korban. Serta meningkatkan kewaspadaan agar hal sama tak terulang.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil berinisial Syn, tersangka tindakan kekerasan terhadap siswinya sendiri diamankan Polres Jombang, Kamis (10/11) lalu. Warga Desa Ngoro tersebut ditangkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang pada (31/10). (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Ubudiyah, Amalan IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU

Jakarta,IMNU Tegal. Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismer Skoog berkunjung ke PBNU. Ia bersama dua stafnya diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya, lantai 3 gedung PBNU, Jakarta, Kamis siang (30/10).

Pada pertemuan tersebut, ia menyampaikan beberapa hal yang diterjemahkan Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud. Johanna bertanya mulai dari karakter Islam Indonesia, perkembangannya. Kemudian ngobrol kemungkinan kerja sama dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kebudayaan, dan antiteroris.

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU

Menjawab pertanyaan tersebut Kiai Said mengatakan, karakter Islam Indonesia, khususnya NU adalah tawasuth, berada di tengah-tengah. Mayoritas Islam Indonesia, dari segi kebudayaan, tidak mengikuti Barat dan juga Timur Tengah. Islam Indonesia adalah Islam yang akrab dengan kebudayaannya sendiri. ?

IMNU Tegal

Kang Said menambahkan, Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin. Islam yang tidak ingin menjadikan agama sebagai dasar negara. Karena menurutnya, jika Islam dijadikan dasar negara, maka oposisi menjadi musuh Islam. Musuh Islam bisa dikatakan kafir. Akibatnya bisa benturan sesama umat Islam sendiri.

IMNU Tegal

“Kita lebih memilih dasar negara tidak berdasar agama, tapi tidak bertentangan dengan agama,” kata kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut.

NU, sambung Kang Said, bukanlah partai politik, tapi warganya berada di berbagai partai poitik karena NU membebaskan warganya untuk aktif di partai mana pun. Ia juga menyebutkan lembaga, lajnah dan banom NU kepada tamu-tamunya itu.

Mendapat penjelasan seperti itu, Johanna menginginkan gaya Islam seperti yang berkembang di negaranya. Kemudian ia bertanya lebih tegas lagi soal penerapan syariat Islam pada sebuah negara.

Menurut Kang Said, syariat Islam tidak bisa dipaksakan, apalagi hal itu dilakukan dari atas. “Orang-orang NU itu taat beragama, mengerjakan shalat dan perintah-perintah Islam, tapi tak setuju dengan syariat Islam.

Soal teroris, Kang Said menjamin, dari cara berpikir dan kebudayaannya, warga NU tidak ada yang terlibat dalam gerakan-gerakan terorisme. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan sikap Muhammadiyah tidak mengikuti Sidang Itsbat awal Ramadhan 1433 H kemarin di kantor Kementerian Agama Jakarta bersama elemen ormas-ormas Islam lainnya, serta MUI dan para pakar astronomi.

“Kita diundang untuk membicarakan persoalan umat. Mestinya Muhammadiyah juga hadir,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada wartawan dalam acara buka bersama di kantor PBNU Jakarta, Sabtu (11/8) lalu.

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sesalkan Muhammadiyah Tak Ikut Sidang Itsbat

“Soal beda pendapat itu hal biasa, silakan disampaikan pada saat sidang istbat,” tambahnya.

IMNU Tegal

Seperti diwartakan, Muhammadiyah beberapa waktu lalu menyatakan tidak akan mengikuti sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan dan bulan-bulan lainnya, termasuk dalam penentuan awal Syawal 1433 H ini.

IMNU Tegal

Menurut Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj, dalam penentuan awal bulan qamariyah, Muhammadiyah berpegang pada ketentuan umum yang digariskan dalam nash Al-Qur’an dan hadits Nabi.

“Sementara NU berpegang pada ketentuan khusus, atau semacam Juklak (petunjuk pelaksanaan) yang disebutkan dalam banyak sekali hadits Nabi, yakni dengan melaksanakan rukyatul hilal,” tambahnya.

Menurutnya, perbedaan dalam penetapan awal bulan masih bisa dicari titik temunya, antara lain melalui pelaksanaan sidang itsbat bersama pemerintah yang diwakili Kementerian Agama.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Mustasyar PCNU Probolinggo Lepas Jamaah Umroh

Probolinggo, IMNU Tegal. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Kamis (29/12) pagi melepas puluhan jamaah umroh Kabupaten Probolinggo. Para jamaah yang dilepas dari Pendopo Bupati Probolinggo ini merupakan para guru pendidik dan pedagang di Kabupaten Probolinggo.

Mustasyar PCNU Probolinggo Lepas Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PCNU Probolinggo Lepas Jamaah Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PCNU Probolinggo Lepas Jamaah Umroh

Dalam kesempatan tersebut Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa saat ini suhu di Madinah mencapai 5 derajat yang merupakan cuaca yang ektrem. Oleh karena itu, jamaah umroh harus mempersiapkan diri serta menjaga kondisi kesehatan dengan baik.

"Ibadah umroh dan haji merupakan ibadah fisik. Melaksanakan ibadah umroh maupun haji yang mahal itu adalah untuk kebutuhan hotel (penginapan) dan pesawat," katanya.

IMNU Tegal

Menurut Hasan, sholat dhuhur 1 kali di Masjidil Haram itu sama dengan sholat Dhuhur 100 ribu kali di Indonesia. "Perbanyaklah serta maksimalkan untuk melaksanakan ibadah dan shalat sunnahnya," jelasnya.

IMNU Tegal

Kepada jamaah umroh Hasan meminta agar meninggalkan baju kesomboangan dan keangkuhannya selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah. Sebab dengan sombong dan takabur nantinya akan membawa masalah selama menjalankan ibadah di tanah suci Mekah.

"Tawadhu atau rendah hatilah yang harus ditanamkan pada setiap hati jamaah untuk kelancaran melaksanakan ibadah umroh selama berada di tanah suci Mekah dan Madinah," tegasnya.

Hasan menambahkan bahwa banyak orang kaya yang tidak pernah ke Mekah dan Madinah untuk menjalan ibadah haji maupun umroh. "Jadi para jamaah ini merupakan kesempatan yang mendapat panggilan sebagai tamu Allah SWT dan Rasulullah," pungkasnya.

Pelepasan para jamaah umroh ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Cerita IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal

Pringsewu, IMNU Tegal

Menyambut Hari Lahir (harlah) ke-83 GP Ansor yang jatuh pada 24 April 2017 mendatang, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu akan menggelar kegiatan lomba baris berbaris bagi anggota Banser dan Liga Futsal bagi anggota Ansor yang akan diselenggarakan pada hari Ahad,16 April 2017 di Lapangan Futsal Sukoharjo.

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal





Selain menggelar lomba, beberapa agenda kegiatan juga akan digelar diantaranya; Apel Akbar Ansor-Banser pada 23 April 2017, Pembacaan shalawat serta pengajian sebagai puncak acara peringatan harlah ke-83 Ansor pada 24 April 2017 yang dipusatkan di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.



IMNU Tegal



Hal tersebut disampaikan M. Sofyan, ketua GP Ansor Kabupaten Pringsewu saat menghadiri kegiatan rutinan PAC Ansor Kecamatan Ambarawa di Mushola Darus Saadah desa Kresnomulyo, Jumat malam (14/04).



IMNU Tegal



Di depan para kadernya, Sofyan meminta dan mengharapkan agar seluruh anggota Ansor dan Banser di tingkat Ranting dan Anak Cabang untuk bisa ikut ambil bagian serta mensukseskan kegiatan tersebut.





Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar kegiatan-kegiatan rutinan Ansor dengan berbagai bentuk kegiatan terus dijalankan dalam rangka mensyiarkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah dan menjaga eksistensi organisasi.





Terkait maraknya informasi-informasi palsu di media sosial dan munculnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal, Sofyan meminta kepada seluruh kadernya untuk tetap siaga satu komando dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mereka gunakan memecah belah persatuan.





"Kalau ada informasi-informasi hoax yang mendiskreditkan NU dan masih bisa kita klarifikasi, ya kita klarifikasi. Tetapi kalau dengan klarifikasi tidak bisa, kita datangi dan kita ajak diskusi baik-baik sambil ngopi bareng. Namun kalau masih tidak bisa juga, maka apa boleh buat, kita lawan!", tegasnya. (Henudin/Mukafi Niam).



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Meme Islam, Fragmen IMNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah

Yogyakarta,IMNU Tegal. Menteri Agama RI Suryadharma Ali mengatakan, penyelenggara pendidikan di Indonesia ada dua, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang fokus pada sekolah dan Menteri Agama (Menag) yang fokus pada madrasah.

Ia berpendapat bahwa pendidikan agama harus kita tingkatkan, “Dan menteri Agama siap untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah,” katanya. Ia mengatakan hal itu pada dialog pendidikan dalam rangka Harlah ke-90 NU yang digelar di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (15/05).

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Janji Tingkatkan Kualitas Madrasah

Dengan agama, lembaga pendidikan kita akan lebih baik. Karena kita sering mendengar krisis akhlak, moral dan sosial, “Di manakah sumber akhlak itu berada? Pastinya dari agama. Lembaga pendidikan agama harus menjadi pendidikan yang utama,” ujar Suryadharma.

IMNU Tegal

Ia menambahkan, kita harus memperhatikan betul lembaga pendidikan agama atau madrasah. Karena saat ini banyak penurunan santri dan rendahnya santri mengkaji kitab kuning, “Menjadi impian kita semua bahwa madrasah dapat mencetak pemuda-pemuda yang bisa memimpin doa, tahlilan, istigotsah, khutbah, dan ceramah.”

IMNU Tegal

Anggaran pendidikan, sambung Suryadharma, terus meningkat, kami terus memotivasi segenap pengurus dan guru di lembaga pendidikan agama. Agar Menteri Agama dapat menjalankan program-program yang menyentuh, meningkatkan kualitas pendidikan serta para menteri dapat turun ke bawah untuk melihat kondisi pendidikan yang berada di daerah.

Ia kemudian menyinggung lembaga Ma’arif NU. Menurutnya, dari sisi bahasa, “ma’arif” sangat mudah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, karena Kepala Mendikbud dan Menag berasal dari warga NU dan sama-sama untuk meningkatkan moral masyarakat kita.

Dialog pendidikan yang dipandu salah seorang Pengurus Pusat LP Ma’arif NU Zainal Arifin Toha tersebut, dihadiri pengurus NU, LP Ma’arif, dan pelajar se-DIY.

Redaktur      : Abdullah Alawi

Kontributor  : Solikhin dan Dwi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Lomba IMNU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Holocaust Dijadikan Dalih bagi Pembentukan Israel

Madrid, IMNU Tegal. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad hari Rabu (17/1) menyebut Holocaust sebagai dalih bagi pembentukan Israel dalam upaya Barat mendominasi kawasan Timur Tengah.

Ahmadinejad menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara yang diterbitkan harian Spanyol El Mundo, yang menemui presiden Iran itu selama kunjungannya ke Managua, ibukota Nikaragua.

Ia mengatakan, para peneliti tidak diizinkan mengajukan pertanyaan mengenai Holocaust, atau pembantaian orang Yahudi oleh Nazi selama Perang Dunia II. "Jika (Holocaust) sungguh-sungguh ada, maka dimana itu terjadi," katanya, sambil bertanya apa yang harus dilakukan orang-orang Palestina dengan hal itu.

Holocaust Dijadikan Dalih bagi Pembentukan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Holocaust Dijadikan Dalih bagi Pembentukan Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Holocaust Dijadikan Dalih bagi Pembentukan Israel

Ahmadinejad menyebut Holocaust sebagai dalih bagi pembentukan rejim diktator, totaliter Israel yang diciptakan untuk mengancam negara-negara lain".

Negara-negara Barat memberlakukan rejim Zionis di kawasan itu untuk membela kepentingan-kepentingan ekonomi dan politik mereka, kata Ahmadinejad.

Namun, Israel tidak pernah berani menyerang Iran, demikian juga tuan-tuan mereka, katanya.

IMNU Tegal

Presiden Iran itu juga menuduh AS dan Inggris mendorong keadaan tidak aman di Irak dan berusaha memecah-belah penduduknya di garis-garis keagamaan. (dpa/dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016

Jakarta, IMNU Tegal. PBNU menggelar Kirab Resolusi Jihad NU 2016 untuk memperingati Hari Santri Nasional pada bulan Oktober nanti. Kirab yang akan dimulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten). Agenda tersebut dimulai13 Oktober dan rencananya akan berakhir 21 Oktober.? Banyuwangi-Cilegon-Jakarta dengan rute berkelok-kelok, diperkirakan akan menempuh 2000 km.

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Km Kirab Resolusi Jihad NU 2016

Kirab dengan seratus orang peserta dari banom dan lembaga NU tersebut akan menumpangi 5 bus. Namun demikian, mereka akan berjalan kaki dengan jarak tertentu di setiap kota, bergabung dengan peserta lokal. ?

“Perjalanan Kirab Resolusi Jihad NU ini relatif jauh dan melelahkan sehingga peserta harus siap lahir dan batin,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz Senin (19/9).

IMNU Tegal

Bahkan, menurut dia, peserta hampir tidak ada istirahatnya. Mereka kemungkinan akan banyak tidur di bus dalam perjalanan.

Secara rinci, Ishfah menyebutkan prakiraan jarak antarkota rute Kirab Resolusi Jihad NU sebagai berikut: Banyuwangi ke Situbondo 144 km. Dari Situbondo ke Probolinggo 80 km. Dari Probolinggo ke Pasuruan 59 km, Pasuruan Malang 54 km, Malang ke Sidoarjo 72 km, Sidoarjo ke Bangkalan 59 km, Bangkalan ke makam Sunan Ampel 39 km, Sunan Ampel ke PCNUU Surabaya di Bubutan 5 km. Bubutan ke PWNU Jatim 12 km.

IMNU Tegal

Kemudian dari Surabaya ke Mojokerto 43 km. Dari Mojokerto-Rejoso (Jombang)? 28 km. Dari Rejoso ke Tebuireng 11 km. Tebuireng? ? ? ke Denanyar 11 km. Dari Denanyar ke Tambak Beras 4 km. Tambak Tambak beras-Kertosono 22 km. Kertosono-Kediri 32 km. Kediri-Tambak Ngadi 20 km. Tambak Ngadi-Blitar 42 km. Blitar-Tulungagung 38 km. Tulungagung-Trenggalek 32 km. Trenggalek-Ponorogo 44 km. Ponorogo-Madiun 33 km. Madiun-Magetan 22 km. Magetan-Ngawi 23 km. Ngawi-Mantingan 44 km.

Dari Mantingan-Sragen 18 km. Sragen-Solo 35 km. Solo-Klaten 30 km. Klaten-Yogyakarta 46 km. Yogyakarta-Mlangi 12 km. Mlangi-Magelang 27 km. Magelang-Parakan 45 km. Parakan-Wonosobo33 km. Wonosobo-Banjarnegara 52 km. Banjarnegara-Ajibarang 64 km. Ajibarang-Majenang 48 km. Majenang-Banjar 36 km.

Banjar-Ciamis 32 km. Ciamis-Tasikmalaya 29 km. Tasikmalaya-Garut 43 km. Garut-Bandung? ? ? 69 km. Bandung-Cianjur 70 km. Cianjur-Bogor 61 km. Bogor-Tangerang Selatan 48 km. Tangerang Selatan-Tangerang 14 km. Tangerang-Tanara 51 km. Tanara-Serang 37 km. Serang-Pandeglang 20 km. Pandeglang-Cilegon 50 km. Cilegon-Jakarta 120 km. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kyai, Amalan, Makam IMNU Tegal

Sabtu, 30 September 2017

Potensi Ansor Jangan Hanya Dimanfaatkan untuk Politik

Tegal, IMNU Tegal 

Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan tarub, Kabupaten Tegal, H Imam Turmudzi mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor mempunyai potensi yang besar dalam perjalanan organiasai NU. Namun potensi besar itu jangan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik, terutama mendekati pemilihan umum.

Potensi Ansor Jangan Hanya Dimanfaatkan untuk Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Ansor Jangan Hanya Dimanfaatkan untuk Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Ansor Jangan Hanya Dimanfaatkan untuk Politik

“Saya hanya berpesan dalam berbagai pemilihan umum nanti jaga netralitas karena itu tidak gampang, Ansor yang besar itu nanti akan menjadi bahan rebutan,” pesanya saat memberikan sambutan dalam Konferensi Anak Cabang Tarub, di MI Assalafiyah Kemanggungan, Ahad (24/3) kemarin.

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tegal dalam konferensi itu secara aklamasi menetapkan Abdul Ghofir menjadi ketua PAC GP Ansor Tarub yang baru menggantikan kawan seangkatanya, Faturrahman.

IMNU Tegal

Sebenarnya dalam tahap pencalonan sudah muncul beberapa nama kandidat, masing-masing  Abdul Ghofir meraih 7 suara, Syamsul Hidayat  hanya memperoleh 2 suara, Soli AB  didukung 4 suara , Haryono  berhasil memungut 2 suara , M. Izam  1 suara di bawah Haryono dan  shofwan Agus Sholeh cukup puas diposisi terkahir dengan 1 suara. 

Dari penjaringan 5 calon tersebut dan melihat tata tertib, maka yang berhak masuk dalam tahap 2 adalah yang mendapat 5 suara. Maka berdasarkan perolehan suara  maka Muslikh selaku pimpinan sidang menetapkan secara aklamasi Abdul Ghofir untuk memimpin GP Ansor Tarub masa bakti 2013 – 2016.

IMNU Tegal

Turut hadir dalam kesempatan itu, camat Tarub Elliya Hidayah, Pimpinan Cabang GP Ansor yaitu Ketua H Muslih, Sekretaris M. Muzammil, dan Wakil Sekretaris Wartono, Rais Syuriah MWCNU H. Sofiudin, Ketua Tanfidyah MWC NU H Imam Turmudzi,  Ketua PAC Muslimat NUHj Muawanah, Ketua PAC Fatayart NU Faizah, Ketua PAC IPPNU dan perwakilan dari PAC IPNU.. 

Camat Tarub,  Elliya Hidayah, dalam sambutannya juga menyambut baik peran GP Ansor dalam mengisi dinamika masyarakat d Kecamatan Tarub. Camat yang asli Purworejo ini juga menyampaikan akan mendukung terus kegiatan-kegiatan yang diprogramkan oleh Ansor. Dia juga mengakui kader-kader Ansor adalah kader militan, yang peran sertanya ditunggu oleh masyarakat.

“Saya juga keturunan NU, walau bukan aktifis di NU, kalau sekrang saya ada dimana-mana, itu karena menjadi profesionalisme saya sebagai camat yang menauingi seluruh eleman masyarakat,” imbuhnya

Terpisah ketua Panitia, M Soli AB, mengatakan, acara konferensi ini selain meregenerasi pengurus juga ajang untuk mengaktifkan ranting-ranting yang selama ini belum aktif. 

“Acara rutin ansor yang biasanya cuma dihadiri maksimal 10 ranting. Alhamdulillah pada kesempatan ini, bisa dihadiri oleh 18 ranting. Mudah-mudahan ini adalah sinyal baik untuk kelanjutan GP Ansor Kec. Tarub,” pungkasnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno

Oleh A. Ginanjar Sya’ban

Kitab berjudul “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini bernilai keramat. Kitab ini diterbitkan di Kairo pada tahun 1959 oleh al-Dâr al-‘Arabiyyah li al-‘Ulûm, dengan tebal 68 halaman. Saya mendapatkan salinan kitab ini dari perpustakaan Biblioteka Alexandria, Mesir.

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Audah ila Iktisyaf Tsauratina, Kitab Pusaka Presiden Soekarno

Apa istimewanya kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini?

Kitab ini merupakan terjemahan dari buku berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita” yang berasal dari pidato Presiden Republik Indonesia Soekarno pada hari kemerdekaan RI yang ke-14 (17 Agustus 1959).

Dalam pidatonya, Soekarno mengulas berbagai persoalan pokok dan program umum Revolusi Indonesia yang bersifat menyeluruh. Pemikiran pidato ini kemudian menjadi Garis Besar Haluan Negara pada pemerintahan Soekarno.

Pidato ini kemudian dikenal dengan sebutan “Manifesto Politik Republik Indonesia”, setelah sebelumnya Presiden Soekarno mencangkan sistem demokrasi terpimpin dalam mengatur pemerintahan. Berdasarkan Tap MPRS No. I/MPRSI1960, pidato itu kemudian ditetapkan sebagai garis-garis besar haluan negara RI dan pedoman resmi dalam perjuangan penyelesaian revolusi.

IMNU Tegal

Di kancah perpolitikan dunia Arab pada masa itu, kitab ini punya pengaruh yang sangat besar. Kitab ini berisi tentang pandangan-pandangan revolusioner Soekarno yang saat itu ditahbiskan sebagai pemimpin Asia-Afrika, penggagas “Gerakan Non-Blok”, sekaligus pengilham kemerdekaan negara-negara dunia ketiga.

Terlebih lagi Mesir, yang saat itu baru menjalani 7 (tujuh) tahun masa revolusi (Juli 1952) yang dipimpin oleh Gamal Abdel Nasser. Tokoh revolusioner Nasser yang saat itu menjadi presiden Mesir dan dijuluki “Za’îm al-‘Âlam al-‘Arabî” (Pemimpin Dunia Arab) menyatakan dirinya sebagai murid gerakan revolusi Soekarno.?

Antara Nasser dan Soekarno terjalin hubungan persahabatan yang sangat erat. Dihitung dari tahun 1959, Presiden Soekarno sebelumnya sudah mengunjungi Mesir sebanyak 2 (dua) kali, yaitu pada 1955 dan 1958.

IMNU Tegal

Keberadaan kitab ini menjadi saksi bisu jika pada masa itu Indonesia yang belum genap 17 tahun masa kemerdekaan sudah memiliki pengaruh yang besar di kancah dunia Arab, menjadi “guru” bagi para pemimpin negara-negara Arab yang saat itu baru merdeka dari penjajahan Inggris dan Prancis.

Lebih dari itu, Indonesia bahkan sudah mampu “mengekspor” ideologi, gagasan, dan kebijakan nasionalnya.

Dalam halaman terakhir kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ”, misalnya, dibuatkan glossary tentang falsafah kerakyatan dan kenegaraan Indonesia, seperti Pancasila (al-Mabâdi al-Khamsah) yang dalam bahasa Arab diterjemahkan butir-butirnya dengan; (1) al-Îmân billâh, (2) al-Insâniyyah, (3) al-Qaumiyyah al-Indûnisiyyah, (4) Siyâdah al-Sya’b, dan (5) al-‘Adâlah al-Ijtimâ’iyyah. Pancasila adalah ideologi hasil ijtihad para pediri bangsa-negara Indonesia yang memanifestasikan perpaduan nilai-nilai luhur keagamaan dan nasionalisme.

Selain Pancasila, tertulis juga tentang “al-Ta’addud fî al-Wihdah” (Bhinneka Tunggal Ika). Dijelaskan disana, bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?), yakni “bahwasannya Indonesia meskipun terdiri dari berbagai wilayah dan bangsa yang berbeda-beda, namun bersatu dalam kesatuan yang teguh”.

Terdapat juga falsafah hidup khas Nusantara yang diulas di glossary kitab ini, yaitu “al-Ta’âwun al-Musytarak” atau Gotong Royong.

Keberadaan kitab ini sezaman dengan kitab-kitab karangan ulama Nusantara yang ditulis dan diterbitkan di Timur Tengah pada saat itu, seperti Syaikh ‘Abd al-Qâdir al-Mandailî, Syaikh ‘Abd al-Hamîd al-Khatîb al-Minangkabâwî al-Makkî, Syaikh Muhammad Yâsîn ibn ‘Îsâ al-Fâdânî, Syaikh Marzûqî al-Batâwî, Syaikh Ihsân ibn Dahlân al-Jamfasî al-Kedîrî, dan lain-lain.

Di tahun yang sama dengan terbitnya kitab “al-‘Audah ilâ Iktisyâf Tsauratinâ” ini (1959), seorang ulama besar Nusantara, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), diundang untuk datang ke Universitas Al-Azhar Kairo untuk menerima gelar doktor honoris causa (duktûrah al-syaraf).

?

Penulis adalah Dosen Pascasarjana STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, Pesantren, Amalan IMNU Tegal

Selasa, 26 September 2017

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, IMNU Tegal 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

IMNU Tegal

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

IMNU Tegal

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Daerah, Lomba IMNU Tegal

Sabtu, 02 September 2017

Warga Sorong Rutin Menabung Bulanan untuk Haji dan Umrah

Jakarta, IMNU Tegal - Semangat warga NU di Kabupaten Sorong, Papua Barat, untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah semakin meningkat. Hal itu tebukti dengan aktivitas dan persiapan yang mereka lakukan.

Ketua PCNU yang sekaligus Ketua Perwakilan Asbihu Tour and Travel Kabupaten Sorong, H Sutedjo, mengatakan, setiap bulan pada minggu kedua warga Sorong yang bergabung dalam Asbihu melakukan pertemuan silaturrahim. Dalam pertemuan ini masing-masing anggota juga menyetorkan tabungan senilai minimum Rp500 ribu.

Warga Sorong Rutin Menabung Bulanan untuk Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Sorong Rutin Menabung Bulanan untuk Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Sorong Rutin Menabung Bulanan untuk Haji dan Umrah

“Dana tabungan itu digunakan untuk membiayai perjalanan haji atau umrah,” kata Sutedjo.

IMNU Tegal

Persiapan lainnya yang dilakukan adalah latihan manasik. Seperti pada 9 April lalu mereka melakukan latihan manasik di Masjid Al-Muttaqin, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas. Latihan manasik dilakukan dengan lima orang pembimbing, yakni tiga orang laki-laki dan dua pembimbing perempuan.

“Waktu itu ada 120 orang yang mengikuti kegiatan. Mereka anggota Asbihu. Memang kalau di Jawa junlah itu mungkin termasuk sedikit. Kalau di Papua itu tergolong banyak,” ujar Sutedjo.

Ia menyebutkan, tahun ini kuota haji Kabupaten Sorong hanya mencapai 78 orang? jamaah. Karenanya sebagian warga ada yang memilih melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu. Seperti pada awal Maret 2017 lalu, terdapat 40 jamaah umrah Asbihu dari Kabupaten Sorong. Dan saat ini, beberapa jamaah juga mendaftar perjalanan umrah Ramadhan yang dipersiapkan Asbihu.

IMNU Tegal

Sutedjo menceritakan, Asbihu Kabupaten Sorong berdiri tahun 2006. Semula bernama Taawun Haji NU. Setelah ada Asbihu, Taawun Haji NU Sorong lalu bergabung dengan Asbihu.

“Anggotanya semula hanya 25 orang. Sekarang sudah mencapai 250 orang,” kata Sutedjo.

Ia menyatakan rasa syukur saat ini dari 250 anggota, 80 persennya sudah terdaftar sebagai jamaah haji. Sementara jumlah anggota yang sudah berangkat haji mencapai 150 orang. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Amalan IMNU Tegal

Sabtu, 26 Agustus 2017

Hasyim Muzadi: Idham Chalid Arif dan Berpandangan Tajam

Kairo, IMNU Tegal. Mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi yang sedang berada di Kairo Mesir merasa kehilangan atas wafatnya Kiai Idham. Ia menilai pendahulunya di PBNU itu sebagai sosok yang luar biasa, bukan saja karena sejumlah jabatan tinggi yang pernah disandangnya, namun juga kearifan dan ketajaman pandangannya.

Sebagai tokoh NU yang berproses dari bawah, Hasyim mengaku punya banyak kenangan bersama Kiai Idham, terutama saat ia masih menjabat sebagai Ketua PMII Cabang Malang dan Kiai Idham telah menjadi Ketua Umum PBNU.

Hasyim Muzadi: Idham Chalid Arif dan Berpandangan Tajam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Idham Chalid Arif dan Berpandangan Tajam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Idham Chalid Arif dan Berpandangan Tajam

“Ketika itu, ingat saya tahun 1967, saya datang ke Jakarta sebagai Ketua PMII Cabang Malang sekaligus Ketua KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) konsulat Malang. Saya niat memprotes Pak Idham kenapa tidak mendukung gerakan Pak Subhan ZE. yang menuntut demokratisasi Indonesia di awal Orde Baru,” kata Hasyim.

IMNU Tegal

Menurut Hasyim, saat itu PMII di bawah kepemimpinan Zamroni sangat fanatik kepada Subhan ZE, tokoh muda NU yang memimpin gerakan pro demokrasi, termasuk menentang menghadapi demokrasi terpimpin pada era Presiden Soekarno.

Ketika diterima Kiai Idham yang saat itu merupakan Ketua Umum PBNU, kata Hasyim, dia pun menumpahkan semua "unek-unek" yang ada di kepalanya.

IMNU Tegal

Menanggapi protes yang dilontarkannya, kata Hasyim, Kiai Idham dengan tenang menjawab dan memberikan pengertian bahwa dalam bertindak tidak boleh "grusa-grusu" atau terburu-buru.

"Kita baru saja selesaikan komunis, sisanya masih panjang. Jangan minta demokrasi dalam saat yang sama, nanti demokrasi ada waktunya sendiri," kata Hasyim menirukan jawaban Kiai Idham.

Mengutip pendapat Imam Ibnu Atho`ilah, lanjut Hasyim, Kiai Idham menuturkan bahwa Allah menyelamatkan satu per satu, tidak sekaligus.

"Biarkan Pak Harto (Soeharto) berkuasa. Setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya," kata Kiai Idham seperti ditirukan Hasyim.

Kiai Idham, lanjut Hasyim, sama sekali tidak merisaukan keadaan waktu itu, namun justru lebih mengkhawatirkan keadaan yang mungkin terjadi beberapa puluh tahun sesudahnya.

"Yang saya khawatirkan justru puluhan tahun yang akan datang. Kita akan menghadapi kemunafikan, dan saya takut NU tidak mampu menghadapinya karena racun terasa madu," kata Hasyim mengutip pernyataan Kiai Idham.

Kiai Idham, lanjut Hasyim, juga menghargai sikap anak muda NU yang mendukung gagasan Subhan, yang notabene berseberangan dengan pandangan Kiai Idham sendiri.

"Saya senang kau menghormati Pak Subhan. Dia pejuang," kata Hasyim, mengulang pernyataan Kiai Idham kepadanya.

Dari pertemuan itu, kata Hasyim, dia menyadari bahwa pandangan kedua tokoh NU itu, Kiai Idham dan Subhan Z.E., sama-sama benar.

"Keluar dari Pak Idham saya langsung lemas karena konsep Pak Subhan memang bagus dan progresif, tetapi Pak Idham juga benar. Ibarat Nabi Musa dan Nabi Hidr, sama benarnya antara syariat dan hakikat," pungkasnya. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Bahtsul Masail IMNU Tegal

Senin, 24 Juli 2017

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, IMNU Tegal. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

IMNU Tegal

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

IMNU Tegal

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Minggu, 18 Juni 2017

Santri Assalam Gelar Lomba Tumpeng dan Kreasi Lagu

Grobogan, IMNU Tegal . Sebagai wujud kecintaan santri kepada baginda Rasulullah SAW, Rabu (15/1) seluruh santri Assalam Kradenan Grobogan, Jawa Tengah,? menggelar peringatan maulid Nabi. Peringatan maulid nabi yang dipusatkan di hall Pesantren Assalam ini berlansung sangat meriah.

“Kali ini santri diminta berkreasi membuat nasi tumpeng dan menyanyikan lagu ‘ya nabi’,” tutur Utari. Pengasuh pesantren ini juga menambahkan, peringatan ini untuk membiasakan kecintaan kepada Nabi Muhammad sejak dini.

Santri Assalam Gelar Lomba Tumpeng dan Kreasi Lagu (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Assalam Gelar Lomba Tumpeng dan Kreasi Lagu (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Assalam Gelar Lomba Tumpeng dan Kreasi Lagu

Dari tahun ke tahun peringatan maulid Nabi dikonsep berbeda. Saat mendendangkan lagu ‘ya rabbi’ santri harus menggunakan lagu-lagu hits terbaru. Sehingga bait lagu yang sudah tercipta sejak lama itu, terasa hidup di era modern ini. Santri-santri pun khusyuk mendendangkan lagu itu.

IMNU Tegal

Target peringatannya sama untuk meneladani perangai dan perjuangan Nabi di kala hidupnya. Untuk itu, satu hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam seremoni ini adalah pembacaan Barzanji. Sementara santri sendiri merasa senang dengan konsep maulid tahun ini.

“Peringatan tahun ini lebih bermakna. Selain menjadi salah satu momen untuk mengenang hamba paling mulia kekasih Allah, santri juga dapat menikmati makan bersama hasil kreasi tumpeng,” tutur Supardi.

IMNU Tegal

Dalam kreasi lomba kreasi lagu ‘ya rabbi’ dimenangkan oleh kelas X. Sedangkan kreasi tumpeng dimenangkan santri kelas IX. Santri berharap kemeriahan pesta peringatan maulid ini terus dilestarikan setiap tahunnya. (Hanif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan IMNU Tegal

Selasa, 09 Mei 2017

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Malang, IMNU Tegal. Habib Muhammad Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya ditetapkan kembali menjadi Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) periode 2012 - 2016. Sementara Mudir Aam dipercayakan kepada KH Abdul Muthi Nurhadi yang sebelumnya menjabat sebagai Mudir Idaroh Wustho Jatman Propinsi Jawa Timur.

Keputusan penetapan pasangan Habib Luthfy dan KH Muthi dilakukan melalui sidang Komisi Majelis Ifta yang berlangsung Jumat (13/1) tadi malam, yang dipimpin langsung oleh Habib Luthfy bersama anggota majelis ifta yang diwakili dari unsur Idaroh Aliyah dan Rais Idaroh Wustho yang diambil dari unsur perwakilan Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy Kembali Pimpin Jamiyyah Thariqah

Sedangkan Posisi Katib Aam, Sekretaris Jendral dan Bendahara Umum masih dijabat pengurus lama yakni KH. Zaini Mawardi, KH. Mohammad Masroni dan Ir. Bambang Iriyanto.   

IMNU Tegal

KH Mohammad Masroni kepada IMNU Tegal mengatakan, hasil sidang majelis ifta baru menghasilkan sebagian kepungurusan idaroh aliyah Jatman, sedangkan kelengkapan kepengurusannya baru akan dibahas pada pertemuan lanjutan tanggal 2 Pebruari 2012 di Pekalongan.

Sebagaimana dalam tata tertib Muktamar XI Jatman pasal 19 bahwa pengangkatan Rais Aam diserahkan kepada Majelis Ifta sedangkan untuk Mudir Aam dipilih oleh Rais Aam atas pertimbangan Majelis Ifta setelah diajukan oleh peserta muktamar.

IMNU Tegal

Hal ini sangat berbeda pada Muktamar NU yang selama ini berlangsung, dimana proses penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU melalui pemilihan langsung oleh peserta muktamar dan kelengkapan pengurus dilakukan melalui rapat tim formatur.

Acara penutupan Muktamar XI Jatman akan dilakukan hari ini, Sabtu (14/1) pagi, oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Hatta Rajasa yang didahului dengan ceramah dan deklarasi Mahasiswa Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN) dan pengumuman hasil sidang Majelis Ifta tentang susunan kepengurusan Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah periode 2012 - 2017 hasil Muktamar XI Jatman yang berlangsung di Pesantren Al Munawariyah Bululawang Kabupaten Malang Jawa Timur.

Redaktur     : A.Khoirul Anam

Kontributor : Abdul Muis

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Syariah, Amalan IMNU Tegal

Jumat, 24 Februari 2017

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

Sidoarjo, IMNU Tegal. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H pengurus organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan dihimbau untuk menggalakkan kegiatan organisasi yang berpusat di masjid-masjid. Sebagai pelaksana kegiatan, dibentuk Kelompok Anak Ranting (KAR) NU di setiap masjid, langgar dan musholla dengan kepengurusan seperlunya.

Sebagai percontohan, pada rangkaian acara Harlah ke-84 NU di Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (19/8) malam kemarin, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Ali Maschan Moesa melantik 5045 pengurus dan anggota KAR NU di kantor PCNU Sidoarjo.

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Digalakkan Kegiatan NU Berbasis Masjid, Dibentuk KAR NU

KH Hasyim Muzadi saat memberikan taushiyah usai pelantikan mengatakan, selain menggalakkan kegiatan sosial dan keagamaan, dibentuknya KAR NU berbasis masjid-langgar-mushalla ini juga dimaksudkan untuk “mengamankan” masjid yang dibangun oleh warga NU dari aliran Islam Radikal.

“Pasalnya, saat ini banyak aliran Islam ’tetangga’ NU yang berdakwah di masjid-masjid yang notebene milik NU. Dilantiknya anggota KAR-NU di Sidoarjo, sebagai pilot project bagi daerah lain,” kata Kiai Hasyim di hadapan ribuan warga Nahdliyin yang khusyu` usai  mendengarkan alunan ayat suci Al-Qur`an yang dikumandangkan Ustadz H Muammar ZA dari Jakarta.

Di daerah lain, lanjut Kiai Hasyim, juga akan dibentuk KAR NU untuk mengamankan masjid dan mencegah masuknya Islam radikal ke kawasan NU.

Ketua Lembaga Ta`mir Masjid Indonesia (LTMI) Sidoarjo, HM Sholeh Qosim kepada IMNU Tegal di Sodoarjo, Kamis (23/8) mengatakan, selama ini memang ada indikasi kelompok Islam radikal yang ingin menguasai masjid-masjid dan menyebarkan faham keagamaan mereka.

IMNU Tegal

Bahkan, mereka membentuk remaja masjid di masjid-masjid milik warga NU. “Maka selain membentuk KAR berbasis Masjid Mushalla, PCNU Sidoarjo juga mensertifikatkan ratusan masjid termasuk ribuan Musholla milik warga NU,” Ustadz Sholeh yang juga Ketua Bidang Imarah Masjid Agung Sidoarjo.

”Selain mengantisipasi kelompok Islam radikal yang akan ingin ’menguasai’ masjid milik NU, dibentuknya KAR juga untuk mencegah adanya teroris yang masuk di lingkungan mereka,” tambahnya.

Pada Rangkaian Harlah NU di Sidoarjo dan pilot project pembentukan KAR NU, sebagaimana dikatakan H Ahmad Khoiri, ketua panitia yang juga wakil Ketua PCNU Sidoarjo, sebelumnya didahului dengan kegiatan pendidikan kemasyarakatan terkait pengetahuan dan praktek memandikan jenazah. Sedangkan pada malam harinya, digelar bedah buku Antologi NU. Juga dilakukan pekan Rajabiyah oleh PC Muslimat NU di Masjid Agung Sidoarjo pada malam 12 Agustus kemarin.

Kegiatan pengobatan massal dilakukan pada 10-15 Agustus kemarin. Lalu pada 18 Agustus dilakukan Pawai Ta`aruf di 18 MWC NU se-Kabupaten Sidoarjo. Dilanjutkan pada 19 Agustus dilakukan pembagian sembako dan santunan kepada fakir miskin. Pada Jum’at (24/8) besok diadakan khotmil Quran oleh 120 khafidz-khafidzoh di Kampung Gedang dekat pusat semburan lumpur lapindo.(nam)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, Quote, Amalan IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock