Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Jakarta, IMNU Tegal. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam bidang kewirausahaan. Penantanganan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilakukan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/3).

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, Muslimat NU telah melakukan dakwah di masyarakat, termasuk dakwah dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi. "Usaha dakwah muslimat NU melalui mal (ekonomi) sudah melalui jalan yang panjang," katanya.

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Muslimat, kata Khofifah, punya banyak Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah. Hinga kini, telah banyak masyarakat yang merasakan sentuhan pendidikan life skill dari Muslimat. "Itu adalah bagian dari jihad Muslimat NU membangun ekonomi masyarakat," katanya.

IMNU Tegal

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini merasa senang bisa menjalin kerja sama dengan Menko Perekonomian. "Alhamdulillah, hari ini Allah memberi tambahan solusi dari Pak Hatta sebagai Menko Perekonomian," katanya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Hatta Radjasa mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) ini, pelatihan wirausaha akan segera dilakukan dalam beberapa paket. "Jangan sampai hanya berhenti setelah MoU ini saja. Itu tanggung jawab kita bagaimana bisa menjalankannya," katanya.

Usai penandatanganan MoU Hatta Radjasa sempat berdialog dengan perwakilan Pengurus Wilayah NU dari seluruh Indonesia. Mereka tampak antusias menjalankan isi MoU yang berisi tentang pelatihan dan modal wirausaha yang akan dilakukan di banyak daerah. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, AlaSantri, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Karanganyar, IMNU Tegal. Selasa (10/6) sore yang cerah di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, suasana terlihat ramai. Ratusan warga keluar rumah, untuk kemudian berbondong-bondong menuju sebuah rumah joglo yang berada di tengah dusun.

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)
Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi (Sumber Gambar : Nu Online)

Berebut Ayam Nazar, Syukur kepada Ilahi

Rupanya mereka tengah bersiap untuk ikut meramaikan tradisi bersih dusun yang digelar setiap Selasa Kliwon wuku Mondosiyo. Oleh karena itu, tradisi ini disebut Mondosiyo.

Di sekeliling rumah joglo itu, atraksi reog mengiringi rangkaian upacara adat yang sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang dusun setempat.

IMNU Tegal

Selepas doa dibacakan, seketika ratusan pemuda yang sudah sedari siang berkumpul pun mulai bersiap. Rupanya, tetua dusun sudah menyiapkan belasan ayam. Itu lah yang ternyata menjadi sasaran tembak ratusan pasang mata pemuda itu.

“Kyaaak… Kyaaak… Kyaaak,” jeritan ayam-ayam itu mulai menyeruak usai mereka dilepaskan oleh tetua dusun.

Para pemuda desa itu langsung berhamburan mengejar ayam-ayam. Dengan berbagai cara, mereka berusaha menangkap ayam untuk bisa dibawa pulang. Satu per satu ayam pun mulai berhasil ditangkap meski para pemuda harus rela memanjat tiang bahkan atap demi ayam nazar yang sudah didoakan itu.

IMNU Tegal

Dalam Tradisi Mondosiyo, tiap warga yang sudah bernazar bakal menyerahkan dua ekor ayam untuk dibiarkan dimangsa para pemuda. Salah satu warga, Riyani yang ikut bernazar, mengaku dua ekor ayam yang diserahkannya ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur karena putrinya telah diberi kesembuhan oleh Allah dari penyakit tifus yang cukup lama dideritanya.

“Anak saya sudah didiagnosa dokter terkena tifus. Saya tidak punya uang untuk merawatnya di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan ini nazar saya,” ujarnya sembari tersenyum haru.

Tradisi Mondosiyo yang rutin digelar setiap tujuh bulan, diawali dengan cebukan atau mengumpulkan aneka ubo rampe. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan nutuk bende keliling desa. Sementara para tetua desa menyembelih kurban kambing dan ayam yang nantinya akan dimakan bersama warga.

“Tradisi ini sudah turun-temurun sejak ratusan tahun silam,” kata Kepala Lingkungan Dusun Pancot, Sulardiyanto.

Selain melestarikan tradisi leluhur, acara adat ini juga mampu mendongkrak ekonomi warga. Sebab, dengan acara ini warga bisa menjual aneka produk kerajinan kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, News, Hadits IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Guruku di Kesugihan Cilacap, KH Chasbullah Badawi wafat malam ini, sekitar jam 19.00, di RS Griatri Purwokerto. Terbayang bulan Ramadan 1974, ketika aku setiap malam sehabis salat tarawih ngaji kitab Kifayatul Atqiya secara balahan kepada beliau.?

Biasanya, setelah setengah jam beliau membaca kitab, dari 40-an santri hanya tinggal satu dua orang saja yang masih mampu mempertahankan qalam untuk ngesah-sahi. Lainnya sudah tersambar mimpi.

Lalu, beliau akan berhenti dan memanggil seorang santri yang bernama Muhsin.

“Sin, Muhsin, ngeneh pacitaneh dibagi!”

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Engkau Pergi di Bulan Mulia Sesuai dengan Kemulianmu

Beliau pun lalu masuk bagian dalam rumah dan beristirahat sebentar, sebelum mulai lagi membaca kitab. Kami pun mendapat jatah pacitan.

Di sini pula aku mendapat pengalaman melihat santriwan dan santriwati yang terpisah dinding saling betot lidi yang dipakai santriwan untuk mengitik santriwati di sebelah dinding.?

IMNU Tegal

Betapa waktu lari sangat kencang.

Rama Kiai, engkau pergi di bulan mulia, sesuai dengan kemulianmu. Semoga Allah menerima semua amal baik Rama Kiai dan memaafkan semua kesalahan Rama. Amin. (Muhammad Machasin, Mustasyar PBNU)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Ulama, News, Hadits IMNU Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Brani: Musuh Agama adalah Penebar Teror Atas Nama Agama

Manado,? IMNU Tegal? . Apresiasi dan terima kasih diberikan Gerakan Pemuda Ansor ? kepada tokoh kemajemukan Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara 2 periode) atas kontribusi menjaga kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara.?

Hal tersebut disampaikan Ketua Wilayah Sulut GP Ansor Benny Rhamdani (Brani) saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Konferensi Wilayah XI GP Ansor, Rabu (23/12) di gedung MCC, Manado.

Brani: Musuh Agama adalah Penebar Teror Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Brani: Musuh Agama adalah Penebar Teror Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Brani: Musuh Agama adalah Penebar Teror Atas Nama Agama

"GP Ansor sangat berterima kasih atas jasa-jasa Putra Kawangkoan, Sinyo Harry Sarundajang yang telah berkontribusi menjaga kerukunan antar umat beragama, di Sulut dan Maluku," ucap Brani yang tak lama lagi akan meletakkan jabatannya.

IMNU Tegal

Dalam sambutan itu juga, Brani menegaskan bahwa siapa saja yang berani mengganggu ketentraman NKRI, akan berhadapan dengan Ansor dan Banser.

"Musuh agama adalah musuh Ansor dan Banser. Tetapi harus dicatat bahwa yang dimaksud musuh agama, bukan saudara-saudara kita yang beragama lain. Tetapi musuh agama adalah mereka yang menebarkan kebencian dan teror atas nama agama," tegas Brani yang disambut gemuruh peserta dan undangan yang memenuhi ruangan tersebut.

IMNU Tegal

Brani juga mengungkapkan, bahwa 8000 kader Ansor dan Banser siap menjaga perayaan Maulud Nabi, Natal dan Tahun Baru, dalam acara yang turut dihadiri Pj. Gubernur Sulut, Sumarsono, Mantan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang, tokoh NU, John Wumu, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, Kepala-kepala Daerah se-Sulut tersebut. (Udi Masloman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

Asahan, IMNU Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara (Sumut) Mulia Banurea meminta seluruh pimpinan cabang (PC) dan pimpinan anak cabang (PAC) se-Sumut agar menggiatkan kaderisasi. Sebagai realisasi program PW GP Ansor Sumut, ia mendorong kader organisasi pemuda NU ini ada di setiap desa.

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumut: Kader Harus Ada di Setiap Desa

"Ansor adalah elemen pemuda yang berada di garda terdepan dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, kader Ansor harus ada di setiap desa guna menjaga keutuhan NKRI," kata Mulia saat menjadi narasumber pada Latihan Kader Dasar (PKD) yang digelar PC GP Ansor Kabupaten Asahan, di Pesantren Darul Hikmah Kisaran, Asahan, Sabtu (31/1).

Mulia menegaskan, untuk bisa berjuang, kader Ansor sebagai kader muda Nahdlatul Ulama (NU) harus mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental. Karena itu, seluruh kader Ansor harus mengikuti PKD agar mengetahui nilai-nilai dasar perjuangan organisasi ini.

IMNU Tegal

"Kader Ansor harus menjaga komitmen terhadap ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja). Prinsip Aswaja antara lain bersikap toleran terhadap perbedaan pandangan, terutama dalam hal-hal yang bersifat furuiyah, sehingga tidak terjadi perasaan saling terganggu, saling memusuhi, dan sebaliknya akan tercipta persaudaraan yang islami (ukhuwwah islâmiyyah)," katanya.

Hadir dalam acara itu, Rais Syuriah PCNU Asahan? H Ahmad Fadelah Pane, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Armansyah Harahap, Sekretaris Parulian Siregar, serta unsur pengurus PW GP Ansor Sumut di antaranya M Uliansyah, Jasmi Assayuti, Dedi Hermanto Sitorus, Ketua Caretaker PC Ansor Asahan Safrizal, dan Ketua Panitia Budi Suherman.

?

IMNU Tegal

Sedangkan Rais Syuriah PC NU Asahan H Ahmad Fadelah Pane mengatakan, mazhab Ansor adalah Imam Syafii yang Aswaja, bukan Imam Samudra yang tidak mengakui NKRI.

Ketua Caretaker PC NU Asahan melaporkan, PKD yang digelar 30 Januari sampai 02 Februari itu dirangkai dengan pembentukan PAC di sejumlah kecamatan di Asahan, dan konferensi cabang (konfercab) GP Ansor Asahan. (Hamdani/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pahlawan, Hadits, Kajian Islam IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Cak Nun, NU atau Muhammadiyah?

Emha Ainun Najib (Cak Nun) memang bikin orang penasaran. Kegemarannya pada shalawatan, tahlil, wirid, yasinan, ziarah, dan sejumlah aktivitas ‘klenik’ sekilas menimbulkan spekulasi bahwa ia orang NU.

Tapi, bukankah budayawan kelahiran Jombang ini dulu lulus dari SMA Muhammadiyah? Cak Nun juga lebih sering kepergok tak pakai sarung dan kopiah seperti umumnya orang Muhammadiyah.

Cak Nun, NU atau Muhammadiyah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Nun, NU atau Muhammadiyah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Nun, NU atau Muhammadiyah?

“Sampean ini sebenarnya ikut NU atau Muhammadiyah, sih, Cak?” tanya salah seorang seolah keberatan.

IMNU Tegal

“Emang kenapa?” sahut Cak Nun.

“Ya harus konsisten dong. Pilih yang benar. Yang mana?”

IMNU Tegal

“Begini. Semalem saya bermimpi ketemu Rasulullah,” ungkap Cak Nun datar.? “Saat itu, saya sempat tanyakan kepada beliau, ‘Kanjeng Nabi, saya didesak untuk menentukan dua pilihan, NU atau Muhammadiyah. Tolong jenengan beri petunjuk, kelompok mana yang benar?’”

“Terus, dijawab apa?” desak orang tadi tak sabar.

“Boro-boro dijawab. Nabi malah balik nanya, ‘Lho, Cak, NU sama Muhammadiyah itu apa?’” (Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits, Pesantren IMNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah

Demak, IMNU Tegal. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak mengadakan pelantikan pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2015/2016, Senin (1/6). Acara Pelantikan ini diikuti oleh seluruh santri dan juga diikuti oleh segenap dewan Asatidz. Sebagai kepala terpilih, Henna Fauzia Aisyatul Ulya menggantikan Aida Qoniatul Muna. 

Pengasuh Pesantren, KH Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, bahwa semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban, yakni disamping punya kewajiban untuk belajar atau mengaji juga punya kewajiban untuk berkhidmah/mengabdi.

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Burhany Mranggen Wajibkan Santri Berkhidmah

“Baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri. Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun,” jelasnya.

IMNU Tegal

Kiai Helmi mengatakan, untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah. 

Selanjutnya Dia berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat, melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas. (Abdus Shomad/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi

Probolinggo, IMNU Tegal. Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMP Islam Riyadlus Sholihin Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/2) resmi dilantik.

Dalam kepengurusan tersebut, Sholihin Isa Ansori dipercaya sebagai PK IPNU SMPI Riyadlus Sholihin. Sementara Widian Adiza Angelina diberi amanah sebagai Ketua PK IPPNU SMPI Riyadlus Sholihin. Keduanya akan berkolaborasi untuk bersama-sama menampung aspirasi para pelajar NU di lembaga pendidikan tersebut.

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Wahana Siswa SMP Belajar Berorganisasi

Hanya saja pelantikan ini berbeda dari biasanya. Pasalnya setelah dilantik mereka langsung belajar cara menjalankan organisasi yang baik. Para pengurus PK IPNU-IPPNU SMP Islam Riyadlus Sholihin diberikan materi tentang ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an.

IMNU Tegal

“Materi ini diberikan supaya para pengurus yang baru dilantik lebih cinta dan memahami IPNU-IPPNU. Sehingga begitu dilantik kegiatannya bisa langsung berjalan dan bermanfaat bagi para pelajar,” ujar Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Sumberasih Nur Hakimah Ismawati.

IMNU Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Probolinggo Indra Subiantoro. Menurutnya, pemberian materi ini bertujuan supaya mereka lebih mengerti lagi IPNU-IPPNU. Meskipun sudah diberikan pembelajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan dengan tambahan ilmu ini nantinya para pengurus IPNU-IPPNU tersebut bisa lebih amanah dalam menjalankan roda organisasi. Dengan demikian, keberadaannya mampu memberikan manfaat demi kemajuan IPNU-IPPNU di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Selain keluarga besar SMP Islam Riyadlus Sholihin, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh jajaran pengurus PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sumberasih dan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. Tidak ketinggalan pula jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Sumberasih. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, Hadits IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Jakarta, IMNU Tegal. Sudah waktunya umat Islam membuat masjid-masjid di seluruh tanah air lebih berdaya sehingga mampu menjadi pusat-pusat pemberdayaan ekonomi umat, kata Khatib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar.

"Di Turki, hampir semua mesjid mengelola supermarket sehingga masjid bisa mandiri dan membiayai ulama dan dakwahnya, dan selanjutnya memberdayakan umatnya. Itu yang harus dicontoh," kata Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Nasaruddin yang juga Dirjen Bimas Islam, Depag tersebut menyatakan bahwa potensi yang ada dalam masyarakat Islam untuk membuat sekitar 643 ribu masjid di Indonesia lebih berdaya, sangat besar, sayangnya selama ini bersifat pasif.

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Dari suatu penelitian, potensi zakat dari umat Islam Jabotabek jika diberdayakan mampu membangun lima masjid Istiqlal setiap tahun, yang berarti umat seharusnya mampu menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi Islam.

Sementara itu, potensi wakafnya juga sangat berlimpah ruah dengan total tanah wakaf seluas 600km2 sama dengan luas negara Singapura yang kalau saja diberdayakan akan membuat umat Islam lebih mandiri dalam perekonomiannya.

"Di Mesir, pemerintahnya bahkan meminjam modal kepada Lembaga wakaf Yayasan Al Azhar Mesir, ini mencerminkan bagaimana kemampuan yayasan wakaf jika saja diberdayakan," kata tokkoh asasal Sulsel tersebut.

IMNU Tegal

Paradigma umat memberdayakan masjid seperti selama ini, ujarnya, harus dibalik menjadi masjid memberdayakan umat dan karena itu mesjid harus berdaya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut juga mengandaikan Dana Abadi Umat (DAU) lebih digunakan untuk memberdayakan umat dalam arti yang sebenarnya, bukan untuk hal-hal yang tak berhubungan dengan pemberdayaan umat seperti dilakukan di masa lalu.

Mengenai dipisahkannya Ditjen Bimas Islam dari Ditjen Penyelenggaraan Haji, ia juga menyatakan puas karena dengan cara ini masalah pemberdayaan umat yang selama ini tertutup oleh masalah haji, akan dapat terangkat.

"Permasalahan umat Islam sangat luas dan banyak, selama ini tak tertangani dengan fokusnya Depag ke masalah haji. Sayangnya anggaran Ditjen Bimas Islam hanya 1,2 persen dari anggaran Depag yang pada 2007 hanya mendapat pagu Rp105,74 miliar," keluhnya. (ant/mkf)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Ini Jadwal Peringatan Harlah Ke-32 Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta

Jakarta, IMNU Tegal



Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang diasuh KH Noer M. Iskandar, SQ memperingati hari lahir (harlah) ke-32. Beragam kegiatan digelar mulai hari ini Kamis (9/3) sampai Ahad (12/3). ? Berdasarkan jadwal kegiatan yang diterima IMNU Tegal, di antara kegiatan Harlah adalah nonton film bareng, bedah novel, karnaval budaya, pentas seni, bazar hingga tabligh akbar.?

Berikut agenda peringatan harlah tersebut. Pada Kamis malam 9 Maret 2017, panitia mengadakan bedah film “Jalan Da’wah Pesantren”.

Ini Jadwal Peringatan Harlah Ke-32 Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Jadwal Peringatan Harlah Ke-32 Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Jadwal Peringatan Harlah Ke-32 Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta

Pada Jumat pagi 10 Maret 2017, panitia mengadakan Bakti Sosial “Cek Darah, Fisioterapi, Konsultasi & Cek Kesehatan (Gula Darah & Kolesterol)”. Di waktu yang sama diadakan Santri Goes to Campus “Mengenal Berbagai Jurusan di PTN dan PTS”.

Pada siang hari, sekitar pukul 14.00 – 15.00, panitia mengadakan Peresmian Bazar & Pameran Selama 3 hari. Pada pukul 16.00 – 18.00, panitia mengadaka Seminar Informatika bertema “Aktif & Beretika dalam Dunia Sosial Media.”

Pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 – 20.30, panitia mengadakan Bedah Novel “Pondok Lentera” karya Putri Annisa (Iklas 2008). Lalu pukul 21.00 – 22.30 diadakan kegiatan Ngaji Budaya bersama Zastrow El Ngatawi dan Fadly (Vokalis Band Padi)

IMNU Tegal

Pada Sabtu pagi 11 Maret 2017 sekitar pukul 07.30 – 12.00, panitia mengadakan Haul Akbar & Tabligh Akbar serta peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-32 Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.

Pada siang harinya, pukul 14.00 – 16.00, panitia mengadakan Pentas Seni & Budaya Karya Santri. Pada pukul 20.30 – 22.30 diadakan Tasyakuran Ulang Tahun Pernikahan KH Noer M. Iskandar, SQ dan Ibu Nyai.

IMNU Tegal

Pada Ahad pagi 12 Maret 2017 pukul 07.00 – 10.00, panitia mendakan Karnaval Budaya Nusantara. Pukul 10.00 – 11.00 Hiburan & Pengumuman Pemenang Lomba. Pukul 13.00 – 14.30? Silaturrahim Nasional Alumni.?

Pada pukul 14.30 – 16.00 Konser Musik Religi dan Gerakan Ayo Mondok bersama Wali ? Band. Pukul 19.00 – 23.00 Asshiddiqiyah Bershalawat dalam Rangka Maulid Nabi Muhammad saw bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits, Nahdlatul Ulama, Kyai IMNU Tegal

Rabu, 22 November 2017

KH Aziz Hakim Syaerozi dan KH Wawan Arwani Pimpin NU Kabupaten Cirebon

Jakarta, IMNU Tegal. Konferensi Cabang (Konfercab) ke-15 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon diselenggarakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Ulumuddin Susukan, Cirebon, Sabtu (25/2).

KH Aziz Hakim Syaerozi dan KH Wawan Arwani Pimpin NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Aziz Hakim Syaerozi dan KH Wawan Arwani Pimpin NU Kabupaten Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Aziz Hakim Syaerozi dan KH Wawan Arwani Pimpin NU Kabupaten Cirebon

Pada Konfercab kali ini, KH Aziz Hakim Syaerozi terpilih sebagai ketua Tanfidziyah untuk periode 2017-2022. Dan Rais Syuriyah dijabat oleh KH Wawan Arwani setelah mendapatkan mandat melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi.

Terpilihnya Aziz setelah suaranya mengungguli kandidat lain KH Abu Tolhah Nawawi. Aziz ditetapkan sebagai ketua tanfidziyah setelah dirinya memperoleh 30 suara dan Tolhah mendapatkan 11 suara.?

Adapun suara peserta Konfercab yang masuk berjumlah 41 dengan rincian 40 suara Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 1 suara demisioner.

Sesaat setelah dinyatakan sebagai ketua Tanfidziyah, Aziz menyatakan bahwa dirinya sangat berat dalam mengemban amanah dari ulama yang dipikulkan kepadanya.

IMNU Tegal

Hadir pada Konfercab ini ketua PBNU H Eman Suryaman, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, Bupati Cirebon, dan para ulama Cirebon. (Husni Sahal/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits, Aswaja IMNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

Rengasdengklok, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mentradisikan spiritual NU. Tradisi spiritual itu diingatkan dalam kegiatan Kaderisasi Penggerak NU di Rengasdengklok, pusat kaderisasi PBNU, Ahad-Kamis (21-25/4) malam.

Sejumlah 27 pengurus harian PB PMII bangun dari tidur setiap jam 3 dini hari. Mereka melakukan sholat Tahajjud, mujahadah, munajat, dan zikir bersama yang dipandu oleh KH Nur Muhammad. Ritual itu berlangsung selama pengkaderan berlangsung.

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

“Pendidikan spiritual itu merujuk pada slogan PMII sendiri, ‘zikir, pikir, dan amal saleh’,” kata Wasekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ di Pusat Kaderisasi PBNU Rengasdengklok, Selasa (23/4) malam.

IMNU Tegal

Sementara Waseksen PBNU Adnan Anwar menambahkan, kegiatan ini dimasukkan dalam pengkaderan ketat PBNU, menjadi bagian dari aspek spiritualitas yang sudah lama ditinggalkan PMII.

Pembangunan aspek spiritual PMII dalam kaderisasi ketat PBNU, diharapkan dapat diteruskan oleh PB PMII ke PKC dan PC PMII di seluruh Indonesia. Karena, kader PMII merupakan tonggak kader inti pengurus NU mendatang, tambah Adnan Anwar.

IMNU Tegal

Kaderisasi ketat PBNU dengan memasukkan aspek spiritualitas di dalamnya, tidak lain adalah kaderisasi khas ahlusunnah wal jama‘ah NU, tutup Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tegal, IMNU, Hadits IMNU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Siapa Pun Ketuanya, Karya Nyata PMII DIbutuhkan Masyarakat

Jember, IMNU Tegal. Persaingan memperebutkan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jember pada Konfercab mendatang mengerucut pada dua nama, yaitu Adil Satria Putera dan Afton. Kedua kader NU tersebut “mewakili” kampus berbeda. Adil membawa bendera PMII Komisarit Universitas Jember (Unej). Sedangkan Afton mengusung PMII Komisariat IAIN Jember.

PMII Komisarait Unej dipastikan hanya mengusung nama adil setelah dilakukabn seleksi internal? yang berakhir Jumat (10/3) di gedung GP Ansor Jember. Menurut Ketua PMII Komisariat Universitas Jember Davin Ahmad Nur, Adil merupakan satu-stunya wakil Unej yang bakal maju dalam pemilihan Ketua PC PMII Jember paa Jumat (10/3).

“Kami sudah beberapa hari ini membuka pendaftaran calon ketua dan hasilnya Adil yang kita sepakati,” tuturnya kepada IMNU Tegal di gedung GP Ansor Jember.

Siapa Pun Ketuanya, Karya Nyata PMII DIbutuhkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Pun Ketuanya, Karya Nyata PMII DIbutuhkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Pun Ketuanya, Karya Nyata PMII DIbutuhkan Masyarakat

Selain Adil, sebelumnya juga telah muncul nama Afton dalam bursa calon Ketua PMII Cabang Jember. Adil dan Afton sama-sam putera Jember. Adil berasal dari Garahan, Kecamatan Silo, Jember. Ia adalah mahasiswa Fakutas Hukum, Unej. Sedangakn Afton berasal dari Gebang, Kecamatan Kaliwates, Jember. Keduanya sama-sama lama aktif di PMII.

Selama ini, perputaran posisi Ketua PMII Jeber sangat landai. Meskipun Unej termasuk perguruan tinggi yang paling? besar di Jember dan banyak alumni PMII-nya yang sudah menjadi tokoh nasional, namun tidak serta merta Ketua PMII dijabat anak Unej. Buktinya, Ketua PC PMII yang sekarang malah dipegang mahasiswa IKIP PGRI, Sulamet.

IMNU Tegal

“Siapa pun yang jadi ketua, yang penting bisa meningkatkan performa PMII. Tak penting dia dari mana berasal atau di kampus mana dia kuliah,” tukas Davin.

Menurut Davin, Konfecab PMII tidak hanya beragendakan pemilihan ketua. Namun juga banyak agenda yang sangat strategis untuk kemajuan organisasi ke depan. Dikatakannya, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah karya nyata dari PMII.

“Apa pun itu bentuknya, apakah pendampingan, pergerakan atau apa pun. Yang pasti masyarakat selalu menunggu kiprah kita,” ungkap pria asal Lamongan itu. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits IMNU Tegal

Kamis, 09 November 2017

Soal RUU Mihol, NU Surabaya Sesalkan Pernyataan Anggota Fraksi PKB Ini

Jakarta, IMNU Tegal

Pernyataan Siti Masrifah anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) tentang Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Mihol) sangat melukai hati warga dan ulama Nahdlatul Ulama khususnya di Surabaya yang tengah memperjuangkan Peraturan Daerah (Perda) pelarangan minuman beralkohol.

Demikian siaran pers Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya yang diterima IMNU Tegal, Senin (16/5). Pernyataan Siti Masrifah yang dimuat salah satu media hari ini, bahwa pihaknya mengisyaratkan lebih menyetujui pengendalian daripada pelarangan mihol, dinilai bertentangan dengan semangat Nahdliyyin dan ulamanya yang sedang memperjuangkan pelarangan mihol dan mengampanyekannya menjadi gerakan nasional Indonesia bersih dari miras dan narkoba.

Soal RUU Mihol, NU Surabaya Sesalkan Pernyataan Anggota Fraksi PKB Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal RUU Mihol, NU Surabaya Sesalkan Pernyataan Anggota Fraksi PKB Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal RUU Mihol, NU Surabaya Sesalkan Pernyataan Anggota Fraksi PKB Ini

"Pernyataan seperti itu, cermin dari hilangnya sensitivitas wakil rakyat terhadap problem moral-sosial yang dirasakan rakyat akibat dampak mihol. Seperti pemerkosaan, perampokan, pembunuhan, serta berbagai kejahatam dan kecelakaan," ujar Ketua Tanfidziyah NU Surabaya? Achmad Muhibbin Zuhri, Senin (16/5).

IMNU Tegal

Ia menilai pernyataan anggota dewan tersebut lebih berpihak kepada golongan minoritas yang masih memerlukan mihol untuk keperluan agama tertentu. Padahal, kata Muhibbin, pada saat pembahasannya di Surabaya, hal ini sudah jelas, tak satu pun agama menghalalkan mihol. Bahkan perda pelarangan mihol juga didukung oleh para pendeta dan romo.

IMNU Tegal

"Oleh karena itu, atas nama warga dan ulama NU Surabaya saya berharap Siti Masrifah meninjau kembali pernyataanya, instropeksi sebagai wakil rakyat, dan menyadari? kekhilafan ini," tegasnya.

Ia juga berharap pimpinan PKB supaya menegur, mengevaluasi dan memberikan sanksi yang bersangkutan, karena telah nyata melakukan tindakan indisipliner terhadap sikap fraksi dan partai yang telah? menegaskan dukungannya terhadap perda dan RUU pelarangan mihol. Kecuali, tambahnya, apabila sebenarnya tidak demikian adanya sikap resmi PKB.

Selanjutnya, ia meminta PKB agar mengusut kemungkinan keterlibatan Musrifah dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan produksi dan peredaran mihol. "Supaya diperoleh kesimpulan yang jelas, apakah yang bersangkutan bertindak atas pesanan kelompok kepentingan tertentu, atau atas kekhilafan dan ketidakmengertiannya," tambahnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits IMNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Jombang, IMNU Tegal. Setelah menempuh perjalanan udara pada Jumat (31/07/15), Delegasi PCNU Pringsewu pada Muktamar NU ke 33 tiba di Kabupaten Jombang yang menjadi tuan rumah hajat Akbar 5 tahunan Jamiyyah Nahdlatul Ulama ini. Delegasi yang terdiri dari 6 orang tersebut langsung melakukan registrasi peserta yang dipusatkan di Gedung Olah Raga Merdeka Jombang.?

"Alhamdulillah proses registrasi berjalan dengan lancar karena PCNU Pringsewu sudah melaksanakan registrasi online sebelumnya. Kami cuma butuh kurang lebih 10 menit untuk menyelesaikan registrasi ," jelasnya.

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)
Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima (Sumber Gambar : Nu Online)

Registrasi Muktamar NU, Peserta Disambut Pelayanan Prima

Ke-6 peserta langsung diantarkan menggunakan kendaraan yang khusus digunakan untuk mengantarkan peserta ke masing masing pemondokan. Delegasi PCNU Pringsewu ditempatkan di Komplek MTs Negeri Jombang yang menyatu dengan Komplek Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang.

IMNU Tegal

"Kami disambut dengan pelayanan prima dari Panitia. Kami menilai panitia sudah sangat siap menggelar hajat Muktamar yang baru kali ini digelar di tempat kelahiran NU pada 1926," kata Adi Ben Slamet salah satu delegasi dari Pringsewu.

IMNU Tegal

Adi memberikan apresiasi kepada panitia dengan kesigapan dan kesiapan mereka menyiapkan akomodasi bagi para peserta muktamar. "Begitu sampai di Pemondokan, kami diharuskan melakukan rekam finger print -sidik jari- untuk memastikan hanya peserta saja yang dapat memasuki komplek pemondokan," jelasnya.

Adi mengatakan bahwa mengawali aktifitas pertama, delegasi yang terdiri dari KH Ridwan Syuaib, Munawwir, H Taufiqurrahim, KH Hambali, dan Adi Ben Slamet akan melakukan ziarah ke makam para muassis dan tokoh NU seperti Makam Mbah Hasyim, Kyai Wahab, Mbah Wahab, Gus Dur dan lain-lainnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits, Pesantren IMNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan Muslim Pattani Thailand

Jakarta, IMNU Tegal. Salah satu agenda dalam rangka Dies Natalis ke-13 STAINU Jakarta berdasarkan keterangan rilis yang diterima IMNU Tegal, Kamis (30/4) adalah Halaqoh Islam Nusantara dengan mengundang narasumber Dr H Alee Mateh, LC, MA (Ketua Ahli Jawatan Majlis Agama Islam) dari Yala, Thailand Selatan di Kampus STAINU Jakarta Jl Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan Muslim Pattani Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan Muslim Pattani Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Jalin Kerjasama dengan Muslim Pattani Thailand

Selain menjadi narasumber, Alee Mate dan rombongan hadir di STAINU Jakarta dalam rangka tindak lanjut kerjasama STAINU Jakarta dengan beberapa lembaga pendidikan di Thailand Selatan, seperti Al-Khidmah Thailand Selatan, Perguruan Daarul Huda, Yala, Islam Institute, Majlis Jawatan Agama Islam Thailand Selatan, dan lembaga lainnya.

Dalam paparannya dengan bahasa melayu, Alee Mate mengatakan, bahwa spirit menjaga nilai dan budaya Islam Nusantara harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama di bumi rumpun melayu, tanah rumpun ASEAN. 

IMNU Tegal

Hal itu, lanjutnya, dikarenakan Islam Nusantara mengajarkan nilai perjuangan yang berasaskan keadilan, toleransi, kerjasama, dan saling menghargai berbedaan. Apalagi Islam di Thailand Selatan memiliki silsilah yang kuat dengan Islam di Indonesia. 

IMNU Tegal

“Ini dibuktikan dengan kesamaan beberapa amaliyah keagamaan seperti peringtan bulan syuro, peringatan maulid Nabi SAW, tujuh bulanan, mendo’akan orang yang sudah meninggal sebagai bentuk bhakti orang tua, guru dan lain sebagainya,” terangnya, Rabu (29/4).

Sementara itu, Pembantu Ketua (Puka) IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd menerangkan, bahwa dalam kesempatan itu juga, STAINU Jakarta menandatangai Nota Kesepahaman dengan Al-Khidmah Thailand Selatan, Perguruan Daarul Huda, Yala. “Kerjasama ini meliputi bidang pertukaran pelajar dan mahasiswa, penelitian Islam Nusantara, pengabdian masyarakat, dan publikasi karya ilmiah,” ujarnya.

Aris juga menegaskan, bahwa kerjasama ini, semata untuk menegakkan dakwah Islam rahman lil ‘alamin berdasarkan nilai-nilai Ahlus Sunah wal Jama’ah Annahdliyah di bumi Nusantara.

Hadir dalam penyambutan dan forum diskusi terbatas tersebut; Arief Rahman, MPd (Puka II), Imam Bukhori, MPd (Puka I), A Nurul Huda, MPd (Puka III), Para Kepala Prodi dan Sekretaris Prodi, Asdir I Program Megister Islam Nusantara, serta Tim Peneliti LP3M STAINU Jakarta. 

Para Kaprodi memberikan laporan perkembangan Mahasiswa Thailand yang sedang belajar di STAINU Jakarta. Sampai saat ini, mahasiswa Thailand yang sedang belajar di STAINU Jakarta berjumlah 42 orang, dengan memilih jurusan Pendidikan Agama Islam, Ahwalus Syahsiyah, Perbankan Syari’ah, serta Islam Nusantara (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Hadits IMNU Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Asal-Usul Islam Nusantara

Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda.

Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, argumen-argumen penolakan yang bersifat ambisius dan dadakan perlu segera diluruskan. Mengapa? Lewat Sejarah Islam di Nusantara, Michael Laffan menyediakan jawabannya.

Hasil riset profesor sejarah dari Universitas Princeton ini mendedahkan secara eksplisit bahwa ‘Islam (di) Nusantara’ memiliki akar-akar sejarah yang menghunjam jauh ke masa silam. Dengan lain kata, apa yang disebut sebagai ‘Islam Nusantara’ tak lain adalah salinan pucat dari sejarah Islam di Nusantara itu sendiri.

Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Asal-Usul Islam Nusantara

Di titimangsa ini, yang gamang mulai tampak terang: bahwa ‘Islam Nusantara’ bukanlah aliran sempal (firqah) yang mencoba memekarkan diri dari kelopak keislaman yang sudah menangkai lebih dulu. ‘Islam Nusantara’, seperti yang akan kita lihat, adalah ejawantah langsung dari relasi-relasi subtil antarmanusia, juga antarbangsa.

Peran Ordo Sufi

Seperti halnya kebanyakan sejarawan, Michael Laffan percaya bahwa kesuksesan Islam menapak bumi Nusantara sangat ditentukan oleh peran penting ordo-ordo sufi yang memiliki reputasi baik sejak awal kedatangannya. Namun ia masih ragu mengenai faktor paling dominan dalam proses islamisasi yang mencengangkan tersebut.

IMNU Tegal

Namun yang pasti, sufi-sufi yang berdatangan dari seberang seperti Persia, India dan Afrika Utara kadang-kadang merupakan pedagang yang sekaligus juru dakwah Islam. Di abad-abad pertama milineum kedua, mudah sekali kita temukan sosok sufi yang nyambi jadi petani, pedagang, hakim, dan “profesi duniawi” lainnya.

Para penyebar Islam yang umumnya multitalenta itu, telah mengejutkan dan membuat decak kagum orang-orang pribumi sehingga mereka cepat sekali beradaptasi. Uniknya, dalam temuan Michael Laffan, untaian kearifan-kearifan kaum sufi dengan mudah menjadi tren dan diadopsi oleh penguasa setempat (hal, 27).

Hal ini tidak lepas dari yang namanya—dalam istilah Michael Laffan—“gravitasi kecendekiaan” yang bersumber dari Mesir, Baghdad, Damaskus hingga Turki Utsmani. Terma-terma sufistik yang menjadi tren di Timur Tengah, lewat persilangan-persilangan mencengangkan, lalu dibawa dan akhirnya menjadi tren juga. Tren sufisme di abad-abad lampau sama pentingnya dengan tren mode zaman sekarang (hal, 253-254).

IMNU Tegal

Antara abad 15 hingga 18, ordo-ordo sufi dengan leluasa keluar-masuk istana. Tampaknya, penetrasi lembut antara ajaran sufi dan politik kekuasaan menjadi penyokong utama langgengnya agama Islam di Nusantara. Pola-pola semacam itu lazim terjadi di Asia Tenggara, terutama di sekitar poros Patani-Malaka-Jawa.

Islam yang Terus Berubah

Abad-abad berikutnya semakin rumit dan musykil. Ketika pondasi Islam boleh dibilang sudah kukuh, sengkarut yang silang menyilang gencar terjadi. Ordo-ordo sufi mulai menarik diri dari istana. Sementara itu, gerakan-gerakan revivalisme Islam mulai tumbuh dan langsung mengambil jalur politik-kekuasaan.

Di sisi lain, katup kolonialisme yang kian menganga turut membawa dampak buruk bagi posisi Islam Nusantara. Sejak itu, polarisasi dalam Islam tidak dapat dihindari lagi. Muncullah Wahhabisme, Pan-Islamisme, dan seterusnya.

Sementara Islam bersusah payah menghadapi perpecahan yang menggerogoti tubuhnya sendiri, dari luar tengah mengarah serbuan getol dari misionaris Kristen yang dibonceng pemerintah Hindia Belanda. Bab 6 dan 7 secara khusus memotret perseteruan dan perebutan panggung yang dramitis itu.

Dalam konteks yang lebih serius dan rumit, Christiaan Snouck Hurgronje hadir sebagai eksemplar yang sangat menentukan terhadap narasi Islam di dunia yang lebih modern kelak. Michael Laffan mencurahkan perhatiannya pada segmentasi ini secara detail di bab 8, 9, dan 10.?

Pada bab-bab berikutnya, Michael Laffan menyoroti setiap perubahan di dalam sejarah ‘Islam Nusantara’ yang arkaik dan tumpang tindih dengan pelbagai dimensi kecil namun penting. Dengan tetap meyakini bahwa sejarah tidak pernah final, Michael Laffan juga berkesimpulan bahwa ‘Islam Nusantara’ juga bukan adonan yang persis bulat dan final.

Sejak awal Michael Laffan mengingatkan bahwa yang khas bagi ‘Islam Nusantara’ justru karena ia tidak benar-benar khas (sejauh khas diidentikkan dengan orisinal). Sebab, ‘Islam Nusantara’ merupakan hasil tungkus-lumus, persentuhan, perpaduan dari ajaran, perilaku, budaya dan citarasa yang aduhai jamaknya. Dan itu mustahil dikrop untuk menjadi satu warna.

Apa yang ditulis Michael Laffan dalam buku ini, pada dasarnya, sekadar patahan-patahan sumir, potongan-potongan kecil, atau celah-celah mungil yang terjadi di dalam lipatan-lipatan sejarah yang enggan dibahas oleh sejarawan lain.Pembaca tidak akan menemukan keutuhan, misalnya, sebagaimana buku-buku M.C. Ricklefs.

Tetapi justru di situ nilai plusnya. Dengan gaya penulisan yang tidak konvensional, Michael Laffan berhasil memetakan serpihan-serpihan penting sejarah ‘Islam Nusantara’ ke dalam narasi yang enak dibaca. Hanya, pembaca yang belum tahu secara persis anatomi sejarah Indonesia, jelas akan kesulitan mencerna konteksnya.

Buku ini, saya kira, unggul di satu sisi, tapi lemah di sisi yang lain. Sebagai buku sejarah, buku ini sangat berharga karena keunikan data-data di dalamnya. Namun keunikan itu tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang bercorak antropologis. Di sinilah reputasi Michael Laffan sebagai sejarawan tulen patut ditepuktangani.

Data Buku

Judul : Sejarah Islam di Nusantara

Penulis? : Michael Laffan

Penerjemah? : Indi Aunullah & Rini Nurul Badariah

Penerbit ? : Bentang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan : September 2015

Tebal : xx + 328 halaman

ISBN : 978-602-291-058-9

Perensensi:? Naufil Istikhari Kr,? Aktif di Lingkaran Metalogi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Hadits IMNU Tegal

Selasa, 03 Oktober 2017

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Merauke, IMNU Tegal. Sekitar lima ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) mengahadiri Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kab Merauke di Kampung Rawasari Distrik Malind sekitar 100 KM dari kota Merauke.

Tabligh Akbar pada Ahad (9/12) lalu diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1434 H. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kab. Merauke Sunarjo, sekaligus memberikan sambutan atas nama pemerintah daerah.

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar PCNU Merauke

Ketua PCNU Kab. Merauke menyampaikan sambutan awalnya dengan mengajak warga Nahdiyyin untuk terus menjaga persatuan dan Kesatuan dan senantiasa untuk berkarya dan  berfikir positif dalm membangun Kab. Merauke.

IMNU Tegal

Tampil memberikan Taushiyah KH Muhammad Imam Syairozi dari Lamongan Jawa Timur.

IMNU Tegal

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan sebanyak 150 paket kepada anak yatim piatu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: H Syamsuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hadits, Ahlussunnah IMNU Tegal

Senin, 25 September 2017

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Ramallah, IMNU Tegal. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak dilakukannya penyelidikan internasional mengenai kematian pendahulunya Yasser Arafat pada 2004, kata Komite Sentral Faksi Fatah, pimpinan Abbas, Ahad (17/11).

Dalam kunjungannya ke Ibu Kota Mesir, Kairo, baru-baru ini, Abbas meminta Sekretaris Jenderal Liga Arab agar mengaktifkan resolusi lama organisasi tersebut untuk membentuk komite penyelidikan internasional mengenai kematian Arafat, kata Nabul Abu Rudeinah, Juru Bicara Abbas dan Komite Sentral, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Arafat meninggal di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris akibat gangguan darah. Namun pemeriksaan barang-barang miliknya dan kemudian penggalian kerangkanya untuk analisis lebih lanjut tahun lalu menunjukkan ia mungkin telah diracuni dengan radioaktif polonium-210.

IMNU Tegal

Dua pekan lalu, panel penyelidikan Palestina menuduh Israel berada di belakang kematian Arafat sebagai satu-satunya tersangka pertama dan mendasar. (antara/mukafi niam)

Foto:AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Hadits, Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng

Kebumen, IMNU Tegal. Sebanyak 13 seni budaya dari 13 negara akan tampil dalam ajang Alkahfi Intercultural Fair (AIF) sekaligus harlah ke-564 pesantren tertua di Jawa Tengah, Alkahfi Kebumen.

Agung Widhianto selaku ketua panitia AIF mengatakan, negara-negara yang dipastikan tampil di pesantren yang berdiri sejak 25 Sya’ban 879 hijriah ini, diantaranya dari Spanyol dengan penampilan Flamenco, Turki dengan dansa Sufi, Italia dengan Tarantella, Inggris dengan seni dansa Morris, serta dari China, Afganistan, Vietnam, Jerman hingga Palestina.

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng

“Acara ini membawa tujuan From Pesantren For The World,” katanya.

Agung menambahkan, acara seni budaya dari berbagai negara ini merupakan sarana ajang ta’aruf sekaligus internasionalisasi santri dalam pentas dunia. Selain itu, acara yang akan diselenggarakan di lapangan pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah ini, juga dimaksudkan untuk membangun Interaksi antara dunia pesantren dengan komunitas Internasional.

"Harapannya nilai-nilai kepesantrenan yang ada di Indonesia ini bisa dikenal oleh masyarakat internasional,” kata Agung yang juga ketua Komunitas Peduli Anak ini.

Ketua dewan pengurus pesantren Alkahfi, Ust. Sobirin menambahkan, selain untuk menggairahkan spirit santri, AIF juga bertujuan untuk menambah wawasan global sebagai ikhtiar pesantren dalam membantu pemerintah Indonesia guna memperkuat hubungan diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain.

IMNU Tegal

“Ini acara pertama kami, yang ke depan ini akan rutin. Karena dengan santri berinteraksi dengan seni budaya dunia, harapannya baik santri maupun masyarakat Internasional bisa saling mengenal. Karena ada istilah tak kenal tak sayang, sehingga dengan saling mengenal dan saling berkomunikasi maka akan terjalin cinta,” paparnya.

Acara yang akan diikuti sedikitnya 30 ribu hadirin ini berlangsung pada Ahad, 29 Mei 2016. Selain menampilkan seni budaya dari berbagai negara, AIF juga menggelar malam selebrasi dan diskusi internasional yang diselenggarakan di lapangan terbuka. Dipastikan tampil sebagai pembicara diantaranya Gus Wahyu NH Aly (Ketua Umum Kiai Muda Indonesia), Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Relawan Komunitas Peduli ASEAN) dan M. Fatkhul Mashkur. (Hasyim Habibi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Hadits, Kajian Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock