Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Jakarta, IMNU Tegal. Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) berencana merebut rahasia nuklir Teheran dan mendesak pejuangnya untuk merencanakan perang dengan Iran, sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar mingguan The Sunday Times yang dikutip oleh Al Arabiya.?

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Berencana Rebut Rahasia Nuklir Iran

Kelompok ini mendesak anggotanya untuk membantu mencapai ambisi mereka dalam sebuah manifesto yang diduga ditulis oleh Abdullah Ahmed al-Meshedani, anggota dari kelompok enam orang kabinet perang yang sangat rahasia.?

Dalam dokumen, yang telah diperiksa oleh petugas keamanan Barat - yang percaya otentik - Meshedani menulis bahwa ISIS bertujuan untuk memperoleh senjata nuklir dengan bantuan Rusia, dengan tawaran kontrol terhadap akses ke ladang gas di provinsi Anbar Irak sebagai imbalannya atas “penyerahan rahasia nuklir Iran.”?

IMNU Tegal

Manifesto itu mengatakan bahwa Moskow juga harus meninggalkan dukungan untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad dan mendukung negara-negara Teluk melawan.?

Dokumen tersebut juga mencakup 70 rencana yang berbeda untuk meluncurkan kampanye baru dari pembersihan etnis yang ditujukan untuk mengkonsolidasikan "Khilafah Islam," baru pelucutan semua kekutan Syiah Iran dan menghancurkan otoritas Syiah di Irak.?

ISIS menganggap Muslim Syiah sebagai pengkhianat dan menuduh mereka "menyesatkan" Islam di manifesto yang sama, yang menyerukan pembunuhan diplomat Iran, pengusaha dan guru serta pemimpin militer Irak, pejabat Syiah dan milisi yang didukung Iran berjuang untuk pemerintah Irak .?

IMNU Tegal

Dokumen, yang diyakini menjadi manifesto kebijakan ini disiapkan untuk anggota senior ISIS, yang diperoleh Maret lalu oleh satuan pasukan khusus Irak dalam serangan di rumah seorang komandan ISIS. (mukafi niam) Foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 01 Maret 2018

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

Bandar Lampung, IMNU Tegal?

Lomba artikel Hari Santri Nasional yang digelar Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, masih ditunggu hingga 16 Oktober mendatang. Sementara pengumuman pemenang akan dipublish di website PWNU Lampung, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2016.

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Artikel LTN PWNU Lampung DIbuka sampai 16 Oktober

"Kami masih menunggu artikel yang dikirimkan oleh peserta lomba. Sudah banyak yang konfirmasi, di antaranya menanyakan batas akhir pengiriman naskah," kata Rudi Santoso, salah seorang panitia lomba artikel LTN PWNU Lampung.

Rudi menjelaskan, naskah dikirim melalui email saja, yaitu ke email lombaartikelsantri@gmail.com. Peserta bisa memilih tiga subtema yang telah ditetapkan panitia, yaitu peran santri dalam membumikan Islam di Nusantara dulu dan sekarang, pondok pesantren sebagai ? kancah pengembangan pendidikan, dan santri dalam politik dan pembangunan di Indonesia.

Akademisi IAIN Raden Intan Lampung ini memaparkan, lomba ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu pertama, kategori mahasiswa, santri, dan pelajar. Hadiah berupa uang Rp 1 juta rupiah, paket buku, dan sertifikat untuk juara pertama. Sementara untuk juara kedua dan ketiga akan mendapat uang senilai Rp 750 ribu dan Rp 500 ribu, berikut paket buku dan sertifikat.

IMNU Tegal

Ketegori kedua yaitu untuk umum, seperti akademisi, jurnalis, dan sebagainya. Adapun hadiah uang senilai Rp 1,5 juta untuk juara pertama, Rp 1 juta untuk juara kedua, dan Rp 500 ribu untuk juara ketiga. ?

IMNU Tegal

Sama seperti kategori pertama, untuk kategori umum ini juga akan mendapat paket buku dan sertifikat. "Naskah para pemenang masing-masing kategori, dan naskah 10 besar, akan kami terbitkan menjadi buku," kata Rudi.

Ketentuan lomba, yaitu ? tulisan harus orisinil dan belum pernah dipublikasikan, naskah minimal 1500 kata untuk mahasiswa/santri/pelajar dan minimal 3000 kata untuk umum. ? Peserta melampirkan riwayat hidup dan fotocopi KTP. Khusus mahasiswa/santri/pelajar/ melampirkan identitas diri berupa kartu tanda mahasiswa/kartu tanda pelajar/santri, surat keterangan dari pondok pesantren.

Dewan juri untuk lomba ini adalah KH Khairuddin Tahmid (Ketua MUI Lampung), Rudi Santoso (Dosen FH Universitas Lampung, dan Ila Fadilasari (jurnalis/ketua LTN). (Red: Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Jombang, IMNU Tegal. Untuk menyemarakkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tengah menyiapkan Festival Pelajar NU (FPNU) se-Kecamatan Mojowarno.

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Mojowarno Siapkan Festival Pelajar

Festival dikemas dengan penampilan beberapa lomba, di antaranya lomba pidato, shalawat dan cerdas cermat antar siswa atau pelajar yang akan dihelat di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) setempat. Saat ini kurang lebih dari 10 sekolah yang sudah mendaftar mengikuti masing-masing lomba tersebut.

Yanuar Setyawan, Ketua PAC IPNU Mojowarno mengatakan, kegiatan ini untuk mewadahi dan mengembangkan bakat-bakat pengurus ranting dan pengurus PAC, juga mengenalkan IPNU-IPPNU kepada para pelajar di Mojowarno.

IMNU Tegal

“Kita ingin bakat kader NU mulai ranting sampai PACNU bisa terwadahi, sekaligus kita juga ingin menyosialisasikan keberadaan IPNU-IPNNU kepada para pelajar di sini,” katanya kepada IMNU Tegal saat dihubungi, Ahad pagi (13/12).

IMNU Tegal

Yanuar, sapaan akrabnya menambahkan, tidak sedikit siswa di lembaga sekolah tingkat SMP/MTs dan MA/SMA Mojowarno mengenal tentang keberadaan IPNU-IPPNU setempat. “Festival ini juga sebagai media memperkenalkan kepada mereka untuk ikut bergabung di IPNU-IPPNU. Mereka adalah regenerasi kami,” tambahnya.

FPNU akan digelar pada 27 Desember 2015 mendatang. Namun, formulir agenda sudah disebarluaskan jauh hari sebelumnya karena untuk memaksimalkan kouta peserta. “Kita memang sengaja menyosialisasikan terkait festival ini mulai kemarin-kemarin, kami ingin semua lembaga sekolahan tingkat SMP/MTs dan MA/MAN supaya mendelegasikan semuanya,” tandasnya.

Di samping itu pihak penyelenggara juga membatasi usia setiap peserta, dimulai dari usia 12-16 tahun. Dan untuk hadiah dari masing-masing lomba mendapatkan piagam penghargaan, piala dan uang pembinaan. Setiap lomba diambil 1 hingga 3 penampil terbaik.

Disinggung kriteria penilaian yang paling berpengaruh dari salah satu lomba, ia mengungkapkan setiap peserta harus bisa beretika, baik dari pakaian dan sikap di depan juri. “Adab/etika dalam berpidato dan bershalawat harus sopan, juga perform yang bagus,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Lomba, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti

Jakarta, IMNU Tegal. Ada yang menarik dari seminar pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri (KTIS) beberapa hari lalu. Pasalnya, di antara kesepuluh penulis dari pesantren ini ternyata ada yang masih duduk di bangku Aliyah (setingkat SMA). Ya, santri cantik bernama Siti Afifah Adnan (17) ini tercatat sebagai santri kelas VI Pesantren Putri Ibnul Qoyyim Yogyakarta.

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Lolos Lomba Karya Tulis, Santri Cantik Ini Ingin Jadi Peneliti

Afifah merupakan nominator termuda KTIS yang diselenggarakan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Di usianya yang ke-17, gadis mungil yang cerdas ini telah memiliki karya di tingkat nasional.

Kepada IMNU Tegal, dara kelahiran Bogor, 9 Januari 1997 ini mengaku sangat mencintai dunia tulis-menulis sejak mulai mondok di Yogyakarta. Selain menulis, ia aktif juga di organisasi santri di pesantrennya. Afifah mulai mengenal dunia tulis-menulis itu dari Sagasitas atau komunitas peneliti muda Daerah Istimewa Yogyakarta.

IMNU Tegal

Sagasitas, lanjut Afifah, adalah suatu komunitas di bawah naungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) yang berfungsi sebagai sebuah rumah dan wadah bagi siswa dan orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan siswa.

IMNU Tegal

“Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas ini salah satunya adalah melakukan berbagai penelitian. Sagasitas ternyata tidak hanya berisi peneliti-peneliti muda hebat, namun juga memiliki kemampuan lain yang mengesankan,” tutur dara berkacamata ini.

“Ada seorang kakak senior bernama Mbak Ifa yang mengajarkan sekaligus membimbing saya untuk menulis. Dia alumni Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI),” ungkapnya.

Saat dinyatakan lolos seleksi proposal penelitian KTIS, Afifah merasa senang sekali. Meski demikian, ia melihat ada tantangan dan tanggung jawab berat di pundaknya. “Jadi, empat bulan ke depan sejak pengumuman saya merasa ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan, yaitu penelitian,” ujarnya.

Ia merasa bangga sekaligus merasa ada cambuk untuk segera menulis karya ilmiah tersebut. Bagi dia, dengan adanya deadline empat bulan, praktis tak ada waktu bermalas-malasan. “Waktu jadi sangat berharga untuk terus belajar dan belajar,” ucap gadis yang bercita-cita kuliah di UGM dan menjadi peneliti ini.

Menurut Afifah, tantangan dalam menulis adalah susahnya mencari referensi. Ia bahkan rela berkeliling ke beberapa perpustakaan di Kota Pelajar, mulai perpustakaan kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hingga miliki Pemerintah Kota. Saat pencarian mentok, ia lalu kembali ke perpustakaan pesantren. “Ternyata, di pondok malah ada. Tapi saya jadi senang bisa berkunjung ke perpus besar di kampus,” ujarnya riang.

Dalam menyusun penelitian, Afifah dibantu teman sekelasnya, Zahro, asal Kalimantan Barat. Ia berharap, kegiatan KTIS ini bisa dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. “Adik-adik kelas saya bahkan sudah pada tanya, kapan diadakan lagi. Bahkan, di antara mereka ada yang sudah nulis proposal penelitian,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim

Pati, IMNU Tegal. Mahasiswa bukanlah kelompok pemuda dan akademisi intelektual yang memiliki nalar kritis saja. Mahasiswa idealnya juga bukan mereka dengan wawasan keagamaan yang minim sehingga menunjukkan sikap dan tindakan yang ekstrim. Mahasiswa merupakan generasi produktif yang mampu memberikan kemaslahatan pada negara dan umat manusia.

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Jadi Ekstrimis karena Wawasan Keagamaan yang Minim

Demikianlah gelora semangat yang diorasikan Ketua Umum Jamiyyah Mahasiswa Ahli Thariqah Mutabarah An Nahdliyah (MATAN), KH Hamdani Muin dalam halaqah santri Mahad Jamiah Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati, Senin (2/5). Halaqah tersebut dihadiri para santri mahad, mahasiswa, dosen Ipmafa dan sejumlah mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Hamdani diundang dalam rangka memperkuat khasanah nilai-nilai pesantren berbasis tashawuf pada para mahasiswa dan santri Ipmafa. Pengasuh Mahad Jamiah, KH Umar Farouq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KH M.A. Sahal Mahfudz termasuk salah satu ahli thariqah yang alim. Sehingga sudah sepantasnya nilai-nilai tasawuf yang suci dimiliki para santri dan mahasiswa Ipmafa.

Sementara Dimyati, Wakil Rektor I Ipmafa menegaskan bahwa pemahaman tentang thariqah mengalami stagnasi jika dipadang dari sudut orientalis yang melihat bahwa thariqah menjauh dari kehidupan dunia. Padahal dalam Islam, thariqah diumpamakan sebagai jalan atau proses menuju tujuan yang hakiki.

Hamdani mengawali paparannya dengan mengisahkan sejarah berdirinya MATAN yang melalui proses cukup serius. Matan berdiri karena mendapat amanat langsung dari Rais Aam Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Pada tahun 2012 MATAN resmi didirikan oleh KH Habib Lutfi. Salah satu tujuan MATAN agar para pemuda Muslim memiliki sinergitas antara intelektualitas dan spiritualitas.

IMNU Tegal

Melalui thariqah MATAN, akan bermunculan kader-kader dai yang dapat membangkitkan dunia Islam dan perdamaian dunia. Karena dalam thariqah, pendekatan yang dipakai adalah mahabbah atau cintakasih. "Jika tarekat bangkit, itu artinya adalah kebangkitan Islam dunia. Perdamaian dunia dapat diraih dengan penerapan nilai tashawuf yang berlandaskan mahabbah. Cinta adalah memberi dan berkorban. Sedangkan tanpa tashawuf paradigmanya adalah kepemilikan,” papar KH Hamdani.

Lebih lanjut, Hamdani menegaskan bahwa berthariqah bukan untuk menikmati kepuasan spiritualitas. Beberapa prinsip yang harus dilakukan seorang dalam berthariqah adalah tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama sekaligus ilmu sains. Dengan demikian akan muncul mursyid-mursyid yang ahli dalam bidang keilmuannya.?

Hal itu dapat dicontoh dari Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang merupakan ahli geologi dan banyak ulama lainnya. Kewajiban lain dalam thariqah adalah mulazamatul adzkar, atau wiridan agar hubungan antara hamba dan Allah Sang Rabb selalu terjaga dengan baik.

IMNU Tegal

Dalam thariqah ini terdapat tiga tahapan yang akan dilalui seorang salik (pelaku thariqah) meliputi adab yakni mengikuti akhlak Rasulullah dengan menyucikan hati dan jiwa, kemudian iltizamut thoah yakni selalu siap dalam ketaatan, dan terakhir al-wushul ilallah atau meraih kenikmatan hakikat karena sampai dalam perlindungan Allah SWT. (Isyrokh Fuaidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Berita, Meme Islam, Nusantara IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, IMNU Tegal. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

IMNU Tegal

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

IMNU Tegal

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Meme Islam IMNU Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Oleh Muhammad Sahlan



Sebelum lebih jauh membahas radikalisasi tentunya penting diterangkan istilah radikalisasi secara singkat terlebih dahulu. Menurut Afif Muhammad, radikal berasal dari kata radic yang berarti akar, dan radikal sendiri adalah sesuatu yang mendasar atau hingga sampai ke akar-akarnya. Penyusunan predikat “radikal” dapat dikenakan pada pemikiran, yang kemudian ada istilah “pemikiran radikal”, dapat juga pada gerakan, yang kemudian disebut “gerakan radikal”. Dalam Tesaurus Bahasa Indonesia, radikal diartikan sebagai (a) fundamental, mendasar, primer, esensial, kardinal, vital, drastis; (b) ekstrim, fanatik, keras, militan, revolusioner; (c) liberal, maju, progresif, reformis, terbuka; (d) (kaum, orang) ekstrimis, reaksioner, revolusioner. Dengan demikian radikalisme dapat diartikan sebagai sebuah paham atau aliran keras yang ingin melakukan sebuah perubahan sosial atau politik dengan cara cepat, drastis, keras, dan ekstrem.

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahaya Radikalisme Agama terhadap Ketahanan Pancasila

Dalam konteks radikalisme Islam, adalah upaya orang atau sekelompok orang Islam tertentu yang ingin menerapkan ideologi (syariat Islam) dengan cara cepat, keras, dan ekstrem tanpa melihat atau menerima ide-ide lain dengan berdalih agama. Hal ini bisa menjadi bencana besar bagi ketentraman manusia, jika ditilik kembali tentang definisi kebenaran menurut kelompok radikal. Pemahaman kebenaran dalam agama adalah berasal dari Tuhan. Sedangkan firman Tuhan ada dalam kitab suci. Kemudian, apabila kitab suci mempunyai beberapa tafsir yang berbeda, maka bagi radikalisme agama, paham kelompoknya-lah yang dianggap paling benar. Dengan demikian, jikalau terdapat beberapa kelompok orang ? yang berpaham agama secara radikal, kemungkinan berikutnya adalah terjadi sebuah clash atau benturan fisik yang mengakibatkan kekerasan dan perang saudara. Hal ini akan mengakibatkan zaman jahiliah terulang kembali oleh peperangan dan pembunuhan.

Dari pemaparan fakta-fakta radikalisme di Indonesia saat ini menunjukkan bagaimana bangsa Indonesia telah mengalami ancaman besar dari sisi pemuda, yang digadang-gadang sebagai “tulang punggung bangsa”. Merebaknya fenomena radikalisasi Islam di kalangan pemuda terutama terjadi di kampus-kampus besar merupakan sebuah kecolongan besar bagi masa depan bangsa, di mana mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan. Jika hal ini terus terjadi kemungkinan besar Pancasila sebagai Philosophische Grondslag atau dasar negara akan segera tergantikan oleh syariat Islam atau khilafah melalui pemimpin-pemimpin yang berpaham fundamental. Dan kemungkinan buruk selanjutnya sesuai premis awal tentang radikalisme, Indonesia akan mengalami beberapa peperangan, benturan fisik, dan pembunuhan antaragama yang ada. Hal ini bisa terjadi karena kondisi masyarakat Indonesia yang beragam, banyak agama juga aliranya.

Pentingnya Semangat Pancasila sebagai Kontinuitas Pembangunan Bangsa

IMNU Tegal

Seorang ahli sosial Indonesia, Ignas Kleden menyatakan bahwa kebudayaan adalah dialektika antara ketenangan dan kegelisahan, antara penemuan dan pencarian, antara integrasi dan disintegrasi, antara tradisi dan reformasi, yang dengan kata lain kedua hal tersebut akan selalu diperlukan. Misalkan jika tanpa tradisi atau integrasi, suatu kebudayaan akan menjadi tanpa identitas, sedangkan tanpa suatu reformasi atau disintegrasi suatu kebudayaan akan kehilangan kemungkinan berkembang dalam merespon jaman dan paksaan perubahan sosial.?

Sebuah negara tidak akan menjadi lebih baik, lebih matang, dan lebih kuat dalam hal kebudayaan apabila setiap hasil kebudayaan yang ada atau kebudayaan masa lalu selalu diganti dengan sebuah kebudayaan baru dengan terus menerus. Kondisi ini telah dan masih terjadi di Indonesia seperti yang diungkapkan oleh Kleden, mengapa sejarah kebudayaan Indonesia modern pada hakikatnya adalah sejarah tanpa kontinuitas. Penyebabnya adalah setiap generasi selalu berusaha membangun sebuah tradisi baru dari nol (awal) dan bukan melakukan dilektika terhadap tradisi sebelumnya. Sikap (1) penolakan terhadap tradisi kebudayaan yang ada atau masa lalu atas dasar semangat modern dapat dilihat dari beberapa kasus misalnya, sering dikutipkanya pemikiran tokoh ekonom Barat daripada Hatta, sering dikutipnya pemikiran nasionalisme ahli Barat daripada Soekarno, sering dikutipnya pemikiran Islam transnasional daripada kiai-kiai yang ada di Indonesia, sering dikutipnya pemikiran kebudayaan Barat daripada (misalnya) pemikiran Ignas Kleden ini, dan masih banyak kasus-kasus penolakan tradisi lainya.

Sikap (2) konservatif alias selalu mempertahankan tradisi kebudayaan masa lalu, dapat dilihat dalam masyarakat yang tidak mau menerima semangat modern: materialis, rasional, dan individual yang memang perlu diserap di era saat ini. Konservatif terhadap tradisi akan berakibat juga dalam tersingkirnya masyarakat tertentu dari pertarungan global. Yang menjadi sebuah catatan dan poin penting adalah sikap masyarakat Indonesia seharusnya bisa berada dalam posisi moderat, dengan melanjutkan tradisi yang sudah ada, melakukan kritik terhadapnya, juga berinovasi.

IMNU Tegal

Ditarik dalam konteks tema ini, Pancasila adalah sebuah hasil pemikiran tokoh pendiri Indonesia dalam merumuskan dasar negara dan pandangan hidup yang juga bisa disebut hasil kebudayaan bangsa Indonesia. Lebih dari itu Pancasila diciptakan sebagai dasar negara yang dimaksud sebagai fondasi negara yang kuat (ideologi), agar rumah kebangsaan yang bernama negara Indonesia dapat kokoh dan abadi, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Kemudian dalam membangun negara dan peradaban tanpa didasari dengan semangat transendental (ketuhanan) dan prinsip-prinsip ruhiah yang kuat adalah ibarat membangun bangunan istana yang rapuh. Sehingga Pancasila merupakan sesuatu yang jelas pokok dan sakral, tidak bisa diubah dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu upaya mengganti sebuah dasar negara dengan dasar yang lain sama saja menghancurkan negara Indonesia.

Dari sisi sejarah, pembentukan Pancasila melalui perdebatan cukup menegangkan. Perumusan Pancasila mengalami beberapa ketegangan antara tokoh dari umat muslim dan non-Muslim ? dalam menetapkan sila pertama Piagam Jakarta (cikal bakal Pancasila), ? yakni “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”. Akhirnya dengan usaha keras persuasi Soekarno terhadap perwakilan tokoh Islam di detik-detik awal kemerdekaan Indonesia, tujuh kata di belakang ketuhanan dihapus demi persatuan dan kesatuan mengingat Indonesia baru merdeka. Usaha ini juga jelas menggarisbawahi bahwa Indonesia bukan hanya terdiri dari warga Muslim—meskipun Islam adalah mayoritas—bahwa ada penganut agama-agama lain yang hidup di Indonesia. Mereka semua sebagai warga negara harus memiliki hak yang sama. Upaya untuk mengganti Pancasila dengan Khilafah misalnya, adalah upaya untuk mendiskreditkan pemeluk agama lain atau kelompok lain dalam negara baru yang dicita-citakan oleh kelompok tertentu.

Kembali lagi pada gagasan yang diangkat oleh Kleden tentang kontinuitas tradisi, dengan melakukan kritik terhadap tradisi yang sudah ada, kemudian melakukan reformasi tradisi agar lebih baru dan maju merupakan sebuah upaya positif dalam urun pembangunan. Konsep ini memiliki kesamaan dengan usul fiqih yang menjadi doktrin organisasi kegamaan Islam Nahdlatuh Ulama (NU), al-mukhafadhatu ala-alqadimisshalih wa-alakhdu bil jadidi al-aslah yang artinya memelihara yang lama yang baik dan mengadopsi yang baru dan baik. Konsep “menjaga yang baik” di sini bisa disamakan dengan tetap bertradisi dengan mengkritik tradisi yang tidak kontekstual tentunya bentuk atau kemasanya saja, dan “mengambil yang lebih baik” di sini bisa disamakan dengan melakukan upaya perubahan mencari dan menemukan inovasi baru agar tetap eksis dalam perubahan zaman.

Pemahaman seperti Kleden dan NU tentang kebudayaan di atas dapat menjadi semangat positif dalam melanjutkan tradisi yang sudah ada (Pancasila). Mestinya dengan melakukan kritik dan tafsir ulang untuk disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Bentuk konkrit sikap ini, misalnya adalah melanjutkan pemikiran-pemikiran yang telah digagas, semisal Ekonomi Kerakyatan oleh Hatta, Dawam Raharjo, Mobyarto, dsb; Kebudayaan oleh STA, Kleden, Pram, Rendra, Ronggowarsito (Jawa) dsb; Pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara, Dr Soetomo, dsb; Filsafat oleh Suryomentaram (Jawa) dsb; Islam oleh Hasyim Asyari, A. Dahlan, Mustofa Bisri, dsb; dan bidang-bidang sosial lainya di mana sesuai dengan konteks sosial budaya Indonesia itu sendiri.

Oleh sebab itu, semangat Pancasila menjadi penting sebagai usaha warga negara dalam memajukan bangsa dan menolak gerakan radikalisme agama. Gerakan radikalisme dalam beberapa kasus juga ingin menyuarakan permasalahan sosial bangsa yang sudah sangat pelik. Lalu, mereka memberi solusi dengan ikut bergabung dalam gerakanya. Dan puncaknya adalah penerapan khilafah atau syariat Islam di dalam negara sebagai solusi atas tidak becusnya sistem demokrasi dan ideologi Pancasila. Namun, apakah sistem baru yang ditawarkan sudah teruji atau diterapkan dengan hasil sebuah kemakmuran bangsa? Tentunya, biaya “peperangan antar suku, agama, aliran” belum juga kegagalan yang diakibatkan, kepentingan global yang mendompleng dibaliknya, lebih baik dialihkan pada usaha kongkrit dalam mengembangkan tradisi yang sudah ada. Terakhir, sebagai negara yang sudah berusia 72 tahun, Indonesia haruslah sudah mandiri di segala bidang. Untuk itu, berusaha berdikari dengan Pancasila adalah suatu keharusan.

“Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing. Diktat-diktat hanya boleh memberi metode, tetapi kita sendiri musti merumuskan keadaan” (Rendra, Sajak Sebatang Lisong).

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Meme Islam IMNU Tegal

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun

Dushanbe, IMNU Tegal. Pemerintah Tajikistan telah melarang haji bagi warga yang berusia di bawah 35 untuk mengurangi jumlah jamaah haji ke tanah suci sebagai upaya yang secara luas dilihat sebagai untuk memerangi radikalisme.

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tajikistan Larang Jamaah Haji Dibawah Usia 35 Tahun

"Hanya orang-orang berusia 35 tahun ke atas yang memiliki hak untuk menunaikan ibadah haji tersebut," kata komite pemerintah Tajik untuk urusan agama dalam siaran pers yang dikutip oleh Interfax pada Selasa 14 April.

"Tujuan dari keputusan kami adalah untuk memungkinkan orang tua menjalani ziarah dan membuat impian lama mereka menjadi kenyataan."

IMNU Tegal

Menurut versi pemerintah, larangan ini diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi yang bertujuan untuk menghindari kepadatan haji dengan mengurangi kuota visa dari masing-masing negara.

IMNU Tegal

"Tahun ini, hanya 6.300 haji visa telah dialokasikan oleh Arab Saudi ke Tajikistan," kata panitia.

Presiden Tajikistan Emomali Rahmon sebelumnya meminta warga untuk fokus pada membantu orang miskin bukan "membuat utang atau membayar uang untuk membuat perjalanan seperti itu."

Tajikistan adalah salah satu dari lima negara Asia Tengah bekas Uni Soviet yang merdeka pada tahun 1991. Muslim mencakup hampir 90 persen dari 7,2 juta penduduk Tajikistan, menurut factbook CIA.

Di era Uni Soviet, simbol keagamaan seperti haji dilarang. Muslimah juga dilarang memakai jilbab di sekolah-sekolah, di tempat kerja, dan di foto paspor. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Cara Santri Futuhiyyah Mranggen Rayakan Hari Santri

Demak, IMNU Tegal. Pusaka hati wahai tanah airku//Cintamu dalam imanku//Jangan halangkan nasibmu//Bangkitlah hai bangsaku//Indonesia negeriku//Engkau panji martabatku//Siapa datang mengancammu//’kan binasa di bawah dulimu//.

Syair Subbanul Wathan karya KH Abdul Wahab Chasbullah itu menggema di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak pada Ahad malam (22/10). Syair itu dinyanyikan oleh sekitar lima ratus santri Futuhiyyah dengan suara lantang dan tangan kanan mengepal di tengah pelaksanaan upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017.

Cara Santri  Futuhiyyah Mranggen Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Santri Futuhiyyah Mranggen Rayakan Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Santri Futuhiyyah Mranggen Rayakan Hari Santri

  

Seperti diketahui, melalui Keputusan Presiden (kepres) nomor 22 tahun 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Penetapan itu mengacu pada Resolusi Jihad yang diinisiasi oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan dimaklumkan oleh para ulama Nahdlatul Ulama (NU) pada 22 Oktober 1945 sebagai hasil musyawarah konsul-konsul ulama NU se-Jawa dan Madura.

“Resolusi Jihad itu menyatakan bahwa memerangi penjajah itu hukumnya fardlu ain bagi setiap Muslim yang berjarak 94 km dari tempat musuh, adapun bagi yang di luar jarak itu, hukumnya fardlu kifayah,” terang Ustad Ahmad Sahal selaku pembina upacara.

 

IMNU Tegal

Hal itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa para ulama dan kiai kita memiliki sikap nasionalisme yang tidak diragukan.

IMNU Tegal

“Karena itu, kita harus meneladani beliau-beliau yang sudah memberikan contoh yang sangat bagus, bukannya malah mengajarkan paham-paham yang merongrong NKRI!”

Pemahaman mengenai jihad harus diaktualisasi. Jika jihad pada zaman penjajah adalah memerangi para penjajah, maka jihad sekarang adalah belajar dengan rajin.

 

“Sekarang Indonesia sudah merdeka, dengan begitu jihad kita sekarang bukan lagi memerangi penjajah, tetapi memerangi kebodohan. Para santri harus rajin mengaji. Sebab dengan mengaji santri menjadi aji. Kita harus menyerap semaksimal mungkin ilmu-ilmu yang kita pelajari di pondok pesantren dan sekolah kemudian kita amalkan di masyarakat. Itulah makna jihad sekarang ini,” jelasnya.

Mujahadah 

Sebelum upacara digelar, bakda magrib para santri berkumpul di Masjid An-Nur mengadakan mujahadah dengan membaca shalawat nariyah sebanyak seratus kali. Mujahadah dipimpin oleh wakil kepala lurah Pondok Pesantren Futuhiyyah, Ustad Imam Fitri Khosyi’i, AH. 

Selain mengikuti intruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menurut Ustad Imam Fitri Khosyi’i mujahadah juga penting dilakukan dalam rangka menyeimbangkan antara pikir dan dzikir. 

“Kita harus senantiasa memadukan antara jihad, ijtihad, dan mujahadah. Setelah kita melaksanakan jihad melawan malas dan ijtihad memahami pelajaran, rasanya tidak lengkap jika tidak dibarengi dengan mujahadah, memasrahkan semuanya kepada Allah,” tuturnya.

Nobar Film Sang Kiai. Selain mujahadah dan upacara, para santri Futuhiyyah juga mengadakan nonton bareng (nobar) film Sang Kiai di halaman pondok. Layar proyektor yang besar dan sound system yang menggelegar membuat para santri larut dalam keasyikan menonton film yang mengisahkan memoar KH. Hasyim Asy’ari tersebut.

 

Keakraban benar-benar tampak di antara para santri. Mereka duduk berlesehan sembari menikmati makanan ringan yang disajikan panitia. Tawa mereka membahana tiap kali film mempertontonkan adegan yang lucu. Begitu film selesai, para santri bertepuk tangan.  

Nailul Kamal, salah satu santri, merasa puas dengan rangkaian acara hari santri yang diselenggarakan Pesantren Futuhiyyah.

“Acara hari santri ini sederhana, tetapi efektif. Manfaatnya buat kami, terasa khidmat seperti acara nobar ini. Selain tidak mengganggu ketertiban umum, nobar ini sangat menghibur dan mendidik kami. Kami selaku para santri menjadi tahu perjuangan para kiai terdahulu seperti KH. Hasyim Asy’ari. Ia berharap acara seperti ini diagendakan setiap tahunnya. Kalau bukan kita, para santri, siapa lagi yang akan merayakannya,” pungkasnya. (Moh Salapudin/Ben Zabidy/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, RMI NU, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Gus Mus: Saya Asisten Kiai Sahal Mahfudh

Pati, IMNU Tegal. Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menuturkan banyak hal saat menyampaikan taushiyah pada Haul ke-1 Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah.

Gus Mus: Saya Asisten Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Saya Asisten Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Saya Asisten Kiai Sahal Mahfudh

Gus Mus pada acara Selasa (13/01/15) malam tersebut mengaku sebagai asisten Kiai Sahal sejak di kepengurusan PWNU Jawa Tengah hingga berlanjut di PBNU. Uniknya, ketika Mbah Sahal naik jabatan, otomatis Gus Mus naik jabatan di bawah Kiai Sahal.

“Saya itu asisten Kiai Sahal sejak lama. Ketika beliau Katib Syuriah PWNU Jateng, saya Wakil Katib. Ketika beliau jadi Rais, saya jadi Katib. Nah, ketika beliau jadi Rais di PBNU, saya tetap jadi Katib,” ujar Gus Mus jenaka yang langsung disambut ger-geran hadirin.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin ini menambahkan, itulah bedanya kualitas seseorang. Ketika yang satu sudah sampai di bulan sementara yang lain masih merayap di bumi.

Gus Mus masih ingat betul ketika Departemen Agama (kini Kemenag) saat itu banyak membuat program macam-macam yang ternyata terinspirasi pemikiran Kiai Sahal.

IMNU Tegal

“Misalnya begini, ketika beliau sedang ngomongin sesuatu dengan saya tentang kesehatan masyarakat. Lalu, kata orang Depag, ‘wah itu kita seminarkan saja. Kita kerja sama dengan UNICEF.’ Nah, seluruh pegawai Depag pun ikut seminar. Semua lalu tanda tangan dan semua dapat amplop,” ungkap Gus Mus yang lagi-lagi disambut tawa segar hadirin.

Hasil seminar tersebut, lanjut Gus Mus, menyepakati untuk membentuk tim perumus.  Ditunjuklah narasumbernya, Kiai Sahal, sebagai tim perumus bersama Gus Dur dan beberapa orang lainnya.

“Saya tau betul karena setelah itu saya ditugasi Kiai Sahal untuk menulis rumusan dengan membuka kitab-kitab yang ditunjukkan beliau,” paparnya.

Gus Mus menegaskan, hingga saat ini buku panduan tentang gizi di Kementerian Agama tulisan Arabnya masih asli tulisan sahabat karib Gus Dur ini. “Jadi, tulisan Arab saya masih dipakai saking kesete (malas, Jawa-red) orang Kemenag itu. Udah gitu difoto kopi.” Lagi-lagi hadirin tertawa gembira.

Menurut Gus Mus, Kiai Sahal memiliki keahlian nyata di bidang fiqih. “Beliau itu kan keahliannya fiqih. Tapi ini bukan fiqih murni yang lalu dipakai ndalil ke sana ke mari, buat pidato. Ndak. Ada pembaruan bahtsul masail di NU itu juga pemikirannya Kiai Sahal,” tegas putra KH Bisri Musthofa ini. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, IMNU Tegal - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

IMNU Tegal

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

IMNU Tegal

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Pertandingan IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Jihad dan Tawuran

Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari ? parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.

Perang di jalan Allah disebut jihad. Maksudnya perang akan disebut jihad sejauh praktik perang itu dimaksudkan untuk menegakkan agama Allah sebagai syiar. Perang seperti ini sangat dibutuhkan. Agama menganjurkan jihad. Karena, jihad merupakan ibadah.

Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad dan Tawuran

Hanya saja seseorang yang maju ke medan perang memiliki pelbagai motif. Ada yang maju karena berani, jaga harga diri, atau karena riya. Lalu siapa di antara mereka yang masuk dalam kategori mujahid?

Ketika ditanya demikian, Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya seperti di bawah ini,

IMNU Tegal

Ù…Ù? قاتل لتكوÙ? كلمة الله Ù‡Ù? العلÙ? ا فهو فÙ? سبÙ? Ù„ الله

IMNU Tegal

“Siapa saja yang maju ke medan perang dengan niat agar agama Allah menjadi naik (syiar) maka ia telah berjuang di jalan Allah.”

Namun demikian, para ulama memberikan sejumlah catatan perihal peperangan, jihad, dan perjuangan di jalan Allah. Keputusan untuk perang di jalan Allah harus dilewati dengan sejumlah pertimbangan pikiran. Artinya ulama harus berkumpul terlebih dahulu untuk memutuskan bahwa umat Islam telah wajib untuk melakukan jihad di jalan Allah.

Salah satu contohnya ialah fatwa Resolusi Jihad NU pada November 1945. Fatwa Resolusi Jihad NU ini didasarkan pada pikiran matang ulama. Keputusan fatwa ini tidak didasarkan pada nafsu amarah.

Dalam kitab Dalilul Falihin (syarah Riyadlus Shalihin), M bin Alan Ash-shiddiqy menjelaskan hadis di atas sebagai berikut,

Ø£Ù? القتال فÙ? سبÙ? Ù„ الله قتال Ù…Ù? شؤه القوة العقلÙ? Ø© لا القوة الغضبÙ? Ø© أو الشهواÙ? Ù? Ø©

“Bahwa perang di jalan Allah adalah perang yang didasarkan pada kekuatan pikiran, bukan kekuatan amarah atau kekuatan nafsu.”

Dengan demikian umat Islam tidak boleh memutuskan sendiri perihal perang di jalan Allah. Mereka harus menunggu keputusan dan kebijaksanaan para kiai agar para kiai mengerahkan segala pikiran dan pertimbangannya atas kenyataan yang ada.

Selagi para kiai belum mengeluarkan fatwa jihad, umat Islam tidak boleh memutuskan bahwa dirinya akan maju ke medan perang. Karena, keputusannya didasarkan pada amarah dan nafsu belaka.

Kalau saja salah dalam mengambil keputusan, mereka justru mengamuk dan kalap di tengah masyarakat yang damai, seperti anak-anak yang sedang tawuran. Bukannya kalimat Allah (Islam) menjadi harum, mereka justru mencemarkan nama Islam dari dalam. Wallahu A‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kiai, Meme Islam, AlaSantri IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

IPNU-IPPNU Jateng Resmi Dilantik

Semarang, IMNU Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi Jawa Tengah resmi dilantik, Ahad (07/06). 

Kegiatan yang dibuka oleh PWNU Jateng ini dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Tengah. Amir Mustofa Zuhdi dan Umi Sangadah selaku ketua terpilih dilantik oleh Muhammad Nahdhy dan Wilda Tusururroh selaku Sekjend PP IPNU-IPPNU.

IPNU-IPPNU Jateng Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jateng Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jateng Resmi Dilantik

Dalam sambutannya, Umi Sangadah mengatakan pentingnya peran kaum terpelajar dalam membangun bangsa dan negara. Pelajar merupakan pemilik sah masa depan NKRI.

IMNU Tegal

“Ditengah berbagai kasus korupsi, degradasi moral dan miskinnya keteladanan, hendaknya pelajar NU Jateng mampu mendinamisasi keadaan dengan intelektual, spiritual dan moral sebagai upaya mempersiapkan pemimpin di masa depan. IPNU dan IPPNU merupakan Kawah Candradimuka kader muda NU untuk beraktualisasi dengan ilmu dan keadaan,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Jawa Tengah, lanjutnya, sebagai salah satu provinsi yang memiliki peran strategis dalam kancah nasional baik dari segi historis maupun geografis harus mampu mengambil peran dalam berbagai bidang utamanya pendidikan sebagai tonggak membangun peradaban.

“Di Jawa Tengah ini dulu transformasi Kerajaan Islam Demak dari Majapahit diinisiasi oleh Walisongo yang menebarkan Islam yang moderat, toleran dan inklusif. Upaya itu dilestarikan oleh pesantren, tarekat dan Nahdlatul Ulama. IPNU-IPPNU sebagai penerus perjuangan mereka sudah selayaknya turut serta membangun pelajar agar memiliki karakter dan kearifan lokal,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, ketua komisi X DPR RI Agus Hermanto berharap IPNU dan IPPNU Jateng mampu berbuat banyak dalam bidang kaderisasi dan pemberdayaan pelajar NU. Menurutnya, kemajuan teknologi dan komunikasi hari ini harus diimbangi dengan spiritual dan pengetahuan yang mengakar pada ulama dan kiai-kiai pesantren.

Acara yang dihadiri 300 peserta utusan dari Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU se-Jawa Tengah tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. Selain PWNU dan badan otonom, turut hadir pula beberapa pejabat, pengusaha, ketua organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Budaya IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Makassar, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Makassar mengadakan pelatihan Jurnalistik bagi pelajar NU pada Sabtu-Senin (4-5/7) di Aula Gedung C Universitas Islam Makassar.

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan jurrnalis dan wartawan yang ada di Kota Makassar.

Muhammad Nur, Ketua IPNU Makassar mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan meningkatkan minat para pelajar NU dalam dunia jurnalistik. “Kegiatan ini dilakukan di bulan ramadhan untuk mengisi liburan pelajar,” ujarnya.

IMNU Tegal

Selain itu, peserta diberikan materi tentang kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita, teknik wawancara dan beberapa materi pengembangan skill bagi para pelajar.

IMNU Tegal

Kegiatan yang diikuti tiga puluhan pelajar NU dari beberapa kecamatan tersebut dihadiri Wakil Ketua IPNU Sulsel Andy Muhammad Idris yang juga kontributor IMNU Tegal Makassar, Bendahara IPNU Sulsel Sudirman, Ketua IPPNU Makassar Azizah Dahlan, Abdul Jabbar dan Abdul Jurlan wartawan yang juga alumni IPNU. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, Meme Islam, Doa IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Pekalongan, IMNU Tegal. Walikota Pekalongan dr H Basyir Ahmad Ahad pagi kemarin (21/4) dengan cekatan mengkhitan 34 peserta khitanan masal bertempat di Aula Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan.

Diantara 34 peserta diikuti oleh anak anak, ada dua peserta usia dewasa berasal dari Medan Sumatra Utara, mereka merupakan muallaf (orang baru masuk Islam-red) yang saat ini tinggal di Kota Pekalongan. Untuk mengkhitan 34 peserta Basyir dibantu oleh beberapa asistennya dengan menggunakan sistem laser.

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Pekalongan Khitan Dua Muallaf

Saat mengkhitan dua muallaf, Basyir meminta ibu-ibu yang mendampingi untuk keluar ruangan sementara. Pasalnya, yang dikhitan sudah berusia dewasa dan hanya bisa didampingi laki laki. Karena kedua muallaf berbadan besar, tentu panitia kerepotan menyiapkan dipan khusus, akhirnya dua dipan untuk anak-anak digandeng jadi satu sehingga bisa menampung badan peserta yang ingin segera dikhitan.

IMNU Tegal

Menurut Basyir, khitan laser memiliki beberapa keunggulan antara lain si pasien tidak merasa sakit, tidak berdarah dan yang lebih penting ialah steril dari kuman, sehingga setiap dirinya diminta mengkhitan, metode laser ini yang selalu digunakan. 

IMNU Tegal

Kegiatan khitanan masal diantara salah satu kegiatan yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama Pekalongan Barat dalam rangka memperingati hari lahir (Harlah) yang diisi dengan pengajian umum, lomba murotal, donor darah, bazar dan pawai mobil hias.

Ketua PAC Fatayat NU Pekalongan Barat Hj Khusnul Khotimah kepada IMNU Tegal mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Fatayat dan Muslimat di Pekalongan Barat.

Dikatakan, untuk kegiatan besar ini, pihaknya mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Walikota Pekalongan dan beberapa donatur lainnya.

Kegiatan peringatan harlah mendapat respon yang luar biasa dari masyarakat, terlihat sejak pagi gedung Aswaja telah dipadati ratusan pengunjung, baik keluarga peserta khitan maupun peserta pawai mobil hias serta berbagai aktifitas kegiatan lainnya seperti bazar dan donor darah.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz P

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri

Jakarta, IMNU Tegal?



Menteri Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengaku diajari berpuasa oleh keluarga sejak ia masa kecil. Sebagaimana umum anak-anak seusianya, ia hanya bisa melaksanakan puasa setengah hari.?

“Saya diajari dengan puasa setengah hari karena ganjarannya diberi bonus oleh orang tua setengah hari juga. Padahal kita tahu tidak ada puasa setengah hari itu,” katanya di gedung PBNU sebelum meresmikan Nusantara Command Center (NCC) Senin (22/5).?

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Setengah Hari Masa Kecil Pak Menteri

Namun ia menilai, puasa setengah hari itu merupakan cara mendidik yang baik orang tua kepada anak agar kelak setelah dewasa terbiasa melakukannya.?

“Saya dibesarkan di Bogor, dididk orangtua, terutama nenek saya,” lanjutnya meriwayatkan masa kecilnya.?

Neneknnya, adalah pihak yang mendukung dia dalam menimba ilmu-ilmu agama dengan mengirimkannya ke sekolah agama sore hari.?

IMNU Tegal

Jika ia malas pergi ke madrasah, maka neneknya itu akan memanggil tukang becak agar mengantarkan Rudiantara ke madrasah.?

IMNU Tegal

“Supaya saya ikut kelas. Kalau enggak, nanti saya malas. Sampai sekarang saya tidak lupa itu,” katanya.?

Makanya, lanjut dia, saat dia berdoa untuk orangtuanya, ia selalu menyertakan nama neneknya.?

“Karena saya tidak bisa baca Qur’an, tidak bisa baca nahwu sharaf, grammer (tata bahasa) segala rupa kalau tanpa nenek saya. Saya di Bogor di Madrasah Ibtidaiyah belajar nahwu, sharaf, fiqih, tauhid, di Jalan Menteng,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Sholawat, Meme Islam IMNU Tegal

Senin, 27 November 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, IMNU Tegal

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

IMNU Tegal

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

IMNU Tegal

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal

Pringsewu, IMNU Tegal

Menyambut Hari Lahir (harlah) ke-83 GP Ansor yang jatuh pada 24 April 2017 mendatang, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pringsewu akan menggelar kegiatan lomba baris berbaris bagi anggota Banser dan Liga Futsal bagi anggota Ansor yang akan diselenggarakan pada hari Ahad,16 April 2017 di Lapangan Futsal Sukoharjo.

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Ansor Pringsewu Gelar Lomba Futsal





Selain menggelar lomba, beberapa agenda kegiatan juga akan digelar diantaranya; Apel Akbar Ansor-Banser pada 23 April 2017, Pembacaan shalawat serta pengajian sebagai puncak acara peringatan harlah ke-83 Ansor pada 24 April 2017 yang dipusatkan di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.



IMNU Tegal



Hal tersebut disampaikan M. Sofyan, ketua GP Ansor Kabupaten Pringsewu saat menghadiri kegiatan rutinan PAC Ansor Kecamatan Ambarawa di Mushola Darus Saadah desa Kresnomulyo, Jumat malam (14/04).



IMNU Tegal



Di depan para kadernya, Sofyan meminta dan mengharapkan agar seluruh anggota Ansor dan Banser di tingkat Ranting dan Anak Cabang untuk bisa ikut ambil bagian serta mensukseskan kegiatan tersebut.





Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar kegiatan-kegiatan rutinan Ansor dengan berbagai bentuk kegiatan terus dijalankan dalam rangka mensyiarkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah dan menjaga eksistensi organisasi.





Terkait maraknya informasi-informasi palsu di media sosial dan munculnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal, Sofyan meminta kepada seluruh kadernya untuk tetap siaga satu komando dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mereka gunakan memecah belah persatuan.





"Kalau ada informasi-informasi hoax yang mendiskreditkan NU dan masih bisa kita klarifikasi, ya kita klarifikasi. Tetapi kalau dengan klarifikasi tidak bisa, kita datangi dan kita ajak diskusi baik-baik sambil ngopi bareng. Namun kalau masih tidak bisa juga, maka apa boleh buat, kita lawan!", tegasnya. (Henudin/Mukafi Niam).



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Meme Islam, Fragmen IMNU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jakarta, IMNU Tegal. Umat Islam di Indonesia berduka dengan meninggalnya pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Mudzir Al Musawwa, yang terjatuh di kamar mandi dan kemudian di bawa ke RSCM, Ahad (15/9).

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Habib Mudzir Ketika Mimpi Bertemu Rasulullah

Jauh sebelumnya, Habib Mudzir telah menuliskan di blognya, http://majeliskecil.wordpress.com/ tentang kerinduan dan mimpinya bertemu dengan Rasulullah, dan ramalan umurnya yang tidak akan melebihi 40 tahun.? Berikut kutipan selengkapnya.? ?

"Malam ini aku tersandar di pembaringan dan terpaku bertafakkur…, airmata terus mengalir, alangkah lemahnya hamba ini menghadapi gelombak ombak…

IMNU Tegal

Dihadapanku acara esok malam di Monas, sedangkan acara malam minggu membuat dadaku pecah, ketika sakit di kepala belakangku kambuh, dan sakitnya terasa seluruh urat panas membara sampai ke kuku dan tulang… dan puncak sakitnya adalah di kepala bagian belakang…

Malam Minggu biasanya kutemui 15-20 ribu Muslimin, namun tubuh yang sudah rapuh ini terus merangkak menuju majelis yang kukira akan menemui jamaah yang lebih banyak..

IMNU Tegal

Ternyata yang kutemui hanya sekitar 300 orang saja, serasa meledak dadaku karena sedih dan menahan sakit, ingin rasanya kujatuhkan tubuhku dipanggung dan terserah apa yang akan terjadi..

Dengan tubuh yang terus menahan sakit aku bertahan, mataku nanar dan panas, wajah dan telinga serasa menjadi tebal bagai ditampar berkali kali.. keluhan sakit adalah sebab peradangan otak yang terus menjadi jadi

Aku terus menoleh ke kiri dan kanan, berharap para kekasihku datang berbondong bondong meramaikan acara, namun hanya beberapa puluh saja duduk di shaf, dan sisanya belasan orang berdiri di sekitar panggung…, gelombang jamaah tidak tiba juga, tak lama tiba konvoi pun mungkin hanya 50 orang saja

Aku terhenyak, kepalaku semakin sakit, seluruh tubuhku seakan berteriak kesakitan tak kuasa menahan sakitnya.. Allah.. Allah,..Allah… wahai tubuh penuh dosa kau harus bertahan…

Ceramah selesai,, acara ditutup, aku melangkah ke mobil dengan lemah dan ingin kuteriakkan pada semua orang jangan satupun menyentuh kulitku karena sangat terasa sakitnya.. namun aku harus menerima nasibku untuk dikerubuti, mereka datang dan setia padaku.., mereka orang orang berjiwa Muhammad saw, aku tak boleh kecewakan mereka

Aku membatin memandangi jumlah yang sangat sedikit dihadapan panggung besar dan lapangan bola ini……….. 12 tahun aku berdakwah, inilah hasil dakwahku, sisanya adalah buih di lautan..

Sampai di markas kurebahkan tubuh penuh derita dengan hati yang hancur, ketika mata hampir terlelap maka aku terhentak bagai dibentak syaitan, esok malam acara Monas, bagaimana nasibmu Munzir….!, adakah akan seperti ini ini…?, hujan akan turun dan kau terpaku kecewa dihadapan guru mulia..?

Aku bagai tersengat stroom tegangan tinggi, menangis sekeras kerasnya… sakit dikepalaku sudah tak tertahan, jika kuhantamkan kepala ini ke tembok hingga kepala ini hancur tidak akan terasa sakitnya karena sudah dikalahkan oleh sakit yang jauh lebih berat..

Tubuhku gemetar, lalu aku berkata : Ainiy, bantu aku membuka jubah dan sorbanku dan gamisku, bantu aku rebah, ini sudah larut malam, makanan apa yg ada Ainiy?, saya lapar, dan perlu makan sedikit untuk makan obat, ia berkata : jam segini wahai habib sudah tidak ada apa-apa, banyak restoran padang dan penjual makanan masih tutup pula karena liburan panjang..,

Baiklah, buatkan Indomie saja, sekedar pengganjal untuk makan obat..

Prof sudah mengatakan, jika sakit di kepala tak mau hilang denan obat penahan sakit yang saya berikan, habib harus segera ke RSCM untuk suntik otak…

Berkali-kali memang ia menembuskan jarum sepanjang hampir 15cm itu kedalam otakku sedalam dalamnya.. ah,,, tidak ada waktu untuk opname.. aku harus bertahan…

Dihadapanku acara Monas, pasrah pada Allah.. lalu saat mata hampir terpejam pikiranku dihentakkan lagi dengan beban berikutnya, 12 Rabiul Awal pada 26 Februari…., bulan depan…!!!, lalu kedatangan guru mulia pada sekitar Maret….!!, mestilah ada acara akbar pula..!, lalu 27 Rajab Isra Mikraj..!, lalu Nisfu Sya;ban..!!, lalu badr pada pertengahan Ramadhan..!!, lalu habisnya massa kontrak markas MR di bulan Juni…

Aku teringat mimpiku beberapa minggu yang lalu, aku berdiri dengan pakaian lusuh bagai kulit yang bekerja sepanjang hari, dihadapanku Rasulullah saw berdiri di pintu kemah besar dan megah, seraya bersabda : “Semua orang tak tega melihat kau kelelahan wahai Munzir, aku lebih tak tega lagi…, kembalilah padaku, masuklah ke dalam kemahku dan istirahatlah…

Ku jenguk dalam kemah mewah itu ada guru mulia, seraya berkata: kalau aku bisa keluar dan masuk ke sini kapan saja, tapi engkau wahai Munzir jika masuk kemah ini kau tak akan kembali ke dunia..

Maka Rasul saw terus mengajakku masuk, “masuklah.. kau sudah kelelahan.., kau tak punya rumah di dunia (memang saya hingga saat ini masih belum punya rumah), tak ada rumah untukmu di dunia, karena rumahmu adalah disini bersamaku.., serumah denganku.., seatap dengan ku…, makan dan minum bersamaku .. masuklah,,,

Lalu aku berkata: lalu bagaimana dengan Fatah Jakarta? (Fatah tegaknya panji kedamaian Rasul saw), maka beberapa orang menjawab dibelakangku : wafatmu akan membangkitkan ribuan hati untuk meneruskan cita citamu,..!!, masuklah,,,!

Lalu malaikat Izrail as menggenggamku dari belakang, ia memegang dua pundakku, terasa seluruh uratku sudah digenggamannya, seraya berkata: mari… kuantar kau masuk.. mari…

Maka kutepis tangannya, dan aku berkata, saya masih mau membantu guru mulia saya…, maka Rasul Saw memerintahkan Izrail as untuk melepaskanku..

Aku terbangun…

Semalam ketika aku rebah dalam kegelapan kulihat dua tamu bertubuh cahaya, namun wajahnya tidak berbentuk kecuali hanya cahaya, ia memperkenalkan bahwa ia adalah Izrail as..

Kukatakan padanya: belum… belum.. aku masih ingin bakti pada guru muliaku.. pergilah dulu, maka ia pun menghilang raib begitu saja.

Tahun 1993 aku bermimpi berlutut dikaki Rasul saw, menangis rindu tak kuat untuk ingin jumpa, maka Sang Nabi saw menepuk pundakku… tenang dan sabarlah..sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah kumpul bersamaku”

Usia saya kini 37 tahuh pada 23 Februari 1973, dan usia saya 38 tahun pada 19 Muharram ini.

Peradangan otak ini adalah penyakit terakhirku, aku senang wafat dengan penyakit ini, karena Rasul saw beberapa bulan sebelum wafatnya terus mengeluhkan sakit kepala..

Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah saw kelak, jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.. ampuni kesalahanku.., kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi..

Amiin..

Kalau usiaku ditakdirkan lebih maka kita terus berjuang semampunya, tapi mohon jangan siksa hari hariku.. hanya itu yang kuminta..

Semoga Allah panjangkan umur beliau untuk berdakwah di jalan Allah dan Rasulullah. Amin."(mukafi niam)

Foto: Pelitaonline

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Tokoh IMNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

Padang, IMNU Tegal. Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU), baik dari PMII, IPNU, Fatayat dan GP Ansor di Sumatera Barat harus mampu menjadi pemipinan NU di masa yang akan datang. Karena itu program kaderisasi mutlak harus terus dilaksanakan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Drs H Maswar dalam acara penutupan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan I se-Sumbar yang digelar oleh PWNU Sumbar dari 12-13 Desember 2014 di Gedung Pramuka Padang.

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

“Keberadaan kader muda NU perlu dipersiapkan oleh PWNU Sumatera Barat sehingga mampu menerima tampuk kepemimpinan NU. Tidak mungkin orang yang tidak dikader di NU kemudian malah memimpin NU,” katanya.

IMNU Tegal

Ketua PWNU yang juga Kabid Penais Kemenag Sumbar ini mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk melatih, memperkuat pemahaman Aswaja dan ke-NU-an bagi kader muda NU di Sumatera Barat. Alhamdulillah kader-kader muda yang hadir bersemangat mengikuti kegiatan terutama kader-kader dari PMII. InsyaAllah kegiatan ini akan dilakukan secara rutin oleh PWNU sumbar.

IMNU Tegal

Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan ini antara lain sejarah perjuangan Aswaja, NU dan NKRI, NU dan dinamika kebangsaan, analisis gerakan, memperkuat jaringan kader muda NU dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya, serta materi penting lainnya.

Hadir sebagai pemateri dalam PKPNU Se-Sumbar Angkatan I ini adalah Ketua PBNU Prof. Dr. H. Maidir Harun, MA, Buya Drs.H M. Letter, Buya Drs. H. Zamhar Baheram, Drs. H. Maswar,MA, Drs. H. Tamrin dan tokoh NU lainnya. (Afriendi Sikumbang/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, AlaSantri IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock