Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Probolinggo, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh NU di daerah itu pada Kamis (6/6). Ziarah menggunakan 30 kendaraan roda empat ini mendatangi 30 makam.

Ziarah diawali di makam KH. Zaini Mun’im di Pesantren Nurul Jadid Paiton. Disini para pengurus NU membaca surat Yasin, tahlil dan do’a bersama. Selanjutnya di makam KH. Abu Hasan di Pesantren Mambaul Ulum Paiton, makam KH. Aminuddin di Pesantren Syech. Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan.

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Kemudian makam KH. Badri Masduqi di Pesantren Badridduja Kraksaan, makam Habib Hamid di Pesantren Nurul Qur’an Kraksaan, makam KH. Rofi’i di Pesantren Rofi’atul Islam Sentong Krejengan dan beberapa makam tokoh NU lain yang pernah menjadi pengurus Cabang NU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Ahmad Muzammil kepada IMNU Tegal mengatakan, ziarah digelar dengan tujuan untuk meneladani sekaligus menghormati perjuangan ulama dan masyayikh dalam membesarkan NU, terutama di PCNU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

“Melalui momentum peringatan Harlah ke-90 NU dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seluruh pengurus NU Cabang Kraksaan ingin meneladani perjuangan para tokoh yang membesarkan PCNU Kota Kraksaan,” ujarnya.

Menurut Muzammil, ziarah ini merupakan cara yang dilakukan pengurus NU Cabang Kraksaan dalam menghormati dan menghargai jasa-jasa ulama NU, “Mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini, masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa memperoleh syafaat dari para ulama dan habaib yang kita kunjungi. Sehingga Kabupaten Probolinggo terhindar dari masalah-masalah dan musibah,” tambahnya.

Lebih lanjut Muzammil mengharapkan, agar semua pengurus NU yang ikut dalam kegiatan ziarah tersebut mendapatkan rahmat dari Allah dan mendapatkan barokah dari para wali.

”Mudah-mudahan kegiatan ziarah ini bisa memberikan keselamatan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga menjadi masyarakat yang Madani dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” pungkanya.

Ziarah tersebut diikuti 80 pengurus yang terdiri dari pengurus cabang, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Halaqoh, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Jakarta, IMNU Tegal. Sertifikat halal sangat penting untuk memperluas jangkauan pemasaran, demikian alasan yang diungkapkan oleh Budi Paramita, pemilik usaha suplemen Vitamor Grape, minuman alami penjaga kesehatan dan keremajaan yang terbuat dari buah anggur segar.?

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsumen Puas Pelayanan Sertifikasi Halal NU

Kepada IMNU Tegal, yang dihubungi via telepon, Senin (14/4), ia menjelaskan masyarakat mengidentikkan produk dari buah anggur seperti minuman beralkohol anggur atau wine karena berasal dari bahan yang sama, sehingga untuk mengantisipasi keraguan tersebut, ia mencari kepastian dengan sertifikasi halal. Produknya dibuat dari buah anggur segar yang di-blender, disaring dan dipasteurisasi agar bisa tahan lebih lama. Produk ini tanpa dicampur air dan pemanis. Suplemen tersebut dipasarkan di toko-toko khusus yang menjual produk kecantikan dan kesehatan.

Ia meminta bantuan koleganya, yang kebetulan saat ini menjabat sebagai Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, untuk memproses sertifikasi halal di satu badan halal yang sudah beroperasi dan mapan di Indonesia, tetapi Marsudi juga menawarkan, NU saat ini juga sudah memiliki badan halal tersendiri. Ia memutuskan untuk mendapatkan sertifikat halal dari dua lembaga tersebut.

IMNU Tegal

Untuk sertifikat halal di badan halal yang sudah mapan tersebut, ia dikenakan biaya 2.4 juta rupiah dan biaya kunjungan auditor sebesar 300 ribu per kunjungan sehingga total biaya yang dikeluarkan sebesar 3 juta. Sertifikat halal tersebut berlaku selama dua tahun. Proses sertifikasinya memerlukan waktu sekitar tiga bulan.

IMNU Tegal

Untuk sertifikasi halal di BHNU, hanya dikenakan biaya 600 ribu dengan lama pemprosesan selama 2 minggu dan masa berlaku untuk tiga tahun. Yang berbeda, sertifikat halal NU harus melakukan uji kandungan alkohol di laboratorium Sucofindo di jl Pasar Minggu Jakarta dengan biaya 800 ribu.?

“Saya senang dengan adanya kerjasama BHNU dan Sucofindo, yang dikenal memiliki laboratorium handal,” terangnya.

Untuk sertifikasi di badan halal yang sudah mapan tersebut, tidak diperlukan pemeriksaan kandungan alkohol. Waktu kunjungan ke tempat produksinya di daerah Jelambar Jakarta Barat, auditor halal lembaga tersebut, seorang dokter, hanya memintanya mendeskripsikan proses produksi dan tidak diminta uji kandungan alkohol.

Dari auditor halal NU yang seorang santri, ia mendapat pengetahuan baru bagaimana melakukan proses produksi secara halal.?

Menurut Budi, keberadaan Badan Halal NU (BHNU) sangat membantu sektor UKM untuk memperoleh sertifikat halal dengan biaya terjangkau.?

Sebelumnya Ketua BHNU Prof Dr Maksum Mahfudh menjelaskan, sesuatu yang dimonopoli tidak baik bagi konsumen, sedangkan keberadaan persaingan akan membuat penyedia layanan berusaha memaksimalkan kebutuhan konsumen. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Syariah, Santri IMNU Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara

Sidoarjo, IMNU Tegal - Semarak hari lahir media televisi NU, TV9 Nusantara, diperingati dengan bershawalat bersama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf dan ribuan syekhermania, sebutan bagi penggemar Habib Syech, di alun-alun Sidoarjo, Jumat (3/1) malam. Hujan yang sempat mengguyur wilayah Sidoarjo tidak menyurutkan semangat Nahdliyin untuk menghadiri acara tersebut.

Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Komisaris Utama TV9 Nusantara, KH Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan, TV9 Nusantara yang memiliki jargon “Santun Menyejukkan” itu telah tujuh tahun menjadi media perjuangan NU untuk mensyiarkan agama Islam Ahlusunnah wal Jamaah.

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Habib Syech Semarakkan Harlah Ke-7 TV9 Nusantara

"Tujuh tahun sudah TV9 menghiasi angkasa dan hadir di televisi para pemirsa yang membawa pesan para ulama, mengamankan, memperthankan, membumikan dan mengembangkan misi Nahdlatul Ulama di tengah-tengah ragam siaran televisi mainstream yang masih dominan dan cendrung menjadi pilihan," kata Kiai Mutawakkil.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini menegaskan, pihaknya dituntut untuk bekerja keras mempunyai visi jauh ke depan sebagai perjuangan dan pengabdian untuk agama, NU, dan Indoensia. "Oleh karenanya atas nama Ketua PWNU Jatim dan Komisaris Utama TV9, kami mohon doanya mudah-mudahan TV9 tetap istiqamah berdakwah, bersyiar juga bersyair untuk NU, agama dan dunia," tuturnya.

?

Daam semarak peringatan hari lahir TV9 ini, hadir sejumlah tokoh ulama, para kiai Jawa Timur, PCNU Sidoarjo, PWNU Jatim, serta pejabat daerah setempat turut larut bershalawat merayakan hari lahirnya TV9 yang ke-7 tahun dan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-158.

Alunan shalawat dan syiiran yang dilantunakan Habib Syech Abdul Kodir Assegaf seakan menghipnotis para syekhermania. Sejumlah atribut syekhermania dan kecintaannya kepada TV9 juga dikibarkan oleh pemirsa TV9. (Moh Kholidun/Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Santri IMNU Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Kata banyak kalangan, melaksanakan puasa Ramadhan di manapun itu sama saja, yang membedakan hanyalah niat dan amalan lain yang ingin dilakukan. Tapi, bagi para muslim yang berada di negeri yang mayoritas penduduknya non-muslim, tentu tidak demikian. Tak ada gema adzan, tak ada gema riuh suara sahur, dan tak ada lagi suasa keramaian saat berbuka bersama sanak keluarga.

Bandingan ketika mereka masih ada di Indonesia, semuanya bisa dinikmati tanpa kurang satupun bahkan bisa dibilang itu "suasana yang dirindukan tiba".

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasakan Puasa Ramadhan di Hong Kong

Saat Ramadhan pertama tiba, puasa di negeri beton ini pun terasa biasa saja, tak ada yang istimewa, ratusan manusia mengelilingi jalan dengan melahap makanannya di tangan, ratusan kedai makan seolah tak mau tahu urusan pribadi seseorang. Begitulah mirisnya, tapi sebagai seorang muslim yang teguh tentu saja itu semua bukan halangan. Saat senja tiba, berbuka puasa pun terasa nikmat walau ala kadarnya, hingga tarawih yang dilakukan seorang diri.

Negeri ini sebenarnya juga punya masjid, tapi hanya beberapa dan bisa dihitung pakai jari, bilangannya pun tak lebih dari angka 5. Miris, tapi ya sebagai muslim yang baik seharusnya bersyukur, ternyata di sini masih ada bangunan masjid yang berdiri kokoh dengan penuh jamaahnya.

IMNU Tegal

Dalam lubuk hati terdalam, siapa sih yang tidak ingin memijakkan kaki di “rumah Allah” ini, semua pasti ingin memasukinya, begitupun saya. Tapi sayang seribu sayang, masjidnya jauh dan tak bisa selalu pergi kesana dalam waktu-waktu ibadah.

Waktu terus berjalan, puasa dan cuaca bisa dibilang saling bergandengan tangan, tak terasa kini mendekati detik-detik akhir Ramadhan. Sebenarnya tak ada perasaan apapun ketika Ramadhan pergi, hanya saja dalam hati sering berbisik "Andai negeri ini mayoritas penduduknya adalah muslim, mungkin kita tak akan sengsara untuk menapaki kaki menuju masjid dan melakukan ibadah lainnya."

IMNU Tegal

Tapi ini realita, apapun itu harapannya hanya satu, semoga Allah SWT menerima amal ibadah semua muslimin dan muslimat di negeri ini walau dengan seribu keterbatasannya. Berharap mendapatkan pahala yang melimpah di malam-malam Lailatul Qadar. Berharap mendapatkan kemantapan hati untuk selalu istiqamah di manapun dan dalam keadaan apapun dan yang terpenting agar kita semua yang ada di negeri ini selalu diberi kemantapan iman dan Islamnya.

Sampai jumpa lagi Ramadhan, walau tak seistimewa di negeri sendiri tapi kita semua masih merindukanmu, masih ingin selalu bertemu di setiap tahunnya. Aamiin Yaa Rabbalalamiin..

Hong Kong, 15 July 2015

Pengirim: Rina Nur Widayanti

Keterangan Foto: Masjid Kowloon, Hong Kong.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Santri, Lomba IMNU Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Cirebon, IMNU Tegal 

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan masa kesetiaan anggota atau Makesta di mushola Darul Mujahidin Desa Karangwareng.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 65 peserta yang berasal dari utusan ranting dari desa-desa di Kecamatan Karangwareng dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari para remaja berkisaran usia antara 14-21 tahun ini nampak antusias dan khidmat mengikuti serangkaian acara yang berlangsung sejak hari Rabu tanggal 2 Januari kemarin.

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

65 Pelajar Karangwareng Ikuti Makesta

Dalam acara tersebut hadir tokoh masyarakat setempat, Kiai Amin Rohaemin yang sekaligus membuka acara makesta tersebut. 

Dalam sambutannya, ia mengatakan ikut merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut, karena berkontribusi positif terhadap perkembangan dan kemajuan pelajar dan pemuda di Kecamatan Karangwareng. 

IMNU Tegal

“Makesta ini mudah-mudahan bisa menjadi media belajar bagi remaja NU di Kec. Karangwareng tentang kedisiplinan, keNUan, serta menambah kecerdasan sehingga menjadi pelajar-pelajar remaja yang maju dan berkembang,” paparnya.

IMNU Tegal

Selain itu, hadir pula PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Cirebon, yang dalam sambutannya menuturkan sangat apresiatif terhadap kegiatan tersebut.

Menurut penuturan wakil ketua panitia, Mohammad Saefudin, kegiatan Makesta ini merupakan pelatihan singkat tentang organisasi, Aswaja dan kepemudaan. Alasan diadakan kegiatan ini, yang pertama adalah menanamkan nilai-nilai dan paham NU terhadap pelajar dan pemuda, memberikan pengetahuan tentang organisasi, serta sebagai sarana menyatukan para pemuda dan pelajar di Kecamatan Karangwareng. 

Kegiatan makesta ini diisi dengan berbagai materi, seperti Aswaja, kenuan, IPNU dan IPPNU, keorganisasian, manajemen konflik, yang dalam setiap sesi diselah-selahi dengan permainan yang menyegarkan, selain itu di pagi harinya diadakan senam dan tadabbur alam. 



Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Ubudiyah IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

Jombang, IMNU Tegal. Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Jombang, Jawa Timur akan menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) se-Jawa Timur pada 10-12 November 2016 mendatang di aula kantor Muslimat NU setempat.?

SKK ini adalah kegiatan kaderisasi perdana yang diselenggarakan Kopri Cabang Jombang. Ketua Pelaksana SKK, Syafik Syafaatin mengungkapkan persiapan untuk kegiatan tersebut hingga saat ini masih terus dilakukan, termasuk koordinasi antar panitia dan sejumlah Pengurus Komisariat PMII se-Jombang sebagai calon peserta. Selain itu, juga calon peserta di luar daerah.?

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader Kopri Perdana Se-Jawa Timur Berlangsung di Jombang

"SKK Kopri Cabang Jombang, ini baru yang pertama kali, makanya kami selaku panitia aktif melakukan sosialisasi baik kader putri dalam Jombang, maupun luar Jombang," terang Syafa, sapaan akrabnya, Selasa (1/11/2016).

Sementara untuk narasumber kegiatan, Syafa menjelaskan akan mendatangkan orang-orang yang memang dianggap kompeten di masing-masing materi SKK. Diantaranya ? Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Nafis, Ema Umiyatul Chusnah (Anggota DPRD Jombang), Ai Rahma (Ketua Kopri PB), Aan Anshori (Gusdurian Jombang), Roy Murtadho (Islam Bergerak), Hj Istibsjaroh (Mantan DPD RI), Palupi Pusporini (Direktur WCC Jombang).

Namun demikian, sesuai persyaratan yang berlaku, sebelum digelar SKK, para peserta setidaknya pernah mengikuti Sekolah Islam Gender (SIG) atau Sekolah Kader Putri (SKP) sebelumnya. Syafa menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Nafis perihal SIG atau SKP.?

IMNU Tegal

"Kita sudah mengkoordinasikan dengan Ketua Kopri PKC Jawa Timur, Sahabat Nafis, jika memang peserta yang mau ikut SKK, harus SIG atau SKP dahulu," imbuh Syafa yang juga Sekretaris Kopri Cabang Jombang itu.

IMNU Tegal

Ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini, akan muncul kader putri PMII yang tangguh, dan sadar akan potensi dalam diri masing-masing. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Amalan, Santri IMNU Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

Jember, IMNU Tegal. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof. Muhammad Nasir menyatakan, saat ini semua perguruan tinggi memiliki kedudukan yang sama dalam hal membangun pendidikan tinggi. Tidak ada lagi dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

“Ini dimaksudkan agar semua perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama dan saling berlomba dalam hal perkembangan pendidikan tinggi,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja di Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/1), sebagainama siaran pers yang diterima IMNU Tegal.

Tidak adanya dikotomi antara PTN dan PTS itu dibuktikan dengan pembubaran Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) yang selama ini mengelola PTS. Nanti semua perguruan tinggi akan diakomodasi dalam lembaga baru, yakni Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT).

IMNU Tegal

Meski demikian, M Nasir berharap agar perguruan tinggi yang sudah maju harus bisa menjadi daya ungkit untuk perguruan tinggi yang masih dalam proses berkembang.

“Jangan sampai jarak antara perguruan tinggi yang sudah maju dengan yang masih berkembang terlampau jauh. Perguruan tinggi yang sudah maju harus membantu yang masih berkembang agar pendidikan tinggi kita merata,” tegasnya.

IMNU Tegal

Lebih jauh M Nasir juga menegaskan, cita-cita besar yang hendak dibangun untuk pendidikan tinggi di Indonesia adalah, perguruan tinggi yang sudah maju harus mampu bersaing menjadi perguruan tinggi maju di dunia lainnya.

“Jadi perguruan tinggi yang sudah maju harus menjadi perguruan tinggi top world. Sementara perguruan tinggi yang masih berkembang akan menjadi perguruan tinggi yang maju di Indonesia,” harapnya.

Untuk itu, dirinya sangat berharap agar semua perguruan tinggi saling bersaing untuk menjadi perguruan tinggi unggulan yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi dunia lainnya. ?

Sementara itu, terkait dengan penelitian, M Nasir berharap agar hasil penelitian yang dihasilkan oleh para peneliti di Indonesia ini hendaknya memiliki dampak yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Para peneliti sebaiknya memahami apa kebutuhan masyarakat, sehingga hasil penelitiannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Hikmah IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar pelatihan perdana Emotional and Spiritual Quotion di ruang serba guna Kedutaan Besar RI untuk Maroko, Rabat. Selama Senin-Selasa (13-14/4), peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, pekerja, dan mahasiswa asal Indonesia ini mengikuti materi-materi yang mengantarkan mereka pada potensi diri.

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Kobarkan Jihad Lawan Diri Sendiri

Ketua PCINU Maroko Kusnadi mengatakan, pelatihan perdana ESQ ini sukses membimbing peserta menemukan jati diri, menata tujuan hidup dunia maupun akhirat dan bertekad menjadi manusia yang mampu menerapkan tujuh dasar budi utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Ketika membuka pelatihan, Dubes RI untuk Kerajaan Maroko Endang Dwi Syarief Syamsuri maupun Ary Ginanjar Agustian memberikan kata kunci bagi peserta; be yourself," kata Kusnadi usai penutupan pelatihan di KBRI, Rabat, Selasa (14/4).

IMNU Tegal

Tujuh dasar budi utama yang diperkenalkan di hadapan peserta mencakup sikap jujur, bertanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil dan peduli. Kalau saja tujuh dasar budi utama ini dipahami seluruh orang, maka persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi saat ini seperti bahaya narkoba, korupsi, ancaman ISIS, politik pecah belah dan masalah sosial lainnya dapat segera diatasi dengan tekad jihad, kata Kusnadi.

"Jihad yang saya maksud adalah melawan energi negatif dalam diri sendiri. Kalau kita berhasil menaklukannya, maka tujuh dasar budi utama yang akan menuntun aktivitas kita sehari-hari untuk hidup sukses di dunia dan di akhirat," kata Kusnadi yang juga menjadi peserta ESQ.

IMNU Tegal

Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama Forum Komunikasi Alumni ESQ Eropa dan PCINU Maroko. Kegiatan ini mendapat dukungan dari KBRI untuk Kerajaan Maroko. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Santri IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

Jakarta, IMNU Tegal. Tepat pukul 08.20 WIB, Presiden RI H. Joko Widodo hadir di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Kedatangannya sudah ditunggu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum H. Asad Said Ali dan Menteri Agama H. Lukman Hakim Saifuddin. Bahkan jajaran pengurus PBNU sempat dibuat kebingungan dengan gaya tak terduga Jokowi.

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Gaya Tak Terduga Jokowi Mewarisi Gus Dur

“Gaya Jokowi ini persis seperti Gus Dur, spontan dan tidak terduga,” kata Muhammad Nadjib, Asisten Pribadi Rais Aam PBNU.

Awalnya, lanjut Nadjib, jajaran pengurus PBNU sudah mempersiapkan segalanya di ruang Kiai Said di lantai 3 seperti pertemuan-pertemuan dengan pejabat pada umumnya, namun tak terduga Jokowi langsung naik ke lantai 5. 

IMNU Tegal

“Begitupun usai pertemuan di lantai 5, Jokowi langsung ke lantai 3, kita tidak mengira, karena biasanya setelah pertemuan, Presiden langsung pamit,” papar Nadjib.

IMNU Tegal

Usai di lantai 3 Gedung PBNU, Jokowi pamit setelah mengadakan pertemuan sekitar satu  jam dengan jajaran pengurus PBNU di lantai 5. Tak banyak yang dibicarakan Kiai Said dan Jokowi dalam menjawab pertanyaan wartawan yang sudah menunggu mereka di lantai dasar. (Fathoni)

 





Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Santri IMNU Tegal

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Oleh A Muchlishon Rochmat

Di dalam Islam, ada banyak macam puasa. Dari puasa yang sunah puasa hingga puasa wajib. Puasa Senin dan Kamis, puasa enam hari bulan Syawwal, puasa Hari Arafah, puasa Hari Asyura (10 Muharram), puasa Dawud, puasa tengah bulan, puasa Rajab, puasa Sya’ban, puasa nazar, hingga puasa Ramadhan. Tetapi dari sekian puasa yang ada, hanya Puasa Ramadhan yang ingar-bingar dan gegap-gempitanya begitu kentara karena memang seluruh umat Mukmin yang sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh.

Apapun jenis puasanya, prosedur dan tatacara dalam menjalankannya hampir sama dan bahkan bisa dikatakan sama. Mereka tidak boleh makan, minum, berhubungan badan, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Saat berpuasa, mereka juga dianjurkan untuk melakukan amal yang baik, baik ibadah yang bersifat individual-spiritual seperti membaca dan menghatamkan Al-Quran, mengaji kitab-kitab kuning, dan memperbanyak zikir, maupun ibadah yang bersifat sosial seperti bersedekah, berzakat, dan memberi makan orang berpuasa yang sedang membutuhkan.

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Di dalam Al-Quran dan sunah disebutkan beberapa motif dan alasan mengapa orang Islam diperintahkan untuk berpuasa, mulai dari motif agar mereka bertakwa kepada Allah, agar diampuni dosa-dosanya, terhindar dari api neraka, terhindar dari perkataan dan perbuatan yang keji, nista, dan merusak (zuur), agar sehat, sebagai pembersih jasad atau badan, untuk menegakkan salah satu tiang agama, dan sebagai pencegah, pengendali, dan pengontrol nafsu makan, minum, syahwat, serta nafsu yang mendorong ke arah kejahatan lainnya.

IMNU Tegal

Meski demikian, pijakan pertama (starting point) seseorang melaksanakan puasa–terutama yang wajib–adalah sebagai manifestasi dari keimanan dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT karena sudah menyuruh hamba-Nya untuk berpuasa. Berbeda dari ibadah lainnya, puasa adalah ibadah sangat eksklusif, yaitu ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan seseorang yang bersangkutan. Keeksklusifan puasa juga ditegaskan Allah di dalam hadits Qudsi, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

IMNU Tegal

Kalau tidak dilandasi dengan keimanan, ketaatan, dan motif-motif yang jelas sebagaimana yang disebutkan di atas, seseorang akan enggan untuk berpuasa. Bahkan, mereka akan mempersoalkan puasa itu sendiri dan menganggapnya sebagai sesuatu yang menyiksa diri sendiri karena tidak boleh makan, minum, dan berhubungan badan sepanjang hari.

Puasa di dalam Islam jelas bukan untuk menyiksa diri karena larangan untuk tidak melakukan makan, minum, berhubungan badan, dan yang membatalkan lainnya hanya bersifat sementara, yaitu 12 sampai 13 jam saja, bukan sehari-semalam penuh. Mereka harus berbuka puasa ketika waktunya sudah tiba. Islam juga tidak menghendaki seseorang untuk berpuasa secara terus menerus sepanjang tahun.

Memang, ada negara-negara yang memiliki waktu siang yang lebih lama daripada waktu malamnya seperti Denmark, Swedia, Norwegia, dan Islandia (21 jam waktu siangnya saat musim panas), Rusia (20 jam disinari sinar matahari saat musim panas), Finlandia (19 jam), Inggris (18 jam), dan Kazakhztan (18 jam).

Namun demikian, ada fatwa yang menyatakan bahwa negara di mana mataharinya tidak pernah tenggelam bisa disesuaikan dengan bulan-bulan di mana durasi siang dan malamnya sama. Hal ini dicetuskan oleh Majelis Fatwa dan Riset Eropa (The European Council for Fatwa and Research). Sebuah lembaga yang bermarkas di Dublin dan dibentuk oleh Federasi Organisasi-organisasi Muslim Islam di Eropa (Federation of Islamic Organizations in Europe) pada tahun 1997.

Sejauh ini, puasa sudah banyak dikaji, dikupas, diteliti, dan dibicarakan di berbagai macam forum ilmiah yang diselenggarakan baik oleh sarjana Muslim maupun non-Muslim, baik secara lisan maupun tulisan, sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka kuasai.

Sabda Nabi Muhammad yang berbunyi “berpuasalah kamu agar kamu menjadi sehat” menjadi tesis bahwa puasa bisa menjadikan seseorang sehat. Terkait hal ini, tidak sedikit peneliti dan akademisi yang meneliti tentang puasa dan kesehatan. Di dalam tulisannya Fasting as a Way of Life, Allan Cott menyatakan bahwa puasa memiliki manfaat medis yang unik, yaitu puasa memberikan istirahat fisiologis yang berguna bagi sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan menormalkan metabolisme tubuh. Penyakit-penyakit yang menyerang perut dan tubuh bagian dalam, obatnya juga harus dari perut dan bagian dari dalam tubuh itu. R.I Scott dan M.G Lanberg juga menyatakan bahwa puasa dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon endorphin yang biasa mempengaruhi emosi, dan mengurangi aktivitas jantung.

Bahkan di dalam penelitiannya, salah seorang ahli biokimia terkemuka Uni Soviet, Vladimir N Nikitin, mengungkapkan bahwa menahan makan pada waktu-waktu tertentu seperti diet atau puasa dengan membatasi konsumsi lemak dan karbohidrat bisa memperpanjang umur binatang hingga dua kali lipat. Nikitin melakukan riset tersebut dengan menggunakan tikus-tikus sebagai bahan percobaan. Biasanya tikus-tikus itu hanya berumur dua setengah tahun, tetapi setelah ia mengatur pola makan dan minum atau mengontrol rasa lapar tikus itu dengan seksama dengan mengurangi makanannya secara periodik, maka tikus-tikus itu bisa hidup hingga empat setengah tahun.

Puasa juga diharapkan menjadi “alat” untuk berempati dan menimbulkan rasa sosial antarsesama. Dengan berpuasa, kita diajari untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kekurangan, terutama dalam hal makanan dan minuman. Bukan sekadar merasakan, tetapi kita yang mampu juga diharuskan untuk membantu mereka yang tidak mampu dengan cara memberi makanan berbuka, memberi sedekah, dan menunaikan zakat untuk mereka.

Terlepas dari itu semua, menurut saya inti puasa hanyalah dua, yaitu untuk mencapai ibadah yang bersifat individual-spiritual, bertakwa kepada Allah, dan juga untuk mencapai ibadah yang bersifat sosial-kemaslahatan, terbentuknya empati atas mereka yang tidak mampu dan terciptanya tatanan masyarakat yang sejahtera. Wallahu a‘lam bis shawab.

*) Penulis adalah Wasekjen Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat.Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Santri IMNU Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal

Cianjur, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Pemilu Kabupaten Cianjur menilai proses Pemilihan Anggota Legislatif 9 April 2014 yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Cianjur tidak berjalan mulus.

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cianjur Nilai KPUD Gagal

Ketua Umum PMII Kabupaten Cianjur Ayi Sopwanul Umam menyebutkan, pihaknya menemukan kertas suara dan Daftar Calon Tetap (DCT) yang tertukar di setiap daerah pemilihan (dapil).

“Kertas Suara yang seharusnya di dapil 1 Tertukar dengan dengan dapil 4, dapil1 dengan dapil 2. Seperti terjadi di TPS VII Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang tertukar kertas suaranya dengan dapil 2,” terangnya Sabtu, (12/4). ?

IMNU Tegal

Ia menilai KPUD Cianjur kurang mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat. Karena di lapangan masyarakat kurang memahami apa dan bagaimana proses pemilu ini, mulai arti wakil DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD, serta tata cara pencoblosan itu tersendiri.

IMNU Tegal

PMII Cianjur menyayangkan, hal seperti itu tidak seharusnya terjadi dan sudah diantisipsai dari awal dengan mempersiapkan tenaga profesional serta bertanggungjawab dalam tugasnya.

“Dengan terjadinya kasus seperti ini, PMII Kabupaten Cianjur menilai KPUD Cianjur gagal? menjalankan kinerjanya. KPUD Cianjur harus lebih serius serta cepat tanggap melihat dari pada kenyataan permasalahn seperti ini,” imbaunya.

Lebih lanjut Ayi menjelaskan, temuan itu didapat dari kader-kader PMII yang diterjunkan menjadi pemantau Pemilu pada 9 April lalu.

“Atas dasar kepedulian terhadap pesta demokrasi rakyat, PMII Cianjur menerjunkan pemantau di 32 kecamatan. Setiap kecamatan yang dipantau 5 TPS,” jelasnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Sunnah, Santri, Nusantara IMNU Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

Way Kanan, IMNU Tegal. Bupati Way Kanan Provinsi Lampung Raden Adipati Surya, di Blambangan Umpu, Ahad (21/2) menegaskan, aksi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 bertajuk Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) "Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020" merupakan gagasan cerdas.

?

"Mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dilakukan pada hari ini adalah hal positif. Jangan ada masalah, sampah banyak, menimbulkan bencana baru kita bergerak," ujar Adipati lagi.

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Sampah, Bupati Way Kanan: Jangan Telat Bergerak

Pada 21 Februari 2005, gunungan sampah dari TPA Leuwi Gajah longsor menimbun dua perkampungan warga hingga menewaskan ratusan jiwa. Semenjak bencana tersebut, 21 Februari dicetuskan sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai pengingat kondisi persampahan di Indonesia.

IMNU Tegal

"Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap kegiatan cerdas ini dilakukan kontinu, sebulan sekali, di minggu ke berapa bisa berkumpul dan bergotong royong bersama agar daerah kita menjadi bersih. Dan tentunya bisa dilakukan diseluruh kecamatan yang ada. Pemerintah tentu bisa memfasilitasi kegiatan positif semacam ini," kata Adipati yang selanjutnya membacakan Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 diikuti peserta.

Sebagai upaya menjaga lingkungan, demi generasi mendatang yang lebih baik. Masyarakat Indonesia bertekad mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.

IMNU Tegal

"Kami siap untuk bersama-sama, mengurangi, memilah, dan meletakkan sampah pada tempatnya. Lalu mengelola sampah secara bertanggung jawab. Dan aktif berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pemerintah," kata Adipati membacakan deklarasi.

Di Blambangan Umpu, aksi dilakukan di 10 titik, diikuti relawan dari Polres, Kodim 0427, KNPI, Karang Taruna, Saka Wira Kartika, Pokjawan, Pemuda Katholik, BPUN, Gusdurian, GP Ansor, Sekolah Beladiri Karate Indonesia, Radin Djambat Shooting Club, Pemuda Muhammadiyah, alumni BPUN, Banser, Pemuda Peduli Lingkungan Hidup dan ALam, Lembaga Perlindungan Anak, Pramuka SMPN 5 Balambangan Umpu dan Kantor Lingkungan Hidup dan berakhir di Monumen Ryacudu.

"Rencana relawan yang hadir 305, namun ternyata bertambah, dari SD Lembasung 20 orang, SMPN 1 Blambangan Umpu 40 orang dan dari SMKN1 Blambangan Umpu 30 orang. Ini menunjukkan animo masyarakat berbuat baik dan bermanfaat cukup tinggi," ujar Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto selaku koordinator kegiatan.

Adapun sampah berhasil dihimpun disepanjang jalan menuju titik finish sekitar 30 karung 50 kilogram yang selanjutnya diserahkan kepada institusi terkait. Setelah memungut dan memilah sampah, relawan selanjutnya membersihkan rumput-rumput di sekitar Monumen Ryacudu.

Peringatan HPSN juga dilakukan di Kampung Tanjung Serupa, Pakuan Ratu, dikuti 310 relawan dari HIPSI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah, Gusdurian, GP Ansor-Banserdan berakhir di Pondok Pesantren Al-Falakhus Saadah.

Kemudian di Negara Batin, aksi akan dilakukan di Kampung Purwa Negara, diikuti kurang lebih 50 relawan dari Pemuda Muhammadiyah dan PAC GP Ansor Kampung Purwa Negara. Lantas di Baradatu, kegiatan dikuti 150 relawan dari PGRI, Fatayat, IPNU, IPPNU dan IPSI, berkahir di Gedung PCNU.

Selanjutnya di Way Tuba, pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kampung Bukit Gemuruh, diikuti 100 relawan dari PAC GP Ansor Way Tuba, PMI, Gusdurian, pelajar dan masyarakat.

Kemudian di Banjit, kegiatan diikuti 250 relawan yang terdiri dari sejumlah pelajar dari Kampung Bali Sadhar Selatan, Bali Sadhar Utara dan Bali Sadhar Tengah, dikoordinir oleh Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah). Dan di Gunung Labuhan, aksi berlangsung di Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya.diikuti 15 orang, berakhir di Pondok Pesantren Assiddiqiyah 11. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Santri IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Penyebaran Islam Damai Sinergi dengan Agenda Kemenlu RI

Jakarta, IMNU Tegal. Menyambut kedatangan peserta International Summit of Islamic Leaders (Isomil), digelar gala dinner di Hotel Sultan Jakarta Pusat, Ahad (08/5) malam. 

Esti Andayani, Direktur Jenderal Informasi dan Publikasi Kementerian Luar atas nama Wakil Menteri Luar Negeri RI menyampaikan penghargaan atas undangan tersebut. 

Penyebaran Islam Damai Sinergi dengan Agenda Kemenlu RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyebaran Islam Damai Sinergi dengan Agenda Kemenlu RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyebaran Islam Damai Sinergi dengan Agenda Kemenlu RI

“Saya mendapat kehormatan khusus untuk menyaksikan peristiwa yang sangat penting yaitu pertemuan internasional yang bertujuan untuk menginformasikan ke seluruh dunia bahwa Indonesia begitu serius dalam upaya memerangi terorisme dan menciptakan perdamaian global,” kata Esti dalam pidato sambutan berbahasa Inggris.

Esti melanjutkan, di tempat inilah (Isomil), NU memiliki kompetensi untuk memainkan peran penting mencegah dan menangani tantangan global yaitu terorisme dan kekerasan.

IMNU Tegal

Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu), kata Esti, memiliki empat prioritas kebijakan luar negeri yang salah satunya adalah untuk meningkatkan peran Indonesia di kawasan dan forum internasional. Karena itu Kemenlu selalu mencoba mengambil inisiatif untuk memberdayakan dan meningkatkan diplomasi Indonesia, melalui satu kekuatan yaitu Islam yang moderat.

Dalam upaya itu, Indonesia terus bertindak sebagai pendorong utama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. 

Tahun lalu, Kemenlu mengadakan konferensi internasional ulama Islam. Dan sekarang terselenggara Isomil. Setiap tahun, Kemenlu menyelenggarakan dialog bilateral, regional dan multilateral antaragama secara teratur. Saat ini Indonesia juga mengambil inisiatif untuk memberantas terorisme dan ekstremisme melalui platform digital.

Esti mengatakan Kemenlu dan PBNU, menyambut para peserta pertemuan dengan keyakinan bahwa setiap peserta memiliki kontribusi bagi keberhasilan pertemuan ini. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Santri, RMI NU IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

Probolinggo, IMNU Tegal. Mustasyar PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin meminta segenap umat muslim, utamanya warga NU untuk mengerjakan segala amalan di bulan suci Ramadhan dengan khusyu. Terlebih dengan pelaksanaan sholat tarawih.

“Selama ini terkesan sholat Tarawih dikerjakan dengan cepat dan seolah-olah balapan antara tempat yang satu dengan yang lain. Hal ini tentunya dikhawatirkan akan mengurangi kekhusyuan,” katanya, Senin (6/6).

Menurut Hasan, biasanya sholat tarawih ini dilakukan dengan cepat karena ingin cepat selesai. Apalagi jika mendengar tempat sebelahnya sudah sholat witir, pasti akan tambah cepat. Terlebih jika makmumnya adalah para anak-anak muda.

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Shalat Tarawih Khusyu? Matikan Pengeras Suara!

“Setelah saya amati dengan seksama, ternyata hal itu dikarenakan adanya speker (pengeras suara). Jika tempat sebelahnya terdengar sudah witir, maka imam pastinya agak cepat baca suratnya. Solusi yang ingin saya tawarkan, saat sholat taraweh matikan dulu spekernya. Nanti nyalakan lagi setelah mau tadarus Al-Qur’an,” jelasnya.

Hasan menyampaikan bahwa sholat taraweh ini harus dilakukan dengan tuma’ninah dan khusyu. Meskipun agak cepat, tetapi imam dan makmum tidak boleh melupakan tuma’ninah. “Terkadang saat imam selesai baca Al-Fatihah makmum menjawab Amin dengan keras seperti dibentak,” terangnya.?

IMNU Tegal

Oleh karena itu Hasan meminta kepada segenap imam masjid dan mushola untuk memberikan proses pembelajaran kepada anak muda bagaimana menunaikan sholat dengan khusyu. “Marilah berikan contoh yang baik bagi anak muda,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasan mengharapkan agar umat muslim, terutama di Kabupaten Probolinggo bisa mengisi bulan suci Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan ibadah. “Inilah bulan suci yang penuh dengan berkah dan ampunan. Semoga kita mampu mengisi bulan penuh rahmat ini dengan sebaik-baiknya dan kembali fitrah saat hari raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Olahraga, Santri IMNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Kendal, IMNU Tegal. Pengurus Cabang NU Kendal melantik Pengurus Lembaga dan Lajnah di tingkat Cabang. Pelantikan perangkat organisasi NU tersebut dilakukan bersamaan pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang digelar di Pesantren Nurul Qur’an, Sukolilan Patebon Kendal, Rabu malam (14-/11).

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial ? dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal KHM Mustamsikin, Ketua PW NU Jateng H Muhammad Adnan, Segenap Badan Otonom dan pengurus MWC NU se Kab . Kendal. Tampak hadir beberapa pengurus partai di tingkat Kabupaten Kendal.

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Lantik Lembaga dan Lajnah

Dalam sambutaannya ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial mengatakan pelantikan Lembaga dan Lajnah ditingkat cabang mendesak untuk segera dilaksanakan agar mereka bisa segera bekerja, mengingat beberapa pekerjaan sudah menanti.?

IMNU Tegal

Dijelaskan, usai Konfercab NU beberapa waktu lalu pengurus PCNU yang ? baru telah menerima wakaf sebidang tanah. Kalau lembaga dan lajnah tidak segera dibentuk dan dilantik dikuatirkan tidak segera ada yag mengurus.

Oleh karenanya ia meminta pengurus Lembaga dan Lajnah yang baru saja dilantik untuk segera bekerja dengan riil tidak sekedar namanya tercantum dalam struktur pengurus.

IMNU Tegal

”Jangan sampai pengurus NU, Lembaga maupun Lajnah hanya numpang nama tanpa ada kerja nyata,” pintanya.

Untuk menghidupkan Lembaga, Lajnah maupun Banom NU pihaknya mengaku akan mengadakan rapat koordinasi rutin tiap tiga bulan sekali. Dalam penilaiannya selama ini yang rutin mengadakan kegiatan setiap tiga bulan sekali baru lembaga Bahtsul Masail.

Lebih lanjut, Kiai Danial yang juga aktif menulis buku itu berkeinginan ada subsidi silang diantara lembaga dan lajnah ditingkat cabang. Lembaga dan Lajnah yang punya banyak dana harus bisa mensubsidi yang lain agar semua lembaga dan lajnah bisa sama-sama mengadakan kegiatan.

“Lembaga dan Lajnah yang ada harus bisa sama-sama hidup dan mengadakan kegiatan karena hakekatnya mereka ? punya tujuan yang sama yaitu menegakkan ahlussunah wal jama’ah dan Nahdlatul Ulama” tegasnya.

Muskercab dan Pelatikan Lembaga dan Lajnah yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan tahun baru 1434 H tersebut disamping menjabarkan pokok-pokok program kerja hasil Konfercab beberapa waktu lalu juga akan menggodok sejumlah rekomendasi serta bahtsul masail diniyah.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Jombang, IMNU Tegal. Hingga kini, Jombang setidaknya telah memiliki tiga nama yang telah mendapat gelar pahlawan nasional. Yakni KH M Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Abdul Wahid Hasyim. Namun sayang, tidak semua disebut dalam buku sejarah di sekolah.

"Sudah seharusnya, para pahlawan nasional asal Jombang ini masuk dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelajaran sejarah," kata Nyono Suharli Wihandoko, pada kegiatan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, Kamis (10/11). Karenanya, Bupati Jombang tersebut akan mengajak kalangan DPRD untuk membahas hal ini, lanjutnya.?

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Ikhtiar tersebut akan dilakukan karena kalau berhasil dimasukkan pada kurikulum, nantinya menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa. "Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, kita akan mengusulkan ke pusat nantinya, sehingga sejarah perjuangan ulama bisa diketahui generasi bangsa," tandas Nyono, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Nyai Hj Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto serta Dandim 0814, Letkol Arh Fathurrahman. Kegiatan sebagai rangkaian hari pahlawan.

IMNU Tegal

Sebelumnya, bupati, wabup dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah atau Forpimda Jombang melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan, jalan Kusuma Bangsa, termasuk ? berdoa di makam bupati pertama RA Soero Adiningrat.?

Tabur bunga dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Santri, Internasional IMNU Tegal

IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan

Dr. Djamhur Effendi, DEA

Staf Litbang Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pusat

Bulan, adalah tetangga terdekat Bumi di ruang angkasa sekaligus merupakan satu-satunya satelit Bumi. Dia berputar mengelilingi Bumi sekali dalam sebulan, yang sering disebut dengan berbagai ungkapan seperti:

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekelumit Penanggalan Komariah dan Gerhana Bulan

• satu lunasi

• satu siklus fasa Bulan

• satu perioda revolusi sinodik

• satu perioda ru’ju bulan baru ke bulan baru berikutnya

IMNU Tegal

yaitu 29 hari 12 jam 44 menit 2,8 detik atau 29.530588 hari. Namun, lamanya satu bulan (sinodik) sebenarnya bervariasi, dari 29.26 hari sampai 29.80 hari. Hal itu disebabkan sebagai akibat dari gangguan (perturbasi) Matahari terhadap orbit Bulan.

Matahari mempunyai diameter sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter Bulan, sedangkan jarak Bumi-Matahari 400 kali lebih jauh daripada jarak Bumi-Bulan. Sehingga penampakan Bulan dan Matahari dari Bumi hampir sama besar, yaitu sekitar setengah derajat.

Kondisi itu juga menyebabkan gerhana Bulan Total – yaitu ketika Bulan seluruhnya berada di dalam daerah umbra Bumi – bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit, sedangkan gerhana Matahari Total – yaitu ketika bundaran Matahari di langit terhalang oleh Bulan, dilihat oleh pengamat dari Bumi yang berada di jalur yang tersapu umbra Bulan – paling lama hanya berlangsung sekitar 7 menit.

IMNU Tegal

Kedudukan bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi membentuk sudut 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari (bidang ekliptika). Atau sering dikatakan pula bidang orbit Bulan mempunyai inklinasi 5 derajat dari bidang ekliptika. Hal inilah yang menyebabkan tidak terjadinya gerhana Bulan maupun gerhana Matahari setiap bulan.

Saat konjungsi/ijtima adalah saat Bulan berada diantara Matahari-Bumi, dimana wajah Bulan menjadi tidak nampak dari Bumi. Para astronom menyebut ijtima atau konjungsi itu sebagai ’New Moon’ (Bulan baru) atau disebut juga ’Bulan mati’ karena wajahnya tidak tampak. Dengan kata lain, konjungsi Bulan terjadi saat bulan baru.

Konjungsi suatu objek benda langit – dalam hal ini adalah Bulan dengan Matahari - , seperti yang terlihat dari Bumi, terjadi jika perbedaan lintang (elongasi) dengan Matahari berharga nol. Konjungsi Bulan ini menjadi acuan untuk menentukan awal bulan dalam sistem penanggalan Komariah/Hijriah.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa kriteria astronomi yang dipakai untuk menentukan awal bulan (’New Month’) bukan hanya fenomena Bulan muda (’New Moon’), namun – seperti halnya sejak zaman kuno Babilonia, juga zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, bahkan hingga saat ini – kriteria yang digunakan lebih berdasarkan pada keterlihatan (’visibility’) Bulan-sabit baru atau anak Bulan (hilal) daripada berdasarkan konjungsi itu sendiri.

*) Istilah-istilah musytarok / sinonim:

Konjungsi = ijtima

New Moon = Bulan baru = Bulan mati

Fasa-Fasa Bulan

Perubahan penampakan wajah Bulan, seperti yang terlihat dari Bumi, adalah sebagai akibat posisi relatif Bulan terhadap Bumi dan Matahari.

Wajah Bulan nampak berbeda dari waktu ke waktu yang masing-masing disebut fasa. Fasa-fasa tersebut mengikuti pola bentuk yang sama setiap empat minggu. Perlahan bergeser, fenomena keteraturan penampakan fasa Bulan berputar dari:

• Bulan mati (’New Moon’) saat ijtima

• Sabit muda (minggu pertama)

• Setengah lingkaran (’first quarter’, sudah melalui ¼ perjalanan Bulan)

• Gibbous (minggu ke-dua)

• Purnama (’Full Moon’)

• Gibbous (minggu ke-tiga)

• Setengah lingkaran (’Last Quarter’, tinggal ¼ perjalanan Bulan yang harus ditempuh)

• Sabit tua

• Bulan mati (’New Moon’) ijtima kembali.

Wajah Bulan terlihat senantiasa menampilkan wajah muka yang sama – seakan permukaan yang sama – terkunci menghadap Bumi. Hal ini akibat perioda rotasi Bulan sama dengan perioda revolusi sideris-nya.

Catatan:

- perioda sideris adalah kala waktu revolusi benda langit dengan menggunakan bintang sebagai titik acuan.

- perioda sinodis adalah kala waktu revolusi benda langit dengan menggunakan Matahari sebagai titik acuan.

Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Shaumlah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah kalian karena melihatnya pula. Jika hilal tertutup awan, maka sempurnakanlah 30 hari.” (HR. Bukhari: Shahih)

Gerhana Bulan 2007

Setiap tahun terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari, di mana jumlah dan jenis fenomena gerhananya bervariasi. Jumlah maksimum gerhana Bulan plus gerhana Matahari dalam setahun adalah 7 kali gerhana, yang terdiri dari 3 kali gerhana Bulan dan 4 kali gerhana Matahari, atau 2 kali gerhana Bulan dan 5 kali gerhana Matahari.

Tidak semua fenomena gerhana dalam setahun bisa diamati dari salah satu titik atau tempat di permukaan bumi. Pada tahun 2007 ini, terjadi 4 kali gerhana, yang terdiri dari 2 kali gerhana Bulan total dan dua kali gerhana Matahari sebagian (parsial).

Dua gerhana Bulan total dapat disaksikan dari wilayah Indonesia, dan dua gerhana Matahari sebagian tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Jadi, kita yang berdomisili di Indonesia, mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengamati dua kali gerhana Bulan total pada tahun 2007 ini.

1. Gerhana Bulan total pada tanggal 4 Maret 2007 (pertengahan bulan Safar 1428 H) yang kesempatannya telah terlewat.

2. Gerhana Bulan total yang akan terjadi pada hari Selasa, minggu depan, tanggal 28 Agustus 2007 yang bertepatan dengan tanggal 15 Sya’ban 1428 H.

Pada musim gerhana kedua ini, kedudukan Bulan berada di arah rasi Aquarius dan Matahari di arah rasi Leo. Gerhana Bulan ini bisa disaksikan oleh pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada sore hari, Bulan akan terbit dalam keadaan gerhana.

Jadwal gerhana Bulan total adalah sebagai berikut:

Bulan memasuki Penumbra atau momen gerhana Penumbra dimulai pada hari selasa, tanggal 28 Agustus 2007 pukul 14:52 WIB. Sekitar 59 menit kemudian, Bulan memasuki Umbra, atau momen gerhana Bulan-sebagian, dimulai pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 15:51 WIB. Sekitar 61 menit kemudian, gerhana Bulan total (GBT) dimulai, di mana seluruh Bulan memasuki Umbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 16:52 WIB. Setelah sekitar 1 jam 31 menit berada pada momen gerhana Bulan total, sebagian Bulan memasuki Penumbra Bumi pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 18:23 WIB. Dan seluruh Bulan akan meninggalkan Umbra Bumi, atau gerhana Umbra Bulan berakhir, pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 19:24 WIB. Gerhana Bulan sebagian (GBP) akan berakhir saat seluruh Bulan meninggalkan Penumbra pada tanggal 28 Agustus 2007 pukul 20:22 WIB.

Bagi kita, yang tinggal di Indonesia, untuk dapat mengamati gerhana Bulan 28 Agustus 2007 ini, carilah lokasi yang cukup lapang kira-kira dua puluh derajat di selatan titik lokasi Matahari terbit (kalau kita menghadap ke arah matahari terbit (timur) maka arah tangan kanan kita adalah arah selatan), di daerah yang cukup lapang yang tidak terhalang bangunan atau pepohonan agar dapat menyaksikan gerhana Bulan sejak dari Bulan terbit.

Secara umum, kita di Indonesia tidak bisa menyaksikan keseluruhan momen rangkaian gerhana Bulan total 28 Agustus 2007 ini. Momen gerhana tersebut dapat disaksikan di Indonesia, di mana Bulan terbit dalam keadaan gerhana.

Di Mataram, Bulan terbit sekitar 26 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Surabaya, Bulan terbit sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Yogyakarta, Bulan terbit sekitar 11 menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB. Momen-momen akhir gerhana 28 Agustus 2007 ini, bisa disaksikan dari Yogyakarta.

Di Bandung, Bulan terbit sekitar 10 menit setelah pertengahan gerhana Bulan total dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Jakarta, Bulan terbit sekitar nol menit sebelum pertengahan gerhana Bulan total yang dimulai pada pukul 17:37 WIB.

Di Medan, Bulan terbit sekitar pukul 18:32 WIB. Sedangkan, momen gerhana Bulan total berakhir pukul 18:23 WIB. Dan gerhana Bulan parsial akan berakhir pada pukul 19:24 WIB. Jadi, kesempatannya kurang menguntungkan, dibandingkan kota yang lebih timur, seperti Yogyakarta dan Mataram.

Di Banda Aceh, Bulan terbit sekitar pukul 18:46 WIB. Sedangkan, momen gerhana Bulan total berakhir pukul 18:23 WIB. Dan gerhana Bulan parsial akan berakhir pada pukul 19:24 WIB. Jadi, kesempatannya juga kurang menguntungkan, dibandingkan kota yang lebih timur.

Manfaatkan kesempatan momen gerhana Bulan total 28 Agustus 2007 ini, untuk pendidikan anak mempelajari sains tentang gerhana, fenomena alam menakjubkan yang memuat tantangan intelektualitas manusia yang memikirkannya.

Allah ’azza wa jalla berfirman dalam surat Al-Furqon (Surat 25) ayat 45 dan 46:

Apakah kamu tidak memperhatikan (ciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang, dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikannya tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan Matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu. Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami dengan tarikan yang pelan-pelan.”

Wallahu ’alamu bimurodihi...



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Olahraga IMNU Tegal

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional?

Jombang, IMNU Tegal. Pemerintah bakal segera menganugerahkan gelar pahlawan Nasional untuk presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid yang juga mantan ketua PBNU. Hal ini disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indarparawansah usai melakukan peletakan batu pertamapembangunan rehabilitasi sarana Taman Makam Nasional di Komplek Tebuireng, Ahad (5/4).

Pada kunjungannya kemarin kementrian sosial juga memberikan bantuan rehabilitasi Sarana makam Pahlawan nasional sebesar Rp 135 juta. Bantauan itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan sarana Makam Pahlawan Nasional Tebuireng.

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional? (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus, Gus Dur Ditetapkan Pahlawan Nasional?

Dikatakan Mensos, bahwa gelar pahlawan untuk presiden RI ke 4 KH Abdurrahman Wahid paling lambat Agustus mendatang. " Sebenarnya untuk Gus Dur ini tahun lalu sudah bisa, karena proses pencalonan beliau sudah selesai di TP2GP, kini proses pengajuan ke Dewan Gelar Pahlawanan Nasional, paling akhir Agustus ini," ujar Khofifah mengatakan.

IMNU Tegal

Khofiah menjelaskan bahwa Kementrian Sosial adalah penanggung jawab pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) hanya satu di Jakarta, kemudaian Taman Makam pahlawan diberbagai daerah dan makam pahlawan Nasional. Di Tebuireng Jombang ini ada dua pahlawan nasional dimakamkan, yakni KH Hasyim Asari dan KH Wahid Hasyim." Kalau di TMPNU ada 23 pahlawan dari 163 pahlawan nasional yang ada," ujarnya seraya mengatakan lainnya tersebar di berbagai daerah.

IMNU Tegal

Menurut Khofifah, pada proses pencalonan pahlawan nasional untuk Gus Dur dikatakannya telah selesai di Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Pahlawan (TP2GP) pusat dan selanjutnya dikatakannya Kementrian Sosial akan melanjutkan kepada Dewan gelar Pahlawan nasional yang diketauai oleh Menko Polhukam.

"Sebenarnya tahun lalu sudah bisa, karena kalau Gus Dur sudah selesai di TP2GP, kini proses pengajuan ke Dewan Kepahlawanan," tandas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua PP Muslimat NU ini.

Kapan kepastian penganugerahan gelar pahlawan Gus Dur selesai? Khofifah menjanjikan bahwa untuk Gus Dur paling prosesnya akan segera diserahkan pada Agustus mendatang." Kalau sudah selesai di Dewan Kepahlawan Nasional akan diserahkan Presiden, dan biasanya penganugerahan pahlawan diberikan sebelum tanggal 10 Nopember," ujarnya mengatakan.

Sementara itu Direktur Kepahlawanan, Perintisan dan kesetiakawanan sosial, Andik Hanindito menambahkan bahwa untuk tahun ini usulan gelar pahlawan sudah masuk 6 orang. Bersamaan dengan Gus Dur ada nama jendra (purn) Sarwo Edi Wibowo.

"Soal waktu itu tergantung kelengkapan data yang disampaikan pengusul atau TP2GP dari daerah. Biasanya yang data yang kurang itu adalah bukti otentiknya riwayat perjuangan karena hal itu aka nada uji dan keabsahan," tandasnya. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU, Santri IMNU Tegal

Kamis, 16 November 2017

Jangan Sembarangan Pakai Nama NU

Jakarta, IMNU Tegal. Nama NU tampaknya cukup sakti dan bikin PD sehingga banyak institusi di luar lembaga resmi NU yang seringkali menambahi embel-embel NU sebagai bagian dari nama yang mereka miliki.

Ketua PBNU H. Ahmad Bagdja berharap agar penggunaan nama NU diluar perangkat resmi organisasi NU ini diatur dalam aturan organisasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari “Kita harus menjaga nama baik NU, jangan sampai nama ini digunakan untuk hal-hal yang tidak baik yang akhirnya berdampak negatif bagi NU,” tandasnya kepada IMNU Tegal, Rabu

Menurutnya, penambahan embel-embel NU oleh institusi lain tersebut mencerminkan perasaan kurang percaya diri dari organisasi tersebut seolah-olah kalau tidak memakai nama NU tidak memiliki kemampuan, legitimasi dan pengakuan dari masyarakat. “Makanya kita jaga NU dengan tidak menggunakan nama NU sembarangan,” tuturnya.

Jangan Sembarangan Pakai Nama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Sembarangan Pakai Nama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Sembarangan Pakai Nama NU

Meskipun demikian, sampai saat ini NU masih berbesar hati bahwa banyak orang berhak memperoleh barokah dari nama NU. PBNU tidak melakukan protes meskipun banyak orang menamakan dirinya NU walaupun yang menggunakan itu belum tentu NU.

“Ke depan, organisasi harus ditata agar lebih sehat dengan menjalankan disiplin organisasi. Bagaimana caranya, dengan memberikan sanksi bagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” tegasnya.

IMNU Tegal

Ditambahkannya bahwa penggunaan simbol-simbol NU harus menggunakan standar seperti yang ditentukan AD/ART tentang tata letak, warna, ukuran dan lainnya. Dilaporkan salah satu cabang NU di wilayah Jawa Barat menggunakan warna hitam putih. “Ini tidak boleh, harus sesuai aturan,”katanya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Santri, Kyai, Pendidikan IMNU Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

Solo, IMNU Tegal. Duet KH Shofwan Fauzi-Ahamd Helmi Sakdillah kembali memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keduanya terpilih secara aklamasi, setelah sebelumnya menggunakan cara musyawarah mufakat, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke XIV, yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (25/12).

Saat ditemui IMNU Tegal, Helmi mengatakan dalam kepemimpinannya untuk periode 2013-2018 nanti, akan tetap mengutamakan pengaaderan.

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

“Persoalan kaderisasi tetap menjadi prioritas kami. Harapannya kita dapat menggiatkan NU mulai dari ranting sampai tingkat cabang,” terangnya, Kamis (26/12).

IMNU Tegal

Ketua Tanfidziyah NU Solo tersebut, menjelaskan NU akan besar apabila didukung semua pihak. Salah satunya yakni dari para generasi muda. “Kini banyak dari generasi muda, yang sudah mulai nampak kiprahnya di NU Solo,” ungkapnya.

Selain masalah pengkaderan, Helmi juga akan menggarap pemberdayaan ekonomi warganya. “PCNU mendukung melalui MWC (Majelis Wakil Cabang) dan Banom (badan otonom), untuk membuat koperasi yang dapat mensejahterakan warga,” papar penasihat MUI Solo tersebut.

IMNU Tegal

Harapannya ke depan dengan kolaborasi antara program yang lama dan baru, dapat membuat NU Solo lebih baik. “Semoga bisa membawa lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, Santri IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock