Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Jakarta, IMNU Tegal. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam bidang kewirausahaan. Penantanganan nota kesepahaman kerja sama tersebut dilakukan Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/3).

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, Muslimat NU telah melakukan dakwah di masyarakat, termasuk dakwah dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi. "Usaha dakwah muslimat NU melalui mal (ekonomi) sudah melalui jalan yang panjang," katanya.

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-Kemenko Perekonomian Jalin Kerja Sama Kewirausahaan

Muslimat, kata Khofifah, punya banyak Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai daerah. Hinga kini, telah banyak masyarakat yang merasakan sentuhan pendidikan life skill dari Muslimat. "Itu adalah bagian dari jihad Muslimat NU membangun ekonomi masyarakat," katanya.

IMNU Tegal

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini merasa senang bisa menjalin kerja sama dengan Menko Perekonomian. "Alhamdulillah, hari ini Allah memberi tambahan solusi dari Pak Hatta sebagai Menko Perekonomian," katanya.

IMNU Tegal

Sementara itu, Hatta Radjasa mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) ini, pelatihan wirausaha akan segera dilakukan dalam beberapa paket. "Jangan sampai hanya berhenti setelah MoU ini saja. Itu tanggung jawab kita bagaimana bisa menjalankannya," katanya.

Usai penandatanganan MoU Hatta Radjasa sempat berdialog dengan perwakilan Pengurus Wilayah NU dari seluruh Indonesia. Mereka tampak antusias menjalankan isi MoU yang berisi tentang pelatihan dan modal wirausaha yang akan dilakukan di banyak daerah. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Habib, AlaSantri, Hadits IMNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang

Brebes, IMNU Tegal. Kepulangan jamaah haji Indonesia asal Brebes ternyata tidak lengkap, karena salah satu jamaah meninggal dunia. Satu orang lagi tertinggal dan lima orang pulang cepat. 

Namun pada intinya, semua proses perjalanan haji dari Kabupaten Brebes berjalan lancar dan sukses. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi penyelenggara haji dan umrah (garahaju) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab Brebes H Moh Aqso. 

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Satu Jamaah Haji Brebes Tidak Pulang

“Alhamdulillah, semalam pukul 22.00 jamaah kita sudah sampai di Islamic Center dan dijemput masing-masing keluarga,” terang di kantornya, Rabu (28/11).

IMNU Tegal

Lebih jauh Aqso menerangkan, jamaah yang meninggal dunia bernama Khodijah bin Maksudi (72) warga Slatri Rt 4 Rw I, Kec Larangan Brebes. Dia meninggal pada tanggal 12 Nopember lalu di Mekkah Arab Saudi karena sakit pada pukul 10.30 waktu setempat. 

IMNU Tegal

Sementara yang pulang cepat akibat sakit Khudori Sudaryo Carsiyem dan Ruisah Wastap Asy’ari keduanya warga Tegalglagah Rt 05/09 bulakamba Brebes, Darwen (Bantarkawung), Kartem (Paguyangan) dan Sofi suami dari Khodijah.

Sedangkkan seorang lagi Muslihah Ahmad tidak bisa pulang bersama-sama dengan kloter Brebes karena masih terbaring sakit di RS Hira Mekkah. “Mereka yang pulang cepat, sudah memenuhi rukun haji, tapi karena kondisinya tidak memungkinkan maka dipulangkan bersama kloter sebelumnya,” bebernya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Tokoh, Pendidikan, AlaSantri IMNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Kekurangan 21.000 Guru, Agama Islam di Sekolah Rawan Diajar Bukan Ahlinya

Jakarta, IMNU Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini dihadapkan pada problem fundamental berupa kekurangan guru agama. Menurunya, kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif.?

“Data kita, kira-kira sekitar 21.000 kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujarnya di Jakarta, Senin (3/7).?

Kekurangan 21.000 Guru, Agama Islam di Sekolah Rawan Diajar Bukan Ahlinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekurangan 21.000 Guru, Agama Islam di Sekolah Rawan Diajar Bukan Ahlinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekurangan 21.000 Guru, Agama Islam di Sekolah Rawan Diajar Bukan Ahlinya

Kamaruddin menilai hal itu menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran.?

“Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar. Karena pemahaman keagamaannya sangat tanggung,” terangnya.

“Saya sering mengumpamakan, kalau yang mendesain bangunan bukan arsitek, mungkin saja akan jadi, tapi bangunan itu bisa roboh. Begitu juga agama, kalau bukan ahlinya, pasti akan fatal, generasi menjadi korbannya,” sambungnya.

IMNU Tegal

Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif.?

“Kalau saat ini kekurangan 21.000 guru agama, maka kira-kira kasaranya ada sekitar 20.000 sekolah yang tidak punya guru agama. Itu kan massif dan itu sangat fundamental. Kalau itu tidak diatasi, maka kita tidak bisa berbicara banyak,” jelasnya.

“Solusinya diangkat guru. Menag sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud, Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan ini dulu,” tutur Kamaruddin.?

IMNU Tegal

Menurut Guru besar UIN Alauddin Makassar ini, ? Pemda harus mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya. ?

Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.

“Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan ? sarjana nonagama,” tandasnya. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri IMNU Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan

Jakarta, IMNU Tegal. Inisiator Islam Nusantara Center Jazilul Fawaidz mengingatkan tentang peristiwa 72 tahun lalu, di mana para sesepuh Nahdlatul Ulama dan KH Hasyim Asy’ari? mengobarkan semangat di medan pertempuran dalam menghadapi dan mengusir penjajah dari Indonesia.

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh Indonesia adalah Keterbelakangan, Kebodohan, dan Ketidakdilan

Demikian disampaikan Inisiator Islam Nusantara Center Jazilul Fawaid pada acara “Santri of The Year 2017” di gedung Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Ahad (22/10).

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur ini pun meminta kepada para santri agar semangat para sesepuh NU terus dibawa dalam wujud mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya dan prestasi.

“Oleh karena itu, nominator ini mewakili kita semua untuk membangun, untuk mengisi, untuk memberikan prestasi-prestasi terbaik para santri ini mengisi kemerdekaan ini,” jelas pria juga menjadi anggota DPR 2014-2019 ini.

Meskipun begitu, ia mengaku, pada saat ini Indonesia masih punya musuh yang besar, yang menjalar diberbagai aspek kehidupan.

IMNU Tegal

“Musuh kita keterbelakangan, musuh kita kebodohan, musuh kita adalah hal-hal yang menindas, kezaliman, ketidakadilan yang ada di Jakarta maupun di Indonesia pada saat orang tua kita sudah memerdekakan kita semua,” terangnya.

Hadir pada acara penghargaan ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HA. Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia Muhammad Nasir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Abd. A’la, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Jombang, IMNU Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Santunan diberikan bersamaan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan yang digelar dihalaman Kantor Telekom Jombang.

"Alhamdulillah, bulan puasa ini kita memberikan santunan untuk 100 anak yatim, mereka berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Kecamatan Diwek, Peterongan, Jombang Kota, Jogoroto, Perak, dan Bandar Kedungmulyo," kata Ketua LAZISNU Jombang, Didin Achmad Sholahudin, Jumat (24/6).

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Didin mengatakan, selama Ramadhan, pihaknya juga membagikan bantuan Al-Quran, bantuan untuk Musholla dan juga membagikan mukena di beberapa Musholla dan masjid yang menjadi tujuan istirahat para pemudik nanti. "LAZISNU menyebar mukena dan juga 1000 Al-Quran untuk masjid dan musholla," imbuhnya.

Dalam kegiatan Ramadhan, LAZISNU lanjutnya telah berhasil menjual kupon kepada jamaah NU dan kaum muslim. Setiap kupon di hargai Rp 20 ribu. "Hasil penjualan kupon amal infak dan shadaqoh dibagikan untuk fakir miskin, TPQ, para Hufadz dan juga membantu musholla untuk perbaikan tempat wudlu," tandas Didin.

Sementara itu, dalam kegiatan santuanan dan buka bersama 100 anak yatim, LAZISNU bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Sebelum berbuka puasa bersama, para anak yatim itu diberikan santunan satu per satu ditas panggung. Didampingi pengurus Lazisnu, anak-anak menerima santunan tersebut dari PT Telkom Indonesia.?

IMNU Tegal

Usai menerima santunan, para yatim itu mendengarkan siraman rohani yang disampaikan KH Ali Muhajir dari Tebuireng. Terakhir, mereka kemudian berbuka puasa bersama.

Sementara itu, Arya Satriananta, General Manager PT Telkom Wilayah Sidoarjo menyatakan, kegiatan ini rutin diadakan pihaknya setiap tahun. "Selain memberikan santunan kepada anak yatim, kita juga memberikan bantuan ke empat tempat ibadah. Dana tersebut didapatkan dari hasil pasar murah yang sudah kita gelar sebelumnya," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Budaya, AlaSantri IMNU Tegal

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Jember, IMNU Tegal



Kitab kuning mempunyai kontribusi penting dalam merekonstruksi tumbuh kembangnya Islam yang ramah. Di dalam kitab kuninglah Islam yang rahmatal lil alamin dijabarkan secara detail yang kemudian dalam konteks keindonesiaan dikenal dengan ? istilah ? Islam Nusantara. Karena itu, para santri dan pemuda Nahdlatul Ulama diimbau untuk tidak bosan-bosannya belajar membaca dan memahami isi kitab kuning.?

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember H. Miftahul Ulum di hadapan peserta Musabaqah Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4).

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Menurut Cak Ulum, sapaan akrabnya, kitab kuning merupakan salah satu landasan penting cara berpikir para ulama NU dalam memahami Islam secara konprehensif.?

"Kitab kuning adalah kitab yang menjadi materi pokok di pondok pesantren sejak dulu. Dan kitab kuning itulah yang menjadi konstruksi berpikir para ulama seperti Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Asad Syamsul Arifin dan sebagainya," ucap Cak Ulum.

IMNU Tegal

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, ulama Indonesia juga banyak yang mempunyai karya kitab kuning, yang itu melengkapi referensi khazanah keislaman Nusantara.?

Dikatakannya, Islam Nusantara menjadi terasa kian penting disaat gerakan liberalisme dan radikalisme semakin massif menyusup dalam kehidupan masyarakat.?

Islam Nusantara, katanya, adalah Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan bangsa Indonesia, dan pada saat yang sama juga "memusuhi" liberalisme.?

IMNU Tegal

"Radikalisme itu sangat berbahaya. Liberalisme juga tidak bagus. Karenanya, santri dan pemuda NU harus belajar ktiab kuning untuk menangkal dua pemikiran tersebut," jelasnya.

Musabaqah Kitab Kuning itu diikuti ratusan santri putra dan putri dari berbagai pondok pesantren ? se-Kabupaten Jember. Sejumlah pengurus PCNU Jember dan para kiai juga tampak hadir di perhelatan tersebut.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, AlaSantri, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

GP Ansor Diimbau Rumuskan Target yang Jelas dan Terukur

Pekalongan, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan? Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan diminta merumuskan target yang jelas dan terukur di dalam menjalankan organisasinya. Demikian disampaikan H Ikhwanudin, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah dalam momen Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Ahad (24/7).

GP Ansor Diimbau Rumuskan Target yang Jelas dan Terukur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Diimbau Rumuskan Target yang Jelas dan Terukur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Diimbau Rumuskan Target yang Jelas dan Terukur

Menurut Ikhwan, target ini penting ditetapkan di awal kepengurusan PC GP Ansor sebagai landasan untuk menilai dan membandingkan keberhasilan kerja organisasi dalam satu periode kepengurusan.

Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan ini berlangsung pada tanggal 22-24 Juli 2016 bertempat di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan.

IMNU Tegal

Menurut ketua panitia, M. Isbiq Syattho, pelatihan ini mengusung tema "Mewujudkan Kader Profesional dengan Menguatkan Komitmen Kaderisasi dan Kemandirian Ekonomi".? Selama 3 hari 3 malam peserta sejumlah 60 orang yang merupakan calon Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan masa khidmah 2016-2020 digembleng tim instruktur dari PW GP Ansor Jawa Tengah.

Sementara itu, M. Azmi Fahmi selaku ketua PC GP Ansor Pekalongan menyatakan bahwa PKL ini memiliki nilai strategis bagi ansor. Menurutnya, PKL lebih dari sekadar memenuhi ketentuan organisasi. Yang jauh lebih penting adalah menyamakan dan menyatukan persepsi segenap pengurus di tingkat cabang akan visi, misi, tujuan dan program organisasi sehingga arah dan gerak organisasi dapat berjalan sesuai rel dan mencapai target yang diharapkan.

IMNU Tegal

Azmi menambahkan bahwa PKL juga menjadi momen peningkatan kapasitas kader ansor sebagai modal untuk berkhidmah sehingga memiliki komitmen yang kuat, mampu berkontribusi dan memberikan solusi baik untuk organisasi maupun masyarakat. “Hal ini mengingat tantangan organisasi semakin besar. Kader Ansor dituntut untuk mampu menjawab tantangan jaman dan harapan masyarakat luas,” ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Radio Dakwah Islam Nusantara Hadir di Pekalongan

Pekalongan, IMNU Tegal. Ramainya pembicaraan Islam Nusantara antara pro dan yang kontra yang digagas oleh PBNU telah menjadi perhatian masyarakat nasional dan internasional hingga saat ini. Untuk menyosialisasikan gagasan Islam Nusantara, kini telah hadir di Kota Santri Pekalongan radio baru dengan format siaran radio dakwah Islam Nusantara.

Kehadiran radio ini akan melengkapi 45 radio dakwah di bawah Jaringan Radio Nusantara (JRN) yang telah eksis terlebih dahulu yang tersebar di beberapa kota di Jawa Tengah.

Radio Dakwah Islam Nusantara Hadir di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Dakwah Islam Nusantara Hadir di Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Dakwah Islam Nusantara Hadir di Pekalongan

Radio Dakwah Islam Nusantara dengan nama Goffa FM yang berposisi di frekuensi 90.8 MHz berada di kawasan Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang akan resmi mengudara pada 1 September 2015 mendatang.

IMNU Tegal

Direktur Radio Goffa FM H Farkhi kepada IMNU Tegal mengatakan, pilihan dakwah Islam Nusantara sebagai tagline Radio Goffa FM merupakan bentuk respon atas upaya Nahdlatul Ulama untuk membumikan Islam yang ramah dengan tetap memperhatikan dan melestarikan budaya lokal.

IMNU Tegal

"Saya berharap Goffa FM bisa menjadi tempat untuk mendakwahkan Islam Nusantara khususnya di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Pasalnya, masyarakat Pekalongan merupakan pangsa pendengar radio yang sangat potensial," ujarnya.

Dikatakan Farkhi, untuk memenuhi harapan masyarakat di kota santri, dirinya telah menyiapkan program-program unggulan antara lain ngaji kitab hikam, tausiyah kiai, tadarus al-Quran dan beberapa insert dan tips Islami untuk memperkaya wawasan Islam rahmatan lil ‘alamin.

Beberapa program kajian juga telah dipersiapkan, yakni dialog Aswaja, dialog ke-NU-an, santri bertanya kiai menjawab, dan lain lain. 

Dirinya yakin program-program yang telah dipersiapkan oleh tim khusus akan mampu mendukung program NU dalam membumikan Islam Nusantara khususnya di wilayah Pekalongan, dimana tema Islam Nusantara ini juga menjadi tema utama di Muktamar Ke-33 NU, di Jombang Jawa Timur kemarin.

Bahkan untuk merealisasikan program siaran, pihaknya sudah merekrut tenaga ahli dalam pengelolaan program sesuai dengan misinya yang berasal dari mahasiswa dan alumni STAIN Pekalongan. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri, Ubudiyah, Fragmen IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Jihad dan Tawuran

Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari ? parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.

Perang di jalan Allah disebut jihad. Maksudnya perang akan disebut jihad sejauh praktik perang itu dimaksudkan untuk menegakkan agama Allah sebagai syiar. Perang seperti ini sangat dibutuhkan. Agama menganjurkan jihad. Karena, jihad merupakan ibadah.

Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad dan Tawuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad dan Tawuran

Hanya saja seseorang yang maju ke medan perang memiliki pelbagai motif. Ada yang maju karena berani, jaga harga diri, atau karena riya. Lalu siapa di antara mereka yang masuk dalam kategori mujahid?

Ketika ditanya demikian, Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya seperti di bawah ini,

IMNU Tegal

Ù…Ù? قاتل لتكوÙ? كلمة الله Ù‡Ù? العلÙ? ا فهو فÙ? سبÙ? Ù„ الله

IMNU Tegal

“Siapa saja yang maju ke medan perang dengan niat agar agama Allah menjadi naik (syiar) maka ia telah berjuang di jalan Allah.”

Namun demikian, para ulama memberikan sejumlah catatan perihal peperangan, jihad, dan perjuangan di jalan Allah. Keputusan untuk perang di jalan Allah harus dilewati dengan sejumlah pertimbangan pikiran. Artinya ulama harus berkumpul terlebih dahulu untuk memutuskan bahwa umat Islam telah wajib untuk melakukan jihad di jalan Allah.

Salah satu contohnya ialah fatwa Resolusi Jihad NU pada November 1945. Fatwa Resolusi Jihad NU ini didasarkan pada pikiran matang ulama. Keputusan fatwa ini tidak didasarkan pada nafsu amarah.

Dalam kitab Dalilul Falihin (syarah Riyadlus Shalihin), M bin Alan Ash-shiddiqy menjelaskan hadis di atas sebagai berikut,

Ø£Ù? القتال فÙ? سبÙ? Ù„ الله قتال Ù…Ù? شؤه القوة العقلÙ? Ø© لا القوة الغضبÙ? Ø© أو الشهواÙ? Ù? Ø©

“Bahwa perang di jalan Allah adalah perang yang didasarkan pada kekuatan pikiran, bukan kekuatan amarah atau kekuatan nafsu.”

Dengan demikian umat Islam tidak boleh memutuskan sendiri perihal perang di jalan Allah. Mereka harus menunggu keputusan dan kebijaksanaan para kiai agar para kiai mengerahkan segala pikiran dan pertimbangannya atas kenyataan yang ada.

Selagi para kiai belum mengeluarkan fatwa jihad, umat Islam tidak boleh memutuskan bahwa dirinya akan maju ke medan perang. Karena, keputusannya didasarkan pada amarah dan nafsu belaka.

Kalau saja salah dalam mengambil keputusan, mereka justru mengamuk dan kalap di tengah masyarakat yang damai, seperti anak-anak yang sedang tawuran. Bukannya kalimat Allah (Islam) menjadi harum, mereka justru mencemarkan nama Islam dari dalam. Wallahu A‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kiai, Meme Islam, AlaSantri IMNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengaku tak terlalu serius menanggapi stigma ahli bid’ah (mengada-ada dalam beribadah) yang diarahkan padanya maupun organisasi yang ia pimpin. Hal itu dilakukannya demi menjaga kerukunan di antara sesama umat Islam di Indonesia.

“Dicap bid’ah-lah, dianggap kurang Islam-lah, saya biarkan aja. Kalau ditanggapi, saya khawatir jadi konflik nantinya. Kalau sudah konflik, meluas, dan akhirnya Islam mudah dipecah-belah,” ujar Hasyim kepada wartawan usai menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (9/1) kemarin.

Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu mengaku, hal yang dilakukannya didasari atas pertengkaran umat Islam di Timur Tengah yang hingga saat ini tak kunjung mereda. Meski sadar bahwa pertengkaran tersebut bukanlah didasari persoalan agama—melainkan konflik politik, menurutnya, hal itu cukup menjadi bukti bahwa umat Islam mudah sekali diadu-domba.

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Tanggapi Stigma Bidah Demi Kerukunan Umat Islam

Ketika umat Islam berhasil diadu-domba, maka, lanjut Hasyim, kondisi tersebut berarti membuka peluang bagi pihak luar untuk memanfaatkan Islam. Hal itulah, katanya, yang sedang terjadi pada umat Islam di Irak, terutama pasca eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein.

“Video eksekusi Saddam terus ditayangkan. Saya yakin, maksudnya itu supaya orang Sunni marah dan berkelahi dengan Syiah. Sementara sekarang kepemimpinan Irak dipegang Syiah. Nah, saat mereka berkelahi, Amerika Serikat masuk ngambil minyak,” urai Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars.

IMNU Tegal

Hal yang sama juga ia lakukan ketika sejumlah aset milik warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU) seperti masjid dan madrasah diambil-alih oleh kelompok Islam garis keras. Ia yakin, jika ditanggapi apalagi dengan kekerasan, maka akan tumbuh benih-benih perpecahan di antara umat Islam.

“Biarkan saja. Saya tidak mungkin nyuruh warga NU marah dan mengambil lagi masjid atau madrasahnya. Saya yakin, masyarakat sendiri yang nanti akan menentukan sikap. Kalau nggak diadili langsung oleh masyarakat, ya, masjidnya ditinggalin jamaah,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu.

Ditambahkan Hasyim, meski umat Islam di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia relatif tenang. Namun, bukan tidak mungkin ketenangan itu akan diusik, seperti halnya di Timur Tengah. “Jangan sampai hal itu (konflik: Red) terjadi di Asia Tenggara, juga di Indonesia. Kuncinya jangan sampai tercerai berai,” imbaunya.

Untuk kepentingan itu, Hasyim akan mengusahakan pertemuan rutin para pemimpin organisasi kemasyarakat (ormas) Islam di Indonesia, tak terkecuali ormas Islam yang tergolong garis keras. “Saya ingin tokoh-tokoh Islam Indonesia kumpul, minimal tiga bulan sekali di sini (PBNU). Ya, sekedar silaturrahim aja. Biar kita bisa berkomunikasi dan saling terbuka,” harapnya. (rif)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri, Cerita, Kiai IMNU Tegal

Senin, 11 Desember 2017

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar pembacaan tahlil di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat untuk mendoakan tiga kiai pesantren yang meninggal dunia.

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tahlil Tujuh Hari untuk Tiga Kiai Pesantren

Setelah mendapat informasi yang dapat dipercaya pada hari Jum’at (19/4) lalu sekitar pukul 10 pagi mengenai wafatnya KH. Ahmad Warsum Munawwir, ? pengasuh pondok pesantren Krapyak, Yogyakarta Kepala Sekretarian PBNU, H. Prayitno segera memberi instruksi kepada staff sekretarian PBNU untuk menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara yang di gedung PBNU.?

Sekretariat PBNU juga membuat selebaran surat pengumuman untuk ditempel pada dinding di setiap lantai di gedung PBNU. Surat tersebut berisi tentang berita duka cita dan undangan terbuka dimohon hadir dalam acara tahlil dan do’a untuk almarhum wal-maghfulah KH Ahmad Warsun Munawwir setiap ba’da zhuhur di Masjid An-Nahdhah Gedung PBNU selama satu minggu.

IMNU Tegal

Tahlil hari pertama diadakan selepas shalat jum’at dan ? shalat ghaib untuk al-marhum (19/4) di Masjid An-Nahdhah PBNU dipimpin oleh Imam Shalat Jum’at. ? Tahlil hari kedua dilanjukan hari senin (22/4) karena pada hari sabtu dan minggu beberapa kantor ? di gedung PBNU banyak yang libur.?

IMNU Tegal

Pada tahlil ? hari kedua ini Syatiri Ahmad, Kepala Perpustakaan PBNU yang memandu acara dan memimpin pembacaan tahlil mengumumkan bahwa yelah bertambah satu ulama lagi telah meninggal dunia yaitu KH. Abdullah, pengasuh pondok pesantren Ar-Risalah, Mlangi, Yogyakarta pada hari Jum’at (19/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian tahlil pada hari berikutnya kembali diumumkan, ada satu ulama lagi telah wafat yaitu KH. Abdullah Syifa Akyas, sesepuh pondok pesantren Buntet, Cirebon, wafat pada hari senin (22/4) sekitar pukul 8.30 dalam usia 71 tahun.

Tahlilan tersebut diikuti oleh keluarga besar PBNU antara lain staf sekretariat PBNU, perwakilan lembaga, lajnah, dan badan otonom PBNU, dan jamaah umum. ? Tahlil diakhiri dengan doa oleh Ustadz Tobakul Muria. Semoga yang telah mendoakan para kiai mendapatkan berkah.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Nurdin

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri, Makam IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Piagam Den Haag Hasil Konferensi Internasional Islam Nusantara

Amsterdam, IMNU Tegal. Pada Senin, 28 Maret 2017 lalu sebuah kegiatan konferensi internasional mengenai Islam moderat di Indonesia telah diselenggarakan di kampus Vrije Universiteit Amsterdam dengan mengangkat tema “Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance”. Konferensi yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag dan Kementerian Agama Republik Indonesia, serta atas kerja sama erat dengan Vrije Universiteit Amsterdam, Persatuan Pemuda Muslim Eropa (PPME), Belanda, dan Masjid Al-Hikmah, Den Haag.?

Piagam Den Haag Hasil Konferensi Internasional Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Piagam Den Haag Hasil Konferensi Internasional Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Piagam Den Haag Hasil Konferensi Internasional Islam Nusantara

Tidak kurang dari 30 orang pemakalah dan sekitar 250 peserta dari berbagai negara dan disiplin ilmu berpartisipasi pada forum ilmiah yang dibuka oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, ini. Konferensi internasional ini juga sangat istimewa karena dihadiri oleh lima Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara, yakni berturut-turut Dubes RI untuk Belanda (I Gusti Agung Wesaka Puja), untuk Aljazair (Safira Machrusah), untuk Lebanon (Achmad Chozin Chumaidy), untuk Arab Saudi (Agus Maftuh Abegebriel), dan untuk Azerbaijan (Husnan Bey Fananie). Dari kalangan Nahdliyyin, hadir KH. Zulfa Mustofa dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama serta puluhan perwakilan Cabang Istimewa NU dari berbagai negara, yakni Belgia, Jerman, Inggris, Rusia, Maroko, Tunisia, Lebanon, dan Malaysia.

Konferensi internasional Islam Nusantara yang di masa depan diharapkan akan menjadi agenda dua tahunan (biennial) ini terdiri atas dua bagian, yakni kuliah umum dan diskusi panel. Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, membuka acara dan sekaligus menyampaikan keynote speech pada sesi kuliah umum. Selanjutnya dilanjutkan oleh Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, intelektual muda NU Ahmad Baso, peneliti mengenai Islam di Eropa Prof. Dr. Thijl Sunier dari Vrije Universiteit Amsterdam, dan Dr. Adib Abdus Shomad dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama.?

Sementara itu, diskusi panel dibagi menjadi delapan kelompok yang membahas Islam Nusantara dari berbagai aspek berlainan, yakni: (1) akar intelektual dan relevansi kekinian; (2) reproduksi dan diseminasi melalui berbagai institusi pendidikan; (3) dinamika hukum Islam, adat dan sistem legal; (4) dinamika demokrasi, kewarganegaraan dan hak asasi manusia; (5) konteks ketimpangan sosial-ekonomi dan krisis ekologi; (6) dinamika “media baru” dan otoritas keagamaan; (7) konteks pluralitas keagamaan; dan terakhir (8) dialog dengan lokalitas, termasuk dalam konteks Eropa. Konferensi ini ditutup dengan beberapa catatan kritis yang disampaikan oleh Prof. Dr. Karel Steenbrink dari Utrecht University.?

IMNU Tegal

Selain ceramah dan diskusi, konferensi ini juga diisi dengan photo exhibition yang menampilkan presentasi poster dan foto-foto terpilih mengenai berbagai sisi kehidupan Islam Nusantara di Indonesia. Secara keseluruhan, konferensi internasional ini menyampaikan pesan kunci berupa signifikansi Islam Nusantara terhadap upaya-upaya global menjawab berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia di seluruh dunia dewasa ini, seperti kekerasan sektarian, ketimpangan sosial-ekonomi, xenophobia, Islamophobia, dan krisis ekologi global.?

Untuk menguatkan pesan kunci ini, hasil-hasil konferensi kemudian dirumuskan dalam bentuk Piagam Den Haag yang berjudul “Islam Nusantara untuk Perdamaian, Keadilan dan Persaudaraan Seluruh Umat Manusia”. Piagam Den Haag ini dideklarasikan dan ditandatangani pada 29 Maret 2017 dalam acara malam kebudayaan berjuluk Nusantara Night yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag. Acara Nusantara Night ini merupakan bentuk dukungan Dubes RI untuk Belanda, I Gusti Wesaka Puja, atas penyelenggaraan konferensi internasional dan sekaligus penguatan atas pesan-pesan utama yang dihasilkannya.?

IMNU Tegal

Duta Besar RI untuk Aljazair, Safira Machrusah, berkenan membacakan Piagam Den Haag yang berisi empat konsideran dan enam butir pernyataan ini. Dua konsideran pertama berturut-turut mengangkat persoalan global yang dihadapi umat manusia dewasa ini dan bagaimana persoalan global tersebut telah melemahkan otoritas pemerintah yang sah dan sekaligus memberi peluang bagi sebagian kelompok untuk mengampanyekan populisme dan kekerasan atas nama etnis dan agama.

Konsideran ketiga menggarisbawahi kontribusi besar yang diperankan Islam Nusantara sebagai faktor pengikat kemajemukan bangsa Indonesia, pembentuk identitas nasional dan sistem politik demokratis, serta pilar tatanan masyarakat madani yang kuat. Sedangkan konsideran yang terakhir menegaskan Islam Nusantara sebagai modal sosial-politik yang sangat berharga bagi eksistensi bangsa Indonesia, baik dalam kaitannya dengan persoalan dalam negeri maupun dalam pergaulan yang lebih luas di tingkat regional dan global.

Berdasarkan empat konsideran di atas, enam butir pernyataan dan seruan bersama ditegaskan dalam Piagam Den Haag ini, sebagaimana dikutip secara utuh sebagai berikut:

1. Bangsa Indonesia harus terus merawat, memupuk dan menumbuh-kembangkan “Islam Nusantara” serta membuatnya kian responsif di tengah proses transformasi global yang menimbulkan dampak ketimpangan, krisis identitas dan pergolakan geo-politik yang marak dewasa ini.

2. Bangsa Indonesia dengan modal sosial-politik “Islam Nusantara” harus terus ? berperan aktif dalam mengarus-utamakan pesan-pesan dasar Islam mengenai perdamaian, keadilan, persaudaraan dan kemaslahatan seluruh umat manusia.

3. Bangsa Indonesia perlu menjadikan “Islam Nusantara” sebagai bagian penting dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka mewujudkan politik luar negeri yang bebas dan aktif sesuai amanat konstitusi.

4. Bangsa Indonesia dituntut untuk mengoptimalkan kerjasama dan kontribusi dari seluruh potensi yang mendukung visi di atas, baik di dalam negeri sendiri, di antara para diaspora Indonesia di berbagai negara, maupun para mitra di semua negara sahabat.

5. Menyerukan kepada seluruh bangsa dan pemerintahan di dunia untuk bersama-sama dan bahu membahu “melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

6. Menyerukan kepada anggota Nahdlatul Ulama pada khususnya dan seluruh umat Islam Indonesia pada umumnya untuk terlibat aktif dengan semua komponen bangsa dalam mewujudkan tradisi Islam yang penuh rahmat seperti dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan dalam menentang segala bentuk fanatisme keagamaan, penyelewengan atas segala hal yang dianggap sakral, maupun semua bentuk ceramah yang menyeru kepada kebencian dan kepicikan.

Setelah dibacakan, Piagam Den Haag ditandatangani oleh sepuluh pihak sebagai berikut: Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Duta Besar RI untuk Aljazair, Libanon, Arab Saudi dan Azerbaijan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, perwakilan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), perwakilan diaspora Muslim Indonesia di Belanda, lalu aktivis dialog agama dan perdamaian di Belanda.

Selain ditandatangani sepuluh pihak di atas, tidak kurang dari 120 undangan yang menghadiri acara Nusantara Night ini turut membubuhkan tanda tangan di lembar terpisah sebagai bentuk dukungan moral terhadap pesan yang disuarakan oleh Piagam Den Haag ini. Tamu undangan ini berasal dari berbagai kalangan, seperti para pembicara dan pemakalah dalam forum konferensi internasional, utusan PCINU, para akademisi dari berbagai universitas di Belanda, diaspora Indonesia di Belanda, aktivis perdamaian dan dialog lintas agama, dan jurnalis.

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri IMNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

Ansor Pasaman Toreh Sejarah Baru

Pasaman, IMNU Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Pasaman menoreh sejarah baru dengan melakukan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) I yang melibatkan generasi muda nahdiyin di kabupaten paling utara Propinsi Sumatera Barat. PKD yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad(26-27/9/2015) di aula Kantor Camat Padang Gelugur.

Tampil sebagai instruktur Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor ? Saleh Ramli dan Khoirul Anwar serta ? dihadiri anggota Tim Careteker PW GP Ansor Sumbar Zeki Aliwardana. ?

Ansor Pasaman Toreh Sejarah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Pasaman Toreh Sejarah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Pasaman Toreh Sejarah Baru

Menurut Saleh Ramli, PKD Gerakan Pemuda Ansor ini penting dilakukan untuk konsolidasi organisasi. Semangat peserta yang mengikuti PKD ini cukup potensial dalam mengembangkan Ansor ke depan di Kabupaten Pasaman.

IMNU Tegal

"Sebagaimana kebijakan PP GP Ansor, setiap pengurus Cabang GP Ansor di kabupaten/kota harus sudah mengikuti PKD yang instrukturnya dari pusat (PP GP Ansor). Mereka yang belum mengikuti PKD, jangan harap bisa menjadi pengurus Ansor di kabupaten/kota," ? kata Saleh Ramli.

Sementara itu, Ketua Panitia PKD PC GP Ansor Kabupaten Pasaman Asrial Arfandi Hasan menyebutkan, pelaksanaan PKD ini merupakan upaya menunjukkan eksistensi generasi muda di Pasaman agar dapat berbuat lebih baik di tengah masyarakat.?

IMNU Tegal

"Selama ini kepengurusan Ansor yang terbentuk tidak melalui pengkaderan yang jelas. Sehingga militansinya dalam mengurus organisasi masih sangat lemah," kata Asrial yang juga Camat Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman ini.

Dikatakan Asrial, secara potensi kawasan Kabupaten Pasaman banyak yang praktek keagamaannya sehari-hari sudah sesuai dengan Nahdlatul Ulama. Namun mereka selama ini tidak terayomi dengan baik.?

"Untuk itu, Ansor sebagai generasi muda mencoba menyamakan visi, misi dan gerakan perjuangan dalam masyarakat. Alhamdulillah sambutan generasi muda cukup antusias," kata Asrial.

Menurut Asrial, PKD ini merupakan tonggak sejarah bangkitnya Ansor di Kabupaten Pasaman. Usai PKD ini, kita akan lanjutkan dengan pembentukan pengurusa Pimpinan Cabang Kabupaten Pasaman dan Pimpinan Anak Cabang di kecamatan-kecamatan.?

"Saya optimis Ansor ke depan di Pasaman akan terus berkembang dan diminati generasi muda. Karena Ansor tetap komit mempertahankan NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Asril alumni STPDN ini. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Sholawat, AlaSantri IMNU Tegal

Sabtu, 25 November 2017

KMNU POLINELA Ajak Masyarakat Peduli Sesama

Bandar Lampung, IMNU Tegal

Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) lakukan penggalangan dana di Lampu Merah Rajabasa untuk korban banjir yang terjadi pada senin malam (20/2) sepekan yang lalu.?

KMNU POLINELA Ajak Masyarakat Peduli Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU POLINELA Ajak Masyarakat Peduli Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU POLINELA Ajak Masyarakat Peduli Sesama

"Selain aksi turun langsung ke jalan, kami juga membuka donasi untuk korban banjir di Kabupaten Pesawaran melalui transfer rekening," ujar Ketua KMNU Polinela, M. Ajid, di Bandarlampung, Ahad (26/2)

Menurut Ajid penggalangan dana ini dilakukan sebagai bukti konkrit empati dan kepekaan sosial mahasiswa dan masyarakat terhadap sesama manusia. "Sudah seharusnya jiwa sosial di tumbuhkan dalam diri mahasiswa saat ini, dengan mengajak orang lain untuk membantu sesama misalnya" ungkap ajid di sela-sela melakukan aksinya.

Selain KMNU Polinela aksi ini juga ? dilaksanakan bersama KMNU Universitas lain. "Kita terjun bersama dengan Keluarga Mahasiswa NU Universitas Lampung dan Permata Sholawat UIN Raden Intan Lampung, mereka juga melakukan aksi serupa di titik yang berbeda. Hal ini agar penggalangan dana ? lebih maksimal, tambahnya.?

IMNU Tegal

Di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswa, organisasi-organisasi tersebut meluangkan waktunya untuk peduli pada saudara yang terkena musibah banjir. Banjir tersebut di akibatkan karena hujan yang tak kunjung reda sejak senin malam hingga pagi menjelang. Lokasi banjir yang terjadi di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Hal ini merupakan banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir. (Nuri Resti Chayyani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Daerah, Kiai, AlaSantri IMNU Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

Padang, IMNU Tegal. Kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU), baik dari PMII, IPNU, Fatayat dan GP Ansor di Sumatera Barat harus mampu menjadi pemipinan NU di masa yang akan datang. Karena itu program kaderisasi mutlak harus terus dilaksanakan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Drs H Maswar dalam acara penutupan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan I se-Sumbar yang digelar oleh PWNU Sumbar dari 12-13 Desember 2014 di Gedung Pramuka Padang.

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Sumbar: Kader Muda Harus Siap Pegang Kepemimpinan NU

“Keberadaan kader muda NU perlu dipersiapkan oleh PWNU Sumatera Barat sehingga mampu menerima tampuk kepemimpinan NU. Tidak mungkin orang yang tidak dikader di NU kemudian malah memimpin NU,” katanya.

IMNU Tegal

Ketua PWNU yang juga Kabid Penais Kemenag Sumbar ini mengatakan, kegiatan dimaksudkan untuk melatih, memperkuat pemahaman Aswaja dan ke-NU-an bagi kader muda NU di Sumatera Barat. Alhamdulillah kader-kader muda yang hadir bersemangat mengikuti kegiatan terutama kader-kader dari PMII. InsyaAllah kegiatan ini akan dilakukan secara rutin oleh PWNU sumbar.

IMNU Tegal

Adapun materi yang disajikan dalam pelatihan ini antara lain sejarah perjuangan Aswaja, NU dan NKRI, NU dan dinamika kebangsaan, analisis gerakan, memperkuat jaringan kader muda NU dalam bidang sosial, ekonomi, politik, hukum dan budaya, serta materi penting lainnya.

Hadir sebagai pemateri dalam PKPNU Se-Sumbar Angkatan I ini adalah Ketua PBNU Prof. Dr. H. Maidir Harun, MA, Buya Drs.H M. Letter, Buya Drs. H. Zamhar Baheram, Drs. H. Maswar,MA, Drs. H. Tamrin dan tokoh NU lainnya. (Afriendi Sikumbang/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, AlaSantri IMNU Tegal

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menyayangkan kepada santri yang suka menghina para ulama seperti KH Said Aqil Siroj, KH Ahmad Mustofa Bisri atau KH Maimun Zubair. Karena menurutnya, ilmu yang diperolehnya tidak akan bermanfaat. 

"Maka dijamin (ilmu) dia tidak manfaat dunia akhirat," kata Kiai Maman saat mengisi Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sewindu Haul Gus Dur di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (27/12).

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta dan Hormati Guru Kunci Ilmu Bermanfaat

Kiai yang juga Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka ini mengatakan bahwa nama-nama seperti KH Said Aqil Siroj, KH Ahmad Mustofa Bisri atau KH Maimun Zubair memiliki sanad keilmuan yang nyambung dengan seluruh ulama di Nusantara. 

Sebaliknya, Kiai Maman menekankan agar para santri takdzim dan cinta kepada gurunya agar ilmunya bermanfaat. 

Pada acara ini, LD PBNU sempat memberikan santunan kepada 150 orang yang terdiri atas anak Yatim, piatu, fakir, dan dhuafa. 

IMNU Tegal

Hadir pada acara ini Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Wakil Ketua LD PBNU KH Syamsul Maarif, Wakil Ketua LD PBNU KH Misbahul Munir dan Pengurus LD PBNU yang lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Habib, Daerah, AlaSantri IMNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Jember, IMNU Tegal

Anak-anak adalah masa depan bangsa. Bagaimana gambaran masa depan Indonesia 30-an tahun ke depan, anak-anak saat ini adalah jawabannya. Karena itu, menanamkan kecintaan? mereka terhadap Al-Qur’an sesungguhnya merupakan bagian dari upaya menciptakan masa depan bangsa yang cerah.

Demikian disampaikan Buhari Ediyanto, Ketua Remaja Masjid (Remas) Al-Istiqomah, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Madrasah Ramadhan di Masjid Al-Istiqomah, kemarin (23/6).

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi! (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaslah Dorong Anak Mengaji, Jangan Kalah dengan Televisi!

Menurutnya, anak-anak harus diajari mencintai Al-Qur’an sejak dini. Caranya dengan mengajari mereka mengaji. Baik belajar di masjid, mushala, ataupun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).? “Jadi para orang tua harus selalu mendorong agar anaknya mau belajar mengaji. Jangan sampai orang tua kalah dengan pengaruh TV. Kalau waktunya ngaji, orang tua harus tegas kepada buah hatinya,” ujar Buhari.

IMNU Tegal

Buhari menambahkan, bulan Ramadhan adalah merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat belajar mengaji di kalangan anak-anak. Selama ini, katanya, masyarakat cenderung membiarkan anak-anaknya vakum dari kegiatan mengaji dengan alasan kasihan karena waktu mereka banyak tersedot untuk kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan di luar sekolah. Padahal, mengaji itu teramat penting.

“Kalau dulu, anak-anak sampai lulus SD masih ke langgar (belajar ngaji). Tapi sekarang, sulit rasanya,” jelas Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jember itu.

IMNU Tegal

Madarasah Ramadhan itu sendiri berlangsung satu hari, diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari TPQ Ar-Rahman, binaan Remas Al-Istiqomah dan masyarakat sekitarnya. Materi yang diberikan meliputi fadhilah Ramadhan, Nuzulul Qur’an dan game ketangkasan. Bagi peserta yang aktif dan berprestasi disediakan hadiah.

Selain Madrasah Ramadhan, Remas al-Istiqomah juga menyelenggarakan bagi-bagi takjil untuk dhu’afa dan musafir. Kegiatan ini dilaksanakan semingu tiga kali selama Ramadhan. Di samping itu, juga digelar acara Tabuh Sahur untuk membangunkan masyarakat dan jamaah masjid agar bersahur tepat waktu. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, IMNU, AlaSantri IMNU Tegal

Senin, 06 November 2017

GP Ansor Sidoarjo Deklarasikan Tolak Khilafah dan Radikalisme

Sidoarjo, IMNU Tegal - Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan pernyataan sikap penolakan atas gerakan khilafah dan radikalisme. Deklarasi ini dibacakan oleh Ketua GP Ansor Sidoarjo H Rizza Ali Faizin di depan Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah dan Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas pada apel kebangsaan di depan Masjid Agung Sidoarjo, Jumat (3/1).

Dengan diiringi bendera panji-panji kebesaran GP Ansor dan bendera merah putih, ribuan kader NU mulai dari Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, PMII, dan banom NU lainnya berikrar menyatakan sikap untuk melawan radikalime dan melawan berdirinya khilafah di Kabupaten Sidoarjo.

GP Ansor Sidoarjo Deklarasikan Tolak Khilafah dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sidoarjo Deklarasikan Tolak Khilafah dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sidoarjo Deklarasikan Tolak Khilafah dan Radikalisme

H Rizza menegaskan, bagi GP Ansor Sidoarjo NKRI harga mati. Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. GP Ansor Sidoarjo siap melawan segala bentuk kekerasan dan gerakan yang mengancam NKRI. GP Ansor Sidoarjo siap melawan kelompok manapun yang mengubah Pancasila.

IMNU Tegal

GP Ansor Sidoarjo siap menjaga negara yang damai. GP Ansor bersama TNI dan Polri akan menindak tegas keberadaan kelompok yang mengancam NKRI. Kader muda NU ini siap berdiri di garda terdepan untuk menjaga nilai-nilai pluralisme dan kebhinekaan, melawan kelompok radikal yang telah berdirinya khilafah, GP Ansor dan Banser siap dalam satu barisan dan satu komando.

IMNU Tegal

"GP Ansor Sidoarjo juga akan melindungi para kiai," tegasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pesantren, AlaSantri IMNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), H Rumadi Ahmad mengungkapkan bahwa Pilkada DKI Jakarta telah berkembang ke arah yang cukup mengkhawatirkan.?

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta! (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Skenario Adu Domba di Jakarta!

Menurutnya, bukan saja soal Cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan pernyataannya di Kepulauan Seribu yang memicu kontroversi, tetapi juga respon sebagian kelompok yang sengaja memanfaatkan isu ini untuk tujuan-tujuan lain di luar Pilkada DKI.

Sebenarnya situasi pasca kontroversi pernyataan Ahok mengenai Surat al-Maidah 51 sudah mulai mereda setelah Ahok minta maaf secara terbuka atas ucapannya yang dianggap menyinggung umat Islam.?

“Tokoh-tokoh agama ternama juga menanggapi positif permintaan maaf itu. Semua itu menjadikan situasi yang semula penuh ketegangan mulai mereda,” ujar Rumadi, Kamis (13/10) melalui keterangan tertulisnya kepada IMNU Tegal. Dia juga menulis pernyataanya ini di akun Facebook miliknya.

Tapi belakangan situasi kembali memanas, imbuhnya, terutama setelah MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang pada intinya menyatakan Ahok telah melakukan penistaan agama. Situasi tambah semakin memanas karena sebuah stasiun TV swasta menggelar acara dialog secara live kurang lebih 4 jam, dengan tema “Setelah Ahok Minta Maaf”.?

IMNU Tegal

Berkembang juga berita, besok pagi, Jumat 14 Oktober 2016 akan ada aksi besar yang dimulai dari Masjid Istiqlal, dengan tema “Tangkap Ahok Penista Agama”. Situasi ini, ungkap Rumadi, menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, sehingga Gereja Katedral yang letaknya di sebelah masjid Istiqlal merasa perlu membuat himbauan khusus kepada Jemaatnya agar besok hari itu tidak mendekat ke kawasan Katedral jika tidak ada keperluan mendesak.

“Saya menduga ada kelompok-kelompok yang mengambil untung dari situasi ini untuk merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Hal ini dilakukan dengan mengadu domba antara umat Islam dan non-Islam, bahkan antar sesama umat Islam yang mempunyai haluan yang berbeda. Mereka akan menunggangi organisasi-organisasi keagamaan, untuk memuluskan agenda adu dombanya,” papar Dosen UIN Syarif Hidayatullah dan STAINU Jakarta ini.

Siapakah kelompok itu? Sebenarnya tidak terlalu sulit dikenali menurut Rumadi. Mereka bukan saja benci pada Ahok, tapi juga benci tatanan Negara ini, benci pada Pancasila, benci pada NKRI dan seterusnya yang dianggap sebagai sistem Negara thagut.?

“Anasir-anasir kelompok radikal akan berkumpul dengan memanfaatkan persoalan Ahok menjadi pintu masuknya. Namun, yang dituju bukan soal Ahok, tapi lebih besar dari itu,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Karena itu, tandas Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) ini, waspada dengan skenario adu domba yang sudah mulai terasa. Bukan soal Ahok dan Pilkada DKI, tapi ini soal keutuhan bangsa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, AlaSantri IMNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

RMI Jateng Sediakan 1000 Website Gratis untuk Pesantren

Solo, IMNU Tegal. Di era globalisasi seperti sekarang, pesantren kini dihadapkan pada banyak tantangan. Selain berkutat pada pengajian kitab, santri juga diharapkan untuk dapat mengikuti perkembangan zaman, semisal internet.

RMI Jateng Sediakan 1000 Website Gratis untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Sediakan 1000 Website Gratis untuk Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Sediakan 1000 Website Gratis untuk Pesantren

Internet dapat menjadi media positif untuk menunjang kemajuan pesantren. Melalui aktivitas dunia maya ini pula, pesantren dapat berbagi ilmu dan bersosialisasi dengan dunia luar.

Hal inilah yang mendorong Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Jawa Tengah untuk menggalakkan program ‘website untuk pesantren’.

IMNU Tegal

“RMI Jateng bekerja sama dengan PPM (Persaudaraan Profesional Muslim) Aswaja mendorong pesantren untuk memiliki website,” terang salah satu pengurus RMI Jateng, Munajat, Ph.D. saat ditemui di Solo, belum lama ini (23/2).

Diterangkan oleh Munajat, pesantren yang tertarik dengan program ini, nantinya akan dibuatkan satu website.

IMNU Tegal

“Kalau mau buat, tidak harus beli, kita (RMI Jateng,-red) memiliki seribu website gratis yang dapat dipakai untuk pesantren-pesantren,” kata dosen STAIN Salatiga tersebut.

Munajat menambakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan pelatihan media komunikasi untuk beberapa pesantren. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaSantri IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock