Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Sumenep, IMNU Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumenep periode 2012-2016 telah sukses melangsungkan Pelatihan Kader Dasar (PKD) untuk kelima belas kalinya. Terbaru, PKD tersebut dilaksanakan di Aula SMAN 1 Batuan, Sumenep akhir pekan lalu.

Sebanyak 47 pemuda NU lulus di PKD yang ke-15 yang berlangsung Sabtu-Ahad (16-17/4). Mereka terdiri dari sebagian pengurus PAC Kota, pengurus PAC Gapura, PAC Batuan, dan Pengurus Ranting Ansor se-Kecamatan Batuan.

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumenep Gelar PKD Ke-15

Acara tersebut dihadiri Ketua MWCNU Batuan yang sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Shadik. Hadir pula Wakil Ketua PCNU Sumenep H Sholehuddin.

Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, Senin (18/4) mengatakan, memang organisasinya fokus kaderisasi. Salah satunya, lewat pelaksanaan PKD secara intensif.

IMNU Tegal

"GP Ansor Sumenep hari ini fokus menata kader muda NU lewat kaderisasi berupa pelatihan kader. Alhamdulillah PKD di Batuan ini sudah yang ke-15 semasa kepemimpinan saya (2012-2016)," terangnya.

Menurut alumnus Pesantren Annnuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep ini, pihaknya sejauh ini focus pada kaderisasi guna menyiapkan kader penggerak di masing-masing kecamatan dan ranting. Di sisa kepengurusannya, M Muhri Zaen menargetkan harus tuntas pelatihan kaderisasi dari semua tingkatan, mulai pengurus cabang sampai pada level pengurus ranting. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Doa, Kajian Sunnah IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo dan Muhammad Afif Bobby merupakan tanda Kekuasan Allah.

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Kiai Said di Pernikahan Kahiyang dan Bobby

“Pernikahan Ananda Kahiyang Ayu dan Muhammad Afif Bobby Nasution yang kita hadiri adalah salah satu tanda kebesaran dan keagungan allah,” kata Kiai Said saat memberikan tausiyah pernikahan di gedung Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta, Rabu (8/11).

Pernikahan tersebut, lanjut Kiai Said juga sebagai bentuk adanay Islam Nusantara, karena menyatunya dua kebudayaan dan pelaksanaan pernikahan secara adat.

“Pernikahan selain menyatukan Mas Boby dan Kahiyang secara jasmani, juga pertemuan khuluq (akhlak), budaya, peradaban, dan kepribadian,” sambung Kiai Said.

Kiai Said mengingatkan, dalam pernikahan akan membangun rumah sebagai tempat tinggal atau  rumah tangga, yang orang Jawa menyebutnya omah-omah. 

IMNU Tegal

“Saya yakin Ananda Kahiyang dan Bobby menempati rumah yang bagus nyaman. Tapi itu tidak ada artinya kecuali kalau ada sakinah,” Kiai Said meneruskan.

IMNU Tegal

Sakinah tersebut terwujud dalam ketenangan di hati para penghuninya.

Terakhir, Kiai Said mengingatkan kedua mempelai agar saling menjaga dan melindungi.

“Istri adalah pakaian bagi istri. Artinya harus menutupi merahasiakan dengan rapat kekurangan suami. Begitu juga suami harus menutupi rahasia istrinya,” urai Kiai Said.

Ia mengatakan paling bahaya bila suami menceritakan kekurangan istrinya kepada orang lain apalagi orang lain itu perempuan. Demikian juga bila istri menceritakan kekurangan suaminya kepada orang lain, terlebih orang lain itu adalah laki-laki. 

“Itu adalah awal petaka dalam rumah tangga,” tegas Kiai Said.

Ia berpesan pernikahan tersebut melahirkan keturunan bermartabat, beradab, dan  berguna bagi bangsa dan agama dan dilimpahi rizki yang halal.

Pernikahan Kahiyang dan Bobby dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Presiden Jusuf Kala, KH Maruf Amin, Gus Mus, Buya Syafii Maarif, Alisa Wahid. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Kiai IMNU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen

Jember, IMNU Tegal. Salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Unversitas Islam Jember (UIJ) bertekad terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi pendidikan tinggi kini yang kian kompetitif.

“UIJ memang terus berusaha mengasah skill pengelaolanya, termasuk para dosennya agar UIJ bisa unggul dari perguruan tinggi swasta lain,” ucap Pembantu Rektor, Lukman Yasir.

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen

Dalam rangka mewujudkan usaha ini, Universitas Islam Jember (UIJ), kemarin (13/5) menggelar  lokakarya di aula kampus setempat. Workshop menghadirkan Koordiantor Kopertis Wilayah VII Surabya, Suprapto dan diikuti oleh seluruh dosen tetap, pejabat struktural, Plt Rektor UIJ Hobri, dan perwakilan Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) MN Harisuddin.

IMNU Tegal

Menurut Lukman Yasir, workshop tersebut diperlukan untuk mengasah sekaligus  meningkatkan kualitas SDM segenap pengelola UIJ, sehingga diharapkan UIJ menjadi kampus yang sehat dan berdaya saing.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya konsen mendorong para dosen agar dapat meningkatkan kualifikasi keilmuannya dengan cara menempuh pendidikan ke level  yang lebih tinggi. Sebab, semakin lama, kebutuahn perguruan tinggi terhadap dosen yang berkualitas, semakin tinggi. Secara formal, kwalifikasi  dosen itu diukur dari tahapan sekolah yang dilaluinya.

IMNU Tegal

“Gelar sajana (S1), kalau dulu itu masih hebat. Ke depan, S1 itu sudah biasa. Apalagi,  dalam satu dua tahun  kedepan, persyaratan dosen Kopertis itu sudah harus S2 minimal,” jelasnya.

Sementara itu,  Suprapto berharap agar semua perguruan tinggi swasta (PTS) dapat terus meningkatakn kualitas SDM-nya sesuai yang dibutuhkan lembaga pendidikan tinggi. Sebab, jika tidak,  tetnu ada resiko yang diterima, dan itu bisa merugikan PTS tu sendiri. “Intinya harus seimbang antara rasio dosen yang memenuhi syarat dengan jumlah mahasiswa,” ujarnya seraya menyebut bahwa UIJ termasuk kampus yang sehat. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa IMNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji

Jember, IMNU Tegal. Peranan guru ngaji dalam membina anak bangsa, jangan pernah disepelekan. Sebab, kenyataannya sejak lama guru ngaji menjadi simbol sekaligus sumber pembinaan moral generasi muda, lebih-lebih di pedesaan.?

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan saat bertemu dengan puluhan anggota dan pengurus Forum Silaturrahim Guru Ngaji di Mushalla Al-Falah, Desa Sumberwaru, Kecamatan Sukowono, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4) malam.?

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Remehkan Peran Guru Ngaji

Menurut Eksan, guru ngaji mempunyai kontribusi yang besar dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus membina akhlak masyarakat. "Kita dan pemerintah wajib mengapresiasi guru ngaji," ujarnya.

Yang menarik, tambah Eksan, guru ngaji melaksanakan tugasnya tanpa pamrih, tidak mengharapkan balasan materi selain pahala dari Allah SWT. Kalaupun pemerintah akhirnya memberikan insentif pada guru ngaji, itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan jasa-jasa mereka yang telah bertahun-tahun terlibat dalam pembinaan moral sekaligus mengajari ngaji masyarakat.?

"Ingat, mereka tidak hanya mengajar ngaji tapi juga mengajari shalat, baca barzanji dan sebagainya. Tujuan mereka selain santri bisa mengaji, juga bisa tahu tatakrama dan kenal tuhannya dan sebagainya," tukasnya.

IMNU Tegal

Alumnus IPNU Jember itu manambahkan, memberantas buta baca-tulis Al-Qur’an sama penting bahkan lebih penting dari memberantas buta aksara sebagaimana yang selama ini menjadi program pemerintah.?

Sebab, pemberantasan buta baca-tulis Al-Qur’an juga terkait dengan pembinaan iman, yang merupakan pondasi dari hidup dan kehidupan manusia. "Peran itu sudah diambil oleh guru ngaji. Maka suah selayaknya pemeritah dan kita semua memberikan apresiasi pada mereka," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Malang, IMNU Tegal - Islam di Indonesia saat ini lebih banyak memperlihatkan wajah marah daripada ramah. Mengapa begitu? Hal ini karena esensi dakwah telah menghilang dan luput dari karakter pendakwah Muslim di negeri ini.

Demikian pesan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam Silaturahmi dan Tausyiah di Masjid Universitas Negeri Malang, Malang, Jawa Timur, Selasa (23/8/2016).

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Beragama Harusnya Enak, Kok Malah Dipersulit?

Dalam agenda ini, mustasyar PBNU ini didampingi Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Ah. Rofiuddin dan segenap jajaran pimpinan kampus UM, serta guru besar, dosen dan pengurus NU Kota Malang dan Kabupaten Malang.

IMNU Tegal

Dalam ceramahnya, Gus Mus menyampaikan pentingnya ruhuddakwah (semangat mengajak), yang harus dimiliki oleh ustadz, pendakwah, dan segenap umat Muslim negeri ini. "Di antara krisis umat Islam adalah krisis ruhud-dakwah," terangnya. Menurut Gus Mus, hilangnya ruh dakwah akan menjadikan pesan Islam menjadi melenceng dari apa yang diperintahkan Allah.

Gus Mus juga mengecam para pendakwah yang bersikap keras dan cenderung main hakim sendiri, tanpa ada ajakan dengan kedamaian dan rahmat. "Semua sedang berjalan menuju Allah. Ada yang mampir, ada yang bergeser. Tapi semua belum sampai ke tujuan. Jika masih di jalan, tapi belum sampai kok disikat," ujar Gus Mus, di hadapan ribuan mahasiswa dan dosen.

IMNU Tegal

Lebih lanjut, Gus Mus menjelaskan bahwa Rasulullah Muhammad diutus untuk berdakwah dan mengajarkan cinta, bukan melaknat manusia. "Buitstu daaiyan, saya diutus untuk berdakwah bukan melaknat. Itulah ungkapan Nabi Muhammad," kisah Gus Mus.

Dalam esensi dakwah dengan cinta, Nabi Muhammad senantiasa bersabar dan terus mengajak kepada kebaikan, meski dibalas musuhnya dengan kejam. Namun, kesabaran Nabi Muhammad membuahkan hasil dengan Islam yang berkembang pesat.

"Kalian tahu siapa Khalid bin Walid? Khalid bin Walid itu anaknya Walid al-Mughirah, yang merupakan tokoh yang memusuhi Nabi Muhammad. Kalian mengenal Hindun? Perempuan bernama Hindun, istrinya Abu Sufyan, yang dahulu pernah memakan jantungnya Sayyidina Hamzah, di perang Uhud. Setelah masuknya Islam, Hindun sangat mencintai Nabi Muhammad, sebagai pujaan dan panutan," terang Gus Mus.

Gus Mus mengimbau kepada umat Muslim, khususnya pendakwah agar memahami bab tobat. Ia mengatakan bahwa tobat itu sampai pada akhir hayat, sebelum nyawa dicabut, setiap manusia bisa bertobat.

"Sunan Kalijaga ketika masih menjadi Brandal Lokajaya, itu merupakan begal. Kalau pada masa itu Sunan Bonang bersikap keras, maka ya tidak ada Sunan Kalijaga," kisah Gus Mus.

Dalam taushiyahnya, Gus Mus mengimbau agar umat Muslim mengedepankan akhlak dan memudahkan kesulitan.

"Yuriidu bikumul yusra walaa yuriidu bikumul usra. Allah menghendaki kalian gampang, dan tidak menghendaki kalian sulit. Allah itu tidak ingin kita itu sulit, kok kita malah mempersulit," terang Gus Mus.

Gus Mus menambahkan bahwa beragama itu seharusnya menjadi kenikmatan. "Beragama itu harusnya enak, tapi kok sekarang malah dipersulit? Islam itu harusnya rahmatan lil alamin (kasih sayang bagi seluruh alam), tapi kayaknya malah jadi lanatan lil alamiin (laknat bagi seluruh alam)," jelas Gus Mus.

Dalam agenda ini, Gus Mus berpesan kepada mahasiswa dan akademisi untuk teguh mengaji, tekun belajar, dan memberi kontribusi pada NKRI. Ia juga berharap agar kampus UM menjadi universitas yang memberi manfaat pada kehidupan, dan turut berkontribusi pada kebaikan Indonesia. (Munawir Aziz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, Doa IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

IMNU Tegal

Pengobatan Gratis

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

IMNU Tegal

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Sunnah, Sejarah IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

Kudus, IMNU Tegal. Dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November, Komunitas Jelajah Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus (Jenank) kembali melakukan kegiatan sejarah peradaban di Kota Kudus Jawa Tengah, Ahad (9/11). Kali ini, 30 aktivis Jenank mengadakan napak tilas pertempuran Muria di Kudus.

Menurut Koordinator Jenank Danar Ulil H, sejarah kota Kudus  memiliki kisah heroik para pejuang kemerdekaan dalam merebut dan mempertahankan bangsa ini dari penjajah. Sejarah ini terdapat dalam pertempuran di kawasan Muria Kudus.

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

"Karenanya, napak tilas ini menyusuri beberapa titik lokasi perang mulai dari stasiun Wergu (sekarang Pasar Wergu), tugu identitas dan markas gerilya Desa Besito, Gebog, Kudus," katanya kepada IMNU Tegal.

IMNU Tegal

Dalam mengakhiri acara bertema "Kudus, Secercah Darah Daulat Merah Putih", mereka berdiskusi sejarah Pertempuran Muria  di Monumen Macan Putih, Glagah Kulon, Dawe bersama sejarawan  Kudus Edy Supratno, dan Mbah Nasir, mantan kamituwo Glagah.

IMNU Tegal

"Dalam diskusi ini keduanya memaparkan sejarah pertempuran kota Kudus. Mbah Nasir ini merupakan saksi hidup bagaimana masyarakat Glagah Kulon nyengkuyung perjuangan para pejuang kemerdekaan." tambah Danar yang juga aktivis MATAN Kudus ini.

Seorang peserta napak tilas M. Khoirul Faizin mengatakan, belajar sejarah dengan mendatangi langsung lokasi ini sangat menyenangkan karena bisa mengenang perjuangan para pejuang kemerdekaan secara kontekstual.

"Selain itu, dengan narasumber yang relevan mampu mendekatkan kita kepada fakta sejarah yang sesungguhnya" ujar mahasiswa Universitas Muria Kudus ini. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, PonPes, Doa IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Makassar, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kota Makassar mengadakan pelatihan Jurnalistik bagi pelajar NU pada Sabtu-Senin (4-5/7) di Aula Gedung C Universitas Islam Makassar.

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Makassar Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari kalangan jurrnalis dan wartawan yang ada di Kota Makassar.

Muhammad Nur, Ketua IPNU Makassar mengungkapkan, bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan meningkatkan minat para pelajar NU dalam dunia jurnalistik. “Kegiatan ini dilakukan di bulan ramadhan untuk mengisi liburan pelajar,” ujarnya.

IMNU Tegal

Selain itu, peserta diberikan materi tentang kode etik jurnalistik, teknik penulisan berita, teknik wawancara dan beberapa materi pengembangan skill bagi para pelajar.

IMNU Tegal

Kegiatan yang diikuti tiga puluhan pelajar NU dari beberapa kecamatan tersebut dihadiri Wakil Ketua IPNU Sulsel Andy Muhammad Idris yang juga kontributor IMNU Tegal Makassar, Bendahara IPNU Sulsel Sudirman, Ketua IPPNU Makassar Azizah Dahlan, Abdul Jabbar dan Abdul Jurlan wartawan yang juga alumni IPNU. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, Meme Islam, Doa IMNU Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub

Ciputat, IMNU Tegal. Ulfah Uswatun Chasanah, istri dari mantan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub mengatakan akan melanjutkan perjuangan mendiang suaminya untuk membesarkan Pondok Pesantren Darus Sunnah.

"Saya akan melanjutkan perjuangan beliau dalam mengurus pondok pesantren ini," kata Ulfah di rumah duka almarhum Mustafa Yaqub di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis.

Menurut dia, Pesantren Darus Sunnah merupakan peninggalan almarhum yang paling berharga. Maka dari itu, tekad meneruskan amal usaha peninggalan suami merupakan sebuah amanah yang harus ditunaikan.

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelangsungan Pesantren Darus-Sunnah Akan Dilanjutkan Istri KH Ali Mustafa Yakub

Ali Yaqub adalah seorang ahli hadits Indonesia yang meninggal pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina, Ciputat.

Mantan Imam Besar Istiqlal ini lahir di Kemiri, Batang, Jawa Tengah, pada 2 Maret 1952.?

IMNU Tegal

Dalam proses studinya, dia banyak mempelajari soal hadits. Riwayat pendidikan keagamaannya dimulai dengan menjadi santri di Pondok Pesantren Seblak Jombang (1966-1969) dan Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1969-1971).

Saat menuntut ilmu di jenjang perkuliahan, dia belajar di Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asyari, Jombang (1972-1975), Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi (1976-1980).

Gelar master didapatkannya di Fakultas Pascasarjana Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi, Spesialisasi Tafsir Hadits (1980-1985). Selanjutnya gelar doktor diperoleh di Universitas Nizamia, Hyderabad, India, Spesialisasi Hukum Islam (2005-2008).

IMNU Tegal

Sebagai ahli hadits dia juga mengajar di berbagai perguruan tinggi, mengisi seminar, menulis buku sambil terus berorganisasi di berbagai tempat. Di antara organisasi yang diikutinya seperti di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Doa IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, IMNU Tegal. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

IMNU Tegal

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

IMNU Tegal

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Quote, Aswaja IMNU Tegal

Selasa, 21 November 2017

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Tarim, IMNU Tegal. Untuk merespon kehadiran Islamic State of Iraq and Sham (ISIS) yang menggemparkan media massa akhir-akhir ini Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman bekerja sama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) Al-Ahgaff mengadakan acara Bahtsul Masail Diniyyah Waqi’iyyah.

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail NU Yaman Haramkan ISIS

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun, Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Senin (9/8), tersebut diikuti sejumlah organisasi mahasiswa Indonesia di Hadhramaut, Yaman. Sekitar 70 delegasi pelajar hadir menyemarakkan acara.

Dalam forum tersebut, ada beberapa persoalan yang dibahas peserta bahtsul masail. Di antaranya tentang status pembaiatan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai pemimpin ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), dan hukum memberi dukungan kepada kelompok tersebut baik secara materi atau tenaga.

IMNU Tegal

Pembahasan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu telah memutuskan bahwa khalifah adalah wakil umat yang diberi kepercayaan oleh umat melalui baiat. Hal ini tidak terwujud secara realita dan syar’i kecuali dengan persetujuan seluruh umat atau melalui wakil-wakil mereka yang disebut sebagai ahlul halli wa al aqdi.

Forum menilai deklarasi sebuah kelompok saja tidaklah cukup untuk mengangkat khalifah. Dengan demikian, deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS tidak memenuhi syarat. Sehingga tidak ada keharusan bagi umat Islam untuk berbaiat.

IMNU Tegal

Selanjutnya, forum menyatakan bahwa deklarasi khilafah oleh kelompok ISIS dilakukan tanpa musyawarah dengan umat Islam. Dan ini tidak sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Umar Ibn Khattab, “Siapa yang membaiat seseorang tanpa bermusyawarah dengan kaum muslimin, maka tidaklah Ia dibaiat dan tidak pula orang yang membaiatnya dikhawatirkan keduanya akan dibunuh". (HR. Bukhori).

Jelaslah bahwa pembaiatan Imam ISIS tidak bisa disahkan secara hukum, dan tidak boleh hukumnya membaiat mereka. Selain tidak sah dari sisi syariat, langkah perjuangan yang mereka tempuh dinilai sangat ekstrem, seperti membunuh sesama muslim dan menghancurkan situs-situs makam para Nabi.

Membaiat mereka berarti mengucapkan janji setia dan siap menolong serta membantu mereka. Membantu ISIS berarti membantu dalam kemaksiatan dan kezaliman, dan saling membantu dalam berbuat dosa dan pelanggaran hukumnya haram, sebagaimana firman Allah swt. dalam al-Qur’an surat al-Maidah ayat 2.

Di akhir acara, forum ilmiah yang dipimpin Zadit Taqwa menulis surat pernyataan resmi atas nama pelajar Indonesia di Hadhramaut yang berisi penegasan bahwa ISIS adalah gerakan transnasional yang bisa mengancam keutuhan NKRI.

Hal tersebut karena ISIS menginstruksikan warga muslim dunia untuk membaiat khalifah yang diangkatnya, di tengah-tengah kondisi sosio-politik mayoritas negeri Islam yang telah memiliki pemimpin secara resmi dalam sistem negara bangsa. Karenanya, pelajar Indonesia di Hadhramaut menuntut pihak pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk tegas dan pro aktif menangkal gerakan semacam ini. (Ahmad Thohirin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Kiai IMNU Tegal

Rabu, 15 November 2017

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Pariaman, IMNU Tegal



Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus mampu menunjukkan jatidirinya di kampus dimana mereka belajar. Kader PMII tentu harus aktif dalam berbagai kegiatan kampus sehingga mampu menjadi kader pemimpin masa depan.

?

Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Aktif di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Aktif di Kampus

Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman Masrizal mengungkapkan hal itu pada Pelantikan Komisariat PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin, Pariaman, Kamis (6/10/2016) di Pariaman. Pelantikan dilanjutkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Angkatan ke-16. Mapaba berlangsung hingga Jumat (7/10).

?

IMNU Tegal

Menurut Masrizal, para aktifis PMII harus mampu berperan dalam kehidupan kampus sebagai lembaga intelektual. Untuk itu, kader PMII harus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya mempersiapkan diri agar memiliki kemampuan sebagai seorang kader. Mereka yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka akan merugi dalam hidupnya.

?

“Organisasi PMII sebagai organisasi kader diharapkan dapat menjadi implementasi tanggungjawab mahasiswa kepada masyarakat. Melalui PMII mahasiswa mulai dilatih untuk memiliki responsif terhadap berbagai masalah yang ada di masyarakat. Orang yang aktif berorganisasi cenderung memiliki responsif terhadap masalah yang terjadi di masyarakat,” kata Masrizal menambahkan.

?

IMNU Tegal

Sementara itu, Mabinkom PMII STIT Syekh Burhanuddin Alva Anwar menambahkan, PMII merupakan wadah beraktifitas mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Untuk itu, kader PMII harus? menjadi benteng dari? paham Islam Ahlussunnah Waljamaah. Ketika serangan terhadap Ahlussunnah wal Jamaah gencar, maka PMII harus maju ke depan membelanya.

?

“Selama ini kehadiran PMII di STIT Syekh Burhanuddin Pariaman sudah dirasakan mahasiswa. Terbukti banyak alumni STIT yang pernah aktif di PMII ketika menjadi mahasiswa. Kini mereka sudah tersebar di berbagai profesi dan pekerjaan, baik di Kota Pariaman, Kabupaten Padangpariaman maupun di luar Pariaman,” kata Alva yang juga Sekretaris PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman ini.

?

Pengurus yang dilantik diketuai Rio Putra, Wakil Ketua Muhfi Efendi, sekretaris Mulya Rizki, Wakil Sekretaris Tamril Kiki Putra, Bendahara Santri Sri Mulyani. Pengurus juga dilengkapi dengan departemen-departemen.(Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian, IMNU, Doa IMNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama

Jakarta, IMNU Tegal



Jati diri dan realitas keindonesiaan kita adalah keragaman. Dalam perspektif agama, keragaman itu hakikatnya adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Sesuatu yang memang begitu adanya (given) Tuhan menghendakinya.

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Sisi Dalam Agama Hakikatnya Sama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan hal tersebut saat didaulat sebagai pembicara kunci dalam Temu Kebangsaan (Tembang) Orang Muda 2017 di Aula HM Rasyidi Kementerian Agama Jl MH Thamrin No 6 Jakarta, Jumat (28/4).

“Karena Tuhan sadar betul bahwa manusia merupakan makhluk yang amat sangat terbatas. Dan justru karena keterbatasan yang kita miliki maka Tuhan menurunkan anugerah-Nya, yakni dengan menciptakan keragaman di antara kita,” ujar Menag.

Hikmah keterbatasan itu, lanjut Menag, agar bisa saling mengisi, melengkapi dan menyempurnakan. Oleh karenanya, keragaman harus dilihat dari sisi positifnya, bukan sebaliknya malah saling menafikan antara yang satu dengan yang lain.

Menurut Menteri Lukman, agama selalu bisa dilihat dari dua pendekatan, dua sudut pandang, dari dalam sekaligus dari luar. Jika kita melihat agama dari sisi luar atau eksoteris, tentu akan kita lihat keragaman yang sangat banyak.

IMNU Tegal

Menag menambahkan, jangankan antara satu agama dengan yang lain, di internal agama itu sendiri kita lihat beragam cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Itulah yang disebut peribadatan atau berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam Islam disebut syari’at.

“Syari’ yang artinya jalan tentu banyak. Ya, banyak jalan menuju Tuhan Yang Maha Segalanya. Jadi, sebagai makhluk kita jangan sampai memiliki obsesi atau pretensi untuk menyamakan perbedaan tersebut,” tandas putra bungsu mantan Menag KH Saifuddin Zuhri ini.

Sebaliknya, kata dia, jika kita melihat agama dari perspektif sisi dalam (esoteris) maka jangankan antarmadzhab yang ada dalam sebuah agama, antara agama yang satu dengan yang lain tidak akan kita temui perbedaan signifikan. Semua agama bicara pada tujuan yang sama. Esensi dan substansi dari semua agama hakikatnya sama.

IMNU Tegal

“Semua agama bicara tentang keadilan, persamaan di depan hukum, perlindungan HAM. Banyak sekali nilai universal yang dibicarakan agama. Jangan berbohong, jangan menipu, jangan menyakiti orang lain dan seterusnya. Jadi, sisi dalam agama-agama itu hakikatnya sama,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Doa IMNU Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan warga NU dibebaskan memilih calon presiden dalam pemilu mendatang.

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Silakan Pilih Capres Siapapun, Bebas

“Silakan pilih capres siapapun, bebas, karena semuanya datang ke sini,” katanya, dalam peringatan hari lahir ke-91 NU digedung PBNU, Jumat (16/5).

Sejak khittah 1926, NU menjadi organisasi massa, tetapi sebagai organisasi besar, memiliki resonansi politik yang besar, yang digunakan untuk menjaga NKRI.

IMNU Tegal

Ia menegaskan, semua partai berhutang budi terhadap suara dari NU, belum lagi dalam pilpres, kontribusi NU dengan sendirinya akan sangat besar, dalam penentuan penentuan kemenangan.

IMNU Tegal

“Tetapi sumbangan terbesar NU adalah menjaga stabilitas nasional,” tandasnya.  

Ditambahkannya, politik NU bukan untuk merebut kekuasaan, tetapi untuk menggerakkan. Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan seperti sistem politik yang masih rapuh, kesenjangan ekonomi, keadilan dan persoalan lainnya. 

Dalam waktu sembilan tahun lagi, NU berusia seabad, tetapi berusaha bisa berperan lebih besar lagi, di tataran masyarakat dan negara. Kehidupan sosial bisa terus dijaga sehingga terus harmonis, NU menjadi pusat pertemuan organisasi Islam. 

“Inilah bentuk politik kebangsaan NU, berpolitik untuk mengarahkan haluan negara, mengajukan konsep perubahan yang mengarahkan pada kemajuan, inilah kiprah yang ingin diwujudkan NU menyongsong usianya yang ke satu abad.”(mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Aswaja, Doa IMNU Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

Guru Tohir Rohili Kampung Melayu

Basis NU Jakarta selain di Kuningan-Mampang Prapatan ialah perguruan At-Thahiriyah di Bukit Duri, Kampung Melayu. Keberadaan radio pemancar perguruan ini menjadi corong Ahlussunah wal Jamaah ala thariqatin nahdliyah. Di tempat inilah para kiai NU dari Jawa Tengah dan Jawa Timur khususnya berkumpul untuk melakukan konsolidasi.

Siapakah pendiri perguruan At-Thahiriyah ini? Ia tidak lain adalah Guru Tohir Rohili. Guru Tohir lahir pada 1920 M. Guru yang cukup populer di kalangan masyarakat beragama di Jakarta ini, sempat bermukim agak lama di Mekkah. Hampir setiap halaqah ilmu di Masjidil Haram, ia datangi semasa mukim di Mekkah.

Guru Tohir Rohili Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Tohir Rohili Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Tohir Rohili Kampung Melayu

Guru-gurunya antara lain Habib Ali bin Husein Al-Atthas (Cikini) atau sering dipanggil Habib Ali Bungur, Guru Marzuqi (Muara), Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang), Guru Madjid (Pekojan), Syekh Yasin Al-Fadani (Mekkah), dan banyak guru lainnya.

Pada 21 Januari 1951 (12 Rabiul Awal 1770 H), ia mendirikan lembaga pendidikan Islam dengan nama Madrasa Diniyyah At-Thahiriyah. Dalam perkembangannya madrasah ini telah menjadi Universitas Islam At-Thahiriyah.

IMNU Tegal

Pada tahun 1967 lembaga pendidikan ini membuka radio dengan nama Radio At-Thahiriyah untuk kegiatan dakwah Islam. Sejak 1968, telah dibentuk Yayasan Ad-Diniyah At-Thahiriyah dengan pendiri utamanya Guru H Muhammad Tohir bin H Rohili, Salbiyah Ramli, Hj Suryani Tohir. Lembaga ini memunyai peran sangat besar dalam kegiatan dakwah Islam di Jakarta, (Tim Peneliti, Ulama-Ulama Betawi yang dikutip Fadhli HS).

Pada awalnya, Guru Tohir Rohili yang lama bermukim di Mekkah, mendirikan beberapa kamar untuk menampung beberapa pelajar sekolah. Kamar-kamar penampungan yang kemudian ditingkatkan menjadi asrama putra-putri itu, terletak bersebelahan dengan masjid tempat Guru Tohir menyelenggarakan majelis taklim, (Direktori Pesantren I diterbitkan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta, 1986).

IMNU Tegal

Guru Tohir bersama menantunya HM Syatiri Ahmad dan putrinya Hj Suryani Tohir berusaha agar para pelajar yang menempati asrama memperoleh pendidikan agama. Maka kemudian diselenggarakan pengajian kitab secara sorogan. Dalam perkembangan selanjutnya Kiai Syatiri mencoba mengembangkan sistem madrasah yang kemudian menjelma menjadi madrasah tsanawiyah, aliyah, dan Universitas At-Thahiriyah. Sesudah itu menyusul madrasah ibtidaiyah.

Majelis taklim yang sudah ada tetap dipertahankan dan dikembangkan hingga menjadi salah satu majelis taklim terkenal di Jakarta. Melalui majelis taklim ini, pengajian kitab terbuka bukan hanya bagi pelajar, tetapi juga untuk umum.

Di bawah kepemimpinan Guru Tohir dan menantunya, perguruan At-Thahiriyah berkembang pesat. Keduanya memadukan model pengajaran tradisional dan klasikal. Artinya, pihak pengelola tetap menjalankan aktivitas pengajian dengan model pesantren. Pada saat yang sama, mereka juga memadukan model klasikal sekolah bagi para santrinya.

Pihak pengelola perguruan ini yang terletak dekat rel kereta Jakarta-Bogor ini, juga melakukan pemberdayaan santrinya di luar jam belajar. Misalnya mereka mengadakan pelatihan keputrian untuk para pelajar putri, lomba memasak, busana muslim, juga MTQ. Grup qasidah pesantren ini pernah mengukir juara dalam MTQ seprovinsi Jakarta. Bahkan sejumlah santri dikirim sebagai delegasi pesantren untuk mengikuti pelatihan sejumlah keterampilan mulai dari manajemen, mengelola perpustakaan, penataran juru dakwah, kependudukan.

Mata pelajaran yang diajarkan kepada santrinya antara lain kitab Matan Zubad, Jauhar Maknun, Fathul Qarib, Tanqihul Qaul, Minhajul Qawim, Nashaihul Ibad, Tafsir Jalalain, Nashaihud Diniyah, Alfiyah, Mukhtarul Ahadits. Materi-materi inilah yang diajarkan Guru Thahir pagi dan petang hari.

Selain sibuk di lapangan dakwah, Guru Tohir juga merambah aktivitas di lapangan lainnya seperti gerakan politik dan juga gerakan sosial. Tidak heran kalau Guru Tohir pernah mengemban amanah sebagai anggota DPR.

Dalam lapangan sosial keagamaan, Guru Tohir melibatkan diri dalam gerakan Nahdlatul Ulama (NU). “Perguruan At-Thahiriyah memang terkenal sebagai pusat gerakan NU. Ketika mengadakan pertemuan di Jakarta, para kiai teras PBNU akan berkumpul di majelis At-Thahiriyah. Syekh Yasin dari Mekkah juga tidak melewatkan Bukit Duri untuk disinggahi. Saya sering mengantar guru saya KH Shalihin Muhasyim untuk pertemuan di At-Thahiriyah,” kata Katib Syuriyah ranting Pondok Pinang 1950-an KH Hasbullah, Kebayoran Lama.

Guru Tohir wafat pada bulan Shafar 1420 H yang bertepatan dengan hari Kamis 27 Mei 1999. Ia dikebumikan di kompleks masjid At-Thahiriyah, Bukit Duri, Kampung Melayu. Kini kompleks masjid At-Thahiriyah tetap ramai oleh para pelajar di hari aktif belajar-mengajar. Di samping itu, kompleks masjid kerap menjadi lokasi pengungsian bagi korban banjir luapan kali Ciliwung yang melintasi kawasan rendah Kampung Melayu. (Alhafiz Kurniawan)

*Tulisan ini diambil dari buku 100 Ulama Nusantara dalam Lintas Sejarah Islam Nusantara yang diterbitkan LTM PBNU pada Oktober 2015.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Aswaja, Doa IMNU Tegal

Kamis, 21 September 2017

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali

Surabaya, IMNU Tegal. Kalau terjadi ketidakpuasan usai perhelatan Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama,  itu adalah sebuah dinamika. Yang harus segera dilakukan adalah seluruh ulama dan kiai harus bersatu kembali dalam payung besar jamiyah.

"Riak dalam muktamar itu pasti ada," kata KH Ali Maschan Moesa, Senin (7/9) petang. Wakil Rais PWNU Jawa Timur ini mengemukakan, bahwa sangat tidak mungkin kegiatan yang mempertemukan banyak kiai dan ulama serta pegiat NU dari berbagai kawasan tersebut bisa memuaskan semua pihak.

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Muktamar, Ulama dan Kiai Harus Bersatu Kembali

Karena esensi dari NU adalah kebangkitan ulama, maka sudah sepatutnya seluruh komponen jamiyah ini bersatu kembali dalam rangka berkhidmat kepada warga, agama dan juga bangsa. "Dan ini juga yang diingatkan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari," kata Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

IMNU Tegal

"Para muassis atau pendiri NU mendirikan jamiyah ini dengan harapan agar seluruh potensi ulama dan kiai serta umat dapat disinergikan untuk kiprah terbaik," kata Pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna Surabaya ini.

IMNU Tegal

Dengan menyitir pesan KH Hasyim Asyari, bahwa umat Islam sekarang sudah sampai pada kondisi dikelilingi binatang buas. "Sedangkan umat ibarat domba yang berada di tengah lapang dan dikepung binatang buas tersebut," katanya. Kalau selama ini keadaan masih kondusif, bisa jadi lantaran antara binatang yang ada sedang bertengkar, lanjutnya. "Tapi kalau sesama binatang tersebut sudah akur, bisa jadi yang akan menjadi sasaran adalah domba yang berada di tanah lapang," katanya.

Oleh sebab itu, yang harus disadari semua pihak adalah kembali rukun dan satu langkah. "Yang justru saya khawatirkan, sebagaimana pesan Hadratussyaikh adalah antara ulama berada di satu meja, namun hati mereka justru bercerai-berai," ungkapnya.

NU bagi Pak Ali, sapaan akrabnya adalah jamiyah yang menyaratkan ketulusan dan kemurnian jiwa bagi para pengurusnya. "Inilah yang membedakan NU dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang lain," sergahnya.

"Harapan saya, riak usai muktamar segera disudahi dan seluruh kiai dan ulama dapat bersatu kembali untuk membicarakan tantangan zaman yang semakin berat," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa IMNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Tarim, IMNU Tegal. Sebagai upaya menanamkan jiwa entrepreneurship di kalangan pelajar dan ? mahasiswa Indonesia di Yaman, Dewan Pengurus Wilayah Hadramaut Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPW PPI Yaman) bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia Al-Ahgaff (AMI Al-Ahgaff) dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama Yaman (PCI NU Yaman) menggelar acara kuliah umum bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Menuju Pesantren Mandiri dan Bermartabat” pada Rabu, (17/04).

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syari’ah Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman ini menghadirkan KH Mahfudz Syaubari MA, pengasuh pesantren Riyadhul Jannah, Mojokerto, Jawa Timur sekaligus sosok kiai yang sukses dalam mengembangkan usahanya.?

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Kedatangannya ke Tarim yang kesekian kalinya ini dalam rangka ziarah. ?

IMNU Tegal

Dalam paparannya, alumnus program pasca sarjana Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia ini menuturkan bahwa pesantren selayaknya memiliki kader-kader yang berjiwa mandiri. Karena pesantren merupakan salah satu tempat tumpuan masyarakat.?

“Kini saatnya pesantren tampil sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi Indonesia” tambahnya.

IMNU Tegal

“Bedakan antara kasal (rasa malas) dan tawakkal (sikap pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT)!”, imbuhnya memotivasi ratusan pelajar Indonesia dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di kota Tarim yang hadir malam itu. Selain itu, ia juga me-wanti-wanti para audien yang mayoritas dari kalangan pesantren tersebut agar bisa membedakan antara thalab al-halal (mencari rezeki yang halal) dan hub al-mal (cinta harta dunia).

Di pamungkas acara, ia mengatakan, “Semua pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri ketika sudah kembali ke tanah air, hal pertama yang harus dilakukan adalah meng-Indonesiakan diri dahulu.”

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Amaludin?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, Doa, Kiai IMNU Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca

Kudus, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah membentuk tim redaksi baru untuk Majalah Pilar pada semester pertama kepengurusan periode ini.

IPPNU-IPNU pimpinan Joni Prabowo dan Futuhal Hidayah menyusun tim baru di Rumah Makan Gentong Sehat Kudus, Rabu (21/1). Tim redaksi yang terdiri dari alumni lokakarya jurnalistik PC IPNU-IPPNU Kudus tahun 2013 ini akan melanjutkan penerbitan majalah yang sudah berlangsung pada kepengurusan sebelumnya. Dengan demikian, urusan keredaksian kali ini didominasi oleh para mahasiswa dan pelajar dengan pemimpin redaksi Abdul Muis.

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca

Tema Majalah Pilar yang terbit pada empat kali dalam satu periode mengacu pada lingkup pelajar dan santri. Edisi kelima kelak tidak hanya berisi seputar organisasi NU dan persoalan sosial, tapi juga mengangkat wacana fiqh seputar kehidupan para pelajar.

IMNU Tegal

Beberapa rubrik yang telah disiapkan antara lain Salam Redaksi, Surat Pembaca, Joglo, Surat Pembaca, Sajian Khusus, Opini, Kolom, Fiqh, dan beberapa rubrik yang menampung kreaktifitas para pelajar dan santri, seperti Momen, Jalan-jalan, Resensi Film, Resensi Buku, Syair, Cerpen, Tips – Tips, Kartun, dan lain-lain.

Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo berharap, pada semester pertama ini tim redaksi Majalah Pilar yang baru ini mampu tamplil lebih baik dalam isi atau pendistribusian kepada para kader NU se Kabupaten Kudus, bahkan di luar Kabupaten Kudus.

IMNU Tegal

“Sehingga Majalah Pilar ini menjadi majalah yang mampu bersaing dengan majalah-majalah yang sekarang ini beredar di kalangan pelajar yang memberikan contoh yang tidak baik bagi kader-kader NU,” tuturnya. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Makam, Warta IMNU Tegal

Kamis, 03 Agustus 2017

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, IMNU Tegal. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

IMNU Tegal

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

IMNU Tegal

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Quote IMNU Tegal

Jumat, 28 Juli 2017

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam

Jakarta, IMNU Tegal



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat pernyataan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dipanggil Ahok menyinggung perasaan umat Islam, bukan menistakan.

“Siapa pun yang menyatakan seperti itu, meskipun Pak Haji, MUI, takmir masjid atau siapa saja, pasti akan menyinggung umat Islam, apalagi oleh orang lain. Tapi soal menista atau tidak kita serahkan kepada pihak kepolisian,” katanya saat menemui Perhimpunan INTI di Gedung PBNU, Senin (7/11).

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Pernyataan Ahok Menyinggung Umat Islam

Pengasuh pesantren Al-Tsaqofah ini menjelaskan, ia tidak mempermasalahkan agama, tapi ucapannya. Kalau hal tersebut dilakukan dengan santun dan bermartabat, tentu akan dihormati.?

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said juga menyatakan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturrahmi antar ulama dan umara (pemerintah). “Jangan sampai silaturrahmi dengan ulama hanya pas kondisi genting saja,” tandasnya.?

Ia mencontohkan yayasan Budha Suci yang dalam kondisi apapun, tetap saja menjalin silaturrahmi dan membantu masyarakat tanpa diminta sehingga keberadaanya diapresiasi. ?

IMNU Tegal

Banyak sekali hal yang bisa dikerjasamakan antara organisasi keagamaan seperti NU dan pemerintah seperti bidang kesehatan dan pendidikan. “NU selama ini tidak pernah menerima dana dari APBN, tetapi kita jalan terus membina masyarakat. Kalau ada dukungan, ini lebih baik,” tuturnya.?

Di hadapan pengurus INTI, Kiai Said menegaskan sikap kebangsaan NU adalah moderat. Diminta atau tidak NU tetap mempertahankan NKRI dan Pancasila. Dijelaskannya, tantangan kebangsaan ke depan semakin berat karena saat ini ada 4 persen penduduk Indonesia yang setara dengan 10 juta orang, menjadi pendukung ISIS. Data lain yang cukup memprihatinkan adalah 27 persen penduduk Indonesia tidak paham Pancasila. (Mukafi Niam)?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Syariah, Kajian IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock