Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2018

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Klaten, IMNU Tegal

Sabtu (16/12) pagi, Masjid Golo Komplek Makam Sunan Pandanaran terlihat ramai. Ibu-ibu, bapak-bapak, para remaja, serta anak-anak kompak menghadiri Festival Hadrah Kecamatan Bayat.

Begitu penampilan kelompok hadrah mulai beraksi, kemeriahan itu sekaligus berpadu dengan kekhusyukan hadirin, hingga suasana khidmat tersirat di sana.

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Festival Hadrah MWCNU Bayat Diagendakan Setiap Tahun

Pada acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, peserta setiap kelompok hadrah tidak dibatasi. Siapa pun boleh mengikuti acara ini dengan catatan tidak boleh merangkap menjadi anggota di grup lain.

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Festival hadrah ini mendapat sambutan meriah, terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti.

IMNU Tegal

"Alhamdulillah, ada 17 peserta yang mengikutinya. (Mereka) dari Bayat dan beberapa daerah di sekitarnya," jelas Ketua Panitia, Sunaryo.

IMNU Tegal

Setiap peserta menampilkan dua lagu, yaitu wajib dan pilihan. Lagu wajib adalah Mars Syubanul Wathan, dan lagu pilihannya dibebaskan. 

Diprakarsai MWCNU Bayat, didukung oleh GP Ansor Bayat, Muslimat NU Bayat, Fatayat NU Bayat, dan Pagar Nusa NU Bayat, festival diadakan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Dan memperkuat silaturahim, khususnya antar warga NU di Bayat,” kata Ketua Tanfidziyah MWC NU Bayat, Sagino.

Festival Hadrah Kecamatan Bayat direncanakan akan diselenggarakan setiap tahun. (Minardi Kusuma/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nusantara, Humor Islam IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Sukabumi, IMNU Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore melaksanakan kegiatan pelatihan Instructional Mastery (IM). ? Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, (20-22/7) di Pondok Pesantren Assamsyuriah dan diikuti 50 peserta guru-guru NU se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris PERGUNU Jawa Barat, Saepuloh menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi guru di bawah Nahdlatul Ulama yang berperan dalam meningkatkan kompetensi profesional, pendagogi, kepribadian, sosial serta Aswaja dan Ke-NU-an guru-guru NU.?

"PERGUNU bukan hanya mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, pendagogik, sosial, dan kepribadian guru, melainkan pergunu udah harus meningkatkan kompetensi Aswaja dan Ke-NUan guru-guru NU" tutur Saepuloh

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Lebih lanjut Saepuloh menyampaikan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini juga merupakan bagian dari program Pergunu Jawa Barat dalam upaya peningkatan SDM guru-guru NU.?

"Kegiatan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini diselenggarakan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, melainkan akan diselenggarakan juga di empat kabupaten/kota lainnya, yaitu Kabupaten Cianjur, ? Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Hafidz Othman direktur Program Kerjasama dari Irsyad Trust Limited Singapore mengatakan bahwa kegiatan kerjasama pelatihan bagi guru-guru NU sebenarnya sudah dilaksanakan lebih dulu dengan LP Maarif DKI Jakarta selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang.?

IMNU Tegal

"Kegiatan pelatihan ini, sudah dilaksanakan lebih dulu kerjasama dengan LP Maarif DKI selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang. Dan bukan hanya itu, kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Filipina dan China," tutur Hafidz.

Sementara itu, Bupati Sukabumi yang diwakili Kabag Sosial Keagamaan mengatakan bahwa program PERGUNU Jawa Barat ini sangat membantu dalam ? mewujudkan visi misi kab sukabumi yang religius dan mandiri, karena visi dan misi tersebut bisa tercapai manakala pendidikannya ? berbasis keagamaan.

"Pemda Kabupaten Sukabumi ? menyambut baik kegiatan ini, dan ini juga harus disambut pula oleh peserta dengan baik agar kualitas setelah pelatihan bisa meningkat dan bermanfaat bagi daerah setempat," tutur Unang

Kegiatan pelatihan tersebut akan dilanjutkan pada 3-5 Agustus 2017 mendatang. Instruktur kegiatan pelatihan semuanya dari Irsyad Trust Limited Singapore, Kamshari dan Madam Zainab. (Awis/Zunus)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nasional, Humor Islam, Tegal IMNU Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Doa Keluar Rumah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Keluar Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Keluar Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Keluar Rumah

Bismillâhi tawakkaltu ‘alallâhi wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adhîm

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”

IMNU Tegal

Dalam versi lain:

IMNU Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bismillâhi tawakkaltu ‘alallâhi, allâhumma innî a‘ûdzu bika an adlilla au udlalla, au azilla au uzalla, au adhlima au udhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya



“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, aku berlindung dari berbuat sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari buat zalim atau dizalimi, dari kebodohan atau dibodohi."

(Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Mataram, IMNU Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menggelar lalilatul ijitma’ ke 40 di aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram pada Jumat malam (4/9).

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Program Studi Umum, UNU NTB Harapan Baru

Kegiatan bulanan NU Wilayah NTB dimulai selepas shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan istighotsah oleh santri Al-Manshuriah yang diikuti ratusan Nahdliyin. Tampak para mahasiswa baru UNU NTB sekitar 200 orang yang beberapa waktu lalu mengikuti OSPEK.

“Saat ini kita sudah miliki Universtitas (UNU) tersendiri di daerah. Sejauh ini memang banyak lembaga pendidikan yang dikelola oleh orang-orang NU,” kata TGH. Acmad Taqiuddin Mansur, Ketua PWNU NTB saat sambutan.

IMNU Tegal

Tua Guru menyebut lembaga-lembaga itu seperti di Bagu (institute Qomarul Huda Bagu), di Bonder (institute Qomarul Huda Bagu II Bonder), di Lombok Timur (STAINU), dan di Bima juga ada. Namun demikian, itu semua masih bersifat Yayasan.

Oleh karena itu, lanjutnya, Universitas Nahdlatul Ulama yang baru beberapa hari menggelar OSPEK menjadi harapan baru bagi generasi bangsa, khususnya warga nahdliyin karena membuka program study yang masih langka di NTB.

IMNU Tegal

“Dari semua jurusan, hanya Ekonomi Islam (EI) yang berbasis agama. Selain itu, umum semua yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di masa kini.”

Ia meminta persatuan dan kesatuan bagi warga nahdliyin karena UNU adalah simbol NU.

Sementra itu, Sekretaris PWNU NTB H. Lalu Winengan dalam pengantarnya meminta kepada pelaksana UNU agar mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk mengikuti lailatul ijitim’.

“Saya minta kepada birokrasi bagian akademik untuk mewajibkan semua mahasiswa UNU untuk mengikuti ijtima’,” katanya.

Menurut Winengan, lailatul ijitma’ penting diikuti oleh mahasiswa UNU agar mengenal para pengurus NU, mengenal siapa perintis NU dan juga mengenal semua tokoh-tokoh NU. “Jangan sampai mahasiswa UNU tidak mengenal siapa tokoh NU,” harapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Tata Kota Lombok Barat ini nanti akan mengadakan Turnamen Futsal UNU Cup yang terbuka untuk umum.

“Insya Allah untuk juara satu kita berikan 5 juta. Dan setiap tahun UNU CUP harus diselenggarakan. Kepentingan kami yaitu UNU dikenal,” terangnya. (Hadi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Warta, Humor Islam IMNU Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan

Jombang, IMNU Tegal. Radikalisme dan faham fundamentalisme agama yang makin marak di kalangan pelajar memunculkan keprihatinan para aktivis organisasi pelajar. Radikalisme agama dikhawatirkan bakal berpengaruh pada keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menanggapi fenomena tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bekerjasama dengan Ditjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri, menggelar Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan bertema “Deradikalisasi di Kalangan Pelajar untuk Memperkokoh Komitmen Kebangsaan” di Aula STIKES Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Kamis (24/6) siang.

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme dan Fundamentalisme Agama di Kalangan Remaja Memprihatinkan

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Kacung Marijan, pengamat politik dan pendidikan, Ahmad Heri, mantan aktifis pelajar NU, Ida Fauziyah, Anggota Komisi II DPR RI serta Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri.

IMNU Tegal

Sucahyo, Kasi Organisasi Kesbangpol Kemendagri mengungkapkan, saat ini di Indonesia terdapat ratusan ribu Ormas dan OKP. Diantara ribuan ormas dan OKP tersebut memiliki faham radikal yang bahkan menentang pancasila sebagai ideologi bangsa.

Kacung Marijan, pria yang juga menjabat sebagai ketua PBNU ini mengatakan, menjamurnya faham radikal dan fundamental keagamaan tak lepas dari pengaruh globalisasi. Banyak orang yang tak memahami makna globalisasi secara utuh dan hanya mengambil makna negatifnya saja.

IMNU Tegal

Sehingga, lanjut Kacung, saat ini tidak sedikit muncul perbedaan yang mengarah pada perpecahan. Banyak  orang dan kelompok yang hanya mau dengan pendapatnya sendiri dan kelomponya tanpa mau menghargai pendapat orang lain.

“Globalisasi ini juga oleh demokratisasi. Nah, sayangnya banyak orang yang salah mengartikan demokratisasi. Kelompok ini merasa yang paling benar dan tidak mau menghargai pendapat orang lain,” ujar Kacung.

Ahmad Heri, mantan pengurus PWNU Jawa Timur mengatakan, untuk meredam maraknya faham radikal dan fundamental diperlukan keseriusan dari penggerak organisasi masyarakat sipil dan organisasi pelajar.

“Organisasi semacam IPNU ini punya peran penting. Nilai-nilai kebangsaan yang dulu digagas para leluhur bangsa harus selalu ditanamkan kepada pelajar,” katanya.

Ida Fauziyah, anggota DPR RI mengungkapkan, radikalisme dan fundamentalisme agama yang mengancam keutuhan NKRI harus dilawan secara bersama oleh negara dan Masyarakat. Negara punya peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Menurut Ida, pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif. “Sebenarnya negara sudah melakukannya, tapi pertanyaannya apakah sudah efektif? Itu yang saat ini masih menjadi pertanyaan.” (ysf)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, IMNU Tegal. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

IMNU Tegal

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

IMNU Tegal

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Anti Hoax IMNU Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air

Yogyakarta, IMNU Tegal. Semangat nasionalisme yang diwariskan oleh ulama-ulama NU merupakan semangat nasionalisme yang didasari ketulusan untuk mencintai tanah airnya. Maka bagi orang NU sebetulnya tidak membutuhkan argumentasi yang macam-macam, sebab jiwa nasionalisme itu sudah tertanam dan inheren dalam diri masing-masing.

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air

Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini dalam acara Seminar dan Bedah Buku Negara Khilafah Versus Negara Kesatuan RI karya Sri Yunanto di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (31/10).

Dalam paparannya, pria kelahiran Cirebon tersebut mengungkapkan bahwa bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan muahadah wathaniyah (konsensus kebangsaan) sudah final. Maka saat ini tidak diperlu lagi memperdebatkan lagi soal bentuk dan format negara.

"Konsep bernegara kita sudah ideal dalam konteks merangkul kemajemukan masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam keputusan NU di Situbondo, Pancasila merupakan dasar ideal untuk menjembatani dan mengakomodasi apa yang disebut sebagai kebinekaan," jelas Helmy.

IMNU Tegal

Terkait dengan tantangan dan semangat nasionalisme kaum muda saat ini, Helmy menegaskan pentingnya mentransformasikan pesan-pesan nasionalisme dalam bentuk yang kreatif. Ia mencontohkan pesan dan kampanye melalui media sosial.

"Jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah cukup banyak. Maka perlu ditekankan dan dipikirkan untuk membuat gerakan dan formulasi kampanye pesan-pesan nasionalisme melalui sarana-sarana yang disebut sebagai media sosial. Ini sangat penting sebagai bentuk respon perkembangan zaman," ujar Helmy.

Hadir dalam acara tersebut, Sri Yunanto (penulis buku), Muhammad Chirzin (Pembedah) dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Kudus, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-67 Muslimat.

Jum’at (23/3) kemarin, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kudus, menggelar seminar penguatan Aswaja yang bertempat di SD Unggulan Muslimat ? NU Kudus.

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Aswaja Jadi Rangkaian Harlah Muslimat Kudus

Koordinator Nasional Densus 26 Umaruddin Masdar, di depan peserta seminar yang sebagian besar pengurus Muslimat, guru ? PAUD, TK dan RA Muslimat se Kudus itu, menyebutkan beberapa alasan mengikuti NU dan seluruh tradisi keilmuan dan keagamaannya.

IMNU Tegal

Ia mengatakan menjadi warga ? NU berarti mengikuti tuntunan agama yang asasi yakni memuliakan ulama.Selain itu, bisa belajar dan mengambil ilmu agama yang otentik dan asli ? kepada yang benar-benar ahlinya (ulama).

IMNU Tegal

“Melalui NU ? kita bisa bersama ulama dan sholihin memahami dan menjalankan Islam secara kaffah,” tandas Umar seraya mengutip dalil Al Qur’an dan Hadits.

Sekarang ini, terang Umar, beragam ? bentuk ancaman dan tantangan telah mengancam amaliah ahlussunnah Wal jamaah. Diantaranya, ummat dibuat ragu terhadap ulama dan ajaran /amaliah keagamaannya sendiri.?

“Ada juga amaliah-amaliah NU dibd’ahkan,disesatkan,diharamkan, dimusyrikkan bahkan dikafirkan. kita harus waspada ini semua,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sebagian besar kitab-kitab ulama klasik banyak dipalsukan. Masjid-masjid ? NU berusaha direbut ? dan diganti oleh kelompok wahabi dengan mengganti ? keta’mirannya.

“Termasuk pula, mereka memberikan bantuan-bantuan ekonomi kepada warga NU dan menyusupi ajaran mereka di sekolah-sekolah umum.” ujar Umarudin.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Umar mengajak untuk selalu mempunyai keyakinan seraya ? teguh melaksanakan ? amalan-amalan Aswaja yang dianut oleh Nahdlatul Ulama.

“Kita harus teguh dan kuat menjalankan tradisi amalan-amalan ? NU dengan menunjukkan ciri khas yang sesuai ajaran Aswaja dan NU,” tegasnya lagi.

Sementara itu beberapa kegiatan yang terselenggara dalam rangkaian peringatan Harlah ke-67 Muslimat NU antara lain, lomba mars Muslimat dan administrasi, lomba anak-anak Tk/PAUD Muslimat, pelayanan KB Gratis, Manaqiban dan ziarah ke makam tokoh Muslimat ? dan NU.

Puncak acara pengajian umum dengan menghadirkan Mustasyar PBNU KH. Sya’roni Ahmadi dan Ketua Umum PP Muslimat ? Hj.Khofifah Indar Parawansa pada Jum’at, 29 Maret mendatang.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, Cerita, Humor Islam IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Banda Aceh, IMNU Tegal. Tren penularan HIV/AID tidak lagi terkonsentrasi pada populasi kunci seperti wanita pekerja seks (WPS), waria, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki berisiko tinggi (LBT). Titik penularan kini beralih dan sudah mulai masuk pada populasi umum. Hal ini bisa dilihat dari data terkini orang hidup dengan HIV/AID (ODHA).

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Populasi Kunci, Penularan HIV/AID telah Bergeser

Demikian dikatakan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AID PP LKNU Sri Rahayu dalam pelatihan penanggulangan HIV/AID di Hotel Banda Aceh, Selasa (28/1).

Laporan dari Kementerian Kesehatan, kata Sri, menyebutkan penyumbang terbesar kasus HIV/AID sampai akhir tahun 2013 adalah ibu rumah tangga.

IMNU Tegal

Jumlah kasus HIV/AID yang menimpa ibu rumah tangga itu mencapai angka 347. Sedangkan pada wanita pekerja seks hanya 59 kasus di seluruh Indonesia,” kata Sri Rahayu.

Sri mengharapkan 15 kader NU yang menjadi peserta pelatihan itu dapat menyampaikan prihal HIV/AID dan penularannya demi memupus stigma dan diskriminasi yang berkembang terhadap ODHA.

IMNU Tegal

Kalian diharapkan juga bisa mengurangi laju kenaikan angka ODHA yang terus bertambah terutama di kalangan ibu rumah tangga, tandas Sri Rahayu. (Nat Riwat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal IMNU, Humor Islam, Sunnah IMNU Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Geliat Seni Santri Nusantara

Selain fokus bertafaqquh fiddin (belajar ilmu-ilmu agama), santri juga tidak jarang yang memperdalam seni dan budaya sebagai bagian dari komitmen menyebarkan Islam melalui instrumen tersebut. 

Sejak dahulu kala, kalangan santri sudah tidak asing dengan berbagai instrumen musik, seni suara, maupun film sebagal kanal dakwah Islam rahmatan lil alamin. Sebut saja Para Sineas andal di kalangan santri seperti Asrul Sani, Usmar Ismail, dan Djamaluddin Malik. 

Geliat Seni Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Geliat Seni Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Geliat Seni Santri Nusantara

Kualitas film karya Sutradara Usmar Ismail tidak lapuk dimakan zaman. Terbukti dengan Film Tiga Dara karyanya yang diputar kembali tahun ini meskipun telah mencapai usia 60 tahun. Jika dirunut, seni di bidang lain juga tak kalah mengeliatnya sehingga membuat Majalah Risalah Nahdlatul Ulama sangat perlu mengangkat tema Seni Santri dalam edisi terbarunya, Edisi 65/Tahun X/1438 H/Oktober 2016.

Menurut Pemimpin Majalah Risalah, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya, beredarnya kembali film Tiga Dara tentu mengembalikan ingatan masyarakat kepada H Usmar Ismail, sang sutradara sekaligus produser. Dia adalah mahaguru perfilman Indonesia yang juga dikenal sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU).

Usmar Ismail, Asrul Sani, dan Djamaluddin Malik merupakan tiga serangkai seniman yang kebetulan semuanya berasal dari Sumatera Barat dan menonjol di zamannya. Usmar dan Asrul aktif dan di Lesbumi NU, sedangkan Djamaluddin aktif sebagai salah satu Ketua PBNU sejak NU menjadi partai politik kala itu.

Berbeda dengan film yang menjadi representasi seni di kalangan atas, Lesbumi di tingkat lokal dari seluruh daerah di Indonesia adalah seniman-seniman lokal yang cenderung tidak terkait dengan seni perfilman. Mereka adalah seniman santri di bidang lain.

IMNU Tegal

Di Kabupaten Banyuwangi misalnya, ada Kiai Mahmud alias Bung Rewel yang memiliki Orkes Melayu Bintang Sembilan. Setiap manggung, orkes ini selalu membawakan nyanyian dan juga cerita sandiwara yang bercerita tentang sejarah dan perjuangan Islam di masa lalu. Begitu juga di Pasuruan dengan Orkes Al-Asyubban (Bangil), dan lain sebagainya.

Lesbumi di derah juga dipenuhi dengan para seniman santri yang aktif dalam Ishari (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia) yang hampir setiap mushalla dan masjid memiliki grup itu. Hadrah yang dikolaborasikan Samrah (seni rebana) mengkristal menjadi sebuah perpaduan musik indah.

Seniman santri yang mampu mengelaborasikan berbagai instrumen sehingga menjelma menjadi seni musik yang dapat dinikmati oleh semua kalangan sebut saja seperti Rhoma Irama, penyanyi dan pencipta lagi religi Opick, grup band Wali, Kiai Kanjeng, Ki Ageng Ganjur, dan lain sebagainya. Kesenian ini terus dijaga agar tetap menjadi instrumen dakwah efektif di tengah perubahan zaman.

Selain membahas geliat seni santri, Majalah setebal 66 halaman ini juga seperti biasa menyajikan bacaan dan informasi menarik terkait dengan ke-NU-an, fikrah, pengajian tafsir, tasawuf, sejarah, serta sebuah uraian menarik dari Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto yang menyoroti Sastra Lisan Santri di Era Global. Selamat membaca! 

IMNU Tegal

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Hikmah, Humor Islam IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

STAIN Pamekasan Buka Galeri Investasi Syariah

Pamekasan, IMNU Tegal. Untuk investasi di pasar modal, masyarakat di Pulau Madura sudah tidak harus datang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) di Surabaya atau Jakarta, melainkan cukup di Kabupaten Pamekasan. Hal itu karena BEI dan PT Mandiri Sekuritas bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menandatangani kerja sama (MoU), Jumat (22/8), tentang pembukaan Geleri Investasi BEI di Kampus STAIN Pamekasan,.

STAIN Pamekasan Buka Galeri Investasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIN Pamekasan Buka Galeri Investasi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIN Pamekasan Buka Galeri Investasi Syariah

Penandatanganan MoU itu dilakukan di Gedung Multi Center STAIN Pamekasan, Jawa Timur, antara Ketua STAIN Pamekasan Taufiqurrahman, Direktur BEI Hamdi Hassyarbaini, dan Direktur PT Mandiri Sekuritas M Yanuar Pranuradi. Dalam pelaksanaannya, akan menerapkan investasi di pasar terbuka yang berbasis Syariah.

Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan seminar tentang kegiatan investasi di pasar modal yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa program studi (prodi), di antaranya Prodi Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, perwakilan Pemkab Pamekasan, kalangan akademis dari seluruh kampus di Madura, dan kalangan pengusaha yang tersebar di empat kabupaten di Madura.

IMNU Tegal

Kepala Kantor Perwakilan BEI Surabaya Dewi Sriana Rihantyasni yang turut hadir dalam penandatanganan MoU itu mengatakan, STAIN Pamekasan yang diajak bermitra karena investasinya berbasis syariah dan perusahaan efek yang memiliki sistem syariah adalah PT Mandiri Sekuritas.

IMNU Tegal

STAIN Pamekasan sebagai salah kampus Islam negeri mempunyai ketertarikan menjadi mitra kerja BEI, sehingga dapat dijadikan sebagai langkah mewujudkan pengembangan edukasi tentang pasar modal bagi masyarakat di Madura. Dengan adanya galeri investasi di Kampus STAIN Pamekasan, masyarakat tidak perlu datang ke Jakarta atau Surabaya untuk investasi di pasar modal.

“Dengan dimulai di STAIN Pamekasan ini nantinya diharapkan bisa menyebar ke tempat lain, selain itu untuk meningkatkan jumlah investor dari dalam negeri yang jumlahnya masih terbatas” katanya.

Menurut Dewi, memulai investasi tidak cukup butuh biaya yang besar yakni dapat dimulai dari Rp100 ribu. Dan jumlah tersebut sangat terjangkau untuk kalangan mahasiswa STAIN Pamekasan. Apalagi bagi masyarakat umum. Sehingga, pembukaan galeri investasi di Pamekasan ini dapat membuka mata masyarakat, bahwa ada jenis investasi yang dimulai dari jumlah kecil.

“Bisa dimulai dari Rp100 ribu, karena untuk beli pulsa, handphone atau kendaraan bermotor pasti lebih dari itu. Makanya daripada uang digunakan secara konsumtif kan lebih baik untuk investasi,” jelasnya.

Manager Cabang PT Mandiri Sekuritas Surabaya Linawati mengungkapkan, peningkatan ekonomi di Madura dalam beberapa tahun terakhir cukup bagus. Dan pembukaan galeri investasi pertama kali di Madura adalah di STAIN Pamekasan. Hal itu dilakukan sebagai upaya edukasi tentang pasar modal bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Kepala Laboratorium Syariah dan Ekonomi STAIN Pamekasan Rudy Haryanto mengungkapkan, pendirian galeri investasi BEI berbasis syariah di STAIN Pamekasan salah satu motivasinya dalam rangka menambah kompetensi mahasiswa di empat prodi, di antaranya Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah.

“Ini juga melatih daya enterpreunership untuk mahasiswa agar mempunyai kemampuan berinvestasi berbasis syariah, termasuk upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam ilmu investasi saat bekerja di sebuah perusahaan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat umum juga dapat berinvestasi di pasar terbuka dari BEI melalui STAIN Pamekasan. Sebab, galeri investasi tersebut juga dibuka untuk masyarakat umum yang akan membeli saham perusahaan terbuka dengan sistem yang berbasis syariah. Sekaligus sebagai langkah edukatif bagi masyarakat untuk berinvestasi.

“Saat ini yang sudah mulai berinvestasi dengan membeli saham mencapai 1384 investor dari Madura. Jumlah ini sudah melampaui target 1000 investor. Ini investasi resmi, karena dipastikan ada lembaga penjamin keuangannya jika perusahaannya pailit,” tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Muslimat NU Sumedang Deklarasikan Laskar Anti-Narkoba

Sumedang, IMNU Tegal

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang Hj. Ikah Mumsikah mengatakan, Muslimat NU Sumedang berkomitmen untuk selalu menyatukan langkah membangun negeri dan menjaga NKRI. Salah satu bentuk nyata untuk hal itu adalah mendeklarasikan Laskar Anti-Narkoba muslimat NU.

Muslimat NU Sumedang Deklarasikan Laskar Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sumedang Deklarasikan Laskar Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sumedang Deklarasikan Laskar Anti-Narkoba

Hal itu disampaikannya di hadapan ratusan warga muslimat NU Sumedang pada Sabtu (15/4) pada peringatan Isra’ Miraj Nabi Muhammad SAW dan peringatan hari lahir Muslimat NU yang ke-71 di Gedung Islamic Centre Kabupaten Sumedang.

Hajah Ikah melanjutkan, beberapa hari ke belakang pengurus Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Sumedang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba serta cara penanggulangannya dan kegiatan lomba penyuluhan bahaya narkoba yang diikuti oleh perwakilan Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU se-Kabupaten Sumedang.

IMNU Tegal

Dua kegiatan tersebut, menurutnya, merupakan langkah untuk mencetak laskar anti narkoba. Laskar-laskar tersebut diharapkan nantinya bisa terjun dimasyarakat untuk menyosialisasikan bahaya narkoba.

Puncaknya pada Sabtu (15/4) secara resmi, Laskar Anti-Narkoba Muslimat NU Sumedang dideklarasikan. Deklarasi ini diharapkan dapat memberikan semangat warga Muslimat NU untuk terus berikhtiar mencegah beredarnya narkoba dan bisa melenyapkannya, tutur Hajah Ikah.

IMNU Tegal

“Terakhir kami atas nama Pengurus Muslimat NU Kabupaten Sumedang mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan bekerja sama atas terselenggaranya beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh Muslimat NU. Mari kita semua untuk selalu menyatukan langkah membangun negeri dan menjaga NKRI,” tutup Hajah Ikah. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Daerah IMNU Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Fatayat NU Dorong Taiwan Kembangkan Industri Halal

Taipei, IMNU Tegal?



Pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU mendorong dikembangkannya konsep industri halal di Taiwan. Sebagai negeri dengan komunitas Muslim monirotas, pengembangan konsep itu memang tidak mudah. Peluang Taiwan justru dari potensi wisatanya. Sebagai informasi, negeri naga kecil Asia ini berada di peringkat ketujuh destinasi wisatawan Muslim Asia dan Eropa.?

“Konsep halal industry saya kira bisa menjadi daya tarik luar biasa bagi peningkatan kunjungan wisata Taiwan. Tapi bukan hanya itu, manfaat ke dalamnya bagi pertumbuhan komunitas Muslim lokal di sini tentu juga menggembirakan,” kata Sekretaris Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah di sela Moslem Youth Camp di Kota Taipei, Taiwan, Rabu (17/5).

Fatayat NU Dorong Taiwan Kembangkan Industri Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Dorong Taiwan Kembangkan Industri Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Dorong Taiwan Kembangkan Industri Halal

Selama sepekan ke depan, Margaret beserta dua delegasi PP Fatayat lainnya terlibat dalam program Perkemahan Pemuda Muslim yang digelar Ministry of Foreign Affairs pemerintah Taiwan. Di antara fokusnya, program ini banyak mendiskusikan seputar peluang dan tantangan industri halal di negeri formosa ini.

Di hadapan para pengurus Taiwan Halal Center, Margaret mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki pengalaman panjang dalam membangun sistem dan kebijakan industry halal. Bahkan di Nahdlatul Ulama sendiri sebagai organisasi induk Fatayat juga memiliki badan khusus yang disebut Badan Halal NU.?

“Badan Halal NU ini menjadi alternatif bagi pengusaha dan konsumen dari kalangan warga NU yang menghendaki produknya legal menurut standar halal industry. Taiwan saya kira bisa juga studi ke sini,” jelasnya. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

Lebih lanjut pengembangan konsep industri halal menurut Margaret, sebenarnya bisa dijabarkan secara lebih luas. Ketersediaan fasilitas praying room di tempat-tempat tujuan wisata, di airport, di train station, dan di public space lain adalah bagian tak terpisah dari konsep ini.?

IMNU Tegal

“Saya kira halal industry bukan semata soal peluang dunia industri. Ini kebutuhan zaman. Dalam konteks pariwisata ini menjawab kebutuhan strategi dakwah yang toleran, yang acceptable sebagaimana ciri Islam ahlussunnah kita,” tutupnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Nikmat Iman dan Islam

Mungkin pernah terbetik di dalam benak kita, kenapa kita yang seorang muslim hidupnya jauh lebih sengsara, ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang muslim hidup di atas keta’atan menyembah Allah ta’ala, sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah. Berikut ini adalah riwayat mengenai Sahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Kisah berikut termuat dalam kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah.  Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau.

Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?” ‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nikmat Iman dan Islam

Nabi pun mengatakan, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”

Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala. Maka sungguh Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak kepada kita, dan kita lupa akan hal itu, kenikmatan itu adalah kenikmatan Islam dan Iman.

Sungguh kenikmatan di dunia, tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.

Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” (HR. Muslim)

IMNU Tegal

Lihatlah, dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah, apa yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas, mungkin  hanya beberapa tetes saja. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega, hingga menangis melihat kondisi Nabi yang terlihat susah, sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.

Sebagai penutup tulisan ini, akan saya petikkan kisah seorang hakim dari Mesir, beliau adalah Al-Hafizh Ibnu Hajr. Suatu hari Ibnu Hajr melewati seorang Yahudi yang menjual minyak zaitun, yang berpakaian kotor, dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda, yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta. Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta beliau dan berkata, “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda, ‘Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir. Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini, penuh dengan kenikmatan, sementara aku di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”

Ibnu Hajr rahimahullah menjawab, “Aku dengan nikmat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga adalah penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan, dibandingkan dengan adzab yang akan engkau rasakan di Neraka dalah Surga. Orang Yahudi itu lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut.

IMNU Tegal

 

Firdaus Maulana, Mahasiswa University of Zitouna, Tunisia

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Humor Islam IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu

Pringsewu, IMNU Tegal

Sekitar 20 Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pringsewu ikut bersama polisi dan TNI menjaga keamanan perayaan Natal di Gereja Santo Yosef Pringsewu. Badan otonom dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU itu membantu pengamanan di Gereja terbesar di Kabupaten dengan julukan Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI dan Polri, Banser Jaga Keamanan Pringsewu

“Pringsewu itu sangat heterogen. Berbagai agama dan suku ada di Pringsewu. Kami ingin kerukunan antarumat beragama selalu terwujud di Pringsewu," kata Komandan Banser Pringsewu, Sunarman, saat melaksanakan tugas, Sabtu Malam (24/12).

Sunarman menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan ini telah dilakukan oleh Banser Pringsewu setiap tahunnya dengan berkeliling gereja pada saat malam misa. Selain itu beberapa personel Banser juga ditempatkan di pos-pos keamanan Natal dan di gereja saat perayaan Natal.

IMNU Tegal

Dalam melaksanakan tugas, tambah Narman, Anggota Banser selalu berkoordinasi dengan Pihak Kepolisian Sektor Tanggamus. "Kita sudah instruksikan kepada anggota untuk tidak bertindak tanpa adanya komando. Semua prosedur pengamanan yang dilakukan harus melalui komando dan berkoordinasi dengan aparat," jelasnya.

Dipilihnya Gereja Santo Yosef dalam pengamanan Natal tahun ini karena Gereja tersebut berada di Pusat Kota dan paling banyak memiliki jamaah. "Penjagaan ini kami niati menjaga masyarakat agar ada rasa kenyamanan dalam melaksanakan aktifvitas," kata Narman.

IMNU Tegal

Ia juga menambahkan bahwa partisipasi pengamanan tersebut bukanlah soal akidah, tetapi ditujukan hanya untuk membangun toleransi agama di Kabupaten Pringsewu. "Setiap warga masyarakat memiliki hak untuk mendapatan keamanan dan kenyamanan dalam beribadah," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pesantren, Humor Islam, IMNU IMNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah

Pati, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Ahad (1/2).

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah

Acara tersebut dimulai dengan bedah Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Pati dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Pati.

Dalam kedua acara itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Wakil Ketua PCNU Pati Jamal Makmur, Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, juga Ketua Lakpesdam PCNU Pati Andi Irawan. Peserta terdiri dari siswa-siswi Madrasah Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pati.

IMNU Tegal

Acara ini bertema “Saatnya Kaum Muda NU Menguasai Media”. Tema diambil karena di Pati dinilai masih banyak anak muda NU yang hanya jadi penonton dan konsumen berita. Padahal potensi menulis ada, dan PCNU telah memberikan ruang bagi mereka di media majalah dan jurnal.

IMNU Tegal

“Saatnya kita menguasai media, karena sangat urgen bagi pengembangan berita di wilayah lokal Pati, dan kita sedang dihimpit dua aliran besar yang sudah mempunya media baik televisi, maupun radio. Mereka adalah aliran radikal dan aliran liberalisme,” kata Jamal Makmur.

Jika upaya itu tidak dilakukan, tambahnya, NU akan tertinggal dan sekadar menjadi penonton. Apalagi mereka yang telah menguasai media mulai sering menyudutkan dan menjelek-jelekkan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.

Faiz Aminuddin menjelaskan, kini banyak penulis buku yang memvonis NU sebagai kelompok bid’ah dan sesat dengan mengaku sebagai mantan kiai NU, mantan Santri NU, atau mantan syuriah NU.

“Karena mereka pernah aktif di NU dan sekarang ikut jaringan radikal dengan menerbitkan buku yang menjelek-jelekkan NU dengan perspektif mereka sendiri,” ujarnya.

Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Pati Andi Irawan menerangkan, jurnal “Khittah” berisi sejumlah topik di sekitaran Pati, seperti bahaya HIV/AIDS, penyaluran zakat, perkembangan pesantren NU seiring sistem pendidikan nasional, juga kiat menjadi penulis muda NU. (Fikrul Umam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Humor Islam IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Gus Mus: Tetaplah Menjadi Indonesia yang Baik

Semarang, IMNU Tegal. Ratusan sahabat KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) dari berbagai kalangan hadir memenuhi Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang pada Sabtu malam (6/9). Mereka mengikuti selametan 70 tahun kiai yang kini dipercaya sebagai Pejabat Rais Aam PBNU.

Gus Mus: Tetaplah Menjadi Indonesia yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tetaplah Menjadi Indonesia yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tetaplah Menjadi Indonesia yang Baik

Para sahabat mulai menteri, politisi, budayawan, seniman, pelukis, sastrawan, musisi, dan masyarakat biasa mengikuti rangkaian acara mulai pukul 20.00 hingga 24.00 tersebut. Hadir Menteri Agama Luqman Hakim Saifuddin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faisal.

Hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Goenawan Mohammad, D Zawawi Imron, Sudjiwo Tedjo, Tanto Mendhut, Radhar Panca Dahana, Timur Sinar Suprabana, Triyanto Tiwikromo, Lian Gaouw dan yang lainnya.

IMNU Tegal

Acara Tasyakuran bertema Kemanusiaan, Kebangsaan dan Pluralisme ini diawali penampilan musik orkestra, dilanjutkan doa pembuka yang dipimpin keponakan Gus Mus, KH Yahya Staquf. Kemudian dilanjutkan ucapan selamat datang dari tuan rumah Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo dan sambutan pemrakarsa kegiatan H Kholieq Arief (Bupati Wonosobo dan pemutaran film pendek biografi Gus Mus, Gus Mu.

 

Dalam sambutannya, Kholiq Arief mengatakan acara ini tidak bertujuan merayakan ulang tahun melainkan untuk mendapatkan keberkahan dan pencerahan dari Gus Mus. Terlebih lagi, karya lukisnya yang penuh makna dan puisinya banyak mempunyai kandungan pluralisme yang sangat luas.

IMNU Tegal

 

"Kita semua di sini ingin mendapatkan pencerahan dari Gus Mus, karena beliau merupakan sesepuh Indonesia yang mampu merajut kesatuan di diberbagai lintas dan tokoh di bidangnya," katanya.

 

Acara bertambah gayeng saat sejumlah tokoh yang hadir memberi testimoni sahabat-sahabat. Dengan dipandu budayawan Prie GS, para tokoh memberi kesan-kesan baik berupa ucapan selamat maupun kado yang berupa membaca puisi untuk Gus Mus yang hadir bersama istri dan anak cucunya.

 

Selametan pertama kalinya untuk kiai yang akrab dengan media sosial Facebook dan Twitter ini, memang sudah dipersiapkan dengan matang oleh penyelenggara. Bukan hanya penyambutannya yang mewah, para pengunjung berkesempatan berjabat tangan dan berfoto bersama Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang ini.

 

Pada kesempatan itu, Gus Mus mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan tamu undangan yang hadir meskipun sebetulnya tidak menyukai ulang tahun ini.

 

"Terima kasih semuanya, tetaplah jadi indonesia yang baik, Islam yang baik, Nasrani yang baik, Hindu yang baik, politisi yang baik, pejabat yang baik, orang biasa yang baik. Semoga Allah merahmati kalian semua," doa Gus Mus yang diamini para hadirin.

 

Esok pagi sebelumnya, 24 lukisan karya Gus Mus juga dipamerkan sebagai rangkain acara selametan yang diadakan Forum Silaturrahmi Budaya ini. Hingga acara dimulai, 11 lukisannya tersebut ada yang sudah yang terjual 11 buah dan uang hasil penjualannya akan disumbangkan kepada yang berhak menerima dan membutuhkan. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam IMNU Tegal

Senin, 06 November 2017

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

Jombang, IMNU Tegal. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bisri Syansuri Denanyar Jombang, kini memiliki Laboratorium Ritel. Pembukaan lab ritel dilakukan Wakil gubernur Jatim, Syaifulah Yusuf disela sela persiapan Muktamar ke-33 NU.

SMK yang berada di lingkungan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar ini membuka laboratorium ritel bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). "Saya memberikan apresiasi positif program Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri. Karena hal itu bisa menambah skill pelajar," ujar Wagub Syaifullah Yusuf.

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Bisri Syansuri Denanyar Miliki Laboratorium Ritel

Gus Ipul yang juga Ketua PBNU ini mengatakan, kedepan tantangan eknomi semakin besar, karenanya santri pesantren juga perlu mendapatkan tambahan ilmu ketrampilan dalam bidang usaha.

IMNU Tegal

"Kalau di luar negeri hampir 70 persen pendidikannya mengajarkan ketrampilan atau life skill, karenanya santri juga harus diajarkan usaha," jelasnya seraya mengatakan agar lulusan SMK yang sudah dibekali dengan keahlian khusus dan ketika lepas dari sekolah sudah siap untuk kerja.

IMNU Tegal

Sementara itu, Hudiyono Kabid Menengah Kejuruan dan Perti Dinas Pendidikan Provinsi Jatim mengatakan, di Jawa Timur, SMK yang memiliki laboratorium ritel sebanyak 5 lembaga.

"Salah satunya di Denanyar ini, kita menargetkan selama 2015 ini ada 50 lembaka SMK yang memiliki laboratorium Ritel, "ujarnya membeberkan.

Kerjasama lab ritel SMK dengan Alfamart dikatakannya, untuk memberikan ketrampilan siswa SMK dalam bidang usaha. Adapun sistem pengajarannya selama 2 tahun siswa menjalani proses belajar mengajar seperti biasa dan satu tahun magang. "Mereka akan magang dengan gaji sesuai UMR," tandasnya.

Branch Manager PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Malang, Dwesti Suhascaryo mengatakan, Alfamart Class di SMK Bisri Syansuri merupakan yang pertama di Jombang dan ketiga di Jawa Timur setelah SMK PGRI 3 Malang serta SMKN 1 Geger Madiun.

Melalui program tersebut, lanjutnya, pihaknya ingin menumbuhkembangkan minat masyarakat terhadap dunia ritel melalui proses pembelajaran yang aplikatif. "Program ini juga sebagai bentuk kepedulian perusahaan di bidang pendidikan. Tujuannya, menciptakan lulusan SMK yang siap bekerja sesuai kebutuhan yang disyaratkan oleh Alfamart," katanya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Khutbah IMNU Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

Jakarta, IMNU Tegal

Idarah Wustha 9Pimpinan Wilayah) Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah (Jatman) DKI Jakarta selama dua hari (18/6 - 19/6) menyelenggarakan Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi 1437H. Kegiatan yang dihelat di Zawiyah Tarekat Idrisiyyah, Masjid Al Fattah Jl. Batu Tulis XIV No. 5, Juanda III Jakarta Pusat ini diikuti 80 peserta dari berbagai tarekat yang berhimpun di Jatman.

Acara dimulai Sabtu (18/6) dengan shalat zhuhur berjamaah, dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Ustadz Asep Saefuloh dari Tarekat Idrisiyyah. ?

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jatman DKI Gelar Riyadlah Ramadhan Ulama Sufi

"Alhamdulillah pada Ramadhan ini kita dapat menyelenggarakan riyadlah ulama sufi dengan tema ‘Menggapai Ilahi dengan Metode Thariqah’. Insyaallah Jatman akan terus mengadakan kegiatan untuk memperkuat kehadiran tarekat di masyarakat," papar Katib Jatman DKI Jakarta KH Ahmad Hidayat saat membuka acara.

IMNU Tegal

Pada sesi pertama, Ustadz Abdul Latif dari Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya menyampaikan materi tentang Al-Quran. Penulis buku HATAM (Hafal Tanpa Menghafalkan) ini mengingatkan bahwa sufi sangat akrab dengan Al-Quran. "Mumpung Ramadhan, kita buat kebiasaan lebih akrab dengan Al-Quran agar lepas Ramadhan kebiasaan baru ini dapat terus berlanjut," ujarnya.

Selanjutnya, Kepala Humas Kementerian Pemuda dan Olahraga H Amar Ahmad yang hadir dalam kesempatan itu menjelaskan program kepemudaan yang sedang dijalankan. "Banyak peluang kegiatan yang dapat dilakukan oleh para pemuda, khususnya pemuda pengamal tarekat. Negeri ini butuh pemuda-pemudi yang kuat tauhidnya untuk melakukan perubahan," ungkapnya mewakili Menpora yang berhalangan hadir.

IMNU Tegal

Lepas shalat Tarawih, materi disampaikan oleh KH Maman Imanul Haq, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka. Ia sangat mengapresiasi kegiatan Jatman. "Dakwah sufistik diterima oleh semua kalangan. Saya banyak keliling luar negeri dan mendapati corak dakwah yang tepat adalah metode tasawuf," tegas anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Hari kedua (19/6), selepas shubuh setelah dzikir dan shalawat, kajian disampaikan oleh Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syaikh Muhammad Fathurahman. Ia memaparkan adab dan suluk dalam tarekat. Acara ditutup selepas shalat ashar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Tegal, Humor Islam IMNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme

Bandung, IMNU Tegal

Teror bom di Sarinah, Jl Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/15/2016) merupakan pukulan berat bagi bangsa Indonesia. Tragedi Teror tersebut menelan 7 korban jiwa dan 24 korban luka-luka.?

Persatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Barat menyatakan keprihatinannya atas tragedi teror tersebut. Pergunu juga mengimbau guru-guru untuk ikut berperan aktif dalam menangkal terorisme dengan memberikan pemahaman yang jelas kepada peserta didik agar mereka tidak meniru aksi terorisme, bahwa terorisme tidak identik dengan Islam, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan.?

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pergunu Jawa Barat Saepuloh di Ruang Pergunu Jawa Barat Lantai 2 Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No 09, Bandung, Jumat, (15/1).

“Islam juga tidak mengajarkan umatnya untuk menebar teror dan melakukan perbuatan yang buruk dan keji,” jelasnya.

Selain itu, imbuhnya, Orang tua harus lebih memperhatikan pergaluan dan aktivitas anaknya, baik di rumah dan lingkungan sekitar. Jangan sampai anaknya ikut dan aktif dalam kegiatan golongan-golongan yang berpaham radikal. Serta orang tua harus senantiasa memperhatikan perilaku anaknya, sehingga jika ada perilaku yang menyimpang agar segera dapat diluruskan dan atau berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. (Red: Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Humor Islam IMNU Tegal

IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock