Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Mataram, IMNU Tegal 

Putra Mahkota Raja Arab Saudi, Muhammad bin Salman melakukan reformasi besar-besaran di negaranya, ulama-ulama dan khotib yang medok Wahabinya dipecat lebih dari seribu orang. Menteri dan pengaran yang korupsi dan hidup bermewah-mewahan dipecat, di antaranya Walib bin Thalab bin Abdul Aziz, termasuk Jenderal Mith’ab.  

Hal itu dikemukakan Ketua Umum PBNU ketika menceritakan situasi Arab Saudi saat ini kepada peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Islamic Center Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Kota Mataram pada Kamis malam (23/11). 

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebentar Lagi Arab Saudi Seperti di Indonesia, Gelar Muludan?

Pengeran Muhammad bin Salman, lanjutnya, menyatakan, “Saya akan mengubah Islam di Arab Saudi menjadi Islam washatan, moderat”. Salah satu tandanya, pada Maulid Nabi Muhammad tahun ini, pemerintah menyatakan hari libur, sebagai penghormatan kepada warga Arab Saudi yang memperingatinya.  

Namun, kata Kiai Said, pemerintah Arab Saudi tidak dikabarkan akan mengadakan peringatan Maulid Nabi seperti di Indonesia. Baru menghormati Maulid Nabi dengan menjadikan hari libur. 

“Lama-lama mauludan itu, jangan khawatir,” katanya pada ujung pemaparan Laporan Perkembangan Pelaksanaan Keputusan-keputusan Muktamar. 

IMNU Tegal

Di Indonesia, Kedutaan Arab Saudi yang baru, telah bertemu dengan PBNU. Bahkan pada pembukaan Munas dan Konbes di pulau Lombok ini, Duta Besarnya datang. 

IMNU Tegal

Duta Besar Arab Saudi Muhammad Usamah mengungkapkan terima kasih kepada PBNU yang telah mengundang ke acara itu. Kepada Kiai Said, ia akan memberikan kesempatan umroh selepas Munas dan Konbes atas biaya mereka. 

"Mereka ingin menunjukkan terbuka, moderat, terbuka kepada semua kalangan," kata Kiai Said. 

Pada kesempatan itu, Kiai Said mengaku mengajukan permintaan kepada Dubes Arab Saudi itu tentang dua hal. Pertama tidak lagi memberikan buku kepada jamaah haji asal Indonesia yang isinya menjelek-jelekkan Alussunah wal-Jamaah. Kedua, meminta supaya diberikan kebebasan bermazhab dalam melaksanakan ibadah haji.

"Sekarang sih diiyakan, wallahu alam benar tidaknya," katanya.   

Munas Alim Ulama dan Konbes NU dibuka Presiden Joko Widodo Kamis siang. Hajatan tingkat nasional itu digelar di lima pondok pesantren dan akan berlangsung hingga 26 November. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Bahtsul Masail, Internasional, Budaya IMNU Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, IMNU Tegal. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

IMNU Tegal

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

IMNU Tegal

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Kyai, Internasional IMNU Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Solo, IMNU Tegal. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Hal tersebut menjadi modal untuk menjadi bangsa yang besar. Meskipun di satu sisi perbedaan tersebut juga berpotensi menimbulkan bibit perpecahan.

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Kerukunan Itu Indah, Harus Kita Jaga!

Oleh karena itu, alangkah indahnya apabila bangsa ini dapat bersatu di tengah perbedaan yang ada. "Kerukunan itu indah, jadi harus kita jaga. Seperti sekarang ini, kita duduk bersama meskipun kita ada yang berbeda agama," kata Habib Syech bin Abdul Qadir As Segaf, Jumat malam (30/8) lalu.

Habib Syech menyampaikan pesannya kepada jamaah dalam acara Shalawat Akbar. Kegiatan yang dihelat di Benteng Vastenburg Solo tersebut diikuti ribuan jamaah, yang sebagian diantaranya adalah warga non-muslim.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan tersebut, ulama asal Solo itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan. Menurutnya, kerukunan tersebut perlu dijaga dengan siapapun, meskipun dengan orang yang berbeda agama. Dalam acara ini pula, Habib Syech membuktikan bahwa Sholawat juga mampu mempersatukan umat dan memberikan kedamaian.

Salah seorang jemaah asal Karanganyar, Sumarno, mengakui hal tersebut. Menurutnya, shalawat yang dibawakan oleh Habib tersebut adalah metode dakwah Islam yang sangatlah luar biasa dan bisa menyentuh perasaan.

IMNU Tegal

“Islam itu cintai damai, dan dengan bershalawat saya benar-benar merasakan kedamaian ajaran Islam.  Ini luar biasa,” ungkap Sumarno yang datang sejak sore untuk mengikuti acara tersebut. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Internasional IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Cirebon, IMNU Tegal. KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, Pengasuh Pesantren Nadwatul Ummah-Buntet Pesantren, Cirebon tutup usia pada Senin (18/5) malam lalu. Almarhum tutup usia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta sekitar pukul 22.30 WIB.

Menurut Abu Tolkha Nawawi, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Almarhum menjalani operasi pergantian pembuluh darah, namun operasi tersebut tidak berhasil dengan lancar.

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim Buntet Wafat

Almarhum KH Luthfi Elt Hakim Fuad Hasyim, di mata Tolkha adalah sosok dengan pribadi dan budi pekerti yang sangat luhur serta punya dedikasi yang luar biasa terhadap dunia pesantren. Diakui Tolkha, dirinya sangat merasa kehilangan salah satu sahabat terbaiknya ini.

IMNU Tegal

“Beliau selaku guru dan sahabat saya terlalu istimewa. Dengan pribadinya dan budi pekertinya yang sangat luhur, perangainya sangat santun, alim dan punya dedikasi yang luar biasa,” jelasnya seperti dilansir cirebontrust.com. (Red: Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Kiai, AlaNu IMNU Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Habib Lutfi: Contohlah Laut

Brebes, IMNU Tegal. Manusia di dunia, kadang lupa diri ketika diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sehingga kadang berbuat diluar nalar dan lebih membanggakan diri sendiri tanpa memperhatikan kekuatan yang lebih dasyat. Bahkan dibandingkan dengan alam sekitarnya pun, manusia kadang kalah.



Habib Lutfi: Contohlah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfi: Contohlah Laut (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Lutfi: Contohlah Laut

Seperti yang dicontohkan laut. Bagaimanapun banyaknya anak sungai yang airnya mengalir kelaut namun air laut tak akan kehilangan asinnya.

“Artinya kita selaku manusia meskipun banyak sekali ilmu pengetahuan maupu segala sesuatu yang dapat kita serap namun kita jangan sampai kehilangan jati diri,” pinta KH Habib Lutfi bin Ali Yahya pada saat menyampaikan tausiyah Maulid Nabi dan Haul Muassis ke-24 di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes Senin (22/2).

IMNU Tegal

Menurut Habib, bila para alim memiliki jatidiri, maka akan selalu berada di dijalan yang benar sesuai dengan ajaran Islam. “Era sekarang, pencemaran laut terus mendera, tapi tetap saja terasa asin,” ucapnya mantap.

Tak terkecuali manusia, setiap hari diterpa pencemaran. Baik itu berupa harta, tahta maupun wanita yang sangat menggiurkan. Tapi bila tetap berpegang pada jatidiri yang hakiki, tidak akan tergoyahkan.

IMNU Tegal

Hadir pada acara tersebut wakil Bupati Brebes H. Agung Widiyantoro, SH MSi, Walikota tegal H. Ikmal Jaya, Kapolres dan wakapolres Brebes, Muspida dan muspika, kepala SKPD, ki dalang Entus dan ratusan Santri dan santriwati serta masyarakat umum lainnya.

Sebelumnya panitia juga mendaulat dalang kondang asal tegal Ki Entus Susmono untuk memberikan sedikit sambutan. Dengan gaya bahasanya yang blak-blakan, jamaah yang hadir dibuat ketawa lepas. Karuan saja, suasana mendadak ramai dan meriah. 

Wakil Bupati Brebes H. Agung Widyantoro, SH MSi yang membacakan sambutan Bupati, mengucapkan terima kasih atas kedatangan habib lutfi di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan oleh pondok pesantren assalafiah desa Luwungragi.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah kabupaten Brebes setiap tahunya telah memperhatikan kebutuhan beragama mulai dari Pondok pesantren, madrasah dan lainya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya agar pendidikan agama tetap ditanamkan sejak dini. Selanjutnya bupati berpesan kepada yang hadir pada acara tersebut agar dapat menjaga kerukunan antar sesama terutama kerukunan antar umat beragama, mengingat kabupaten brebes memiliki wilayah yang cukup luas. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Jombang, IMNU Tegal. Hingga kini, Jombang setidaknya telah memiliki tiga nama yang telah mendapat gelar pahlawan nasional. Yakni KH M Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Abdul Wahid Hasyim. Namun sayang, tidak semua disebut dalam buku sejarah di sekolah.

"Sudah seharusnya, para pahlawan nasional asal Jombang ini masuk dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelajaran sejarah," kata Nyono Suharli Wihandoko, pada kegiatan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, Kamis (10/11). Karenanya, Bupati Jombang tersebut akan mengajak kalangan DPRD untuk membahas hal ini, lanjutnya.?

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Ikhtiar tersebut akan dilakukan karena kalau berhasil dimasukkan pada kurikulum, nantinya menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa. "Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, kita akan mengusulkan ke pusat nantinya, sehingga sejarah perjuangan ulama bisa diketahui generasi bangsa," tandas Nyono, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Nyai Hj Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto serta Dandim 0814, Letkol Arh Fathurrahman. Kegiatan sebagai rangkaian hari pahlawan.

IMNU Tegal

Sebelumnya, bupati, wabup dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah atau Forpimda Jombang melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan, jalan Kusuma Bangsa, termasuk ? berdoa di makam bupati pertama RA Soero Adiningrat.?

Tabur bunga dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Santri, Internasional IMNU Tegal

IMNU Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat

Purwakarta, IMNU Tegal. Sedikitnya 298 mempelai mendapat putusan itsbat nikah dengan usia termuda 32 tahun dan pasangan tertua berusia 60 tahun. Satu persatu status perkawinan mereka diputus oleh hakim Pengadilan Agama yang menggelar sidang di tempat.

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nikah Massal, 298 Mempelai Dapat Putusan Itsbat

Adegan ini terjadi saat itsbat massal perdana digelar di Bale Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Jumat (27/4). Pemerintah Purwakarta mulai membuat kebijakan itsbat nikah secara missal. Itsbat ini pun dilaksanakan secara bertahap dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta Pengadilan Agama. 

Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Purwakarta mencatat sebanyak 2.000 lebih pasangan suami istri (pasutri) di wilayah kerjanya tak miliki akta nikah. Jumlah tersebut berdasarkan hasil validasi selama satu tahun.

IMNU Tegal

Meski demikian, data di lapangan melebihi angka itu. Pasalnya, dari 297.000 kepala keluarga yang ada, yang tak memiliki akta nikah mencapai 30%.

IMNU Tegal

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menuturkan, layanan terhadap administrasi kependudukan merupakan tanggung jawab negara. Dengan begitu, sudah menjadi keharusan layanan itu dibebaskan dari segala bentuk biaya. Termasuk dalam itsbat nikah pun seharusnya digratiskan.

"Tahun ini kita Pemkab mengalokasikan anggaran dari APBD sebesar Rp1,8 miliar untuk itsbat nikah. Jumlah dana tersebut untuk seribu pasang suami isteri. Sisanya akan kita alokasikan pada perubahan anggaran tahun ini," kata Dedi. 

Dikatakan Dedi, anggaran yang digelontorkan itu, selain untuk membayar biaya adminitsrasi akta, juga menanggung setiap pasangan yang hendak melakukan pernikahan. Misalnya, biaya mas kawin, kendaraan pengantin, serta hiburan pernikahan.

 

 

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Berita IMNU Tegal

Rabu, 29 November 2017

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pasuruan, IMNU Tegal - Bentuk stan pameran pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok 2016 yang diinisiasi PP Rabithah Maahid Islamiyah NU kali ini terlihat mirip dengan masjid Jinggo yang bergaya Tiongkok. Di atas bangunan stan terlihat tulisan berlafal “Allah”. Silatnas sendiri berlokasi di area Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jumat-Ahad (13-15/5).

Ketua panitia lokal KH Ahmad Taufik (Gus Taufik) mengatakan, "Itu temanya Masjid Jinggo, salah masjid Pandaan yang dibangun oleh Pemkab Pasuruan.”

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

Stan Pameran Silatnas Ayo Mondok Mirip Masjid Jinggo ala Tiongkok

Pemkab Pasuruan beberapa tahun lalu membangun masjid dengan arsitektur bergaya China, karena untuk mengabadikan penyebaran Islam di tanah Jawa melalui berapa jinggo yang pernah datang ke Pasuruan. “karena pasukannya, orang-orang pernah ikut memperkuat Islam di Pasuruan," kata Gus Taufik di sela kegiatan pembukaan diskusi terbatas, Sabtu (14/5) siang.

Jasa mereka kemudian diabadikan menjadi Masjid Jinggo. Untuk itu pihak panitia mengambil inspirasi pameran itu dari Masjid Jinggo.

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Ia menjelaskan, pameran tersebut diikuti 70 stan yang terdiri atas 50 stan berbagai pegawai kecamatan dan dinas-dinas di Pemkab Pasuruan. Sementara 20 stan lainnya diisi oleh komunitas Nahdlatul Ulama.

"Masjid Jinggo ini merupakan ikon masyarakat Pandaan," terangnya.

Terlihat mulai awal Silatnas dibuka suasana pameran waktu itu ramai didatangi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin melihat-lihat atau membeli produk-produk unggulan kreativitas mereka. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional IMNU Tegal

Kamis, 23 November 2017

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Malang, IMNU Tegal

Sepertinya, sampah selalu menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat, tidak hanya bakteri yang akan dilahirkan sampah, prilaku manusia yang kurang sadar akan akibat buruk dari membuang sampah sembarangan menjadikan sampah menjadi penyakit masyarakat yang kronik saat ini, terlebih saat musim hujan.

Di sudut kota malang, tepatnya Desa Taman Asri, Kecamatan Ampelgading, Malang, Jawa Timur sampah menjadi berkah untuk tabungan para Nasabah dengan terus berinvestasi sampah di Bank Sampah Ampelgading Malang. 

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Sampah Ampelgading, Ubah Sampah Jadi Berkah

Berbeda dengan sistem Bank Sampah pada umumnya, beberapa yang telah diketahui publik sampah ditabung untuk kebutuhan berobat, adapula yang dialokasikan menjadi biaya pendidikan. Di Ampelgading, sampah yang diinvestasikan akan menjadi uang kapanpun sang nasabah membutuhkan, bahkan bisa diambil diawal dengan cicilan sampah tiap harinya.

Salah satu pendirinya Fauzan, Aktivis PMII dan sekarang mendedikasikan dirinya pada lingkungan hidup disekitarnya mengungkapkan, ide ini muncul karena seringnya masyarakat yang tidak tau manfaat sampah, memisahkan sampah organik dan non organik, dan cara mengolahnya. Bank Sampah Ampelgading menjembatani itu dan memberikan keuntungan berupa tabungan yang bisa diambil kapan saja, bahkan bisa dengan cara piutang.

Baru berjalan beberapa bulan, ide kreatif Bank Sampah langsung disambut hangat oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga yang sudah terbiasa mengelolah sampah dapur dirumahnya.

IMNU Tegal

“Selama ini, ibu-ibu yang menjadi Nasabah Bank Sampah Ampelgading, sering menabung untuk hari-hari besar, banyak yang diambil saat Maulid, dan lebih banyak yang mengambil tabungannya saat lebaran” ujar Fauzan.

IMNU Tegal

Dua tahun berjalan, Bank Sampah Ampelgading menjadi pusat pengelolaan sampah milik bersama. Tak hanya pengurus yang mau mengelola sampah, warga sekitar mulai sadar misi Bank Sampah. Diantaranya melestarikan lingkungan dengan bersih dan asri, hingga seringkali warga ikut andil dan gotong royong untuk program-proram yang dilakukan oleh Bank Sampah Ampelgading. (Dian Manzila/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sejarah, Internasional, Aswaja IMNU Tegal

Rabu, 22 November 2017

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Jakarta, IMNU Tegal. Peringatan Hari Santri Nasional berlangsung semarak dimana-mana. PBNU mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam peringatan yang berlatar belakang sejarah Resolusi Jihad NU 71 tahun lalu tersebut.

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Santri Meriah, PBNU: Terima Kasih untuk Semuanya

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan hal itu di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/10). Menurutnya, respon semua pihak kepada program PBNU di Hari Santri seperti Kirab Resolusi Jihad NU dan pembacaan 1 Milar Shalawat Nariyah sungguh meriah sekali.

“Kami atas nama PBNU, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang membantu peringatan Hari Santri, mulai dari TNI, Polri, Pemeritah Daerah, Presiden,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Lebih khusus ia sampaikan terim kasih kepada seluruh warga NU yang memperingati Hari Santri dengan tertib, kreatif, dan penuh kesahajaan.

IMNU Tegal

Ia menilai, peringatan Hari Santri 22 Oktober lalu penuh khidmat dan sarat dengan nilai-nilai pengembangan wawasan kebangsaan, menyampaikan pesan sejarah, menanamkan nilai-nilai patriotik, membela tanah air, dan bangsa. “Ini bagian proses edukasi yang selama ini kurang didapat di sekolah,” katanya. ?

Lebih lanjut, ia menilai, peringatan tersebut menjadi perekat sosial sesama anak bangsa. Padahal sebelumnya, Hari Santri disinyalir akan melahirkan kelas sosial baru, akan semakin meruncingkan dikotom.

“Yang terjadi justru sebaliknya karena makna santri, menurut para kiai, tidak hanya terbatas yang mesantren di pondok, tapi seluruh warga masyarakat yang haus ilmu di pendidikan formal dan nomformal, serta memiliki watak dan adab kesantrian seperti menjaga ukhwah, memiliki spirit kebangsaan dan cinta tanah air,” jelasnya. ?

PBNU, sambungnya, berniat pembacaan Shalawat Nariyah akan menjadi agenda rutin tahunan di tiap peringatan Hari Santri. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Daerah, Halaqoh IMNU Tegal

Senin, 13 November 2017

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Jepara, IMNU Tegal. Ekonomi yang mandiri digadang menjadi penyemangat bagi para aktivis Muslimat NU Jepara dalam berjuang untuk umat. Mewujudkan hal itu ratusan kader Muslimat NU Jepara antusias mengikuti seminar yang diadakan oleh Bank Indonesia di Hotel Jepara Indah, Sabtu (19/8).

Hadir sebagai pembicara, Anggota Komisi XI DPR RI F-PKB, Fathan Subchi, Manajer Fungsi Pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman. Hadir pula Pimpinan Bank Jateng Kabupaten Jepara, Heri Supriyanto, dan Dinas Koperasi dan UKM Nakertrans Jepara, Nasukha.

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jepara Berkomitmen Kuatkan Ekonomi Umat

Kata Fathan, Muslimat NU harus diberdayakan utamanya dalam bidang pengembangan ekonomi agar perjuangannya menegakkan agama bisa kuat dan solid. Pemerintah perlu terjun secara langsung membina Muslimat agar memiliki jiwa entrepreneur yang mantap.?

"Jiwa enterpreneur harus diasah dengan terjun langsung dalam usaha riil demi mewujudkan kemandirian ekonomi. Kemandirian ekonomi akan berdampak pada kuat dan solidnya muslimat jepara dalam mewujudkan islam yang ramatan lil alamin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu politisi asal Kabupaten Demak itu juga mengapresiasi atas berdirinya Koperasi Annisa yang dikelola Muslimat NU Jepara. Menurutnya itu bisa menjadi inspirasi bagi Muslimat yang lain untuk berjuang menyejahterakan umat.

IMNU Tegal

"Saya dengar Muslimat Jepara memiliki Koperasi Annisa dan usaha catering. Itu bisa jadi modal dan inspirasi bagi muslimat yg lain untuk berwirausaha," ujar Fathan.

Sementara itu, Manager fungsi pelaksana Bank Indonesia Jawa Tengah, Abdul Rohman menyampaikan bahwa peran UMKM dalam menopang ekonomi nasional sangatlah besar. UMKM juga merupakan penyelamat jitu bagi ekonomi Indonesia sekaligus solusi saat terjadi krisis moneter.

"Alasan Bank Indonesia mendukung program ini dan ikut membangun UMKM adalah untuk menjaga stabilitas moneter," ujar Rohman.

IMNU Tegal

Adanya acara ini juga menjadi awal dari hubungan yang kuat antara Bank Indonesia dengan Muslimat NU Jepara dalam membangun jaringan. Acara bertajuk Peran Bank Indonesia dalam Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM di Indonesia itu diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan sekaligus bukti kerja sama BI dengan Muslimat NU Jepara. (M. Farid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Tegal, Ulama IMNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Kupang, IMNU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur? Jamal Ahmad mengungkapkan, tiga Pengurus Cabang NU (PCNU) terancam gagal mengikuti Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang lantaran masa kepengurusan yang kadaluarsa.

Sampai saat ini ketiga PCNU itu belum melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai ajang pergantian pemimpin. Jamal mengingatkan, bila amanah organisasi untuk Konfercab belum terlaksana maka pihaknya tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam perhelatan yang yang bakal digelar di Jombang, Jawa Timur itu.

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Ia mengatakan, dari total 19 PCNU se-NTT, 16 di antaranya sudah melaksanakan Konfercab, sesuai data surat permohonan yang masuk di sekretriat PWNU NTT. PCNU yang belum masuk surat permohonan antara lain PCNU Sikka, PCNU Manggarai Barat, dan PCNU Ngada.

IMNU Tegal

Jamal mengimbau PCNU yang telah purna masa kepengurusan sesegera mungkin melakukan pemilihan rais dan ketua. ”Jika tidak maka akan berdampak pada keikutsertakan dalam muktamar nanti. Kita akan berikan surat pemberitahuan ulang,” ujarnya.

IMNU Tegal

Kepala Sekretariat PWNU Abdul Syukur SH membenarkan, hingga kini belum ada lagi surat permohanan yang masuk di sekretariat PWNU NTT. “Sejauh ini, belum ada surat masuk,” kata Syukur di Sekretariat PWNU NTT di Jalan W CH Oematan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (24/3). (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Sholawat, Quote IMNU Tegal

Rabu, 08 November 2017

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

Jakarta, IMNU Tegal. Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali akan menghadiri Silaturahmi Internasional ke-11 Nahdlatul Ulama (NU) yang digagas Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi di Mekkah pada 11 November. Demikian keterangan Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi KH Fuad Abdul Wahab, Selasa (9/11). Undangan resmi ke Menag sudah disampaikan di sela-sela ibadah haji.



Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag akan Hadiri Silaturrahmi Internasional NU

"Insya-Allah, Pak Suryadharma Ali dapat menghadiri Silaturrahmi Internasional ke-11 NU,"kata Fuad Abdul Wahab. Kegiatan Silaturrahmi Internasional NU dilaksanakan secara rutin sejak 1999 dengan mengambil tempat di Makkah atau dilaksanakan beberapa saat menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Fuad, Silaturrahmi Internasional ke-11 NU 2010 yang mempertemukan aktivis NU Luar Negeri dari berbagai belahan dunia akan dipusatkan di Rubat Jawiyah, Misfalah, Makkah Al Mukarromah. Selain dihadiri Kemenag Suryadharma Ali yang juga kader NU, Silaturrahmi Internasional NU juga akan dihadiri sejumlah tokoh ormas berlogo bola dunia dan bintang sembilan tersebut.

IMNU Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul UIama (PBNU) Prof KH Said Aqiel Siradj, Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi, dan Mustaysyar PBNU KH Maemun Zubair juga dijadwalkan hadir. Tokoh NU lainnya yang akan hadir yaitu Duta Besar RI untuk Arab Saudi Gatot Abdullah, KH Hafidz Usman, KH Syukron Makmun, KH Manarul Hidayat dan KH Nur Muhammad Iskandar SQ.

IMNU Tegal

Fuad Abdul Wahab menjelaskan, PCINU yang akan mengirimkan delegasinya berjumlah 11 cabang yaitu Arab Saudi, Sudan, Yaman, Mesir, Syria, Jordan, Libanon, Iraq, Maroko, Libia, Inggris, dan Malaysia. Silaturrahmi Internasional ke-11 NU mengambil tema "Memperkuat Khidmat NU Luar Negeri untuk Bangsa" akan dilangsungkan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

"Kami sengaja mengambil tanggal 11 November dengan pertimbangan jamaah haji sudah berkumpul di sekitar Mekkah serta hari tersebut sangat bersejarah terkait dengan peristiwa hari pahlawan 11 November di mana NU memainkan peran penting,"tutur Fuad Abdu Wahab. (amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Fragmen IMNU Tegal

Selasa, 07 November 2017

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa

Bandung, IMNU Tegal. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta pendamping desa agar menjadi pelopor sekaligus motor penggerak pembangunan di desa. Menurutnya, kehadiran pendamping desa yang diamanatkan oleh Undang-Undang Desa yakni untuk mewujudkan desa yang mandiri maju dan sejahtera.

"Pendamping desa harus mampu menjadi agen perubahan di setiap desanya. Kalian adalah pahlawan dari agen perubahan desa," ujar Menteri Eko dalam acara penutupan pelatihan pendamping lokal desa di Bandung, Ahad (8/10).

Menteri Eko juga meminta para pendamping desa untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan desa, baik itu perencanaan maupun pelaksananaan pembangunan. Dengan jumlah dana desa yang terus naik, para pendamping desa harus proaktif mendengar dan memberi solusi bagi permasalahan desa.

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendamping Desa Harus Jadi Pelopor Pembangunan Desa

"Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa. Nah, saya minta pendamping desa harus bisa berperan besar dalam pemanfaatan dana tersebut agar lebih produktif. Sebab untuk membiayai pendamping itu tidak kurang negara mengeluarkan sekitar Rp 2,8 trilun," ujar Menteri Eko.

Di tahun 2015, Menteri Eko melanjutkan, dana desa yang dikucurkan pemerintah senilai Rp 20 triliun. Kemudian, pada 2016 meningkat menjadi Rp 47 triliun dan tahun 2017 ini mencapai Rp 60 triliun untuk

IMNU Tegal

74.910 desa. Untuk saat ini, program ini merupakan satu-satunya di dunia dengan besaran jumlah yang terus meningkat tiap tahunnya.

"Dana desa dapat dipergunakan untuk membangun sentra-sentra pertumbuhan perekonomian warga di desa, selain infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan lain sebagainya," sambungnya. 

IMNU Tegal

Dengan besaran tersebut, Menteri Eko meminta kepada masyarakat jangan segan-segan melaporkan jika ditemukan ada penyelewengan dari dana desa. Terlebih, lanjutnya, Kemendes PDTT telah membentuk Satgas Dana Desa.

"Jika ditemukan ada penyelewengan dari dana desa jangan segan-segan untuk malapor ke Satgas Dana Desa ke nomor 1500040. Pelaku penyelewengan dari dana desa tersebut akan langsung ditindak tegas aparat penegak hukum," tegasnya.

Turut hadir dalam pelatihan pra tugas pendamping desa yang diikuti 670 peserta yakni Staf Khusus Mendes PDTT, Syaiful Huda, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Taufik Madjid, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Jawa Barat, Agus Hanafi. Pelatihan tersebut digelar selama satu minggu. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Internasional IMNU Tegal

Sabtu, 04 November 2017

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

Pariaman, IMNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah TInggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman melakukan tadabur alam ke kawasan Mande dan pantai Batu Kalang Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Tadabur alam bertujuan meningkatkan silaturrahim sesama kader PMII dan menyaksikan keindahan alam ciptaan Sang Khalik.

Ketua Umum PK PMII ? STIT Syekh Burhanuddin Rio Putra, Ahad (29/1/2017) menyebutkan, tadabur alam yang diikuti sebanyak 33 orang pengurus dan kader PMII, berlangsung Sabtu (28/1/2017) dengan meriah. Kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai follow up untuk memotivasi anggota PK PMII yang baru saja mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) beberapa waktu lalu. Kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat kerja PK PMII STIT periode 2016/2017.?

PMII  STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

“Dengan adanya agenda tadabur alam ini, mudah-mudahan PMII ke depan tetap eksis sebagai organisasi pengkaderan mahasisa di ranah kampus STIT SB. Kami terus berupaya agar PMII semakin diminati oleh kalangan mahasiswa di STIT SB untuk bergabung,” kata Rio Putra yang didampingi Sekretaris Umumnya Mulya Riski dan Ketua Kopri PK PMII Yerida Lelita.?

Menurut Rio, selain anggota PK PMII STIT SB, juga hadir Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman seperti Faisal Amri Tanjung dan Danil Kharlis. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Internasional, Tokoh, Nahdlatul IMNU Tegal

Kamis, 02 November 2017

Inilah Fatwa Unik KH Ali Mustafa Yakub

Jakarta, IMNU Tegal - Pakar hadits Indonesia almarhum KH Ali Mustafa Yakub dengan cermat meneliti hadits yang berkenaan dengan shalat untuk minta turun hujan, istisqa. Dari hadits tersebut mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini menyimpulkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan bentuk lain dari doa yang selama ini diamalkan umat Islam.

Menurut Pengasuh Pesantren Luhur Darussunnah Pisangan-Barat Ciputat, Tangerang Selatan ini, selain doa dalam bentuk lafal Rasulullah SAW juga mengajarkan doa dengan isyarat.

Inilah Fatwa Unik KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Fatwa Unik KH Ali Mustafa Yakub (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Fatwa Unik KH Ali Mustafa Yakub

“Pada peristiwa shalat ististqa ini Rasulullah SAW memutar posisi serbannya. Beliau SAW mengajarkan kita doa bir rumuz, yakni doa dengan isyarat atau simbol,” kata Hengki Ferdiansyah, salah seorang santri Pesantren Darussunnah menirukan gurunya almarhum KH Ali Mustafa Yakub.

IMNU Tegal

Ulasan ini, kata Hengki, disampaikan dengan pengantar berbahasa Arab oleh almarhum Kiai Ali Mustafa Yakub saat mengajarkan para santri di pesantrennya beberapa bulan lalu.

IMNU Tegal

Doa dengan isyarat ini juga dipraktikkan masyarakat Islam Nusantara. Di Jawa Timur ada tradisi bakar bakar batu atau keramik dengan cara unik. Kalau mau warna merahnya bagus, mereka menancapkan batang lidi di depan rumah. Ujung lidinya diberi cabai.

“Ini adalah bentuk doa bir rumuz agar batu bata yang dibakar bisa berwarna merah seperti warna cabai,” kata Hengki mengulang contoh yang diberikan Kiai Ali Mustafa.

Almarhum Kiai Ali memberikan contoh lain praktik doa seperti ini. Sebagian masyarakat Nusantara biasa meletakan buah kelapa ketika mengawali pembangunan rumah. “Itu sebagai doa agar rumah yang mereka bangun bisa bermanfaat seperti halnya buah kelapa.”

Terkait jumlah hadits yang dihafal Kiai Ali Mustafa, para santrinya tidak bisa menyebutkan secara pasti. Kiai lebih menekankan pemahaman hadits itu sendiri, tambah santri asal Sumatera Barat ini kepada IMNU Tegal di Jakarta, Senin (2/5) siang.

“Kiai lebih menekankan pemahaman akan hadits ke kita. Paham secara mendalam satu hadits lebih baik ketimbang hafal dan baca banyak hadits tetapi tidak paham atau setengah paham,” ujar Hengki mengenang pesan kiainya.

Senin (3/5) malam ini pihak keluarga dan pesantren menyelenggarakan peringatan tujuh hari wafatnya almarhum KH Ali Mustafa Yakub di Pesantren Luhur Darussunnah Jalan SD Inpres No. 11 Pisangan-Barat Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di sisi-Nya dan menganugerahi ampunan-Nya untuk almarhum guru kami, tandas Hengki. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Halaqoh, Internasional, Tokoh IMNU Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

Cara Gus Dur Mewujudkan Keadilan Sosial

Tangerang Selatan, IMNU Tegal. KH Abdurrahman “Gus Dur” Wahid menyatakan bahwa semua ibadah di dalam rukun Islam memiliki perintah agar umat Islam semakin welas asih kepada sesama. Selama ini, ibadah dimaksudkan untuk kepentingan diri masing-masing agar mereka terbebas dari neraka dan mendapatkan surga. Padahal menurut Gus Dur, semua ibadah di dalam rukun Islam itu memiliki dimensi sosial.

Cara Gus Dur Mewujudkan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Gus Dur Mewujudkan Keadilan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Gus Dur Mewujudkan Keadilan Sosial

 

Hal itu disampaikan Syaiful Arif saat menjadi narasumber dalam acara seminar Keadilan Sosial Perspektif Gus Dur dan Imam Khomeini yang diselenggarakan oleh Iranian Corner UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerja sama dengan Konsuler Kebudayaan Republik Islam Iran di Ruang Teater Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Rabu (7/6).

“Syahadat kalau tidak disaksikan orang lain tidak akan sah. Shalat kalau dilaksanakan dengan berjamaah akan mengikat integrasi sosial. Zakat apalagi, kata Gus Dur dengan adanya zakat maka Islam bersifat anti kapitalisme dan sebagainya,” kata Syaiful.

IMNU Tegal

Ia menyayangkan, pendekatan yang bersifat individualistik terhadap ibadah rukun Islam itu menjadikan nilai-nilai sosial menjadi terabaikan. 

Syaiful menjelaskan, agar umat Islam bisa memperjuangkan keadilan sosial, maka Gus Dur menempuhnya dengan tiga upaya. Pertama, umat Islam harus memiliki kesadaran sosial di dalam setiap ibadah atau rukun sosial. Gus Dur menggagas rukun sosial ini untuk menjadi jembatan antara rukun iman dan rukun Islam.

“Rukun sosial menjadi jembatan dari rukun iman dan rukun Islam,” jelasnya.

IMNU Tegal

Kedua, menempatkan fikih sebagai etika sosial. Baginya, pembahasan hukum Islam bukan hanya pada tema-tema ibadah, jinayah, dan muamalah tetapi juga pada bagaimana memajukan dan menyejahterakan umat Islam dengan menciptakan keadilan sosial. 

 

Maqshidus syariah adalah pemenuhan terhadap hak-hak manusia, yaitu untuk melindungi hak hidup, hak beragama, hak berpikir, hak untuk memiliki harta dan kehormatan.itu yang ketiga,” ungkapnya.

Maka dari itu penulis Buku Humanisme Gus Dur itu menyebutkan, orientasi terhadap keadilan sosial-lah yang membuat Gus Dur tidak berniat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara Islam. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ulama, Internasional, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Senin, 28 Agustus 2017

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

Sidoarjo, IMNU Tegal. Dalam rangka memberikan pemahaman serta mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekan Indonesia dari tangan penjajah, puluhan mahasiswa Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo menggelar teater di halaman kampus, Rabu (11/11).

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unsuri Tampilkan Teater Pahlawan Kemerdekaan

Ketua teater Ach Jufri mengatakan, teater ini diadakan oleh unit kegiatan mahasiswa (ukm) teater Cemiti Unsuri. Dalam teater itu sendiri, para mahasiswa melakukan aksi tereatrikal merebut kekuasaan Indonesia atau tanah air beta dari para penjajah.

"Tanah air beta ini milik kita, yang dulu telah diperjuangkan oleh pahlawan. Untuk mengapresiasi nilai-nilai perjuangan pahlawan, maka kami mengadakan acara ini. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, semoga teater ini tetap berkarya, berseni dan para pemainnya tetap semangat," kata Jufri.

IMNU Tegal

Jufri menambahkan, teater yang dimotori oleh ukm Unsuri itu dapat melahirkan para seniman atau sastrawan muda yang baik dan bijak sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas khusunya mahasiswa Unsuri. Dengan demikian, mahasiswa Unsuri mampu bersaing dalam berseni dan berkarya.

IMNU Tegal

"Mewakili teman-teman teater, kami mengucapkan selamat Hari Pahwalan. Dimana ada karya, disitu aku ada. Salam seni dan budaya," tukas Jufri. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Daerah, Internasional, Habib IMNU Tegal

Kamis, 02 Februari 2017

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

"Bagaimana cara kita menghadirkan Allah dalam tiap ibadah kita sehingga kita semakin dekat dengan-Nya?" Demikian pertanyaan salah seorang peserta pengajian kitab Al-Hikam yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (13/1).

"Kita perlu merevolusi cara pandang kita dalam beribadah," jawab sang pengasuh, KH Luqman Hakim. "Kita seringkali kebolak-balik dalam memandang sesuatu."

Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

Menurut Kiai Luqman, Allah sesungguhnya sudah lebih dulu hadir sejak kita terbesit untuk beribadah kepada-Nya. Allah menggandeng hamba-Nya untuk berbuat baik, sehingga tergeraklah ia berbuat demikian. Tanpa kuasa-Nya manusia tak sanggup melakukan apa-apa, bahkan untuk sekadar berniat sekalipun. Orang-orang yang tergerak beribadah atau berbuat baik adalah orang-orang terpilih, yang menerima panggilan suci dari Sang Mabûd, Allah subhânahu wataala.

Logika bahwa manusia beribadah atau berbuat baik untuk tujuan mendekatkan diri (taqarrub) adalah pandangan yang membalik kenyataan tersebut. Anggapan itu menampilkan seolah hamba berjalan sendiri dan akan menuju Tuhannya. Padahal, titik berangkat justru dari Allah (mina-Llâh), dan seyogianya berbuat dengan kesadaran bahwa ia selalu bersama Allah (bi-Llâh), dan seluruh aktivitas hanya untuk satu tujuan, yakni Allah (li-Llâh).

IMNU Tegal

Kiai Luqman menyampaikan hal itu pada sesi tanya-jawab dalam pengajian perdana yang membahas aforisme Al-Hikam pertama tentang ketergantungan hamba terhadap amal kebaikan (al-itimâd alal amal).

IMNU Tegal

Lantas mengapa seseorang beribadah tapi sering tidak menemukan kekhusukan?

"Kita pernah kan pulang kerja malam-malam, belum shalat isya, lalu rasanya berat sekali mau menunaikan sembahyang? Begitu kita sudah shalat, beres, rasanya plong banget," ujanrnya.

Bagi Kiai Luqman, rasa "plong" itu justru mengindikasikan ada problem dalam ibadah kita. Karena kelegaan itu jelas berangkat dari menganggap shalat sebagai sebuah beban. Ketika beban terselelesaikan maka ringanlah sudah urusan. Ini bagian dari kinerja nafsu. Karena seyogianya ketenangan terjadi bukan setelah seseorang rampung shalat tapi saat berada dalam shalat. Lagi pula ketenangan sebetulnya bukan tujuan itu sendiri, karena tujuan yang sejati adalah Allah (li-Llâh).

Hal ini juga kerap terjadi pada dzikir dan ibadah-ibadah lainnya. "Ketika kita berdzikir lalu kemudian merasakan nikmat sekali, segera sadarkan diri kita bahwa kenikmatan itu hanyalah hikmah (efek samping, red), bukan tujuan," lanjutnya.

Begitulah, rangkaian kesadaran mina-Llâh, bi-Llâh, dan li-Lâh mesti berjalin seiring untuk menepis seorang hamba terjerat dalam sikap mengandalkan amal kebaikannya (al-itimâd alal amal). Kata Kiai Luqman, makluk pertama yang terjangkit penyakit al-itimâd alal amal adalah iblis. Karena telah beribadah dan tak pernah maksiat kepada Allah selama 80 ribu tahun, ia merasa perlu menolak perintah Allah untuk sujud hormat kepada Nabi Adam alaihis salam.

Pengajian kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah ini bersifat terbuka untuk umum. LDNU selaku penyelenggara menjadwalkan ngaji tasawuf ini tiap Rabu kedua saban bulan, tepat usai sembahyang Dhuhur secara berjamaah di masjid setempat. Pengaian Al-Hikam ini menjadi bagian dari pengajian mingguan tiap Rabu, yang digelar dengan materi dan narasumber yang beragam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Lomba, Internasional, Kiai IMNU Tegal

Jumat, 23 Desember 2016

Pengurus MWCNU Punggur Antusias Langganan Majalah Risalah NU

Lampung Tengah, IMNU Tegal - Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah baru tiga edisi berlangganan Majalah Risalah NU. Mereka tampak semangat untuk menunggu edisi-edisi selanjutnya.

“Kami berlangganan Majalah Risalah NU sejak bulan Agustus 2017 lalu edisi ke-74,” kata Wakil Ketua MWCNU Punggur Gus Alie Fadhilah Musthofa di kediamannya, Kampung Totokaton Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (5/10).

Pengurus MWCNU Punggur Antusias Langganan Majalah Risalah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus MWCNU Punggur Antusias Langganan Majalah Risalah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus MWCNU Punggur Antusias Langganan Majalah Risalah NU

Kami, kata Gus Alie, ingin memulai membiasakan pengurus NU di kecamatan kami dengan membaca media-media milik NU baik yang bersifat online maupun yang cetak.

IMNU Tegal

“Dengan berlangganan Majalah Risalah NU inilah salah satu usahanya, dengan demikian akan semakin menambah kemantapan dan keteguhan para pengurus MWCNU Punggur dalam melaksanakan amalan-amalan Aswaja NU dan tugas-tugas organisasi,” kata alumni Pesantren Walisongo Kecamatan Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah ini.

“Hingga saat ini kami sementara berlangganan Majalah Risalah NU sebanyak 15 ekslempar. Ke depan akan kami tingkatkan berlangganan Majalah Risalah NU hingga ranting-ranting NU, pesantren-pesantren, bahkan badan otonom NU seperti Muslimat NU dan GP Ansor,” pungkas pengasuh utama pesantren Sunan Ampel Kampung Totokaton ini.

MWCNU Punggur memiliki sembilan ranting NU, yaitu ; Ranting NU Sidomulyo, Tanggul Angin, Badran Sari, Sri Sawahan, Nunggal Rejo, Totokaton, Astomulyo, Ngestirahayu, dan Mojopahit. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Internasional IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock