Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Sudah jamak diketahui, bahwa masyarakat Indonesia merupakan “penggila” sepak bola. Hal itu terbukti dengan tingginya animo suporter dari Sabang sampai Merauke ketika mendukung klub kesayangannya bertanding di Liga Indonesia. Hampir di setiap pertandingan stadion penuh sesak ribuan bahkan puluhan ribu jiwa dengan segala atribut kreatifitasnya.

Puncaknya, ketika Timnas Indonesia bertanding di level Internasional yang dianggap mampu mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi, para suporter dari berbagai daerah rela antri berjam-jam untuk memperoleh tiket demi menjadi saksi perjuangan punggawa Timnas Merah Putih.

Akan tetapi, yang tak luput dari kaca mata dunia, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.? Sebagai seorang Muslim, kewajiban shalat 5 waktu tentu tak boleh dilewatkan begitu saja. Para suporter sepak bola Indonesia yang mayoritas Muslim tidak boleh meninggalkan kewajiban ini. Mungkin bagi mereka yang menyaksikan lewat siaran televisi dapat mengatur waktu lebih mudah antara menunaikan shalat dengan menyaksikan pertandingan. Akan tetapi, bagi mereka yang menyaksikan langsung di stadion justru menjadi masalah pelik. Lama waktu mengantre tiket, berjubelnya suporter dan minimnya fasilitas musholla seolah menjadi alasan mereka untuk “pasrah”. Akhirnya, mereka meninggalkan kewajiban shalat begitu saja.

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengaturan Waktu Shalat dalam Event Sepak Bola

Lantas, siapa yang “paling” bertanggungjawab terhadap masalah ini ? Dalam Islam, Nabi Muhammad telah bersabda: “kullukum rầ’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyatihi”. Jika ditempatkan dalam konteks persepakbolaan Indonesia, pemimpin dalam hal ini adalah pengurus PSSI. Sebagai penyelenggara Liga Indonesia dan pertandingan internasional, seharusnya mereka mengerti dan memahami bahwa mayoritas suporter adalah Muslim.

Apalagi Ketua dan mayoritas pengurus PSSI juga Muslim. Tidak selayaknya mereka sibuk dengan masalah internal yang ujung-ujungnya berebut kekuasaan. Tidak selayaknya pula hanya melakukan komersialisasi demi meraih kuntungan yang sebesar-besarnya, hingga melupakan masalah yang urgent, hak dan kewajiban suporter sebagai umat Islam. PSSI harus mengayomi mereka dengan melakukan beberapa hal.

Pertama, mengatur waktu penyelenggaraan pertandingan. PSSI hendaknya menentukan waktu-waktu pertandingan yang tidak mepet dengan batas waktu shalat. Shalat yang paling “rawan” hilang adalah shalat Dzuhur (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan sore), shalat Ashar dan Magrib (disebabkan membeli tiket untuk pertandingan malam). Waktu yang paling pas menurut bagi pertandingan sepak bola Indonesia adalah ba’da shalat Ashar dan ba’da shalat Isya’. Alasannya, jarak kedua waktu shalat ini dengan shalat sesudahnya cukup panjang. Dari Ashar ke Magrib sekitar tiga jam, sedangkan dari Isya’ ke Subuh malah lebih panjang lagi. Akan tetapi, hal ini harus didukung dengan penjualan tiket yang professional.

Kedua, memperbaiki manajemen penjualan tiket. Apabila penjualan tiket masih saja seperti saat ini dengan cara mengantre berjam-jam di hari H, tentu akan membuang banyak waktu hingga shalatnya “bablas”. Karena itu, system penjualan tiket secara online hendaknya semakin diutamakan dengan waktu pengambilan tiket beberapa hari sebelum hari H. Minimal menjual tiket lebih pagi. Dengan itu para suporter bisa datang ke stadion beberapa menit sebelum kick off dimulai, tanpa kehilangan shalatnya.

IMNU Tegal

Ketiga, penyediaan fasilitas shalat di dekat stadion. PSSI bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun masjid di dekat stadion yang sanggup menampung ratusan hingga ribuan jamaah. Hal ini penting agar penonton tidak terlalu jauh dan membuang-buang waktu mencari tempat untuk menunaikan shalat. Selain itu, masjid yang dekat dengan stadion juga mempengaruhi mood para suporter terhadap kewajibannya agar tidak dilupakan begitu saja.

Keempat, sosialisasi dalam internal PSSI maupun dengan elemen-elemen masyarakat. Berawal dari Pengurus Besar PSSI disalurkan kepada Pengprov PSSI, Pengcab PSSI hingga ke akar rumput perkumpulan suporter, dan akhirnya sampai ke sanubari pribadi suporter. Selain itu, perlu juga berkoordinasi dengan elemen-elemen masyarakat, di antaranya dengan ulama’ atau kyai. Pengurus PSSI bisa terjun dalam pengajian-pengajian bersama ulama’ membahas pentingnya shalat bagi umat Islam mekipun dalam keadaan hendak menyaksikan pertandingan sepak bola, sehingga shalatnya tidak terlewatkan.

IMNU Tegal

Terakhir, petinggi dan pengurus PSSI (banyak yang telah Haji) mestinya memahami arti pentingnya shalat. Tentunya mereka menginginkan terwujudnya ketertiban dan sportifitas pada persepakbolaan Indonesia, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hal itu dapat terwujud setelah elemen-elemen persepakbolaan Indonesia melaksanakan shalat. Setelah shalat, hati dan fikiran mereka akan terasa “adem ayem”, tenang, damai, dan terhapuslah rasa dengki yang dapat menciptakan anarkisme. Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Ashsholatu tanha ‘an al-fakhsya’i wa al-munkar” (Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar).

Mengingat masih sedikitnya yang membahas masalah ini, semoga saran dalam tulisan ini diperhatikan dan ditindak lanjuti demi keseimbangan dunia dan akhirat kita sebagai umat Islam. Boleh kita menyaksikan pertandingan sepak bola, namun jangan sampai meninggalkan shalat. Hendaknya masalah pelaksanaan shalat ini menjadi tanggungjawab bersama antara PSSI, Suporter, dan elemen-elemen masyarakat.

Di dalam momentum peringatan tahun baru Hijriyah ini, dan sebelum dimulainya kompetisi musim depan, saatnya PSSI mulai berpikir dan berhijrah ke arah yang lebih baik dengan mengatur jadwal pertandingan sepak bola supaya tidak bentrok dengan waktu shalat. Semoga persepakbolaan Indonesia semakin berprestasi dan didukung oleh suporter yang mempunyai akhlak mulia, sebagai akibat dari pelaksanaan shalat. Amin.

?

Riza Nur Fikri

Alumni Pesantren Tebuireng Jombang dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, AlaNu IMNU Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang

Utang adalah salah satu tanggung jawab yang harus diselesaikan selama hidup di dunia. Mengabaikan hal ini berisiko memberatkan beban seorang hamba di akhirat kelak. Karena masalah tersebut menyangkut haqqul adami (hak sesama manusia) dan hanya akan selesai bila kedua belah pihak saling rela dan mengikhlaskan. Karenanya, seberat apapun utang harus dituntaskan di dunia. Rasulullah menyarankan, saat seseorang dililit utang, untuk membaca:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa agar Lepas dari Lilitan Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa agar Lepas dari Lilitan Utang

Allâhumma-kfinî bihalâlika ‘an harâmika wa aghninâ bi fadl-lika ‘am man siwâka (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga terhindar dari yang haram. Cukupkanlah aku dengan anugerahmu sehingga terhindar dari (meminta bantuan) selain-Mu. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

(Mahbib)

IMNU Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Halaqoh IMNU Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Oleh A Muchlishon Rochmat

Di dalam Islam, ada banyak macam puasa. Dari puasa yang sunah puasa hingga puasa wajib. Puasa Senin dan Kamis, puasa enam hari bulan Syawwal, puasa Hari Arafah, puasa Hari Asyura (10 Muharram), puasa Dawud, puasa tengah bulan, puasa Rajab, puasa Sya’ban, puasa nazar, hingga puasa Ramadhan. Tetapi dari sekian puasa yang ada, hanya Puasa Ramadhan yang ingar-bingar dan gegap-gempitanya begitu kentara karena memang seluruh umat Mukmin yang sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh.

Apapun jenis puasanya, prosedur dan tatacara dalam menjalankannya hampir sama dan bahkan bisa dikatakan sama. Mereka tidak boleh makan, minum, berhubungan badan, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Saat berpuasa, mereka juga dianjurkan untuk melakukan amal yang baik, baik ibadah yang bersifat individual-spiritual seperti membaca dan menghatamkan Al-Quran, mengaji kitab-kitab kuning, dan memperbanyak zikir, maupun ibadah yang bersifat sosial seperti bersedekah, berzakat, dan memberi makan orang berpuasa yang sedang membutuhkan.

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Hal-hal yang Perlu Kita Tahu

Di dalam Al-Quran dan sunah disebutkan beberapa motif dan alasan mengapa orang Islam diperintahkan untuk berpuasa, mulai dari motif agar mereka bertakwa kepada Allah, agar diampuni dosa-dosanya, terhindar dari api neraka, terhindar dari perkataan dan perbuatan yang keji, nista, dan merusak (zuur), agar sehat, sebagai pembersih jasad atau badan, untuk menegakkan salah satu tiang agama, dan sebagai pencegah, pengendali, dan pengontrol nafsu makan, minum, syahwat, serta nafsu yang mendorong ke arah kejahatan lainnya.

IMNU Tegal

Meski demikian, pijakan pertama (starting point) seseorang melaksanakan puasa–terutama yang wajib–adalah sebagai manifestasi dari keimanan dan ketaatan seseorang kepada Allah SWT karena sudah menyuruh hamba-Nya untuk berpuasa. Berbeda dari ibadah lainnya, puasa adalah ibadah sangat eksklusif, yaitu ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan seseorang yang bersangkutan. Keeksklusifan puasa juga ditegaskan Allah di dalam hadits Qudsi, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

IMNU Tegal

Kalau tidak dilandasi dengan keimanan, ketaatan, dan motif-motif yang jelas sebagaimana yang disebutkan di atas, seseorang akan enggan untuk berpuasa. Bahkan, mereka akan mempersoalkan puasa itu sendiri dan menganggapnya sebagai sesuatu yang menyiksa diri sendiri karena tidak boleh makan, minum, dan berhubungan badan sepanjang hari.

Puasa di dalam Islam jelas bukan untuk menyiksa diri karena larangan untuk tidak melakukan makan, minum, berhubungan badan, dan yang membatalkan lainnya hanya bersifat sementara, yaitu 12 sampai 13 jam saja, bukan sehari-semalam penuh. Mereka harus berbuka puasa ketika waktunya sudah tiba. Islam juga tidak menghendaki seseorang untuk berpuasa secara terus menerus sepanjang tahun.

Memang, ada negara-negara yang memiliki waktu siang yang lebih lama daripada waktu malamnya seperti Denmark, Swedia, Norwegia, dan Islandia (21 jam waktu siangnya saat musim panas), Rusia (20 jam disinari sinar matahari saat musim panas), Finlandia (19 jam), Inggris (18 jam), dan Kazakhztan (18 jam).

Namun demikian, ada fatwa yang menyatakan bahwa negara di mana mataharinya tidak pernah tenggelam bisa disesuaikan dengan bulan-bulan di mana durasi siang dan malamnya sama. Hal ini dicetuskan oleh Majelis Fatwa dan Riset Eropa (The European Council for Fatwa and Research). Sebuah lembaga yang bermarkas di Dublin dan dibentuk oleh Federasi Organisasi-organisasi Muslim Islam di Eropa (Federation of Islamic Organizations in Europe) pada tahun 1997.

Sejauh ini, puasa sudah banyak dikaji, dikupas, diteliti, dan dibicarakan di berbagai macam forum ilmiah yang diselenggarakan baik oleh sarjana Muslim maupun non-Muslim, baik secara lisan maupun tulisan, sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka kuasai.

Sabda Nabi Muhammad yang berbunyi “berpuasalah kamu agar kamu menjadi sehat” menjadi tesis bahwa puasa bisa menjadikan seseorang sehat. Terkait hal ini, tidak sedikit peneliti dan akademisi yang meneliti tentang puasa dan kesehatan. Di dalam tulisannya Fasting as a Way of Life, Allan Cott menyatakan bahwa puasa memiliki manfaat medis yang unik, yaitu puasa memberikan istirahat fisiologis yang berguna bagi sistem pencernaan, sistem saraf pusat, dan menormalkan metabolisme tubuh. Penyakit-penyakit yang menyerang perut dan tubuh bagian dalam, obatnya juga harus dari perut dan bagian dari dalam tubuh itu. R.I Scott dan M.G Lanberg juga menyatakan bahwa puasa dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi hormon endorphin yang biasa mempengaruhi emosi, dan mengurangi aktivitas jantung.

Bahkan di dalam penelitiannya, salah seorang ahli biokimia terkemuka Uni Soviet, Vladimir N Nikitin, mengungkapkan bahwa menahan makan pada waktu-waktu tertentu seperti diet atau puasa dengan membatasi konsumsi lemak dan karbohidrat bisa memperpanjang umur binatang hingga dua kali lipat. Nikitin melakukan riset tersebut dengan menggunakan tikus-tikus sebagai bahan percobaan. Biasanya tikus-tikus itu hanya berumur dua setengah tahun, tetapi setelah ia mengatur pola makan dan minum atau mengontrol rasa lapar tikus itu dengan seksama dengan mengurangi makanannya secara periodik, maka tikus-tikus itu bisa hidup hingga empat setengah tahun.

Puasa juga diharapkan menjadi “alat” untuk berempati dan menimbulkan rasa sosial antarsesama. Dengan berpuasa, kita diajari untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kekurangan, terutama dalam hal makanan dan minuman. Bukan sekadar merasakan, tetapi kita yang mampu juga diharuskan untuk membantu mereka yang tidak mampu dengan cara memberi makanan berbuka, memberi sedekah, dan menunaikan zakat untuk mereka.

Terlepas dari itu semua, menurut saya inti puasa hanyalah dua, yaitu untuk mencapai ibadah yang bersifat individual-spiritual, bertakwa kepada Allah, dan juga untuk mencapai ibadah yang bersifat sosial-kemaslahatan, terbentuknya empati atas mereka yang tidak mampu dan terciptanya tatanan masyarakat yang sejahtera. Wallahu a‘lam bis shawab.

*) Penulis adalah Wasekjen Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Pusat.Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Santri IMNU Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Cilegon, IMNU Tegal. Ketika kiamat terjadi, tiada payung selain perlindungan Allah. Salah seorang yang mendapat perlindungan itu adalah orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Ia selalu memikirkan dan bergerak untuk memakmurkan masjid.

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Aksi Memakmurkan Masjid

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani, mengimbau kepada imam, khotib, dan DKM untuk memakmurkan masjid-masjid NU.  

Ada tujuh aksi untuk memakmurkan masjid, “Itu sesuai dengan apa yang diinginkan orang yang berdoa setelah shalat di masjid,” katanya pada Rapat Pimpina Daerah (Rapimda) di Pondok Pesantren Darul Ihsan Pegantungan Jombang, Kota Cilegon, pada Sabtu, (20/4).

IMNU Tegal

Menurut Kiai Abdul Manan, doa selepas shalat umumnya yaitu ingin salamatan fiddin. LTMNU harus memperkuat akidah ahlu sunah, syariah, dan akhlak jamaah.

IMNU Tegal

Wafiyatan fil jasad, menjadikan masjid sebagai pusat kesehatan. Masjid harus bersih dan sehat. Wjiyadatan fil-ilmi, masjid sebagai pusat kegiatan keilmuan, misalnya dengan mendirikan TPA, pengajian akhlak, tafsir, atau bidang-bidang lain sesuai dengan keinginan jamaah.

Wabarokatan fi rizky, masjid harus menjadi pemberdayaan umat, “Penguatannya melalui zakat, maka harus diaktifkan LAZISNU untuk membangun kewirausahaan umatnya,” katanya.

Wataubatan qobla maut, menjadika masjid sebagai pusat dakwah. Warohmatan qoblal maut, masjid sebagai kegiatan sosial, menolong orang sakit, atau terkena bencana.

Wa maghfirotan ba’dal maut, di masjid juga tempat untuk mendoakan orang, yaitu dengan tahlilan, istighasah, Yasinan, ratiban, berzanjinan, atau laillatul ijtima’.

Senada dengan Kiai Manan, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi pada saat membuka Rapimda mengatakan, untuk menyongsong seabad NU, harus bertolak dari masjid, “Dari rumahnya, kita makmurkan masjidnya,” katanya.

Kemudian, sesuai dengan lambang NU yang bola dunia, kita harus memakmurkan bumi-Nya, yaitu bumi Indonesia, “Dari masjid-Nya, kita makmurkan bumi-Nya.”

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Jadwal Kajian, Pesantren, Nahdlatul IMNU Tegal

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menghadirkan sebanyak 2000 kiai di kota Depok untuk menghadiri halaqah “Membumikan Gerakan Islam Nusantara” di masjid Dian Al-Mahri yang dikenal dengan masjid Kubah Emas, Depok, Kamis (15/5). Selain Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj, halaqah ini rencananya juga dihadiri Joko Widodo dan Mahfud MD.

Silaturahmi alim ulama ini diadakan dalam rangka pelantikan PCNU Depok masa bakti 2013-2018. Istighotsah kubro akan mengawali kegiatan ini.

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

2000 Ulama Depok Bahas Gerakan Islam Nusantara

Sekretaris PCNU Kota Depok Idham Dharmawan menyatakan kesengajaan panitia menghadirkan dua tokoh ini dengan harapan, “Calon pemimpin negeri ini bisa meneladani cara berpolitik yang diajarkan Walisongo sebagai wujud nyata terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.”

IMNU Tegal

“Kearifan Walisongo patut menjadi referensi utama penyelesaian konflik sosial, politik, dan keagamaan,” terang Idham yang juga ketua pelaksana pelantikan dalam rilisnya.

Forum ini akan ditutup dengan peluncuran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU Kota Depok. Kelompok ini akan mengelola kegiatan penyelenggaraan haji, umroh, ziarah, dan wisata rohani dalam dan luar negeri untuk warga dan jama’ah NU Depok.

IMNU Tegal

Pelantikan ini disusul dengan Musyawarah Kerja NU Kota Depok di kampus STIH IBLAM, Sabtu (17/5). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Habib, Olahraga IMNU Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Karawang, IMNU Tegal - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Barat XV di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3, Cilamaya, Karawang, Sabtu (26/11) sore. Aher dalam kesempatan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

"Hari ini negara-negara di Asia sudah menunjukkan kekuatannya, dimulai dari Jepang, Korea, dan China. Indonesia, harusnya sudah siap menghadapi kemajuan itu," ujar Aher.

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Aher Buka Konferensi Wilayah IPPNU Jabar

Kemajuan negara-negara Asia itu tidak lepas dari komitmentnya dalam menyejahterakan masyarakatnya.

"Inilah kemudian hari ini kita terus berupaya bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seperti yang tertera dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegasnya.

IMNU Tegal

Selain kesejahteraan sosial, Aher berkomitmen untuk bisa mencerdaskan masyarakat, baik mental maupun spiritual.

IMNU Tegal

"Sebagaimana tuntunan Nabi SAW bahwa mencari ilmu hukumnya wajib. Kita berupaya memberikan akses agar masyarakat bisa menikmati mencari ilmu tersebut," pungkasnya.

Hadir dalam pembukaan Konferwil Ketua KPUD Jawa Barat Yayat Hidayat, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, Ketua GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar, dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Pertandingan IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Pamekasan, IMNU Tegal



Menjadi delegasi Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Abror dan Habibah selaku kader terbaik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan berhasil menjadi kampiun dalam lomba esai se-Jawa Timur (Jatim), Kamis (20/10). Keduanya merebut juara 1 dan 2 dalam lomba menyambut Hari Santri yang digelar Pimpinan Wilayah NU Jatim di Pesantren Syaikhona Khalil, Demangan, Kabupaten Bangkalan.

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kader PMII Pamekasan Juara Esai Se-Jatim

Prestasi tersebut kian mentereng karena delegasi PCNU lainnya memborong juara 1, 2, 3, dan harapan 2 lomba pantun se-Jatim dalam ajang yang sama. Keempat juara tersebut ialah juara 1 Miftahul Jannah kelas XI/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan, juara 2 Fira Alyandri kelas IX/B SMP Maarif 1 Pamekasan, Mubayyamah kelas XII/IPA, dan juara harapan Nurahmad kelas XII/IPA SMA Maarif 1 Pamekasan.

Lomba tersebut diikuti delegasi dari Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Sidoarjo. Perlombaan berlangsung ketat dari pagi hingga menjelang sore.

"Alhamdulillah usaha keras anak-anak kami dan berkat bimbingan dari guru pembimbing beserta dukungan dari semua siswa serta guru SMA-SMP Maarif 1 Pamekasan dan PCNU Pamekasan, membuahkan hasil yang sangat gemilang dalam lomba tersebut," terang guru senior SMA Maarif 1 Pamekasan, Abu Siri.

Pihaknya berterima kasih kepada ketua rombongan Elman Duro, pembimbing Najmus Sakib Fadoli, juga kepala SMP Maarif 1 Pamekasan Makmun Abrori, dan Waka SMA Maarif 1 Pamekasan Ainul Ghurrih.

IMNU Tegal

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Cabang PMII Pamekasan Miftah menegaskan, pihaknya sangat bersyukur atas prestasi kader-kadernya dalam pentas lomba tingkat regional untuk korwil Madura. Baginya, itu prestasi yang luar biasa mengingat tradisi tulis-menulis cukup langka dilakukan oleh aktivis saat ini.

"PC PMII Pamekasan akan terus mendorong dan memfasilitasi ragam potensi kader. Salah satunya di bidang tulis-menulis. Ini bidang yang sangat istimewa, karena hanya kader terbaik yang mampu menekuninya," tukas Miftah. (Hairul Anam/Mukafi Niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Khutbah IMNU Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Lima Rekomendasi Rakernas LP Maarif

Jakarta, IMNU Tegal. Rakernas LP Ma’arif NU bertema ”Penguatan Tata Kelola Pendidikan Ma’arif NU sebagai Manifestasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Nasional” di Jakarta, 21-23 Januari 2013, menghasilkan sejumlah kesepakatan.

Untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan di Indonesia, seluruh pengurus LP Ma’arif NU se-Indonesia merekomendasikan hal-hal berikut:

Lima Rekomendasi Rakernas LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Rekomendasi Rakernas LP Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Rekomendasi Rakernas LP Maarif

Pertama, Pemerintah perlu mengeluarkan Peraturan dan kebijakan lain yang memungkinkan terciptanya perlakuan yang adil terhadap semua lembaga pendidikan dan kalangan masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan. 

IMNU Tegal

Kedua, Rekomendasi internal: 

IMNU Tegal

Mendorong Pengurus Pusat LP Maarif NU agar melakukan kajian dan melakukan uji materi terhadap UU Otonomi Daerah dan peraturan lain yang tidak berpihak kepada Madrasah;

Rekomendasi eksternal:

Pemerintah melakukan affirmative action untuk mengalokasikan dana anggaran pendidikan daerah bagi madrasah. Oleh sebab itu, LP Ma’arif NU mendorong kepada Kementerian Dalam Negeri RI untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang menyatakan dengan tegas bahwa madrasah bisa mendapatkan bantuan dari APBD, sebagaimana anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah daerah untuk sekolah. Dengan demikian maka masalah kesenjangan mutu, ketidakadilan, dan diskriminasi pendidikan yang selama ini terjadi segera teratasi; 

Ketiga, Affimative action pemerintah terhadap peningkatan mutu pendidikan madrasah harus melibatkan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat, terutama dalam konteks madrasah, 90% satuan pendidikan adalah berbasis masyarakat, sedangkan hanya 10% yang statusnya negeri. Karenanya, 

a) Mendesak Kementerian Agama (Kemenag) RI membentuk LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) dan PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) untuk madrasah;

b) Mendesak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI agar tidak membedakan antara sekolah dengan madrasah dalam hal dana alokasi khusus (DAK);

c) Mendesak Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan RI untuk menganggarkan DAK yang dimaksud untuk madrasah.

Keempat, Kemendikbud RI harus mengubah kebijakan evaluasi pendidikan yang menjadikan ujian nasional (UN) sebagai satu-satunya barometer kelulusan peserta didik. UN yang diselenggarakan harusnya hanya digunakan sebagai proses pemetaan mutu pendidikan untuk menunjang program prioritas pemerintah kedepannya. Sedangkan masalah kelulusan, kewenangannya diserahkan kepada satuan pendidikan masing-masing sesuai dengan prinsip desentralisasi yang menjadi filosofi UU Sistem Pendidikan Nasional No. 20/2003.

Kelima, Terhadap Kurikulum 2013, LP Ma’arif NU merekomendasikan:Rekomendasi internal: 

a) Memasukkan nilai-nilai pendidikan yang ada di masyarakat, seperti nilai-nilai kepesantrenan, kearifan lokal, dan tradisi ketimuran lainnya dalam kurikulum 2013; 

b) Pengurus Pusat LP Ma’arif NU menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka pelaksanaan sosialisasi kurikulum 2013;Rekomendasi eksternal:

1. Pelaksanaan kebijakan Kemendikbud RI di lingkungan madrasah harus disesuaikan dengan karakteristik madrasah;

2. Kemendikbud RI harus melibatkan LP Ma’arif NU dan lembaga lain yang berkepentingan dalam sosialisasi dan pelaksanaan Kurikulum 2013;

3. Merekomendasikan kepada Kemendikbud untuk memasukkan pendidikan sadar lingkungan dan pendidikan tanggap bencana;

4. Harus dibangun pemahaman bersama bahwa pendidikan bukan hanya ruang lingkup kegiatan yang terjadi di dalam sekolah. Pemerintah ke depannya harus melihat keterkaitan nilai strategis yang ada di keluarga, masyarakat dan sekolah dalam proses pendidikan.

5. Menambah jam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMP dan SMA dari 2 jam menjadi 4 jam. 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul IMNU Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Nikmat Iman dan Islam

Mungkin pernah terbetik di dalam benak kita, kenapa kita yang seorang muslim hidupnya jauh lebih sengsara, ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran. Padahal seorang muslim hidup di atas keta’atan menyembah Allah ta’ala, sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah. Berikut ini adalah riwayat mengenai Sahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Kisah berikut termuat dalam kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah.  Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau.

Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis. Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?” ‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Nikmat Iman dan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Nikmat Iman dan Islam

Nabi pun mengatakan, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”

Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj dari Allah. Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih. Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala. Maka sungguh Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak kepada kita, dan kita lupa akan hal itu, kenikmatan itu adalah kenikmatan Islam dan Iman.

Sungguh kenikmatan di dunia, tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.

Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa?” (HR. Muslim)

IMNU Tegal

Lihatlah, dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, kemudian ia menarik jarinya. Perhatikanlah, apa yang ia dapatkan dari celupan tersebut. Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas, mungkin  hanya beberapa tetes saja. Hadits di atas juga menunjukkan bahwa perhatiannya ‘Umar kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau tidak tega, hingga menangis melihat kondisi Nabi yang terlihat susah, sedangkan orang-orang kafir hidup di dalam kenikmatan dunia.

Sebagai penutup tulisan ini, akan saya petikkan kisah seorang hakim dari Mesir, beliau adalah Al-Hafizh Ibnu Hajr. Suatu hari Ibnu Hajr melewati seorang Yahudi yang menjual minyak zaitun, yang berpakaian kotor, dan Ibnu Hajr sedang menaiki kereta yang ditarik oleh kuda-kuda, yang dikawal oleh para penjaga di sisi kanan dan kiri kereta. Kemudian Yahudi tersebut menghentikan kereta beliau dan berkata, “Sesungguhnya Nabi kalian telah bersabda, ‘Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan Surga bagi orang kafir. Engkau adalah Hakim Agung Mesir. Engkau dengan rombongan pengawal seperti ini, penuh dengan kenikmatan, sementara aku di dalam penderitaan dan kesengsaraan.”

Ibnu Hajr rahimahullah menjawab, “Aku dengan nikmat dan kemewahan yang aku rasakan ini dibandingkan dengan kenikmatan di Surga adalah penjara. Ada pun engkau dengan kesengsaraan yang engkau rasakan, dibandingkan dengan adzab yang akan engkau rasakan di Neraka dalah Surga. Orang Yahudi itu lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah.” Masuk Islam lah orang Yahudi tersebut.

IMNU Tegal

 

Firdaus Maulana, Mahasiswa University of Zitouna, Tunisia

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Humor Islam IMNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah

Pati, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Ahad (1/2).

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pati Meriahkan Harlah Ke-89 dengan Jurnal dan Majalah

Acara tersebut dimulai dengan bedah Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Pati dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Pati.

Dalam kedua acara itu, panitia menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Wakil Ketua PCNU Pati Jamal Makmur, Pemimpin Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, juga Ketua Lakpesdam PCNU Pati Andi Irawan. Peserta terdiri dari siswa-siswi Madrasah Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pati.

IMNU Tegal

Acara ini bertema “Saatnya Kaum Muda NU Menguasai Media”. Tema diambil karena di Pati dinilai masih banyak anak muda NU yang hanya jadi penonton dan konsumen berita. Padahal potensi menulis ada, dan PCNU telah memberikan ruang bagi mereka di media majalah dan jurnal.

IMNU Tegal

“Saatnya kita menguasai media, karena sangat urgen bagi pengembangan berita di wilayah lokal Pati, dan kita sedang dihimpit dua aliran besar yang sudah mempunya media baik televisi, maupun radio. Mereka adalah aliran radikal dan aliran liberalisme,” kata Jamal Makmur.

Jika upaya itu tidak dilakukan, tambahnya, NU akan tertinggal dan sekadar menjadi penonton. Apalagi mereka yang telah menguasai media mulai sering menyudutkan dan menjelek-jelekkan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah.

Faiz Aminuddin menjelaskan, kini banyak penulis buku yang memvonis NU sebagai kelompok bid’ah dan sesat dengan mengaku sebagai mantan kiai NU, mantan Santri NU, atau mantan syuriah NU.

“Karena mereka pernah aktif di NU dan sekarang ikut jaringan radikal dengan menerbitkan buku yang menjelek-jelekkan NU dengan perspektif mereka sendiri,” ujarnya.

Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Pati Andi Irawan menerangkan, jurnal “Khittah” berisi sejumlah topik di sekitaran Pati, seperti bahaya HIV/AIDS, penyaluran zakat, perkembangan pesantren NU seiring sistem pendidikan nasional, juga kiat menjadi penulis muda NU. (Fikrul Umam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Humor Islam IMNU Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Keajaiban Gus Dur yang Mengherankan Anak PMII

Jakarta, IMNU Tegal. Bagi anak-anak muda NU yang aktif di PMII, Gus Dur merupakan idola sekaligus panutan. Jika ada orang-orang yang berusaha menghina tokohnya ini, merekalah yang paling pertama tampil dimuka membelanya.

Keajaiban Gus Dur yang Mengherankan Anak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Keajaiban Gus Dur yang Mengherankan Anak PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Keajaiban Gus Dur yang Mengherankan Anak PMII

Bagi anak mahasiswa seperti mereka, seorang idola harus memiliki pemikiran yang cemerlang, tapi Gus Dur melampaui itu. Keajaiban dan karomah-karomahnya membuat mereka sendiko dawuh apa kata Gus Dur.

Andi Najmi Fuadi, ketua LPBHNU memiliki sebuah pengalaman yang mengesankan semasa ia masih menjadi kader PMII yang saat itu Gus Dur sedang memimpin NU pada periode yang kedua atau tahun 90-an.

IMNU Tegal

Waktu itu, Gus Dur diundang untuk memberi ceramah di masjid Agung Brebes, daerah kelahirannya. Bagi orang kampung, siapapun di Jakarta tentu dianggap memiliki hubungan yang bagus dengan Gus Dur.

Karena itulah, begitu Gus Dur sampai di tempat, ia segera diberi tahu teman-temannya agar segera menemui Gus Dur. Segera saja ia cium tangan Gus Dur sambil memperkenalkan diri?

IMNU Tegal

“Saya dari PMII Jakarta Gus, tapi asli Brebes sini”

Gus Dur pun memberi pesan

“Oh ya, nanti rencananya Habib Lutfi Pekalongan juga mau datang, sekarang ada di Jatibarang, tempatnya Syeikh Muhammad. Tolong dijemput disana ya. Bilangin ya, yang nyuruh Gus Dur“

Berbagai pertanyaan pun muncul dalam pikiran, bagaimana Gus Dur tahu Habib Lutfi ada di Jatibarang, padahal waktu itu belum ada HP untuk menentukan posisi sudah dimana. Tapi kerena ini perintah ketua umum PBNU, tentu ia hanya bisa bilang “Ya Gus. Siap“

Segera saja, ia berangkat bersama sopir yang telah disediakan panitia dengan menempuh perjalanan sekitar 2.5 jam. Mereka langsung menuju rumah Syeikh Muhammad dan begitu sampai disana, ternyata habib Lutfi memang benar sedang bertamu.

“Ngak tahu bagaimana Ya, Gus Dur bisa seperti itu, tapi memang terbukti benar”?

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU, Nahdlatul IMNU Tegal

Selasa, 28 November 2017

NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU

Jakarta, IMNU Tegal

IMNU Tegal—Situs resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Lajnah Ta’lif wan Nasyr NU harus bersinergi dan bekerja sama mempromosikan gagasan Islam moderat ala NU, Islam yang domestik Indonesia. Pasalnya, model Islam seperti itulah yang sedang dibutuhkan dunia Islam saat ini.



NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Online-LTN Harus Bersinergi Promosikan Islam Moderat ala NU

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi saat menjadi pembicara utama pada Lokakarya “Membangun Habitus Teknologi Informasi di Kalangan Nahdliyin” yang diselenggarakan IMNU Tegal di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Rabu (8/8)

Hasyim menjelaskan, kedua lembaga tersebut memiliki peran masing-masing yang sangat strategis. IMNU Tegal, katanya, bisa menjadi media komunikasi dan informasi bagi dunia tentang gagasan Islam moderat. Dalam hal ini, IMNU Tegal merupakan media yang sangat tepat di tengah kebutuhan masyarakat dunia akan informasi yang cepat dan akurat.

IMNU Tegal

“Jadi, IMNU Tegal ini menjadi media yang bisa menginformasikan atau mempromosikan Islam moderat ala NU kepada dunia. Dan hal itu, saat ini sudah mulai ‘laku’ oleh dunia, sekalipun ada yang menerima, ada yang menolak,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace.

IMNU Tegal

Kiprah NU dalam dunia internasional, terutama dalam upaya membantu penyelesaian konflik antar-sekte Islam di sejumlah negara, tambah Hasyim, pun dapat dipromosikan melalui situs yang pada 2004 lalu mendapat penghargaan dari Komputeraktif Award sebagai situs terbaik untuk kategori sosial-kemasyarakatan.

Sementara, lanjutnya, LTN-NU dapat memainkan peran dalam perumusan khazanah keilmuan dan pemikiran yang khas NU, terutama yang berorientasi pada wawasan kebangsaan. Fungsi tersebut, selama ini kurang dimanfaatkan dengan baik. Padahal, jauh sebelum Indonesia berdiri, NU telah memiliki tradisi keilmuan dan pemikiran sendiri yang khas.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu menambahkan, fungsi lain yang bisa diperankan IMNU Tegal dan LTN-NU adalah penulisan sejarah kiprah dan tradisi keilmuan NU selama ini. Hal itu penting agar NU dapat diketuhui oleh generasi mendatang.

“Agar history (sejarah) NU itu tidak menjadi his story (ceritanya). Perumusan dan penulisan sejarah itu untuk menjembatani kesenjangan antar-generasi,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Pagi dan sore merupakan waktu di mana warga bumi sibuk. Pagi ialah waktu matahari mengintip. Lazimnya orang-orang mengawali aktivitas. Sementara sore kawanan burung bergegas pulang. Dan orang-orang membawa pulang keletihannya seharian.

Namun demikian, dua waktu ini bisa diisi dengan wiridan singkat yang diharapkan memberikan manfaat besar. Tentu pahala penting, tetapi siapa berani menyalahkan Allah bila Dia hendak memberikan anugerah-Nya kepada hamba yang dikehendaki.

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Bujairimi dalam Hasyiyah alal Iqna’ menceritakan pengalaman Imam Hanafi RA yang melihat Allah SWT dalam mimpi. Ketika sudah 99 kali bermimpi melihat Allah, Imam Hanafi RA berencana menanyakan sebuah amal yang menyelamatkan seorang hamba dari siksa dahsyat hari Qiyamah. Allah kemudian menjawab pertanyaan sang Imam RA di mimpinya yang ke-100.

IMNU Tegal

? ? ?: ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?. ? ? ? ?.

IMNU Tegal

Allah berfirman, “Siapa saja yang membaca di pagi dan sore ‘Subhanal abadiyyil abad, subhanal wahidil ahad, subhanal fardis shomad, subhana man rofa’as sama’a bi ghoiri ‘amad, subhana man basathol ardho ‘ala ma’in jamad, subhana man khalaqol khalqo wa ahshohum ‘adad, subhana man qosamar rizqo wa lam yansa ahad, subhanal ladzi lam yattakhidz shohibatan wa la walad, subhanal ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yaqul lahu kufuwan ahad’, maka akan selamat dari siksa-Ku.” Demikian disebutkan oleh penulis Mu’jamul Ahbab.

Sepadat apapun, kita sebaiknya tidak membiarkan pagi dan sore meluncur tanpa mengucapkan pujian tasbih ini. Untuk menambah manis pagi dan sore, perlu juga menebarkan senyum kepada sesama makhluq. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 21 November 2017

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Brebes, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tengah mengintensifkan diskusi di kalangan pelajar. Diskusi digelar rutin sebulan sekali sebagai ajang silaturahim dan pendalaman wawasan.

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Intensifkan Diskusi Pelajar

Seperti yang diselenggarakan di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Ahad (21/9). Ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Zacky Al Aman mengatakan, setiap pertemuan ada beberapa tema yang akan diangkat. “Selain Aswaja, tema nasionalisme, kenakalan pelajar, pembelajaran kurikulum 2013 akan diangkat pula,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Pembina Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Brebes Ahmad Fathoni menyataan, sikap kritis dan penambahan wawasan perlu dimiliki setiap pelajar Nahdlatul Ulama yang tergabung IPNU-IPPNU. Hal ini penting dilakukan agar pelajar NU tidak terkesan kerdil, meskipun penampilannya hanya berpakaian sarung.

IMNU Tegal

“Daya pikir, nalar dan wawasan kita harus cemerlang, meski hanya berbusana sarungan,” tuturnya saat mengisi Diskusi Pelajar.

Menurutnya, pelajar NU harus berkualitas dengan menggali berbagai potensi yang ada dalam diri sendiri agar bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan banyaknya pemikiran yang didiskusikan, akan membuahkan solusi,” terangnya.

IMNU Tegal

Dalam diskusi perdana, Toni mengupas tentang Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja). Menurutnya, Aswaja adalah suatu keluarga/kaum yang menjalankan sunnah Nabi muhammad SAW dan para penerusnya yaitu para sahabat, tabiin dan selanjutnya hingga para alim ulama. “Al -ulama warosatul anbiya,  ulama yaitu pewaris Nabi,” tegasnya.

Aswaja ala Nahdlatul Ulama lebih mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, rahmat bagi seluruh alam. Sehingga ketika ada perbedaan atau ikhtilaf dijadikan sebagai rahmat bukan sebagai awal datangnya konflik. “Dengan rahmatan lil Alamin insya Allah hidup kita akan menjadi damai,” tuturnya di hadapan 70 peserta diskusi.

Zaki berharap, Diskusi Pelajar Ahadan juga bisa menambah wawasan dan tumbuhnya minat belajar bagi para pelajar dan generasi muda NU. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah, Nahdlatul IMNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Menolak Tunduk Pada Amerika

Kesan seram, angker dan sangar terpancar dari sorot matanya yang tajam. Tapi, kesan itu akan terhapus seketika begitu ia mengembangkan senyumnya yang manis. Dialah Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Saat menyempatkan diri menginjakkan kaki di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (12/5) lalu, dari tatap matanya, tersirat jelas keteguhan sikap dan kerasnya pendirian seorang Ahmadinejad. Dalam acara silaturrahmi dengan ulama NU dan sejumlah tokoh nasional, pemimpin yang layak disebut Singa Padang Pasir ini menuturkan banyak hal tentang negaranya. Termasuk rencana pengembangan nuklir berikut ancaman invasi Amerika Serikat (AS).

Sungguh luar biasa, di bawah kepemimpinannya, negara berkembang seperti Iran berani lantang berkata tidak kepada keadidayaan AS. Apalagi, ketika sang adidaya itu sudah berani campur tangan terhadap urusan dalam negeri Iran dengan banyak melancarkan protes dan kecaman.

Tak tanggung-tanggung, negara pimpinan Tony Blair Inggris dan beberapa negara sekutu lainnya, yang selama ini lebih banyak menganggukkan kepala saat berhadapan dengan dikte AS, ikut-ikutan menekan Iran.

Saat ini, ia dan negara yang dipimpinnya sedang jadi pusat perhatian dunia karena program nuklirnya. AS bersama sekutunya mengancam akan memberi sanksi militer terhadap negeri Teluk Persia itu jika tak menghentikan aktivitas nuklirnya. Namun, mantan Walikota Teheran ini tak gentar. Ia menolak untuk menghentikan aktivitas nuklirnya.

Diceritakan, sikap penolakan itu pernah ia sampaikan juga kepada tim Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Ia mempertanyakan mengapa Iran dilarang mengembangkan program nuklir meski untuk kepentingan damai, sementara banyak negara lain, termasuk AS sendiri juga melakukan hal yang sama.

“Kalau nuklir dianggap buruk, kenapa kalian (Barat) memiliki. Kalau memang nuklir dianggap baik, kenapa kami (Iran) tidak boleh,“ ungkap Ahmadinejad.

Pria yang pernah berseteru dengan mantan Presiden Iran Mohammad Khatami ini tahu sikap keras kepalanya itu akan membuat AS dan sekutunya berang, tapi ia tak peduli. Di hadapan ulama NU dengan lantang ia mengatakan, “Tak penting mereka (Barat) marah“.

Kalaupun AS dan sekutunya benar-benar akan menyerang Iran, Ahmadinejad dan rakyatnya tak takut. Ia menyatakan telah siap menghadapi berbagai resiko terburuk, seperti serangan militer AS bersama sekutunya. “Bangsa Iran tidak takut,“ tegasnya.

Bahkan dengan nada meremehkan, Ahmadinejad meragukan kesungguhan ancaman negara pimpinan George W Bush berikut sekutunya yang akan menyerang negaranya. Menurutnya, AS tahu kalau Iran adalah sebuah kekuatan besar yang tak akan bisa ditaklukkan dengan mudah. Ancaman itu, baginya tak lebih dari upaya propaganda AS untuk menakut-nakuti Iran.

“Jauh kemungkinan mereka (AS) akan menyerang negara kami. Itu hanyalah propaganda psikologi mereka saja untuk menakut-nakuti rakyat Iran dan juga bangsa Islam. Saya kira mereka tahu kalau Iran adalah kekuatan besar, Iran adalah bangsa yang besar,“ terang Ahmadinejad.

Namun demikian, sikap tak mau diatur oleh dominasi AS itu bukan berarti ia adalah seorang yang antikompromi. Dalam berbagai kesempatan ia selalu menekankan pentingnya menggunakan jalan dialog guna mencari penyelesaian atas ketegangan Iran-AS.

“Republik Islam Iran sebagai negara yang memiliki aktivitas nuklir, siap melakukan pembicaraan dengan semua negara, termasuk dengan negara-negara yang memiliki kekuatan nuklir dan dunia internasional untuk menenangkan ketegangan ini,“ kata Ahmadinejad.

Dikatakan, ia bersedia berunding dengan siapa pun, termasuk presiden AS, guna menghindarkan konflik soal isu nuklir tersebut. Negaranya akan tetap melakukan negosiasi dengan catatan AS harus menghilangkan sikap dan tingkah lakunya yang buruk. "Kita tidak hanya membela hak kami, tetapi membela hak semua negara," jelasnya. Karena itu, ia Ahmadinejad menjelaskan, dengan semakin memperkuat posisi, maka Iran bisa membela kemerdekaan mereka. (Moh. Arief Hidayat)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Sejarah IMNU Tegal

Menolak Tunduk Pada Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Menolak Tunduk Pada Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Menolak Tunduk Pada Amerika

Minggu, 05 November 2017

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

Surabaya, IMNU Tegal. PMII Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengadakan program bimbingan belajar bagi pelajar NU untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri secara gratis. Dalam kegiatan ini, PMII ITS bekerjasama dengan PCNU Kota Surabaya dan Lembaga Amil Zakat dan Infaq al-Maun (Lazim).

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

Program tersebut dinamakan Super Camp SBMPTN 2015. Sebuah program bimbingan belajar intensif dengan sistem diasramakan ‘full service’ yang bertujuan untuk mempersiapkan pelajar NU sukses masuk ITS dan Fakultas Kedokteran.

"Alhamdulillah, program ini kami adakan lagi dengan mendapat dukungan penuh dari PCNU Kota Surabaya dan Lazim," ungkap Moh. Imam, Ketua PMII ITS, Ahad (1/3).

IMNU Tegal

Menurut ketua panitia, Ahmad Safaat, target program yang sudah berjalan selama 5 tahun ini adalah siswa-siswi SMA dari keluarga kurang mampu, namun memiliki kemampuan akademis yang memadai.?

IMNU Tegal

"Program ini sudah berjalan mulai tahun 2010, dan pada tahun ini kami fokuskan pada pelajar NU terutama alumni-alumni pesantren," terangnya.

Pada tahun ini, kata Safaat, pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei 2015 dan bisa dilihat di www.beasiswasupercamp.com. "Dari semua pendaftar, panitia hanya memilih 35 peserta. Peserta yang dinyatakan lulus untuk mengikuti Super Camp SBMPTN 2015, akan difasillitasi asrama, makan, modul belajar, info PTN, psikotes, motivasi para pakar, try out mingguan, out bond, konsultasi pemilihan jurusan, dan masih banyak fasilitas gratis lainnya," ungkap kader PMII ITS ini. ?

Peserta program tahun ini, tambah dia, akan di training secara intensif selama 40 hari, dari tanggal 24 April hingga 4 Juni 2015. Untuk mengikuti program tersebut, peserta terlebih dahulu harus mengikuti beberapa langkah, yaitu mengikuti pendaftaran administrasi secara online dilaksanakan pada tanggal 1 Maret–10 April 2015. Kelulusan administrasi akan diumumkan di website Super Camp pada tanggal 10-13 April.?

“Peserta yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti try out pada tanggal 19 April 2015, hasilnya akan diumumkan pada tanggal 21 April 2015," ungkapnya.

Lebih lanjut Safa’at mengatakan, program ini merupakan bentuk kaderisasi awal pelajar NU supaya bisa mewarnai kampus ITS dan kampus favorit lainnya termasuk fakultas kedokteran dengan warna ke-NU-an.

"Ini langkah awal kita sebagai kader NU di kampus negeri supaya bisa bersaing dalam bidang akademik dan ilmu kedokteran," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul IMNU Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir

Babat, IMNU Tegal. Kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar (KMD) yang dilaksanakan oleh Satuan Komunitas Ma’arif NU Cabang Babat, Lamongan bertujuan untuk memberi bekal pengetahuan dan pengalaman praktis membina pramuka.?

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif Babat Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Wachid Hasjim Maduran pada hari Sabtu-Jumat, 01-07 Oktober 2016 ini diikuti oleh seluruh calon pembina pramuka di gugus depan binaan PC LP Maarif NU Babat.?

Mulai dari pretest untuk mengawali KMD, seluruh peserta nampak menikmati dengan soal yang diberikan oleh kakak pelatih. Kemudian dinamika kelompok dengan menyusun puzzle. Usai itu waktunya istirahat shalat dan persiapan upacara pembukaan kursus.

Tepat bada maghrib upacara pembukaan kursus dilaksanakan, dihadiri oleh Ketua Sakoma PW LP Maarif NU Jawa Timur dan beberapa dari Pelatih Pusdiklat Jodipati Kwarda Lamongan. Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari PW LP Maarif NU Jawa Timur sebab Sakoma Cabang Babat adalah pertama kalinya Sakoma mengadakan KMD. Setelah itu, orientasi kursus oleh Ketua Pusdiklat langsung yaitu Imam hingga pukul 11.00 malam.

Hari kedua suasana nampak cerah, diawali dengan kegiatan senam pagi dilanjut sarapan. Kemudian materi oleh para pelatih. Beberapa hari berjalan mulai dari kekompakan, solidaritas dan kekeluargaan mulai tertanam.?

IMNU Tegal

Materi yang diberikan diantaranya kepramukaan, AD/ART Gerakan Pramuka, prodik, cara membina dengan sistem among, organisasi, SKU/SKK/TKK, SPG/TPG & alat pendidikan hingga kegiatan luar ruang. (Wiwin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah, Nahdlatul IMNU Tegal

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

Pariaman, IMNU Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah TInggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman melakukan tadabur alam ke kawasan Mande dan pantai Batu Kalang Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Tadabur alam bertujuan meningkatkan silaturrahim sesama kader PMII dan menyaksikan keindahan alam ciptaan Sang Khalik.

Ketua Umum PK PMII ? STIT Syekh Burhanuddin Rio Putra, Ahad (29/1/2017) menyebutkan, tadabur alam yang diikuti sebanyak 33 orang pengurus dan kader PMII, berlangsung Sabtu (28/1/2017) dengan meriah. Kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai follow up untuk memotivasi anggota PK PMII yang baru saja mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) beberapa waktu lalu. Kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat kerja PK PMII STIT periode 2016/2017.?

PMII  STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

“Dengan adanya agenda tadabur alam ini, mudah-mudahan PMII ke depan tetap eksis sebagai organisasi pengkaderan mahasisa di ranah kampus STIT SB. Kami terus berupaya agar PMII semakin diminati oleh kalangan mahasiswa di STIT SB untuk bergabung,” kata Rio Putra yang didampingi Sekretaris Umumnya Mulya Riski dan Ketua Kopri PK PMII Yerida Lelita.?

Menurut Rio, selain anggota PK PMII STIT SB, juga hadir Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman seperti Faisal Amri Tanjung dan Danil Kharlis. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Internasional, Tokoh, Nahdlatul IMNU Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme

Bandung, IMNU Tegal

Teror bom di Sarinah, Jl Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/15/2016) merupakan pukulan berat bagi bangsa Indonesia. Tragedi Teror tersebut menelan 7 korban jiwa dan 24 korban luka-luka.?

Persatuan Guru NU (Pergunu) Jawa Barat menyatakan keprihatinannya atas tragedi teror tersebut. Pergunu juga mengimbau guru-guru untuk ikut berperan aktif dalam menangkal terorisme dengan memberikan pemahaman yang jelas kepada peserta didik agar mereka tidak meniru aksi terorisme, bahwa terorisme tidak identik dengan Islam, karena Islam tidak mengajarkan kekerasan.?

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Imbau Guru Aktif Berikan Pemahaman tentang Radikalisme

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pergunu Jawa Barat Saepuloh di Ruang Pergunu Jawa Barat Lantai 2 Kantor PWNU Jawa Barat Jl Terusan Galunggung No 09, Bandung, Jumat, (15/1).

“Islam juga tidak mengajarkan umatnya untuk menebar teror dan melakukan perbuatan yang buruk dan keji,” jelasnya.

Selain itu, imbuhnya, Orang tua harus lebih memperhatikan pergaluan dan aktivitas anaknya, baik di rumah dan lingkungan sekitar. Jangan sampai anaknya ikut dan aktif dalam kegiatan golongan-golongan yang berpaham radikal. Serta orang tua harus senantiasa memperhatikan perilaku anaknya, sehingga jika ada perilaku yang menyimpang agar segera dapat diluruskan dan atau berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. (Red: Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nahdlatul, Anti Hoax, Humor Islam IMNU Tegal

IMNU Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

GP Ansor Bandung Bangkit dari Ranting

Bandung, IMNU Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung akan bangkit dari ranting. Tiap akhir pekan getol membentuk ranting-ranting per kecamatan. ?

Akhir pekan ini dibentuk ranting-ranting di Kecamatan Bojongloa, yaitu Babakan Asih dengan ketua Asep Dandi, Suka Asih diketuai Ending, Babakan Tarogong diketuai Anwar Musadad. Sementara Deni Permana sebagai Ketua Ranting Jamika dan Asep Nurhidayat sebagai Ketua Ranting Kopo.

GP Ansor Bandung Bangkit dari Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bandung Bangkit dari Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bandung Bangkit dari Ranting

Pekan sebelumnya telah dibentuk Ranting-ranting PAC Bandung Kulon bertempat di Madrasah Al-Barokah, pada Sabtu malam, (30/3). ?

IMNU Tegal

Ketua PC GP Ansor Kota Bandung Aa Abdul Rozak mengatakan, pihaknya yakin kalau seluruh struktur, mulai dari Ranting, PAC, dan Cabang Ansor bekerja keras dan bersinergi, dalam waktu singkat, pemuda NU akan maju.

“Kita akan bangkit dan lari dan menunjukannya kepada khalayak luas bahwa Ansor bangkit,” katanya melalui press realeas yang dikirim kepada IMNU Tegal, Ahad, (7/4).

IMNU Tegal

Juga khalayak akan tahu bahwa Ansor dan Banser di Kota Bandung adalah pengawal ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah dan benteng Nahdlatul Ulama.

Rozak bangga dengan kinerja awal PAC Ansor Bojongloa Kaler dan Bandung Kulon yang sudah membentuk ranting lengkap di tingkat desa. Ia menekankan supaya kecamatan-kecammatan lain menyusul.

Pemuda Ansor sekarang adalah pemimpin NU masa depan. Oleh karena itu, harus siap menghadapi tantangan, sehingga NU ke depan menjadi organisasi yang maju dan siap bersaing dengan organisasi lainnya.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, News, Nahdlatul IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock