Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menolak keberadaan Islamic State of Iraq and Syam (ISIS) di Indonesia dan meminta pemerintah bersikap tegas terkait dengan perkembangan tersebut.

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Tegas Sikapi ISIS

“Gerakan ISIS mengancam keutuhan NKRI, bertentangan dengan jiwa Pancasila, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, Indonesia harus menolak berdirinya ISIS, yang jelas membahayakan keselamatan bangsa dan mengancam keutuhan negara,” katanya dalam konferensi press di gedung PBNU, Jum’at (8/8).?

Ia menilai, pemerintah selama ini telah melakukan pembiaran terhadap kelompok Islam garis keras, yang memiliki potensi besar melakukan gerakan radikal karena itu, ketegasan sikap saat ini sangat diperlukan.?

IMNU Tegal

Kiai Said mengatakan, kemunculan kelompok ISIS ini nyata-nyata sudah menimbulkan fitnah yang memperkeruh kehidupan umat Islam serta hubungan antar-umat beragama di Indonesia.?

“Karena kelompok ini bukan hanya memperjuangkan gagasan politik negara/khilafah Islamiyah, tetapi memperjuangkan paham yang tidak sesuai dengan paham Islam Ahlussunnah wal jamaah.” ?

IMNU Tegal

Ia menambahkan “NU berpegang teguh pada keyakinan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kedamaian dan bukan agama kekerasan. Agama Islam, tidak mentolerir kekerasan. Justru, agama Islam merupakan agama yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung kasih sayang.”?

“Sifat dasar Islam tersebut nyata-nyata bertolakbelakang dengan cara-cara yang dilakukan ISIS, yang melakukan kekerasan sampai membunuh ulama yang tidak sejalan dengan ISIS,” tambahnya.

Selanjutnya, berkaitan dengan gagasan mendirikan daulah Islamiyyah. Kiai Said yang menyesaikan doktornya di Universitas Ummul Quro Makkah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad tidak pernah memproklamirkan berdirinya negara Islam, atau negara Agama.?

“Nabi Muhammad berjuang untuk menguatkan sistem negara Madinah, negara yang berkeadaban. Platformnya adalah tamaddun, bukan Islam, bukan pula suku. Karena penduduk Madinah ada yang muslim dan ada yang non-muslim, ada dari suku Arab dan ada non-Arab. Justru di tengah masyarakat Madinah yang majemuk, Rasulullah membuat konstitusi yang sekarang dipandang bersifat modern yang di dalamnya berisi kesepakatan yang dikenal dengan Piagam Madinah (Shahifah al Madinah) pada 622 Masehi.”

Dalam konsep Piagam Madinah tersebut seluruh penduduk yang ada disamakan di muka hukum, aturan serta hak dan kewajibannya, meski mereka berbeda-beda dalam hal keyakinan agama, suku, dan berbeda rasnya.?

“Artinya, umat Islam sesuai dengan wilayah kebangsaannya masing-masing boleh membentuk negara yang sejalan dengan contoh dari Rasulullah tersebut, dan tidak wajib mendirikan negara yang secara formal Islam seperti yang diperjuangkan kelompok ISIS ini. Bagi NU, NKRI berdasarkan Pancasila sudah sesuai dengan negara berdasarkan Piagam Madinah,” tegasnya.

Ia juga menyatakan bahwa ISIS sudah ditolak oleh semua Ulama Internasional, semisal Syech Yusuf al-Qardhawi dan Syech Wahbah Zuhaili, dua ulama Timur Tengah terkemuka.?

Hal yang masih menjadi pertanyaan adalah, “Kenapa ISIS muncul ketika Israel menggempur Gaza? Yang nyata-nyata telah memecah perhatian umat Islam terhadap perjuangan dan pembelaan terhadap rakyat Palestina. Ini pertanyaan strategis yang perlu dikaji mendalam dengan riset dan investigasi.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Minggu, 18 Februari 2018

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Anak ialah salah satu rezeki istimewa untuk pasangan suami-istri yang sudah sah menikah. Anak merupakan penerus keturunan bagi para orang tua. Anak tak hanya menambah kebahagiaan berumah tanga, tapi juga akan menjadi investasi bagi kedua orang tua baik di dunia dan di akhirat. Hal tersebut dikarenakan anak sudah diwajibkan untuk selalu berbakti, menghormati dan merawat kedua orang tua. Doa anak yang saleh dan salehah akan menjadi salah satu pahala yang tidak akan pernah terputus bagi para orang tua yang didoakan.

Tanpa bermaksud membeda-bedakan, umumnya beberapa orang tua menginginkan memiliki anak lelaki. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, misalkan karena sudah punya anak perempuan maka sekarang menginginkan anak lelaki, atau karena ingin memiliki anak yang kelak bisa melindungi keluarga, sementara sifat melindungi itu potensinya lebih besar dimiliki oleh anak lelaki.

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa bagi yang Ingin Punya Anak Laki-laki

Bagi orang tua yang memiliki keinginan tersebut, Syekh Sulaiman al -Bujairami dalam kitab al-Bujairimi ‘ala al-Khathib (Beirut: Dar al-Fikr, 1995), juz III, hal. 245 meriwayatkan sebuah doa yang bisa diamalkan agar bisa memiliki anak lelaki. Cara melafalkan doa ini ialah dengan meletakkan tangan pada perut ibu hamil di saat awal-awal kehamilan, sambil membaca doa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

IMNU Tegal

IMNU Tegal

Bismillâhirrahmânirrahîm. Allâhumma innî usammî mâ fî bathnihâ Muhammadan, faj’alhu lî dzakaran

“Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku (akan) menamai anak yang terkandung dalam perut ibunya ini dengan nama Muhammad, maka jadikanlah ia sebagai lelaki bagiku.”

Demikian, selamat diamalkan dan semoga diijabah oleh Allah. Amin. Wallahu a’lam bi shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, Halaqoh, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Bantul, IMNU Tegal

Momen langka terjadinya gerhana matahari total yang hanya terjadi di Indonesia menjadi kesempatan warga NU di Bantul, Yogykarta untuk bersama melakukan munajat, sholat gerhana dan mendengarkan khotbah. Moment gerhana juga dijadikan sarana untuk interospeksi diri, baik beristighfar, shadaqah, dan syukur.?

Secara khusus, PCNU Bantul menyelenggarakan kegiatan shalat gerhana matahari yang dipusatkan di Gedung Bapendan Wonokromo Bantul. Selain di Lokasi utama tersebut, diinstruksikan juga kepada seluruh MWCNU untuk menyelenggarakan kegiatan serupa di wilayah masing masih.

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemeriahan Shalat Gerhana di Bantul dari Arem-arem Hingga Bubur

Dilaporkan dari MWCNU Pajangan kegiatan shalat gerhana matahari di pusatkan di Masjid Pondok Pesantren Ad-Duha Bungsing. Shalat gerhana dimulai pukul 06.45 WIB. Dilanjutkan khotbah dan diakhiri dengan sarapan arem-arem bersama. Tak kurang dari 200 jamaah putra dan putri hadir mengikuti acara ini.

Sementara kegiatan yg sama juga dilaksanakan dibeberapa MWCNU lain, seperti di Pundong, Kasihan, Pandak dan juga di tempat lain. Yang menarik dari kegiatan ini, setelah semua usai beberapa daerah dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama sebagai bentuk shadaqah yang dapat dinikmati bersama. (Heru Priyanto/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Makam, Olahraga IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, IMNU Tegal. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

IMNU Tegal

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid

Semarang, IMNU Tegal. Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam perayaan Mauilid Nabi di Meteseh, Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/1), menyampaikan empat poin penting yang hendaknya diperhatikan jamaah yang hadir.

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Ajakan Habib Syech di Bulan Maulid

Ia mengajak, pertama, ketika memanggil Nabi hendaknya tidak njangkar (langsung memanggil namanya). Panggillah Nabi dengan sapaan kehormatan sebagaimana para ulama contohkan, misalnya sayyidina, maulana, habibina, qurrati a’yun, syafi’ina dan sebagainya.

“Allah saja memanggil Nabi tidak njangkar, misalnya ya ayyuhal muddatstsir, ya ayyuhal muzzammil, ya ayuhan nabiyyu, dan lain sebagainya,” tutur Habib Syech.

IMNU Tegal

Kedua, Habib asal Solo ini mengajak untuk memperbanyak shalawat karena di dalamnya terdapat keistimewaan. Menurut dia, shalawat mampu membuat jiwa menjadi tenang dan terjaga dari musibah dan marabahaya.

IMNU Tegal

Ketiga, ia mengajak kepada jamaah untuk menjadi manusia yang bermanfaat, di antaranya berkecimpung dalam kemaslahatan masyarakat, semisal ikut gabung organisasi Nahdhatul Ulama, terangnya sembari membaca hadits populer khoirunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).

Keempat, Habib Syech juga berpesan supaya menjaga kesucian maulid dengan membersihkan diri dari perbuatan maksiat. Dia menyebut, berbuat maksiat sama saja dengan merobohkan benteng maulid.

“Banyak sekali yang bersemangat mengikuti maulid tapi shalat subuhnya telat, ini namanya merobohkan benteng. Jauh-jauh datang untung mengikuti maulid namun saat pulang gonceng-goncengan lanang wadon (boncengan laki-laki dan perempuan), ini namanya merusak benteng pertahanan,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Bandung, IMNU Tegal. Nilai hasil uji kompetensi guru (UKG) yang dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 27 November 2015 jauh dari harapan. Dari hasil UKG mata pelajaran matematika di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diperoleh nilai rata-rata mereka 63,57.? Sementara rata-rata kompetensi pendagogik 60,65 dan rata-rata kompetensi profesional 64,85.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh, pada kegiatan Focus Gruop Discussion Analisis Hasil Uji Kompetensi Guru Matematika SMP Kabupaten Bandung di Ruang Rapat PWNU Jawa Barat, Kamis (17/12).

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar: Kompetensi Guru Matematika di Bandung Masih Rendah

Hasil UKG tersebut menggambarkan penguasan kompetensi pendagogik dan profesional guru matematika SMP di Kabupaten Bandung masih rendah. Kompetensi pendagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, kemampuan merancang dan pelaksanaan pembelajaran sampai pada evaluasi hasil belajar, serta pengembangan peserta didik akan potensi yang dimilikinya. Sedangkan kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologinya.

IMNU Tegal

Menurut H. Saepuloh, hasil UKG ini merupakan sebuah fakta yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dalam hal pengembangan dan pembinaan kompetensi guru secara berkelanjutan. Dengan memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kompetensi masing-masing guru agar efektif dan tepat sasaran

IMNU Tegal

“Pasca UKG, kami berharap pemerintah pusat dan daerah memfasilitasi guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dan latihan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru berdasarkan kompetensi yang dimilikinya” tutur H. Saepuloh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, Anti Hoax IMNU Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus

Bandung, IMNU Tegal

Sejak Musyawarah Nasional (Munas) pertama yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta pada 2015 lalu, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) kini sudah terbentuk 12 cabang di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas ke-2, KMNU Siapkan Kader Militan di Kampus

Munas ke-2 yang akan dibuka pada Jumat 22 Januari 2016 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kota Bandung, KMNU mengangkat tema yang bertajuk "Bersama KMNU Membangun Indonesia". Adapun agenda Munas tersebut di antaranya seminar, perkenalan cabang baru, LPJ dan pemilihan Presidium Nasional.

Dewan Presidium Nasional 1 KMNU Muhammad Zimamul Adli mengatakan selama ini hubungan KMNU dengan PBNU sudah cukup bagus. Pihaknya sudah  sowan kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Lembaga Pendidikan Maarif NU, Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU, dan lain-lain.

IMNU Tegal

"Sejauh ini masih hanya sebatas memperkenalkan perkembangan KMNU dan langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan oleh KMNU ke depannya," kata Zimam saat dihubungi IMNU Tegal, Selasa (19/1).

Zimam mengungkapkan selama ini pihaknya juga telah berdiskusi bagaimana agar lulusan Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah di bawah naungan Maarif yang masuk perguruan tinggi supaya bisa masuk KMNU. "Agar proses rekruitmen berjalan dengan cepat sehingga KMNU ini menjadi penggerak aktivitas di masjid kampus maupun sekitar kampus," ungkap mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Seiring dengan maraknya radikalisasi, bagi Zimam, langkah KMNU akan konsentrasi untuk memperkuat kajian dan tradisi Islam  Rahmatan lil alamin di perguruan tinggi negeri khusus di kampus umum.

IMNU Tegal

Pada Munas nanti, Zimam mengharapkan pembahasan blue print KMNU menuju NU 1 abad dan pemantapan kaderisasi yang dilakukan KMNU di Perguruan Tinggi, menjadi rekomendasi yang sangat nyata bagi PBNU untuk menyiapkan kader-kader militan di perguruan tinggi.

"Karena dengan proses pembelajaran dan pelestarian yang masif, maka ke depan generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa khususnya, akan memiliki mental-mental nasionalisme, profesional, dan relegiusitas yang matang sesuai dengan cita-cita Presiden RI tentang revolusi mental," pungkas santri asal Lamongan itu.

Pembukaan Munas ke-2 KMNU rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Demak, IMNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mranggen menggelar pertemuan ramah tamah dalam memperingati hari lahirnya yang Ke-82. Dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kembangarum Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu (24/4), mereka berupaya terus meningkatkan soliditas kader di setiap tingkat kepengurusan baik di anak cabang maupun ranting se-Kecamatan Mranggen.

Ketua GP Ansor Mranggen Abdul Qodir meminta seluruh kader yang ada senantiasa berkomunikasi secara intensif sebagai wahana koordinasi organisasi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalannya roda organisasi.

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

“Yang lalu biarlah berlalu. Kita rajut kembali Ansor Mranggen. Kita tingkatkan komunikasi ke depannya supaya lebih baik,” kata Qodir.

Selain ajang evaluasi perjalanan kepengurusan, para hadirin memanfaatkan momentum harlah kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Ansor yang tak lepas dari nilai sejarah kebangsaan.

IMNU Tegal

“GP Ansor Mranggen komitmen dengan pergerakannya. Di usianya yang Ke-82, mari bersama-sama mengawal perjalanan bangsa dari yang terendah, ranting dan anak cabang,” kata Qodir.

IMNU Tegal

Ia berpesan agar keberadaan nilai-nilai Aswaja jangan sampai luntur. Dalam mengawal nilai-nilai Aswaja, program yang sarat dengan nilai aswaja akan terus dipertahankan. Ia juga menegaskan, sudah saatnya GP Ansor bermetamorfosis menjadi organisasi yang lebih modern, yakni dengan mempertimbangkan aspek-aspek kekinian.

“Seluruh pengurus dilarang gaptek. Itu contoh kecil. Sedangkan untuk program, mari bersama-sama kita bahas dan kita musyawarahkan,” tegasnya.

GP Ansor mranggen, lanjut Qodir, akan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dirasa mampu memberikan dampak yang membekas, dan menunjukkan eksistensi bahwa Ansor Mranggen hadir di tengah-tengah masyarakat. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes IMNU Tegal

Jumat, 03 November 2017

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Bersih-bersih Ruangan

Sidoarjo, IMNU Tegal

Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara lomba bersih-bersih ruangan di area Rumah Sakit, Senin (1/2). Acara tersebut, selain untuk persiapan akreditasi juga termasuk rangkaian HUT Ke-53 RSI Siti Hajar.

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Bersih-bersih Ruangan (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Bersih-bersih Ruangan (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Lomba Bersih-bersih Ruangan

"Disamping untuk membersihkan keindahan ruangan, lomba ini juga untuk meningkatkan pelayanan intens, agar dapat melayani dengan sepenuh hati. Jangan cuma dijadikan ajang perlombaan, namun ini merupakan awal dari kebersihan lingkungan untuk semua karyawan di setiap unit. Kalau bersih-bersihnya hanya dilakukan satu, dua hari ini saja, percuma," kata ketua panitia lomba, Mudakkir (37).

Beberapa kriteria yang menjadi penilaian dewan juri diantaranya, penataan barang-barang, kerapian dokumen, penataan instalasi kabel, perlengkapan sampah medis dan non medis, perlabelan sesuai akreditasi label bahan beracun berbahaya (B3), label cuci tangan, label denah dan label dokumen.

Lomba kali ini, melibatkan seluruh pegawai dan karyawan di semua unit dan ruangan yang ada di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo. Masing-masing unit, akan menampilkan keindahan dan kebersihan ruangannya.

Dari hasil penilaian dewan juri, akan ada evaluasi penilaian menajemen untuk syarat akreditasi. Yakni, untuk sarana prasarana yang dirasa kurang lengkap, akan dilengkapi. "Evaluasinya nanti, mana yang dirasa kurang, akan dilengkapi. Sehingga, ketika ada survey, semuanya sudah siap," jelasnya.

IMNU Tegal

Dalam lomba ini, Rumah Sakit melibatkan tim penilai atau dewan juri dari RSI Siti Hajar diantaranya, Kabag Umum, H Imron Rosyadi, dokter spesialis penyakit dalam, dr Atik Yuniani dan Ketua BPM NU RSI Siti Hajar, H Hambali Zuhdi.

Bagi yang mendapatkan juara I, II dan III akan mendapatkan hadiah uang yang nantinya uang tersebut diberikan dan diumumkan pada tanggal 20 Februari saat resepsi Harlah RSI Siti Hajar.

IMNU Tegal

Sementara itu di tempat yang sama, kepala ruangan rekam medis, Hariono Kalam (44), saat merapikan berkas rekam medis di rungan lantai 3 mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan itu. Pihaknya sangat mendukung dengan kegiatan tersebut. Ia pun berharap, apa yang sudah dilakukannya, hari ini bisa dilakukan dengan continue.

"Semoga apa yang disiapkan oleh peserta lomba dari rekam medis, dapat meraih juara. Karena semua yang ada di unit rekam medis sangat antusias. Kita juga menyiapkan apa yang dikerjakan sesuai dengan akreditasi," ujar Hariono. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Halaqoh IMNU Tegal

Senin, 09 Oktober 2017

GP Ansor Pematangsiantar Rekrut Puluhan Pemuda Masuk Banser

Pematangsiantar, IMNU Tegal - Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda Ke-88, GP Ansor Kota Pematanngsiantar menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) selama tiga hari. Pendidikan untuk anggota baru Banser ini dibuka pada Jumat (28/10). Kegiatan ini berlangsung di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar hingga Ahad (30/10).

Ketua GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna menyatakan bahwa hari Sumpah Pemuda 28 Oktober merupakan momentum kebangkitan bagi pemuda dalam mengisi pembangunan, khususnya pemuda di Pematangsiantar.

GP Ansor Pematangsiantar Rekrut Puluhan Pemuda Masuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pematangsiantar Rekrut Puluhan Pemuda Masuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pematangsiantar Rekrut Puluhan Pemuda Masuk Banser

Tampak hadir pada pembukaan Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nurady, pengurus GP Ansor Sumut, Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik, pengurus harian PCNU Kota Pematangsiantar, Fatayat NU Kota Pematangsiantar, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, sejumlah pimpinan SKPD, dan tokoh masyarakat.

Erry Nurady mengatakan bahwa kaderisasi sangat penting dalam upaya membina mental generasi muda yang berkualitas dan berakhlakul karimah.

IMNU Tegal

Dalam kesempatan itu GP Ansor Kota Pematangsiantar mengukuhkan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kota Pematangsiantar masa khidmat 2015-2019. GP Ansor Kota Pematangsiantar berkomitmen mendukung gerakan nasional antinarkoba. Mereka mendeklarasikan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Kota Pematangsiantar masa khidmat 2016-2019.

IMNU Tegal

Pendidikan ini ditutup pada Ahad (30/10) dengan menghasilkan puluhan kader Banser. (Fajar Prabowo/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Hikmah, Lomba IMNU Tegal

Rabu, 27 September 2017

Waktu itu, di "Pulau Banser"

Wonosobo, IMNU Tegal. Seperti judul sebuah film atau novel, yang menarik untuk ditelusuri dan diikuti. Berawal dari latihan gabungan Banser Garung, Kaliwiro, wadaslintang dan Kalibawang yang berisi materi pemantapan ke-Ansor-an dan ke-Banser-an serta Aswaja di alam terbuka ditambah dengan simulasi rescue.

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sumber sari Kecamatan Wadaslintang ini diikuti 70 peserta, dan ber-home base di balai desa setempat, yang disambut antusias warga setempat. Pada Sabtu 30 Maret peserta dibekali materi oleh Kasatkorcab M. Kurniyanto, Kasetma, jajaran PAC dan lain-lain juga dari Instruktur Rescue.

Waktu itu, di Pulau Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu itu, di Pulau Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu itu, di "Pulau Banser"

Di malam harinya kegiatan diisi dengan pemantapan materi Aswaja yang dihadiri seluruh Ranting dan Satkorpok yang ada di Wadaslintang.

IMNU Tegal

"Banser harus multi fungsi, dan berparadigma Positif, sehingga bisa ditempatkan dimana saja dan dalam situasi apapun, terlebih dalam hal memberikan bantuan dan pertolongan di masyarakat," papar M. Kurniyanto. “Jangan mudah terpecah-belah dan gampang dikotak-kotakkan,” lanjutnya.

IMNU Tegal

Dibutuhkan kemampuan yang lebih, sehingga Banser bisa berdaya guna di masyarakat. "One For All, All For One," papar Kasetma.

"Bahwa Banser harus menjiwai bahwa kita hidup di lingkungan yang majemuk sehingga sikap pluralisme harus dikembangkan terlebih terhadap siapa yang membutuhkan bantuan. Kita ini harus sering terjun dimasyarakat, berbaur dan diharapkan bisa membantu permasalahan yang dihadapi," tambahnya.

Paginya diadakan simulasi, dengan dibantu oleh 3 buah perahu motor nelayan. Dengan 5 orang wisatawan mengalami kerusakan perahu dan tenggelam, sehingga membutuhkan bantuan untuk penyelamatan. Setelah waktu berlalu dan berhasil menyelamatkan ke 5 korban, diadakan penanaman Pohon Alpokat Mentega, yang diserahkan secara simbolis oleh jajaran Satkorcab x23 kepada kepala desa setempat, di Sebuah pulau di tengah waduk seluas 3,6 Ha. Pohon Alpokat ini diharapkan menjadi Ikon Pariwisata Waduk Wadaslintang.

Mewakili masyarakat setempat, Kepala Desa Sumbersari menginginkan pulau itu dinamai "Pulau Banser". Katanya, kepedulian dari sahabat Ansor dan Banser, untuk mengembangkan Masyarakat desa Sumbersari, yang diharapkan ke depan bisa berdampak bagi masyarakat khususnya Wadaslintang, dan pariwisata Wonosobo.

“Nantinya diharapkan juga akan dikembangkan kelinci yang akan di biarkan lepas di alam liar, sehingga kealamian dan keasrian Pulau Banser bisa menarik minat masyarakat," katanya.

“Kami harap sahabat Ansor dan Banser ikut menjaga dan merawat bersama masyarakat, sehingga Pulau ini bisa dinikmati bukan hanya sekarang tapi juga yang akan datang. Hidup Ansor, hidup Banser!" tambah Perwakilan dari Kecamatan.

M. Hanif Nurhidayat mengatakan, yang dilakukan baru permulaan. “Langkah awal kita akan membuat, papan nama “Pulau Banser" dipasang di pintu masuk. Selanjutnya kita akan mencari bibit kelinci yang akan dilepaskan di alam liar. Mari sahabat kita satukan langkah, persepsi dan barisan untuk Ansor/Banser yang lebih maju," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Herry Bh (Kasetma Banser X23 Wonosobo)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Humor Islam, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Rabu, 13 September 2017

IPNU-IPPNU Wadah Bersosialisasi di Tengah Arus Individualisme

Purworejo, IMNU Tegal. Di tengah kehidupan yang serba modern yang serba individualis, pemuda dan pemudi harus pandai bersosialisasi agar tidak terbawa arus negatif pergaulan. Demikian dikatakan pengurus IPNU Cabang Purworejo Ustadz Hamdan Kurnia Aji dalam kegiatan bulan Ramadhan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kaligesing di Balai Desa Kedunggubah, Sabtu (28/7).

IPNU-IPPNU Wadah Bersosialisasi di Tengah Arus Individualisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Wadah Bersosialisasi di Tengah Arus Individualisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Wadah Bersosialisasi di Tengah Arus Individualisme

Ustadz Hamdan juga menekankan pentingnya organisasi seperti IPNU-IPPNU sebagai wadah belajar dan bersosialisasi. “Jika rekan dan rekanita mau bergabung dengan organisasi seperti ini, Insya Allah akan mudah bergaul dengan siapa saja dan pandai memilah baik-buruknya” ungkap Ustad Hamdan.

Pembinaan keorganisasian generasi muda ini diikuti oleh 44 peserta dari dua desa yaitu Kedunggubah dan Jelok Kaligesing Purworejo. Menurut Ketua PAC IPPNU Kaligesing Rani Pranita, acara ini merupakan rangkaian kegiatan yang menjadi program  kerja organisasi yang telah disusun jauh-jauh hari dalam rangka mengisi Bulan Ramadhan.

IMNU Tegal

“Kehadiran organisasi kepemudaan sudah ditunggu-tunggu disini, jadi para peserta merasa senang karena punya wadah mengekspresikan diri” ungkap Rani.

Hadir dalam acara pembukaan, Ketua MWCNU Kec. Kaligesing, Tokoh Agama dan Kepala Desa Kedunggubah dan Jelok. Mewakili Masyarakat Kepala Desa Kedunggubah menyambut gembira kegiatan yang digelar PAC. IPNU IPPNU ini. 

IMNU Tegal

“Di tengah gempuran modernisme yang menggerogoti moral generasi muda, saya merasa bangga dan gembira atas digelarnya kegiatan di Desa Kedunggubah sehingga menjadi media pembelajaran berorganisasi yang positif bagi generasi muda desa Kedung Gubah dan Jelok," ungkap kepala Desa Kedunggubah Puji Purnomo dalam sambutannya. 

Ahmad Kosim, pembina IPNU Kaligesing menambahkan, kegiatan positif serupa hendaknya terus ditingkatkan. “Silakan nantinya rekan dan rekanita mewarnai kegiatan kepemudaan semisal Takbir Keliling, Saraehan, Ziarah Bersama, Kajian-kajian dan pelatihan untuk menambah skill individu masing-masing.” ungkapnya.

Dalam acara yang dibalut dengan Buka Bersama tersebut, peserta mendapat berbagai materi seperti Ke-organisasi-an, Leadership, Motivasi dan Keislaman dari pengurus cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo. 

Pengurus MWCNU Kaligesing dan beberapa tokoh masyarakat juga turut serta memberi motivasi dan kajian keislaman. Joni, salah satu peserta mengaku senang dan bangga dengan adanya acara ini.

“Saya berharap ke depanya acara serupa walaupun mungkin dengan format lain bisa terus digelar di desa-desa. Selain menambah teman dan ilmu, saya bias belajar bagaimana bersama-sama dengan orang yang tidak sama,” ungkapnya. Walau sempat ada dua peserta yang kesurupan,  acara berlangsung tertib dan lancar.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Selasa, 11 Juli 2017

NU dan Penggerak Desa

Oleh Nur Faizin

Membincang desa tidak sepenuhnya bisa dilepas dari mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU). Fakta itu setidaknya bisa dilihat dari segi sistem ritual keagamaannya. Di lain pihak, desa hingga saat ini lekat dengan kenyataan tingkat angka kemiskinan. Lantas yang menjadi pertanyaan bagaimana masyarakat, khususnya warga NU di desa-desa, dapat terberdaya dengan baik?

Tak menutup kemungkinan warga NU di desa-desa sebagian besar masih berada di level menengah ke bawah atau bahkan di bawah standar kelayakan. Tidak hanya itu, tradisi ke-NU-an yang masih melekat seperti tahlilan, shalawatan, ziarah wali songo atau perkumpulan lainnya membuat masyarakat belum awas pada peningkatan kesejahteraan hidup mereka.

NU dan Penggerak Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Penggerak Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Penggerak Desa

Tidak adanya katup penyelamat atau safety velve seperti simpanan rumah tangga membuat warga NU yang hendak menggelar tahlilan atau semacamnya menggantungkan pada hutang. Nah, persoalan ini jika tidak segera diatasi dapat berkelindan pada terdistorsinya kemapanan dari segi finansial. 

Di lain pihak adanya adanya UU Desa sebagai akar kebijakan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hingga kini dapat dirasakan angin segarnya. Namun demikian desa sebagai pelaksana amanat UU Desa sepertinya belum mampu “mengajak” warga meningkatkan perekonomian mereka. Indikasi tersebut dapat dilihat dari sejumlah kebijakan desa yang mengarah pada pembangunan infrastruktur dan minim peningkatan kapasitas atau kemampuan warga untuk lebih berdaya. 

Lahirnya UU Desa memiliki tujuan terhadap kemungkinan desa akan lebih maju dan masyarakat terentas dari problem kemiskinan dan keterbatasan. Dalam amanat UU Desa dinyatakan adanya klatur anggaran yang dikucurkan secara langsung oleh pemerintah pusat. Bentuk kepedulian negara terhadap desa yang berbasis anggaran tersebut sejauh ini disambut baik oleh banyak kalangan.

IMNU Tegal

Penting kita pahami, kucuran anggaran tidak selalu bermakna efektif sebagai solusi mengentaskan problem-problem di masyarakat desa. Anggaran butuh pengelolaan yang terukur, tepat sasaran serta transparan. Jika tidak terkelola dengan baik maka adanya kucuran anggaran segar justru menjadi problem baru. 

Demi lahirnya program-program yang efektif dengan adanya anggaran tersebut, tentu masyarakat desa perlu dilibatkan dalam proses perumusannya. Sepakat atau tidak, sebenarnya yang paling tahu terhadap persoalan mereka adalah masyarakat desa sendiri.

Adanya sistem partisipatif dalam penyusunan program mutlak dibutuhkan. Nah dari sini pemerintah desa diharapkan hadir ke tengah-tengah masyarakat desa utamanya mendorong warga meningkatkan kesejahteraan mereka, baik melalui program pelatihan swadaya atau stimulus lainnya. 

IMNU Tegal

Di level itu, guna mendorong kemampuan masyarakat terlibat dalam proses penyusunan program dan peningkatan kapasitas juga dibutuhkan kesiapan masyarakat. Disitulah dibutuhkan agen-agen penggerak yang tumbuh dari masyarakat tersebut. Kaum muda NU, khususnya di desa-desa, sebaiknya tidak lalai melihat peranan penting itu. Mereka harus memiliki daya kompetensi untuk melakukan proses kegiatan politik partisipatif.

Setidaknya mereka juga mampu menggerakkan kelembagaan NU untuk ambil peran penting di level desa. Tentu tidak saja struktur kelembagaan formal, ruang-ruang kultural NU di desa seharusnya didesain memiliki sensitifitas dalam merespon lahirnya Undang-Undang Desa.

Dari pemahaman tersebut, apa yang penting segera dipersiapan oleh kaum muda NU di level desa? Serta rumusan-rumusan apa yang penting kita gerakkan untuk terus melakukan proses pengkaderan terhadap kaum muda NU. Warga NU tidak bisa dipandang sebelah mata dalam konteks penguatan kemandirian desa. Desa adalah kekuatan untuk menopang laju perkembangan negara. Masyarakat desa adalah masyarakat NU. Itulah point penting yang harus kita pikirkan. Kaum muda NU mesti peka melihat kenyataan tersebut.

Partisipasi penggerak

Menjelang seabad kelahiran NU penting kiranya semua pihak, khususnya penggerak NU dari pusat hingga ranting untuk berjibaku memikirkan umat. Bagaimana warga NU yang hidup di desa-desa dapat merasakan kehadiran NU sebagai organisasi pelayan umat. 

Sejauh ini, mengacu pada pemaparan Abdur Rozaki (2017), bahwa UU Desa yang mengamanatkan desa untuk mengangkat derajat kesejahteraan warganya jika tidak diimplementasikan secara nyata dan terukur seperti halnya menggarami air laut. Sebatas di angan-angan. Walaupun desa kini dapat terperdaya dengan DD (Dana Desa) dan ADD (Alokasi Dana Desa) masih dapat kita temui ketimpangan-ketimpangan atau krisis di desa.

Rozaki menambahkan bahwa masih ada tiga krisis yang menjadi pekerjaan bersama seluruh elemen dalam rangka menuju desa membangun dan sejahtera. Tiga krisis tersebut antara lain; krisis demokrasi, krisis produktivitas, dan krisis kesejahteraan. Elemen ini ditengarai Rozaki dengan masih adanya model kepemimpinan didominasi elit, mengalirnya sumber daya manusia produktif dari desa ke kota, dan hilangnya kontrol atas aset yang dimiliki.

Menilik realitas demikian lantas bagaimana peran NU dan warganya? Nah, inilah yang patut kita pikirkan bersama. Bahwa kesejahteraan sepenuhnya, baik warga NU atau tidak, tidak hanya bergantung pada terbukanya peluang kerja sementara peningkatan skill atau kapasitas diri minim.

Tiga krisis yang dikemukakan Rozaki dapat dimaknai sebagai tantangan dan juga peluang bagi warga nahdliyin mengambil keputusan berdesa. Berdesa tidak hanya memikirkan perut sendiri, tetapi juga kesejahteraan bersama. Krisis kesejahteraan di desa misalnya, dapat dikawal dengan pemanfaatan ADD atau DD dengan melakukan pelatihan keterampilan kerja. 

Disamping itu, tentu para penggerak NU di desa harus ikut terlibat dalam setiap pengambilan keputusan. Bagaimana caranya? Tentu dengan melakukan gerakan partispatif warga bersama pemerintah desa. Jika warga berdaya dan partisipasi, tiga krisis yang dikemukakan Rozaki lambat laun akan sirna. Gerakan partisipasi ini dapat dilakukan oleh warga NU yang sudah tersebar hingga ke ranting-ranting (desa) di seluruh Indonesia. 

Penulis adalah alumnus Pascasarjana Sosiologi UGM. Kini bergiat di PP GP Ansor dan Korwil Madura Densus 26.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Hadits IMNU Tegal

Rabu, 28 Juni 2017

Teladani Nabi Muhammad, Pemuda Seharusnya Giat Bekerja

Jakarta, IMNU Tegal. Sekretaris Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Bukhori Muslim mengajak pemuda Islam untuk meneladani Nabi Muhammad dalam berbagai hal. Nabi akhir zaman tersebut merupakan seorang yang rajin bekerja dan pedagang yang ulung. 

“Beliau ahli ekonomi. Sehingga bisa memberikan mahar kepada Khadijah sebanyak seratus ekor unta,” kata Kiai Bukhori dihadapan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) Jakarta dalam acara peringatan Maulid Nabi, Jumat (15/12).

Nabi Muhammad, lanjutnya, juga adalah seorang sangat jujur. Sehingga ia mendapatkan gelar al-amin atau dapat dipercaya dari masyarakat Quraisy. Di seluruh hidupnya, Nabi Muhammad mengutamakan sifat jujur. Termasuk ketika berdagang, Nabi Muhammad selalu memberitahukan kondisi barang dagangannya sesuai dengan kenyataan yang ada. 

Teladani Nabi Muhammad, Pemuda Seharusnya Giat Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladani Nabi Muhammad, Pemuda Seharusnya Giat Bekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladani Nabi Muhammad, Pemuda Seharusnya Giat Bekerja

“Sekarang kejujuran sangat mahal, yang banyak justru kebohongan,” cetusnya.

Dosen UIN Jakarta itu menambahkan, Nabi Muhammad adalah seorang yang ahli dalam menyusun strategi perang. Umat Islam selalu memperoleh kemenangan dalam perang selama mereka menjalankan strategi perang yang disusun Nabi Muhammad.

Ke depan, imbuh Kiai Bukhori, LD PBNU akan menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi di kampus-kampus umum. Menurutnya, selama ini Maulid Nabi jarang diadakan di kampus umu.  

IMNU Tegal

“Hari ini diawali di kampus STIS Otista. LD PBNU akan bekerjasama dengan KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama) dan pihak lain untuk meramaikan kampus umum dengan Maulid,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Sabtu, 03 Juni 2017

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Yogyakarta, IMNU Tegal. Rais Syuriyah PWNU Yogyakarta (DIY) KH Azhari Abta berharap Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sebagai organisasi intelektual kampus tetap mampu mempertahankan idealisme. “ISNU harus tetap pada idealisme. Jangan mau digiring ke sana ke mari,” tuturnya.

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU DIY: ISNU Harus Pertahankan Idealisme

Demikian disampaikan Kiai Azhari Abta pada acara pelantikan PW ISNU DIY Ahad malam (30/6) lalu di gedung Wanitatama.

Banyaknya oknum yang mencoba memanfaatkan massa NU yang banyak, juga menjadi keresahan salah satu pengasuh Pesantren Krapyak ini.

IMNU Tegal

Hal ini tampak dalam imbauannya kepada pengurus ISNU dan intelektual NU secara umum agar mereka tidak memanfaatkan jumlah massa NU yang mayoritas di Indonesia ini demi kepentingan pribadi, lebih-lebih dalam ranah politik. Justru yang perlu dilakukan, menurutnya, adalah sebaliknya. ?

“Kita akan memberi kepada massa, bukan memanfaatkan massa. Kita berbakti kepada massa. Kita memberi kepada massa, bukan meminta-minta pada mereka,” ungkapnya.

IMNU Tegal

Tidak hanya itu, pihaknya juga menghimbau agar ISNU tidak seperti mayoritas organisasi yang ada. “Karena ini organisasi orang pintar, cerdas, maka jangan seperti mayoritas kita.”

Di akhir sambutannya, pihaknya berharap agar NU menjadi organisasi yang professional serta solid. “Saya berharap NU akan menjadi organisasi yang baik, yang solid. Bukan hanya organisasi yang bisa tahlilan saja,” imbuhnya.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nur Hasanatul Hafshaniayah

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 23 Mei 2017

Rijalul Ansor, Semi Otonom GP Ansor yang Hidupkan Tradisi NU

Bondowoso, IMNU Tegal

Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor merupakan lembaga semi otonom di setiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.

Rijalul Ansor, Semi Otonom GP Ansor yang Hidupkan Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor, Semi Otonom GP Ansor yang Hidupkan Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor, Semi Otonom GP Ansor yang Hidupkan Tradisi NU

“Tugas lembaga ini antara lain untuk menghidupkan kembali tradisi-tradisi ke-NU-an, misalnya shalawatan, tahlilan, istighotsah, peringatan hari besar Islam,” kata Sekretaris Rijalul Ansor Bondowoso Abdussalam di sela Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Sempol, Bondowoso, Jawa Timur, akhir pekan (7/2).

Dalam peraturan organisasi GP Ansor, Rijalul Ansor dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor sebagai implementasi visi revitalisasi nilai dan tradisi dan misi internalisasi nilai Aswaja dan sifat-sifat Rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor.

IMNU Tegal

Majelis ini dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh Indonesia.

IMNU Tegal

Abdussalam berharap Rijalul Ansor juga berdiri di Kecamatan Sempol dan memperdayakan para pemuda setempat untuk turut bergabung. “Nanti kalau sudah membentuk pengurus RA (Rijalul Ansor) kalau bisa cari (kader) yang lain yang masih belum masuk di pengurus PAC GP Ansor," katanya.

Konferencab GP Ansor Kecamatan Sempol yang dikemas secara sederhana tersebut diikuti enam Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Sempol yang terdiri dari Desa Sempol, Jampit, Kalianyar, Kaligedang, Kalisat dan Sumberrejo.

Pemilihan ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sempol dilaksanakan secara aklamasi. Moh Sainullah terpilih untuk memimpin pemuda NU setempat untuk periode 2016-2019.

Sutikno, Bendahara PC Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso, yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan GP Ansor senantiasa berkiprah untuk Tanah Air dan melestarikan Ahlussunnah wal Jama’ah. “Sering dengan munculnya bermacam aliran-aliran yang berkembang pada saat ini, Ansor menjadi garda terdepan dalam membentengi hal tersebut," tegasnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Sabtu, 29 April 2017

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

New York, IMNU Tegal. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan Israel akan mendapat keuntungan jika menyadari bahwa mereka tidak bisa secara permanen menduduki tanah Palestina. Pada saat yang sama, Palestina akan beruntung jika mengakui keabsahan Israel dan menolak hasutan, kata Obama ketika menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Selasa (20/9).?

Upaya Obama untuk mewujudkan perjanjian perdamaian Israel-Palestina mengalami kegagalan selama hampir delapan tahun masa kepemimpinannya di Gedung Putih. Upaya terakhir yang dilancarkan Menteri Luar Negeri John Kerry juga rontok pada 2014.?

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Desak Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Para pejabat AS menyampaikan kemungkinan bahwa Obama akan mengungkapkan garis besar parameter kesepakatan setelah pemilihan presiden pada 8 November dan sebelum ia meninggalkan jabatannya sebagai presiden pada Januari.?

Ketika berpidato pada sidang Majelis Umum tahunan PBB untuk terakhir kalinya sebagai presiden, Obama juga mengatakan Rusia sedang berupaya memulihkan "kejayaan yang hilang" melalui pengerahan kekuatan.?

IMNU Tegal

Ia memperingatkan Rusia bahwa jika negara itu "terus mencampuri urusan tetangga-tetangganya...kebesaran (negara itu) akan hilang dan perbatasan-perbatasan miliknya menjadi kurang aman."

Rusia pada 2014 mencaplok semenanjung Krimea milik Ukraina setelah unjuk rasa selama berbulan bulan di Kiev, membuat Presiden Ukraina yang pro-Moskow, Viktor Yanukovich, terdepak dari jabatannya.?

IMNU Tegal

Menyangkut persengketaan internasional seputar Laut China Selatan, Obama mengatakan, "Penyelesaian yang damai bagi sengketa itu seperti yang dianjurkan oleh hukum akan memberikan stabilitas lebih luas dibandingkan dengan militerisasi di batuan dan karang."

China menyatakan hampir seluruh Laut China Selatan sebagai wilayah miliknya. Melalui wilayah perairan itu, kapal-kapal berlalu lalang membawa komoditas dengan nilai transaksi sebesar lima triliun dolar AS (Rp65,7 biliun) setiap tahunnya.?

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki klaim di wilayah Laut China Selatan. Wilayah perairan itu juga diyakini kaya akan sumber daya energi dan pasokan ikan. Pada Juli, pengadilan arbitrase di Den Haag mengatakan bahwa klaim China di perairan tersebut tidak sah. Kasus itu dibawa ke pengadilan Den Haag oleh Filipina. Beijing menolak untuk mengakui putusan tersebut, demikian Reuters. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Pesantren IMNU Tegal

Minggu, 16 April 2017

JQHNU Sosialisasikan Metode Baghdadi di Deli Serdang

Jakarta, IMNU Tegal - Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang menggelar pelatihan penggunaan Metode Baghdadi. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7), puluhan peserta membahas teori Metode Baghdadi dan aplikasinya dalam praktik.

Narasumber pelatihan ini adalah Tim Baghdadi PP Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) dari Jakarta. Tim ini terdiri atas Abdul Rosyid Masykur, Muhammad, Bukhari, dan Nazli Arfah Nasution.

JQHNU Sosialisasikan Metode Baghdadi di Deli Serdang (Sumber Gambar : Nu Online)
JQHNU Sosialisasikan Metode Baghdadi di Deli Serdang (Sumber Gambar : Nu Online)

JQHNU Sosialisasikan Metode Baghdadi di Deli Serdang

“Ini adalah kali kedua pelatihan Metode Baghdadi di Sumatera Utara,” kata salah seorang pengurus PP Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Abdul Rosyid Masykur

IMNU Tegal

Pelatihan diselenggarakan di aula kantor kepala desa Limau Manis. Untuk ke lokasi, pengunjung memerlukan waktu sekira 30 menit dari Bandara Kuwalanamu, Deli Serdang.

Jumlah peserta pelathan dengan talaqqi-syafahi ini 30 orang. Mereka adalah guru-guru RA dan qari-qariah yang ada di sekitar Kecamatan Tanjung Morawa,? Kecamatan Lubuk Pakam, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. (Alhafiz K)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Meme Islam, Kiai, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Kamis, 09 Maret 2017

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Kudus, IMNU Tegal. Salah satu tanggung jawab Nahdlatul Ulama adalah menjaga aset-asetnya seperti masjid supaya tetap menjadi tempat ibadah warga NU. Karenanya, Takmir masjid harus berusaha, jangan sampai aset NU ini pindah tangan kepada golongan lain.

Demikian yang disampaikan Katib Syuriyah PCNU Kudus KH Amin Yasin saat menyampaikan mauidhah hasanah pada acara buka bersama dan silaturrahim Takmir Masjid se-Kabupaten Kudus di Masjid Baiturrahim, Dukuh Sambeng, Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/6).

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU adalah Aset Umat, Jaga dengan Baik

Kiai Amin mengatakan masjid-masjid di lingkungan NU harus jelas kepemilikan tanah wakaf . Hal ini mengantisipasi adanya upaya kelompok lain yang berkeinginan menguasai masjid NU.

"Sertifikat tanah wakaf harus jelas berbadan NU sehingga kepemilikannya aman tidak sampai pindah tangan," tandasnya.

Upaya lainnya, kata dia, dalam penyusunan pengurus masjid harus menempatkan orang-orang yang yang mempunyai latar belakang NU. "Kita tidak boleh kecolongan memilih orang non NU masuk kepengurusan masjid, karena akan bisa menimbulkan masalah di kemudian hari," tandas Kiai Amin.

IMNU Tegal

Ia menyatakan semua golongan boleh menjalankan ibadah di masjid-masjid NU. Namun, jangan berusaha mewarnai dengan kegiatan-kegiatan tanpa ijin pengurus masjid sehingga akan mengundang keresahan warga masyarakat.

"Upaya demikian sebagai bentuk menciptakan suasana beribadah harus aman tenang, kondusif dan jamaah bisa khusyu," tandasnya.

IMNU Tegal

Kegiatan yang diprakarsai pengurus Masjid Baiturrahim ini dihadiri ratusan takmir masjid NU se-Kabupaten Kudus. Usai mauidhah, acara dilanjutkan buka bersama. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Hadits, Cerita IMNU Tegal

Rabu, 15 Februari 2017

Belajar Dari Yang Lain, PCNU Probolinggo Gelar Safari Organisasi

Probolinggo, IMNU Tegal - Dalam rangka meningkatkan semangat dan motivasi pengurus dalam menjalankan roda organisasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melakukan safari organisasi dan ngaji bareng tata cara berorganisasi kepada semua PCNU se-Jawa Timur.

Safari organisasi ini diikuti oleh Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri dan Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi Syaifullah beserta segenap pengurus harian PCNU Probolinggo.

Belajar Dari Yang Lain, PCNU Probolinggo Gelar Safari Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Dari Yang Lain, PCNU Probolinggo Gelar Safari Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Dari Yang Lain, PCNU Probolinggo Gelar Safari Organisasi

PCNU se-Jawa Timur sengaja dipilih dalam safari organisasi ini dengan alasan karena pada setiap PCNU pasti mempunyai keunggulan masing-masing.

“Dalam setiap kunjungan ke PCNU di Jawa Timur, kami berbagi pengalaman dalam berorganisasi, saling tanya-jawab program dan tata cara melaksanakan programnya,” kata Sekretaris PCNU Probolinggo Khoirul Ishaq, Kamis (2/2).

IMNU Tegal

Menurut Khoirul, kegiatan ini bertujuan untuk belajar bersama dalam konteks berorganisasi di NU dalam rangka menjalankan program kerja NU.

IMNU Tegal

“Dengan kegiatan ini kami berharap agar dapat mengawal program PCNU Probolinggo sesuai dengan keinginan dan kebutuhan warga NU pada lapisan paling bawah,” harapnya.

Khoirul menegaskan bahwa selama ini pemahaman pengurus terhadap roda organisasi sudah sangat bagus, hanya saja masih perlu ditingkatkan lagi agar menjadi lebih sempurna dan mampu memberikan manfaat kepada seluruh nahdliyin di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, Hadits, Cerita IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock