Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

Jakarta, IMNU Tegal - Komandan Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Satkornas Banser) H Alfa Isnaeni mengeluarkan instruksi untuk segenap anggotanya untuk menyisir dan mencopot setiap media publikasi yang mengampanyekan penolakan eksistensi NKRI dan Pancasila. Namun demikian, aksi pencopotan ini harus dilakukan sesuai dengan standar dan prosedur hukum yang berlaku.

Alfa juga mengingatkan anggotanya agar melakukan aksinya sesuai dengan prosedur. Untuk mencopot spanduk berisi penolakan eksistensi NKRI, Pancasila, atau berisi dukungan sistem khilafah, atau pun menebar radikalisme, Banser mesti melancarkan aksinya bersama-sama, tidak sendirian.

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Komandan Nasional Banser: Ini Cara Copot Spanduk Makar Khilafah

“Sebelum dicopot, harus difoto terlebih dulu. Catat tempat spanduk tersebut, dan catat pukul pencopotan. Spanduk yang dicopot, dilipat baik-baik dan selanjutnya serahkan kepada yang berwajib seperti Satpol PP atau kepolisian. Minta tanda terima, dan upayakan saat serah-terima difoto,” kata Alfa Isnaeni, Ahad (17/4).

IMNU Tegal

Ia menenkankan pentingnya Banser berkoordinasi dengan komandan. “Laporkan tindakan secepatnya melalui sms atau whats-app. Tetap jaga kondusifitas lingkungan,” pesan Alfa.

Ia secara tegas meminta seluruh anggotanya untuk membersihkan spanduk, poster, pamflet, dan sebagainya yang mempropagandakan sistem khilafah, serta menebar paham radikalisme.

IMNU Tegal

Banser, kata Alfa, harus menangkap dan mengamankan oknum yang menebar radikalisme serta menolak eksistensi NKRI, seperti diinstruksikan oleh Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas.

"Banser siap melaksanakan perintah Ketum GP Ansor. Kami telah perintahkan seluruh jajaran Banser untuk melaksanakan perintah itu," tandas Alfa. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, PonPes IMNU Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

SMK Walisongo Terapkan Program Double Degree

Jepara, IMNU Tegal. SMK Walisongo Pecangaan Jepara menerapkan sistem double degree untuk para peserta didiknya. Penerapan keahlian ganda ini berlaku untuk siswa kelas XII semester ganjil dengan program ekstra wajib. Setelah mengikuti program selama satu satu semester, mereka mengikuti uji kompetensi.

SMK Walisongo Terapkan Program Double Degree (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Walisongo Terapkan Program Double Degree (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Walisongo Terapkan Program Double Degree

Ekstra wajib untuk jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) ialah Teknik Sepeda Motor (TSM). Sementara untuk jurusan Kriya Teksil (KT), Tata Busana (TB). Sedangkan bagi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), mereka mengambil ekstra wajib Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Sebanyak 106 siswa akan mengikuti uji kompetensi tahun ini pada Senin-Rabu (12-14/5).

IMNU Tegal

Menurut Waka Kurikulum Ardana Himawan, ? program ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Masyarakat biasanya tak mau tahu. Kalau jurusan kendaraan ringan dikiranya bisa paham tentang mobil dan motor. Padahal sejatinya TKR fokus di mobil. Maka dari itu, program double degree kami laksanakan mulai tahun 2013 kemarin,” jelasnya.

IMNU Tegal

Kepala SMK Walisongo Sutarwi Samsul Maarif menambahkan, pihaknya berharap program ganda itu memikat calon peserta didik baru. Program ini menjadi keistimewaan SMK Walisongo. Karena SMK lain belum tentu menjalankannya.

“Kelebihan program ini, siswa mendapat dua sertifikat. Jurusan TKR mendapat sertfikat dari Mitsubishi dan Honda. Jurusan KT dari Sanggar Batik dan Griya Anita dan TKJ dari APTI,” tambahnya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Nusantara, PonPes IMNU Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Jakarta, IMNU Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meskipun memperlambat pencairan dana desa 2017 tahap pertama, namun perubahan ini akan mempercepat pencairan dana desa di masa mendatang.

“Kami menyambut baik perubahan pola pencairan dana desa yang semula dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke KPPN (kantor pelayanan perbendaharaan negara),” ujar Menteri Eko di Jakarta, Kamis (6/4).

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Apresiasi Pola Baru Pencairan Dana Desa 2017

Eko menjelaskan pola pencairan dana desa awalnya dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Dari RKUD baru kemudian disalurkan ke Rekening Kas Desa (RKD). Pola ini bisa jadi sangat tersentral dan berpotensi menghambat pencairan karena di saat-saat tertentu traffic pencairan dana desa akan sangat padat, terutama ditingkat kabupaten.

IMNU Tegal

Dengan perubahan pencairan di mana nantinya KPPN yang akan melayani pencairan ke RKUD maka proses pelayanan akan lebih cepat karena jaringan KPPN banyak tersebar di berbagai daerah.

“Ada sekitar 171 KPPN di seluruh Indonesia yang akan melayani pencairan dana desa ke RKUD di tingkat kabupaten/kota. Dengan demikian jika ada masalah administratif atau lainnya pemerintah kabupaten/kota tidak perlu datang ke Jakarta untuk mengurusnya tetapi ke KPPN regional terdekat sehingga menghemat waktu dan biaya,” katanya.

IMNU Tegal

Terkait penundaan pencairan DD tahap pertama karena perubahan pola ini, Eko meminta pemerintah daerah dan pemerintah desa bersabar. Pemerintah daerah punya waktu lebih lama untuk memenuhi persyaratan pencairan dana desa seperti yang diminta Kementerian Keuangan seperti dicantumkannya dana desa dalam APBD dan penerbitan peraturan kepala daerah, peraturan bupati atau wali kota, tentang pembagian tata cara pembagian dan alokasi dana desa setiap desa.

Sedangkan pemerintah desa tetap menjalankan aktivitas pemerintahan sambil menunggu proses pencairan dana desa. “Kami berharap pencairan dana desa pertengahan April seperti yang disampaikan Kementerian Keuangan bisa terealisasi, dan tidak tertunda lagi agar masyarakat desa tidak dirugikan atas keterlambatannya,” katanya.

Untuk diketahui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memutuskan untuk menunda pencairan dana desa karena melakukan perubahan mekanisme pencairan. Perubahan mekanisme ini dilakukan agar pencairan dana desa akan lebih efektif dan efisien.

Diperkirakan pencairan dana desa tahap pertama yang dijadwalkan akhir Maret lalu baru bisa dicairkan pertengahan April mendatang. Sedangkan pencairan dana desa tahap kedua tidak mengalami perubahan di mana akan disalurkan pada pertengahan Agustus mendatang. Untuk tahun 2017 ini pemerintah mengalokasikan Rp60 triliun untuk dana desa. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, PonPes IMNU Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Puasa dan Kejujuran

Oleh KH Zakky Mubarak



Salah satu hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah menumbuhkan sikap jujur, rajin menegakkan keadilan dan kebenaran. Ibadah puasa pada dasarnya memerlukan kejujuran dari setiap orang yang melaksanakannya, baik jujur terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Tanpa kejujuran tidak mungkin ada ibadah puasa, karena ibadah itu dilakukan dengan keinsyafan dan tidak ada pengawasan dari manusia lain.?

Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Kejujuran

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Maidah, 5:8).

Ayat tersebut memerintahkan kepada kita agar: (1) Selalu menegakkan kejujuran serta kebenaran karena Allah semata. Maksudnya kita berlaku jujur dan menegakkan kebenaran itu, tidak mengharapkan pamrih materi atau kemewahan dunia lainnya, tetapi hanya mengharap keridhaan Allah SWT (2) Menjadi saksi yang adil, apabila kita diperlukan untuk memberikan kesaksian, dalam rangka mencari kejelasan suatu perkara hendaknya bersedia menjadi saksi yang adil. Kita harus selalu terpanggil untuk ikut andil dalam melahirkan keputusan-keputusan yang benar dan jujur. (3) Jangan¬lah kebencian terhadap suatu kaum, mendorong kita untuk berbuat tidak adil. Menetapkan suatu hukum harus selalu berdasarkan keadilan, baik terhadap orang yang dicintai ataupun yang dibenci.

Yang dimaksud dengan jujur pada kajian ini adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta ataupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat dijuluki dengan sebutan “al-Amin” artinya orang yang terper¬caya, jujur dan setia. Dinamai demikian karena segala sesua¬tu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan dan rongrongan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sifat jujur dan terper¬caya merupakan sesuatu yang sangat dipentingkan dalam segala kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan, hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

IMNU Tegal

Dalam kehidupan rumah tangga, kejujuran harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga itu, demi ketentraman dan kebaha¬giaan yang sama-sama didambakan. Sekiranya tidak ada kejujuran dalam kehidupan suatu keluarga, maka tatanan keluarga itu menjadi porak-poranda. Bayangkan, sekiranya anggota keluarga saling tidak jujur, suami terhadap istri demikian pula sebaliknya, anak terhadap orangtua, demikian juga orang tua terhadap anak, pasti rumah tangga itu akan menjadi berantakan.

Dunia perdagangan dan perniagaan juga memerlukan kejujuran, dengan kejujuran perniagaan itu akan memperoleh kemajuan yang tinggi, karena tidak ada orang yang dirugikan. Penjual ataupun pembeli sama-sama memperoleh keuntungan yang bermanfaat bagi kelompoknya masing-masing. Perdagangan yang tidak disertai dengan kejujuran, pasti akan menimbulkan penipuan-penipuan, dengan jalan memalsu barang, mengurangi takaran, yang kesemuanya itu akan mengakibatkan kerugian dan perdagangannya akan bangkrut.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga memerlukan kejujuran semua pihak, jika tidak ada kejujuran nis¬caya akan menimbulkan kegoncangan dan kekacauan di tengah-tengah kehidupan dari masyarakat atau bangsa tersebut. Di antara faktor yang menyebabkan Rasulullah Muhammad SAW berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifatnya dan akhlaknya yang terpuji. Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya, sehingga beliau mendapat gelar “al-Amin” (orang yang terpercaya atau orang yang jujur).

IMNU Tegal

Dalam mempertahankan dan menegakkan keadilan haruslah dilakukan sejujur mungkin dan seobyektif mungkin, kepada siapa saja dengan tidak memandang bulu. Kita harus bersikap adil meski¬pun terhadap orang-orang yang tidak kita sukai, keadilan harus ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak boleh melaku¬kan diskriminasi. Mengenai hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak(mu) dan kaum kerabat(mu). Jika ia (yang terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan memberi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Nisa, 4:135).

Ibadah puasa yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah akan membentuk para pelakunya menjadi orang-orang yang bersikap adil, menegakkan kebenaran dan berlaku jujur dalam segala aspek kehidupannya.





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Berita, Hikmah IMNU Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, IMNU Tegal. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

IMNU Tegal

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Pemurnian Aqidah IMNU Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan

Karanganyar, IMNU Tegal. Menilik namanya, kuliner jenang yang satu ini tidak hanya kuliner biasa. Jenang Procotan menyimpan makna serta gambaran tentang harapan seseorang terhadap proses kelahiran dan  kualitas keturunan dalam sebuah keluarga.

Jenang Procotan, atau dikenal juga dengan Jenang Procot, merupakan kuliner khas yang dibuat ketika usia kehamilan seorang perempuan mencapai 9 bulan. Ia sejenis doa agar proses kelahiran berjalan lancar. Bubur ini juga dimakan saat bancakan ketika seorang ibu hamil tua, atau mendekati HPL (hari perkiraan lahir).

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenang Procotan, Tradisi untuk Orang Hamil 9 Bulan

"Jenang Procotan ini mengandung makna agar jabang bayi lekas lahir dengan selamat, mak Procot kalau orang Jawa bilang," papar Ngatmi, salah satu warga kaki Gunung Lawu Karanganyar yang sedang membuatkan jenang procot untuk putrinya yang sedang hamil 9 bulan, Jum’at (6/9).

IMNU Tegal

Setelah Jenang Procotan selesai dibuat, Bu Ngatmi, demikian ia biasa disapa, pun membuat nasi tumpeng yang dilengkapi beraneka macam lauk di sekelilingnya. Setelah didoakan, jenang beserta tumpeng tersebut dibagi-bagikan kepada tetangga sekitar. Makna dari tradisi tersebut, agar kelak anak menjadi orang yang suka bersedekah dan berbagi dengan sesama.

Tekstur Jenang Procot sendiri terbilang lembut dan manis, dimana jenang tersebut dibuat dari tepung beras dan paduan bumbu alami seperti daun pandan, gula jawa, serta tambahan pisang raja utuh di tengahnya.

IMNU Tegal

Pisang raja sendiri dimaknai sebagai simbol raja. Harapannya, jika si anak lahir kelak akan menjadi anak yang baik dan berbudi luhur. Jenang ini tergolong istimewa karena selain enak rasanya, di dalamnya juga terkandung nilai budaya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Kajian IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Jombang, IMNU Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Jombang memberikan santunan kepada 100 anak yatim. Santunan diberikan bersamaan kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan yang digelar dihalaman Kantor Telekom Jombang.

"Alhamdulillah, bulan puasa ini kita memberikan santunan untuk 100 anak yatim, mereka berasal dari berbagai daerah yang tersebar di Kecamatan Diwek, Peterongan, Jombang Kota, Jogoroto, Perak, dan Bandar Kedungmulyo," kata Ketua LAZISNU Jombang, Didin Achmad Sholahudin, Jumat (24/6).

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadan, LAZISNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim dan Bantu Musholla

Didin mengatakan, selama Ramadhan, pihaknya juga membagikan bantuan Al-Quran, bantuan untuk Musholla dan juga membagikan mukena di beberapa Musholla dan masjid yang menjadi tujuan istirahat para pemudik nanti. "LAZISNU menyebar mukena dan juga 1000 Al-Quran untuk masjid dan musholla," imbuhnya.

Dalam kegiatan Ramadhan, LAZISNU lanjutnya telah berhasil menjual kupon kepada jamaah NU dan kaum muslim. Setiap kupon di hargai Rp 20 ribu. "Hasil penjualan kupon amal infak dan shadaqoh dibagikan untuk fakir miskin, TPQ, para Hufadz dan juga membantu musholla untuk perbaikan tempat wudlu," tandas Didin.

Sementara itu, dalam kegiatan santuanan dan buka bersama 100 anak yatim, LAZISNU bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Sebelum berbuka puasa bersama, para anak yatim itu diberikan santunan satu per satu ditas panggung. Didampingi pengurus Lazisnu, anak-anak menerima santunan tersebut dari PT Telkom Indonesia.?

IMNU Tegal

Usai menerima santunan, para yatim itu mendengarkan siraman rohani yang disampaikan KH Ali Muhajir dari Tebuireng. Terakhir, mereka kemudian berbuka puasa bersama.

Sementara itu, Arya Satriananta, General Manager PT Telkom Wilayah Sidoarjo menyatakan, kegiatan ini rutin diadakan pihaknya setiap tahun. "Selain memberikan santunan kepada anak yatim, kita juga memberikan bantuan ke empat tempat ibadah. Dana tersebut didapatkan dari hasil pasar murah yang sudah kita gelar sebelumnya," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes, Budaya, AlaSantri IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Bandung, IMNU Tegal. Musyawarah Anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Pendidikan Indonesia (KMNU UPI) Bandung mengamanatkan Rifa Anggyana sebagai Ketua Umum KMNU UPI untuk masa bakti 2013-2014.

Mahasiswa yang sedang menempuh S1 Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan di UPI Bandung ini memang dikenal sebagai aktivis kampus dengan segudang kegiatan dan prestasi. 

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Rifa Anggyana, Nahkoda Baru KMNU UPI Bandung

Pemilihan dilangsungkan di Masjid Al Falah Panorama, Bandung, Sabtu-Ahad (9-10/13). Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta musyawarah, berakhir pada 14.00 siang.

IMNU Tegal

Mantan Ketua KMNU UPI 2012-2013, Faisal Ramdan, berharap Rifa mampu membangun KMNU UPI menjadi lebih baik, meneruskan kaderisasi yang sudah berjalan, serta meneruskan program jangka panjang belum terselesaikan, yaitu mendirikan KMNU di kampus-kampus lainnya di Bandung.

IMNU Tegal

“Itu amanah yang harus sesegera mungkin di selesaikan, paling tidak selama satu tahun kedepan terbentuk sedikitnya 5 KMNU lagi di Bandung dan sekitarnya ,” ujarnya. 

Faisal menambahkan, Rifa pasti mampu untuk memimpin KMNU UPI karena ia sudah berkecimpung di dalamnya serta sarat akan pengalaman organisasi.

Saat di konfirmasi kesiapannya memegang amanah, Rifa Anggyana menyatakan siap. “ Insya Allah saya akan menjaga amanah ini dengan baik, saya siap !” tegasnya. 

Dari perwakilan alumni, Kang Khusnul berharap pengurus sekarang jangan sampai kehilangan arah perjuangan dan tetap konsisten menjaga ciri khas KMNU yang fokus membangun karakter kader NU yang memiliki keunggulan moralitas Islam, intelektualitas, humanitas, profesionalitas, sehingga terbentuk kader yang kritis, loyal dan militan.

Di kesempatan yang lain Kang Khusnul juga mengajak para alumni untuk terus mendukung kinerja KMNU UPI walaupun sudah tidak berada di kampus lagi, baik dengan pikiran, tenaga maupun finansial. 

Di wilayah kampus UPI Bandung, eksistensi mahasiswa NU semakin terasa. Namun yang masih kurang adalah membangun komunikasi dan jaringan dengan para dosen maupun manajemen kampus yang memiliki kesamaan latar belakang.

Di tengah masyarakat pun diharapkan kegiatan Saba Masjid terus di tingkatkan, sehingga hubungan dengan ulama dan masyarakat sekitar dapat terjalin dengan baik. Serta masyarakat mengetahui bahwa di UPI Bandung terdapat komunitas mahasiswa NU, tambah Kang Arif (mantan ketua KMNU UPI 2011-2012).

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Eko Rusli

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Tegal IMNU Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila

Oleh Falihin Barakati



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia merupakan suatu organisasi kader yang di dalamnya diisi para mahasiswa Muslim yang landasan teologinya Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja). Selain menggunakan paham Aswaja, PMII juga menetapkan Pancasila sebagai asas organisasinya. Pancasila diyakini sebagai suatu komitmen bersama the founding fathers bangsa Indonesia yang harus tetap terjaga keutuhannya sebagai dasar Negara. Karena PMII merupakan organisasi kepemudaan yang lahir di bumi Pancasila, maka PMII pun wajib membela dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia di tengah kemajemukan dan kepluralan masyarakat Indonesia.

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII dan Kesetiaan terhadap Pancasila

Jika kita kembali pada sejarah lahirnya Pancasila, sebelum Pancasila ditetapkan sebagai landasan atau dasar Negara, berbagai benturan pandangan terjadi. Dalam sidang BPUPKI misalnya, peserta sidang terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kalangan nasionalis dan kalangan agamis. Kedua kelompok ini masing-masing memiliki pandangan berbeda terhadap gagasan Soekarno yang menawarkan Pancasila sebagai ideologi Negara. Yang paling menonjol dalam perdebatan tersebut adalah terkait apakah Negara Indonesia akan menjadi negara sekuler atau negara agama. Namun di tengah perdebatan panjang diambilah suatu kesepakatan bersama, bahwa Indonesia dengan Pancasilanya bukanlah negara sekuler dan juga bukan negara agama. Dari kesepakatan ini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Indonesia adalah Negara Pancasila.

Sungguh menakjubkan, ide pemikiran politik yang terkandung di dalam Pancasila merupakan ramuan sempurna dan solutif. Para pendiri Negara mampu meramunya dengan sangat kreatif, dengan mengambil jalan tengah antara dua pilihan ekstrem, Negara sekuler atau negara agama. Mereka menyusunnya dengan rumusan yang begitu imajinatif di mana negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Coba bandingkan dengan Turki, di mana saat mencari jalan keluar dari kemerosotan Dinasti Utsmani yang berkuasa selama hampir delapan abad, akhirnya memilih negara sekuler yang ditandai dengan runtuhnya kekhalifahan pada Maret 1924. Turki pun menjadi negara sekuler pertama di tengah masyarakat Muslim.

IMNU Tegal

Begitu pun di Pakistan. Negeri yang berdiri di atas bekas wilayah Dinasti Mogul itu, dari dua arus pemikiran politik yang bersaing saat menuju kemerdekaan, antara Ali Jinnah sebagai representasi gagasan negara sekuler dan Maududi sebagai representasi gagasan negara agama, toh akhirnya memilih jalan sebagai Negara Islam, setelah gagal mensenyawakan format yang solutif untuk sebuah dasar negara modern.

Pancasila, sebagai jalan tengah antara dua pemikran apakah Indonesia sebagai negara sekuler atau negara agama. Inilah konsensus bersama para pendiri bangsa saat menetapkan dasar atau ideologi Negara Indonesia. Kesepakatan yang mampu menyatukan pendapat dua kelompok baik kelompok nasionalis dan keslaompok agamis. Tidak ada satu pun kelompok yang dikecewakan dengan ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi Negara.

IMNU Tegal

Itulah sedikit petikan sejarah pergulatan tentang penetapan Pancasila sebagai ideologi Negara. PMII sebagai organisasi kepemudaan yang tidak bisa terlepas dari sejarah Indonesia tentu harus wajib mempertahankan Pancasila. Apalagi melihat realitas sekarang Pancasila begitu dikerdilkan bahkan terlupakan. Meski tak dapat dipungkiri trauma Orde Baru masih ada dalam bayang-bayang di segenap pemikiran rakyat Indonesia bagaimana Pancasila begitu ditegakkan dan dimasyarakatkan tetapi berdasarkan pengertian penguasa kala itu sehingga hanya dijadikan alat untuk memperthankan kekuasaan. Tetapi bukan karena itu kemudian kita meninggalkan Pancasila, karena Pancila adalah kesepakatan, komitmen dan konsensus bersama pendiri bangsa kita yang mampu menyatukan beragam pemikiran pendiri bangsa Indonesia sehingga Indonesia tetap kokoh sampai hari ini.

Setelah terbukanya kran demokrasi yang ditandai dengan reformasi, saat inilah kebebaasan begitu diagung-agungkan sehingga kebebasan pun mulai kebablasan, Pancasila mulai digoyang kembali oleh beberapa pemikiran ideology baik dari liberalism dan kapitalisme ataupun sosialisme-komunisme serta ideology islam radikal. Pancasila sudah dimasuki dengan neoliberalisme, sehingga kebijakan pemerintah pun terkadang lebih condong dari dasar neoliberalisme dari pada Pancsila itu sendiri. Begitupun ideologi Islam radikal, yang mulai tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Teroris di mana-mana, tindakan kekerasan atas nama Islam merajalela dan penanaman pemikiran Islam yang tekstual dan inkontekstual yang begitu jauh dari semangat dan nilai-nilai Pancasila.

PMII dengan pemikiran Pancasilais dan nasionalisnya harus melawan pemikiran neoliberalisme yang merongrong bangsa Indonesia, begitupun dengan Islam radikal. PMII harus kembali membumikan Islam Indonesia di bumi Nusantara. Begitulah yang dikehendaki Pancasila dan para pendiri bangsa kita. Harus tetap menjaga orisinalitas bangsa di tanah air kita, jangan sampai terongrong oleh ideologi-ideologi yang begitu bertentangan dengan Pancasila. Pancasila lah pemersatu bangsa, Pancasila lah yang menjaga keutuhan NKRI, ini lah warisan luhur kita yang harus tetap kita jaga dan pertahankan sebagai ideologi Negara. Ketika Pancasila sudah terganti oleh ideologi-ideologi lain, maka NKRI bubar, perjuangan para pahlawan dan the founding fathers kita untuk memerdekakan dan membentuk bangsa dan negara ini sia-sia. Kita sebagai kader PMII yang berasaskan Pancasila tentu tidak mau hal itu sampai terjadi. Pancasila dan NKRI adalah Final.

Penulis adalah Wakil Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara



Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, PonPes IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

Kudus, IMNU Tegal. Dalam rangka memperingati hari pahlawan, 10 November, Komunitas Jelajah Edukasi Napak Tilas Kabupaten Kudus (Jenank) kembali melakukan kegiatan sejarah peradaban di Kota Kudus Jawa Tengah, Ahad (9/11). Kali ini, 30 aktivis Jenank mengadakan napak tilas pertempuran Muria di Kudus.

Menurut Koordinator Jenank Danar Ulil H, sejarah kota Kudus  memiliki kisah heroik para pejuang kemerdekaan dalam merebut dan mempertahankan bangsa ini dari penjajah. Sejarah ini terdapat dalam pertempuran di kawasan Muria Kudus.

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Jenank Napak Tilas Pertempuran Muria

"Karenanya, napak tilas ini menyusuri beberapa titik lokasi perang mulai dari stasiun Wergu (sekarang Pasar Wergu), tugu identitas dan markas gerilya Desa Besito, Gebog, Kudus," katanya kepada IMNU Tegal.

IMNU Tegal

Dalam mengakhiri acara bertema "Kudus, Secercah Darah Daulat Merah Putih", mereka berdiskusi sejarah Pertempuran Muria  di Monumen Macan Putih, Glagah Kulon, Dawe bersama sejarawan  Kudus Edy Supratno, dan Mbah Nasir, mantan kamituwo Glagah.

IMNU Tegal

"Dalam diskusi ini keduanya memaparkan sejarah pertempuran kota Kudus. Mbah Nasir ini merupakan saksi hidup bagaimana masyarakat Glagah Kulon nyengkuyung perjuangan para pejuang kemerdekaan." tambah Danar yang juga aktivis MATAN Kudus ini.

Seorang peserta napak tilas M. Khoirul Faizin mengatakan, belajar sejarah dengan mendatangi langsung lokasi ini sangat menyenangkan karena bisa mengenang perjuangan para pejuang kemerdekaan secara kontekstual.

"Selain itu, dengan narasumber yang relevan mampu mendekatkan kita kepada fakta sejarah yang sesungguhnya" ujar mahasiswa Universitas Muria Kudus ini. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pendidikan, PonPes, Doa IMNU Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Doa Memakai Pakaian

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Memakai Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Memakai Pakaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Memakai Pakaian

Allâhumma innî as’aluka min khairhi wa khaira mâ huwa lahu, wa a‘ûdzubika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya.” (Lihat: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Al-Hidayah, Surabaya)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal PonPes IMNU Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Demak, IMNU Tegal - Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mranggen menggelar pertemuan ramah tamah dalam memperingati hari lahirnya yang Ke-82. Dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kembangarum Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu (24/4), mereka berupaya terus meningkatkan soliditas kader di setiap tingkat kepengurusan baik di anak cabang maupun ranting se-Kecamatan Mranggen.

Ketua GP Ansor Mranggen Abdul Qodir meminta seluruh kader yang ada senantiasa berkomunikasi secara intensif sebagai wahana koordinasi organisasi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalannya roda organisasi.

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

“Yang lalu biarlah berlalu. Kita rajut kembali Ansor Mranggen. Kita tingkatkan komunikasi ke depannya supaya lebih baik,” kata Qodir.

Selain ajang evaluasi perjalanan kepengurusan, para hadirin memanfaatkan momentum harlah kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Ansor yang tak lepas dari nilai sejarah kebangsaan.

IMNU Tegal

“GP Ansor Mranggen komitmen dengan pergerakannya. Di usianya yang Ke-82, mari bersama-sama mengawal perjalanan bangsa dari yang terendah, ranting dan anak cabang,” kata Qodir.

IMNU Tegal

Ia berpesan agar keberadaan nilai-nilai Aswaja jangan sampai luntur. Dalam mengawal nilai-nilai Aswaja, program yang sarat dengan nilai aswaja akan terus dipertahankan. Ia juga menegaskan, sudah saatnya GP Ansor bermetamorfosis menjadi organisasi yang lebih modern, yakni dengan mempertimbangkan aspek-aspek kekinian.

“Seluruh pengurus dilarang gaptek. Itu contoh kecil. Sedangkan untuk program, mari bersama-sama kita bahas dan kita musyawarahkan,” tegasnya.

GP Ansor mranggen, lanjut Qodir, akan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dirasa mampu memberikan dampak yang membekas, dan menunjukkan eksistensi bahwa Ansor Mranggen hadir di tengah-tengah masyarakat. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pemurnian Aqidah, PonPes IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Marhabanan Bernuansa Maroko

Suara merdu khas Maulid Addiba’i bergema di Kenitra, Maroko, Jum’at (22/3) malam lalu waktu setempat. Masjid Indonesia di Kenitra berkehormatan untuk menjadi tempat di laksankannya acara peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh Kader NU di Maroko dan Majelis ilmi Kenitra.

Malam itu Masjid Indonesia yang ? di dirikan atas prakarsa Raja Muhammad V sebagai prasasti atas kedatangan Presiden Soekarno pada tahun 1960, ? menjadi saksi betapa hubungan antara kedua negara (Indonesia-Maroko) begitu erat terlebih untuk para kaum pesantren.

Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Marhabanan Bernuansa Maroko

Acara yang di mulai selepas shalat maghrib ini, turut di hadiri oleh Duta Besar LB BP Indonesia Untuk Kerajaan Maroko KH. Tosari Widjaja dan delagasi PBNU antara lain Katib Syuriyah KH Musthofa Aqiel Siradj, Ketua LBM PBNU KH Zulfa Mustofa, KH Mahfudz Airun selaku wakil LBM PBNU serta ketua Majelis ilmi Kenitra.

IMNU Tegal

Dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an acara yang berdurasi selama satu jam ini menarik para penduduk sekitar untuk hadir dan meramaikan acara terutama saat mahalul qiyam pada pembacaan Maulid addiba’i.

IMNU Tegal

“Ini merupakan acara perdana yang menjadi pengangkat sejarah hubungan islam aswaja Indonesia dan Maroko, islam yang indah berasaskan tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal”. ? tutur Rifqi Maula anggota PCINU Maroko.

Setelah acara selesai, para delegasi yang sebelumnya telah bertemu dengan Kementrian wakaf dan Majelis ilmi pusat Maroko berkenan bertandang ke kediaman para mahasiswa/i STAINU program kelas Internasional di Universitas Ibn Thufail Kenitra.

Turut hadir , H Husnul Amal, MA selaku Dewan Mustasyar PCINU Maroko, Habib Choirul Mustain Lc, ? ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko beserta anggotanya, Muannif Ridwan selaku ketua Tanfidziyah PCINU Maroko beserta anggotanya ? dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa*

*Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Sidoarjo,? IMNU Tegal?



Upaya melestarikan budaya lokal, santri dan ulama Sidoarjo menggelar kesenian ludruk ? Jawa Timur di alun-alun Sidoarjo. Kesenian ludruk ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2016.

Dalam kesenian drama ini, Bupati Sidoarjo, Kepala BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo berkomedi bersama Kartolo cs. Dengan diiringi irama khas musik gamelan yang diberi nama iaram gending, Kartolo pemain pelawak senior Jawa Timur memainkan drama ala santri di alun-alun Sidoarjo. Parikan yang dibawakan melalui kesenian teater ini mampu menyedot tawa lepas dari para santri dan ulama Sidoarjo yang hadir di alun-alun Sidoarjo.

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Drama teater Kartolo cs berkolaborasi dengan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, Ketua BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya terkait banjir yang melanda Sidoarjo beberapa hari terakhir.

Menurut Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, bahwa saat melawak banjir di Sidoarjo disebabkan air laut pasang sehinga air yang dari laut mengarah ke pemukiman warga. Sedangkan untuk penggunaan obat-obatan jenis narkoba hendaknya masyarakat menjahui barang haram tersebut karena bisa berurusan dengan aparat kepolisian.

IMNU Tegal

Hikmah drama teater ludruk ini, agar para santri khususnya remaja untuk segera melakukan pendidikan karakter di pondok pesantren agar terhindar dari bahaya narkoba serta kenakalan remaja yang dinilai sangat merugikan diri sendiri terutama bangsa Indonesia.

?

IMNU Tegal

"Dari hikmah drama ludurk ini agar masyarakat tidak menggunakan narkoba dan segera belajar di pondok pesantren salah satunya mencegah dari kenakalan remaja," kata Abah Ipul, Jumat (21/10) malam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Makam, PonPes, Sejarah IMNU Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Kupang, IMNU Tegal. Walikota Kupang Jonas Salean melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hijrah Madani BTN Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Sabtu (12/12). Ia juga memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta untuk melanjutkan pembangunan awal MI Darul Hijrah.

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang Kucurkan Rp 30 Juta untuk Bangun Madrasah Ibtidaiyah

Gedung tiga lantai ini menelan anggaran sebesar Rp 4,4 miliar sesuai yang direncanakan panitia pembangunan MI Darul Hijrah Madani. Gedung ini dibangun bertahap sesuai maked yang dipaparkan saat peletakan batu pertama.

"Saya minta panitia tolong atur yang baik pembangunan gedung ini. Kalau bisa jangan lebih dari dua tahun pembangunannya. Saya kira 1.000 lebih umat yang ada di sini saling bahu membahu. Misalnya satu keluarga menyumbang satu dos keramik," kata Jonas.

IMNU Tegal

Jonas mengatakan, pembangunan MI ini menjadi contoh kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang. "Ini salah satu upaya kita untuk menciptakan kader-kader bangsa untuk belajar bagaimana hidup di antara seluruh umat beragama di kota ini," kata Jonas.

IMNU Tegal

Ketua Panitia Pembangunan MI Darul Hijrah Madani Haji Mahfud mengatakan, jumlah umat muslim di kelurahan Kolhua sekitar 400 keluarga. "Dengan pertimbangan jumlah jamaah sebesar itu madrasah dibangun," ujar Mahfud.

Gedung ini dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter persegi dengan luas bangunan 1.352 meter persegi. Lahan ini adalah milik Yayasan Darul Hijrah Madani yang terdiri atas 12 ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha, perpustakan, laboratorium, dan aula. Sesuai rencana pembangunan gedung ini akan selesai dalam waktu tiga tahun. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes IMNU Tegal

Minggu, 08 Oktober 2017

Presiden: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar

Jakarta, IMNU Tegal. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan KH Dr Idham Chalid adalah tokoh besar bangsa dengan pemikiran yang besar pula.

Dalam sambutan takziahnya di rumah duka kawasan Pondok Pesantren Darul Maarif, Cipete, Jakarta Selatan, Senin, Presiden menyatakan Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa dengan meninggalnya Idham Chalid pada usia 88 tahun Ahad 11 Juli 2010 pukul 08.00 WIB.

Presiden: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden: Idham Chalid Seorang Tokoh Besar

"Kita mengenal beliau adalah tokoh besar dengan pemikiran besar dan jasa sangat besar pula," ujar Kepala Negara yang datang melayat tanpa didampingin Ani Yudhoyono.

IMNU Tegal

Di bidang pemerintahan, kata Presiden, Idham Chalid telah aktif bergelut sejak usia muda dengan dua kali menjabat wakil perdana menteri II pada era mantan Presiden Soekarno.

IMNU Tegal

Setelah pergantian kepemimpinan kepada Presiden Soeharto, Idham pun melanjutkan pengabdiannya kepada negara dengan menjabat sejumlah posisi menteri, Ketua MPR/DPR, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Di bidang pergerakan dan organisasi Islam, kata Presiden, Idham yang meninggal dunia setelah sepuluh tahun berjuang melawan penyakit stroke dideritanya juga meninggalkan nama besar karena 28 tahun memimpin Nadhlatul Ulama dengan segala kepemimpinan dan prakarsanya.

"Kita mengenang beliau pada saat penataan kehidupan politik di Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto. Beliau juga seorang tokoh arsitek yang dengan kearifan luar biasa ikut menata kehidupan partai politik dan diterima dengan ikhlas oleh semua," tutur Presiden.

Menurut Presiden, jasa Idham Chalid terlalu banyak untuk diungkapkan dalam bidang pemerintahan, kehidupan negara, serta kemajuan berpikir umat Islam.

"Sampai dengan kegiatan politik yang penuh dengan amanah dan pikiran-pikiran yang aplikatif dan bisa diterima oleh semua pihak," ujarnya.

Atas nama negara, pemerintah, dan pribadi, Presiden yang mengenakan setelan safari hitam dan peci hitam mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Idham Chalid.

Kepala Negara yang melayat sekitar 15 menit juga mendoakan agar mendiang mendapat tempat kembali yang baik di sisi Allah SWT.

Setelah Presiden Yudhoyono melayat, jenazah Idham Chalid dishalatkan di masjid kompleks Darrul Maarif tak jauh dari rumah duka untuk kemudian dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Darul Quran milik keluarga di Cisarua, Jawa Barat. (ant/mad)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pertandingan, PonPes, Sejarah IMNU Tegal

Selasa, 03 Oktober 2017

NU Bali: Nahdliyin Konsisten Hormati Nyepi

Jakarta, IMNU Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali menegaskan sikap warga NU yang selalu mengormati peringatan hari raya Nyepi umat Hindu di Bali.

NU Bali: Nahdliyin Konsisten Hormati Nyepi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bali: Nahdliyin Konsisten Hormati Nyepi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bali: Nahdliyin Konsisten Hormati Nyepi

"Kita terus konsisten bertoleransi. Tapi peringatan Nyepi kali ini, tentu tak seheboh tahun lalu," kata Ketua PWNU Bali Mulyono Setiawan saat dihubungi IMNU Tegal, Senin (11/3) petang.

Menurut dia, peringatan Nyepi tahun baru Saka 1935 pada 2012 lalu cukup membuat sibuk tokoh agama karena jatuh pada hari Jumat. Pemerintah dan ormas Islam, termasuk NU, harus bekerja maksimal untuk mencegah kemungkinan konflik antaragama.

IMNU Tegal

"Karena dulu berbarengan dengan shalat Jumat umat Islam, maka kita mengimbau agar tidak mengganggu perayaan Nyepi, seperti tidak menggunakan pengeras suara. Tapi sekarang tidak terlalu mengkhawatirkan" tambah pria yang akrab disapa Pak Wawan ini.

IMNU Tegal

Warga NU di Pulau Dewata, sambung Setiawan, selama ini sanggup berhubungan secara haromis dengan penganut Hindu. Kerja sama antara keduanya dalam sejumlah kegiatan juga sempat dilakukan.

"Termasuk hubungan baik dengan pemerintah daerah, dari tingkat kabupaten hingga provinsi," papartnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes IMNU Tegal

Minggu, 01 Oktober 2017

Pelajar NU Rembang Ajak Warga Gemar Makan Ikan

Rembang, IMNU Tegal. Mengadakan safari Ramadhan, pengurus IPNU-IPPNU Rembang menggelar sosialisasi gemar mengonsumsi ikan di pesantren An-Nawawiyah Tasik Agung, Rembang, Kamis (10/7) sore. Sosialisasi ini diadakan mengingat Rembang merupakan daerah penghasil ikan cukup melimpah di Jawa Tengah.

Pelajar NU Rembang Ajak Warga Gemar Makan Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Rembang Ajak Warga Gemar Makan Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Rembang Ajak Warga Gemar Makan Ikan

Wakil Sekretaris IPNU Rembang Agus Iswanto mengatakan, "Bisa dikatakan Rembang sebagai pemasok ikan bahkan untuk kabupaten lain. Sayang sekali kalau masyarakat Rembang sendiri jarang mengonsumsi ikan.”

Menurut Agus, menu berbuka puasa berasal dari olahan masakan yang berbahan baku dari aneka jenis ikan. Di forum ini, pelajar NU dan para santri mempelajari cara mengolah dan memilih ikan yang layak dikonsumsi.

IMNU Tegal

"Kita juga memberikan ceramah mengenai manfaat ikan yang mengandung banyak omega 3, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Ikan bisa diolah menjadi steak ikan, bakso ikan, dan kripik ikan,” tutur Agus.

IMNU Tegal

Melihat tingginya minat santri untuk belajar mengolah ikan, Abdul Rohim mewakili pihak IPNU Rembang menyatakan janjinya untuk mengadakan tindak lanjut dalam mengolah ikan menjadi aneka bentuk masakan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes IMNU Tegal

Rabu, 06 September 2017

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng

Jakarta, IMNU Tegal. Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain adalah negara-negara Timur Tengah yang melarang pemutaran film Noah karena dianggap melanggar ajaran agama Islam dengan menggambarkan sosok nabi.

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)
Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng (Sumber Gambar : Nu Online)

Langgar Ajaran Islam, Film Noah Dilarang di Timteng

"Ada adegan yang bertentangan dengan Islam dan Alkitab, jadi kami memutuskan untuk tidak memutar film tersebut," kata Juma Al-Leem dari National Media Centre Uni Emirat Arab sebagaimana dikutip oleh BBC Indonesia.

"Menghormati agama-agama tersebut sangat penting dan tidak memutar film itu," kata Al-Leem kepada Kantor berita Associated Press, AP.

IMNU Tegal

Salah-satu potret dalam adegan film Noah yang ditolak sejumlah negara Timur Tengah.

IMNU Tegal

Dalam sebuah pernyataan terpisah dari Al-Azhar di Mesir, salah satu lembaga keagamaan Islam yang paling dihormati, mengatakan keberatan dengan film tersebut karena melanggar hukum Islam dan bisa "memprovokasi perasaan orang-orang yang beriman."

Film, yang diperkirakan telah menelan biaya lebih dari $ 125 juta atau £ 78m, telah menimbulkan reaksi negatif setelah pemutaran perdananya di seluruh negara bagian Amerika Serikat. (mukafi niam)

Foto: Daily mail

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kajian Islam, PonPes IMNU Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

Surabaya, IMNU Tegal. Foto-foto perjuangan Arek-arek Surabaya dalam "Resolusi Jihad" dipamerkan di Atrium Royal Plaza Kota Surabaya pada 5-11 November 2012.

Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan foto-foto yang dipamerkan berasal dari museum "Resolusi Jihad" Nahdatul Ulama (NU) di Jl. Bubutan, koleksi keluarga Gus Sholah (KH Sholahudin Wahid) Tebu Ireng Jombang, dan koleksi keluarga alm Hasyim Latif, yang dulu pernah menjadi komandan jihad fisabillah nasional.

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

"Tujuan dari pameran ini, adalah untuk meramaikan perayaan Hari Pahlawan di Surabaya dan membuat masyarakat tahu akan adanya keterlibatan warga NU," kata Hasyim saat pembukaan pameran, Senin.

IMNU Tegal

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor sebagai badan otonom Nahdatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat mengenai "Resolusi Jihad" sebagai spirit perjuangan melawan kolonialisme saat itu.

IMNU Tegal

"Resolusi Jihad NU itu wajib atau fardu ain untuk masuk dalam sejarah kemerdekaan Indonesia," katanya.

Menurut dia, "Resolusi Jihad" NU yang dilahirkan para kiai Jawa-Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa kemerdekaan.

Pembukaan pameran itu dihadiri putra kandung Pahlawan Nasional dari Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo dan keluarga almarhum K.H. Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah Jombang.

Sekretaris Rais Syuriah PWNU Jatim dr. Mohammad dalam sambutannya meminta agar generasi muda NU wajib menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme.

"Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas," ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Menurutnya semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang pada generasi muda. 

"Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para pahlawan mulai tumbuh," kata Bambang.

Redaktur : Mukafi Niam

Sumber   : Antara 

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Meme Islam IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock