Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Probolinggo, IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar ziarah ke makam tokoh-tokoh NU di daerah itu pada Kamis (6/6). Ziarah menggunakan 30 kendaraan roda empat ini mendatangi 30 makam.

Ziarah diawali di makam KH. Zaini Mun’im di Pesantren Nurul Jadid Paiton. Disini para pengurus NU membaca surat Yasin, tahlil dan do’a bersama. Selanjutnya di makam KH. Abu Hasan di Pesantren Mambaul Ulum Paiton, makam KH. Aminuddin di Pesantren Syech. Abdul Qodir Al-Jailani Rangkang Kraksaan.

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kraksaan Ziarahi 30 Makam Tokoh NU

Kemudian makam KH. Badri Masduqi di Pesantren Badridduja Kraksaan, makam Habib Hamid di Pesantren Nurul Qur’an Kraksaan, makam KH. Rofi’i di Pesantren Rofi’atul Islam Sentong Krejengan dan beberapa makam tokoh NU lain yang pernah menjadi pengurus Cabang NU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H. Ahmad Muzammil kepada IMNU Tegal mengatakan, ziarah digelar dengan tujuan untuk meneladani sekaligus menghormati perjuangan ulama dan masyayikh dalam membesarkan NU, terutama di PCNU Kota Kraksaan.

IMNU Tegal

“Melalui momentum peringatan Harlah ke-90 NU dan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seluruh pengurus NU Cabang Kraksaan ingin meneladani perjuangan para tokoh yang membesarkan PCNU Kota Kraksaan,” ujarnya.

Menurut Muzammil, ziarah ini merupakan cara yang dilakukan pengurus NU Cabang Kraksaan dalam menghormati dan menghargai jasa-jasa ulama NU, “Mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini, masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa memperoleh syafaat dari para ulama dan habaib yang kita kunjungi. Sehingga Kabupaten Probolinggo terhindar dari masalah-masalah dan musibah,” tambahnya.

Lebih lanjut Muzammil mengharapkan, agar semua pengurus NU yang ikut dalam kegiatan ziarah tersebut mendapatkan rahmat dari Allah dan mendapatkan barokah dari para wali.

”Mudah-mudahan kegiatan ziarah ini bisa memberikan keselamatan kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. Sehingga menjadi masyarakat yang Madani dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” pungkanya.

Ziarah tersebut diikuti 80 pengurus yang terdiri dari pengurus cabang, lembaga dan badan otonom PCNU Kota Kraksaan.

Redaktur       : Abdullah Alawi

Kontributor   : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Santri, Halaqoh, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa

Jakarta, IMNU Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengimbau segenap pengurus ranting NU se-Indonesia untuk mengambil peran sebagai rekonsiliator sejumlah pihak yang bertikai di tataran lokal. Pengurus ranting NU diharapkan dapat menjadi perantara yang meredam konflik di desa-desa.

Demikian disampaikan Kang Said dalam pertemuan silaturahmi dan sarapan pagi PBNU dan pengurus ranting NU se-DKI Jakarta di halaman Gedung PBNU, Ahad (27/11) pagi.

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Ranting NU Harus Jadi Mediator Konflik di Desa-desa

“Sebagai perantara, seorang pengurus NU idealnya selalu berusaha menjembatani pertikaian atau konflik dalam masyarakat. Mencari persamaan nilai dari pihak-pihak yang terlibat konflik,” kata Kang Said.

IMNU Tegal

Menurutnya, pengurus ranting NU di desa-desa memainkan posisi strategis dalam mengawal dinamika yang terjadi di desa-desa.

IMNU Tegal

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini mengamanahkan pengurus ranting NU terlibat aktif membantu pihak-pihak yang berselisih dalam mengidentifikasi kepentingan bersama.

“Mengapa demikian? Karena NU percaya pada pendekatan dialog, musyawarah. Bukan kekerasan,” jelas Kang Said dalam pertemuan yang dihadiri Kapolri dan jajarannya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Menunda Shalat

Adzan berkumandang di kompleks Pesantren Tegalsari. Waktunya untuk sholat dzuhur. Namun, dua sahabat Mahmud dan Joko, bukanya pergi mengambil wudhu, melainkan pergi ke kantin pondok.

“Lho kang, ayo ke masjid!”

“Bentar Jok. Kan kalau hendak shalat, merasa lapar. Kita boleh makan dulu, biar shalatnya bisa lebih konsentrasi,” jawab Mahmud.

Menunda Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunda Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunda Shalat

Joko pun mengiyakan ajakan temannya itu, disamping ia pernah mendengar keterangan itu pada kajian fiqh. Kebetulan perutnya juga ikutan lapar, maklum tadi habis ikut ro’an (kerja bakti).

Keduanya akhirnya makan sampai selesai. Joko langsung membayar, untuk segera menuju ke masjid. Tapi Mahmud, belum ada tanda-tanda beranjak dari kursinya.

“Ayo, Kang. Kalau tadi aku sepakat alasan untuk makan dulu. Lha sekarang kok tetap menunda-nunda lagi, sampeyan mau ndalil apa lagi?

Ndak ada Jok, nek saiki mung kewaregen (sekarang ? kekenyangan), nanti shalatnya ndak konsen,”

IMNU Tegal

Walah, wes tak tinggal wae! (kalau begitu kutinggal saja!)” ? ? Ajie Najmuddin

IMNU Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Ngawi,? IMNU Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Ngawi tak henti-hentinya menggenjot realisasi pembangunan masjid dan kantor, serta gedung terpadu NU. Pada Jumat (22/4) kemarin, Ketua PCNU Ngawi, KH Achmad Ulinnuha Rozy, melakukan konsolidasi pembangunan yang masih membutuhkan tanah wakaf 1250 m2. “Barusan seluruh panitia dan perwakilan Banom habis rapat mensiasati kekurangan areal bangunan,” ? jelas Pengasuh Pesantren Temulus ini saat ditemui di kantor lama, Jl A. Yani, Ngawi.





PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Ngawi Genjot Gerakan Wakaf

Kiai Ulin, begitu biasa disapa, membeberkan strategi dalam mensukseskan kekurangan lahan tersebut. “Kalau tahun 2015 sukses 3120 m2 wakaf tanah, awal 2016 pengurukan, nah Insyaallah kekurangan waqaf kali ini mudah-mudahan juga mengikuti kesuksesan sebelumnya. Demi memaksimalkan usaha tersebut, ada peningkatan strategi lebih sehingga nantinya tim akan langsung turba (turun ke bawah) dengan para banom-banom,” jelas kiai asal Demak ini.

Pada gerakan wakaf sebelumnya, pihak NU menggunakan jalur struktural dari cabang hingga ranting ataupun sebagian jalur perseorangan, itupun melalui alat telekomuniksi, dan turba merupakan alternatif tambahan. Agar potensi seluruh jamaah Nahdliyah semakin maksimal, dan peran serta para punggawa NU dan Banom juga tidak tersia-siakan, maka pada gerakan wakaf sekarang ini seluruh cara akan ditempuh.?

“Meskipun berliku-liku, Alhamdulillah? sampai detik ini pembangunan telah selesei pada wilayah pengurukan, pembuatan sumur, dan direksi keet, dan semoga dalam 3 tahun ke depan bisa terealisasi,” pungkasnya.

IMNU Tegal

Kali ini, tim panitia menggunakan mekanisme wakaf Rp350.000 per–m2. Dengan maksud agar warga NU, pengusaha, ataupun pejabat bisa bergabung dan berpartisipasi dengan cara membeli tanah dimulai dengan harga 350.000 rupiah.(Ali Makhrus/Zunus) ?

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal News, IMNU, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Brebes, IMNU Tegal - Hari pertama puasa, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menggelar Safari Jelajah Desa Hebat (Sajadah) di bulan Ramadhan 1437 Hijriyah. Kegiatan tahunan di bulan Ramadhan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi mendekatkan diri antara ulama dan umara serta umat.

“Kerja gotong-royong antara ulama, umara, dan umat bisa meningkatkan pembangunan di segala bidang, terutama pembangunan rohani,” terang Bupati saat menggelar Sajadah di Masjid Nurul Hikmah Desa Banjarannyar Kecamatan Brebes, Senin (6/6) malam.

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pemkab Brebes Kembali Gelar Kunjungan Desa

Sebagai daerah yang agamis, lanjutnya, pembangunan rohani mendapat perhatian yang penuh dari Pemkab. Maka dari itu, enam pilar pembangunan Kabupaten Brebes memasukan program program yang menyentuh rohani menjadi prioritas utama.

IMNU Tegal

Di antaranya memberikan bisyarah atau stimulant untuk guru ngaji, imam masjid dan mushalla, hafizh-hafizhah, dai-daiyah dan pengasuh pesantren. Program ini terbukti mampu menggairahkan semangat kerja sama dalam membangun umat. “Ulama, kiai dan tokoh agama lainnya sangat berperan dalam pembangunan Kabupaten Brebes,” ungkap Idza.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan tentang pentingnya peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Ketiga bidang tersebut diupayakan terus peningkatannya dalam rangka mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia.

IMNU Tegal

Orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anaknya dari kekerasan terhadap anak dan perempuan. Idza mendukung penuh kalau pelaku kejahatan seksual dan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan dihukun berat. “Pantau terus anak-anak kita, apalagi di saat liburan sekolah,”

Menjelang Idhul Fitri jalan tol Brebes Timur sudah dioperasikan sehingga masyarakat Brebes harus menyambut dengan gembira namun juga berhati-hati karena di eksit tol Pejagan maupun Banjaranyar akan terjadi lonjakan kepadatan kendaraan. “Kita harus sambut tamu-tamu kita dengan ramah, juga bisa menjajakan jajanan khas Brebes kepada para pelancong atau pemudik,” tuturnya.

Gelar Sajadah hari pertama diisi dengan buka puasa bersama, sholat maghrib berjamaah, shalat isya dan tarawih berjamaah serta seremonial dan ceramah agama. Shalat isya dan tarawih dipimpin Imam Masjid Nurul Hikmah Banjaranyar KH Umar Amrullah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Pertandingan IMNU Tegal

Merdeka dari Kebijakan Full Day School

Oleh Thoriq Tri Prabowo

Memasuki bulan Agustus pada setiap tahunnya berarti semakin bertambah juga usia kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan tersebut harus dikenang dan direfleksikan pada kondisi kekinian, pasalnya perjuangan untuk merebut kemerdekaan ini sarat akan nilai luhur yang patut dijadikan inspirasi oleh generasi muda. Pada tahun 2017 ini, kemerdekaan Indonesia memasuki usia yang ke-72. Usia tersebut bisa dibilang cukup tua untuk ukuran usia manusia.

Di usia yang bisa dibilang tidak muda, Indonesia tentu sudah banyak mengalami kemajuan termasuk dalam hal pemenuhan hak warga negaranya. Salah satu hak yang paling mendasar di Negara demokrasi ialah hak berpendapat. Secara sederhana, merdeka berarti bebas dari belenggu penjajahan. Namun jika dimaknai lebih luas, maka istilah merdeka tentu bisa diimplementasikan dimana saja, salah satunya ialah merdeka dalam berpendapat.

Merdeka dari Kebijakan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Merdeka dari Kebijakan Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Merdeka dari Kebijakan Full Day School

Kemerdekaan berpendapat tentu bukan berarti seseorang lantas bebas berpendapat tanpa kontrol. Masyarakat yang hendak mengutarakan pendapatnya harus memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat, karena hakikat kebebasan di Indonesia ialah kebebasan yang dibatasi oleh hak orang lain. Salah satu wujud kemerdekaan berpendapat yang akhir-akhir ini sering dijumpai di dunia maya ialah kemerdekaan menyikapi kebijakan yang diluncurkan oleh pemerintah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayakan meluncurkan wacana kebijakan Full Day School (FDS), sekolah 8 jam selama 5 hari yang hingga saat ini masih menjadi polemik dan penolakan masyarakat. Kebijakan tersebut tertuang pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

IMNU Tegal

Kebijakan lima hari sekolah diluncurkan dengan dalih untuk memperkuat pendidikan karakter siswa. Dengan diberlakukannya FDS, siswa akan belajar penuh di sekolah sampai dengan sore hari selama lima hari. Kebijakan tersebut menuai beragam tanggapan, ada yang pro dan tentu tak sedikit yang kontra.

Beberapa tokoh bahkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mengkritisi kebijakan FDS ini, pasalnya kebijakan tersebut dibuat tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat. Beberapa aspek yang patut menjadi perhatian pemerintah ialah aspek sosial dan keagamaan.

Dalam aspek sosial, pemerintah perlu memperhatikan bahwa kondisi sosial masyarakat Indonesia tidaklah sama. Tidak semua anak yang sekolah berasal dari keluarga dengan kondisi perekonomian menengah ke atas. Bahkan di beberapa sekolah yang berada di pedesaan, siswanya berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga tidak jarang mereka membantu orang tuanya seusai jam sekolah.?

Dengan diberlakukannya FDS tentu mereka tidak bisa membantu orang tuanya bekerja lagi. Lebih parahnya lagi, FDS berpotensi semakin memberatkan orang tua yang kurang mampu, pasalnya dengan diberlakukannya jam tambahan uang saku siswa juga akan cenderung meningkat. Aspek sosial dan ekonomi yang seperti disebutkan di atas perlu menjadi perhatian pemerintah dalam memeratakan kebijakan FDS di seluruh daerah.

Selanjutnya dalam aspek keagamaan, FDS dikhawatirkan akan merampas hak anak untuk mengenyam pendidikan keagamaan di Madrasah Diniyah (Madin) yang selama ini sudah berdiri di tengah-tengah masyarakat. Madin bagi masyarakat Indonesia tidak hanya lembaga pendidikan semata, melainkan sudah menjadi tradisi kuat yang turut memiliki andil dalam perjuangan kemerdekaan. Perjuangan para santri, ustadz, dan kiai tersebut terekam jelas dalam tulisan para Sejarawan.

IMNU Tegal

Sangat miris tentunya jika salah satu lembaga yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia justru terancam oleh kebijakan pemerintah yang dulu pernah diperjuangkan kemerdekaannya. Menanggapi aspirasi dari para tokoh masyarakat dan Ormas yang semakin meluas, Presiden Joko Widodo menuliskan beberapa pendapatnya mengenai FDS pada media sosial twitter.?

Dalam cuitannya, Presiden mengungkapkan bahwa FDS bukanlah sebuah keharusan, melainkan sebuah pilihan. FDS boleh diimplementasikan asalkan diterima oleh masyarakat dan tokoh agama setempat. Presiden mengungkapkan bahwa yang terpenting dari pendidikan anak ialah masalah kualitasnya, sedangkan terkait pemberlakuan FDS ialah fleksibel.

Melaksanakan FDS atau tidak ialah sebuah kemerdekaan untuk sekolah sebagai penyelenggaranya. Seperti yang diinstruksikan Presiden, sekolah pun tidak bisa dengan sembarangan mengimplementasikan FDS tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat sekitar.?

Untuk mengantisipasi terjadinya gesekan di tengah-tengah masyarakat, pemerintah harus mengkaji ulang kebijakan terkait FDS ini. Sikap Presiden yang membebaskan pemberlakuan FDS ini hanya berlaku sementara untuk meredam kekhawatiran masyarakat, namun di sisi lain perlu ada tindakan konkret dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini agar tidak semakin meluas.

Penulis adalah Alumnus Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, RMI NU IMNU Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Padang, IMNU Tegal. Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim minta kader Gerakan Pemuda Ansor bisa menjadi pelopor dalam restorasi kembali ke surau dan nagari. Hal ini sesuai dengan prinsip Gerakan Pemuda Ansor dalam perjuangan kemasyarakatan yang selalu mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

?

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)
Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari (Sumber Gambar : Nu Online)

Wagub Sumbar: Ansor Jadi Pelopor Restorasi Surau-Nagari

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim menyatakan hal itu dihadapan 80 peserta? Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor, Minggu (3/5/2015) dinihari di BLTP Padang. Muslim Kasim menyampaikan menjelang pembaitan peserta PKD yang berlangsung sejak Jumat? (1/5).

?

Menurut Muslim Kasim, dari berbagai kondisi yang tengah terjadi di masyarakat saat ini, memang diperlukan restorasi surau. Melalui restorasi surau tersebut, sehingga dapat ditingkatkan fungsi surau sebagai tempat pembinaan umat Islam. Yang penting dilakukan adalah memberikan pemahaman agama Islam sejak dini kepada generasi muda.

IMNU Tegal

?

"Kondisi masyarakat kini seperti adanya 33 orang setiap hari mati karena narkoba, terjadi anak tawuran antar sekolah, antar nagari, antar kampung, pergaulan bebas dikalangan remaja, banyaknya remaja putri yang tidak lagi perawan. Semuanya amat menyedihkan dan tidak sesuai dengna nilai-nilai agama," kata Muslim Kasim.

?

Untuk itu, kata Muslim Kasim, kita harus melahirkan generasi yang kuat agamanya, tahan terhadap godaan. Generasi yang tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama, akan membawa kehancuran.

IMNU Tegal

?

Menurut Muslim Kasim, PKD Ansor ini dapat melahirkan kader pemimpin yang militan.? Ada tiga kriteria pemimpin, yakni memiliki intelektual, artinya pemimpin harus berpendidikan. Sehat, berarti sehat pikiran, sehat jasmani. Kader yang tidak sehat, mana mungkin bisa jadi pemimpin. Yang lebih penting pula, pemimpin yang memiliki cita-cita, ideologi yang akan diperjuangkannya.

?

"Kader Ansor sudah berada di jalur yang benar dalam prinsip-prinsip pemimpin.? Derasnya serangan dari gerakan radikal melalui situs-situs yang banyak maupun langsung di tengah masyarakat, harus menjadi perhatian serius Ansor sebagai pelindung masyarakat yang ramah. Mereka menyebarkan Islam dengan kekerasan. Padahal Islam itu tidak pernah mengajarkan untuk membunuh orang lain," kata Muslim Kasim.

?

Acara yang dipandu Wakil Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman, kehadiran Muslim Kasim selain sebagai Wakil Gubernur Sumbar, juga sebagai Ketua LKAAM Kabupaten Padangpariaman. "Kader Ansor Sumatera Barat ingin mendapatkan gambaran bagaimana adat Minangkabau yang dapat menerima tradisi-tradisi bernuansa Islam. Ansor sebagai organisasi yang menghargai dan mengawal tetap hidupnya tradisi lokal tersebut,? perlu mendapat pemahaman dengan adat dan agama Islam, " kata Rahmat mantan anggota KPU Padangpariaman. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Keterangan Foto:

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim foto bersama dengan peserta PKD Ansor Sumbar, Minggu (3/5/2015) dinihari menjelang pembaitan.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari

Jepara, IMNU Tegal. Memanfaatkan libur nasional, pada Jumat-Sabtu (3-4/4), Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyelenggarakan Pekan Madaris antarsiswa Madrasah Diniyyah Awwaliyah. Acara yang digelar di Madin Al Maarif, Blimbing Rejo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara ini, berlangsung meriah.

Sekitar 400 siswa-siswi dari 27 madrasah diniyah (Madin) se-Kecamatan Nalumsari turut andil dalam ajang perlombaan, kreativitas seni, dan olahraga tersebut. Ajang yang diperuntukkan bagi anak-anak setara usia SD itu menyuguhkan 8 jenis perlombaan, antara lain, Cerita Islami, Cerdas Cermat Aswaja, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Imla, Baca Kitab Kuning Taqrib, Puitisasi Al-Quran, kaligrafi, dan futsal.

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Pekan Madaris Maarif NU Nalumsari

Menurut Sekretaris panitia, Ahmad Najib, lomba tersebut merupakan salah satu langkah dan cara untuk memotivasi siswa madin dalam menekuni pendidikan agama di Madrasah Diniyyah Awwalaiyah.

IMNU Tegal

"Lomba Baca Kitab Kuning Taqrib, merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas pada siswa dalam memahami kitab klasik warisan para ulama terdahulu," jelasnya melalui rilis yang diterima IMNU Tegal, Ahad (5/4). "Juga untuk menambah semangat bagi santri dalam mempelajari kitab kuning," tambahnya.

Sedangkan MTQ, kaligrafi, dan Puitisasi Al-Quran, merupakan kesenian islami yang patut terus untuk dikembangkan dan dilestarikan. "Kesenian islami juga penting untuk terus dikembangkan," imbuhnya.

Kaligrafi merupakan kesenian menulis indah ayat-ayat al-Quran, sedang MTQ merupakan ajang kreativitas kemerduan suara dalam melantunkan ayat-ayat suci al Quran. Sementara Puistisasi al-Quran adalah melantunkan terjemah surat-surat pendek al-Quran dengan aneka gerakan dan penjiwaan.

IMNU Tegal

Ajang ini juga dilengkapi dengan cerita islami, yakni bertutur dan bercerita ke hadapan dewan juri dan khalayak umum mengenai cerita-cerita islami yang inspiratif.

Najib menambhakan, selain kategori kesenian, ajang perlombaan ini juga dilengkapi dengan olahraga futsal, dimana merupakan salah satu olahraga kegemaran anak-anak. "Futsal merupakan olahraga popular bagi anak-anak, makanya kita melombakan ini juga," pungkasnya.

Perlombaan ini, juga merupakan salah satu persiapan kontingen LP Maarif Kecamatan Nalumsari untuk maju dalam Pekan Madaris tingkat Kabupaten Jepara pada akhir April mendatang.

"Kita berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan memotivasi para siswa untuk terus kreatif dan mengembangkan keilmuannya," ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal RMI NU, Pondok Pesantren, Sholawat IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten

Karanganyar, IMNU Tegal. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda  Ansor Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, rutin menggelar donor darah sebagai salah satu program unggulan. Selain menjadi wujud kepedulian terhadap sesama, donoro darah diyakini memberikan hal yang positif bagi si pendonor itu sendiri.

“Di PAC Jaten sudah berjalan program rutinan donor darah, meskipun jeda waktu pelaksanaannya sekitar empat bulan sekali,” ungkap Ahmad Fatoni, salah satu pengurus PAC  GP Ansor Jaten, Senin (3/2).

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah, Program Unggulan GP Ansor Jaten

Pendonor darah pertama pada program aksi donor darah perdana adalah Kiai Ahmad Hudaya. Ia adalah alumnus Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, yang kini aktif di berbagai organisasi, mulai dari PCNU Karanganyar, MUI, Bazis, Forum Kabupaten Sehat, FKUB Karanganyar, serta dosen Tafsir di Fakultas Usuludin dan Dakwah IAIN Surakarta.

IMNU Tegal

“Orang yang mendapatkan darahnya Kiai Hudaya adalah orang yang beruntung,” imbuh Fatoni sembari bercanda.

IMNU Tegal

Selain donor darah, PAC GP Ansor Jaten juga memiliki program unggulan lainnya yaitu “Ansor Berdzikir” sebagai salah satu sarana  refleksi diri. Kemudian, program bersih-bersih makam sebagai salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian kepada lingkungan.

“Meskipun program kami sederhana, namun kami berharap dapat mendatangkan kemanfaatan dan kemashlahatan bagi masyarakat setempat,” pungkasnya. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Khutbah IMNU Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Tingginya Angka Gugat Cerai WNI di Hong Kong

Jakarta, IMNU Tegal. Hasil penelitian yang dilakukan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan  Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia terhadap pasangan perkawinan Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan gugat cerai di Hong Kong cukup banya. Dari tahun ke tahun, angkanya terus naik.

Berdasarkan dokumen dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, menyebutkan, pengajuan gugat cerai pada 2014 sejumlah 2.971 orang; pada 2015 pengajuan gugat cerai tercatat 3.280 orang, pada 2016 pengajuan gugat cerai sebanyak 3.579 orang, sementara baru pada Januari-Mei 2017 pengajuan gugat cerai sejumlah 1.387 orang.

Tingginya Angka Gugat Cerai WNI di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingginya Angka Gugat Cerai WNI di Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingginya Angka Gugat Cerai WNI di Hong Kong

Demikian dikatakan Mukhtar pada Seminar Hasil Penelitian Pencataan Perkawinan WNI di Luar Negeri di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (3/11).

(Baca juga: Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda)

IMNU Tegal

Ia memaparkan sejumlah kemungkinan penyebab meningkatnya jumlah gugat cerai. Pertama, kemungkinan bagi WNI hidupnya merasa nyaman di negara orang (Hong Kong), sementara suami yang tinggal di Indonesia hanya menunggu kiriman dari istri yang bekerja di Hong Kong karena tidak memiliki pekerjaan atau tidak mau bekerja. Kedua, dimungkinkan karena tidak mengerti arti penting dari suatu pernikahan. Ketiga, kepergian seorang istri menjadi TKI sudah membawa permasalahan dalam rumah tangga.

“Sehingga setelah di Hong Kong merasa hidupnya lebih baik mereka berani menggugat cerai suaminya,” ujar Mukhtar.

IMNU Tegal

Kementerian Agama sendiri pada 2016 melalui KJRI telah melakukan sosialisasi di aula KJRI tentang pentingnya pencatatatan perkawinan dan pentingnya membina keluarga yang sejahtera terhadap 80 buruh migran.

Namun demikian, pembinaan agama dan sosialisasi dari pemerintah yang berkaitan dengan perkawinan terhadap tenaga kerja Indonesia yang berada di Hong Kong belum maksimal diisebabkan minimnya anggaran yang tersedia. 

“Dan ketika TKI di penampungan, tenaga kerja kurang pembinaan,” ujarnya. 

Penelitian sendiri dilakukan Mukhtar dan Selamet pada 24 April sampai 3 Mei 2017. Selain di Hong Kong, Puslitbang Bimas Agama dan Layanan  Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik juga melakukan penelitian di Belanda, Malaysia, dan Arab Saudi. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Cerita, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU

Tegal, IMNU Tegal. Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan pentingnya memperhatikan dunia pendidikan NU. Karena lewat pendidikan, pengkaderan NU bisa terus berjalan. Untuk pengkaderan, bila perlu jual cincin, gelang, kalung emas untuk pembiayaan pendidikan NU. Pengorbanan tersebut, telah dicontohkan oleh Nahdliyin di wilayah bagian timur sehingga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU maju dengan pesat.?

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Bupati Tegal: Jual Gelang, Kalung Demi NU

Demikian disampaikan Umi Azizah saat membuka Rapat Kerja Cabang 1 dan Pengukuhan Pengurus Lembaga Pendidikan Maarif NU Cabang Kabupaten Tegal, masa khidmat tahun 2016-2021.

“Kalau perlu, kita jual gelang kalung demi sekolah NU, demi mewujudkan LP Maarif NU Kabupaten Tegal yang profesional, unggul dan tangguh (pro umat),” ajak Umi Azizah dihadapan peserta Rakercab di Gedung NU Tegal, Jalan Raya Procot Slawi, Sabtu (21/1/17).

Diakui oleh Umi yang juga Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal, belum semua Nahdliyin di Kabupaten Tegal menaruh kepercayaan kepada sekolah NU. Namun demikian, akhir akhir ini mengalami perkembangan yang signifikan. Pengurus baru, diharapkan mampu melakukan terobosan-terobosan jitu untuk menangkap keinginan masyarakat bahwa sekolah di NU tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang lain.

IMNU Tegal

“Pengkaderan paling jitu lewat jalur pendidikan, baik formal maupun nonformal. Maka LP Maarif NU harus menangkap itu sebagai tugas mulia meskipun berat,” ucapnya.

Selaku pimpinan daerah, pemerintahan Umi-Enthus telah memberi perhatian penuh pada guru guru swasta dengan menggelontorkan biaya stimulant. Sehingga ada semangat bagi guru-guru di bawah naungan LP Maarif yang mayoritas swasta. Pemerintah tahu, kalau pendidikan adalah kunci perubahan dan guru menjadi pembukanya.

Umi juga menyarankan kepada Maarif untuk memberi pengertian kepada peserta didiknya agar saat melanjutkan ke perguruan tinggi tidak hanya mengambil jurusan agama saja. Perlu persebaran pendidikan, sehigga anak-anak NU tidak hanya bergelar SPd, SPdI, SAg saja.?

Disamping itu, lanjutnya, LP Maarif seyogyanya bisa menciptakan keunggulan daerah dalam pendidikan. Seperti di Pare-Kediri, ada Kampong Inggris. “Di Tegal, cobalah kita buat Keunggulan kampung matematika atau kampung Al-Quran dan sesuai dengan kesepatan bersama yang bisa menjadi destinasi wisata intelektual,” ajaknya.?

IMNU Tegal

Kelemahan masih sedikitnya SDM di Tegal akibat minimnya perguruan tinggi juga perlu disikapi bersama. Pasalnya, biaya kuliah dengan biaya penghidupan di luar kota jauh lebih besar. Jadi kalau di daerah kita ada perguruan tinggi yang mumpuni, otomatis anak-anak NU bisa sekolah yang tinggi-tinggi.?

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) LP Maarif Prov Jateng Agus Sofuan Hadi melantik kepengurusan PC LP Maarif Kabupaten Tegal periode 2016-2021. Pengurus yang dilantik antara lain Ketua Al Fatah, Sekretaris Amroji dan Bendahara Imamuddin.?

Tampak hadir dalam Rakercab dan Pelantikan, para utusan Pengurus MWC Maarif se Kabupaten Tegal, Kepala Sekolah SD/MI. SMP/MTs, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif serta jajaran PC LP Maarif NU Kabupaten Tegal. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Kajian Islam, Pertandingan IMNU Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Jombang, IMNU Tegal. Hingga kini, Jombang setidaknya telah memiliki tiga nama yang telah mendapat gelar pahlawan nasional. Yakni KH M Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Chasbullah serta KH Abdul Wahid Hasyim. Namun sayang, tidak semua disebut dalam buku sejarah di sekolah.

"Sudah seharusnya, para pahlawan nasional asal Jombang ini masuk dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari pelajaran sejarah," kata Nyono Suharli Wihandoko, pada kegiatan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah, Kamis (10/11). Karenanya, Bupati Jombang tersebut akan mengajak kalangan DPRD untuk membahas hal ini, lanjutnya.?

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Usul 3 Kiai Pahlawan Asal Jombang Masuk Kurikulum Nasional

Ikhtiar tersebut akan dilakukan karena kalau berhasil dimasukkan pada kurikulum, nantinya menjadi teladan bagi pelajar dan generasi bangsa. "Tidak hanya untuk kurikulum muatan lokal, kita akan mengusulkan ke pusat nantinya, sehingga sejarah perjuangan ulama bisa diketahui generasi bangsa," tandas Nyono, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jombang didampingi Wakil Bupati Nyai Hj Mundjidah Wahab, Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto serta Dandim 0814, Letkol Arh Fathurrahman. Kegiatan sebagai rangkaian hari pahlawan.

IMNU Tegal

Sebelumnya, bupati, wabup dan jajaran Forum Pimpinan Kepala Daerah atau Forpimda Jombang melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan, jalan Kusuma Bangsa, termasuk ? berdoa di makam bupati pertama RA Soero Adiningrat.?

Tabur bunga dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan hari pahlawan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Santri, Internasional IMNU Tegal

IMNU Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Langgar Aturan Haji, 200 Ribu Lebih Ekspatriat Ditahan Saudi

Riyadh, IMNU Tegal. Mayjen Jamaan Al-Ghamdi, asisten komandan pasukan keamanan haji mengatakan, sejak awal musim haji, terdapat 61 kantor ilegal telah ditutup, serta 10.333 warga Saudi dan 213.541 ekspatriat ditahan karena melanggar peraturan haji.

Ia menambahkan, jumlah kendaraan yang masuk dan meninggalkan Makkah sampai hari Ahad mencapai 340.929 mobil, sementara jumlah kendaraan yang masuk melalui perbatasan Arab Saudi mencapai 1.333 bus, lapor Arab News,? Rabu (23/8), mengutip kantor berita Saudi Press Agency (SPA).?

"Proses perjalanan haji berjalan lancar karena tidak ada kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan," ujar Mayjen Zaid Al-Tuwayyan, asisten komandan pasukan keamanan haji untuk keamanan jalan.

Langgar Aturan Haji, 200 Ribu Lebih Ekspatriat Ditahan Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Langgar Aturan Haji, 200 Ribu Lebih Ekspatriat Ditahan Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Langgar Aturan Haji, 200 Ribu Lebih Ekspatriat Ditahan Saudi

Dia menyatakan, semua jalan menuju Makkah berada di bawah kontrol yang ketat guna memantau pergerakan dan melacak potensi pelanggar peraturan haji.

Zaid berkomitmen, semua yang terlibat dalam komando keamanan jalan senantiasa siaga dan siap memberikan keamanan tertinggi di jalan raya yang menuju ke Makkah. Petugas keamanan juga siap membantu korban kecelakaan lalu mengantarkannya ke pusat-pusat medis baik melalui kendaraan udara maupun darat.

Pemerintah Arab Saudi gencar melakukan patroli sepanjang waktu dan mengantisipasi berbagai kemungkinan pelanggaran di berbagai lokasi yang dapat merugikan keamanan jemaah pada musim haji kali ini. (Mahbib)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Tokoh, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Marhabanan Bernuansa Maroko

Suara merdu khas Maulid Addiba’i bergema di Kenitra, Maroko, Jum’at (22/3) malam lalu waktu setempat. Masjid Indonesia di Kenitra berkehormatan untuk menjadi tempat di laksankannya acara peringatan Maulid yang diselenggarakan oleh Kader NU di Maroko dan Majelis ilmi Kenitra.

Malam itu Masjid Indonesia yang ? di dirikan atas prakarsa Raja Muhammad V sebagai prasasti atas kedatangan Presiden Soekarno pada tahun 1960, ? menjadi saksi betapa hubungan antara kedua negara (Indonesia-Maroko) begitu erat terlebih untuk para kaum pesantren.

Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Marhabanan Bernuansa Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Marhabanan Bernuansa Maroko

Acara yang di mulai selepas shalat maghrib ini, turut di hadiri oleh Duta Besar LB BP Indonesia Untuk Kerajaan Maroko KH. Tosari Widjaja dan delagasi PBNU antara lain Katib Syuriyah KH Musthofa Aqiel Siradj, Ketua LBM PBNU KH Zulfa Mustofa, KH Mahfudz Airun selaku wakil LBM PBNU serta ketua Majelis ilmi Kenitra.

IMNU Tegal

Dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an acara yang berdurasi selama satu jam ini menarik para penduduk sekitar untuk hadir dan meramaikan acara terutama saat mahalul qiyam pada pembacaan Maulid addiba’i.

IMNU Tegal

“Ini merupakan acara perdana yang menjadi pengangkat sejarah hubungan islam aswaja Indonesia dan Maroko, islam yang indah berasaskan tawasuth, tasamuh, tawazun dan i’tidal”. ? tutur Rifqi Maula anggota PCINU Maroko.

Setelah acara selesai, para delegasi yang sebelumnya telah bertemu dengan Kementrian wakaf dan Majelis ilmi pusat Maroko berkenan bertandang ke kediaman para mahasiswa/i STAINU program kelas Internasional di Universitas Ibn Thufail Kenitra.

Turut hadir , H Husnul Amal, MA selaku Dewan Mustasyar PCINU Maroko, Habib Choirul Mustain Lc, ? ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko beserta anggotanya, Muannif Ridwan selaku ketua Tanfidziyah PCINU Maroko beserta anggotanya ? dan para mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa*

*Koordinator Media Informasi PPI Maroko dan Koordinator Lajnah Talif wa Nasyr PCINU Maroko.

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal PonPes, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Minggu, 26 November 2017

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Pagi dan sore merupakan waktu di mana warga bumi sibuk. Pagi ialah waktu matahari mengintip. Lazimnya orang-orang mengawali aktivitas. Sementara sore kawanan burung bergegas pulang. Dan orang-orang membawa pulang keletihannya seharian.

Namun demikian, dua waktu ini bisa diisi dengan wiridan singkat yang diharapkan memberikan manfaat besar. Tentu pahala penting, tetapi siapa berani menyalahkan Allah bila Dia hendak memberikan anugerah-Nya kepada hamba yang dikehendaki.

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Bujairimi dalam Hasyiyah alal Iqna’ menceritakan pengalaman Imam Hanafi RA yang melihat Allah SWT dalam mimpi. Ketika sudah 99 kali bermimpi melihat Allah, Imam Hanafi RA berencana menanyakan sebuah amal yang menyelamatkan seorang hamba dari siksa dahsyat hari Qiyamah. Allah kemudian menjawab pertanyaan sang Imam RA di mimpinya yang ke-100.

IMNU Tegal

? ? ?: ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?. ? ? ? ?.

IMNU Tegal

Allah berfirman, “Siapa saja yang membaca di pagi dan sore ‘Subhanal abadiyyil abad, subhanal wahidil ahad, subhanal fardis shomad, subhana man rofa’as sama’a bi ghoiri ‘amad, subhana man basathol ardho ‘ala ma’in jamad, subhana man khalaqol khalqo wa ahshohum ‘adad, subhana man qosamar rizqo wa lam yansa ahad, subhanal ladzi lam yattakhidz shohibatan wa la walad, subhanal ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yaqul lahu kufuwan ahad’, maka akan selamat dari siksa-Ku.” Demikian disebutkan oleh penulis Mu’jamul Ahbab.

Sepadat apapun, kita sebaiknya tidak membiarkan pagi dan sore meluncur tanpa mengucapkan pujian tasbih ini. Untuk menambah manis pagi dan sore, perlu juga menebarkan senyum kepada sesama makhluq. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Sunnah, Nahdlatul, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

Surabaya, IMNU Tegal. Unit Penerbitan, Lembaga Sosial dan Ikatan Keluarga Alumni dari Pesantren TebuIreng, Jombang, Jatim, akan mengggelar lomba karya tulis ilmiah dalam rangka memperingati tiga tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebuireng Gelar Lomba Karya Tulis tentang NU dan Gus Dur

Ketua Panitia lomba sekaligus Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH Salahudin Wahid, di Surabaya, Selasa, mengatakan, tujuan lomba dengan katagori peserta tingkat pelajar/santri SLTA dan tingkat mahasiswa ini, adalah menggali masalah-masalah keumatan, kebangsaan yang masih menjadi masalah aktual dan mendesak untuk dicari pemecahannya. 

"Masalah-masalah ini menjadi bagian dari masalah bangsa dan umat Islam yang menjadi kepedulian Gus Dur dan kita semua," ujar adik kandung Gus Dur ini.

IMNU Tegal

Menurut dia, Guna menggali masalah-masalah tersebut sekaligus diberikan solusinya, maka lomba karya tulis ilmiah ini menentukan tiga tema, pertama, Tantangan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia dan Pemecahanya. 

IMNU Tegal

Tema ini, kata dia, cukup menarik karena di Indonesia masih muncul fenomena-fenomena keberagamaan. "Kita lihat nanti, apa saja tantangan yang dimunculkan dalam tulisan para peserta dan apa solusi yang ditawarkan," ujarnya.

"Sedangkan, tema kedua yakni Mencari Titik Temu Islam dan HAM Universal di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, masih banyak hal yang belum ada pemecahannya antara hal-hal universal dan hal agama. Ia ingin melihat, apa saja hal-hal yang muncul antara Islam dan HAM, kira-kira ada titik temunya ada atau tidak.

Adapun tema terakhir adalah Bentuk Ideal Peran Organisasi NU di Bidang Politik. Pada tema ini, diulas bagaimana seharusnya peran politik NU di tingkat daerah dan pusat, apakah kebangsaan, kekuasaan ataukah politik kepartaian.

"Saya berharap, waktu dua bulan cukup bagi peserta untuk menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah yang bermanfaat bagi negara. Panitia menunggu materi penulisan mulai 17 Oktober – 15 Desember 2012. 

Pemenang lomba karya tulis dengan hadiah total Rp16 juta ini, akan diumumkan pada 15 Januari 2012. "Mudah-mudahan, tulisan para pemenang nanti bisa dibukukan. Apabila hasil pemikirannya bagus, bisa disosialisasikan dan dijadikan acuan," katanya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, hasil karya dari peserta lomba bisa menjadi rekomendasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak terkait seperti Kementeraian Agama, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Meme Islam IMNU Tegal

Minggu, 08 Oktober 2017

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

Wonosobo, IMNU Tegal. PBNU akan proaktif melakukan komunikasi dan mediasi dengan kekuatan jaringan yang dimiliki untuk mencegah terjadinya adu domba sesama umat Islam.?

Hal ini merupakan salah satu rekomendasi ? rapat pleno PBNU yang dibacakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di pesantren Unsiq, Kalibeber Wonosobo, Ahad (8/9).

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Ulama Dunia Diminta Bantu Atasi Konflik Suriah

PBNU juga berharap agar umat Islam menghindari politik adu domba yang dimainkan oleh kekuatan adi daya yang bertujuan untuk kepentingan ekonomi (eksploitasi sumber daya alam dan minyak), dan tetap mempertahankan kekuatan hegemoni negara Israel di Timur Tengah.?

IMNU Tegal

Selanjutnya, PBNU mendorong pemerintah untuk proaktif melakukan diplomasi, melalui OKI dan PBB agar kedua organisasi internasional itu sesegera mungkin melakukan tindakan pencegahan terjadinya konflik dan agresi militer.?

Secara spiritual, PBNU menginstruksikan kepada seluruh warga NU dan umat Islam di Indonesia untuk melakukan qunut nazilah dan istighotsah agar konflik segera berakhir dan perdamaian segera terwujud. (Mukafi Niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren, News, Hikmah IMNU Tegal

Selasa, 03 Oktober 2017

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Demak, IMNU Tegal. Pengurus? Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Demak, Jawa Tengah, secara tegas menolak ektremisme berkedok agama, termasuk paham ISIS, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Langkah tersebut diambil dengan berbagai cara di antaranya melalui penyampaian pesan Aswaja melalui penerbitan buku khutbah.

“Kami mengharap tiap MWC (Majelis Wakil Cabang NU) membuat khutbah minimal lima buah khutbah dengan misi Aswaja, sesuai misi dakwah NU Demak,” harap ketua NU Demak KH Musadad Syarif saat memimpin rapat koordinasi pada acara bahtsul masail yang diselenggarakan PCNU Demak di Pesantren At Thoyyibah menawan Desa Merak, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jateng, Ahad (5/4).

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Ektremisme, NU Demak Akan Terbitkan Khutbah Aswaja

Memperhatikan hasil rapat tersebut, pada kesempatan itu pula Kiai Musadad langsung membentuk tim yang khusus menangani proses pengumpulan tulisan ini, lalu meneruskan hasilnya ke seluruh? khotib di Kabupaten Demak. Mengingat kultur masyarakat Demak, rencananya buku khutbah akan diterbitkan dalam dua versi bahasa, yakni? Indonesia dan Jawa.

IMNU Tegal

“Naskah khutbah dengan dua bahasa ini setelah terkumpul di cabang akan disempurnakan oleh tim yang ditunjuk oleh PC dan hasilnya akan kami teruskan ke khotib sekabupaten Demak melalui MWC dan Ranting,” tegas Musadad.

IMNU Tegal

Selain dihadiri pengurus PCNU, rapat itu juga dihadiri pengurus MWCNU se-Kabupaten Demak dan pengurus badan otonom NU setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Pondok Pesantren IMNU Tegal

Selasa, 05 September 2017

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng

Kebumen, IMNU Tegal. Sebanyak 13 seni budaya dari 13 negara akan tampil dalam ajang Alkahfi Intercultural Fair (AIF) sekaligus harlah ke-564 pesantren tertua di Jawa Tengah, Alkahfi Kebumen.

Agung Widhianto selaku ketua panitia AIF mengatakan, negara-negara yang dipastikan tampil di pesantren yang berdiri sejak 25 Sya’ban 879 hijriah ini, diantaranya dari Spanyol dengan penampilan Flamenco, Turki dengan dansa Sufi, Italia dengan Tarantella, Inggris dengan seni dansa Morris, serta dari China, Afganistan, Vietnam, Jerman hingga Palestina.

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

13 Negara Akan Tampilkan Kesenian Tradisional pada Harlah Pesantren Tertua di Jateng

“Acara ini membawa tujuan From Pesantren For The World,” katanya.

Agung menambahkan, acara seni budaya dari berbagai negara ini merupakan sarana ajang ta’aruf sekaligus internasionalisasi santri dalam pentas dunia. Selain itu, acara yang akan diselenggarakan di lapangan pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah ini, juga dimaksudkan untuk membangun Interaksi antara dunia pesantren dengan komunitas Internasional.

"Harapannya nilai-nilai kepesantrenan yang ada di Indonesia ini bisa dikenal oleh masyarakat internasional,” kata Agung yang juga ketua Komunitas Peduli Anak ini.

Ketua dewan pengurus pesantren Alkahfi, Ust. Sobirin menambahkan, selain untuk menggairahkan spirit santri, AIF juga bertujuan untuk menambah wawasan global sebagai ikhtiar pesantren dalam membantu pemerintah Indonesia guna memperkuat hubungan diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain.

IMNU Tegal

“Ini acara pertama kami, yang ke depan ini akan rutin. Karena dengan santri berinteraksi dengan seni budaya dunia, harapannya baik santri maupun masyarakat Internasional bisa saling mengenal. Karena ada istilah tak kenal tak sayang, sehingga dengan saling mengenal dan saling berkomunikasi maka akan terjalin cinta,” paparnya.

Acara yang akan diikuti sedikitnya 30 ribu hadirin ini berlangsung pada Ahad, 29 Mei 2016. Selain menampilkan seni budaya dari berbagai negara, AIF juga menggelar malam selebrasi dan diskusi internasional yang diselenggarakan di lapangan terbuka. Dipastikan tampil sebagai pembicara diantaranya Gus Wahyu NH Aly (Ketua Umum Kiai Muda Indonesia), Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Relawan Komunitas Peduli ASEAN) dan M. Fatkhul Mashkur. (Hasyim Habibi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Pondok Pesantren, Hadits, Kajian Islam IMNU Tegal

Sabtu, 12 Agustus 2017

IPNU-IPPNU Pati Terbitkan Buletin Khusus Edisi Kemerdekaan

Pati, IMNU Tegal. Di hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68 kemarin, Pimpinan Cabang IPNU – IPPNU Pati mengeluarkan edisi khusus mengupas mengenai kecintaan kader terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ). 

IPNU-IPPNU Pati Terbitkan Buletin Khusus Edisi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Pati Terbitkan Buletin Khusus Edisi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Pati Terbitkan Buletin Khusus Edisi Kemerdekaan

Buletin TASBIH adalah media dakwah PC IPNU-IPPNU Pati yang  diterbitkan rutin setiap hari Jum’at di sebar ke seluruh masjid-masjid se Kabupaten Pati. Hebohnya, buletin tersebut disebarkan secara gratis.

Buletin TASBIH ini sendiri sudah terbit 55 edisi. Alhamdulillah masih dapat sambutan dari kader dan masyarakat Kabupaten Pati.

IMNU Tegal

Seperti di daerah lain, gerakan paham Wahabi sangat masif menyebarkan ajaran-ajarannya yang cenderung menyudutkan ibdah amaliyah warga Nahdliyyin. Dari situlah muncul gagasan atau ide diterbitkannya buletin TASBIH. 

IMNU Tegal

Buletin TASBIH sangat bermanfaat untuk dijadikan media dalam membentengi gerakan faham Wahabi, mengingat pola dakwah dan gerakannya wahabi kebanyakan menggunakan media tulisan untuk mempengaruhi kader-kader Nahdliyyin. 

Ke depan diharapkan Buletin Tasbih bisa tersebar lebih luas ke kota-kota lain. Yaitu Cabang –cabang IPNU IPPNU Karesidenan Pati atau Kader Pantura mampu mencontoh seperti yang dilakukan oleh kader-kader IPNU – IPPNU Pati. Mengingat banyaknya media publik seperti media online yang dijadikan media dakwah sekaliagus ajang kreatifitas orang-orang wahabi untuk mengaburkan ajaran ahlussunnah waljama’ah ( NU ). 

Muhammad Mubarok, ketua PC IPNU Kabupaten Pati dan sekaligus sebagai koordinator IPNU-IPPNU sekaresidenan Pati memaparkan, media buletin adalah alat yang sangat positif dalam memberikan sumbangan pemahaman dan pendalaman ajaran –ajaran Nahdliyyin kepada masyarakat melalui tulisan. Juga menjawab supaya IPNU-IPPNU diterima secara baik di lingkungan masyarakat umum diluar warga Nahdlyyin. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ahlussunnah, Kyai, Pondok Pesantren IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock