Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

PW Ansor Jabar Siap Kembangkan Ekonomi Pemuda

Bandung, IMNU Tegal 



Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat sedang menyiapkan instrumen untuk mengembangkan potensi ekonomi untuk kalangan pemuda. Hal itu mengemuka pada l Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PW Ansor Jawa Barat di Pondok Pesantren Cijaura, Kota Bandung, Ahad (21/1).

"Tiada pilihan lain kecuali para pemuda, khususnya kader GP Ansor untuk melek dalam mengembangkan perekonomian di wilayahnya masing-masing," ujar Ketua PW Aansor Jawa Barat, Deni Ahmad Haidar.

PW Ansor Jabar Siap Kembangkan Ekonomi Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Ansor Jabar Siap Kembangkan Ekonomi Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Ansor Jabar Siap Kembangkan Ekonomi Pemuda

Saat ini, kata Deni, PW GP Ansor Jawa Barat tengah menginventarisir berbagai potensi ekonomi agar bisa dikembangkan oleh anggota GP Ansor di seluruh Jawa Barat. 

"Untuk itu kita akan support dan fasilitasi agar potensi tersebut bisa kita raih dan jalankan sehingga kader-kader GP Ansor siap berdaya saing," ujarnya.

Selain itu, lanjut Deni, pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga akan menjadi perhatian serius dalam menyambut era persaingan global tersebut.

IMNU Tegal

"Saat ini beberapa kader GP Ansor di Jawa Barat sukses menjadi direktur utama di beberapa perusahaan milik daerah. Ini semata-mata tak lepas dari kapasitas SDM yang dimilikinya," tandasnya.

IMNU Tegal

Untuk itu, lanjut Deni, pihaknya akan terus mendorong kader-kader GP Ansor di Jawa Barat untuk merebut potensi - potensi ekonomi demi kesejahteraan ummat.

"Masalah pendidikan dan kemiskinan, ini persoalan serius. Kedepan tidak ada lagi kader-kader Ansor yang hanya tamatan SD dan SMP. Kader Ansor harus unggul di berbagai lintas sektoral," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Anti Hoax, Quote, Nahdlatul Ulama IMNU Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kang Said: “Sang Kiai” Sarat Sejarah, Layak Tonton

Jakarta, IMNU Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menyambut baik segera ditayangkannya film "Sang Kiai" garapan Rapi Films. Karya layar lebar yang mengisahkan perjalanan hidup dan perjuangan pendiri NU KH Hasyim Asyari, dinilai sarat catatan sejarah yang layak tonton.

Kang Said: “Sang Kiai” Sarat Sejarah, Layak Tonton (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: “Sang Kiai” Sarat Sejarah, Layak Tonton (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: “Sang Kiai” Sarat Sejarah, Layak Tonton

"Saya secara pribadi dan atas nama NU mengimbau seluruh Nahdliyin untuk menyaksikan film ini. Ini film bagus," kata Kiai Said sesaat setelah menerima pimpinan Rapi Films Gope T. Samtani di PBNU, Jakarta, Rabu (15/5).

Kiai Said mengisahkan, salah satu penggalan menarik dari film Sang Kiai adalah saat utusan Presiden Soekarno mendatangi KH Hasyim Asyari untuk menanyakan hukum ikut peperangan melawan penjajah Belanda. 

IMNU Tegal

"Saat itu Mbah Hasyim (sapaan KH Hasyim Asyari) menjawab hukumnya wajib. Jadi jihad dalam konteks bela negara memang wajib dilakukan oleh setiap warga negara, termasuk saat itu Nahdliyin," ungkap Kiai Said. 

Lebih lanjut Kiai bergelar Doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekah, tersebut menambahkan, banyak catatan sejarah keikutsertaan NU dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan yang terangkum dalam film Sang Kiai. "Banyak sejarah NU yang di zaman Orde Baru disembunyikan, diungkapkan di film Sang Kiai," pungkasnya. 

IMNU Tegal

Pemutaran perdana film Sang Kiai dijadwalkan pada tanggal 20 Mei mendatang di Tethre XXI Epicentrum, Jl. Rasuna Said, Jakarta. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa KH Hasyim Asyari terhadap Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga dijadwalkan menghadiri pemutaran perdana film tersebut. Film akan diputar serentak di bioskop Indonesia mulai 30 Mei ini. 

Penulis: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote IMNU Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Jember, IMNU Tegal



Kitab kuning mempunyai kontribusi penting dalam merekonstruksi tumbuh kembangnya Islam yang ramah. Di dalam kitab kuninglah Islam yang rahmatal lil alamin dijabarkan secara detail yang kemudian dalam konteks keindonesiaan dikenal dengan ? istilah ? Islam Nusantara. Karena itu, para santri dan pemuda Nahdlatul Ulama diimbau untuk tidak bosan-bosannya belajar membaca dan memahami isi kitab kuning.?

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember H. Miftahul Ulum di hadapan peserta Musabaqah Kitab Kuning di Pondok Pesantren Nurul Falah, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Sabtu (8/4).

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Kuning Landasan Berpikir Islam Nusantara

Menurut Cak Ulum, sapaan akrabnya, kitab kuning merupakan salah satu landasan penting cara berpikir para ulama NU dalam memahami Islam secara konprehensif.?

"Kitab kuning adalah kitab yang menjadi materi pokok di pondok pesantren sejak dulu. Dan kitab kuning itulah yang menjadi konstruksi berpikir para ulama seperti Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Kholil Bangkalan, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Asad Syamsul Arifin dan sebagainya," ucap Cak Ulum.

IMNU Tegal

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan, ulama Indonesia juga banyak yang mempunyai karya kitab kuning, yang itu melengkapi referensi khazanah keislaman Nusantara.?

Dikatakannya, Islam Nusantara menjadi terasa kian penting disaat gerakan liberalisme dan radikalisme semakin massif menyusup dalam kehidupan masyarakat.?

Islam Nusantara, katanya, adalah Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan bangsa Indonesia, dan pada saat yang sama juga "memusuhi" liberalisme.?

IMNU Tegal

"Radikalisme itu sangat berbahaya. Liberalisme juga tidak bagus. Karenanya, santri dan pemuda NU harus belajar ktiab kuning untuk menangkal dua pemikiran tersebut," jelasnya.

Musabaqah Kitab Kuning itu diikuti ratusan santri putra dan putri dari berbagai pondok pesantren ? se-Kabupaten Jember. Sejumlah pengurus PCNU Jember dan para kiai juga tampak hadir di perhelatan tersebut.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, AlaSantri, Jadwal Kajian IMNU Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Penting, Dakwah dengan Tulisan

Bantul, IMNU Tegal. Dakwah, selain dilakukan dengan lisan, penting juga dengan tulisan. Dengan menulis, da’i mampu memberikan pengalaman dakwahnya kepada publik, sehingga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penting, Dakwah dengan Tulisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penting, Dakwah dengan Tulisan

Demikian disampaikan KH Munawir AF, saat menerima silaturahim aktivis dakwah Kodama (Korp Dakwah Mahasiswa), di ndalemnya Krapyak Bantul, Yogyakarta, Rabu (8/5).

“Menjadi da’i harus juga menjadi penulis, biar aktivitas dakwahnya bisa menjadi pelajaran buat generasi masa depan,” kata kiai yang Mustasyar PWNU DIY ini.

IMNU Tegal

Bagi Kiai Munawir, semangat menulis jangan sampai padam. Dengan menulis, maka spirit dakwah akan menjadi abadi. Kisah dakwah para kiai akan “selesai” kalau tidak ditulis. Dengan ditulis, maka bisa melahirkan semangat berkobar bagi lahirnya generasi da’i masa depan yang lebih progresif.

IMNU Tegal

Ia juga menuturkan, contoh dakwah dengan tulisan yang paling sederhana menceritakan kealiman guru. Ia mengaku setiap membuka akun Facebook, selalu menulis kisah-kisah gurunya, di antaranya KH Ali Maksum, yang sangat menginspirasi jalan hidupnya.

“Dengan menulis kisah-kisah Mbah Ali Maksum dan Krapyak, semoga menjadi inspirasi dan ibroh buat sesama,” pungkasnya.

Redaktur         : Abdullah Alawi

Kontributor     : Jamil dan Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, Anti Hoax, Hikmah IMNU Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Perguruan Tinggi NU Makin Dibutuhkan Masyarakat

Kudus,IMNU Tegal. Keberadaan Perguruan Tingga Nahdlatul Ulama (PTNU) yang mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal jamaah (Aswaja) semakin dibutuhkan masyarakat. PTNU dibutuhkan bukan hanya kalangan nahdliyin melainkan dari mancanegara.

?

Demikian yang disampaikan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi NU H.Noor Ahmad pada acara Wisuda ke 3 Akademi Kebidanan Muslimat NU Kudus di Hotel Griptha, Sabtu (20/9).

Perguruan Tinggi NU Makin Dibutuhkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi NU Makin Dibutuhkan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi NU Makin Dibutuhkan Masyarakat

Noor Ahmad mengatakan PTNU mempunyai ciri ajaran Aswaja yang menanamkan nilai-nilai Islam rahmatal lil alamin. Banyak diantara masyarakat indonesia dan tokoh mancanegara merasa kagum akan eksistensi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang semakin tumbuh berkembang.

IMNU Tegal

?

"Belakangan, PTNU berbasis Aswaja sedang dicari-cari banyak orang karena mereka cocok dengan ajaran Islam rahmatal lil alamin yang dikembangkan PTNU," ujarnya.

IMNU Tegal

Ahmad mencontohkan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang masih menyembunyikan ideologi Aswaja-nya diminta seorang asesor akreditasi untuk menampakkan secara terang-terangan dan jelas jati diri tersebut pada visi misi universitas yang dipimpinnya. Bahkan, Duta Besar negara Philipina dan Thailand juga akan memberikan beasiswa mahasiswa sebagai apresiasi terhadap perkembangan Unwahas.

?

"Sekarang tidak perlu ditutupi, kalau bisa Aswajanya ditulis yang besar dalam visi misi karena itu menjadi ciri khas perguruan tinggi NU," kata Rektor Unwahas.

?

Di depan civitas Akademika akbid Muslimat NU ini, Ahmad mengajak semua pengelola untuk selalu bekerja keras dan bertanggung jawab meningkatkan kualitas PTNU. Berbagai komponen yang tidak terpisahkan dari NU diharapkan bersama-sama membesarkan perguruan Tinggi milik NU. ?

?

"Sekarang ini, insya Allah menjadi era kebangkitan NU sehingga perguruan tinggi ke depan akan semakin lebih baik," tandasnya. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote IMNU Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Menjadi Santri di Era Millennial

Oleh Faried Wijdan

Tinta emas sejarah mencatat kaum santri selalu tampil memberi sumbangsih dan mencurahkan darma baktinya bagi eksistensi negara dan Bangsa, baik pada periode prakolonial, zaman kolonial, era kemerdekaan, Orde Baru, dan reformasi. Banyak penelitian dan buku sejarah ‘merekam’ semua ini. Dan menjadi sebuah fakta sejarah bahwa santri senantiasa memberikan sumbangan maha penting dan berharga bagi masyarakat bangsa, bukan hanya dalam pembentukan karakter positif nan luhur bagi individu-individu anak bangsa, melainkan juga bagi utuhnya sistem Negara Bangsa dengan seluruh pilarnya.

Menjadi Santri di Era Millennial (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Santri di Era Millennial (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Santri di Era Millennial

Santri sebagai out put pesantren terbukti tidak hanya mempunyai intelektualitas yang tinggi, tapi juga sosok yang memiliki kecerdasan spiritual di atas rata-rata. Santri hidup dan digembleng tentang arti solidaritas, tenggang rasa, dan kebersamaan, memperoleh piwulang integral dari soal moral sampai keterampilan hidup (life skill). Santri diajari soal keduniaan sampai keakhiratan. Inilah karakter pendidikan pesantren yang komunal, integral, dan futuristik.

IMNU Tegal

Kekecualian Santri

Pertama, penjelajah intelektual yang kritis. Karena keahlian dan penguasaan ilmu alat (nahwu) dan bahasa santri terbiasa membaca sendiri khazanah kitab-kitab klasik maupun modern. Santri adalah sosok pembelajar mandiri, otodidak, dan ‘luas ilmu dan referensinya’. Santri terbiasa berdiskusi, berdebat ilmiah, membaca secara mendalam, meresume, dan mengulang-ulang pelajaran (takrar). Semua aktivitas tersebut men-drill santri untuk berani mengemukakan pemikiran, membangun argumentasi dan mempertahankan, melatih santri berpikir kritis dan analisis, melecut santri untuk menulis, dan menguatkan daya ingatnya.

IMNU Tegal

Kedua, moderat dan toleran. Dalam melihat, memahami, lalu menghukumi sesuatu, santri memiliki kesadaran diri bahwa sesungguhnya setiap orang tidak memiliki hak mengatakan yang paling benar. Santri tidak mudah menyalahkan orang lain dan mengafirkan sesama. Sikap toleran santri berupa akhlak terpuji dalam pergaulan, saling menghargai antara sesama manusia. Sikap moderat dan toleran berjalan berkelindan dengan laku lampah santri sehari-hari. Artinya, jika ada santri ekstrim dan tidak toleran, ia telah mengabaikan ajaran substantif dari nilai-nilai dasar pesantren. Pribadi santri diasosiasikan sebagai sosok yang mempunyai kepribadian saleh (baik ritual maupun sosial), berawawasan inklusif, toleran, humanis, kritis dan berorientasi pada komitmen kemanusiaan, keadilan dan kesetaraan (al-musawah).

Ketiga, mencintai Tanah Air. Cinta tanah air bagian dari iman. Santri harus setia pada NKRI, mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. Jika ada santri yang menyerukan penggantian dasar dan bentuk negara, dipastikan ia adalah santri abal-abal. Di dalam tubuh santri mengalir darah nasionalisme.

Keempat, mandiri, sederhana, ikhlas, asketis, rendah hati, dan selalu istikamah menjaga marwah diri. Kemandirian adalah merupakan elemen esensial dari moralitas yang dimiliki kaum santri. Kemandirian adalah sebuah kekuatan internal individu yang diperoleh melalui proses individuasi, yaitu proses realisasi kedirian dan proses menuju kesempurnaan ketika di pesantren. Selepas dari pesantren, setiap santri mampu berpikir alternatif dan memikirkan cara hidup, pandai memanfaatkan kesempatan dan peluang, senantiasa optimis dan melihat peluang, menyesuaikan diri dalam segala peran. Santri jebolan pesantren biasanya memeliliki kemandirian aman (secure autonomy), sebuah kekuatan untuk menumbuhkan cinta kasih pada dunia, kehidupan, dan orang lain, sadar akan tanggung jawab bersama, dan tumbuh rasa percaya diri terhadap kehidupan. Kekuatan ini digunakan untuk mencintai kehidupan dan membantu orang lain. Berapa banyak kita mendengar success stories para alumni pesantren. Meraka bisa berdarma dan berkarier di semua matra kehidupan, dari guru ngaji, politisi, seniman, entrepreuneur, aktifis, sampai praktisi IT dengan bisnis rintisannya (start up).

Kelima, visioner. Santri dididik untuk berpandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kearifan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan dan meminimalisir hal-hal negatif. Santri harus siap kembali ke masyarakat, berproses ditengah-tengah masyarakat, membimbing dan mengajarkan agama, membangun perekonomian rakyat kecil, mengembangkan kualitas pendidikan, memberikan keteladan moral dan dedikasi, serta aktif melakukan kaderisasi demi menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Seseorang tidak memperoleh predikat ‘muslim yang baik’ karena ia tidak pernah memikirkan masa depan Islam. Sedangkan santri yang kurang sempurna dalam menjalankan ajaran agama dianggap sebagai ‘muslim yang baik’, karena ia memikirkan masa depan Islam. Sebagai mahluk sosial dalam komunitas berbangsa, santri dituntut memberikan manfaat kepada orang lain dalam kerangka ibadah sosial. Sebagai pembangun bumi (imaratul ardhi), santri harus mampu mengelola, mengembangkan, dan melestarikan sumber daya alam. Santri harus menjadi pelopor gerakan hijau (go green) dan mengejawantahkan fikih lingkungan (fiqh biah) yang mereka pelajari.

Pendek kata, di pesantren, santri dididik soal: karakter (character), rasa ingin tahu (curiosity), kreativitas (creativity), ilmu dakwah/komunikasi (communication), berpikir kritis (critical thinking), bekerjasama (collaboration), tanggung jawab kultural dan sosial (cultural and social responsibility), penyesuian diri (adaptibility), melek media dan digital (digital and media literacy), penyelesain masalah dan membuat keputusan (decision making and problem solving), sehingga melahirkan pribadi-pribadi beretika luhur (strong ethic), terpercaya dan bertanggung jawab (dependability and responsibility), berakhlak mulia (possesing a positive attitude), lentur (adaptibility), jujur dan berintegritas (honesty and integrity), memiliki motivasi untuk tumbuh dan belajar (motivated to grow and learn), tangguh dan percaya diri (strong self and confidence).

Santri di Zaman Millennial

Kapital sosial santri sungguh luar biasa yang senantiasa menyatukan diri secara integral bersama masyarakat, memiliki basis dan jejaring sosial yang sungguh dahsyat. Potensi yang dimiliki oleh santri selama ini dinilai masih belum tereksplorasi dan termanfaatkan dengan baik dalam membangun bangsa, padahal santri merupakan individu-individu pilihan masyarakat yang diharapkan mampu berbuat sesuatu demi kebangsaan dan kesejahteraan umat.

Santri harus terus mengembangkan diri untuk meneruskan estafet perjuangan para pendahulunya. Perlu dipikirkan bagaimana menciptakan santri agar memiliki kemampuan diferensial dan distinctive dalam menghadapi perkembangan perubahan mondial (global) dan dapat berkiprah dalam wilayah-wilayah sosial, ekonomi, politik maupun pemerintahan. Santri bukan hanya menguasai kitab-kitab kuning saja tapi juga mampu survive dan memberikan warna tersendiri dalam berbagai sektor kehidupan. Santri meski mempunyai bidang "keahlian dunia", di bidang kedokteran, kimia, IT dan desain komunikasi visual, astronomi, nuklir, dan lain-lain sehingga mandiri, tak tergantung ‘angin politik’ dan ‘tidak tegoda’ untuk sibuk ‘menyusun proposal’.

Di era millenial, santri fardhu ain melakukan jihad-jihad kekinian di zaman kacau (mess age) ini. Santri harus menjadi generasi langgas yang moderat dan toleran di dunia maya. Santri harus aktif dan berani mentransfer, mengampanyekan sekaligus mensosialisasikan doktrin Islam yang toleran dan anti kekerasan di dunia maya. Santri adalah garda terdepan yang mendakwahkan Islam yang teduh, bukan rusuh. Santri harus menjadi ‘promotor’ persatuan, perdamaian, dan ketertiban. Bukan malah menjadi ‘buzzer’ kemunkaran, permusuhan, fitnah dan ujaran kebencian.

Santri itu harus serbaguna, serbabisa, multitalenta. Santi tidak boleh kudet (kurang update). Santri harus berpikir konstruktif, reflektif, aktif, efektif, kreatif, inovatif. Santri harus terus menjadi pelaku sejarah, bukan beban sejarah. Santri harus menjadi paku bumi sebagaimana amanat Alm. KH Abdul Aziz Mansur. Santri harus mampu mengambil peran sebagai lokomotif perubahan sosial demi kemaslahatan umat, bukan sekadar pendorong. Selamat merayakan Hari Santri Nasional!

Penulis adalah alumni UIN Syarif Hidayatullah JakartaDari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Syariah, Berita, Quote IMNU Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Jakarta, IMNU Tegal. Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Obaidullah Obaid didampingi Dubes Afganistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat melakukan kunjungan ke PBNU dan ditemui oleh Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali, Jum’at (17/1).

Pertemuan tersebut banyak membahas perkembangan mahasiswi Afganistan yang mendapat beasiswa PBNU yang sekarang sedang belajar di Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Pendidikan Tinggi Afganistan Kunjungi PBNU

Perwakilan dari Universitas Wahid Hasyim yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan perkembangan yang menggembirakan dari para calon mahasiswa, yang sekarang sedang memperdalam bahasa Indonesia. “Hanya dua bulan, mereka sudah bisa berbahasa Indonesia dengan lancar,” kata perwakilan tersebut.

IMNU Tegal

Dalam tahap pertama, mereka juga diperkenalkan dengan adat istiadat Indonesia, serta belajar agama di pesantren, seperti membaca kitab kuning atau memperbaiki bacaan Qur’annya.

IMNU Tegal

Bukan berarti semuanya berjalan lancar, masalah perbedaan budaya antara Afganistan dan Indonesia juga menjadi kendala yang membutuhkan waktu untuk penyesuaiannya.

H As’ad Said Ali menjelaskan, jika program pertama sebanyak 23 orang ini sukses, PBNU akan menambah penerima beasiswa dalam jumlah yang lebih besar. 

Dalam hal ini prioritas PBNU adalah penerima beasiswa untuk bidang sains dan teknologi. “Kita tidak memberi mereka beasiswa dalam bidang agama. Disini belajar sains dan teknologi sekaligus sambil belajar agama di pesantren,” katanya.

Obaidullah Obaid mengapresiasi peran PBNU dalam membantu peningkatan SDM bagi anak muda Afganistan untuk belajar di Indonesia. Ia berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan lebih baik. 

Selain dari Afganistan, PBNU juga memberikan beasiswa ke pelajar Muslim di Thailand Selatan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Khutbah, Quote, Sejarah IMNU Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Anjuran Minta Doa kepada Orang Sakit

Salah satu aktivitas rutin Rasulullah SAW setelah shalat Jum’at adalah membesuk orang sakit. Dalam banyak literatur sejarah dikisahkan bahwa Beliau SAW tidak hanya mengunjungi orang Muslim, tetapi Beliau juga kerap mengunjungi non-muslim yang sedang terkena musibah.

Sikap ini perlu ditiru dan diteladani dalam rangka memupuk tali persaudaraan antarsesama manusia.

Di samping menjalin keakraban, mengunjungi orang sakit juga memiliki hikmah dan manfaat bagi orang yang membesuk. Manfaat ini mungkin sering kali dilupakan oleh banyak orang. Acap kali ketika bertemu orang sakit kita mendoakan mereka agar lekas sembuh.

Anjuran Minta Doa kepada Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran Minta Doa kepada Orang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran Minta Doa kepada Orang Sakit

Namun, kita lupa meminta mereka untuk mendoakan diri kita sendiri. Padahal doa orang yang sakit itu sama dengan doa malaikat, sebagaimana yang dijelaskan al-Nawawi dalam kitabnya al-Azkar seraya mengutip hadis dari Umar Ibn Khatab,

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Umar bin Khatab berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila kamu mengunjungi orang sakit, mintalah ia untuk mendoakanmu, karena sesungguhnya doa mereka sama dengan doa malaikat.” (HR: Ibn Majah, dan lain-lain).

IMNU Tegal

Hadis yang dikutip An-Nawawi ini menunjukan bahwa selain mendoakan saudara dan teman yang sakit, seharusnya kita juga minta didoakan sebab doa mereka hampir sama dengan doa malaikat.

Orang yang sedang sakit biasanya mereka lebih ingat kepada Allah dan sering berdzikir kepada-Nya. Dirinya seakan-akan bersih dari dosa saking seringnya berdzkir seperti halnya para malaikat.

Orang yang dirinya bersih dosa biasanya permohonanya lebih didengar oleh Allah SWT. Maka dari itu, sering-seringlah mengunjungi orang sakit dan jangan lupa minta mereka agar mendoakan kita. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote IMNU Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Sidoarjo, IMNU Tegal. Pelajar NU Sidoarjo kembali menggelar acara rutinan setiap bulan sekali yakni Maulid Diba wa Talim yang ke XI di Masjid Maslakhul Huda Desa Wonoayu pada Ahad, 15 November 2015. Acara ini dihadiri oleh PAC/PKPT IPNU-IPPNU se-kabupaten Sidoarjo.?

Gema sholawat berkumandang dengan merdunya sejak acara dimulai pada pukul 08.00-11.30.?

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

"Acara ini merupakan momentum untuk menjaga budaya shalawat tetap terjaga di kalangan pelajar Nahdliyin," tutur Mohammad Hendra selaku ketua PAC IPNU-IPPNU dalam sambutannya.?

IMNU Tegal

KH Ahmad Imam Jazuly dalam mauidhoh hasanah mengajak hadirin untuk mempertahankan tradisi dan amaliyah yang baik agar mendapat manfaat yang baik (Zamroni/Mukafi Niam)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal AlaNu, Ubudiyah, Quote IMNU Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Jariyah untuk NU, IPNU-IPPNU Banyuwangi Bekali Kader Kemampuan Riset

Banyuwangi, IMNU Tegal

Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi menggelar kegiatan bertajuk “Ngaji Riset” di Aula Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Karangdoro, Tegalsari.

Jariyah untuk NU, IPNU-IPPNU Banyuwangi Bekali Kader Kemampuan Riset (Sumber Gambar : Nu Online)
Jariyah untuk NU, IPNU-IPPNU Banyuwangi Bekali Kader Kemampuan Riset (Sumber Gambar : Nu Online)

Jariyah untuk NU, IPNU-IPPNU Banyuwangi Bekali Kader Kemampuan Riset

Menurut Ketua PC IPNU Banyuwangi Yahya Muzakki, kegiatan? berlangsung Sabtu (26/11) sore tersebut diikuti peserta yang telah mengikuti jenjang Latihan Kader Muda (Lakmud) se-kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut, kata dia, dilakukan sebagai terobosan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kader NU Banyuwangi ke depan.

IMNU Tegal

“Di tahun 2045 mendatang, negara kita akan mengalami bonus demografi. Sebagai langkah konkrit kita sebagai kader NU, perlu kiranya mempertajam kemampuan riset. Dengan bekal ini, kader-kader kita mampu memberikan pengaruh posisi terpenting di tahun mendatang, bukan hanya dipengaruhi oleh orang-orang lain,” ungkapnya.

Direktur Student Research Center (SRC) PW IPNU Jatim Ahmad Ainun Najib mengatakan, pembekalan riset kepada seluruh alumni peserta Lakmud sebagai langkah konkrit jariyah kita kepada NU.

IMNU Tegal

“Manifestasi jariyah konkrit IPNU IPPNU kepada NU adalah menggerakkan roda kaderisasi serta mendidik para kader,” ujarnya.

Ia menegaskan, tak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, akan membentuk Lembaga SRC di PC IPNU IPPNU Banyuwangi. Karena melihat potret generasi tua yang cerdas itu biasa, tapi sangat luar biasa jika generasi muda yang tampil cerdas dan jenius.

Hal itu pula disampaikan Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah. “Tak menutup kemungkinan dengan langkah ini mengantarkan organisasi kita ke depan menjadi lebih baik,” harapnya.

Ngaji Riset, menurut Wakil ketua Departemen Dakwah H. Khotibul Umam merupakan upaya untuk memperkaya metode dakwah. Saat ini berdakwah harus mengalami modifikasi untuk memancing generasi muda NU lebih baik. (M. Sholeh kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote IMNU Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

Solo, IMNU Tegal. Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta yang merupakan pesantren Al-Qur’an tertua di Solo saat ini tengah membangun gedung baru, yang rencananya dipakai untuk madrasah tahfidzul Qur’an.

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muayyad Bangun Gedung Tahfidz Al-Quran

“Pembangunan gedung baru sudah sampai lantai tiga dan saat ini  tengah dilakukan pengecoran lantai  empat,” ujar Khoirudin salah satu pengurus Pesantren saat dihubungi, Kamis (9/1).

Gedung baru tersebut terletak di komplek Pesantren Al-Muayyad yang tepatnya berada di belakang gedung Madrasah Aliyah. “Dulunya tempat ini merupakan kediaman ustadz/ustadzah pesantren, namun karena tidak ada lahan lain untuk membangun gedung baru akhirnya kediaman ustadz/ustadzah dipindahkan,” imbuhnya.

IMNU Tegal

Senada dengan Khoirudin, salah seorang pengurus pesantren, Umi Hanifah, menjelaskan bahwa banyaknya santri yang minat untuk melanjutkan ke program tahfidz (hafalan al-Quran) menjadi salah satu latar belakang didirikannya gedung baru.

IMNU Tegal

“Sekarang banyak santri baru maupun santri lama yang ketika jenjang Aliyah melanjutkan ke program tahfidz sehingga butuh gedung baru untuk memfasilitasinya” paparnya.

Sedangkan dana untuk pembangunan diperoleh melalui program gerakan wakaf madrasah tahfidzul Qur’an yang dilakukan oleh alumni. Umi berharap agar pembangunan dapat berjalan lancar, sukses, dan berkah. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Quote, Aswaja IMNU Tegal

Minggu, 19 November 2017

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

Ponorogo, IMNU Tegal. Keinginan Warga Nahdlatul Ulama (PCNU) KabupatenPonorogo, JawaTimur untukmendapatkan layanan pendidikan tinggi yang berbasis Ahlussunnah wal Jamaah akan segera terwujud. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Ponorogo merampungkan evaluasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Ponorogo Segera Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Ponorogo Segera Diluncurkan

“Alhamdulillah izin sudah masuk di BAN PT untuk akreditasi 10 prodi (program studi) yang diajukan. Semoga awal bulan Agustus 2016 izin sudah keluar,” ungkap Murdianto An-Nawie dari Bidang Pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) PCNU Ponorogo, Ahad (31/7).

Menurut Murdianto, kalau izin dari Dikti dan BAN PT sudah keluar, maka UNU Ponorogo akan segera diluncurkan serta memulai proses penerimaan mahasiswa baru.?

“Bulan depan Insyaallah UNU Ponorogo sudah bisa launching. Setelah itu baru rekrutmen dan pendaftaran mahasiswa baru,” terang Wakil Rektor I INSURI Ponorogo ini.

Berbagai fasilitas telah dipersiapkan untuk pendirian kampus NU tersebut, gedung 16 lokal, 3 unit laboratorium dan tanah seluas 11.000 meter persegi yang akan ditempati. Untuk mengurus berbagai fasilitas dan administrasi pendirian UNU, PCNU Ponororgo membentuk tim ad hoc pendirian UNU, terdiri dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. “Mohon do’a restu dari semua pihak,” pinta Murdianto. (Effendi Abdul Wahid/Fathoni)

IMNU Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, Habib IMNU Tegal

IMNU Tegal

Jumat, 10 November 2017

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Kupang, IMNU Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur? Jamal Ahmad mengungkapkan, tiga Pengurus Cabang NU (PCNU) terancam gagal mengikuti Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang lantaran masa kepengurusan yang kadaluarsa.

Sampai saat ini ketiga PCNU itu belum melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai ajang pergantian pemimpin. Jamal mengingatkan, bila amanah organisasi untuk Konfercab belum terlaksana maka pihaknya tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam perhelatan yang yang bakal digelar di Jombang, Jawa Timur itu.

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Ia mengatakan, dari total 19 PCNU se-NTT, 16 di antaranya sudah melaksanakan Konfercab, sesuai data surat permohonan yang masuk di sekretriat PWNU NTT. PCNU yang belum masuk surat permohonan antara lain PCNU Sikka, PCNU Manggarai Barat, dan PCNU Ngada.

IMNU Tegal

Jamal mengimbau PCNU yang telah purna masa kepengurusan sesegera mungkin melakukan pemilihan rais dan ketua. ”Jika tidak maka akan berdampak pada keikutsertakan dalam muktamar nanti. Kita akan berikan surat pemberitahuan ulang,” ujarnya.

IMNU Tegal

Kepala Sekretariat PWNU Abdul Syukur SH membenarkan, hingga kini belum ada lagi surat permohanan yang masuk di sekretariat PWNU NTT. “Sejauh ini, belum ada surat masuk,” kata Syukur di Sekretariat PWNU NTT di Jalan W CH Oematan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (24/3). (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Internasional, Sholawat, Quote IMNU Tegal

Rabu, 01 November 2017

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’

Demak, IMNU Tegal. Usai sholat Jum’at pada Jumat (6/11) siang, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan Mranggen menyelenggarakan sholat Istisqa’. Rangkaian sholat memohon hujan ini diikuti pengasuh dan lebih dari 500 santri dari berbagai pesantren yang ada di Mranggen. Selain santri, warga juga masuk dalam barusan shaf sholat Istisqa’ itu.

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Berharap Hujan, Ratusan Santri Mranggen Gelar Sholat Istisqa’

Sholat Istisqa’ ini diadakan di lapangan desa Kembangarum, kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Bertugas sebagai imam adalah KH Muhibbin Muhsin Al-Hafidz. Sementara khotibnya adalah KH Shonhaji Sulaiman.

Dalam khotbahnya Kiai Shonhaji mengajak para jama’ah untuk tidak henti-hentinya membaca istighfar dan senantiasa bertobat serta bertakwa kepada Allah SWT.

IMNU Tegal

“Karena dengan bertakwa kepada Allah kita akan menjadi orang yang beruntung dan apa yang kita inginkan akan dikabulkan oleh Allah SWT.”

IMNU Tegal

Mereka berharap setelah diadakan sholat Istisqa’ ini Allah menurunkan hujan yang penuh nikmat dan keberkahan.

Sholat Istisqa’ ini ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH Agus Maghfur Murod dan KH Ishaq Ahmad. (Abdus Shomad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Kiai, Fragmen, Quote IMNU Tegal

Kamis, 28 September 2017

Habib Lutfi: Harga Diri Bangsa Harus Dijaga

Brebes, IMNU Tegal

Bangsa Indonesia mengalami berbagai bencana bukan karena kemaksiatan. Pasalnya, kemaksiatan itu sebagai mahluk, sehingga tidak memiliki kekuasaan untuk menimpakan bencana. Hanya Allah yang berkuasa menimpakan atau meredam bencana. Kemaksiatan sebagai sarana menuju bencana. Artinya, jika sudah tersedia sarana, maka bencana itu akan datang dengan mudahnya.

Agar bencana tidak cepat datang, tentunya kran kemaksiatan itu harus ditutup. “Kekeliruannya, Indonesia terlalu mudah membuka pintu maksiat,” ujar Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyah Tharekat al-Muktabarah an-Nahdliyah, Habib Lutfi bin Ali Yahya saat menyampaikan tausiyan pada Istighosah Qubro untuk Keselamatan Bangsa di alun-alun Brebes, Ahad (21/11).

Habib Lutfi: Harga Diri Bangsa Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfi: Harga Diri Bangsa Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Lutfi: Harga Diri Bangsa Harus Dijaga

Dipermudahkannya ijin kemaksiatan, kata Habib, menjadikan sendi-sendi kebangsaan kita rapuh dan porak poranda. Perilaku sosial kemasyarakatan kita menjadi panas sehingga bumipun turut panas. “Saatnya harga diri bangsa harus dijaga, dengan menutup rapat-rapat kran kemaksiatan,” ajak Habib.

IMNU Tegal

Menurut Habib, karena kemaksiatan menyebabkan hati kita kotor. Hati kita seperti besi, keras dan penuh karat. Untuk menghancurkannya, bisa dengan jalan dzikir. Agar hati selalu tenang, selalu lembut, selalu ingat pada Allah SWT, harus dilatih dari sekarang.

Yang menjadi pertanyaan Habib Luthfi, akan kita bekali apa anak cucu kita? Sedangkan kemaksiatan masih bergelimpangan di muka bumi. Apa yang kita perbuat sekarang, mestinya tidak mengecewakan para pendahulu yang telah menanamkan pondasi kebajikan. “Makam para Wali saja, telah memberkahi kita yang masih hidup,” banding Habib.

IMNU Tegal

Langkah kongkrit, lanjut Habib, cukup dengan ikhtiar sederhana. Yakni dengan menunjukan partisipasi aktif dalam segala segi kehidupan. Seperti dalam pembangunan bangsa, partisipasi dalam membayar pajak, akan mensejahterakan masyarakat. “Tanpa bantuan masyarakat, pembangunan bangsa takan terwujud,” tandasnya.

Habib mengingatkan, ketika kemungkaran dan kemaksiatan masih terus bercokol dan makin menggunung dimuka bumi, dikhawatirkan barokah Allah SWT akan diangkat. “Marilah, kita isi hari-hari dengan penuh kasih sayang lewat pemasyarakatan istighfar,” pungkasnya.

Sementara, menurut Ketua Panitia Penyelenggara Mulya Didi Istighosah Qubro digelar Pemkab Brebes bekerja sama Kantor DPJ Jateng I. Kegiatan ini digelar untuk memberi kesejukan bagi warga Brebes khususnya, sehingga selalu dalam lindungan Allah SWT. “Kegiatan ini juga sekaligus untuk  sosialisasi pajak. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote IMNU Tegal

Kamis, 31 Agustus 2017

Habib Luthfi Minta Foto Pahlawan Dipasang di Rumah

Brebes, IMNU Tegal. Rais ‘Aam Jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah (JATMAN) Habib Lutfie bin Ali Yahya berharap generasi muda agar tidak perlu malu-malu memajang foto pahlawan, pendiri NU maupun kiai kampung yang telah berjasa pada kita.

“Kita perlu memajang foto KH Hasyim Asyari dengan harapan anak cucu kita akan selalu bertanya, siapa mereka itu?” ajak Habib saat menyampaikan ceramah pada peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan Khaul Kiai Anwar bin Munawar ke-25 Desa Kaligangsa Kulon Kecamatan Brebes, Brebes, Jateng, Kamis malam (13/2).

Habib Luthfi Minta Foto Pahlawan Dipasang di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Minta Foto Pahlawan Dipasang di Rumah (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Minta Foto Pahlawan Dipasang di Rumah

Dari pertanyaan kecil itu, lanjutnya, akan memberi wawasan kepada anak dan cucu kita kalau mereka telah menuntun diri kita menjadi manusia yang berguna untuk bangsa, negara dan agama. “Jangan sampai penghargaan kepada pendahulu kita terputus gara-gara keliru mengkomunikasikan tokoh yang harus menjadi panutan,”katanya.

IMNU Tegal

Habib Luthfi mengajak hal itu karena menurutnya penghargaan kepada para pejuang NKRI maupun pejuang Islam kian terputus. Terbukti, di rumah-rumah kita sudah jarang di pajang foto-foto mereka.

Sehingga, kata habib asal Pekalongan ini, anak cucu kita tidak lagi mengenal siapa pendiri NKRI, siapa pendiri NU, siapa pendiri Muhammadiyah, siapa pendiri Al Irsyad dan tokoh-tokoh besar lainnya yang telah berjasa terhadap NKRI maupun kebesaran Islam.

IMNU Tegal

Lebih lanjut ia mengataka, makna dari Maulud Nabi, pada dasarnya bagaimana sikap kita memberi penghargaan kepada pendahulu-pendahulu kita dengan meneruskan perjuangan dan ilmu-ilmu yang telah ditransfernya. “Yang lebih utama, bagaimana sikap kita menghargai kedua orang tua kita,” tuturnya.

Habib memberikan resep, bila ingin diangkat derajatnya  cukup dengan melakukan tiga persyaratan. Pertama, taat kepada kedua orang tua, kedua gemar jariyah dan ketiga, ilmu yang bermanfaat.

Dalam kesempatan tersebut, turut memberikan mauidlotul hasanah Rais Suriyah PCNU Brebes KH Amin Mashudi dan dalang kondang dari Tegal yang kini menjadi Bupati Ki Entus Susmono.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, Kabag Humas Setda Brebes Drs Atmo Tan Sidik, Kabag Kesra Setda Brebes Syaeful Islam dan sejumlah pejabat lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Ubudiyah, Quote IMNU Tegal

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Bogor, IMNU Tegal. Pesatnya perkembangan teknologi dan tumbuh suburnya stasiun televisi baru, baik di pusat dan daerah melahirkan banyaknya lapangan pekerjaan dalam dunia broadcasting. 

Untuk mengetahui dan memanfaatkan peluang baru tersebut, PCNU Kabupaten Bogor mengadakan Workshop TV Production dengan menghadirkan narasumber Harry Pantja. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian acara dari program PBNU yang dilakukan dalam rangka membekali kader muda NU yang bermaksud terjun ke dalam dunia  broadcasting.

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Bogor Lirik Bisnis Entertainment

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor, H Akhsan Ustadhi yang sekaligus selaku pelaksana menyatakan, “Saya berharap dengan adanya workshop ini, kaum muda NU diharapkan dapat mengikuti perkembangan dunia teknologi dan broadcasting.” 

IMNU Tegal

Acara ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Bogor KH Romdoni, beberapa pengurus dari PBNU Jakarta, IPNU, IPPNU, KMNU IPB, PMII Universitas Pakuan, PMII Universitas Djuanda, pesantren Al-Karimiyah Yasina, dan beberapa pelajar dari SMU sekitar wilayah Bogor.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya workshop, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan. Hingga sampai acara selesai masih banyak pertanyaan yang belum sempat terjawab karena waktunya habis. 

IMNU Tegal

Pada Kesempatan itu Harry Pantja selaku narasumber memaparkan secara detail mengenai langkah-langkah membuat tayangan untuk acara program televisi, serta bagaimana caranya agar dapat menemukan ide-ide yang cemerlang sehingga acara tersebut dapat diterima dan disukai oleh masyarakat. 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Harry Pantja juga memberikan  memberikan wejangan agar generasi muda NU tidak bergantung kepada orang lain dalam hal pekerjaan, dalam artian harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan  sendiri, salah satunya melalui dunia broadcasting yaitu dengan membuat Production House sendiri. 

Hal yang senada dikemukakan oleh Wakil Bendara dari PBNU H Nasirul Falah, yaitu agar kader NU mulai merintis usaha dari mulai usia muda sehingga kelak di kemudian hari dapat menjadi pengusaha yang sukses, dan dapat menciptakan  lapangan kerja baru. 

Acara kemudian  ditutup dengan ramah tamah beberapa jajaran pengurus PCNU Kabupaten Bogor, pengurus PBNU dan para peserta yang hadir.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Quote, RMI NU IMNU Tegal

Selasa, 29 Agustus 2017

Ini Kitab Warisan Syekh Mahfudz Attarmasi kepada KH Hasyim Asy’ari

Syekh Mahfudz bin Abdullah Attarmasi siapa yang tidak mengenal beliau? Selain dikenal sebagai ahli hadits dan pengarang kitab yang produktif, Syekh Mahfudz diakui sebagai gurunya para ulama nusantara saat mereka belajar di tanah suci.?

Diantara muridnya, sebut saja KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama yang lama belajar dibawah bimbingan Syekh Mahfudz, hingga KH Hasyim Asy’ari mendapatkan ijazah langsung dari Syaikh Mafudz untuk mengajar Sahih Bukhari.?

Dalam sanad kelimuan kitab hadits ini, Syekh Mahfudz merupakan pewaris terakhir dari pertalian penerima (isnad) hadits dari 23 generasi penerima Sahih Bukhari.

Ini Kitab Warisan Syekh Mahfudz Attarmasi kepada KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kitab Warisan Syekh Mahfudz Attarmasi kepada KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kitab Warisan Syekh Mahfudz Attarmasi kepada KH Hasyim Asy’ari

Kedekatan Syekh Mahfudz sebagai guru dengan KH Hasyim Asy’ari sebagai seorang murid ternyata sangat unik. Sebagai ungkapan rasa sayang pada muridnya, Syekh Mahfudz lantas mewariskan kitab pribadinya sebagai kenang-kengan kepada KH Hasyim Asy’ari.?

Di antara pemberian Syekh Mahfudz kepada KH Hasyim Asy’ari yaitu berupa kitab berjudul Hasyiyah al-Futuhat al-Ilahiyah ala al-Jalalayn.?

Pada halaman akhir kitab itu terdapat goresan tangan indah dan ungkapan doa Syekh Mahfudz saat menghatamkan kitab tafsir tersebut dibawah bimbingan gurunya, Sayyid Abi Bakar Syatha Makkah, Pengarang Kitab Ianah Tholibin pada tahun 1306 H atau 1889 M.

IMNU Tegal

Kitab tersebut ditemukan di antara koleksi kitab milik KH Hasyim Asy’ari ? di Pesantren Tebuireng Jombang. Betapa memberi hadiah atau warisan berupa kitab atau buku (keilmuan), begitu bermanfaat. Bahkan masih awet meskipun beliau-beliau sudah wafat. (Zaenal Faizin)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal

IMNU Tegal Ulama, Quote IMNU Tegal

Kamis, 03 Agustus 2017

LPBI NU Turunkan Bantuan di Garut dan Sumedang

Jakarta, IMNU Tegal - Pengurus harian Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Garut dan longsor di Sumedang, Jumat-Sabtu (23-24/9). Mereka menurunkan bantuan berupa selimut, hygiene kits, dan cleaning kits untuk 300 orang di Garut, serta 160 paket buku dan minyak kayu putih di Sumedang.

Pemberian bantuan ini dilaksanakan berdasarkan assessment yang dilakukan oleh LPBI NU dan PCNU setempat. Mereka menyebutkan bahwa saat ini kebutuhan utama masyarakat terdampak banjir bandang Garut adalah hygiene kits, cleaning, dan selimut dan sedangkan penyintas di Sumedang membutuhkan buku, alat-alat tulis untuk anak-anak dan minyak kayu putih.

LPBI NU Turunkan Bantuan di Garut dan Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Turunkan Bantuan di Garut dan Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Turunkan Bantuan di Garut dan Sumedang

Pengurus harian PP LPBI NU menurunkan paket bantuan di Posko NU terpadu di masing-masing daerah. Skema pemberian bantuan melalui perangkat organisasi NU di tingkat kabupaten itu diharapkan mampu menjangkau warga yang terdampak banjir dan longsor, terutama mereka yang sulit dijangkau.

Menurut Tim Posko Peduli Bencana Garut Dendin, selain membantu evakuasi, saat ini relawan NU juga sedang melakukan kaji cepat untuk mengetahui dampak kejadian dan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat terdampak di lokasi kejadian.

IMNU Tegal

“Relawan kami sudah membantu proses evakuasi dan terus melakukan kaji cepat dampak dan kebutuhan,” kata Dendin.

Koordinator Posko Bersama NU Peduli Bencana Sumedang Fahrizal Fauzi melaporkan, Posko NU sudah menyalurkan paket buku untuk memenuhi kebutuhan pelajar yang peralatan sekolahnya hilang terbawa longsor. Bantuan tersebut diperoleh dari partisipasi masyarakat di Sumedang dan sekitarnya.

IMNU Tegal

Ketua PP LPBI NU Ali Yusuf berharap kejadian banjir bandang dan longsor di Garut dan Sumedang saat ini dapat membuka mata dan menggugah kesadaran semua pihak tentang pentingnya upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Kejadian banjir bandang dan longsor ini menjadi bukti kuat bahwa daya dukung lingkungan yang ada di kawasan DAS Cimanuk Garut dan kawasan Sumedang Selatan sudah sangat rapuh ditambah lemahnya para pihak dalam melakukan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.

Karena itu, LPBI NU mendesak semua pihak terutama pemerintah di Garut dan Sumedang untuk lebih serius dalam menemukan solusi konkret mengatasi banjir bandang dan longsor ini dengan merumuskan perencanaan dan tindakan atau aksi yang strategis, dari hulu hingga ke hilir apalagi isu kerusakan lingkungan hidup juga mengemuka. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Budaya, Hadits, Quote IMNU Tegal

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, IMNU Tegal. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

IMNU Tegal

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

IMNU Tegal

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

IMNU Tegal Doa, Quote IMNU Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs IMNU Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik IMNU Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan IMNU Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock